Cara Cepat Cari Uang di Internet Michael Dunlop

Profil Pengusaha Online Michael Dunlop


bisnis online michael dunlop

Cara cepat cari uang di Internet seperti apa. Coba tiru Michael Dunlop yang memiliki target terbebas masalah finansial sedari muda. Dia ingin hidup nyaman diumurnya yang ke 21 tahun. Melalui Retireat21.com, ia telah melakukan lebih dari 70 wawancara dengan mereka yang sukses di internet.

"Tujuan saya ketika saya berumur 21 tahun, saya bisa hidup dengan kebebasan finansial, terutama gaya hidup internet," jelasnya.
 

Rahasia Bisnis Online


Ia tidak segan menulis rahasia suksesnya disini. Bermula ketika dirinya mencoba membangun sebuah bisnis bersama di sekolah. Dia adalah direktur manajer, sedangkan seorang teman ditunjuk menjadi ahli desain.

Sayangnya, ternyata temannya yang mengaku mampu membuat website, kenyataanya, cuma mampu membuat website jelek berasal dari layanan gratisan; ia pun memutuskan berpisah. Mereka berpisah membuatnya harus memulai sendiri dari awal.
 
 Tidak mudah cara cepat cari uang di internet. Tetapi Michael berhasil membuktikan teorinya soal internet. Hari berikutnya, pengusaha muda tersebut menemukan seorang teman yang benar ahli, dan bersama mereka membuat website baru. 
 
Michael ikut serta dalam pembuatan yaitu sebuah website yang ramah SEO. Apa itu SEO atau kepanjangnya Search Engine Optimization, ialah cara bagaimana agar membuat website menjadi mudah dicari search engine (seperti Google, Yahoo, dll) dan terpampang di halaman depan. 
 
Mereka kemudian menang desain web terbaik, dan 3 penghargaan lain yaitu penjualan terbaik.

"Itu adalah 4 tahun lalu. Sekarang sebagian mereka menjadi buruh, bekerja di supermarket, dan beberapa tidak memiliki pekerjaan. Saya, dilain pihak, punya penghasilan penuh dari bekerja paruh waktu di internet," terangnya.

Michael menemukan ide tentang retireat21.com, ketika hadir di sebuah seminar tentang mencari uang lewat internet. Dia datang di acara UnderGround pada September 2006 di London, Inggris. Kala itu, Yanik Silver menjadi pembawa acara, mengingatkan peserta untuk berusaha serius.

Mereka harus mengeluarkan energi mencapai sesuatu merubah hidup seluruhnya.

"Saya mencintai gaya hidup internet, tidak ada yang lebih baik menurut saya. Kamu tidak perlu bangun pagi dan terburu- buru ke kantor. Saya hanya berjalan keluar dari tempat tidur, memeriksa email dan mengecek berapa banyak saya hasilkan."

Nyatanya, dia menghasilkan $250 dari bisnis afiliasi di dalam sehari kerja. Meski tidak selalu sama, ia mendapatkan uang bisa saja lebih atau kurang dari itu. Dia mampu dan awas memperhatikan setiap apa yang telah dihasilkan olehnya setiap berbisnis serta menawarkan produknya.

Michael terkadang dibantu sang ayah yang tau betul internet marketing. Dia dan temannya, Dean, membantu sang anak mengunjungi berbagai acara internet marketing. Blognya bicara mengenai berbagai hal, dan memiliki tiga kunci sukses buat kamu.

Pertama, kontent kreatif, seperti yang dituliskan Dean, seperti judul "saran motivasi diri dari sang setan", membuat pembaca ingin membaca lagi. Kedua, wawancara orang- orang yang memiliki konsep sama, semua orang menyukai kisah sukses.

Dan terakhir, kita jangan pernah mengajarkan mereka bagaimana cara memancing, tapi beri mereka (pembaca) ikannya langsung. Kenapa? Orang menyukai kesenang dan cerita kesuksesan. Kesalahan paling fatal di bisnis blog hanyalah masalah hosting dan programing.

Jika berpikir berbisnis dangan situs baru maka keluarlah uang. Niatlah mencari orang yang paham betul dan hosting yang menjamin. Kita tidak sedang membangun istana pasir imbuhnya.

"Anda membutuhkan orang- orang dengan pemikiran sama, dan saya cukup beruntung memiliki dua orang yang memiliki pemikiran sama. Saya berharap akan ada banyak lagi," terangnya.

Ia masihlah remaja ketika memulai WebDesignDev.com. Setelah empat tahun berlalu, akhirnya dia berhasil membangun situsnya menghasilkan 200.000 ribu pengunjung tiap hari. Kemudia ia menjual situsnya senilai $22.000, lalu ia pindah dari rumah orang tuanya.

Sejak itu pula, Michael berhasil menghasilkan website lain dan juga sukses besar, salah satunya yaitu IncomeDiary.com. Situs ini menghasilkan 100.000 pengunjung tiap harinya. Inilah kisah sukses sang pengusaha online berkat sebuah blog fenomenal.

