Tampilkan postingan dengan label Pengusaha Afrika. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Pengusaha Afrika. Tampilkan semua postingan

Kisah Pengusaha Startup Listrik Uncharted Play

Profil Pengusaha Jessica O. Metthews


startuplistrik.png
 
Kisah pengusaha startup listrik Uncharted Play. Taukah kamu, sifat yang perlu dimiliki untuk menjadi pengusaha adalah sifat acuh. Menjadi acuh merupakan berkah bagi Jessica O. Matthews dalam sebuah artikel. 
 
Baginya acuh berarti tak sekedar berpikir tentang diluar kotak, ketika tak tau batasannya. Kita tak pernah tau parameter kota itu sendiri. Apakah yang anda kerjakan benar- benar ide segar. Atau, itu pernah dilakukan orang lain, lalu gagal.

"Itu sangat mudah untuk berpikir di luar kotak ketika anda tidak tahu apa parameter kotak itu apa," katanya.
 

Pengusaha Sosial


Jessica dikenal sebagai seorang CEO sekaligus salah satu pendiri sebuah perusahaan. Nama start- up -nya Uncharted Play, uniknya perusahaan ini hanya punya tujuh pegawai, termasuk dirinya. Sebuah perusahaan berbasis di New York City, yang menjual penemuan bernama Soccket. 
 
Apa itu? Hanya bola sepak yang mampu menghasilkan energi listrik. Itu dihasilkan, disimpan, lalu digunakan oleh satu buah bolam lampu.

Lampu LED yang terpasang pada Soccket mampu menyala tiga jam. Semua pengisian hanya membutuhkan si pengguna menggunakannya bermain. Meski terlihat sepele atau anda akan berpikir buat apa, usahanya ini sangat membantu bagi meraka yang tertinggal. 
 
Khususnya bagi anak- anak di negara tertinggal tanpa listrik. Sejak didirikan Mei 2011, Uncharted Play telah membagikan sekitar 10.000 bola Soccket di Amerika Serikat, Meksiko, dan sebagian Afrika. 
 
Untuk menghasilkan keuntungan, Uncharted Bermitra dengan perusahaan sponsor seperti Western Union dan State Farm, yang membayar untuk mendistribusikan bola sebagai bagian dari program tanggung jawab sosial mereka. Perusahaan ini menghasilkan sekitar $ 2 juta dalam pendapatan.


Jessica, 26 tahun, memang memiliki kelebihan sejak kecil. Keberanian telah tertanam dalam banaknya. Putri dari dua orang anak pasangan imigran asal Nigeria yang tinggal di sebuah wilayah Poughkeepsie, M.Y. Dia sangat mencolok dimasa remajanya. 
 
Bayangkan saja beberapa pelajaran tambahan untuk science dan untuk olah raga, lari menjadi salah satu pelajaran tambahan. Dia bisa berlari 400 meter dalam 52 detik.

"Saya sangat cepat," ungkapnya bangga. "Orang tua saya selalu mendorong kita dalam segala sesuatu dalam hidup. Filosofi mereka adalah, jika anda ingin berlari secepat anda bisa, anda harus menjadi yang memimpin di jalan."

Setelah kakaknya Tiana, 27, mengundurkan diri untuk Harvard, karena kecelakaan. Di Harvard, di kampus yang sama, Jessica mengambil kuliah psikologi dan ekonomi. 
 
Hingga ada satu waktu para mahasiswa diajak berdiskusi tentang tugas science untuk sesuatu yang artistik dan punya nilai sosial. Inilah yang membuka jalan terciptanya Soccket sekarang.

"Saat itulah saya pertama kali datang dengan ide untuk Soccket, "katanya menganang." Itu hanya fisika SMA, menggunakan senter kocok- nyala dan sebuah roda hamster."

Ia yang baru saja menyelesaikan MBA di Harvard, ketika menjalankan proyek Uncharted Play. Sekarang, prototipenya telah tak terhitung jumlahnya sejak yang pertama. Dia ingin membuat sebuah dorongan besar dengan Soccket di sepak melalui Piala Dunia di Brasil. 
 
Dia berharap menjual bola di sana, yang saat itu dihargai $.99 sekaligus mempromosikan produknya. Ini diharapkan membangkitkan minat organisasi- organisasi non-pemerintah, yang kemudian mempromosikan Soccket baik sebagai perangkat praktis dan alat pengajaran ilmiah. 
 
Penemuan Jessica memiliki potensi, baik untuk membantu anak- anak mengerjakan PR, sekaligus untuk memupuk rasa ingin tahu mereka. Penemuan Soccket membawa energi ke dalam permainan menyenangkan. Membantu anak- anak mengerjakan tugas.

Soccket akan membantu mereka terutama untuk mereka yang ada di negara dunia ketiga, seperti negara- negara Afrika.

Mainan hemat energi


Cerita favorit Jessica tentang Soccket adalah tentang seorang anak Nigeria pemalu yang bukanlah siswa yang baik. Tapi setelah ia mencoba Soccket, beberapa hari kemudian, ia menemukan bagaimana benda itu bekerja. 
 
Dia membuka kulitnya, belajar mengenainya, lalu berpikir tentang menggunakanya untuk mengisi listrik DVD player.

"Pada akhirnya, saya ingin membantu orang menjadi penemu sendiri sehingga mereka tidak merasa mereka telah menemui jalan buntu setelah mereka sudah tak punya ide," kata Jessica, yang menjelaskan bahwa Uncharted Play akhirnya bisa menjadi inkubator bagi pencipta lain. 
 
"Tapi pertama- tama, kami ingin membangun merek ini dan mendapatkan jalan kami di luar sana," ia lanjut.

Perusahaan ini telah menghasilkan sumber energi lain. Mainan kedua dan berpotensi, yang lebih universal dan serbaguna bernama Pulse ($129, jika membeli satu, mensponsori satu, di unchartedplay.org). 
 
Tim tujuh orang, yang mencakup kakak Jessica, yang ketika artikel ini dimuat di usatoday.com, tengah membuat Pulse (tali lompat elektrik) di rumahnya. Ia menggunakan serangkaian printer tiga dimensi bertengger di meja.

