Miliarder Wardoyo Kaya Berkat Kaligrafi Kuningan

Profil Pengusaha Kaligrafi Asal Grabak 



Enam tahun lebih memulai usaha kaligrafi Grabak. Apa itu? Ternyata penulis mengusut itu merupakan nama daerah di Magelang. Daerah Grabak dikenal sebagai daerah produktif. Nama tersohor menghasilkan aneka kerajinan sapu rayung ataupun ukiran tanduk. Selain itu adapula kerajinan kuningan yang berupa relief serta kaligrafi.

Inilah kisah Wardoyo, pria kelahiran 1960, yang memulai usaha kuningan asli daerahnya. Uniknya karena dia merupakan mantan kontraktor asal Bali. Selam tiga tahun pekerjaan itu tidak membuahkan. Ia mulai banting stir menjadi produsen kerajinan. Pasarnya tidak cuma lokal tetapi sudah mencapai internasional loh.

Dia tidak menyanggah mitos usaha butuh modal. Wardoyo mampu pula menyanggah bahwa usaha butuh pendidikan formal. Semuanya hanya mengikuti usaha tanpa henti lebih dari enam tahun. Untuk meyakinkan pembeli tanpa segan dia memberikan garansi.

Jaminan garansi 2 tahun meyakinkan produk tidak bakal rusak. Bila rusak dia siap memperbaiki kalau perlu ditukar barang atau uang. Ia meyakinkan produk kaligrafi kungingan buatannya mampu bertahan 20 tahun.

Cuma lulusan SMA semua usaha dijalankan Wardoyo hasil belajar sendiri. Otodidak lah istilahnya mulai dari jasa servis elektronik sampai menjadi kontraktor. Usaha kaligrafi kuningan didirikan Wardoyo telah lama dan menghasilkan miliaran. Ia mempekerjakan 730 orang karyawan, yang menghasilkan 1.700 kaligrafi setiap bulan.

Mereka bahkan digaji tinggi melebihi perusahaan ternama. Pasalnya usaha dibawah bendera CV. Sari Agung Perkasa ini telah menyebarkan produknya hampir ke seluruh Indonesia. Wardoyo bahkan membuat tim kerja bersifat agen. Ada 31 tim kerja berisi 12 orang per- tim mulai menyebar menjajakan kaligrafi.  Setiap tim sudah dipasrahi satu daerah buat diurus.

Usahanya tersebar mulai Bandar Lampung, Jambi, Palembang, Medan, Binjai, Bengkulu, Riau, sampai juga Banda Aceh. Kota besar di Sulawesi Utara hampir semunya dipegang oleh Wardoyo. Mantan tukang servis elektronik asal Pasar Rejowinangun mengaku usahanya laris manis, terutamanya kawasan Pontianak.

Padahal itu harga satu kaligrafi dibandrol murah yakni Rp.800 ribu sampai Rp.3 juta. Itu tergantung ukuran serta kualitas produk. Dia berani menjamin produk kaligrafi miliknya kuat 20 tahun. Kepuasan pelanggan itu utama agar tidak lari. Tiga pulau dikuasai, ketika ada komplain, tidak segan Wardoyo menemui langsung.

Dia menyiapkan nomor hp buat dihubungi 24 jam non- stop. Otodidak mampu mewujudkan kata mapan bahkan menghasilkan miliaran rupiah. Uniknya meski berhasil dia tetap menjadi sosok sederhana. Di rumah sederhana itu tidak ada mobil mewah layaknya pemilik perusahaan. Bahkan tanah didekatnya becek karena air hujan.

Hanya terlihat motor berjejer rapi milik pegawai Wardoyo. Motor mereka berjejer disela setumpuk bingkai kayu yang bertumpuk belum diselesaikan mereka.

Pembuat Vespa Kaleng Bekas Bir Menjaga Lingkungan

Profil Pengusaha Herdian Sinung dan Ogifson Harianja


 
Menjadi pengusaha tidak harus mahal. Sebut saja kisah Herdian Sinung, pemuda 24 tahun yang memulainya cuma bermodal keprihatinan. Ia memiliki kepedulian akan sampah kaleng. Mereka tidak bisa diserap oleh tanah dan menjengkelkan kalau didaur ulang. Maka, ditambah sedikit kreatifitas, jadilah bisnis unik yang murah meriah.

