Perpustakaan pengusaha berisi 1000 profil dan biografi pengusaha sukses. Baca, pelajari, tiru dan kembangkan bisnis kamu sendiri. Gratis!
Solusi Pengangguran Ketika Covid Jadi Pengusaha
Profil Pengusaha Feli Katri Lukitasari
Usaha Full Online
Pengusaha Susu Kegemaran Mama Muda
Profil Pengusaha Dimas Saputra
Mau menjadi pengusaha susu kegemaran mama muda. Bermodal beberapa lembar uang bisnisnya jadi. Dimas Saputra tak menyangka ide sederhana itu menjadi satu bisnis menjanjikan. Ia hanya tertarik akan kedelai. Panganan berbahan kedelai selalu dia sukai.
Rahasia Bisnis Susu
Berdasarkan rekomendasi teman jadilah bisnis Soya Foya. Agar tidak sekedar berbisnis susu kedelai butuh sentuhan berbeda. Dimas mulai mencari resep unik. Susu aneka rasa menyajikan rasa seperti susu kemasan minimarket. Dimas akan bersaing dengan bisnis susu sejenis di jalan.
Yakni tanpa bahan pengawet serta aneka rasa nikmat. Kemasan dibuat semodern mungkin dia lakukan. Dia pun sukses membuat susu kedelai menjadi bertahan empat hari di lemari es.
Pemuda Balikapapan kelahiran 25 April 1993 mengaku cuma punya satu juta. Uang tersebut lalu digunakan membeli bahan baku. Dari membeli kedelai baik ditambah kemasan unik. Produk Soya Foya mulai aktif mengikuti aneka bazar serta dijual di media sosial.
Menjadi wirausaha bukan hal baru bagi Dimas. Pernah dia memiliki usaha kue cubit di Balikpapan. Namun ketika kuliah semakin keras membuat dia berhenti berusaha.
"Sekarang pelangganya banyak anak muda dan mama- mama muda," tuturnya. Menggunakan promosi di sosial media memberikan biaya marketing murah. Minuman Soya Foya minuman sehat, menyehatkan kulit, apalagi buat anak- anak mama muda.
Biografi Ronny Lukito Pembuat Tas Eiger Neosack
Biografi Pengusaha Ronny Lukito
Biografi Ronny Lukito pembuat tas Eiger dan Neosack. Pengusaha lama yang terlahir dari keluarga kekurangan membuat Ronny rasional. Dia pun memilih tidak melanjutkan pendidikan hingga jenjang tertinggi. Alih- alih berkuliah, Ronny Lukito, sejak remaja bekerja keras menghidupi satu keluarga.
Jadi Pengusaha
Tas Gunung
Alasan kenapa masyarakat umum menggunakan tas gunung. Umumnya masyarakat membutuhkan tas yang memiliki kekuatan lebih. Apalagi budaya pulang kampung tidak dapat dipisahkan. Maka tidak heran jika permintaan meningkat, dan mampu membuka pabrik sendiri di JL. Cihamplas, Bandung.
Pilihan lokasi karena dekat komunitas, dan lebih menjangkau masyarakat umum karena di pusat kota. Wujud cinta alam, tahun 1998, Ronny membangun organisasi Eiger Adventur Service Team (EAST), yang mendukung pencinta alam Indonesia.
Tahun 1998 menjadi tahu berat bagi bisnis Eager. Dampak krisis monter cukup menerjang. Tetapi dia tetap bertahan, bisnis Eager tidak rontok tengah jalan. Butuh kerja keras untuk memulihkan produk Eager agar kembali menjual.
Masuk 1999, Eager mampu masuk ke pasar luar negeri, di Amerika, Jerman, Prancis, Cina, Vietnam, dan Korea Selatan. Moto mereka "to be frontier bags and fashion industries", menjadi perwujudan cita- cita besar Ronny Lukito. Bisnis Eager lantas bersinergi menjadi PT. Eksonindo Mulit Product (EMPI).
Brand berkembang, seperti brand Export, Bodypack, Neosack, Xtreme, dan Norwand. Bagaimana dia bisa sesukses sekarang berkat mau bekerja keras. Disamping itu, pengusaha yang memiliki ketekunan belajar. Ronny Lukito mengajarkan kita tentang membangun jaringan bisnis sendiri.