"Anda dapat melakukan perjalanan dengan mudah dengan Pulse, dan setelah 15 menit melakukan lompat tali, yang baik untuk anda, itu akan memberikan enam jam cahaya LED atau mengisi baterai iPhone50%," katanya. 
 
"Di banyak (negara-negara berkembang), sering hanya anak laki- laki yang diperbolehkan untuk bermain sepak bola. Jadi ini adalah sesuatu yang anak perempuan bisa menggunakan."

Jessica mengatakan Uncharted Play tengah mengarahkan pandanganya ke skateboard pembangkit listrik dan bola basket sebelum "menangani isu-isu sosial lainnya segera, seperti makanan dan air."

Semua apa yang dihasilakan Jessica bukanlah kejutan bagi ibunya.

"Ketika Jessica masih TK, dia mengatakan kepada gurunya dia ingin tumbuh untuk membantu orang," kata Florence Matthews, yang membantu suaminya, Idoni, menjalankan bisnis perangkat lunak milik keluarga, Decision Technologies International.

"Dia memiliki begitu banyak ide, ketika ia membahas ide- ide itu dengan saya, saya langsung sakit kepala,"

Matthews mengatakan dia tak terkejut bahwa ide besar pertama putrinya ialah Soccket, mengingat bahwa keluarganya sering berkunjung ke desa kecil di Nigeria dimana selalu ada bau busuk lampu minyak tanah. Tidak ada listrik di sana. 
 
"Untuk melihatnya membantu orang-orang yang membuat saya sangat bahagia," katanya lagi.

Tapi Jessica tak lengah akan pujian. Jika tidak, ide- ide besar di luar sana tidak akan menjadi miliknya, dia menegaskan.

"Masalah terbesar yang kita miliki di dunia adalah masalah pasokan akan ide," kata Jessica. Dan kisah pengusaha startup listik ini memberi pandangan kita.

Konglomerat Aburizal Bakrie dan Pengusaha Muda Afrika

Artikel Bisnis Kerjasama Tidak Memandang Usia

 
aburizalbakrie.png
 
Karir Aburizal Bakrie di bidang politik memang sangat moncer. Tetapi bagaimana kisah suksesnya di bidang bisnisnya.  Nyatanya, sudah dua tahun berturut, bahkan nih empat tahun berturut, Ical begitu sapaan akrabnya keluar dari daftar orang- orang terkaya Indonesia. 
 
Padahal dalam catatan tersebut pada tahun 2009, namanya sukses masuk ke urutan nomor 4, dimana total kekayaanya mencapai 2,5 miliar dollar. Sukses tersebut bertahan hingga 2010 dengan total kekayaan menurun empat digit yaitu 2,1 miliar dollar AS. 
 
Di tahun 2011, namanya jatuh ke urutan nomor 30, dimana total kekayaanya mencapai 890 juta saja. Sejak 2012 sudah resmi terlempar dari urutan 50 besar. Saham- saham miliknya pun rontok di pasar saham. 
 
Yang paling merebut perhatian tentulah kisah BUMI. Saham PT. Bumi Resources Tbk (BUMI) sudah lah turun sampai diperdagangkan Rp.77- 79 per- lembar.
 

Bisnis Pengusaha Muda Afrika


Bahkan menurut lembaga pemeringkat International and Poor's menurunkan peringkat hutang jangka panjang perusahaan ini menjadi default atau gagal bayar.
Dibandingkan harga sebelumnya harga saham anjlok sampai 75 persen. Bagaimana dengan saham lainnya, juga dijualnya dikisaran angka 50 di Indonesia. 
 
Saham- saham tersebut antara lain yaitu perusahaan Bakrie Sumatra Plantation (UNSP), Darma Henwa (DEWA), Bakrieland Development (ELTY), dan juga Bakrie Brothers (BNBR). Menurut pakar melihat kondisi ini dimungkinkan karena kegiatan Ical sendiri di bidang politik.
 
Pada umur 28 tahun sosok Ladi Delano bisa duduk sejajar dengan Ical. Hanya dalam tempo beberapa tahun saja namanya tercatat sebagai orang terkaya. Pengusaha aneka bisnis ini memulai karirnya dari nol. Jauh sebelum sekarang ketika umurnya 31 tahun. 
 
Delano adalah CEO perusahaan kerja sama dengan Group Bakrie. Ia sang pendiri sekaligus CEO Bakrie Delano Africa (BDA). Sebuah bisnis join venture senilai $1 miliar dengan nilai market $15 miliar.

Di umur 22 tahun, ia menjelalajah jauh ke negeri China. Disinilah ia memulai bisnis sukses pertamanya yaitu sebuah bisnis minuman vodka. Sayang, dalam dunia pendidikan, Delano bukanlah orang yang tepat mungkin gelarnya tak sebanding dengan Ical. 
 
Kenapa? Karena faktanya, ia menderita disleksia dan satu telinganya itu tuli. Dalam sebuah artikel diakuinya masa pendidikan merupakan yang tersulit. Tapi ada satu hal yang jadi passionnya yaitu entrepreneurship. Kisah lain, dirinya adalah sosok yang kompetitif.

Meski akhirnya ia memutuskan drop- out. Delano sempat menjadi 50 terbaik di kampusnya. Semua berkat rasa kompetisinya. Ketika entrepreneurship itu memanggil diputuskanlah untuk keluar dari kampus. Soal pekerjaan pertama ia pernah bekerja menjadi salesman.

"Itu semakin terlihat nyata saya tidak punya passion atas pendidikan saya. Saya berpikir itualah yang membuat mudah pacah kosentrasi dan itu, akhirnya, puncaknya dalam diri berpikir daripada bekerja keras seperti kuda hampir mati, itu akan lebih masuk akal untuk melakukan sesuatu yang saya lebih nyaman lakukan," ucap Ladi Delano.

Bekerja sama dengan Bakrie Group. Mereka tengah mengolah sumber daya Afrika. Sebagai anak muda asli Nigeria kembanggan yang membayawanya kembali. Padahal, Delano sudahlah sukses membangun usahanya di China, tapi melihat sumber daya Afrika yang kaya. 
 
Ditambah rasa ingin membangun kampunya membawa pengusaha 31 tahun ini kembali. Bakrie Delano Africa merupakan peluang lain yang digarap oleh Bakrie Group. Peluang yang diambil sang konglomerat Indonesia di masa depan. 
 