Seorang seniman yang membuat aneka barang pajangan. Mulai berbentuk manusia, binatang, ataupun aneka motor. Terutama motor vespa buatannya menjadi paling diminati. Ia cukup memanfaatkan kaleng bir maka jadilah motor vespa Bir Bintang. Berkat kreatifitas itulah dia mendapat banyak untung, bahkan sampai jutaan.

Dia berawal dari rasa tidak nyaman karena sampah kaleng. Kaleng tersebut diinjak kemudian dibawah oleh pemulung didaur ulang. Padahal memang bahan kaleng memiliki fleksibilitas. Bisa dijadikan aneka hal seperti dilakukan oleh kawannya. "...liat teman bikin kerajinan dari kaleng, kok menarik," pungkasnya.

Sejak tahun 2011, mulailah dia mencoba membuat aneka kerajinan kaleng. Dia bersama kawan kemudian menjual melalui aneka kesempatan. Mereka berpikir keleng bekas minuman banyak, akan tetapi kebanyakan menjadi sampah. Tidak banyak mampu didaur ulang oleh warga. Berfikir kenapa tidak membuat sampah jadi berharga.

"Kita menghasilkan duit, buat lingkungan juga bagus," jelas dia.

Pemuda yang akrab dipanggil Herdian ini bersama mendirikan workshop di Kalimalang Jakarta Timur. Dia bersama Ogifson Harianja satu atap membangun bisnis. Tempat produksinya tersebut menghasilkan aneka kerajinan kaleng bekas. Produk miniatur kalengnya terlari yakni vespa, pohon natal, kapal phinisi, dan orang menari.

Hasil produk tidak terbayangkan karena detail. Untuk pewarnaan dibiarkan seperti biasanya tenpa diubah. Ini akan mempertegas bahwa produk tersebut daur ulang. Berkat aksi Herdian dan Ogi inilah menjadi daya tarik tersendiri pasar luar negeri.

Daur ulang



Kegiatan mendaur ulang memang bukan hal baru. Cuma berbeda dengan kegiatan mengepul sampah biasa. Apa yang dihasilkan oleh Ogi memang menghasilkan berkali lipat. Dalam perjalannya banyak kegiatan sudah diikuti guna mempromosikan. Utamanya Pekan Raya Jakarta, Ogi bahkan mampu menyewa stan sendiri.

"Sayang lingkungan... sayang lingkungan," slogan Ogi mempromosikan. Produk mereka juga makin variatif seperti asbak, aneka robot, dan lain- lain. Jika Herdian memulai sejak tahun 2011, maka Ogi sudah memulai awal sejak 2009 -an.

Dia berpikir seandainya bisa dijadikan sesuatu pasti menghasilkan. Memang sudah banyak kisah sukses di bidang bisnis lingkungan seperti ini. Dan nampaknya Ogi sadar betul akan potensi bisnis tersebut. Dia mulai memunguti kaleng minuman. Diubah sendiri menjadi aneka kerajinan. Banyak kegagalan telah dilalui oleh Ogi di awal.

Pria kelahiran Tarutung, Tapanuli Utara, memang dikenal suka menjaga lingkungan. Istilahnya pengepun tapi bukan pengepul semabarang: Lima belas kaleng diubahnya menjadi kerajinan miniatur vespa. Kemudian buat miniatur motor gede dari kaleng minuman dibutuhkan 30 buah kaleng. Untuk jenis kaleng bermacam- macam sampai kaleng bir jadi.

Kaleng sebelumnya didesain dulu sebelum disulap menjadi miniatur. Kalau kamu pikir ini mudah, cobalah maka kamu akan tau Ogi bukan sembarangan. Bahan aluminum di kaleng yang lentur dipotong, dibentuk jadi bagian- bagian motor seperti stang, jok, kap mesin, lampu, pokoknya mendetail.

Dalam sehari Ogi mengaku bisa menghasilkan 3 buah miniatur. Jika bengkel atau workshop motor beneran akan dipenuhi perlatan, apa yang dibutuhkan ia cuma gunting, lem, dan pisau potong. Butuh ketelitian ketika mengerjakan karena detailnya.

