Rahasia Waze Google Kisah Pengusaha Asal Israel

Profil Pengusaha Uri Levine


kisah pengusaha asal israel
 
Bayangkan kita hidup dalam situasi tanpa macet. Inilah rahasia Waze Google yang memiliki tujuan itu. Tepatnya di tahun 2012 silam, sayangnya sekarang, sang penemu justru mendapati kemacetan lebih parah. Pria bernama Uri Levine, pengusaha asal Isreal, yang diakuinya di artikel 2018 silam.

Dia pernah mendengar temannya selalu mengeluh. Tidak suka akan mobil pribadinya lah. Tidak suka kemacetan yang terus- terusan lah. 

"Mereka benci mengemudi (itu membuang waktu), dan saya membenci sesuatu yang sia- sia," ucap dia dalam tulisnya di Forbes.

Kalau kamu mau membayangkan pola pikirnya. Datanglah ke kota dan mulailah berpikir mengenai itu semua. Mulai dari gedung, jalanan, dan kendaraan yang di dalamnya. Pikirkanlah yang mana duluan akan dibangun. Faktanya pertama ialah gedung, selanjutnya kita membangun jalan, barulah ada kendaraan.

Sialnya kita memikirkan kendaraan yang terakhir. Padahal kita harusnya berpikir bagaimana kah kendaraan akan berada. Bayangkan begitu banyak kendaraan memakan tempat. Sedangkan laju dari pertumbuhan jalan tidak cukup.

Rahasia Waze Google Pengusaha Isreal

Tau kah kamu bahwa Waze merupakan proyek spesial. Bermula dari keinginan mengumpulkan data peta. Pemerintah Isreal membuat proyek memetakan Palestina, dan bernama Free Map Isreal yang sifatnya terbuka, dalam hal ini bermakdus komunitas orang akan membantu membangun ini.

Pria itu bernama Ehud Shabtai, programer yang mangajak banyak orang untuk mengcrowd sourcing datang petanya. Menggunakan data dari pemerintah yang berbahasa Hebrew, yang mana agar jadi proyek gratis, terupdate terus dan tidak komersial.

Tahun 2008, Ehud memutuskan mengkomersialkan ini, dengan mengambil nama Waze. Aplikasi yang kemudian menjelma menjadi perusahaan Waze Mobile Ltd di tahun 2009. Pada tahun 2011 penggunanya merambah ke Asia, dengan dukungan 40 macam bahasa, mereka mulai menjual aneka iklan.

Rahasia Waze Google mendapatkan uang ialah: Membuat iklan berbasis lokasi pada peta mereka. Ambil contoh toko A bertempat di Jalan B, maka dengan membayar iklan, usaha toko A akan bisa terlihat di Jalan B pada Waze.

Menyuguhkan konsep animasi yang lebih kece. Membuat Waze nampak lebih eye catching dari mata pengguna. Cara lain digunakan untuk mengkomersialkan ialah kerja sama. Waze akan bekerja sama dengan acara berita. Pihak televisi akan mendapatkan hak menggunakan aplikasi untuk keperluan broadcasting.

Pada 2013, proyek terbesar mencoba memetakan pristiwa, tidak hanya mengenai jalan, kemacetan, ataupun lokasi. Di sini termasuk menyangkut pristiwa atau kegiatan tertentu di jalan. Contoh paling nyata ketika ada Tour de France, yang mana sukses menjadi bukti proyek sukses.

Akuisisi Google Kepada Waze


Google membeli Waze dengan nilai $966 juta pada 2013 silam. Perusahaan Waze sendiri memiliki 300 orang karyawan, dan mendapatkan untung $1,2 juta. Pembelian Google atas Waze ini malah membuat Komisi Perdagangan Federal Amerika, menyebut kepemilikan Waze dan Google Map adalah monopoli.

Walaupun dengan kasus yang mengikuti Waze. Dapat dipastikan mereka sukses membuat platform sosial media berbasis peta. Bayangkan sebagai pengguna kita bisa menginformasikan macet, satu pristiwa kecelakaan, dimana polisi terdekat, dan ini semua berkat editor peta yang lengkap.

Ada sekitar 300 negara melakukan kerja sama inisiatif dengan Waze. Tujuannya untuk mengawasi keamanan jalanan. Ambil contoh mendeteksi kecelakaan sejak dini di jalan. Sayangnya, kominitas jalan menyakini banyak ikon pada peta Waze membahayakan.