Sebuah investasi di Nigeria yang fokus pada mengidentifikasi adanya kekayaan tambang, agrikultur, minyak dan gas, dan pada akhirnya mengeksekusinya. Apakah Bakrie Group sudah selesai, penulis merasa, masih panjang jalan bagi Bakrie Group. 

Bisnis Tambang Pengusaha Muda Afrika

Profil Pengusaha Ladi Delano


pengusaha muda afrika

Kisah bisnis tambang pengusaha muda Afrika. Namanya Ladi Delano sekarang menjadi termuda dari semua miliarder asal Afrika. Umurnya masih 28 tahun, namun bisnisnya telah moncer seperti halnya roket bahkan bekerja sama dengan pengusaha senior.

Untuk beberapa orang terutama di dunia barat, angka 28 mungkin terkalahkan, namun di Afrika sendiri tidak. Ladi menjadi tersukses melihat peluang itu lebih dalam. Uniknya dia adalah seorang penderita disleksia (seperti Richard Branson) menengah dan ditambah kupingnya tuli sebelah.

Pendidikan? Ladi memang bersyukur sekali bisa mencapai pendidikan universitas numan tidak membuatnya gembira; dia memutuskan keluar atau drop out.

Bisnis Tambang


Pengusaha satu ini memang bukan tipe mudah puas. Di umur 22 tahun, ia telah berani melihat jauh hingga ke negeri China. Ladi mendirikan perusahaan bernama Solidarnosc Asia, sebuah perusahaan minuman keras di China sana.

Produksinya ialah Solid XS yaitu minuman vodka bercita rasa premium. Bekerja sama dengan seorang direktur marketingnya, Mett Reid, dia membuka kesempatan untuk menjadi sponsor banyak artis.

Dia bahkan sukses mendatangkan DJ asal Inggris, Pete Tong dan penyanyi Kanadian, Avril Lavigne, serta masih banyak lagi.

Berjalannya waktu, perusahaan Ladi maju waktu demi waktu, bahkan terus berekspansi lebih jauh melalui bisnis tempat makan dan hiburan tengah kota, The Collection. Solid XS, bendera perusahaan melanjutkan bisnisnya lagi dan lagi.

Ladi sukses masuk dan merebut pangsa pasar sekitar 70% di Cina dan tiga pasar Asia lainnya dan lanjut didistribusikan ke lebih dari 33 kota di China, mencapai lebih dari US $ 22 juta dalam pendapatan.

Vodka premium buatan perusahaan ini begitu digemari. Tapi sebelum jalan sukses itu, ada namanya masa- masa sekolah, Ladi berjuang keras menghadapi penyakitnya. Dia tertatih ketika menghadapi disleksianya, ditambah satu telinga yang tak lagi mendengar.

Belajar baginya semakin semakin sulit dan pikiran untuk berhenti itu ada. Meski begitu, tak mau menyarah atas keadaan membawa ia ke berbagai pendidikan tambahan. Hingga Ladi sukses masuk universitas bahkan menjadi jadi 50 terbaik di seluruh kampus; sebuah pencapaian emas.

Pengusaha muda Afrika ini tidak menikmati pendidikan. Itu bukan karena tidak mampu tetapi karena terhalang keterbatasan fisik. Di tahun kedua ia memutuskan hal terpenting dalam hidupnya nanti. Dia memilih berhenti kuliah.

"Itu semakin terlihat nyata saya tidak punya passion atas pendidikan saya. Saya berpikir itualah yang membuat mudah pacah kosentrasi dan itu, akhirnya, puncaknya dalam diri berpikir daripada bekerja keras seperti kuda hampir mati, itu akan lebih masuk akal untuk melakukan sesuatu yang saya lebih nyaman lakukan," ucap Ladi Delano.

Jadilah hari tersebut juga menjadi hari bersejarah bagi hidupnya. Tak semua orang bisa menerima keputusan ini. Berhenti di tahun kedua kuliah, Ladi masih terlalu awal berbicara masa depan bisnis ketika memutuskan.

Menurutnya pribadi, di dunia, ada dua jenis pendidikan dan setiap bentuk pendidikan itu sama- sama berharganya.

Pendekatan akademik untuk pendidikan sangat penting, tidak ada bisnis dapat beroperasi dan menjadi sukses tanpa mereka berhasil menghabiskan waktu memahami sisi akademik apa pun.

"Namun, pendekatan pendidikan belum tentu untuk semua orang. "Dan dalam kasus saya itu tidak...., jadi saya memutuskan untuk keluar dari universitas," jelasnya.

Semua orang dirumah menentang hal ini. Meski begitu Ladi tetap lah cuek mengerjakan apa yang dia suka. Tidak ada satupun yang bisa menghentikan termasuk ijasah. Universitas walau sebentar telah menanamkan ide- ide mendasar bahwa dia sangat ingin menjadi wirausahawan; seorang pengusaha.

Sayangnya, karena keadaan ekonomi global yang memburuk, bisnis harapannya malah jatuh. Solid FX ketika itu menemui banyak halangan dan terpaksa tutup. Pengeluaran itu membuat perusahaan kering, akhirnya banyak pekerja yang harus dia berhentikan.

Memilih Usaha


Perusahaan itu kemudian dijual ke investor senilai $22 juta. Sementara itu, Ladi telah menyiapkan bisnis lain ketika mengerjakan Solid FX. Sebuah perusahaan investasi fokus pada pengembangan real estate, Delano Reid Group.

Perusahaan melanjutkan hidupnya meningkatkan lebih dari $ 80 juta investasi di real estate di Cina. Mereka membangun di daratan strategis dan kala itu, beruntung ekonomi China melonjak sangat jauh ke puncak.

Dengan kecenderungan menjalankan beberapa usaha secara bersamaan, Ladi juga menjadi mitra pendiri di perusahaan bernama DRG CIN Energi dan Global DRG Capital, sebuah perusahaan penyedia solusi energi global yang bersama Reids.

Perusahaan ini saling bersinergi dengan Reids, perusahaan real estate miliknya. Keduanya DRG dan Global DRG berkantor pusat di HongKong, China. Perusahaan baru itu sukses besar lain ketika nilai melonjak hingga $3 miliar di pasar saham di China.

