Wirausaha Kerajinan Batok Kelapa Bali

Profil Pengusaha Nyoman Sujana


pengusaha nyoman sujana

Sudah menjadi cerita bahwa Bali salah satu kota kreatif. Dari wirausaha kerajinan batok kelapa, pria asal Bali ini mereguk untung ratusan juta. Banyak orang yang menganggap ini tidak berguna. Tapi ditangan pria bernama Nyoman Sujana, batok kelapa dirubahnya menjadi aneka produk unggulan.

Kreatifitas tanpa batasan bermodalkan limbah sampah. Bahan utamanya batok kelapa, dilengkapi dengan tali pandan dan pelepah pisang, lihat betapa ramah lingkungannya. Selain bahan daur ulang usahanya juga bernilai seni tinggi.

Layaknya karya seniman Bali, usaha Nyoman Sujana ini menggaet wisatawan dalam dan luar negeri. Dari dirinya usaha semacam ini tumbuh berkembang pesat di pasaran. Banyak seniman lain yang mengikuti langkahnya, untuk dijual di pasar lokal, diekspor sampai keluar negeri, yang berbahan dari limbah ini.

Aneka produk bisa dibuat dari bahan batok kelapa, antara lain jepitan, bingkai foto, perabotan rumah tangga seperti sendok dan mangkok. Perkembangannya maliputi gelas minuman, penutup kap lampu, hiasan dinding dan lain- lain.

Nyoman Sujana bahkan mampu mengembangkan lebih banyak. Misalnya ada tas batok kelapa, bahan korden, peci, manik- manik yang menarik wisatawan di Bali. Wirausaha kerajinan batok kelapa sudah tak lagi dalam keterbatasan. Usaha semacam ini mencatat perolehan devisa $129 juta dari Amerika Serikat.

Bosan Jadi Pegawai Pengusaha Muda Kemasan

Profil Pengusaha Mohamad Firsan


 
Apa solusi bosan jadi pegawai anak muda bernama Mohamad Firsan. Ialah menjadi pengusaha muda kemasan aneka makanan. Sukses ini sepatutnya mendapatkan apresiasi dari kita. Bosan jadi pegawai solusinya ialah berwirausaha sejak muda sejak 2006 silam.

Prospeknya adalah 98 persen usaha Indonesia berbentuk UMKM. Kondisi ini memiliki peluang untuk mencoba bisnis kemasan. Modal usaha Rp.5 juta, digunakan untuk mengurus ijin perusahaan, yang kemudian ia mencari mitra bisnis.

"Modal uang yang besar bukan yang terpenting, tapi yang penting cari mitra," jelasnya.

Meggiatkan kimtraan bisnis inilah kunci sukses. Bisnis yang lalu diberinya nama Rumah Kemasan Bandung. Didirikan tahun 2012 silam, dibawah nama CV. Rumah Kemasan, yang beralamat di Jalan Cimanuk No. 5A Lt 2 Bandung, Jawa Barat.

Semenjak awal ia selalu mengingatkan untung tidak besar. Tidak berharap untung terlalu besar dari pengusaha muda kemasan ini. Ia tidak mematok tarif tinggi untuk kemasan yang dibuat. Firsan juga menerapkan konsep transparasi dalam biaya produksi.

Jadi Pengusaha Modal Bukan Segalanya


Sisi luar bisnisnya ialah membangun layanan konsumen terbaik. Aneka rekomendasi dan konsultasi andalan usaha jasanya ini. Dia menyediakan layanan konsumen untuk setiap mitranya. Ia menentukan kemasan yang baik untuk direkomendasikan.

Mulai dari kesepakatan akan bahan kemasan, harga yang cocok, dan ketersediaan bahan baku. Untuk mendukung berbagai jenis produk yang beragam. Rumah Kemasan memberikan standar baku untuk bahan kemasan. Mereka menyediakan bahan kemasannya antara lain kertas, flute, dan corrugated.

Rumah Kemasan juga mengembangkan kemasannya sendiri. Yakni kemasan gabungan antara plastik dan metalize. Firsan tidak mau setengah- setengah mengembangkan bisnis. Ia menyebut ini sebagai kemasan ekslusif untuk order minimalis.