Biografi Yasa Singgih Pengusaha Muda Sukses

Profil Pengusaha Yasa Singgih


biografi yasa singgih

Biografi Yasa Singgih, nama lengkap Yasa Paramita Singgih, pengusaha muda sukses kelahir di Bekasi 23 April 1995. Ia merupakan sosok wirausaha muda sukses. Anak ke tiga dari tiga bersaudara, Prajna, Viriya dan Yasa sendiri. Ayahnya bernama Marga Singgih dan ibunya bernama Wanty Sumarta.

Ia lebih dikenal dengan sebutan Yasa Singgih, dan sering muncul diberbagai media cetak dan digital. Dia dikenal sebagai salah satu pengusaha muda dibawah 20 tahun. Ia lahir di keluarga sederhana membuatnya selalu menghargai kerja keras.

Biografi Yasa Singgih

 
Yasa sukses menyelesaikan pendidikannya SD Ananda dan SD Surya Dharma, lalu melanjutkan di sekolah menengah dan akhir di SMA Regina Pacis Jakarta. Dia hanyalah anak biasa yang masih suka bermain dan meminta uang jajan.

Belum kuliah usahanya sudah kemana- mana. Semuanya dimulai dari angka nol besar alias tanpa modal uang. Yang berbeda padanya hanyalah kasih sayang keluarga. Dia tumbuh menjadi anak yang menginginkan kebahagiaan orang tuanya dan itu semangatnya.

Kelas 3 SMP, Yasa remaja melihat sang ayah menderita sakit jantung, ayahnya Marga Singgih, memberikannya satu titik balik. Inilah cikal bakal wirausaha muda sukses ini. Dia memulai menjadi lebih mandiri. Yasa pernah bekerja menjadi pembawa acara untuk mencari uang jajan sendiri.

Yasa sudah tidak mau membebani kedua orang tuanya. Usaha pertamanya adalah melamar sebagai Master of Ceremony, bekerja sebagai pembawa acara di sebuah pusat perbelanjaan. Dalam seminggu ia menerima uang Rp.350.000 setiap kali tampil sehari.

Sehari setidaknya ada 3 kali tampil untuk kesempatan berbeda. Pengussaha muda yang bermodal nekat. Jujur saja Yasa tidak pandai bercuap- cuap menjadi pembawa acara. Apalagi saat itu, dirinya masih berbaju putih- biru masih culun. Tak cuma acara remaja tapi juga acara dewasa dibawakannya.

Bukan usaha baik untuk anak di usia 15 tahun. Tidak jarang Yasa harus membawakan acara sebuah merek rokok yang diperuntukan kalangan 18 tahun keatas. Tetapi itu semua ada hikmahnya selain melatih mental.

Itu juga mendorongnya memilih memulai bisnis sendiri. "Karena terpaksa, ya, jadi bisa dan malah terbiasa," pungkasnya.

Selepas masuk SMA Regina Pacis, Jakarta, barulah dimulai usahanya sendiri untuk mencari uang. Selepas kontrak sebagai pembawa acara selesai, Yas mulai berbisnis lampu hias warna- warni selama enam bulan. 
 
Buku berjudul "the Power of Kepepet" karya Jaya Setiabudi, membuatnya terbakar berbisnis. Kala itu Yasa langsung menghubungi temanya yang memiliki usaha konveksi (milik ayahnya). 
 
"Halo Von, mau bikin baju sama bokap loe... Belom ada Von, besok gw DP dulu 500 ribu, kalo dalem 3 minggu belom ada design, Dp nya buat loe." begitu kiranya reka adegan diperagakannya.
 
Singkat cerita Yasa menemui tiga orang yang ahli aplikasi desain. Pengusaha muda yang tidak bisa mendesain, mulai berguru selama  7 hari. Hasilnya, ia masih tidak bisa sama sekali hingga hari terakhir desainnya harus dikirim.

Dia benar terdesak atau kepepet, dan memutuskan menggunakan Microsoft Word untuk mendesain. Ia akhirnya mengirimkan sebuah desain bergambar Ir. Soekarno. "Orang Indonesia ada ratusan juta, masa 24 orang aja gak ada yang beli," ucapnya tertawa.

Setelah dua minggu kaosnya jadi, dia segera menjual kasonya dan hanya laku terjual 2 buah saja. Dari dua kaonya, satu kaosnya dibeli oleh ibunya sendiri karena kasihan. Dan lucunya, dia merasa semuanya menarik dan perasaan kepepet itu semakin jadi.

Yasa lalu berlari ke Tanah Abang, membeli selusin pakaian kaos hingga menghabiskan 4 juta. Dia harus bersusah payah membawa kaos- kaos tersebut, melewati ribuan penjual dan pembeli yang tumpah jadi satu.

Di rumah, dia benar- benar terkejut atas keputusanya membeli banyak sekali barang. Ia harus memutar otak lagi untuk menjualnya atau merugi besar- besaran. Beberapa kali menawarkan ditambah rasa percaya diri, ia mulai menjual itu tanpa ada marketing khusus atau brand tersendiri.