Prostes lain datang dari pihak Kepolisian Amerika, pasalnya, fitur jejak polisi di jalanan membantu kriminalitas. Ini diperkuat dari kasus penembakan yang dilakukan oleh Ismaaiyl Brinsley. pembunuhan atas dua petugas NYPD, yang mana ditemukan screenshot menunjukan dua ikon polisi.

Apakah yang dilakukan pendiri Waze selepas akuisisi Google. Nilai yang mencapai hampir $1 triliun, bagaimana kehidupan para pendiri, khususnya sosok Uri Levine. Sosok eksentrik ini menimbulkan pernyataan menggelitik. Menurut berita dari surat kabar, nilai yang sebenarnya dia terima hanya 3% dari itu.

Ya dia dikatakan hanya mengantungi $38 juta atau 3% nilai saham. Toh uang tersebut tetap banyak jika dibandingkan milik kita. Dengan uang sebanyak itu Uri memilih untuk hidup tenang. Dia tidak memilih tawaran bekerja untuk Google.

Banyak orang mendengar dia hidup mewah, berlibur ke gunung Alphen dan bermain ski di sana. Ia menikmati hidupnya mengerjakan hobi- hobinya. Tetapi itu tidak sepenuhnya benar seperti berita di media. Fakta bahwa dia seorang pecinta ski salju, dan gunung Alphen merupakan tempatnya berlibur.

Tetapi faktanya itu sudah dilakukan bahkan sebelum Waze dibeli. Dia bahkan saat itu lima kali dalam sebulan ke sana. Hobi yang mahal tentunya bagi orang seperti dirinya. Namun pendapatan Waze cukup untuk membuatnya melakukan itu banyak kali.

Bedanya ketika Waze dibeli Google ialah durasinya. Dia menginap bahkan tujuh hari selepas akuisisi oleh Google. Daripada memilih hidup dalam kemewahan, hobinya adalah segalanya bahkan dia lebih memilih membeli sepeda gunung. Bahkan itupun tidak mahal hanya $3000, dibanding sepeda yang termahal $10.000.

Apakah dia membeli mobil mewah dan rumah mewah?

Tidak, dia malah berkata faktanya kepada Business Insider, bahwa dia masih tinggal di rumah sewa dan tidak ada mobil mewah. Ia malah membuat startup baru yaitu Fairfly, untuk mereka yang telah membeli tiket untuk mencari diskon, rebooking, untuk kembali menggunakan.

Bahkan sebelum dibeli Google, dia merupakan seorang pemilik startup yaitu FeeX. Servis ini akan membantu orang menyimpan uang dari servis keuangan. "Tidak ada hal yang gila. Saya menyewa satu apartemen rental. Itu membuat logika ide logis."

Dia bukanlah pecinta uang tetapi pekerja keras. Uri memiliki lima orang anak: Umurnya dari 14- 25 tahun. Dua orang dewasa, yang umurnya 21 dan 25 tahun, yang juga aktif di startup. "Saya mau mereka mau sukses dan bahagia, independen dan bukan karena saya," ia menjelaskan hidupnya.

Pendiri Kasino Las Vegas Sands Biografi Sheldon Adelson

Biografi Pengusaha Sheldon Adelson


biografi sheldon adelson

Biografi Sheldon Adelson, pengusaha bernama panjang Sheldon Grey Adelson sang pendiri kasino Las Vegas Sands, yang terlahir di sebuah daerah miskin bernama Dorchester Boston, Massachusetts, di tahun 1933. Cerita mengenai biografi Sheldon Adelson, tidak lain mengenai kerja keras sejak masih kecil.

Pengusaha yang terlahir dari pasangan seorang supir taksi dan penjahit. Sheldon harus bekerja dari kecil hingga di umurnya ke 12 tahun; pengusaha ini membuka bisnis pertamanya. Bukan berawal darii sebuah bisnis besar.Ia hanya bekerja menjual peralatan toilet dengan untung yang kecil.

Sheldon berhasil menciptakan beberapa bisnis sukses, tahun 1970 -an, dia barulah menemukan bisnis utamanya. Ia yang dikenal sebagai perintis COMDEX, sebuah media pameran komputer terbesar pertama dimasanya. Adelson membangun puluhan kasino baik di Las Vegas dan Asia, kemudian masuk ke ranah politik. Ia memang dikenal mendukung parta Republik serta kebijakannya.