Produk RKB selain kemasan, merambah foto produk, branding, dan jenis kemasan. Strategi bisnis kemasan ini meliputi marketing mulut ke mulut. Pengusha muda kemasan ini juga menggunakan cara tradisional seperti brosur dan kartu nama. Mereka juga mengikuti aneka pameran dan iklan sponsor sendiri.

Ia tidak menampik digital marketing begitu membantu. Promosi melalui sosial media memberikan lonjakan besar. Firsan memanfaatkan aneka testimoni dan memajang design kemasan. Di luar mereka juga melekukan promosi melalui pelatihan dan seminar kemasan.

Beragam konsultasi memberikan ide menarik mengenai kemasan. Mitranya mendapatkan aneka ide seperti kemasan multi- fungsi. Bayangkan kemasan bisa digunakan sebagai pembatas buku ataupun stiker. Contoh lainnya, sebuah produk anak- anak, yang kemasannya bisa dijadikan mainan boneka.

"Bonekannya (kemasan produk) bisa berdiri dan dimainkan," jelasnya.

Ia menjelaskan produknya bisa digunakan kembali. Jadi ketika sudah selesai tidak dibuang melainkan bisa beralih fungsi. Firsan memberikan konsultas gratis bagi pihak UMKM. Mitranya juga datang dari berbagai tempat dari Aceh sampai Ambon.

Pengusaha Muda Kemasan Inovatif


Kamu bisa berkonsultasi gratis hingga terjadi persetujuan. Jika sudah menemui kesepakatan, pihak mitra bisa membayar untuk biaya kemasannya. Perbulan rata- rata Rumah Kemasan memproduksi kemasan untuk 20 UMKM. Karena belum memiliki cabang, usahanya masih memanfaatkan paket pengiriman.

"Supaya pelanggan loyal, jaga kualitas dan delivery on time, itu kuncinya," ia menjelaskan.

Dari situ berapakan yang dihasilkan pemuda ini. Bosan menjadi pegawai, perusahaan miliknya bisa menghasilkan omzet Rp.30 juta. Untuk mendatang, ia ingin menambah pembiayaan untuk kapasitan produksi. RKB dikembangkan menjadi satu tempat untuk layanan kemasan terpercaya dan terbaik.

Dia mengakui tidak mudah menjalankan usaha ini. Bisnis bukanlah tanpa kendala seperti mitra yang puas. Mereka kecewa jika kualitas produknya tidak sesuai design selepas cetak. Pernah sekali dia gagal desain namun terlanjut cetak. Dia pernah merugi sampai 70- 90 persen kerana salah ukuran cetak.

Untuk itulah dia menjadi lebih berhati- hati dalam bekerja. Ia menerapkan kontrol kualitas sampai menyiapkan dana cadangan. Tantangan terbesar tidak lagi mengenai prosesing kemasan. Melainkan cara menghasilkan produk berkualitas dan design yang menarik.

Walaupun telah menghasilkan banyak karya kreatif dari kemasan. Rasa bosan terkadang mendatangi Firzan. Sebagai pengusaha muda hendaklah kamu menangani rasa bosan. Kreativitas mestinya tidak terbatas. Untuk itulah designer RKB membutuhkan ekspolorasi ide, baik dari internet ataupun forum.

Tukang Kebun Menjadi Pengusaha Tas Terkenal Jepang

Profil Pengusaha Sunny Kemengmau


pengusaha pembuat tas robita

Siapakah Sunny Kemengmau sangat menginspirasi kita semua. Tukang kebun menjadi pengusaha tas terkenal Jepang. Hanyalah seorang anak miskin yang punya tujuan. Dari kisah seorang anak yang lari dari rumahnya. Dia bahkan tidak menamatkan pendidikannya hanya sebatas SMA saja.

Pengusaha asal Nusa Tenggara Timur mengakui rumus suksesnya. Ialah dia sangat berani mengambil resiko dan pekerja keras. Kisahnya berawal dari Kupang, NTT, pada 1994 lalu. Usianya yang masih 18 tahun membawanya ke Kuta, Bali. Pelarian itu membawanya menjadi tukang kebun sebuah hotel di sana.