Jadi Pengusaha Muda Sukses

 
Lama kelamaan, Yasa berhasil menutup modalnya, dan mulai mencari cara untuk menjual produknya sendiri. Dua kali bisnis kaos yang bermodal kepepet, Yasa mulai merencanakan bisnisnya secara matang- matang. Dia membuka bisnis minuman yang diberi nama "Ini Teh Kopi".

Pengusaha muda ini membuka sebuah usaha kedai minuman kopi duren. Usahanya tersebut bisa dibilang sukses besar, dan ditambah dengan namanya yang dikenal. Dari bisnis kaos itulah, ia pernah diwawancarai oleh majalah entrepreneur besar di Indonesia. 
 
Bisnis lainnya yaitu membuka toko online "Men's Republic". Naik kelas dari sebelumnya cuma berjualan produk milik orang lain. Wirausaha muda sukses tidak boleh mengeluh ya. Kini, nama Yasa Singgih, adalah salah satu pengusaha online yang sukses. 
 
Dia punya bersama brand Men's Republic. Usaha sepatu ini mengambil pasar anak muda -pria pada khususnya. Ini membawa namanya kian berkibar di berbagai media masa. Dulu ketika berjualan kaos di tanah abang. yang ia miliki cuma BlackBerry sebagai modal. 
 
Usahanya kala itu masih bermodal hutang tapi lama- lama bisa jadi modal. Sebelumnya cuma ambil di Tanah Abang kini punya merek sendiri. Di tahun 2012, ia menjajal berbisnis cafe, membuka sebuah tempat nongkrong keci bernama Ini Teh Kopi. 
 
Di awalnya cukup berjalan apik hingga bisa membuka cabang. Usaha pertamanya terletak di kawasan Kebun Jeruk, selang enam bulan, Yasa membuka cabang di Mal Ambassador, Jakarta Selatan. Semangat tinggi tak dibarengi perhitungan matang. 
 
Usahanya berkembang terlalu cepat tapi hasilnya minus. Bahkan uang dari bisnis kaos Men's Republic terbawa- bawa. Usahanya resmi ditutup, kedua cafe -nya itu ditutup dan juga habis modal tanpa sisa. Bangkrut Yasa Singgih bahkan ikut menghentikan bisnis kaosnya. 
 
Dihitung- hitung Yasa merugi sampai 100 juta ketika dirinya masih di bangku SMA. Disaat bersamaan, sekolah tengah mempersiapkan ujian nasional, begitu pula dirinya yang sudah kelas 3 SMA. Makanya urusan rugi atau membuka bisnis kaos kembali dihentikan dulu. 
 
Untuk waktu itu semua urusan bisnis dihentikan sementara waktu.

"Karena tak punya modal lagi untuk membeli barang dan ada UN, jadi saya fokus untuk urusan sekolah saja. Usaha baju saya hentikan sementara," terangnya kepada awak media.

Selepas UN, tepatnya di 2013, fokus Yasa pada bisnis aneka produk buat pria. Ya, Men's Republic itu masih berdiri dan belum dijajah rasa kapok, baginya kehilangan uang 100 juta tak membuatnya kapok dan berhenti berbisnis kembali. Yasa bermodal nama mulai membangun bisnis tanpa modal.

Kali ini, ia bertemu dengan satu pabrik yang memberinya 250 pasang sepatu. Itu diberikan untuk dijualkan dengan tenggat waktu selama dua bulan. Kepepet membuat Yasa berpikir serius bagaimana agar semuanya terjual. Dijualnya sepatu itu bermodal brand atau mereknya bukan sekedar uang.

Dia menggunakan survei sebagai landasa. Kali ini, Yasa tidak mau bangkrut kembali seperti yang dulu- dulu. Dia mendapati pembeli rata- rata Men's Republic berumur 15 tahun- 25 tahun. Untuk itu pula ia menyesuaikan harga produknya tak lebih dari Rp.500.000.

Selain menjual sepatu ada pula produk lain seperi jaket, sandal, bahkan pakaian dan celana dalam. Kisaran harga dipatoknya ada pada angka Rp.195.000- Rp.390.000 per- itam. Fokus Yasa cukup agar terjual melalui aneka branding online. 
 
Total ada enam pabrik bekerja sama dengannya di kawasan Bandung. Uniknya pabrik tempatnya bekerja sama tak cuma membangun mereknya. Mereka juga bekerja sama dengan produk bermerek lain seperti Yongki Komaladi dan Fladeo. Ia sendiri mencontoh para pemilik merek tersebut.

"Merek-merek itu tak punya pabrik sama sekali, tapi penjualannya luar biasa, kan? Saya mau terapkan hal yang sama pada usaha saya," kata dia.

Kini, perlu kamu ketahui, produk Men's Republic telah menjual 500 buah pasang sepatu per- bulan. Tanpa ada pabrik Yasa mampu menghasilkan mozet ratusan juta rupiah. Soal laba bersih, tenang, dia sanggup untuk menghasilkan 40% dari sana.