Kesempatan Sang Pendiri Kasino Las Vegas Sands


Awal tahun 1950, setelah berkutat di bisnis toilet, Sheldon memutuskan masuk ke kehidupan kampus sebagai remaja. Dia masuk City Collage of New York, tapi kemudian berhenti setelah berkuliah dua tahun. Dia bergabung ketentaraan Amerika kemudian bekerja di Wall Street. Melalui Wall Street lah, idenya mengenai bisnis kembali tumbuh bersamaan berhenti dari militer.

Dia pernah bekerja menjadi broker, konsultan bisnis, dan akhirnya kembali dan mulai membangun bisnisnya sendiri. Adelson kemudian kembali ke Boston, dia berinvestasi beberapa perusahaan awal 1960 an yang menguntungkan.

The American International Travel Service, perusahaan yang sangat menguntungkan kala itu. Siapa sangka perusahaan ini akhirnya bangkrut juga di akhir 1960 dimana sahamnya jatuh. Awal 1970, ia memiliki bisnis baru dibidang real estate, menjual beberapa condominium serta mempublish majalah tentang condo.

Ini cukup berhasil awalnya sih. Hingga datang krisis ekonomi memaksa orang berpikir ulang. Untuk berpikir membeli sebuah condominium. Terdesak kebutuhan hidup, Sheldon harus menemukan pemberhentian sementara melalui satu perusahaan yang dibelinya.

Dia membeli perusahaan mengenai komputer. Perusahaan yang dikenal menerbitkan majalah untuk para pecinta data, majalah Data Communication User. Memiliki pengalaman ekspo properti, ia lalu melihat peluang komputer ditawarkan seperti itu.

Dia menginginkan ekspo basar, mengaplikasikan semuanya hanya untuk komputer bukan real estate. Ia lantas mendirikan ekspo pertama tentang komputer. Inilah cikal bakal adanya pameran komputer di dunia. Bisa dibilang dia lah orang yang pertama kali mengadakan acara pameran komputer pertama.

Di tahun 1973, Adelson menjual sisa aset nya membuat bisnis komputernya semakin besar. Dia mendirikan Interface Group, fokus di bisnis komputer memperbesar minat pasar. Mulai lah COMDEX lahir, dimana dia dan patnernya mengembangkan bisnis berbasis komputer; ekspo yang pertama tahun 1979.

Itu adalah ekspo menarik di tahun 1980- 1990, menyumbangkan kekayaan terbesar di hidup Adelson. Keberhasilan COMDEX meningkatkan nilai Interface Group. Dia melihat sesuatu, memilih menjual saham miliknya di bisnis condo dan majalah condonya. Meski begitu usaha komputer Perusahaan Interface Group tumbuh melambat, menghasilkan $.250.000 di awal tahun.

Sekitar tahun ini, dia bertemu Sandra kemudian menjadi istri pertamanya. Ia mengadopsi tiga anak lalu bercerai di 1988.

 "Saya melihat setiap bisnis dan bertanya, berapa lama akan bertahan? berapa lama saya mempertahankan status quo dan merubahnya?" sebuah quote melegenda Sheldon Adelson.

Ia mengadakan pameran aktif di MGM Grand Hotel, Las Vegas. Di waktu tepat, ketika itu, COMDEX mendatangkan beberapa merek ikut dalam ekspo nya, seperti IBM, Apple, dan Microsoft. Sekitar tahun 1987, COMDEX memberikan laba sebesar $.20 juta dan merupakan bisnis ekspo terbesar.

Di akhir dasawarsa, the Interface Group memberikan modal tambahan dengan $.250 juta, merubah COMDEX menjadi ekspo kelas dunia.

Sang Pendiri Kasino Las Vegas Sands dan Hotel


Pada akhir 1980, Adelson dan patner mencari hotel untuk memenuhi kebutuhan perjalanan dan sebuah pesawat pribadi. Di 1988, ia membeli aset legendaris Sands Casino senilai $128 juta, lalu terkenal bergaul dengan Frank Sinatra dan The Rat Pack. Dia merubah Sands menjadi bisnis modelnya.

Dia membangun resort, mall, dan pusat pertemuan untuk perusahaan- perusahaan. Dia mulai tertarik dengan pemilik otoritas dan para pekerja, lantas mendukungnya membangun Sands Casino dan Convention Center.

Di tahun 1995, dia dan patner menjual COMDEX untuk SoftBank Corporation dari Jepang senilai $800 juta, mendapatkan bagian $500. Sheldon bebas untuk kembali ke Wall Street, dia dan patner- patnernya Venetian Resort Hotel Casion, Sands Casino dan Convention Center, senilai $1,5 miliar.

