Biografi Ronny Lukito Pembuat Tas Eiger Neosack

Biografi Pengusaha Ronny Lukito

 

biografi bisnis eager


Biografi Ronny Lukito pembuat tas Eiger dan Neosack. Pengusaha lama yang terlahir dari keluarga kekurangan membuat Ronny rasional. Dia pun memilih tidak melanjutkan pendidikan hingga jenjang tertinggi.  Alih- alih berkuliah, Ronny Lukito, sejak remaja bekerja keras menghidupi satu keluarga. 
 
Dia bukan lulusan Sarjana, lulusan STM, yang dilubuk hati paling dalam ingin berkuliah. Apa daya tidak memiliki biaya. Ronny memilih bekerja membantu orang tua. Kebetulah orang tuanya memiliki bisnis pembuatan tas. Sejak sekolah dasar sudah terbiasa membantu. 
 

Jadi Pengusaha

 
Melalui bisnis tersebut dia belajar bagaimana pemasaran tanpa berkuliah. Dia belajar membuat produk tanpa teori. Pengusaha asli Bandung ini, cukup belajar otodidak cara mendesain tas. Modalnya Rp.1 juta dan dua pasang mesin jahit. 
 
Peralatan sangat sederhana tetapi bisa menghasilkan tas berkualitas. Bahan baku juga terbatas tetapi dapat dioptimalkan sendiri. Ia sangat ingin melanjutkan kuliah di salah satu Universita ternama. 
 
Sambil membantu membuat tas, Ronny berinisiatif berjualan susu yang dibungkus plastik, dijual menggunakan motor berkeliling ke tetangga- tetangga. Masa muda Ronny memang bisa dibilang berisi kesederhanaan dan bekerja keras.
 
Pria kelahiran 15 Januari 1967, terlahir dari enam bersaudara, dia menjadi satu- satunya anak laki di dalam keluarga pasangan Lukman Lukito- Kumiasih. Anak keturunan Buton, Sumatra dan Jakarta, yang terbiasa ikut membantu menafkahi keluarga.

Ia ingat betul waktu itu keluarga punya toko kecil. Ukuran 2,5x14m berjualan aneka macam tas. Jadi satu- satunya toko penjual tas waktu itu. Nama toko Nam Lung, khusus berjualan tas saja, ketika para pengusaha lain memilih berjualan kelontong.

"Jarang- jarang yang jualan satu macam seperti ayah saya," tuturnya.

Tas dijual produksi perusahaan lain. Diantara produk itu. Ayah Ronny juga menjahit tas sendiri untuk dijual. Ayah Ronny tidak pernah mengarahkan menjadi pengusaha. Hanya, setamat STM, pikirannya sudah realistis dia harus membantu perekonomian keluarga.

Ketika anak seumuran masih sibuk bermain. Serius menekuni bisnis menjadi pilihan. Ronny mulai membuat tas sendiri. Salah satu produk tasnya bernama Butterfly. Diambil nama merek mesin jahit buatan China. Ronny sudah terbiasa membeli bahan, hingga mampu memilih bahan yang berkualitas.

Dia juga mengantarkan barang sendiri ke pelanggan. Sebelum berangkat sekolah, ia memilih jualan susu plastikan. Demi membantu orang tua semua dilakoni. Dia mengembangkan bisnis tersebut. Dia yang membuat tas sendiri mencoba peruntungan menjual ke mall Matahari.

Tidak mudah memasuki mall terbesar kala itu. Ia harus mempelajari trend pasaran dulu. Dicari tau produk apa disukai pelanggan Matahari. Ia berupaya memepercepat roda bisnisnya. Hingga dia bisa memasuki mall Matahari. 
 
Omzet didapat cuma Rp.300 ribu, dibanding kompetitornya hasilkan jutaan rupiah. Mengatahui bahwa bisnisnya tidak seperti diharapkan. Dia mulai menggarap pasar lain. Pasar tedekat ialah berbisnis di Bandung. Ronny mulai rajin melakukan survei pasar. 
 
 

Tas Gunung

 
Rasa malas memang tidak bisa dihindari. Hanya perasaan bahwa masa depan tidak bisa dilewatkan. Ia
memberanikan memasarkan di luar kota. Membuat jaringan penjualan tidak mudah. Bagi dia yang tidak menguasai pemasaran. Mentok. Dia memutuskan menggunakan jasa konsultan. 
 