Tak puas pada produknya sekarang, masih ada pemikiran dibenaknya untuk menjual produk ikat pinggang, dan celana. Yang paling pasti adalah ia akan terus mematangkan konsep bisnis sambil berjalan.

Yasa juga sering dipanggil mengisi seminar atau memberikan training. Melalui Twitter, ia rajin menyemangati para pengusaha muda agar selalu semangat. Prinsipnya satu yaitu 
 
"Never too Young to Become Billionaire" atau tidak ada kata terlalu muda untuk menjadi seorang miliarder. Berikut beberapa Twitternya yang mampu memotivasi banya orang (@YasaSinggih):

Never too young to become a billionaire
1. Adrenalin berbisnis lebih kencang daripada jatuh cinta
2. Selalu merasa bodoh terhadap ilmu, ga pernah berhenti belajar
3. Walaupun sekarang kita belum kaya, tapi kita harus mulai praktekkin "habbit" nya orang2 kaya.
4. Coba deh, ambil satu keputusan untuk ngelakuin habbit nya orang kaya. Mungkin keputusan kecil, tp bisa berdampak besar
5. Rutin beli majalah/tabloid bisnis, walaupun ga suka baca.. Paksain aja! Baca kisah2 jatuh bangun pebisnis.
6. Terjun di organisasi & bisnis, memaksa saya untuk memiliki pola pikir diatas rata2 usia saya sendiri.
7. Di usia 17thn byk remaja dpt undangan sweet17an. Tp saya udah dpt undangan kawinan, gegara maen sama yg lebih gede terus.
8. Orang2 bilang saya kecepetan tua, tapi saya bilang ini percepatan menuju keberhasilan.
9. Dulu pas umur 15 tahun demi nyari duit rela2in ngeMC di Mall, ngaku2 umur 18 tahun biar keterima.
10. Menjelang malem, mau ngebakar temen2 dulu ah.. Kita cerita2 tentang awal mula bisa usaha ya.

"Men's Republic" adalah bisnis ketiganya yang berfokus pada penjualan secara online. Dia menjual produk yang dikhususkan untuk pria. Dia menjual baik produk miliknya sendiri atau produk milik orang lain.

Dia juga berencana membangun "Bilionary Versity, yaitu sekolah bisnis non- formal untuk para pengusaha muda. Biografi Yasa Singgih, berbisnis bermodal kepercayaan bahwa usia muda haruslah dimanfaatkan baik- baik.

Uma Hapsari Pengusaha Muda Pemilik Sepatu Amazara

Profil Pengusaha Uma Hapsari

 

umahapsari.png
 

Jatuh bangun sudah pemiliki sepatu Amazara merintis. Pengusaha muda Uma Hapsari, usianya 27 tahun, dan merintis jualan produk fasion melalui Instagram pada 2015. Sebulan berselang tidak satupun sepatu terjual laku. Padahal dia sudah menyiapkan sepatu, baju, dan kosmetik wanita.


Kebetulan orang tuanya merupakan agen sejumlah produk fasion lokal. Uma ingin mencoba. Menjadi pengusaha ternyata susah. Usut- punya usut ternyata dia kalah jual dibandingkan tanah abang. Produknya tersedia di Tanah Abang, Jakarta, namun dengan harga lebih murah.

 

Jualan Sepatu


Walau Uma sudah turunkan harga sama tetap tidak laku. "Walaupun harganya sama, pengirimannya kan makan waktu, makan biaya," ucap wanita kelahiran 10 Januari 1991.


Fakta mengejutkan dia harus bersaing dengan pasar grosir terbesar Asean. Uma memilih mundur, balik arah, mencari kesempatan lain melalui produk sendiri. Dia mengatakan lewat brand sendiri, harganya tidak perlu takut disaingi, karena itu tidak akan ditemuka di tempat lain.


Memiliki merek sendiri berarti tidak tersaingi. Pembeli tidak akan membandingkan. Lantaran Uma cuma kenal pengrajin sepatu maka jualan sepatu. Uma tidak memproduksi sendiri. Ia mengambil itu dari produsen sepatu. Ia memilih produk yang memiliki desain lucu.


"Saya relabeling saja, ganti dengan merek saya, Amazara," yang merupakan nama anaknya. Ia lantas menjualnya diharga Rp.89 ribu sampai Rp.99 ribu perpasang.


Dia menawarkan tiga model: wedges, slipon, dan platform. Tampilan fotonya bagus sampai membuat banyak orang tertarik. Tetapi, harganya murah sempat orang meragukan kualitas sepatunya. Dan ada beberapa orang tidak jadi membeli. "Ini bikin saya khawatir," ucapnya.


Uma tanya sama temannya yang hobi belanja online. Malah menurutnya harga ditawarkan kemurahan sampai tidak dipercaya. Dia bilang orang enggak percaya sama kualitasnya. Uma langsung mengerek harganya sampai Rp.129.000.