Meski melawan pemilik otoritas serta serikat buruh, semuanya berdiri sukses pada 1999. Bisnisnya kemudian dikenal dangan nama Las Vegas Sands Corporation. Perusahaan bergerak di bidang kasino dan resort di Paradise, Nevada. Resortnya menyuguhkan layanan kelas dunia dari permainan dan intertainment, ruang pertemuan dan ekspo, restoran selebriti dan klubnya.

Mungkin karena background bisnisnya, Adelson memulai bisnis Las Vegas Sands menjual fasilitas ruang pertemuan dan juga ekspo yang kemudian tidak bejalan baik. Berjalannya waktu dan pengalaman, bisnisnya berubah bentuk menjadi kasino gaya beda.

Mengikuti alur sesuai dengan prinsip bisnisnya. Ia memilih fasilitas ruang hotel tidak terlalu mewah dibanding kasinonya. Dia memamerkan kasino sebagai tempat utama dari Las Vegas Sands. Dari sini lah, pengunjung lebih menikmati berjudi di kasino daripada tidur.

Resortnya lebih besar dari keseluruahan kamar, hingga menampung 70.000- 100.000 orang. Itu juga sudah termasuk kasino dengan kasino seluas 550.000 hektar. Las Vegas Sands terus melakukan ekspansi besar hingga ke Jepang, Korea, Thailand, Vietnam, dan Taiwan. Di US, Las Vegas Sands telah memiliki 2009 resort termasuk di Florida.

Dari Eropa, Adelson behasil deal untuk membangun bisnis kasino di Madarid untuk EuroVegas. Itu semuanya menjadikannya pemilik aset enam kasino, dua puluh hotel, sebuah gedung pertemuan, tiga lapangan golf, pusat perbelanjaan, beberapa bar, dan restorant. Jadi mereka menghasilkan pendapatan keuntungan bersih US$.9 miliar.

Tips Usaha Spa Puri Wanoja Kenali Pasar Anda

Profil Pengusaha Chyntia Ika


pengusaha putri wanoja


Kali ini kita akan membahas profil pengusaha pemilik spa Puri Wanoja. Serta tips usaha Puri Wanoja yang bisa kamu pelajari ke depan. Berikut profil pengusaha pemilik spa Puri Wanoja, Chika atau yang bernama lengkap Chyntia Ika. Sejak kecil memang sudah memiliki passion di bidang bisnis.

Untuk mendukung passion nya menjadi pengusaha muda, maka dia berkuliah di Jurusan Manajemen. Mahasiswi Jurusan Manajemen, Universitas Katolik Parahayangan, yang sebenernya bukan usaha pertamanya. Dia pernah berbisnis pakaian fashion wanita. Seperti perempuan lain, pernah membuka butik, memiliki penjahit sendiri dan akhirnya bangkrut.

Ditutup membuatnya tidak berhenti untuk berwirausaha. Tetapi orang tuanya tidak sepakat dia jadi pengusaha muda kembali. Orang tuanya bukanlah seorang wirausaha. Maka mereka sempat menyarankan Chika untuk menjadi pegawai saja. Karena menjadi pegawai lebih menguntungkan dari pengusaha.

Itu kalau kita melihat dari sisi stabilnya pendapatan bulanan. Walaupun menjadi pegawai kantoran toh hatinya tidak di sana. Tidak bertahan lama membuat Chika kembali ke bisnis. Akhirnya ia menggeluti lagi dunia tersebut walaupun tanpa modal. Untuk kali ini dia akan membuka usaha spa sendiri.

Prinsip Wirausaha Pengusaha Muda


Tidak sekedar membuka tanpa pengetahuan. Ia menyempatkan diri untuk belajar mengenai semua tentang spa. Ia memiliki prinsip membuka usaha harus tau. Dia mengikuti pelatihan therapis spa, obeservasi, dan berkonsultasi ke banyak orang. Selepas melakukan persiapan matang, maka barulah Chika membuka usaha bernama Puri Wanoja.

Sibuk berwirausaha tidak membuatnya berhenti belajar. Dirinya juga tercatat sebagai mahasiswi di ITB jurusan Cultural and Cultural Entrepreneurship. Kendala berbisnis spa ialah bahwa kamu harus mencari terapis berkualitas. Inilah susahnya mencari sumber daya manusia yang sudah terlatih atau mahir.