Bisnis hijau


Hal yang dilakukan mereka berdua merupakan kebaikan. Bayangkan kalau kaleng minuman sekali diminum akan langsung dibuang. Kalau sudah jadi minatur vespa? Kita bisa menjadikan itu pajangan atau juga media bagi anak belajar.

Harga jual miniatur vespa dibandrol Rp.100 ribu. Motor Harley akan dibandrol lebih mahal yakni 250 ribu. Lalu ia mengingatkan selepas membuat miniatur jangan lupa limbahnya. Setelah digunting- gunting memang ada sisa potongan alumunium yang tersisa."Jangan sampai mengolah lembah, kita masih membuat limbah," ujar ayah 3 anak ini.

Meski secuil kalau kita rajin dikumpulkan bisa dijual kembali. Berkat kecintaan akan lingkungan inilah, sikap gigih Ogi terbayar seperti suatu ketika, dalam waktu 4 jam, dia berhasil menjual ludes 70 miniatur vespa dan motor antik. "Silakan Kak, diliat- liat. Beli motor saya nggak pake BPKB dan STNK," promonya.

"Tapi dikasih kunci gak?" balas seorang wanita, yang kemudian diikuti darai tawa.

Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahja Purnama (Ahok) tertarik akan kerja keras Ogi dan Herdian. Ini sangat menginspirasi orang dijelaskan. Sambil melambaikan tangan, Ahok menyapa Ogi seolah mereka telah akrab sekali. Ogi semakin bersemangat mempromosikan produknya. Memang seniman juga berarti pandai meraih hati pembeli.

Layaknya produk seni lain dinilai bukan karena uang. Tetapi semakin rumit layak diapresiasi kita seharga Rp.100 ribu bahkan jutaan rupiah. Herdian menceritakan pernah membuat pohon natal setinggi satu meter. Itu laku dijual sampai Rp.2 juta dan membutuhkan 20 kaleng alumunium.

Peminat pun datang dari luar negeri, seperti Asia sampai Eropa;Jerman, Prancis, dan Malaysia. Mereka itu biasanya peminat penghobi motor antik. Adapula sekedar kolektor karya seni jelasnya. Kegigihan dibuktikan lewat menjual lewat internet. Berkat itu produknya menyebar sampai diminati orang Perancis.

"...karena lihat di internet lalu pas datang ke Indonesia dia (orang Prancis itu) mau menyempatkan dateng ke workshop kita di Kalimalang," paparnya. Orang Perancis tersebut bahkan berminat membeli kembali sampai sehari bisa menghasilkan Rp.1- 2 juta.

Bahan baku mudah didapatkan cukup membeli dari pemulung. Dia akan menghargai Rp.12.000/kg. Nah, ia mengaku kalau tidak cukup, Herdian mengaku siap turun tangan. Pemuda 25 tahun akan siap turun tangan menjadi pemulung. Tidak malu menyisiri tempat sampah buat menemukan sekaleng bekas minuman.

Malu? Tidak lah, layaknya pengusaha sukses lain, baginya rasa malu bukan lagi penghalang sudah tidak ada gengsi melainkan memanfaatkan kesempatan.

Membangun UD Pengekspor Arang Sampai Korea

Profil Pengusaha Ana Riswati 


 
Lulus Diploma 3 Akuntansi membuatnya selalu berhitung pasti. Termasuk menghitung jalannya berwirausaha kelak. Sayangnya, seperti halnya pengusaha lain, sebaik apapun hitungan mu pastilah kegagalan terpampang nyata. Tinggal bagaimana kita menghadapi, seperti hal Ana Riswati yang sukses berbisnis arang sampai ke luar negeri.

Ana, perempuan 35 tahun ini ketika ditemui oleh pewarta Detik.com, bercerita asal muasal bisnis batu arang. Dia berkisah semua karena hasratnya berwirausaha. Jadi jatuh bangun sudah menjadi hal biasa. Ini sudah masuk dalam hitungan perempuan berambut sebahu ini.

"Beberapa kali jatuh bangun," ucapnya getir. Kisah awal Ana bermula ketika seorang kawan mengeluh susah mencari arang. Seketika pikirannya masuk bagaimana kalau berbisnis arang. Bagaimana kalau dia memulai membuat arang yang katanya langka.

