Pengusaha Muda Eksportir Burung Walet Yogi

Profil Pengusaha Yogi Pramadani


pengusaha muda sarang burung walet
 
Nama pengusaha muda eksportir burung walet, Yogi Pramadani. Suksesnya tidak lah semudah yang anda lihat. Dia pernah menjalankan aneka usaha dari digital hingga konvensional. Pemuda 23 tahun yang tak takut resiko, ayahnya seorang PNS dan ibunya petani, mengumpulkan modal 40 juta untuk bisnis ini.

Ia memiliki prinsip membangun koneksi. Berbisnis bukan sekedar uang pribadi, tetapi bersama- sama membangun perusahaan. Dia bermodal uang 40 juta dari orang tua. Kemudian Yogi mencari patner dan bertemulah dengan Tio Roslitiawan (26), yang kemudian bersama merintis usaha.

Bukan masalah gampang, karena Yogi harus belajar banyak tentang walet. "Cari patner dan koneksi. Dari situlah semuanya berawal saya membangun perusahaan ini," ujarnya.

Optimisme Pengusaha Muda


Yogi bercerita sebelumnya pernah bekerja di Jakarta. Bukan sekedar keuntungan, dia juga ingin untuk membangun kehidupan sosial masyarakat Bengkulu. Ruang lingkupnya dianggap cocok untuk usaha budidaya walet. PT. Karya Raflesia begitu nama perusahaanya, yang mampu ekspor sampai ke negeri China.

Belum lama usahanya berjalan omzet Yogi mencapai ratusan juta. Tetapi dia tidak sembrono untuk berfoya- foya. Pengusaha muda satu ini dikenal memiliki gaya anak muda, tetapi sederhana. Yogi lebih memilih untuk fokus mengembangkan usaha. Alhasil perusahaan Karya Raflesia menghasilkan miliaran.

Disela- sela aktivitas ia masih berkuliah jurusan agrobisnis. Yogi juga mengerjakan aneka usaha lain dibawah naungan Raflesia Corp. Dari hanya memiliki 30 orang karyawan, Yogi mempekerjakan 700 orang lebih karyawan. Dia mengatakan bahwa tujuan berbisnis, tidak lagi untuk membuka lapangan kerja.

Perusahaan ini menjadi satu- satunya yang memilik syarat wajib. Bagi karyawan perempuan Muslim diwajibkan memakai jilbab ketika bekerja. Perushaaan juga memberikan kemudahan untuk karyawan beribadah. Dengan mengembangkan prinsip ini, terbukti perusahaanya semakin maju dan untung.

Bengkulu sendiri bukan wilayah pertama budidaya walet. Banyak persaingan dengan usaha sejenis di sini. Yogi tak ragu walaupun harus bersaing. Bahkan dia mengembangkan anak usaha yang diluar bisnis sejenis. Prinsipnya sebagai wirausahawan muda harus banyak pengalaman dan berkembang.

Ia merupakan pemilik Raflesia Nest, Raflesia Food, Warta Raflesia, Pesona Raflesia, dan bahkan satu tim eSport, Raflesia Esport. Di tahun 2024, harapannya untuk menjadi perusahaan global yang bisa memberi manfaat, salah satunya membuka lowongan pekerjaan untuk pemuda- pemuda Bengkulu.

"Kualitas walet di sini sangat bagus, serta pengolahannya sangat terampil, oleh karena itu kami ajak kerja sama," ujarnya, yang baru- baru ini mengajak kerja sama perusahaan Shanghai.

PT. Karya Raflesia Mandiri mampu menghasilkan 50 kg perbulan, dengan estimasi perkilonya Rp.30 juta. Saat ini perusahaanya mampu menembus pasar ekspor ke China, dengan pembeli yang dikenal sangat teliti dan kritis akan kualitas. Dia bersyukur walaupun baru buka perusahaanya mampu tembus ekspor.

Bisnis Coklat Tempe Linda Raup Jutaan Rupiah

Profil Pengusaha Linda Ivone


bisnis coklat tempe
 
Kreativitas tanpa henti membuat Linda jadi pengusaha. Berkat bisnis coklat tempenya, Linda Ivone Manuputty mampu menembus pasar luar negeri. Pengusaha wanita kelahiran Ambon ini mengatakan bahwa produknya spesial. Bukan sembarangan memakai tempe melainkan yang berkualitas tinggi.