 
Ronny mulai belajar tentang manajemen. Bahkan rela untuk mengambil kursus manajemen keuangan sendiri. Kursus- kursus kewirausahaan banyak didatangi. Ronny rajin membaca buku menambah ilmu pengetahuan; dia gigih tidak mengenal lelah. 
 
Hingga dia mengetahui peluang bisnis tas, bagaimana menangani masalah lapangan, hingga menangani aneka kendala penjualan. Tujuan menjadi pengusaha tas tingkat nasional terpenuhi. Produk tas pertama bikinan Ronny yang meledak, Eager. 
 
Menggunakan nama berbahasa Swiss, tas Eager mulai diproduksi tahu 1989, fokus mengejar pasar anak muda pecinta alam.

Startegi marketing bisnis Eager unik. Mereka membentuk komunitas pecinta alam. Produk Eager itu difokuskan memang ke produk mendaki gunung. Bermula membangun komunitas pecinta alam. Dari tas Eager khusus, kini digunakan semua orang hingga mendongkrak penjualan umum.

Alasan kenapa masyarakat umum menggunakan tas gunung. Umumnya masyarakat membutuhkan tas yang memiliki kekuatan lebih. Apalagi budaya pulang kampung tidak dapat dipisahkan.  Maka tidak heran jika permintaan meningkat, dan mampu membuka pabrik sendiri di JL. Cihamplas, Bandung.

Pilihan lokasi karena dekat komunitas, dan lebih menjangkau masyarakat umum karena di pusat kota. Wujud cinta alam, tahun 1998, Ronny membangun organisasi Eiger Adventur Service Team (EAST), yang mendukung pencinta alam Indonesia.

Tahun 1998 menjadi tahu berat bagi bisnis Eager. Dampak krisis monter cukup menerjang. Tetapi dia tetap bertahan, bisnis Eager tidak rontok tengah jalan. Butuh kerja keras untuk memulihkan produk Eager agar kembali menjual.

Masuk 1999, Eager mampu masuk ke pasar luar negeri, di Amerika, Jerman, Prancis, Cina, Vietnam, dan Korea Selatan. Moto mereka "to be frontier bags and fashion industries", menjadi perwujudan cita- cita besar Ronny Lukito. Bisnis Eager lantas bersinergi menjadi PT. Eksonindo Mulit Product (EMPI).

Brand berkembang, seperti brand Export, Bodypack, Neosack, Xtreme, dan Norwand. Bagaimana dia bisa sesukses sekarang berkat mau bekerja keras. Disamping itu, pengusaha yang memiliki ketekunan belajar. Ronny Lukito mengajarkan kita tentang membangun jaringan bisnis sendiri.

Anak Muda Pengusaha Kerang Laminasi

Profil Pengusaha Syarif Ihsanuddin

 

usahakerang.png
 

Anak muda itu bernama Syarif Ihsanuddin ini tidak mau diam menyerah. Syarif pengusaha kerang laminasi, demi melanjutkan usaha ayahnya rela berjuang. Mau menjadi pengusaha memang memiliki kesan menakutkan. 

 

Apalagi Syarif harus memulai kembali ketika usaha ayahnya pernah berjaya, Dikatakan usaha ayahnya pernah mengekspor 5000 kerajinan perbulan. Ayahnya kemudian terpuruk. Maka Syarif berinisiatif mengambil alih dan memulai semuanya dari nol. 

 

Dia mengatakan bahwa dari 2009- 2017 selalu datang pesanan diluar negeri. Tetapi entah kenapa, di tahun 2017, dia tidak melihat pesanan orderan itu tiba- tiba berhenti. Itu membuat pendapatan sampai minus. 

 

Kerajinan Kerang

 

Syarif posisi tengah menjalani kuliah. Mau membayar kuliah tetapi dibuat menunggu. Syarif merasa tidak bisa diam- diam begini.


"..pada tahun 2017 posisi saya masuk kuliah dan butuh biaya dan saya berpikir ini gak bisa hanya nunggu begini saja," ujar Syarif kepada pewarta Liputan6.com


Dalam acara bersama Mentri Pariwisata, Sandiaga Uno, dirinya melanjutkan berkisah dalam acara bertajuk Menjemput Rejeki. Pria 21 tahun itu kemudian nekat menjadi pengusaha kerang laminasi. 