Setahun menjadi tukang kebun naik menjadi satpam. Empat tahun sudah dia bekerja profesi tersebut. Bertahap kesempatan akhirnya mampu menunjukan jalannya. Bukan seperti durian runtuh, Sunny tidak serta merta meraih sukses.

Selama bekerja di Un's Hotel dirinya sangat humble. Sifat ramahnya membuat mudah dekat dengan pengunjung. Dia juga menyukai belajar sesuatu hal yang baru. Alhasil Sunny mampu berbicara dalam bahasa Inggris dan Jepang. Tujuannya untuk memudahkan dia bergaul dengan tamu yang datang.

Membuat Tas Go Internasional


Agar bisa berkomunikasi dengan tamu- tamu yang datang. Ia bahkan menyisakan gajinya Rp.50 ribu untuk kamus Bahasa Inggris. Baginya justru tamu dan keluarga pemilik hotel lah gurunya. Mereka yang memperlancar urusannya berbahasa Inggris. Sifatnya yang ramah dan baik yang menjadi semua orang tertarik.

Termasuk keluarga pemilik Hotel Un's itu, yang bahkan membuatnya tanpa jarak dari mereka. Rekannya, Marlon, adalah anak pemilik hotel yang tempatnya bekerja. Walaupun dia adalah anak seorang pengusaha kaya. Ia lebih memilih menjadi peselancar profesional di Bali. Melalui aneka kemampuanya yang otodidak berbahasa Jepang.

Dia juga akrab dengan tamu bernama Nobuyuki Kakizaki pada 1995 silam. Lima tahun berteman tanpa pamrih keduanya saling menolong. Hingga pengusaha konveksi asal Jepang ini meminta tolong. Sunny dimintai tolong untuk menjadi suplier tas kulit ke Jepang. Inilah awal mula Robita, mereka tas yang terkenal dikalangan sosialita Jepang.

Nobuyuki, pemilik Real Point. Inc, yang tengah membidik segemen bisnis lain di Jepang. Inilah satu kesempatan buat Sunny untuk menjajal. Ia bahkan memilih keluar dari perusahaan untuk fokus. Tapi sialnya menjadi pengusaha tidaklah mudah. Tidak seperti dibayangkan, Sunny berkali- kali gagal membuat produk.

Pesanan bahkan nol besar tidak laku dipasaran. Alhasil dia hampir kehilangan penjahit andalan, yang satu- satunya dimilikinya. Tidak mudah memang menghadapi kegagalan sepanjang jalan. Tidak laku dijual, apakah strategi Sunny hingga menjadi salah satu brand kelas atas Jepang. Jujur dia sama sekali tidak memiliki pengalaman hingga butuh waktu yang lama.

Produk mereka dinilai kurang berkualitas bahkan gagal. Respon dari pihak Jepang negatif dalam hal kualitas. Untuk menangani inilah dia mengajak seorang penjahit handal. Sayangnya, kembali lagi dia lah yang menjadi sosok utama dan desainer, maka sang penjahit pun merasa bosan dan hendak keluar saja.

"Tapi saya bujuk dia, saya bari rokok dan ajak makan," selorohnya.

Inilah kelebihan yang dimiliki oleh Sunny Kamengmau. Pengalaman membuat tas memang tidak ia miliki. Tetapi kemampuan untuk mengajak dan memimpin sangatlah kuat. Tekadnya bulat sampai ia berhasil tanpa menyerah. Semakin lama kualitas tasnya semakin bagus untuk dipasarkan.

Ia memuji kesabaran rekan kerjanya dari Jepang itu. Tas yang dihasilkan semakin memuaskan bagi Nobuyaki. Keberhasilan memang tidak bisa sekejab mata suksesnya. Hingga di tahun 2003, Sunny bisa merekrut 15 orang karyawan tambahan, produknya sampai 100- 200 tas per- bulan.

Orang Jepang Suka Handmade


"Orang Jepang itu sangat menyukai handmade," tuturnya

Tidak mudah menghasilkan produk yang berkualitas. Butuh waktu sampai Sunny mampu membuat tas. Bahkan sampai membuat penjahitnya bosan dan mau keluar. Tetapi, akhirnya situasi membaik, mereka berhasil membuat produk tas berkualitas.