Kedua perusahaan ini malah menjadi pemain global di pasar minyak Asia, dan berhasil menemukan sumur minyak baru.  Menyadari akan peluang kenaikan minyak di Afrika dengan perkiraan 1 miliar rakyatnya, Ladi Delano pada Desember 2011, terus beruntung berinvestasi fokus pada satu hal dan secara eksklusif menuju ke Afrika.

Usaha terbarunya adalah, bekerja sama dengan pengusaha asal Indonesia, Group Bakrie. Mereka mendirikan  perusahaan Bakrie Delano Africa. Bakrie sendiri menyumbang invastasi $1 miliar selama lebih dari lima tahun di Bakrie Delaon Africa (BDF).

Fokus bisnis mereka segala tentang pengeboran minyak, tambang, gas dan agrikultur. Di bulan April 2012, ia kembali ke Nigeria -negara dengan 60% dari penduduk di bawah usia 35 dan tingkat pengangguran kaum muda mencapai 43%.

"Aku suka Nigeria ... Saya ingin menyediakan lapangan kerja dan membantu kaum muda mengembangkan diri. Ini suatu kehormatan untuk dapat berkontribusi terhadap perekonomian dengan cara ini, "katanya. Sebagai awal ia telah mengeluarkan modal $100 juta untuk memulai bisnis tambang.

Di Nigeria, bisnis baru ini akan menjadi awal, dan itu diharapkan mampu membantu banyak pemuda disana. Dia berharap bisa memotivasi lebih banyak pemuda Nigeria lagi dalam kewirausahaan.

"Kami baru-baru ini menyarankan Ladi pada menyelesaikan kesepakatan pertambangan pertama di mana ia penuh semangat mendorong proses dan diskusi dengan berbagai pemangku kepentingan melalui hasil yang sukses. Ladi sudah berfokus pada beberapa peluang dan kami melihat dia melakukan hal-hal yang sangat menarik ke depan," kata Raj Khatri, kepala logam dan pertambangan untuk Macquarie Capital, Eropa.

Mengintip Bisnis Anak Presiden Afrika Isabel Dos Santos

Biografi Pengusaha Isabel Dos Santos


wanita terkaya afrika

Siapa Isabel Dos Santos, pengusaha wanita yang dinobatkan terkaya di Afrika. Mengintip bisnis anak Presiden Afrika ini. Pada 2013, majalah Forbes melansir putri tertua dari Presiden Angola Jose Eduardo dos Santos, Isabel memiliki total kekayaan sekitar US$ 500 juta di November 2012. 

Kekayaannya bertambah kian bertambah menjadi US$ 2 miliar pada Maret 2013. Wanita kelahiran tahun 1973 ini pun masuk dalam klub orang kaya baru pada 2013 versi Forbes. Istri dari Sindika Dokolo ini, sejak 2008 memang telah memiliki ketertarikan untuk berinvestasi.

Bisnisnya di bidang telekomunikasi, media, ritel, keuangan dan industri energi dari Angola hingga Portugal. Pengusaha wanita kelahiran 20 April 1973, putri tertua dari presiden Angola Presiden José Eduardo dos Santos dan istri pertamanya, kelahiran Rusia bernama Tatiana Kukanova.

Jose dos Santos bertemu ibu Isabel ketika belajar di Azerbaijan. Orang tua ayah Isabel seorang imigran dari Sao Tome e Principe. Isabel sendiri belajar teknik listrikke King College, London. Di sana dia bertemu sang suami dari Republik Demokratik Kongo, Sindika Dokolo.

Sandika Dokolo adalah putra jutawan Kinshasa dan istrinya orang Denmark. Ada sebuah laporan mengatakan bahwa ketika Isabel dan suaminya menikah di Luanda, di Desember 2002, biaya upacara pernikahan sekitar US $ 4 juta.

Pernikahan dengan paduan suara khusus, yang diterbangkan dari Belgia dan dua pesawat carteran untuk membawa makanan dari Prancis. Ada sekitar 800 orang tamu yang hadir di pesta pernikahan, setengah dari mereka adalah kerabat pasangan, dan juga beberapa presiden negara- negara Afrika.

Gaya Hidup Jetset Penguasa Afrika

Gaya hidup keluarganya dikenal sebanding diktator Afrika lain. Mereka memilik gaya hidup jetset yang boros. Ia mendapatkan julukan 'Putri' oleh semua orang. Dengan pohon natal yang didatangkan dari New York dan Bubbly senilai US$ 500 ribu yang diimpor dari pemilik restoran di Portugal.

Kepribadian Isabela dikenal sosok yang sederhana, dan bahkan down to earth alias membumi. Dia juga tidak ingin dilihat mendapatkan hak khusus. Meskipun dari keluarga yang terbiasa hidup jetset, entah mengapa, Isabel lebih menonjolkan kesederhanaan dibanding yang lain.

Wanita berlesung pipi ini harus menghadapi perceraian orangtuanya. Ibu Isabela, Tatiana pun pergi ke Inggris, dan menjadi warga negara Inggris. Dia dikenal sebagai wanita yang mandiri, tegar, dan kuat di bisnis dan politik.

Media Inggris pada 1991 memberitakan, bahwa Isabela  menghabiskan dua tahun sekolah di St. Paul, sekolah publik di London, Inggris. Wanita berusia 40 tahun ini melanjutkan kuliah di Inggris. Ia meneruskan kuliah di jurusan teknik elektro dan bisnis di King College, Inggris.

Ibu tiga anak ini dikenal dapat berbicara dengan berbagai bahasa tetapi jarang bicara ke media secara langsung. Seperti ayahnya, Isabela dikenal menjaga untuk tetap low profile. Isabela sering diwakilkan oleh juru bicaranya. Meskipun menjaga tetap sederhana fakta dia putri Presiden Afrika tak hilang.

Di dunia bisnis Isabel dikenal sebagai sosok pengusaha wanita yang pintar, baik dan dinamis oleh media Portugal Publico pada 2007.

Dia dinilai profesional dan menyenangkan. Majalah ekonomi Inggris Financial Times menyebutkan, meski kritikan dihadapi Isabela, tetapi dirinya menunjukkan seorang pengusaha. Di bulan Desember 2012, Isabel memperingati ulang tahun pernikahannya ke sepuluh dengan Sindika Dokolo.