Sudah memiliki kemampuan juga harus memiliki prilaku baik. Harus mampu melayani yang ramah kepada pelanggan. Dalam berbisnis spa juga masalahnya pada perawatan. Perlengkapan spa harus dirawat, perlengkapan penting ialah menyakut perairan atau air untuk perawatan spa.

Kalau nanti bocor atau air mati dibutuhkan tenaga mekanis. Spa merupakan satu tipe usaha yang menyakut gaya hidup. Maka orang lebih memilih membeli barang daripada spa. Karena itulah Chika membuat suasana tempatnya eklusip untuk para penikmat layanan spa.

Wanoja dalam bahasa Sunda berarti wanita. Prinsipnya spa Puri Wanoja ialah kekhususan mereka untuk wanita. Ketidak nyamanan dengan spa yang bercampur dengan pria. Walaupun ada tempatnya sangat terpisah dihilangkan olehnya. Puri Wanoja juga tidak memposisikan dirinya sebagai salon, melaninkan seperti rumah bagi wanita.

Agar semakin cepat laris manis diminati Kaum Hawa. Usahanya tidak segan untuk mengeluarkan paket- paket hemat, seperti untuk mahasiswa maupun pegawai kantoran. Mereka juga menyediakan paket untuk mereka yang akan menikah. Persepsi itu dibangun bahwa layanan spa bukanlah khusus untuk kalangan atas.

Ramuan yang ditawarkan olehnya juga kekinian. Yakni spa stroberi, cokelat, madu, dan lain- lain. Itu tidak menggunakan ramuan tradisional yang umum.

Apa tips usaha spa Puri Wanoja kenali pasar dahulu. Barulah kamu melakukan segmentasi targetnya kemudian. Jika umumnya orang memakai ramuan tradisional yang menyengat, usahakan mencari alternatif lain yang kekinian. Pengusaha muda Chika mengungkapkan jangan takut berkreasi akan usaha kamu.

Eksekusi semua ide- ide kamu punyai segera menjadi nyata. Modal merupakan kunci namun bukan berarti kamu harus menunggu lama. Untuk pemilihan tempat pastikan menjangkau target pasaran kamu. Ambil contoh Puri Wanoja pertama kali membuka di dekat komplek perumahan sekaligus perkantoran.

Jualan Door to Door Menggapai Mimpi Usaha Camilan

Biografi Pengusaha Nur Fadilah


wirausaha camilan syafrida

Wirausaha Nur Fadilah berjualan door to door menggapai mimpi. Siapa sangka usaha camilan bisa sampai ke New Zeland. Produsen berbagai camilan mulai dari kacang goreng, mete, kerupuk, keripik, dan lain- lain. Tiga puluh tahun sudah dirinya merintis usaha aneka camilan bernama Syafrida.

Usahanya bahkan mancapai supermarket besar di Surabaya. Nama supermarket HERO sudah jadi tempatnya berjualan. Bayangkan omzetnya mencapai Rp.500 juta perbulan. Dengan omzet segitu dia mempekerjakan 26 orang, membangun kerajaan bisnisnya dari hanya camilan.

Siapa sangka hasilan miliaran dari jualan door to door saja. Usaha camilan milik Fadilah kini berubah menjadi kerajaan bisnis. Kunci suksesnya tinggal tekun bekerja menjajakan. Asal tekun mencari pasa digali dalam- dalam, maka keberhasilan mengalir deras.

"Asalkan ulet menggali pasar, rupiah pun mengalir dari mana- mana," tuturnya kepada pihak pewarta.

Memang butuh waktu 25 tahun untuk sampai dititik sekarang. "Saya jualan camilan sejak tahun 1984 door to door ke tetangga sekitar rumah," jelas pengusaha wanita ini. Usaha camilan pertama ialah berjualan aneka kerupuk dan makanan ringan.

Kala itu modalnya Rp.1000 jualan karena kebutuhan hidup. Pokoknya mencari cara agar asap dapur terus mengepul. Seorang wanita yang sendirian membesarkan tiga anak. Di tahun 1987 barulah dia berjualan dari toko ke toko sendirian.

Wirausaha Mandiri Aneka Camilan


Sejak muda Fadilah memang dikenal gemar berdagang. Ia mengenang masa Sekolah Menengah nya, dimana dia berjualan aneka kerupuk bikinan orang tuanya. Ketika itu tahun 1991, Fadilah mudah memiliki insting bisnis yang bagus, alhasil dia mulai membuat aneka camilan setelahnya.