Tetapi tidak semudah dibayangkan teman- teman. Penyebabnya adalah salah perhitungan disaat memulai. Awal dia cukup membeli arang jadi lantas dijual kembali. Usaha dagang tersebut malahan merugi melulu. Ya tanpa mempunyai pengalaman apapun. Ana lantas berniat memproduksi sendiri komoditas berbahan kayu tersebut.

Sambil berproduksi sambi mempelajari seluk beluk arang. Termasuk belajar membuat dari sentra arang agar lebih tajam. Dia mulai menjadi pengepul mengumpulkan arang warga. Lama- lama usahanya jadi membesar berkat ketekunan. Ana resmi mendirikan UD Sri Bintang, mulai menyeleksi arang berkualitas untuk dijual kembali.

Permintaan pun naik drastis memasuki pasar lokal. Seperti perhitungan awal meski agak meleset dibelakang tidak masalah. Dari pasar lokal nama UD Sri Bintang naik menjajal luar daerah. Bahkan dia tidak perlu turun gunung menawarkan produk -orderan datang sendiri. Sampai Ana sendiri khawalahan melayani pesanan.

Memang arang buatan Ana berbeda dari sebelumnya. Dia bekerja sama bersama warga meningkatakan dari segi kualitas. Karena sadar akan kesalahan hitung, ia pun belajar langsung ke orang yang sudah sukses dulu di bisnis arang. Total empat nama dijadikan guru olehnya sebelum terjun berbisnis kembali.

Ia tidak membocorkan namanya. Tetapi Ana menyebut sebagian besar merupakan orang Yogyakarta. Inilah kenapa pengusaha harus selalu belajar. Ilmu tersebut dipadukan dengan hasrat Ana berbisnis. Ia mengutak- atik formula pembuatan arang sendiri.

Pasar ekspor


Memenuhi pasar dalam negeri sudah biasa. Kini Ana telah merambah pasar luar negeri hingga Korea bahkan Arab Saudi. Tidak ada rahasia sukses khusus dibagikan dia. Cuma ketekunan dimiliki perempuan sederhana yang jauh dari polesan bedak. Rahasia sukses, dengan tersipu malu, bahwa itu berkat kualitas produknya.

"Kunci kepercayaan konsumen adalah jika kita dapat mempertahankan kualitas," ujar Ana. Perusahaan saat ini menjual arang dikemas apik bersama pematik api. Tujuan utama ekspor arang UD Sri Bintang adalah Korea Selatan serta beberapa negara asal Timur Tengah; Arab Saudi, Kuwait, dan Lebanon.

Produk buatan Ana sudah dikenal oleh banyak orang. Perempuan kelahiran Maret 1977 ini tetap menjaga mutu produksi. Inovasi selalu dihadirkan oleh Ana ditengah perjalanan. Sebut saja pemanfaatan bermacam teknologi untuk pengeringan misalnya.

Perusahaan Ana sudah menggunakan oven untuk mengeringkan 70% produksi. Oleh karenanya kadar air di dalam arang relatif lebih rendah. Karena dioven maka arang buatan Ana lebih berat dibanding dibakar. Ia mengakui roda kehidupan tidak selamanya diatas. Berbagai kendala dihadapi bahkan harian, seperti datang musim hujan.

Untunglah dia memanfaatkan oven sebagai pembakar. Hanya, masalah lain muncul, kerap jalanan menjadi licin hingga pengiriman terganggu. Kendaraan pengangkut terkadang tidak mampu menembus medan tempat bahan baku utama.

Usaha sederhana menghasilkan omzet Rp.240 juta. Merupakan sandaran hidup keluarga Ana serta para karyawan berjumlah 26 orang. Mereka sebagian perempuan yang sudah bekerja sejak 2008. Obsesi besar Ana adalah bagaimana membangun pabrik arang bertungku besar. Secara rasional dia mengaku berpikir untung besar.

"...tapi buat saya ada yang tidak kalah penting," lanjut Ana. Baginya menjaga perusahaan agar tetap berjalan merupakan hal terpenting. Dia tidak memaksa berekspansi segera. Pekerja harus tetap bisa bekerja dan juga mendapatkan pendapatan setiap bulan.