Produk racikannya disejajarkan dengan coklat berisi almond. Bila biasanya tempe dijadikan teman makan nasi, sekarang oleh Linda jadi isian coklat. Hasilnya tidak kalah crunchy dibanding coklat berisi kacang apalagi almond.

Tempe Dijual ke Luar Negeri


Bisnis coklat tempe bermerek "Edun" mampu dibuat sangat sederhana. Warga Komplek Padasuka Ideal Residence Blok D2, No. 11, RT 03 RW 12, Kecamatan Cimenyan, Kabupaten Bandung. Dia membuat coklet cukup dirumah saja, rasanya gurih manis dibuat dengan peralatan sederhana.

Tidak mudah karena dia membutuhkan pengalaman lama. Selama 8 tahun barulah produk itu bisa menghasilkan setara coklat ternama. Linda menjelaskan sudah 5 tahun semenjak dirinya berbisnis. Ia melakukan semua berbekal coba- coba alias trial and error.

Segala uji coba ia lakukan untuk menghasilkan tekstur, ukuran tempe yang pas, dan rasa sempurna. Ia menciptakan coklat tempe crunchy atau kriuk. Dia berkisah bahwa Dominico, putranya yang berusia 13 tahun, tidak menyukai tempe padahal makanan ini begitu populer di masyarakat.

Dia kemudian berinovasi untuk menghasilkan produk kesukaan. Ia mempunyai ide menggabungkan coklat dan tempe. Tidak mudah karena itu saja belum cukup membuat suka "Awalnya anak saya tidak menyukai tempe. Saya berpikir keras agar anak saya tau tempe mengandung manfaat," tuturnya.

Ia menjelaskan bahwa anaknya menyukai coklat. Dia kemudian gabungkan dan hasilnya memuaskan. Linda lantas menjualnya di Instagram @ivonelinda33, pengusaha wanita ini lalu menawarkan ke reseller, darinya dijual Rp.6 ribu dan pihak reseller bisa menjual sampai Rp.10 ribuan.

Linda tak hanya berhenti disebatas membuat coklat tempe. Ia mengembangkan aneka rasa dari yang pedas, dan orginal. Tidak cuma tempe kemudian juga ia membuat coklat kacang. Sukses Linda bisa menggaet pihak Dinas Pariwisata Jawa Barat, yang memesan coklat tempe sampai satu kuintal.

Alhasil produk coklat tempenya bisa melenggang sampai ke luar negeri. Dia menjual ke Amerika, Jepang, dan Hong Kong. Dari Nevada, Amerika Serikat, dirinya mengikuti pameran kuliner. Mereka warga Amerika menyukai produknya, bukan karena coklatnya melainkan karena isi tempe itu sendiri.

Awal dia sangat bekerja keras karena ini tidaklah mudah. Memperkenalkan produk baru sangat sulit diterima pasar. Untuk menyambung hidup bisnisnya, dia juga menjalankan bisnis sampingan jadi translator Mandarin, Kanton, dan Phong Thung Hwa untuk berbagai perusahaan di Jawa Barat.

Ketika ada orang China yang berkunjung ke perusahaan, maka Linda mencari celah untuk melakukan promosi coklat tempenya. "Alhamdulillah banyak yang suka dan pesan," tutup Linda, mengakhiri percakapan dengan pihak Detik.com

Pemilik Snazzy Boom Wirausaha Makanan Jadul

Profil Pengusaha Ryan Angkawijaya


pengusaha arumanis snazzy boom

Prospek bisnis kuliner terutama jajanan terbuka luas. Pemilik Snazzy Boom wirausaha makanan jadul ini contohnya. Pengusaha muda bernama Ryan Angkawijaya, merasakan betul kesuksesannya berkat inovasi berlanjut. Ryan tak ingin makanan jadul ini hanya akan dikenang atau hilang dari peredaran.

Dia mengaku bekerja keras untuk mengangkat jajanan ini. Ryan mampu membuktikan makanan yang hampir punah ini bisa dikembalikan. Restorasi jajanan yang disebut rambut nenek ini, diinovasikan dengan cita rasa modern. Dia mengisahkan bisnis rambut nenek tidak serta merta menjadi nyata.