Fadilah mengisahkan bagaimana dia selama 25 tahun berjualan. Metode tradisional dijalankan hingga dirinya dipercaya. Ia dipercaya untuk memasok jajanan untuk tok- toko. Waktu itu usahanya cuma berjalan ala kadarnya. Bermodal Rp.1000 saat itu, dia membuat kerupuk dan camilan tanpa merek.

Wirausaha mandiri kelahiran Kelahiran Surabaya, 4 Juni 1953. Fadilah yang terhimpit ekonomi yang semakin sulit. Sementara dia harus membesarkan tiga orang anak. Respon tetangga cukup baik, baru tahun 1987, dia memasukan ke toko- toko, karena waktu itu belum marak supermarket.

Fadilah berpikir lewat jualan toko- toko jualanya semakin dikenal. Prinsipnya menjangkau lebih banyak orang dari jualannya. Untuk jualan camilannya telah merambah ke luar negeri. Khusus jualan camilan kacang mete sampai ke Selandia Baru.

Dia memproduksi juga kerupuk ikan, bidaran manis rasa, sus kering, bidaran keju, keripik jagung dan berondong jagu aneka rasa. Beberapa produk merupakan buatan orang lain, sementara dirinya cukup membantu kemasan. Ada pula aneka kerupuk terung, tripang, ebi, dan produk- produk lain.

"Saya kerja sama dengan UKM dari Kenjeran," tuturnya.

Dia membeli dari mereka, kemudian di kemas di rumah. Harga produknya bermacam- cama sampai Rp.7000 -an. Terkait modal untuk satu ini dirinya merogoh kocek sendiri. Sebagai wirausaha mandiri dirinya juga mendapatkan pinjaman dari Bank.

Namun dia selalu menerapkan prinsip tidak boleh lama- lama. Hutang modal segera dikembalikan dari perputaran uang. Tetapi Fadilah tidak menyarankan meminjam uang di Bank. Apalagi kala itu bunganya masih diatas rata- rata sekarang.

Berjalan waktu pihak Pemerintah Daerah mulai memperhatikan. Fadhilah ditawari mengikuti aneka pameran oleh Disperindag Surabaya. Ia sering diajak pameran ke luar pulau, dari situlah pesanan datang mengalir terus. Dia pernah mendapatkan pesanan terjauh dari Aceh sampai ke Papua.

Walaupun berhasil menjual sampai ke penjuru Indonesia. Fadilah tidak berencana membuat outlet untuk jualan. Penjualan produknya fokus menjual di minimarket, supermarket, dan hypermarket. Dari berjualan tersebut memang tidak mudah. Setiap corong marketing selalu memiliki kelebihan dan kekurangan.

Dia menyebut seperti pihak supermarket atau hyper market bayar tunda. Makasudnya dia hanya akan dibayar jika penjualan laku. Keuntungan brand awareness bagi Fadhilah untuk semakin laris manis. Dia mengatakan brandnya semakin dikenal, mudah dijual ke tempat- tempat lain diluar jangkauan.

Fadilah mengatakan penjualannya dibantu ketiga anaknya, dan 27 karyawan yang juga termasuk adik- adiknya. Di tahun 2011 jangkauannya mencapai ke Sumatra, Kalimantan, dan Sulawesi. Untuk orderan paling ramai yakni ketika lebaran, dalam 10 hari menghasilkan Rp.100- 200 juta.

Produknya dibernama Syafrida diambil dari singkatan  ketiga anaknya. Untuk kacang mete mejadi camilan paling laris, tidak hanya habis di lokal tetapi juga terjual sampai Selandia Baru. Saban harinya dia mengolah tidak kurang 1 kuintal, yang bahan- bahannya dipasok oleh petani lokal.

Tidak berhenti di camilan kacang atau kerupuk. Wanita 66 tahun ini masih aktif berkreasi mencipta olahan baru. Sebut saja rangginan bikinannya yang menjadi oleh- oleh wajib. Dikemas lebih modern pengusaha wanita ini yakin mampu mengikuti jaman.

Untuk mendungkung bisnis ke depan dibukalah satu toko. Dia membuka toko yang terletak di Jalan Ngegel Surabaya. Ia pun tidak berhenti hingga rangginan buatanya dikenal masyarakat. Walaupun tidak mudah hasilnya menjadikan rangginan produk nasional.

"Saya dulu bangun dan sampai sekarang mengelola ini sendiri. Karena, mulai dari dulu saya membangun, tidak ada fasilitas seperti sekarang ini," tuturnya.
Ia mengakui usahanya tidak selalu mulus seperti ini. Masalah utamanya ialah tidak mudah mencari sumber daya manusia. Tidak mudah pula selalu menyediakan bahan baku sesuai pesanan. Berkat usahanya ini dia mampu menguliahkan anak- anaknya.