Pengusaha Wanita Pintar dan Kaya


Acara peringatan pernikahan berlangsung selama tiga hari yang dirayakan dengan penuh kemewahan dan kemeriahan. Berbagai tamu dan kerabat datang dari orang- orang ternama dari Jerman, Brasil dan tamu lokal di Angola.

Pada awal 1990-an Isabel dos Santos kembali dari London, Isabel kembali bergabung ayahnya di Luanda. Dia mulai bekerja untuk sebuah perusahaan daur ulang Jerman, kemudian, mendirikan bisnis angkutan truk. Tapi, ketika Isabela kembali ke Angola dinilai sangatlah terburu- buru.

Ada dugaan ia menerima ancaman di London. Dia mulai bekerja jadi manajer proyek untuk Urbana 2000, anak usaha dari grup Jembas yang memenangkan kontrak untuk melakukan pembersihan kota.

Ia memulai bisnisnya ketika masih berusia 24 tahun membangun restoran dan klub yang bernama Miami Beach pada 1997. Miami Beach merupakan restoran dan klub pertama di Luanda, ibukota Angola. Dari jurnalis Rafael Marques de Morais, restorannya dikenal memiliki manajemen buruk.

Meski hingga hari ini, pelayanan di restoran itu, masih membutuhkan waktu dua jam untuk melayani dan sejam untuk mendapatkan layanan. Saat menjalankan bisnisnya, dia dikenal bergerak cepat dan cermat dalam berinvestasi. Jika buruk kenapa Isabel bisa tetap sukses menjalankan bisnisnya kini.

Dia tertarik berinvestasi di perbankan, telekomunikasi, media, ritel, keuangan, dan energi sejak 2008. Ia juga berbisnis minyak bumi dan berlian. Sejak 2008 ia telah memiliki kepentingan yang relevan di bidang telekomunikasi, media, ritel, keuangan dan industri energi, baik di Angola dan di Portugal.

Dalam laporan Forbes, Isabela menjalankan bisnisnya tak lepas dari campur tangan ayahnya, seorang Presiden Angola. Meski demikian, dalam sebuah wawancara, Isabela menegaskan, dia seorang pengusaha bukan politikus. Ia mencoba meyakinkan bahwa dirinya entrepreneur berdedikasi tinggi.

Selain investasi di minyak dan berlian, ia juga memiliki saham di perusahaan semen Angola Nova Cimangola. Jadeium, sebuah perusahaan yang dimiliki oleh Isabel dos Santos, mengakuisisi 4,918% dari saham ZON Multimedia dari Spanyol Telefonica.

Hampir 20 tahun, Isabela melakukan ekspansi bisnis dan membuat holding di Angola dan Portugal. Kekayaannya mencapai US$ 2 miliar karena kepemilikan sahamnya di beberapa perusahaan.  Isabela memiliki saham terbesar di Zon.

Zon merupakan perusahaan televisi berbayar, dengan kepemilikan sekitar 28,8% senilai US$ 385 juta sejak Juli 2012. Ia juga memiliki 19,5% saham di bank Banco BPI, senilai US$ 465 juta, dan 25% saham di Angola Banco BIC senilai US$ 160 juta.

Mengintip bisnis anak Presiden Afrika, Isabel yang menjadi perhatian yaitu bisnis telekomunikasi. Isabela juga memiliki 25% saham di Unitel, salah satu perusahaan swasta jaringan telekomunikasi terbesar di Angola. Dan ada cerita tersendiri di balik pendirian perusahaan telekomunikasi ini.

Tahun 1997, Presiden Angola saat itu yang juga ayahnya, Jose dos Santos repot mengeluarkan dekrit untuk meningkatkan nilai spektrum telekomunikasi.  Pemerintan harus melakukan penawaran untuk lisensi telekomunikasi baru.

Tetapi setelah 2 tahun kemudian, Jose menentang keputusannya sendiri bahkan dengan mengeluarkan ketentuan baru. Pemerintah dapat memberikan lisensi itu tanpa tender publik asalkan penerima adalah perusahaan patungan dengan negara.

Sebelas bulan kemudian, Unitel pun memiliki hak, yakni menjadi operator swasta pertama telepon seluler di negara itu. Dengan catatan memiliki kewenangan penuh untuk menyetujui proyek itu dan memutuskan kepemilikan saham struktur perusahaan.

Isabela akhirnya memiliki 25% saham di Unitel. Juru bicara Isabela menuturkan, pihaknya telah menyuntikkan modal di Unitel tetapi tidak menyebutkan angka. Unitel memiliki 9 juta pelanggan. Pendapatan tahun lalu mencapai US$ 2 miliar, dan menjadi perusahaan swasta terbesar di Angola.

Hal itu tak terlepas dari ponsel yang telah merevolusi Afrika. Adapun berdasarkan analis, nilai saham Isabela dapat mencapai US$ 1 miliar. Selain perusahaan telekomunikasi, perusahaan minyak juga menjadi usaha menguntungkan.

Apalagi Angola memproduksi 650 juta minyak barel per tahun. Kebanyakan penjualan untuk ekspor. Laporan dari Forbes menyebutkan, strategi partner di perusahaan minyak negara Sonangol cukup aneh. Mitra Isabel, miliarder Americo Amorim juga memainkan peran kunci di Afrika.

Sonangol memiliki struktur perusahaan di Sonangol. Lewat perusahaan Unitel International Holding, Isabela mengakuisisi operator mobile T+ di Cape Verde, dan mendapatkan lisensi untuk membangun operator telekomunikasi di Sao Tome and Principe dengan mudahnya.

Kontroversi Bisnis KKN


Lewat investasi ini, Isabela mengungkapkan, pihaknya akan investasi di pendidikan untuk melatih para ahli teknik, manajer, dan fokus menciptakan lapangan pekerjaan. Dalam sebuah wawancara, Isabel mengatakan, masa depan telekomunikasi Afrika akan berpikir jauh di atas ponsel.

Mereka fokus kepada konektifitas dengan kapasitas tinggi dengan broad band besar sehingga dapat menghubungkan benua Afrika. Terlepas dari segala hal kontrofersi dan "kemudahan" berbisnis.