"Ternyata laku. Dari situ saya belajar, bahwa pricing itu penting," ucap Uma. Namun ternyata, kaget kualitas sepatunya benar- benar jelek, baru dipakai sekali, langsung jebol. Maka Uma menjadi sosok sasaran pembeli yang marah karenanya.


Ia langsung meminta maaf dan berjanji akan mengganti. Pengusaha Uma berjanji mengganti dengan lebih bagus. Uma memetik kembali pembelajaran darisana: Pelanggan senang terhadap penjual yang bertanggung jawab. 

 

Tidak masalah produk bukan kita sendiri bikin, yang penting mau mengganti rugi atas apa yang kita jual. Pengusaha Uma Hapsari juga belajar mengenai memilih pegawai. Ia harus memiliki costumer service yang bagus dan melayani pelanggan.


Tapi, ia baru merealisasikan memiliki pegawai pada Januari 2017 silam. Semua berkat usahanya yang membesar dibanding dulu. Dia tidak tanggung- tanggu. Uma lalu mempekerjakan pegawai costumer service (CS) 24 jam.


Jujur Uma tidak memiliki pengetahuan perihal produk. Dia lakukan eksperimen. Tidak punya produk dan tidak tau produk. Pertama- tama, dia mencari produk apa yang cocok sama pasar itu apa, lalu problemnya apa. 

 

Ternyata, orang mau sepatu berkualitas, ya, dia tingkatkan kualitasnya pelan- pelan. Orang mau juga penjual bertanggung jawab, fast response. Usaha harus memiliki identitas, pengusaha Uma Hapsari mengusung slogan Affordably Stylish.


Pengusaha Uma menawarkan sepatu berkualitas, harga terjangkau, model unik juga bervariasi, dan nyaman dipakai. "Ini yang saya kedepankan," lanjutnya.


Bisnis Besar

 

Dua tahun berlalu, ia sudah tidak lagi menyerahkan produksi ke orang lain. Dia membangun workshop sendiri. Mendirikan bengkel sendiri pembuata sepatu. Uma jadi lebih bisa mengontrol kualitas, dan mengawasi proses produksi.


Dia membangun tiga bengkel sekaligus, masing- masing di Jakarta, Bogor, dan Bandung. Ada sekitar 80 perajin sepatu diberdayakan. Pengusaha muda lulusan Macquarie University, Sydney, Australia. Dia menjelaskan, bengkel di Jakarta, khususnya Jelambar mengerjakan sepatu heels.


Sementara di Bogor mengerjakan sepatu flat, dan di Bandung, dia memproduksi sepatu model sneaker. Itu semua kemudian ditaruh di gudang di Bambu Apus, Jakarta. Selain Instagram, dia memasarkan melalui website di awal 2016.


Sejatinya dia cuma menginginkan menjual di dua kanal. Namun kedepan, malah makin banyak orang berbelanja melalui marketplace, maka ia membuka toko di Shopee dan lanjut Tokopedia. "Harus bisa fleksibel. Sebagai pengusaha, kan, harus menurunkan ego," lanjutnya.


Menurutnya, ini merupakan waktunya tepat pemiliki brand membangun toko. Kan marketplace masih memberikan subsidi. Kelak tidak memutup kemungkinan pemilik lapak memungut sewa. Beruntung strategi toko onlinya berhasil, bahkan mampu menjadi toko nomor satu dibagian sepatu wanita.


Mereka marketplace suka membantu kampanye pemasaran, memberi diskon, dan penempatan produk sepatunya. Produk Amazara jadi gampang terlihat dan dipilih pembeli. Ada garansi 30 hari turun andil meningkatkan penjualan. 

 

Marketplace juga menanggung garansi sebulan semenjak diterima. "Jadi, walau sudah dipakai, kalau ada yang rusak, bisa ditukar," ujar Uma. Walau nama Amazara dikenal, namun Uma tetap memasang ikan Facebook, tujuannya supaya lebih banyak orang tau dan semakin banyak produk terjual.


Maka dia mendirikan PT. Amazara Cipta Indonesia pada Februari 2017. Ini akan lebih memperkuat brand di mata masyarakat. Uma lantas menggandeng artis Nagita Slavina, yang kemudian menamainya brand Gigi by Nagita.


Nagita sendiri selain berperan sebagai brand ambassador, juga berpera menjadi perancang desain. Dari bisnis tersebut menghasilkan penjualan bagus. Masa kontraknya setahun ternyata menghasilkan diluar prediksi. Dia lantas mengajak Nagita membentuk PT mereka tersendiri.


Uma yang sukses mengajak Nagita belum berhenti berkolaborasi. Kemudian dia mengajak Youtuber bernama Tiara Pangestika. Kemudian mereka meluncurkan brand bernama Hello Nuku. Pengusaha Uma juga menjalin kerja sama dengan BerryBenka.


Dari dalam negeri merambah sampai keluar negeri. Uma meningkatkan kemampuan, pengetahuan, dan ketrampilan, serta sikap dan perilaku karyawan. Kapasitas gedung ditingkatkan menampung 40 orang pegawai. Uma menyebutkan kunci suksesnya kecintaan akan usaha ini.