Pesanan bertahap semakin banyak meski awalnya sedikit. Ingat keberhasilan tidak datangnya serta- merta. Bahkan mereka mampu memiliki 100 orang karyawan. Bahkan sejak 2006, mereka mampu memproduksi 5000 tas yang modelnya 20- 30 jenis. Tas yang bernama Robita itu memang tidak biasa.

Rentang tahun 2000 sampai sekarang sudah bisa menjual 700 ribu. Harga tas rentangnya Rp.2 juta sampai Rp.4 juta. Dalam websitenya terdapat dua jenis model yakni Robita dan Robita Warna. Dari bisnis ini ia mampu memboyong keluarganya dari Nusa Tenggara Timur, dibuatkan rumah di Bali.

"Saya akan merasa hidup saya ini sia- sia kalau tidak bisa berbuat sesuatu untuk orang banyak," ia menjelaskan.

Bahkan saking larisnya ia membuka empat pabrik tas. Tiga pabrik tas di Bali dan satu pabriknya di Yogyakarta. Alasannya memilih Yogya karena penghasil kulit sapi dan kambing. Menjadi pengusaha muda Sunny termasuk ambisius dan visioner. Keinginan besarnya ialah setelah dari Jepang sampai ke Indonesia.

Ia sudah mendirikan satu butik Robita di Seminyak, Bali. Rencanannya untuk membuka dua butik di Nusa Dua dan Ubud. Berbeda dengan Jepang, nama Robita terdengar asing dibanding di Jepang. Nah untuk menguasai pasar Indonesia bagaimana cara Sunny. Ia pun mendapatkan ijin dari rekannya dari Jepang itu.

Pihak Nobuyaki sendiri setuju Sunnya menggunakan merek yang sama. Mengingat berkat Sunny lah perusahaanya mampu berdiri tegak. Bayangkan keuntungan mereka telah mencapai $10 juta, dimana di waktu perusahaanya ditawar $10 juta karena hampir bangkrut.

Jika di Jepang harga jualnya minimal Rp.2 jutaan. Maka di Indonesia rencananya akan dijual kisaran Rp.1,5 jutaan. Kualitas pun dijaga olehnya sangat ketat walupun murah. Mesinya diimpor dari luar negeri, dan benangnya diimpor dari Jerman. Selama 14 tahun Sunny telah dipercaya pemasok dari luar negeri itu.

Sunny telah menemukan passinya sebagai pengusaha muda. Dari tukang kebun menjadi pengusaha tas terkenal Jepang. Ia tertantang untuk selalu memperbaiki citra produknya. Dari aneka jenis yang terus dikeluarkan setiap tahunnya.

Hingga sekarang Sunnya masih menjadi pribadi yang humble. Ketika berkunjung ke Un's Hotel, ia akan bertemu teman- teman kerjanya. Bertemu sapa dengan atasan dan keluarganya yang berjasa. Ia masih menemukan tempat tidurnya dulu masih utuh. Bahkan stiker- stiker di kamarnya masih ada terpasang di sana.

Memulai Usaha Sayuran Crispy Mantan Bankir Sukses

Profil Pengusaha Irvan Wijaya


jual keripik sayuran crispy

Ide bisnis datang kapan saja dimana saja. Inilah yang membuatnya memuilai usaha sayuran crispy. Mantan bankir sukses melebihi ekspetasinya sebagai karyawan. Menjadi pengusaha tentu bukanlah pilihan Irvan Wijaya. Dia lebih cocok menjadi seorang bankir dengan setelan dan jas necis.

Menjadi pengusaha tidak pernah terpikirkan olehnya. Apalagi memulai usaha sayuran crispy. Tentu mantan bankir ini tidak akan berpikir seksuses ini. Awalnya dia bercerita bermula dari kesehariaanya sebagai pegawai. Bekerja sebagai commercial banker di sebuah bank di Jakarta, dia sangat suka namanya sayuran.

Tidak seperti temannya yang memilih daging ketimbang sayuran. Irvan memilih satu porsi sayuran khusus. Padahal dia waktu itu tengan menyantap makanan bakmi. Yang biasanya orang lebih suka yang banyak diginya. Alhasil pria berkacamata ini ditertawakan teman- temannya yang melihat.