Ryan pernah membuka usaha dibidang konveksi. Anggapan bahwa bisnis jenis ini masih memiliki banyak peluang, faktanya Ryan bangkrut. Dia juga pernah terkena tipu oleh orang kepercayaanya. Ia menyebutkan total kerugian sampai ratusan juta.

"Dan memaksa saya harus menjual semua alat- alat konveksi saya," tuturnya.

Pengusaha muda ini menjual apa saja untuk menutup kerugian. Kondisi keuangannya terpuruk, cuma menyisakan uang dikantong Rp.3 juta saja. Dia hampir putus asa. Tetapi ide bisnis bisa datang kapan saja loh, dia waktu itu bertemu seorang teman yang memiliki bisnis arumanis rumahan.

Wirausahakan Makanan Jadul


Pertemuan tersebut membuatnya terusik ingin mencoba. Ingin rasanya dia mengetahui segala tentang rambut nenek. Dia menyadari bahwa jajanan ini telah punah di pasaran. Pedagang kaki lima jaman sekarang lebih memilih berjualan cilok, batagor, dan jajanan lainnya.

Arum manis atau rambut nenek yang hampir punah ini, membuat Ryan semakin penasaran untuk bisa membangkitkan kembali. Ryan memutuskan untuk menggeluti bisnis makanan jadul ini. Namun dia membutuhkan penelitian lebih lanjut, dan menemukan jalannya dengan temannya yang satu lagi.

Dia bertemu seorang teman di suatu acara pernikahan. Mereka kemudian berbincang serius tentang arumanis. Teman sekolahnya dulu itu mengeluhkan ingin makan arumanis lagi, tetapi dia kesulitan untuk menemukan itu.

Akhirnya dia mantap, untuk mengembangkan bisnis jajanan jadul arumanis atau rambut nenek. Dia melakukan riset terlebih dahulu. Akhirnya pada 11 Januari 2017, pengusaha muda ini meluncurkan bisnis rambut nenek yang bernama Snazzy Boom, yang tidak mudah langsung sukses begitu saja.

Visi perusahaan kecilanya tidak lah semudah dibayangkan. Ia ingin menaikan pamor arumanis seperti dulu. Misinya bagaimana mengemasnya agar tidak punah dimakan jaman. Pengusaha muda ini betul merasakan tidak semudah dibayangkan, 2- 3 bulan pertama merupakan bulan terberatnya berbisnis ini.

"Segala strategi dan riset yang saya lakukan mengalami kegagalan," ia berujar.

Ia bercerita bagaimana cuma laku 5- 10 pcs saja. Bahkan bisa sampai tidak laku sama sekali alias dia merugi. "...bahkan lebih sering tidak laku sama sekali," kenangnya. Aneka startegi marketing Ryan pernah mencoba, dari menjual langsung di jalanan, ke dalam mall- mall, dan masuk pasar tradisional.

Pengusaha Siap Bangkrut


Ryan pernah diusir dan diamankan petugas satpam, bahkan dituding jualan narkoba. Dia kemudian memutuskan rehat sejenak selam 2 minggu. Beruntung dia tidak sendirian, bersama beberapa orang yang satu tim, mereka belajar lagi, mengevaluasi semua aspek, dan berpikir caranya gimana.

Mereka melakukan kembali rebranding, packing, menarget baru, positioning, dan lain- lain. Jujur dia sempat ketakutan karena dituding jualan permen narkoba. Tetapi semuanya diperbaiki, Ryan lalu bangkit kemudian menjual kembali, hasilnya 1000 pcs dan merekrut 300 reseller untuk 1 minggu.

Kamu bayangin dulu dia jualan 10 pcs saja setengah mati. Sekarang Ryan mampu menjual lebih dari seribu perbulan. Namun masalah belum selesai ya, karena rekan bisnisnya memilih keluar, dan sangat berefek kepada bisnis Snazzy Boom.

Dia jatuh kembali ke titik dasar. Dari semua karyawan hanya menyisakan satu orang bertahan. Sosok karyawannya ini sangat setia, berdedikasi, dan menyamangati Ryan. Ia pun berjanji akan menaikan derajat karyawannya ini. Dia sangat menghargai karyawan tersebut meskipun cuma lulusan SMP.