 

Aneka inovasi dilakukannya sampai menembus pasar Amerika Serikat. Omzet perbulan Rp.30 juta perbulan atau Rp.500 juta pertahun. Syarif memang sejak sekolah menengah sudah mengenal bisnis ayahnya.


Dia merupakan mahasiswa Program Studi Ekonomi Islam, Universitas Islam Indonesia (UII). "Karena latar belakang orang tua juga pengusaha, jadi dari dulu saya enggak asing lagi sama dunia usaha," ia melanjutkan.


Syarif sempat bekerja menjadi sopir bak terbuka antar provinsi. Syarif melihat banyak orang berjualan kerang disepanjang jalur Pantura. Maka Syarif bertekat mengembangkan usaha kerajinan keluarga. Ia mengembangkan produk dari nol.


Ia memulai usaha kerajinan cangkang kerang. Syarif menantang dirinya sendiri semenjak di bangku kuliah. Dialah pemilik Owner Sabila Craft berjanji mandiri. "Waktu itu saya bilang sama Ibu kalau mau hidup mandiri, ini juga sebagai challenge buat diri saya biar bisa terus berkembang," ungkapnya.


Walau masih mahasiswa ia telah mampu mengekspor keluar negeri. Syarif gencar melakukan riset pasar, tujuannya melihat pasar mana yang cocok untuk produk. Ia menawarkan usahanya disela- sela menjalankan Semester 1 sampai sekarang Semester 6.


Syarif tidak enggan mengontak sesama pengrajin kenalan. Dia kemudian disarankan bertemu buying agent. Tidak langsung sukses karena semua membutuhkan waktu. Syarif harus membuat sample buat dikirim keluar negeri kelak.


Dia membutuhkan waktu enam bulan. Bulan- bulan pertama dia mengirim sample langsung ditolak. Ia ditolak berkali- kali sampai dapat pas. Pihak agen memang mencari produk sesuai diinginkan buyer di luar negeri.

 

Ia ingat produk pertamanya seribu pcs mangkok dari kulit kerang. Syarif juga mengurusi urusan legal dari NPWP, Nomor Induk Berusaha (NIB), dan Nomor Induk Kepabeanan (NIK). Syarif getol buat memasarkan produknya ke aneka portal jual- beli internasional.

 

Sekarang dia tidak lagi mencari agen mencarikan pembeli. Justru agen mencari produknya buat dijual ke pembeli. Jujur dikalan pandemi usahanya mengalami penurunan. Itu cukup drastis pasalnya 80% pasarnya berada di negara kena lockdown.


"Jadi ada beberapa proyek yang pending, bahkan cancel gara- gara lockdown," imbuhnya, pengusaha Syarif menjelaskan kepada portal UII.ac.id.


Dirinya tidak lantas menyerah malah menjadikan ajang evaluasi. Salah satunya dia membuat Instagram buat ajang promosi. Di musim begini ada orang luar negeri memesan lewat Instagram. Nama Sabila sendiri merupakan buatan Syarif bukan ayah.


Itu merupakan nama pemberian ibu yang berarti "Selalu ada Jalan". Doanya bahwa nanti bisnis sang anak akan selalu mendapat jalan. Apapun Sabila Craft akan tetap bertahan, karena selalu ada di jalan Allah. Ia walau sibuk mengurusi bisnis tetap lancar kuliah.


Intinya pengusaha harus mampu membagi waktu. Ia juga menjelaskan dia memiliki rencana besok mau apa. "Saya selalu merencanakan apa yang akan saya lakukan esok," tutur Syarif. Dia juga menyarankan harus mencari ridho orang tua. 

 

Pengusaha harus beragama, amanah, punya attitude dan selalu berkomunikasi. Kamu harus menjalin komunikasi dengan orang tua. Anak muda harus selalu mendapatkan Doa dan Ridho orang tua.

Biografi Muhammad Yunus Solusi Mengatasi Kemiskinan

Biografi Muhammad Yunus

 


 
muhammadyunus.png
 
Solusi mengatasi kemiskinan dunia adalah entrepreneurship. Biografi Muhammad Yunus memberikan penjelasan tersebut. Dia meyakini bahwa kemiskinan berawal struktur, kebijakan itu sendiri, dan pula sistem di masyarakat. Membiarkan kemiskinan, berarti kita memberikan mereka posisi mengemis.
 