"Saya ingat saya makan bersama teman saya, saya memasan bakmi dan satu porsi sayur untuk saya santap," kenangnya, yang disusul candaan teman- temannya, "sebegitunya, ya harus makan sayur?" kenangnya kembali kepada pewarta Tabloid Bintang.

Memulai Usaha Sayuran Crispy Menguntungkan

Ide bisnis sederhana agar bisa makan sayur enak. Tujuannya mengajak orang lain untuk sama- sama menikmati. Ia ingin membangun citra makan sayura itu praktis. Pentingnya sayuran terkadang orang tolak karena ribet. Apalagi kalau potongannya besar- besar jadi malas makannya.

Orang- orang ingin sesuatu yang mudah dimakan. Akhirnya Irvan mencari tau cara agar bisa makan sayur praktis. Awal tahun 2015 dimulailah usaha Irvan berbisnis keripik sayur. Untuk modal pertama ia membeli vacuum frayer. Teknik yang dikembangkannya menggunakan suhu rendah dibawah 100 derajat.

Bulan Mei 2015 dimulailah penelitian cara membuat keripik. Ia menjadikan garasi rumahnya menjadi pusat produksi. Penggunaan suhu kurang dari 100 derajat, dimaksudkan agar mengurangi kerusakan dan berubahnya kandungan mineral.

Memang kandungannya berkurang dibanding sayuran aslinya. Tetapi Irvan berusaha sekuat mungkin untuk mencegah. Tidak berjalan mulus juga karena butuh waktu hingga yakin. Serangkaian uji coba dilakukannya agar berhasil. Ia juga memilih- milih sayuran apa yang cocok dikeringkan di vacuum.

Irvan juga harus memastikan rasanya tidak berubah. Uji cobanya bermodal Rp.50 juta tetapi belum termasuk biaya percobaan. Produk pertama diluncurkan pada September 2015, yang awalnya dia cuma berjualan brokoli dan kentang.

Bahkan untuk brokoli saja, dibutuhkan waktu setahun, yang menghabiskan sampai satu ton brokoli. Tujuannya agar tidak sekedar berjualan melainkan pengusaha. Biaya dikeluarkan hanya untuk brokoli saja sudah sampai Rp.30 jutaan. Belum juga untuk bahan baku lain, dan dia kini punya 7 varian Crispy Salad.

Mantan Bankir Sukses Tidak Takut Gagal

Mantan Bankir ini sukses tidak takut gagal bisnis. Menjadi pengusaha membutuhkan bukan sekedar berjualan. Seperti penelitian yang dilakukannya selama ini menguras tenaga. Selain menguras isi kantung Crispy Salad tetap meluncur.

Bahkan ketika dia sudah berhasil menghasilkan produk olahan. Gonta- ganti kemasan juga menjadi bayangan pengusaha ini. Tujuannya untuk menjaga daya tahan sayuran, apalagi produknya tidak lah dibuat benar- benar kering 100%. Tidak pula menggunakan bahan pengawet apalagi MSG untuk perasa.

Kemasan harus dibuat sedemikian mungkin agar daya tahan naik. Awalnya dia pernah menggunakan kemasan kripik. Hasilnya Crispy Salad cuma mampu bertahan satu hari saja. Sekitar setahunan Irvan cari- cari kemasan plastik yang cocok.

Hasilnya dia mampu membuat produknya bertahan 3 bulanan. Walaupun tanpa MSG tetap rasanya gurih ketika dimakan. Alasannya dia menggunakan garam Himalaya dan cabai untuk perasa. Kenapa menggunakan garam Himalaya karena lebih kaya mineral.

Hasilnya Crispy Salad digandrungi masyarakat berkat inovasi. Dibantu lima karyawannya dia bisa berproduksi 150 kemasan perhari. Bahkan permintaan meningkat sampai melebihi produksinya. Dia pun memasok produknya ke pengecer dan distributor, juga marketplace seperti juga di Tokopedia dan Shopee.

Pemasarannya juga termasuk menggunakan sosial media. Jika kamu berminat silahkan kunjungi saja di @crispy_salad, untuk lebih jelasnya.