Ke depan wanita berkerudung ini hanya ingin mewariskan. Bukan berbentuk uang, tetapi usaha dan semangat wirausaha bagi anak dan cucunya kelak. Ia menambahkan bahwa usaha harus membangun keluarga kita. Selain itu juga yang mampu membuka lapangan pekerjaan bagi orang lain ke depan.

Bisnis Wilmar Group Sejarah Martua Sitorus

Biografi Pengusaha Martua Sitorus



Sejarah Martua Sitorus kelahir di Pematang Siantar, sebuah kota di Sumatera Utara, di tahun 1960. Pria yang memiliki nama asli Thio Seng Hap, yang adalah pemilik perusahaan Wilmar International bersama Kuok Khoon Hong. Dalam biografi Martua Sitorus tidak ada detail lengkap mengenail asal mulanya.

Pengusaha yang bergerak di bisnis sawit, dan bisnis Wilmar Group menjadi perusahaan terbesar di usahanya sawit. Di tahun 1991, perusahaan tersebut resmi berdiri bermodal 7.100 hektar kebun sawit. Wilmar International juga mendirikan pabrik pengolahan hingga Sumatera Utara.

Tidak semua orang batak bekerja sebagai pengacara loh; mereka juga pandai berbisnis. Ya salah satunya biografi Martu Sitorus, dan yang terbaik pemilik Wilmar International, meski pun namanya cukup awam di Indonesia. Dia berhasil masuk jajaran orang terkaya di Indonesia berkat sawitnya.

Bisnis Wilmar Group yang berbasis di Singapura meliputi 48 perusahaan berbeda. Perusahaan itu, salah satunya PT. Multimas Nabati Asahan memproduksi minyak goreng merek Sania.

Pada 2005, Wilmar International diperkirakan telah memiliki total aset $.1,6 miliar, total pendapatan $.4,7 miliar dan laba bersih $.58juta. Sejarah Wilamar International tidak lapas dari Mertua Sitorus, pria asli Batak ini dulunya hanya minyak sawit kecil kecilan Indonesia- Singapura.

Jadi Orang Terkaya Karena Sawit


Sejarah Murtua Sitorus, pria 42 tahun, yang lulusan sarjana ekonomi HKBP Nommensen, Medan, Sumatera Utara. Sosok yang sangat bersemangat, Murtua sukses berbisnis sawit dan tumbuh hingga membeli 7.100 hektar kebun sawit di 1991.

Usaha sawit lah yang membuat dirinya jadi pengusaha besar di Sumatera Utara. Di 1991, setalah mendirikan pabrik sawit, Martua bersiap ekspansi ke Malaysia dimana pasar kala itu masih bagus. Ia pun tak lekas puas, fokus mendirikan hilirisasi (produk turunan) yang lebih bernilai tinggi.

Tahun 1998, ia mendirikan pertama kalinya pabrik memproduksi specialty fats. Wilmar International tercatat di bursa saham Singapura. Perusahaannya tumbuh, sebelumnya berupa pengolahan minya sawit berkembang terspesifikasi di wilayah agrobisnis. 

Perusahaan memiliki beberapa usaha dalam satu produk utama. Yaitu meliputi usaha penyulingan untuk minyak goreng, pengepakan dan penjualan, lemak khusus, oleokimia, produksi biodisel, dan pengolahan biji- bijian.

Pengepakanya akan meliputi (1). merchandising minyak sawit dan produk laurics (semacam lemak nabati), (2). pengolahan minyak sawit dan refinery, (3). peremukan, diolah dan refining untuk manjadi minyak bisa dimakan, minyak sayur, biji- bijian dan kedelai. Konsumennya meliputi China, Vietnam dan Indonesia, dan sudah berbentuk hasil jadi siap pakai.

Bertambah tahun membuat bisnis Martua semakin bersinar meliputi berbagai usaha. Utamanya, ia fokus kepada bisnis minyak kelapa sawit serta turunannya. Di tahun 2000, perusahaanya PT.Multimas Nabati Asahan memproduksi minyak goreng Sania.

Per 31 Desember 2005, Wilmar International memiliki 69.171 hektar, 65 pabrik, tujuh kapal tanker, dan 20.123 karyawan. Perusahaanya memiliki 30 negara tujuan eksportir. Puncaknya, perusahaan Wilmar tecatat di bursa Singapura di Agustus 2005, dengan nilai saham $2 miliar.