Ryan mampu mendorong bisnis kembali bangkit, dan menepati janjinya kepada sang karyawan. Ia bisa menggaji karyawannya itu hingga membeli rumah. Bertahap bisnis Snazzy Boom bangkit hingga mempunyai karyawan banyak, tetapi dia kemudian ditipu oleh karyawan adminnya.

Dia ditipu sejak November 2017, dan baru menyadari penipuan tersebut pada Agustus 2018. Ini yang membuatnya mengibarkan bendera putih alias bangkrut lagi. Hati kecilnya masih belum menyerah untuk mencoba. Dia berpikir pasti ada jalan, dan singkat cerita Ryan merombak semua sistem kerja.

Snazzy Boom memulai dari awal belajar dari kesalahan. Ryan merombak dari sistem produksi, tim penjualan, dan semua kini lebih tertata. Perombakan tersebut menghentak kesuksesannya menjadi 3 kali lipat. Snazzy Boom mampu merekrut 3000 reseller, 30 distributor, dan tersebar seindonesia.

Ryan mampu membuktikan bahwa bisnis seperti tak kalah. Dia mampu menghasilkan omzet Rp.250 juta. Mitranya bahkan mampu menjual 3 ribuan pcs sendirian. Setiap mitra Snazzy Boom mendapat untung Rp.5 ribu per- pcs, yang menjual aneka rasa mulai dari cokelat, melon, durian, nanas, dll.

Dia pun diganjar aneka penghargaan mulai dari daerah sampai nasional. Ryan juga memenangkan dana Wismillah Success Challenge 2018. "Perjuangan itu seperti arumanis, jika tekun menjalaninya akan terasa manis pada akhirnya," tutup pemikik Snazzy Boom, Wirausaha makanan jadul ini.

Game Viral Flappy Bird Pengusaha Dong Nguyen

Profil Pengusaha Dong Nguyen


game viral flappy bird

Kisah game ini sangat unik karena tingkat keviralan mendunia. Game viral Flappy Bird, inilah kisah pengusaha Dong Nguyen, yang "menyesal" telah membuat game ini. Walaupun secara tampilan yang sangat meniru game populer Mario Bros, serta aspek- aspek lain yang dianggap tidak orisinal; tetap menuai sukses.

Pasalnya game ini sangat mudah dimainkan, tetapi susah untuk ditamatkan. Prinsip endless point nya membuat game Flappy Bird bisa sangat membosankan, tetapi menantang. Para pemain hanya akan melewati sela pipa, tanpa ada batasan garis finish, yang ada hanyalah skor yang tercantum, dan suara koin.

Bahkan tingkat kesulitan pun tak berkembang, tidak ada evolusi pada pipa atau cara main. Jika di Mario Bros ada trik kekuatan, variasi tempat, dan tambahan tantangan; Flappy Bird monoton. Namun anehnya pemain sangat adiktif untuk memainkannya.

Dong Nguyen seorang pria 29 tahun, asal Van Phuc dekat Hanoi, Vietnam. Dia sangat suka dengan permainan Super Mario Bros. Sejak kecil usia 16 tahun ia sudah mengenal dunia koding, dan pada usia 19 tahun, memenangkan kesempatan intern Punch Entertainment, satu dari beberapa perusahaan game.

Game Legendaris Viral Sepanjang Masa


Suatu ketika dia menggunakan iPhone, Dong menemukan bahwa game viral kala itu Angry Bird itu terlalu sulit. Dia membutuhkan game yang lebih sederhana seperti Pong. Perlu kamu tau bahwa game ini sangat populer, karena mudah berkonsep bola yang melompat- lompat, inilah cikal bakal Flappy Bird.

Game Flappy Bird merupakan perpaduan antara Mario dan Pong. Jika mereka berkonsep melompati halang rintang, maka Flappy Bird memastikan tetap melayang. Konsep Dong ialah membuat game yang selalu move on. Proses pembuatan Flappy Bird ini cuma membutuhkan dua sampai tiga tahun.

Karakter game viral Flappy Bird, Faby, awalnya didesain untuk satu game gagal di 2012. Rancangan Faby ditolak, lalu menjadi ikonik di game Flappy Bird, yang berkonsep seperti game pingpong. Ia mengatakan game ini awalnya sangat mudah, maka konsep akhirnya dia kembangkan jadi lebih sulit.