Biografi Kirk Kerkorian Pemilik Hotel MGM Las Vegas

Biografi Pengusaha Kirk Kerkorian


pemilik hotel mgm las vegas

Seperti apakah biografi Kirk Kerkorian, kelahir di Fresno, California, pada 6 Juni 1917. Sang pemilik Hotel MGM Las Vegas ini ikut kedua orang tuanya. Mereka berangkat menjadi imigran hingga ke Armenians. Lahir dari pasangan Ahron dan Lily Kerkorian, bekerja sedari kecil walau anak termuda.

Masalah ekonomi merupakan masalah kesehariannya. Biografi Kirk Kerkorian adalah pekerja keras terbukti memilih keluar ketimbang berhenti bekerja. Ia melakukannya bahkan ketika masih duduk di bangku SMP. Hidupnya adalah jalanan, hidup dengan berkelahi untuk bertahan hidup.

 "Jika anda adalah seorang pekerja berarti menyiapkan hidup lebih awal. Di kasusku, kala itu, saya masih sembilan tahun ketika harus bekerja dan harus membawa uang ke rumah setiap harinya," ia bercerita di sebuah sesi wawancara.
Sebuah wawancara langka, ia bercerita bagaimana hidupnya yang susah, menjadi atlit tinju, hingga akhirnya jadi pebisnis. Dia bekerja sejak umur sembilan tahun. Ayahnya, Ahron Kerkorian, seorang petani semangka dan juga kismis.

Mantan Petinju Menjadi Orang Terkaya


Siapa sangka dia adalah mantan petinju menjadi orang terkaya. Ayahnya Kirk cuma tau bagaimana membesarkan buah- buahnya bukan cara membesarkan bisnisnya. Alhasil, pada tahun 1921, Ahron harus rela melepaskan tanahnya di pegadaian. Krisis ekonomi membuat bank terpaksa mengambil tanah 1.000 acre nya.

Dia harus menanggung kesulitan ekonomi hingga menjadi seorang imigran merupakan solusi. Kirk kecil lantas membantu keluarga dengan berjualan buah semangka hingga loper koran. Ia bersama keluarga berpindah dari satu kota ke kota lain, hingga dari satu negara ke negara lain.

Biografi Kirk Kerkorian anak yang sering tidak masuk sekolah. Karenanya dia memilih untuk hidup di jalanan saja. Dia bahkan pernah ikut bagian dalam sebuah genk jalanan. Ia lantas menyelesaikan pendidikannya sampai SMP di umur 13 tahun, lalu keluar dari sekolah dan memilih menjadi petinju jalanan.

Kirk remaja aktif menghasilkan beberapa dollar. Umurnya yang 20 tahun, dia mengikuti serangkaian petandingan tinju di Pacific Amateur Welterweight Championship, dan menang sebanyak 33 kali dan kalah 4 kali; mendapat gelar "right rifle". Berbagai kesenangan dunia direguknya bermodal mental jalanan.

Suatu ketik ia tertarik di pesawat terbang. Dia tertarik ketika mengerjakan cat bersama temannya untuk sebuah pesawat satu awak. Hingga perang dunia pertama, Kirk ikut serta disana sebagai pilot, ia merasakan sendiri bagaimana mengendarai pesawat.

Hidupnya yang teratur mulai berbenah berkat hobi terbang. Satu hobi mahal yang menjadi profesi, dimana dia harus jadi ekstra keras; membiayainya sekolah penerbang resmi. Dia harus bekerja untuk membayar pelajaran menerbangkan pesawat serta sekolah menengah.

Ketika biaya terpenuhi dan kursus telah selesai, Kirk bisa mengikuti militer, rencanannya sih mau jadi pilot, tapi sayangnya ia tidak bisa memilih ikut perang dunia ke II. Dia malah disuruh bekerja di balik layar, tepatnya bekerja sebagai makanik pesawat Royal Air Force.

Kirk menyelesaikan beberapa pesawat yang diketahui memiliki beberapa kelamahan. Dari sini, justru membuatnya menjadi orang yang berpenghasilan; menghasilkan $.1000 tiap penyelesaian. Sungguh investasi luar biasa yang dilakukan mantan petinju menjadi orang terkaya

Memulai Bisnis Pesawat Terbang


Kembali ke Los Angles, Kirk yang pandai memperbaiki pasawat, dari hobinya malah jadi pekerjaan. Bukannya sebagai pilot militer malah jadi teknisi. Ia memilih mengerjakan beberapa pesawat kecil bermodal $5.000. Dia berharap bisa memberikan sedikit jasa penerbangan bukan peperangan lagi.