 
Padahal jumlah pengusaha sendiri tak sampai lima persen dari penduduk Indonesia, apa yang salah jadi pengusaha?Ini bukanlah pertanyaan tapi renungan. Apa yang bisa dilakukan seorang pengusaha salain membuka lapangan kerja baru, ialah mereka bisa mempercepat penanggulangan kemiskinan.

Pengusaha Rakyat


Adalah Penerima Nobel Perdamaian dan seorang pengusaha, lantang mengatakan bahwa setiap orang memiliki potensi untuk menjadi seorang wirausaha (entrepreneur), bahkan tak hanya itu, setiap orang juga bisa aktif mengejar keuntungan sembari menolong sesamanya dalam perjalanan. 
 
Langkah ini diperlukan untuk melakukan perubahan sosial yang signifikan di muka bumi ini. Kami menyebut orang- orang yang sukses entrepreneurship ini dengan pengusaha sosial.

"Perlu ada desain ulang sistem untuk membenahi persoalan kemiskinan. Hampir di semua negara sebenarnya sistemnya sama untuk membenahinya," ujarnya dalam dialog  "Sociopreneurship: Unlocking Indonesia’s Great Potentials" di Universitas Paramadina, Jakarta. Dan Biografi Muhammad Yunus sendiri dikenal akan keberhasilannya mengatasi kemiskinan di Bangladesh. 
 
Dia dikenal karena suka rela membantu dengan koceknya sendiri. Pria kelahiran Chittagong, East Bengal, kini Bangladesh pada 28 Juni 1940, awalnya seorang bankir Bangladesh yang tengah mengembangkan konsep kredit mikro, yaitu pengembangan 
 
Ppinjaman skala kecil untuk usahawan miskin yang tidak mampu meminjam dari bank umum (tidak bankable). Tujuan dari kredit mikro melalui Grameen Bank itu sendiri adalah untuk  wirausaha. Anak ketiga dari tiga bersaudara. 
 
Ayahnya adalah Hazi Dula Mia Shoudagar, perhiasan, dan ibunya adalah Sufia Khatun. Masa kecilnya dihabiskan di desa. Pada tahun 1944, keluarganya pindah ke kota Chittagong, dan ia pindah dari sekolah desanya untuk Sekolah Dasar Lamabazar. 
 
Pada tahun 1949, ibunya menderita penyakit psikologis. Pada tahun 1957, ia terdaftar di Departemen Ekonomi di Universitas Dhaka dan menyelesaikan gelar BA pada tahun 1960 dan MA pada tahun 1961.

Sociopreneurship


Penerima penghargaan Presidential Medal of Freedom dan Congressional Gold Medal ini menjelaskan sebenarnya tak terlalu sulit untuk memberantas kemiskinan. Tapi, tentunya hal itu harus didukung kreativitas, dan berpikir diluar kebiasaan "out of the box".

Yunus mencontohkan, melalui bisnis wirausaha sosial ini, Yunus menggunakan sistem kelompok solidaritas, yaitu membentuk berbagai kelompok kecil informal untuk bersama- sama mendapatkan pinjaman dan saling mensuport mitranya dalam pengembalian. 
 
Setiap anggota akan mendukung satu sama lain untuk membayar pinjaman dan meningkatkan kualitas hidup bersama.

"Ini memang diluar logika memberikan pinjaman kepada orang yang tidak punya duit bahkan tanpa dokumen legal. Murni berdasarkan kepercayaan," katanya. Hasilnya luar biasa, Grameen Bank saat ini memiliki 8,4 juta peminjam di mana 96 persen di antaranya mereka yang perempuan. 
 
Ia aktif mengembangkan berbagai inisiasi untuk rakyat miskin seperti Grameen Phone, operator seluler terbesar Bangladesh, yang sebagian besar pelanggannya merupakan mereka yang miskin.  Bahkan, Grameen Bank ini memiliki beberapa kantor cabang seperti di New York City, Los Angeles, dan San Fransisco.