Anak Muda Pengusaha Kerang Laminasi
Profil Pengusaha Syarif Ihsanuddin
Anak muda itu bernama Syarif Ihsanuddin ini tidak mau diam menyerah. Syarif pengusaha kerang laminasi, demi melanjutkan usaha ayahnya rela berjuang. Mau menjadi pengusaha memang memiliki kesan menakutkan.
Apalagi Syarif harus memulai kembali ketika usaha ayahnya pernah berjaya, Dikatakan usaha ayahnya pernah mengekspor 5000 kerajinan perbulan. Ayahnya kemudian terpuruk. Maka Syarif berinisiatif mengambil alih dan memulai semuanya dari nol.
Dia mengatakan bahwa dari 2009- 2017 selalu datang pesanan diluar negeri. Tetapi entah kenapa, di tahun 2017, dia tidak melihat pesanan orderan itu tiba- tiba berhenti. Itu membuat pendapatan sampai minus.
Kerajinan Kerang
Syarif posisi tengah menjalani kuliah. Mau membayar kuliah tetapi dibuat menunggu. Syarif merasa tidak bisa diam- diam begini.
"..pada tahun 2017 posisi saya masuk kuliah dan butuh biaya dan saya berpikir ini gak bisa hanya nunggu begini saja," ujar Syarif kepada pewarta Liputan6.com
Dalam acara bersama Mentri Pariwisata, Sandiaga Uno, dirinya melanjutkan berkisah dalam acara bertajuk Menjemput Rejeki. Pria 21 tahun itu kemudian nekat menjadi pengusaha kerang laminasi.
Aneka inovasi dilakukannya sampai menembus pasar Amerika Serikat. Omzet perbulan Rp.30 juta perbulan atau Rp.500 juta pertahun. Syarif memang sejak sekolah menengah sudah mengenal bisnis ayahnya.
Dia merupakan mahasiswa Program Studi Ekonomi Islam, Universitas Islam Indonesia (UII). "Karena latar belakang orang tua juga pengusaha, jadi dari dulu saya enggak asing lagi sama dunia usaha," ia melanjutkan.
Syarif sempat bekerja menjadi sopir bak terbuka antar provinsi. Syarif melihat banyak orang berjualan kerang disepanjang jalur Pantura. Maka Syarif bertekat mengembangkan usaha kerajinan keluarga. Ia mengembangkan produk dari nol.
Ia memulai usaha kerajinan cangkang kerang. Syarif menantang dirinya sendiri semenjak di bangku kuliah. Dialah pemilik Owner Sabila Craft berjanji mandiri. "Waktu itu saya bilang sama Ibu kalau mau hidup mandiri, ini juga sebagai challenge buat diri saya biar bisa terus berkembang," ungkapnya.
Walau masih mahasiswa ia telah mampu mengekspor keluar negeri. Syarif gencar melakukan riset pasar, tujuannya melihat pasar mana yang cocok untuk produk. Ia menawarkan usahanya disela- sela menjalankan Semester 1 sampai sekarang Semester 6.
Syarif tidak enggan mengontak sesama pengrajin kenalan. Dia kemudian disarankan bertemu buying agent. Tidak langsung sukses karena semua membutuhkan waktu. Syarif harus membuat sample buat dikirim keluar negeri kelak.
Dia membutuhkan waktu enam bulan. Bulan- bulan pertama dia mengirim sample langsung ditolak. Ia ditolak berkali- kali sampai dapat pas. Pihak agen memang mencari produk sesuai diinginkan buyer di luar negeri.
Ia ingat produk pertamanya seribu pcs mangkok dari kulit kerang. Syarif juga mengurusi urusan legal dari NPWP, Nomor Induk Berusaha (NIB), dan Nomor Induk Kepabeanan (NIK). Syarif getol buat memasarkan produknya ke aneka portal jual- beli internasional.