Dia mengajak keryawannya mencintai pekerjaan. Ini akan membuatnya semakin bersemangat buat bekerja. Uma tidak berhenti. Dia ikut aktif mengikuti akselator wirausaha. Salah satunya, dia ikutan Entrepreneurs Organization (EO), yang berpusat di Washington, DC.

Masa Lalu Rachel Vennya Jatuh Bangun Pengusaha

Profil Pengusaha Rachel Vennya

 
masa lalu rachel vennya


Masa lalu Rachel Vennya tak seindah tampilan feed Instagram. Jatuh bangun pengusaha muda yang bermula dari alat make up. Rachel kini dikenal menjadi sosok influencer di Instagram. Dia memiliki banyak bisnis. Masa lalu Rachel Vennya dimulai sebagai anak berkecukupan materi.

Dia mendapat materi cukup dari kedua orang tuanya. Namun entah mengapa, keduanya bercerai tidak bersama lagi. Alhasil Rachel mengalami perubahan drastis di kehidupan. Ia tinggal bersama ibunya. Tetapi perekonomian keluarga memburuk. Rachel merasakan jatuh dan terpuruk ketika itu terjadi.

Dia dipaksa keadaan untuk memilih jalan. Rachel bangkit memperbaiki kehidupan. Dia bersama sang ibu tidak mau begitu terus. Karir pertama dijalaninnya ialah menjadi make up artis. Jaman itu belum setenar sekarang. Rachel mendapatkan bayaran sangat kecil sekitar Rp.200.000.

Influencer Pengusaha Muda


Disaat bersamaan, ibunya meramu resep untuk Rachel yang dulu gemuk. Tidak disangka jamu buatan itu manjur dan badannya langsing. Perubahan tubuh Rachel membuat banyak teman tertarik. Inilah peluang usaha berikutnya datang. Rachel memilih berjualan obat pelangsing di sosial media.

Peluang tersebut dikemas berbentuk pil jamu. Produk resep pribadi sang ibu kemudian ditawarkan. Ia juga sembari berjualan pakaian online. Gaya fashion Rachel juga disambut baik para pengikut. Tetapi dari kesemuanya, Rachel memiliki kegigihan dan tekat mengembalikan semua.

Bila dia tidak memiliki kegigihan bekerja keras maka mustahil. Hasil tidak menghianati usaha kita. Dia mendapatkan penghasilan dari penjualan online. Semua juga didukung gaya fashion Rachel yang menarik. 

Pengikut Instagram naik, alhasil endorse dan paid promo berdatangan. Rachel lalu bertemu suaminya sekarang Okin. Mereka bersama mendirikan bisnis sate taichan sendiri. Saat itu, memang produk sate taichan ini tengah viral- viralnya.

Brand Taichan Goreng menjadi pelopor bisnis taichan. Mereka kemudian berhasil membuka cabang di Bogor, Bekasi, Malang, Surabaya, dan Jakarta.

"Mama ku itu jarang banget kasih aku uang jajan," ia mengenang.

Rachel ingat bersekolah sangat jauh dari rumah mereka. Butuh sampai tiga kali ganti kendaraan agar sampai. Mau memakai ojek tetapi tidak memiliki uang yang cukup. Dia dahulu tinggal di Jombang, Tangerang, sedangkan sekolahnya berada di Pondok Pinang.

Ia lebih memilih menyimpang sisa uang saku. Dimana setiap minggu dia mendapatkan Rp.200 ribu. Naik angkot sekalinya Rp.9 ribu dikali tiga kali ganti. Kalau mau naik ojek, maka dia akan keluar uang Rp.40 ribu sekali naik.

Pertama kali berbisnis dia menjual produk viral dan dicari. Dia belum fokus menjual pakaian fashion. Pengusaha muda ini pernah berjualan gelang dan KitKat Jepang. Memang waktu itu tengah sangat viral digandrungi orang.

Ia mengenang cara mendapatkan KitKat. Dulu, waktu SMA, seorang temannya anak orang kaya yang pergi ke Jepang. Dia bawa KitKat Greentea sangat banyak. Kemudian dibagi- bagikan kepada teman sekelas. Satu orang dapat dua termasuk Rachel, tetapi dia merasa rasanya tidak enak.

Anehanya, kok semua orang suka, mungkin mereka suka tetapi Rachel tidak terlalu. Kemudian teman kayanya mau kembali berangkat ke Jepang. Ia menawarkan siapa mau nitip barang. Rachel sendiri pernah liat harga KitKat tidak mahal. Dia kaget mendengar harganya bila nitip temannya dari Jepang.

Ternyata terdapat fakta mengejutkan Rachel ketika browsing. Dalam sebuah forum, ada orang yang jual lebih murah, dan Rachel menyadari sesuatu. Ternyata bisa dibisniskan, karena harga yang teman tawarkan antara Rp.250- 300 ribu, sementara dia dapat dari forum cuma Rp.110 ribu.