Konsep gamenya jadi kemudian dilempar ke masyarakat. Didownload secara gratis, Dong mengambil untung dari pengiklan di dalam Flappy Bird. Ia mengatakan bahwa game barat itu susah. Maka ia melalui perusahaanya, dotGears, meluncurkannya dengan konsep "sangat terinspirasi dari game retro keemasan".

"Semuanya jelas, sangat susah dan sangat menyenangkan untuk dimainkan," ia menjelaskan.

Game ini direncanakan pada 24 Mei 2013, dengan target iPhone 5 dan kemudian diupdate untuk iOS 7, pada Januari 2014 itu menjadi app tertinggi untuk Amerika dan China. Ketika dia memasukan ini ke app store untuk Inggris, namanya disebut sebagai "Angry Bird Baru", dan menjadi paling diunduh.

Pendapatan Dong mencapai $50.000 cuma dari iklan di dalam gamenya. Namun tiba- tiba, pada 8 Februari 2014, dia menyatakan menarik semua game tersebut dari App Store dan Google Play, yang mana alasanya karena dia sudah tak sanggup lagi!

"Saya minta maaf pengguna Flappy Bird, 22 jam sejak saat ini, saya akan menarik game ini. Saya tak sanggup lagi," twitnya.

Taukah anda bahwa Flappy Bird menyebabkan kecanduan global. Pemainnya merasa selalu ingin bermain untuk mencapai nilai tertinggi. Padahal kalau kamu memainkan ini maka harus mengulang nilai dari awal. Walaupun begitu pemain tetap melanjutkan karena game ini mudah, harusnya mereka bisa.

Dalam sebuah artikel berita Vietnam dijelaskan game ini sangat mirip. Dong dikatakan menjiplak dari Kek, seorang developer game Pou Pou -yang juga viral global. Disisi lain game ini dianggap meniru grafik dari Mario Bros, yang mana dari pihak Nintendo sendiri menanggapinya santai dan tak menuntut.

Keuletan Pengusaha Muda Mandiri Sop Buah

Profil Pengusaha Gendra Krama


pengusaha muda sop buah
 
Apapun usaha kamu nanti pastikan memiliki pandangan jauh ke depan. Inilah keuletan pengusaha muda mandiri bernama Gendra. Dia mungkin hanya berjualan sop buah, namun inovasinya tak mau berhenti di sekedar sop buah biasa. Jatuh bangun berwirausaha sudah menjadi makanan Gendra di masa lalu.

Pemuda 28 tahun bernama lengkap Gendra Krama Putra Santosa, bukanlah pemuda gengsian yang tak mau turun ke jalan. Dia memiliki passion di bidang entrepreneurship, uniknya kegagalan sudah menjadi "hobinya", sampai Gendra menemuka bisnis real yakni sop buah.

Mahasiswa lulusan IPB tahun 2005, awalnya membuka usaha soto betawai, namun kegagalan yang dia dapatkan. Usahanya tak sesuai dengan apa yang diharapkan oleh Gendra. Akhirnya pengusaha muda ini menyerah dan berhenti berjualan, tapi jangan salah sangka, dia belum menyerah untuk buka usaha lagi.

Hobi Berwirausaha Apapun


Hobi membutuhkan pemikiran kreatif dan perencanaan matang. Selain hobinya entrepreneurship, ia juga memilik hobi lain yakni makan buah durian. Kemudian dia berpikir caranya mengolah durian jadi kuliner unik. Berkat keuletan mencari produk, ia menemukan konsep sop buah dimodifikasi.

Dia mau merubah durian menjadi sop buah. Kala itu di Depok, belum banyak orang yang berjualan sop durian. Bermodalkan Rp.20 juta dimulailah perjalannya berjualan sop durian. Bermodal uang itu dibelinya pendingin, mesin kasir, meja dan kursi, peralatan masak, peralatan makan dan membeli durian.

"Sejak awal saya hanya coba- coba saja, belum punya resep khusus dan penyajiannya hanya juga hanya durian ditambah es," ia menceritakan.

Lambat laun menunya berkembang baik diberi ketan hitam, hingga membuat variasi topping dan juga camilan tambahan. Enam bulan pertama dia mengenang usahanya sepi tidak ada pembeli. Olahan ini terdengar aneh ditelinga masyarakat, namanya durian kok dibuat menjadi sop alhasil jualannya sepi.