"Pengusaha yang baik, sangat dinamis dan cerdas, yang juga profesional dan ramah," terang sebuah koran harian Portugal, Publico.

Surat kabar Inggris Financial Times menulis, Maret 2013, bahwa "bahkan beberapa kritikus mengakui kehebatan independen Isabel dos Santos sebagai pengusaha". Dalam wawancara yang sama, Isabel dos Santos mengatakan dia melakukan bisnis dan dia bukan seorang politisi. 

Pertumbuhan uar biasa dari keterlibatan Isabel di sektor komunikasi Portugis, telah menyebabkan dia menjadi perhatian di media Portugis.  Beberapa media menyatakan ketidak puasan dengan transaksi terakhir pada tahun 2012. 

Menurut beberapa editorial, operasi dapat menyebabkan monopoli di beberapa wilayah bisnis media dengan memusatkan Angola dan Portugal.  Menurut editorial lainnya, Isabel dos Santos mengatakan dia sama sekali tidak memiliki kepentingan untuk berinvestasi di media massa Portugis. 

Selain itu, Isabel juga dituduh bias politik, seperti informasi kontak di Portugal. Tampaknya strategi yang jelas dari Isabel dos Santos dalam ekonomi Portugal. Selama tiga tahun terakhir (2009-2012) bagiannya telah meningkat secara eksponensial. 

Sektor- sektor yang menarik perhatian adalah komunikasi dan sistem keuangan. Kedua kegiatan ini adalah sebuah prioritas investasi di perusahaan sendiri di Angola dan luar negeri. Isabel dos Santos, saat ini salah satu pengusaha terbesar negaranya, memperluas bisnisnya ke Eropa tanpa diversifikasi. 

Kenyataan bahwasanya dia putri presiden, bahwa ada kemudahan, tapi disisi lain, ia meyakinkan bahwa bukan pengusaha karbitan. Terbukti dia bukan seperti putra- putri presiden negara lain; yang meski didukung tapi tetap saja gagal berbisnis.

Sabunan Gak Pakai Air Pengusaha Muda Afrika

Profil Pengusaha Ludwick Marsishane


  
Ketika dia masih duduk di bangkus SMP. Merasakan susahnya hidup di Benua Afrika. Ludwick Marsishane berpikir kenapa sih mandi butuh air. Padahal kita tau Afrika dikenal daerah tandus kekurangan air. Maka ia kemudian kuliah jurusan Ilmu Science di University of Cape Town.

Untung dia bertemu rekan bisnis baik, Lungelo Gumede, dan ketika bisnis mereka mulai berjalan. Mampu menggaet tenaga profesional, seperti Dr. Hennie du Plessis -ahli teknik kimia dan merupakan pimpinan formulasi industri- sebagai ujung tombak. Temuan mereka simple kok tetapi membantu banyak orang.

Awal ingin menciptakan lotion buat tubuh. Itu digunakan sebagai pengganti air mandi dan sabun. Tetapi dia berasumsi sudah ada. Hingga Lud mulai meneliti sendiri apakah ada. "Produk seperti ini tidak ada di luar sana," ia paparkan. Dia lantas belajar dari bahan lition, krim, atau pembersih tangan, agar bisa buat tubuh.

Bagaimana mereka diciptakan. Bagaimana menemukan sesuatu tenpa harus menggunakan air. Bahkan dia sudah merancang tabel formula sendiri. Berlembar kertas berisi teori serta table formula, tetapi apalah daya, Lud tidak memiliki sumber daya. Sayang sekali.

Ide awal


Ide awal memang bagaimana menciptakan mandi tanpa air. Namun, ternyata dibalik ide, ada celetukan dari seorang kawan yang malas mandi. Ketika suatu hari dia dan teman hendak jalan ke pantai. Dengan santai si teman berkata, "adakah seseorang menemukan sesuatu buat badan tetapi tidak perlu mandi."

Inilah ide awal, lampu penerangan terpancar, sebuah "oh" faktor yang dikaitkan dengan populasi Afrika dan dunia yang mana 2,5 juta orangnya tidak punya akses air. Tanpa ada arahan dia langsung membuka banyak hal. Dari halaman Wikipedia dan pencarian Google menjadi rujukan Ludwick agar tercipta sesuatu.

Dia tinggal di pinggiran Kota Limpopo, dimana sumber daya terbatas. Di tempat yang begitu jelek, yah di Afrika, banyak orang sakit karena bakteri kulit bahkan dalam air tenang. Bayangkan jarang air, adapun air bisa membunuh mu.

Bakteri tersebut, melalui kulit meresap ke sistem pencernaan kamu, menyebabkan diare, atau sekedar ada di mata kamu -membuat trachoma, infeksi mata yang bisa menyebabkan kebutaan. Kalau buat tempat yang sudah bersih penemuan Ludwick bisa digunakan sebagai pembersih tubuh aman, dengan atau tanpa air.

Inilah kelahiran bisnis bernama DryBath. Sebelum memasuki perkuliahan, sudah siap- siap dipatenkan, ia menciptakan formulanya sendiri. Dan akhirnya menjadikan dia orang termuda pemegang paten di Afrika. Masalah baru datang karena dia belum bisa memproduksi masal.

Formula sudah ada dua tahun sebelumnya, nah kalau masalah bisnis baru dikerjakan ketika dia masuk ke Universitas. Selepas sekolah menengah, dia dapat beasiswa nih, ke UCT dimana menjadi sumber daya dia menyempurnakan konsep awal. Hingga dia mengikuti lomba kewirausahaan sehingga uangnya jadi modal usaha.

"Itu tidak berhasil seperti saya pikirkan awal," ia melanjutkan.

Dia sudah pengalaman membuat paten -dulu tentang rokok sehat. Kini, dia ingin mengembangkan apa yang dia kembangkan dulu. Memang membuat tubuh wangi dari produk awalnya, namun meninggalkan jejak- jejak kering seperti layaknya ketombe, ketika gel yang digunakan kering.

Ketika itu dia mulai berpikir butuh tenaga ahli. Disinilah peran Dr. Hennie de Plessis ada, seorang teknisi yang sudah berpengalaman di bidang industri perawatan tubuh, hingga memperbaiki formula menjadi sempurna.