Sekarang dia tidak lagi mencari agen mencarikan pembeli. Justru agen mencari produknya buat dijual ke pembeli. Jujur dikalan pandemi usahanya mengalami penurunan. Itu cukup drastis pasalnya 80% pasarnya berada di negara kena lockdown.
"Jadi ada beberapa proyek yang pending, bahkan cancel gara- gara lockdown," imbuhnya, pengusaha Syarif menjelaskan kepada portal UII.ac.id.
Dirinya tidak lantas menyerah malah menjadikan ajang evaluasi. Salah satunya dia membuat Instagram buat ajang promosi. Di musim begini ada orang luar negeri memesan lewat Instagram. Nama Sabila sendiri merupakan buatan Syarif bukan ayah.
Itu merupakan nama pemberian ibu yang berarti "Selalu ada Jalan". Doanya bahwa nanti bisnis sang anak akan selalu mendapat jalan. Apapun Sabila Craft akan tetap bertahan, karena selalu ada di jalan Allah. Ia walau sibuk mengurusi bisnis tetap lancar kuliah.
Intinya pengusaha harus mampu membagi waktu. Ia juga menjelaskan dia memiliki rencana besok mau apa. "Saya selalu merencanakan apa yang akan saya lakukan esok," tutur Syarif. Dia juga menyarankan harus mencari ridho orang tua.
Pengusaha harus beragama, amanah, punya attitude dan selalu berkomunikasi. Kamu harus menjalin komunikasi dengan orang tua. Anak muda harus selalu mendapatkan Doa dan Ridho orang tua.
Biografi Muhammad Yunus Solusi Mengatasi Kemiskinan
Pengusaha Rakyat
Adalah Penerima Nobel Perdamaian dan seorang pengusaha, lantang mengatakan bahwa setiap orang memiliki potensi untuk menjadi seorang wirausaha (entrepreneur), bahkan tak hanya itu, setiap orang juga bisa aktif mengejar keuntungan sembari menolong sesamanya dalam perjalanan.
Sociopreneurship
Yunus mencontohkan, melalui bisnis wirausaha sosial ini, Yunus menggunakan sistem kelompok solidaritas, yaitu membentuk berbagai kelompok kecil informal untuk bersama- sama mendapatkan pinjaman dan saling mensuport mitranya dalam pengembalian.
Dari bank-bank tradisional, mereka menolak memberikan pinjaman kecil dengan bunga yang wajar kepada orang miskin karena risiko tinggi default atau gagal membayar. Itu juga termasuk syarat- syarat yang rumit dalam pengurusan. Jadilah rentenir pilihan terbaik bagi wanita- wanita miskin asal Jobra. Kala itu Yunus bersedia meminjamkan US $ 27 dari kantungnya sendiri untuk 42 perempuan di desa kala itu, yang membuat keuntungan BDT 0.50 (US $ 0,02) setiap pinjaman.
Dalam hatinya percaya bahwa jika diberi kesempatan orang miskin akan bisa mengembalikan uang tersebut penuh. Yunus menemukan bahwa pinjaman dengan jumlah kecil dan bunga yang masuk akal tidak hanya membantu mereka bertahan hidup tetapi juga menimbulkan inisiatif pelaku usaha untuk keluar dari jurang kemiskinan. Ini seperti memberikan mereka pancingan menurut kami. Tepat di tahun 1976, seorang Yunus memutuskan mengajukan pinjaman ke Janata Bank kemudian memberikan pinjaman kepada orang miskin.
Proyek Yunus ini ternyata berkembang pesat dan pada 1982 telah mencapai 28 ribu anggota. Semakin membesar, maka pada 1 Oktober 1983 Yunus bersama rekan-rekannya mendirikan Grameen Bank. Grameen Bank yang berarti bank desa ini didirikan dengan berdasarkan prinsip-prinsip kepercayaan dan solidaritas. Grameen fokus untuk memberikan pinjaman untuk masyarakat miskin, khususnya kaum perempuan, dengan jumlah kecil dan dengan bunga yang rendah.
Ia lantas dianugerahi Hadiah Nobel Perdamaian 2006, bersama dengan Grameen Bank, atas upaya mereka untuk menciptakan pembangunan ekonomi dan sosial.
Website: www.grameen-info.org