Ditambah lagi Gendra hanya membuka satu stan kecil, kalau dari jauh orang tak menyangka kalau dia tengah jualan. Melalui mulut ke mulut jualannya direspon, hingga menjadi viral di masyarakat sekitar. Mereka datang karena penasaran kata orang- orang kalau ini enak.

Perlahan tapi pasti stannya menjadi ramai oleh pembali. Mereka merasa cocok dengan cita rasa sop duriannya. Kemudian Gendra memviralkan bisnisnya ke teman- teman, akhirnya bisnis ini semakin membesar.

Tidak sekedar durian biasa melainkan durian enak asal Sumatra. Untuk memenuhi stok bahan baku, ia biasa membeli 850- 1000 buah, yang dikirim setiap seminggu sekali. Durian berasal Palembang, Sumatra Utara, atau ketika stok kosong Gendra membeli dari Sidikalang, Medan, Sumatra Utara.

Bisnis Besar dari Kecil


Stok buah durian diambil 80% dari Palembang, alasannya karena manis buahnya pas. Dia merasa ini paling cocok. Dibanding durian medan yang dianggapnya terlalu manis, kalau dirasakan terasa ada rasa pahit dilidah dan wanginya menyengat hidung.

Ia menjelaskan bukan sembarang durian menjadi sop. Kalau salah pilih maka rasanya akan berbeda ketika disop. Karena pembeli produknya bukan orang- orang sembarangan, mereka pecinta durian yang bisa membedakan rasa. Untuk itulah dia membuat pengumuman kalau duriannya bukan seperti biasanya.

Maka pembeli tidak akan kecewa dan maklum apabila rasanya beda. Soal mereka jadi membeli atau tidak adalah pilihan. Namanya usaha berbahan alami, kita tak bisa menentukan kualitas bahan atau kuantitasnya. Gendra cuma bisa memilih yang terbaik, memastikan buah cocok dengan racikan sop buahnya.

Saban hari Gendra mampu menjual sampai 30 kilogram, atau setara 200 sampai 300 mangkuk ketika akhir pekan. Bicara omzet blak- blakan, Gendra mengakui mampu meraup omzet sampai 80 juta di akhir pekan, mereka yang membeli kebanyakan warga Depok, Bogor, dan bahkan Jakarta.

Pengusaha muda mandiri ini terus berinovasi aneka menu baru. Stan itupun menjelma menjadi kedai dengan aneka pilihan menu. Ada 20 varian menu unik dari sop durian original, roti, kelapa, kacang hijau, brownies, dan strawberri, harganya dari Rp.8000- 12.000 per- porsi.

Soal promosi salain dari mulut ke mulut, untuk membesarkan usahanya lagi dia menggunakan sarana sosmed. Mereka yang membeli mengakut puas akan cita rasa sop durian. Justru pembeli sendirilah yang menuliskan kesan dan pesan di komentar Facebook, IG, dan Twitter.

Jika ditanya apakah dia mau membuka franchise atau waralaba. Gendra tak mau tergesa- gesa karena semua butuh pemikiran matang. Dia mengatakan dibutuhkan perencanaan sebelum membuka sistem itu. Gendra sendiri lebih memilih fokus pada kedainya, satu tempat yang sedang dia kembangkan.

Ia sendiri menambahkan durian itu musiman. Tak bisa menjamin bahwa stok bahan bakunya akan terus ada, sementar itu Gendra sendiri tak mau menurunkan kualitas sop duriannya. Bila tidak pada musim durian dia pun buka terlambat, yakni pukul 10 pagi sampai 10 malam, dan bisa sampai 24 jam.

Kalau stok durian sangat melimpah dia rela membuka sampai seharian. Tetapi begitu pula jika dia tak mendapatkan stok, maka bisa tutup sampai beberapa hari. Bisnisnya memang tergantung kepada stok buah. Tetapi dari segi dihasilkan lumayan besar, karena memang sangat laris manis diborong orang.

Bayangkan suatu waktu kamu bisa melihat antrian yang mengular, sampai tumpah ruah ke jalan raya depan kedai. Ini bahkan ditegur oleh polisi karena tak cukupnya ruang parkir mobil. Dia dianggap sering menyebabkan kemacetan. Kini, Gendra mempekerjakan 13 orang karyawan, dan mereka kerja shift.

Entri yang Diunggulkan

Biografi Jack Ma Orang Terkaya China Alibaba