Biografi Orang Terkaya Benua Afrika Aliko Dangote

Orang Terkaya Dunia Pertama Afrika 



Orang terkaya se- Benua Afrika itulah sosok Aliko Mohammad Dangote. Atau orang memanggil namanya cukup Aliko Dangote. Merupakan cicit salah satu orang terkaya di Afika, bernama Alhaji Alhassan Dantata, miliarder yang mana meninggal tahun 1955.

Dangote mengatakan, "Saya ingat ketika saya masih di sekolah dasar, saya akan pergi dan membeli karton permen (kotak gula) dan saya akan mulai menjual mereka hanya untuk membuat uang. Aku sangat tertarik dalam bisnis, bahkan pada saat itu."

Merupakan garis keturunan etnik muslim Hausa, dari Kano State. Pria kelahiran 10 April 1957 terlahir dari keluarga kaya raya. Unik karena dia tidak tergantung akan kekayaan keluarga. Bahkan menurut sumber, ia meminjam uang $500 dan memulai bisnis sendiri. Bayangkan Dangote tidak berbisnis minyak ataupun barang tambang.

Ia tidak pernah tinggal bersama pemangku kebijakan. Dangote bukan orang politik sama sekali pada masa muda. Lantas apa yang dilakukan oleh seorang Dangote? Menarik, dia cukup melakukan apa yang pernah dilakukan oleh Sam Walton, pendiri Wal- Mart, di Amerika Serikat.

Namanya menjadi dikenal di penjuru Afrika. Memulai berinvestasi kecil, menyasar target besar, dan mampu mengambil kesempatan depan mata.

Tangan midas


Pencapaian seorang Dangote bukan semalam. Dia terlahir sebagai orang biasa. Dangote, layaknya anak lain, belajar merangkak, berjalan lalu berlari.  Ia juga menangis tetapi di sekolah, dia fokus mengerjakan apa yang dekat dengannya. "Itu membutuhkan saya 30 tahun untuk mencapai dimana saya berada," jelas Dangote.

Masih terngiang bisnis pertama ketika sekolah berjualan sekotak permen. Ia menjualnya demi sedikit uang jajan. Sejak muda mata itu memang terfokus kepada berbisnis. Kesadaran akan resiko terbayar oleh hasrat ketika kesempatan di depan mata. Dia tumbuh dan akhirnya memiliki sentuhan midas. Ingat Dangote juga pernah jatuh bangun.

Peneliti ekonomi asal Harvard University menjelaskan: Pengusaha Amerika tidak boleh gagal dalam ketidak pastian. Bayangkan hidup Dangote memulia tanpa bantuan. Memulai berbisnis komoditi dan sukses, lantas menyasar bisnis gula refinasi, dan semen. Terakhir bahwa dia memulai bisnis petrokimia yang sangat jauh akar.

Tentu kesuksesan Dangote mengundang rasa iri. Itu termasuk para pejabat ditaktor yang melihatnya sebagai sosok sapi perah. Namun, dia tetap bersabar, tujuan lain seorang Dangote bukan cuma kekayaan. Dia ingin membangun Afrika lewat setiap bisnisnya.

"Saya membangun konglomerasi dan menyatukan setiap orang kulit hitam di dunia sejak 2008 tetapi itu tidak dibangun semalam," ucap Dangote.

Dangote melihat setiap aspek kesempatan selalu mengandung resiko. Memulai usaha gula padahal Afrika itu terkenal miskin, membangun usaha agro (padi), dan komoditas lain untuk Afrika.

Dangote Group bermula sebagai perusahaan komoditi kecil. Berbisnis sejak tahun 1977, sekarang bernilai multi- miliar naira (mata uang Afrika). Bisnis tersebar di Benin, Ghana, Nigeria, dan Togo. Sekarang sudah juga masuk di bisnis pemrosesan makanan, pembuatan semen dan muatan. Ia menjadi pemain utama di bisnis semen dan gula.

Bisnis tanpa batas


"Bulan ini, pejabat eksekutif kepala perusahaan terbesar Amerika pergi pada bercerita ke berbagai media untuk mengutuk ketidakpastian yang disebabkan oleh tebing fiskal. Dalam waktu yang tidak pasti seperti itu, mereka mengatakan, mereka ragu- ragu untuk berinvestasi di ekonomi AS," ujar Jonathan Berman di satu review Harvard Business.