Atas sumbangsih dia, maka Lud memberikan saham kepada dia, menjadikan dia salah satu eksekutif di perusahaan bernama DryBath. Kenapa dia mau membantu? Karena Ludwick memiliki passion kuat. Dan mampu menujukan kerja nyata kepada Dr. Hennie.

Dukungan datang karena dia tidak ingin ide hilang. Tidak mau gagal mematenkan, mangkanya rela sekali memberikan data dia pernah kumpulkan. Dr. Hennie kemudian menyempurnakan. Dibantu pengacara yang juga melihat kegigihan dia. Jadilah Ludwick, umur 17 tahun, sudah memiliki paten sendiri buat produk itu.

"Tidak masalah jika Anda Apple, Google atau remaja yang mencoba untuk membuat bisnis T-shirt di perkampungan. Setiap bisnis adalah semangat. Orang tidak benar-benar menyadari bahwa kita semua pergi melalui hari di mana kita benar-benar sadar proses paket produk datang ke rumah, di malam hari, dengan pacar kita, dll ... Jadikan ini sebuah semangat (karena entrepreneurship adalah kerja keras)."

Tahun 2011, Lud menjadi salah satu finalis lomba kewirausahaan, Anzisha Prize. Dimana dia menjadi salah satu entrepreneur muda diantara 15 tahun sampai 22 tahun. Penghargaan seluruh Afrika yang bisa mengangkat namanya sebagai pengusaha di kancah Internasional.

Pengembangan produk


"Ketika kami menciptakan DryBath pada dasarnya kita hanya ingin menciptakan produk pengganti mandi yang sederhana dan tidak membutuhkan air sama sekali ...," jelas Lud, yang baru- baru ini disebut 30 orang muda dibawah 30 tahun yang merubah dunia, oleh Time.

"Jadi pertama kita harus belajar kebersihan dan apa artinya menjadi bersih," ia menambahkan. Awal pikir dia bersih berarti tidak bau. Yah kalau tidak bau berarti bersih bagi kebanyakan orang. Inilah indikator yang dia capai pertama kali.

Bagi orang kulit hitam mandi berhubungan dengan status sosial. Jika orang kulit hitam mandi air panas maka status ekonominya naik. Namun di Afrika kebanyakan mandi menjadi sukar, bukan tidak mau mandi, tetapi masalah sanitasi, kelistrikan, terutama Afrika Selatan membuat mandi bukan masalah utama.

Dari bisnis DryBath, kemudian menjelma menjadi industri kebersihan, Headboy Industries. Nama dari Ludwick menjadi sosok utama dalam perkembangan aneka bisnis. Utamanya menjadi pemain di industri yang pasarnya Afrika dan Asia pelosok.

Sayangnya perusahaan kesukaraan menciptakan produk berharga ekonomis. Tantangan utama pengusaha muda dalam berbisnis. Untuk masalah terget utama mereka mungkin belum terpenuhi. Tetapi mereka masih bisa menghasilkan uang untuk aktifiktas outdoor buat pasaran Eropa sampai Amerika.

Mulai dari camping, traveling, dan festival, maka DryBath adalah solusi, jadi 90% keuntungan perusahaan justru dari target di luar pasar mereka sebenarnya.

Pengalaman akan tinggal di komunitas yang kumuh. Tud membuat konsep paket pakai sendiri, dibanding membuat buat paket besar. Ia berpikir di Afrika, orang beli rokok sebatang, tidak sepak padahal kalau dirunut harga lebih mahal. DryBath dijual 50 cents untuk negara berkembang, dan $1,50 untuk hotel atau pesawat.

Harapan besar seorang pengusaha kepada bisnisnya. Tud berharap ekonomi membaik hingga menurunkan biaya produksi. DryBath belum dijual secara bebas. Tetapi dia tidak pungkiri akan menyebarkan produk itu ke penjuru dunia.

Biografi Orang Terkaya Benua Afrika Aliko Dangote

Orang Terkaya Dunia Pertama Afrika 



Orang terkaya se- Benua Afrika itulah sosok Aliko Mohammad Dangote. Atau orang memanggil namanya cukup Aliko Dangote. Merupakan cicit salah satu orang terkaya di Afika, bernama Alhaji Alhassan Dantata, miliarder yang mana meninggal tahun 1955.

Dangote mengatakan, "Saya ingat ketika saya masih di sekolah dasar, saya akan pergi dan membeli karton permen (kotak gula) dan saya akan mulai menjual mereka hanya untuk membuat uang. Aku sangat tertarik dalam bisnis, bahkan pada saat itu."

Merupakan garis keturunan etnik muslim Hausa, dari Kano State. Pria kelahiran 10 April 1957 terlahir dari keluarga kaya raya. Unik karena dia tidak tergantung akan kekayaan keluarga. Bahkan menurut sumber, ia meminjam uang $500 dan memulai bisnis sendiri. Bayangkan Dangote tidak berbisnis minyak ataupun barang tambang.

Ia tidak pernah tinggal bersama pemangku kebijakan. Dangote bukan orang politik sama sekali pada masa muda. Lantas apa yang dilakukan oleh seorang Dangote? Menarik, dia cukup melakukan apa yang pernah dilakukan oleh Sam Walton, pendiri Wal- Mart, di Amerika Serikat.

Namanya menjadi dikenal di penjuru Afrika. Memulai berinvestasi kecil, menyasar target besar, dan mampu mengambil kesempatan depan mata.

Tangan midas


Pencapaian seorang Dangote bukan semalam. Dia terlahir sebagai orang biasa. Dangote, layaknya anak lain, belajar merangkak, berjalan lalu berlari.  Ia juga menangis tetapi di sekolah, dia fokus mengerjakan apa yang dekat dengannya. "Itu membutuhkan saya 30 tahun untuk mencapai dimana saya berada," jelas Dangote.

Masih terngiang bisnis pertama ketika sekolah berjualan sekotak permen. Ia menjualnya demi sedikit uang jajan. Sejak muda mata itu memang terfokus kepada berbisnis. Kesadaran akan resiko terbayar oleh hasrat ketika kesempatan di depan mata. Dia tumbuh dan akhirnya memiliki sentuhan midas. Ingat Dangote juga pernah jatuh bangun.