Suatu hari Rachel nyeletuk bahwa tantenya akan ke Jepang. Ia menawarkan siapa mau nitip KitKat Jepang. Mereka kemudian nitip padahal cuma kedok belaka. Aslinya dia malah mencari di Google buat dijual lagi.

Mengapa dia mencoba berwirausaha ketika masih sekolah menengah. Ternyata biar bisa berangkat pakai ojek. Pengen banget naik ojek karena berangkat pakai angkot itu capek. Dulu belum ada online, dan harga ojek sangat mahal bisa dibilang sangat membanggakan.

Masa lalu Rachel Vennya memang berat. Tetapi ada hikmah kamu dapatkan ambil. Kamu bisa ikut mencontoh caranya berbisnis. Berikut beberapa bisnis milik Rachel:

1. Jamu Pelangsing

Bemerek Slim Fast merupakan usaha berbasis jamu tradisional. Banyak orang jaman sekarang yang mulai setuju. Jamu tradisional mulai dikembangkan layaknya produk kesehatan. Produk ini sudah lolos BPOM. Sudah terbukti pula melalui sang pemilik, yang ramuanya asli datang dari ibu Rachel.

2. Makeup Artist

Selain memilik selera fashion bagus begitu pula makeup. Rachel memiliki dasar pengalaman makeup artist. Kamu bisa memulai semua dari sini kalau mau mulai berbisnis. Relatif mudah, soal modal pun dapat diminamilisir kamu, bisa belajar di Youtube. Sayangnya, Rachel tidak lagi berbisnis ini karena fokus bisnis lain.

3. Bisnis Fashion

Bisnis andalan Rachel yang juga melambukan namanya. Memiliki gaya berpakaian fashionable, dia kemudian mendapatkan perhatian banyak kaum hawa. Alhasil Rachel lalu mendirikan Reven Is Odd, yang kemudian menawarkan gaya anak muda kekinian.

Reven Is Odd menyampaikan style anak muda kekinian dengan karakter. Rachel suka gaya feminim dan unik.

4. Sate Taichan

Dia bersama pasangannya Niko Al Hakim mendirikan ini. Saat itu, Rachel sudah memiliki bisnis di atas, nah berkat bisnis bareng suami tidak ada salahnya. Niko sudah merintis sate taichan semenjak pacaran dengan rachel.

Berkat sate taichan nama mereka semakin dikenal dan menasibhkan pengusaha muda. Brand Taichan Goreng sendiri telah memiliki 9 cabang di berbagai kota.

5. Rachel Rumah Sedep

Bisnis terbaru Rachel Vennya bersama suami masih satu group. Usaha kuliner yang masih dibawah bisnis sebelumnya. Restoran warteg yang menawarkan konsep modern restoran. Rumah Sedep bukan seperti warteg kebanyakan, tempatnya nyaman, sejuk, dan menunya sedap.

Kisah Aburizal Bakrie Pernah dHidup Miskin Melebihi Pengemis

Artikel Bisnis Kisah Aburizal Bakrie


sukses aburizal bakrie
 
Dari sumber tidak terduga lantas sosoknya menceritakan kisah hidupnya. Aburizal Bakrie pernah hidup miskin melebihi pengemis. Dia lebih miskin dari para pengemis jalanan. Pada suatu acara di Universitas Islam As Syafiiyah, dia ditanya salah satu santri mengenai sepak terjangnya dulu.

Tegas Ical berkata tidak bisa hanya membaca buku. Berwirausaha merupakan pengalaman praktik bukan teori. Bangku kuliah ia anggap hanya mengajarkan teorinya. Fakta di lapangan berbeda bahkan buat pengusaha sekelas Aburizal Bakrie.

Orang tidak perlu mengejar S3 bila mau menjadi pengusaha. Bahkan dia mencontohnya, dirinya saja berkuliah sampai jenjang S1, sisanya Ical lebih aktif mempraktikan. Orang hebat terlahir dari mimpi besar dan membuktikan.

Bisnis Tanpa Modal


Ia mengatakan tidak berani bermimpi tidak usah buka usaha. "Kalau anda mimpi saja tidak berani, ngapain buka usaha," ia menjelaskan.

Tentu tidak sekedar bermimpi agar menjadi kenyataan nanti. Kamu harus bekerja keras mewujudkan mimpi tersebut. Bangunlah dari mimpi kamu kemudian mulai bekerja. Pikirkan mimpi kamu serta apa yang hendak kamu lakukan kemudian.

Ia menyadur ucapan terkenal Donald Trump, "If you think, think big. Pikir yang besar, pikir jadi Presiden, jangan yang kecil- kecil".

Buatlah rencana kemudian buatlah tabel. Yang terpenting kamu harus menjalankan rencana tersebut. Ia berkata doa itu sangat perlu. Tapi perencanaan juga perlu. Doa saja tanpa ada perencanaan maka Ical merasa tidak akan berhasil.