Dia, Alhaji Aliko Dangote, terlahir dari kehidupan kaya raya kerena keluarga. Tetapi hidup dalam ketidak pastian sosial Afrika. Anak ke sepuluh kelahiran 10 April 1957 di keluarga muslim kaya. Dia berbisnis sejak lama. Yang pasti pertama berbisnis serius ketika kuliah Al- Azhar University Cairo, Mesir. Modalnya saja hasil hutang kepada paman.

Dangoter berhutang $500 kemudian dijadikan bisnis dagang. Ketika itu umurnya masih 21 tahun, bisnis jual- beli komoditas itu ternyata menguntungkan. Dangote Group terdiri perusahaan Dangote Sugar Refinery, Dangote Cement, dan Dangote Flour, kemudian bisnis petrokimia terbesar di Afrika.

Pada bulan Juli 2012, dia mendekati pihak Nigerian Port Authority, ide bisnis menyewa tempat terbengkalai itu untuk dijadikan fisilitas pembuatan tepung. Di tahun 90 -an, Dangote mengajukan proposal pinjaman ke Bank Nigeria, dia meminjam uang lebih kecil dibanding biasa. Membawa bisnis transpor, puluhan bis dibawa ke Nigeria.

Obajana Cement membangun fasilitas produksi semen Afrika. Lain hal, Dangote memulai bisnis garam dan juga pabrik tepung, maka dia juga mengimpor beras, ikan, pasta dan penyubur tanaman. Soal produk lain yakni mengekspor kapuk, kacang cesnut, cokelat, biji wijen, dan juga jahe ke banyak negara.

Dia mempunyai bisnis bidang real estate, perbankan, tekstil, minyak, dan gas. Perusahaan miliknya memiliki 11.000 pekerja dan menjadi konglomerat Afrike terbesar.

Dangote juga merambah bisnis telekomunikasi membangun 14.000 kilometer kabel fiber. Januari 2009 dia mendapatkan penghargaan provider of employment untuk industrial Nigeria. Orang terkaya Afrika ini terus mengembangkan bisnis semen ke pelosok Benua Afrika. Dia menerima tantangan membanguns bisnis bidang petrokimia.

"Sebagai investor yang percaya Nigeria, tahu Nigeria dengan baik dan sumber daya yang dibuat di Nigeria, kami telah merespon tantangan dengan keputusan kami untuk berinvestasi $ 9 miliar kilang petrokimia dan juga kompleks pupuk yang berlokasi di OKLNG Free Trade Zone," jawab Dangote.

Komplek diatas akan menjadi yang terbesar sepanjang sejarah Afrika. Oleh karenanya, pada 14 November 2011, Dangote mendapat penghargaan nasional, yaitu Grand Commander of the Order of the Niger (GCON ) oleh Presiden Nigeria kala itu, Goodluck Jonathan.

Selain berbisnis dia dikenal aktif kegiatan amal. Dia termasuk paling rajin, bersama Bill Gates, melalui Bill Gates Foundation berinvestasi kesehatan -termasuk menghapus polio di Afrika. Sumbangan CSR pun juga terhitung banyak:

1. Sumbangan $500.000 untuk UNICEF melawan campak
2. Sumbangan $6,4 miliar International Cancer Canter Abuja (ICCA)
3. Mendonasi mesin analisis buat Lagos General Hospital
4. Sumbangan $2,6 miliar untuk korban banjir dan wanita di Kogi
5. Berpatner Bank of Industry (BOI) meningkatkan jumlah lowongan pekerjaan
6. Keuntungan kerja sama Dangote dan BOI lain

"Untuk membangun bisnis yang sukses, anda harus memulai dari yang kecil dan juga bermimpi besar. Dalam perjalanan kewirausahaan, kegigihan tujuan adalah yang tertinggi," -Aliko Dangote.

Awal Dangote dirangking Forbes masuk orang terkaya ke 67 di dunia dan Afrika. Nah, tahun 2014 ini, dia tercatat menjadi orang terkaya 23 naik sangat jauh, sampai sekarang. Kekayaanya mengalahkan pengusaha Arab- Utopia, Mohammed Hussein Al Amoudi di 2013 senilai $2,6 miliar dan menjadi orang terkaya dunia pertama yang asli Afrika.