Peneliti ekonomi asal Harvard University menjelaskan: Pengusaha Amerika tidak boleh gagal dalam ketidak pastian. Bayangkan hidup Dangote memulia tanpa bantuan. Memulai berbisnis komoditi dan sukses, lantas menyasar bisnis gula refinasi, dan semen. Terakhir bahwa dia memulai bisnis petrokimia yang sangat jauh akar.

Tentu kesuksesan Dangote mengundang rasa iri. Itu termasuk para pejabat ditaktor yang melihatnya sebagai sosok sapi perah. Namun, dia tetap bersabar, tujuan lain seorang Dangote bukan cuma kekayaan. Dia ingin membangun Afrika lewat setiap bisnisnya.

"Saya membangun konglomerasi dan menyatukan setiap orang kulit hitam di dunia sejak 2008 tetapi itu tidak dibangun semalam," ucap Dangote.

Dangote melihat setiap aspek kesempatan selalu mengandung resiko. Memulai usaha gula padahal Afrika itu terkenal miskin, membangun usaha agro (padi), dan komoditas lain untuk Afrika.

Dangote Group bermula sebagai perusahaan komoditi kecil. Berbisnis sejak tahun 1977, sekarang bernilai multi- miliar naira (mata uang Afrika). Bisnis tersebar di Benin, Ghana, Nigeria, dan Togo. Sekarang sudah juga masuk di bisnis pemrosesan makanan, pembuatan semen dan muatan. Ia menjadi pemain utama di bisnis semen dan gula.

Bisnis tanpa batas


"Bulan ini, pejabat eksekutif kepala perusahaan terbesar Amerika pergi pada bercerita ke berbagai media untuk mengutuk ketidakpastian yang disebabkan oleh tebing fiskal. Dalam waktu yang tidak pasti seperti itu, mereka mengatakan, mereka ragu- ragu untuk berinvestasi di ekonomi AS," ujar Jonathan Berman di satu review Harvard Business.

Dia, Alhaji Aliko Dangote, terlahir dari kehidupan kaya raya kerena keluarga. Tetapi hidup dalam ketidak pastian sosial Afrika. Anak ke sepuluh kelahiran 10 April 1957 di keluarga muslim kaya. Dia berbisnis sejak lama. Yang pasti pertama berbisnis serius ketika kuliah Al- Azhar University Cairo, Mesir. Modalnya saja hasil hutang kepada paman.

Dangoter berhutang $500 kemudian dijadikan bisnis dagang. Ketika itu umurnya masih 21 tahun, bisnis jual- beli komoditas itu ternyata menguntungkan. Dangote Group terdiri perusahaan Dangote Sugar Refinery, Dangote Cement, dan Dangote Flour, kemudian bisnis petrokimia terbesar di Afrika.

Pada bulan Juli 2012, dia mendekati pihak Nigerian Port Authority, ide bisnis menyewa tempat terbengkalai itu untuk dijadikan fisilitas pembuatan tepung. Di tahun 90 -an, Dangote mengajukan proposal pinjaman ke Bank Nigeria, dia meminjam uang lebih kecil dibanding biasa. Membawa bisnis transpor, puluhan bis dibawa ke Nigeria.

Obajana Cement membangun fasilitas produksi semen Afrika. Lain hal, Dangote memulai bisnis garam dan juga pabrik tepung, maka dia juga mengimpor beras, ikan, pasta dan penyubur tanaman. Soal produk lain yakni mengekspor kapuk, kacang cesnut, cokelat, biji wijen, dan juga jahe ke banyak negara.

Dia mempunyai bisnis bidang real estate, perbankan, tekstil, minyak, dan gas. Perusahaan miliknya memiliki 11.000 pekerja dan menjadi konglomerat Afrike terbesar.

Dangote juga merambah bisnis telekomunikasi membangun 14.000 kilometer kabel fiber. Januari 2009 dia mendapatkan penghargaan provider of employment untuk industrial Nigeria. Orang terkaya Afrika ini terus mengembangkan bisnis semen ke pelosok Benua Afrika. Dia menerima tantangan membanguns bisnis bidang petrokimia.

"Sebagai investor yang percaya Nigeria, tahu Nigeria dengan baik dan sumber daya yang dibuat di Nigeria, kami telah merespon tantangan dengan keputusan kami untuk berinvestasi $ 9 miliar kilang petrokimia dan juga kompleks pupuk yang berlokasi di OKLNG Free Trade Zone," jawab Dangote.

Komplek diatas akan menjadi yang terbesar sepanjang sejarah Afrika. Oleh karenanya, pada 14 November 2011, Dangote mendapat penghargaan nasional, yaitu Grand Commander of the Order of the Niger (GCON ) oleh Presiden Nigeria kala itu, Goodluck Jonathan.

Selain berbisnis dia dikenal aktif kegiatan amal. Dia termasuk paling rajin, bersama Bill Gates, melalui Bill Gates Foundation berinvestasi kesehatan -termasuk menghapus polio di Afrika. Sumbangan CSR pun juga terhitung banyak:

1. Sumbangan $500.000 untuk UNICEF melawan campak
2. Sumbangan $6,4 miliar International Cancer Canter Abuja (ICCA)
3. Mendonasi mesin analisis buat Lagos General Hospital
4. Sumbangan $2,6 miliar untuk korban banjir dan wanita di Kogi
5. Berpatner Bank of Industry (BOI) meningkatkan jumlah lowongan pekerjaan
6. Keuntungan kerja sama Dangote dan BOI lain

"Untuk membangun bisnis yang sukses, anda harus memulai dari yang kecil dan juga bermimpi besar. Dalam perjalanan kewirausahaan, kegigihan tujuan adalah yang tertinggi," -Aliko Dangote.

Awal Dangote dirangking Forbes masuk orang terkaya ke 67 di dunia dan Afrika. Nah, tahun 2014 ini, dia tercatat menjadi orang terkaya 23 naik sangat jauh, sampai sekarang. Kekayaanya mengalahkan pengusaha Arab- Utopia, Mohammed Hussein Al Amoudi di 2013 senilai $2,6 miliar dan menjadi orang terkaya dunia pertama yang asli Afrika.

Entri yang Diunggulkan

Biografi Jack Ma Orang Terkaya China Alibaba