Bisnis tersebut mulia menyita perhatiannya kini. Bisnis pesawatnya tumbuh pesat, dia harus melayani penerbangan pribadi, Los Angles- Las Vegas. Ia juga aktif berjudi di kasino membuang uang dari serangkaian kekalahan hingga kemenangan sepuluh ribu dollar.

Dia menggunakan uangnya (hasil dari judi) guna mengembangkan bisnis sendiri. Ia membeli sebuah perusahaan penerbangan, Trans International Airlines (TIA), di 1947, sebuah perusahaan melayani pesawat sewaan dari Los Angles Air Service. Ini membuat hidupnya berubah menjadi orang yang kaya, lalu membuatnya menjadi pengusaha pertama pesawat carter.

Pernah menikah sebelumnya, dia menikah kedua kalinya, seorang penari Jean Maree Hardy di Las Vegas. Pasangan tersebut lantas memiliki sepasang anak, bernama Tracy dan Linda; keduanya menginspirasi nama Tracinda Corporation. Tahun 1962 -an, Kirk menjual TIA kepada the Automaker Studebaker sebesar satu juta dollar.

Dari uang tersebut, ia membangun bisnis di Las Vegas dengan membeli 80 acre tanah. Di tahun 1965, dia membeli kembali TIA dan menawarkan saham untuk dijual melalui broker. Dia kemudian menyewakan tanahnya yang kemudian jadi Caesar's Place dan mengoleksi $4 juta.

Sebelum akhirnya kemudian dia menjualnya untuk $5 juta lagi. Setelah saham TIA naik, dari $9,75 ke $32, ia pun menjual perusahaan tersebut lagi ke Transamerica Coporation, di tahun 1968, tetapi hasilnya bukan berupa uang.

Kirk Kerkorian memilih dibayar melalui saham kepemilikan terhadapa Transamerica sebesar $85 juta. Ia kembali berbisnis membuka bisnis lain yaitu International Hotel di 1969 dan menjadi pioner untuk Las Vegas menjadi wisata keluarga bukan erotis.

Hotelnya memiliki ruang anak seperti taman, dan danau Lake Mead. Di 1970, ia menjual Internation Airlines lagi, sekaligus Flamingo Hotel, yang kemudian menjadi awalnya balik modal. Dia masuk ke Hotel Hilton Chain, atau jaringan hotel milik keluarga Hilton.

Dia juga dikenal suka MGM Film Studio; dikenal "an epic Hollywood- Wall Street Romance". Ia meminjam $48 juta dari Europan Bank, dan menguasai saham besar di MGM  di 1969, memiliki saham sekitar $670 juta.  Dari MGM Studio, ia melahirkan bisnis MGM Hotel di Las Vegas yang terkenal.

 Dibawah tangan Kirk Kerkorian, MGM Studio tidak terlalu menghasilkan artistik, tapi ia memahami bisnis lambat laun. Dia membeli United Artist Studio senilai $380 juta, menyatukannya dengan aset MGM, lalu menjualnya ke Ted Turner senilai $780 juta.

Kejeniusan Kirk adalah kemampuannya menjual dan membeli. Selepas dari Ted Turner, Kirk lantas menjual perusahaanya kembali ke ahli finansial asal Italia, yakni Giancarlo Parretti senilai $1.3 miliar di 1990. Parretti terlibat sekandal menjual kembali bisnis ini, pembelinya tidak lain adalah Kirk Kerkorian, lalu dijual kembali senilai $2,4 miliar ke Sony pada tahun 2004.

"Jika anda seorang pengusaha mandiri, anda akan bekerja lebih awal di kehidupan. Di kasus saya itu adalah umur 9 tahun ketika saya memulai mencari uang sendiri untuk keluarga di rumah. Anda harus menyikapi ini dengan berbeda, jadi lebih kuat, dibanding mereka yang kaya warisan," sebuah kata bijak Kirk Kerkorian.

Entri yang Diunggulkan

Biografi Jack Ma Orang Terkaya China Alibaba