Agen Rendang Dunia Prospek 20 Juta

Profil Pengusaha Jualan Rendang  



Usaha rendang layaknya kamu coba menjadi pilihan di masa depan. Apalagi sejak dunia mengakui  rendang sebagai makanan terenak sedunia. Terbukti beberapa pengusaha sukses telah meraih bisnis rendang. Bahkan banyak diantaranya sampai di Amerika, atau negara lain.

Cerita ini tentang Prima Ega Yanti, pengusaha pemilik usaha Rendang Dunia. Beda dari usaha sejenis karena dia memanfaatkan rendang kering tahan lama. Pemasaran juga sudah masuk ke negara kawasan Eropa, dan juga Amerika Serikat. Dikelola oleh seorang ibu yang memulai karena rasa kecintaan.

Awal tahun 2012, dimulailah bisnis rendang berkonsep kemasan praktis. Rendang kering yang sangat enak buat dibawa kemana saja. Alasan memilih bisnis rendang karena melihat kemajuan kuliner. Rendang memang digemari semua kalangan di Indonesia. Cara menjual rendang pun lebih mudah, tahan lama dan makin enak semakin lama.

Ini hobi loh. Dalam perjalannanya berubah menjadi bisnis sampingan. Terus berkembang sampai akhirnya dia kualahan. Hal lain mendorong dirinya maju berbisnis sendiri. Yang bukan orang Minang saja mau berjualan rendang, kenapa dia tidak?

Usaha kemitraan


"Yang bukan orang minang saja mau majukan kuliner rendang," tuturnya. Maka Ega sebagai warga minang di Jakarta maka harus memajukan. "...bisa dong mempromosikan rendang," imbuh Ibu Ega. Uniknya dia tidak bekerja sendiri tetapi mengajak teman sekampung.

Dia mengajak warga Sumbar bersama membangun. Mereka lantas membangun kelompok usaha yang terus dipanggil Dunia Rendang. Sementara pemasaran dilakukan di Jakarta maka produksi rendang dilakukan di tempat asalnya. Kelompok produksi dibagi menjadi empat kelompok produksi.

Tidak cuma memasarkan rendang pada umumnya, mereka punya Rendang Daging Runtiah, Rendang Paru, Rendang Keripik Telur, serta Rendang Teri. Untuk rendang daging harganya Rp.55.000 sedangkan rendang telur Rp.25.000. Selai itu Ega juga menerima pesanan rendang basah dalam kemasan.

Rendang basah dijual menurut pesanan karena cuma bertahan 15 hari. Sedangkan rendang kering mampu bertahan sampai 100 hari. Untuk rendang basah dibutuhkan perlakuan khusus soal kemasan. Setiap minggu dia memproduksi 100 kg rendang. Produksi terbanyak ya rendang daging, kerena rendang identik sama daging.

Proses distribusi mencapai 100 kg hingga 500 kg seputar Jakarta. Jualannya kebanyakan memang Jakarta, tapi kebanyakan juga dikirim ke Eropa lewat pembeli, mereka adalah orang yang bekerja di Amerika, yang tengah berlibur di China dan sebagainya.

Ini benar- benar sama lezatnya dengan restoran khas Padang. Lalu munculah ide kemitraan dibangun ketika Ega tengah mengikuti pameran. Konsep ini tidak dijelaskan detail apakah waralaba, tetapi yang pasti mitra merupakan agen resmi. Kemitraan terbilang cukup murah yakni Rp.1,5 juta, dimana mendapat 40 boks yang berisi 200 gram rendang.

Jenis rendang juga lengkap seperti ada rendang runtiah, paru, keripik telur, serta ubi maco atau teri singkong. Ia menambahkan banner serta kartu nama. Totalnya dia memiliki 17 agen tersebar di Jabodetabek. Palingan banyak ada di daerah Bekasi. Keuntungan didapat Ega telah mencapai Rp.50 juta- Rp.80 juta.

Ega tidak menampik kesempatan masuk ke ritel. Salah satu toko ritel modern dijajalnya menjadi sarana. Lalu yang paling banyak diminati adalah rendang runtiah. Cara pemasakan yang masih tradisional yakni selama 8 jam dimasak pakai kayu bakar.

Entri yang Diunggulkan

Biografi Jack Ma Orang Terkaya China Alibaba