Di tahun 1986, melalui sebuah pertemuan dengan penduduk miskin di desa Jobra di dekat kampu Chittagong University, ia menemukan konsep microcredit yang kemudian menjadi basis Grameen Bank. Ia menemukan bahwa pinjaman yang sangat kecil bisa membuat perbedaan yang tidak proporsional untuk orang miskin. Perempuan desa yang membuat mebel bambu harus mengambil pinjaman berbunga melalui rentenir untuk membeli bambu, dan membayar keuntungan 10%.

Dari bank-bank tradisional, mereka menolak memberikan pinjaman kecil dengan bunga yang wajar kepada orang miskin karena risiko tinggi default atau gagal membayar. Itu juga termasuk syarat- syarat yang rumit dalam pengurusan. Jadilah rentenir pilihan terbaik bagi wanita- wanita miskin asal Jobra. Kala itu Yunus bersedia meminjamkan US $ 27 dari kantungnya sendiri untuk 42 perempuan di desa kala itu, yang membuat keuntungan BDT 0.50 (US $ 0,02) setiap pinjaman.

Dalam hatinya percaya bahwa jika diberi kesempatan orang miskin akan bisa mengembalikan uang tersebut penuh. Yunus menemukan bahwa pinjaman dengan jumlah kecil dan bunga yang masuk akal tidak hanya membantu mereka bertahan hidup tetapi juga menimbulkan inisiatif pelaku usaha untuk keluar dari jurang kemiskinan. Ini seperti memberikan mereka pancingan menurut kami. Tepat di tahun 1976, seorang Yunus memutuskan mengajukan pinjaman ke Janata Bank kemudian memberikan pinjaman kepada orang miskin.

Proyek Yunus ini ternyata berkembang pesat dan pada 1982 telah mencapai 28 ribu anggota. Semakin membesar, maka pada 1 Oktober 1983 Yunus bersama rekan-rekannya mendirikan Grameen Bank. Grameen Bank yang berarti bank desa ini didirikan dengan berdasarkan prinsip-prinsip kepercayaan dan solidaritas. Grameen fokus untuk memberikan pinjaman untuk masyarakat miskin, khususnya kaum perempuan, dengan jumlah kecil dan dengan bunga yang rendah.

Ia lantas dianugerahi Hadiah Nobel Perdamaian 2006, bersama dengan Grameen Bank, atas upaya mereka untuk menciptakan pembangunan ekonomi dan sosial.

Website: www.grameen-info.org

Sumber: Wikipedia.org, Suarapembaruan.com

Bisnis Keramik Ekspor Pengusaha Roy Wibisono

Profil Pengusaha Roy Wibisono

 

bisniskeramik.png
 

Prospek bisnis keramik ekspor ternyata tidak memerlukan modal besar. Pengusaha Roy Wibisono menginspirasi kita akan keyakinan. Ada keraguan akan modal serta tempat berjualan. Bisakah Roy menjalankan bisnis yang terdengar sulit dikembangkan.


Ia merupakan pemilik usaha keramik bernama Naruna. Tidak sampai dua tahun sudah usahanya dikembangkan. Dia berhasil menjadikannya sumber penghasilan. Ketika usahanya dimulai 2019, dia bersama tiga orang pegawainya, bermodal seadanya membuka workshop berbekal garasi mobil rumah.

 

Prospek Bisnis Keramik


Buat marketing, dia memakai internet gratisan lewat pedagang sebelah rumah. Buat membakar keramik ia bahkan memakai batu bata bekas. Itu karena ia hanya memiliki modal sedikit. Dia tidak memiliki modal produksi tinggi. Tidak pula memiliki tempat bagus. 

 

Roy justru memiliki 4 cara menebalkan bisnis dimasa pandemi. Bila pengusaha banyak gulung tikar, Roy malah memulai ketika menjelang pandemi. Di tahun- tahun covid 19, usahanya malah mampu menghasilkan untung hingga bisnis keramik ekspor keluar negeri.


Pertama dia mengatakan bahwa bangun produk kuat. Harus cantik. Memiliki nilai tambah dan juga memakai material terbaik. Agar produk kuat Roy memilih mempelajari kebutuhan pasar. Roy lakukan penelitian mengenai karakter dan desain.