Ical mengenan ketika dirinya masih berkuliah. Dia akan membuat jadwal, pertama bangun buat sholat Subuh, dilanjut latihan karate, kemudian tidur lagi sampai pukul 10. Dia akan bangun pukul 11 buat belajar. Perencanaan akan membantu kamu menyelesaikan semua dengan baik.

Begitupula ketika Ical telah tercatat sebagai orang terkaya Indonesia. Dia mampu menyelesaikan 10 tugas dalam sehari. Mulai dari mengurusi perusahaan, memimpin partai, mengikuti seminar, pukul sekian menjadi pembicara.... "Kadang 10 masalah bisa saya selesaikan setiap hari," tuturnya.

Banyak pengusaha muda mengeluh mengenai uang. Mereka merasa tidak memiliki modal. Banyak orang tidak mau memulai usaha karena tidak punya modal. Pengeluh ini juga mengaggap Ical enak, bapaknya pengusaha, maka dirinya diberkahi dengan modal usaha.

Padahal dia tidak memiliki uang disaat memulai usaha. Disaat Ical akan membeli Kaltim Prima Coal (KPC), Ical mengaku juga tidak memiliki dana. Maka Ical menawarkan calon kontraktor kerjasama yang menguntungkan. Dia menegosiasi agar calon kontraktor mau memberinya dana.

Ical juga mendatangi bank mengatakan hal sama. Dari uang pinjaman itulah, Ical membeli KPC dan membesarkan menjadi perusahaan ternama. Kamu jangan pernah bicara tidak memiliki dana. Uang akan datang ketika ide besar ditambah kesempatan terlihat.

Billa Gates juga tidak memiliki uang, tetapi dia memiliki ide bagus. Dia tidak lulus kuliah, bukan anak orang kaya, tetapi dari garasinya dia mampu menciptakan Microsoft. Misal kamu memiliki ide tetapi cuma menghasilkan 10%, tidak masalah daripada tidak melakukan sama sekali atau 0%.

Biasakan kamu tidak melihat rejeki orang, jangan lihat keuntungan orang lain, tetapi urusi kantong kamu sendiri. Karena ketika kamu memulai usaha pastilah banyak masalah. Itu kan memang bagian dari hidup kita yang akan terus datang.

"Saya sendiri juga pernah menghadapi masalah saat krisis ekonomi 1997-1998. Saat itu keadaan perekonomian sulit, semua pengusaha dan perusahaan juga sulit. Saat itu saya jatuh miskin, bahkan saya jauh lebih miskin dari pengemis. Ini karena saya memiliki hutang yang sangat besar. Hutang saya saat itu sekitar USD 1 miliar," tuturnya.

Biasanya mereka teman- teman, sahabat, dan rekan akan menjauh. Disaat sulit itulah, kamu harus tidak menunjukan wajah terpuruk. Kamu jangan perlihatkan tengah gelap melihat masa depan. Ayah Ical, Achmad Bakrie sendiri, yang mengajarkan itu jangan biarkan dirimu di tempat gelap.

Jangan terjebak karena bayangan pun akan meninggalkan mu. Tegar hadapi kesulitan dengan optimis masa depan. Kamu jangan tunjukan keterpurukan. Berkat tersebut Ical ditunjuk menjadi ketua Kamar Dagang Indonesia (KADIN) kedua kalinya.

Padahal dia tengah menyimpan hutang begitu banyak. Kalau dia tunjukan keterpurukan, tentu kolega bisnisnya akan mengangkap itu dan gagal menjadi ketua. "Kalau saat itu saya tunjukan keterpurukan, mana mungkin mereka memilih saya," ucap Ical menambahkan.

Ketika kamu terpuruk maka bangkit kembali. Kamu harus menemukan jalan. Jika tidak bangkit maka tidak akan seperti Aburizal Bakrie. Dia rela melepaskan saham dari 55% perusahaan menjadi cuma 2,5%. Ical juga ngotot mencari pinjaman kesana- kemari termasuk ke bank.

Tahun 2001 dirinya telah melihat titik terang kebuntuan. Kebangkitan Ical mampu melunasi hutang yang bernilai Rp.1 triliunan itu. Bisnis perusahaan kembali normal karena tidak terbebani. Dalam kalimat penutupnya, pada acara seminar tersebut Ical Bakrie menyampaikan kisah Colombus.

Suatu saat Colombus menantang orang- orang mendirikan telur. Tidak ada satupun mereka mampu mendirikan telur. Kemudian Colombus maju, memecahkan bagian bawah telurnya, alhasil berdirilah si telur karena bawahnya pecah. "Ah kalau begitu saya juga bisa," ucap orang- orang tersebut melihat.

Ical menyamakan dirinya sebagai Colombus. Dia menunjukan cara bagaimana kamu berusaha. Lalu kamu akan berusaha dan sukses, kemudian mengatakan ucapannya benar. "Saya senang anda sukses, karena semakin banyak orang sukses, semakin maju bangsa ini," tutupnya.

Entri yang Diunggulkan

Biografi Jack Ma Orang Terkaya China Alibaba