Dia mencari desain dibutuhkan masyarakat. Melakukan riset mengenai cara membakar keramik. Dia juga meriset mengenai material terbaik. Bagi Roy, produk terbaik akan mengundang pembeli walau tanpa promosi. Ia mendorong pengusaha membuat produk beciri khas unik berkualitas.


Roy menekankan mengikuti tren di masyarakat. Misalnya dia menjelaskan, kalau mau jualan keripik, kalau cuma keripik maka sulit dijual. Keripik harus enak. Harus melalui riset, dicoba, buat formula keripik yang enak terus orang beli enak, keripik kriuk, orang pasti repeat order.


Kedua, kuat dalam riset, dimana Roy lah yang menjadi penanggung jawab melakuka riset. Berbekal latar belakang pendidikan Kimia Universitas Dipenogoro, dia pantas menguasai cara membuat formula keramik yang kuat tahan gores.


Ketiga, perkuat marketing, ini tak kalah penting diperkuat apalagi dikala pandemi. Buat eksistensi bisnis dia mempekerjakan 20 marketer berbasis online. "Jika kita hanya kuat di desainnya saja, tetapi enggak menjual, ambyar," tuturnya.


Begitu sebaliknya bila kita kuat dijual, bisa menjual, tetapi desainnya tidak masuk, jangan harap bisa berkembang. Ini merupakan cara eksis selama pandemi. Keempat perkuat produksi, Roy menekankan efektivitas produksi.


Roy menekankan produksi semua lini bisa berlangsung dengan lebih efektif dan efisien. Roy meyakini bahwa merintis bisnis ketika pandemi harus kuat dariawal. 

 

"Pandemi tidak hanya menyerang industri kecil, menengah, atau besar. Dia enggak pandang bulu. Dia hanya melihat sistem bisnis kita bagus atau tidak," imbuh Roy.


"Kalau sistem bisnis kuat, dari riset, semuanya kuat, pasti kita menang, pasti omzet kita naik," Roy menjelaskan. Roy sukses membesarkan Naruna. Berkat empat jurus tersebut membuat usahanya dapat bertahan, bahkan menghasilkan omzet naik 19 kali lipat.


Dulu dia cuma memiliki 3 orang karyawan, sekarang memiliki 73 karyawan tetap, 40 karyawan khusus borongan. Roy tiap hari memproduksi 4000 cangkir handmade. Jumlah konsumen Naruna naik tidak kurang 65 ribu pelanggan, dan 6.750 kostumer loyal repeat order.


Berkat penjualan online bertahap Roy membangun galeri. Sekarang galeri telah terbangun 90% berupa bangunan. Diharapkan setelah pandemi maka orang akan datang berkunjung. Orang akan datang ke galeri buat wisata keramik.


Ia pun memberikan semangat palaku UMKM di Indonesia, agar tidak menyerah dan mengembangkan bisnis mereka. "Tetap semangat. Pandemi pasti berlalu. Jika kita sudah menyiapkan bisnis kita, memperbaiki bisnis kita," jelasnya kepada pewarta Tribunnews.com.

Artis Sekaligus Pengusaha Bakso Marcell Darwin

Profil Pengusaha Artis Marcell Darwin 


artispengusaha.png
 
Artis sekaligus pengusaha bakso Marcell Darwin. Mungkin beberapa diantara kita merasa risih. Kadang kita mikir mereka gak laku atau merebut rejeki orang. Tidak semua orang berpikir begitu. Tetapi percayalah mereka juga merasakan susahnya membangun pasar. 
 
Bisnisnya memang anti- mainstream dibanding artis- artis lain. Bila beberapa artis lain memilih untuk membuka restoran, bisnis kosmetik, tetapi bukan pabrik bakso.

Entah dapat ide dari mana. Tetapi nyatanya bisnis Marcell mulai berjalan baik. Dalam lima tahun omzet bisa mencapai Rp.10- 20 juta. Namun bagi pengusaha bisnis umur lima tahun masih tergolong muda. Ia mengatakan butuh pematangan.
 

Pengusaha Bakso Artis


"Namanya pabrik baru, nggak bisa cepat, matengin dulu," tuturnya. Kalau masalah modal Marcell sudah mendukungnya setahap- demi setahap. Hanya masalah SDM masih dirasanya kurang memadai.

Tiga tahun pertama menjadi ujian bisnis baksonya. Tahun suram begitu Marcell mendiskripsikan tahun itu. Ia sempat ditipu orang. Terkena isu bakso babi. Sempat hampir tutup tetapi dia perjuangkan kembali. Dan akhirnya lancar sampai sekarang.

"Pernah rugi karena duitnya dimaninin," kenang Marcell yang semakin hati- hati mengatur kas perusahaan. Dia meyakini setiap itu merupakan pelajaran sebagai pengusaha muda.


Menjadi produsen bakso berapa sih modalnya. Perkiraan menurut Kontan sekitar Rp.10 juta bisa kok. Ada beberapa cara membuka bisnis bakso. Dari menjual sendiri baksonya atau menjadi suplier bagi pedagang bakso. Kalau pakai sistem titipkan ke penjual bakso maka modal kamu akan membengkak.

Sistem mereka pakai konsinyasi atau bayar setelah laku. "Sistemnya mereka utang dulu," jelas Marcell. Nanti mereka bayar kalau sudah seminggu bahkan dua minggu. Dengan usaha yang mulai mapan Marcell bisa menentukan dijual ke siapa dan masih bisa berjualan sendiri.

Dia memilih opsi siapa yang bisa beli baru bisa kerja sama. Jadi cash flow -nya lancar kalau mau menjadi pemasok Bakso Salsa -nama usaha bakso Marcell Darwin. Apa perlu diperhatikan lainnya adalah masalah mesin dan tentu lokasi karena berpengaruh kepada pemasaran.

Contoh Bakso Salsa di Jakarta Selatan, karena tidak mengandung bahan pengawet, mangkanya distribusi sekitaran Jabodetabek saja. Kalau kelamaan nanti bakso bisa jamuran. Salah satu strategi bisnis jualannya lewat layan delivery order. Kalau dulu sebalum BBM naik masih bebas, sekarang mah pakai minimum order.

Sukses berbisnis bakos apa yang dilakukan Marcell Darwin selanjutnya? Apalagi kalau bukan membuka usaha lainnya. Dia memang sudah diajari untuk hidup beretos kerja tinggi. Business is business itulah satu penggalan kalimat profesionalitas Marcell.

Setelah sukses bakso kini dia membuka usaha warung kopi. Semua berawal dari tongkorongan, iseng kok kepikiran bikin warung kopi, jadilah bisnis tersebut. Dia kemudian jadi public- relation dan memodali. Ia menyerahkan bisnisnya dikerjakan orang lain. Ternyata keuangan semua bisnisnya diserahkan ke mamah Marcell.

Jujur mengakui dia orangnya masih boros. Marcell Darwin menarget pasar anak muda. Ide sederhana kok bukan kayak coffee shop gitu. Buka warung kopi tetapi berkonsep restoran santai. Uniknya ketika ada saudara mereka harus tetap bayar. "Manajemen tetap, business is business, nggak ada yang gratis."

Warung kopi beneran kayak warung kopi. Bahkan dia membawa langsung konsep dari Jawa. Mulai dari tata ruang, aksesoris, pernak- pernik khas warung kopi. Nama bisnisnya Cafe KingXkong, dibuka di Pasar Impres, Radio Dalam, Jakarta Selatan.

Bisnis Marcell tidak tergesa- gesa. Semua sudah diperhitungkan termasuk soal tempat. Strategis karena di depan kampus. Apalagi Marcell punya klub montor bisa dah nongkrong. Selain kopi ada musik yang akan menemani telinga pengunjung. Di malam khususnya, musiknya beda, bahkan ada yang bawa musik sendiri.

Kalau dibilang udah balik modal belum. Marcell sadar bahwa bisnis tidak bisa cepat. Yang penting sudah keliatan marketnya. Dia juga berjualan pernak- pernik kecil- kecilan. Marcell memang senang wirausaha jadi jalaninya enjoy. Bahkan rencana ekspansi ke luar kota itu ada. "... kita mau ekspansi," tegasnya.

Berbisnis sambil menjalankan karir akting. Marcell mendapatkan dukungan dari tim management. Tapi ia tetap tidak meninggalkan perkembangan bisnisnya sedikit pun. "Gue syuting, pabrik bakso mama jalanin. Gue lebih ke managemennya aja," tutupnya.

Entri yang Diunggulkan

Biografi Jack Ma Orang Terkaya China Alibaba