"Ia cukup berani mengambil resiko, jadi cepat pula ia mendapatkan keuntungan," ucap Derom Bangun, selaku ketua harian Gapki (Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia). Derom yang menilai Martua sebagai sosok barani masuk ke pasar baru. Dia dinilai kreatif, dinamis, dan banyak ide.

"Namun, dia memang tegolong orang yang low profil atau tak mau terlihat menonjol," deskripsinya tentang Murtua Sitorus

Kawan menyebutnya orang yang agresif hanya dalam hal bisnis. Ia dapat melihat peluang di bisnis sawit kala itu, serta tahan banting hadapi krisis. Buktinya, meski ada krisis moneter 1997, dia masih mampu menghadapinya ketika perusahaan lain gulung tikar.

Dia bahkan berhasil memberikan 2,5% tunjangan krisis kepada karyawan, bukanya memotong gaji mereka 2,5%. Dia memang tidak sendiri ketika membangun Wilmar International, bersama dengan Kuok Khoon Hong, keduanya mengembangkan bisnis Wilmar Group meluas.

Sejarah Wilmar International


Kuok Khoon Hong, berusia 57 tahun ini adalah keponakan Robert Kuok, raja bisnis gula dan properti Malaysia, bersama Martua sepakat mengembangkan bisnis bersama-sama. Wilmar sendiri disebut-sebut sebenarnya adalah singkatan dari kedua nama mereka, yaitu William, nama panggilan Kuok Khoon Hong, dan Martua Sitorus.

Mereka berdua adalah pemilik yang signifikan Wilmar Holdings Pte Ltd (perusahaan holding Wilmar International Ltd). Keduanya berbagi tugas, Kuok Khoon Hong sebagai chairman & CEO dan Martua sebagai chief operating officer (COO) Wilmar International Ltd.

Keluarga besar Matua Sitorus berperan penting dalam bisnis, mereka menduduki jabatan penting. Istri (Rosa Taniasuri Ong), saudara laki-laki (Ganda Sitorus), saudara perempuan (Bertha, Mutiara, dan Thio Ida), dan ipar (Suheri Tanoto dan Hendri Saksti) menduduki posisi kunci di Wilmar Corp.

Bahkan, Hendri Saksti diberi kepercayaan menjadi kepala operasional bisnis Wilmar di Indonesia. Bisnis keduanya meningkat pesar di bulan pertama 2006, menghasilkan kenaikan 7,8% senilai S$3,7 miliar dibanding periode sama sebesar US$3,4 miliar di tahun 2005.

Dari itu laba bersihnya selama sembilan bulan pertama 2006 tumbuh 56,4% mencapai US$68,3 juta dibanding periode yang sama 2005 sebesar US$43,6 juta. Keduanya bahkan berencana ekspansi untuk Wilmar ke bisnis biodiesel.

Tidak tanggung-tanggung, mereka langsung menggebrak dengan membangun tiga pabrik biodiesel. Ada beberapa isu menyangkut bisnis Wilmar Corp, terutama bisnis minyak sawit. Pertama, rencana merger Wilmar dan lini bisnis Kuok Group, milik taipan Robert Kuok, di bidang agrobisnis (PPB Oil Palms Berhad, PGEO Group Sdn. Bhd., dan Kuok Oil & Grains Pte Ltd).

Nilai transaksi merger mencapai US$2,7 miliar. Merger ini ditaksir memberikan potensi kapitalisasi pasar Wilmar sebesar US$7 miliar. Merger ini diperkirakan juga akan menghasilkan kombinasi pendapatan US$10 miliar dan laba bersih US$300 juta selama sembilan bulan pertama 2006.

Pabrik- pabrik ini diperkirakan memiliki kapasitas produksi sampai 350.000 ton per tahun sehingga total kapasitasnya mencapai 1,050 juta ton per tahun. Sejauh ini, belum ada satupun pabrik biodiesel milik perusahaan lain di dunia yang memiliki kapasitas produksi sebesar Wilmar.

Sebagai tambahan, apabila rencana merger itu terealisasi, maka pabrik biodiesel milik PGEO Group Sdn. Bhd. dengan kapasitas 100.000 ton per tahun akan makin memperkuat bisnis biodiesel Wilmar. Mertua sendiri aktif di kesahatan dengan membangun sebuah rumah sakit di Medan, Murnia Teguh Memorial Hospital.

Rumah sakit itu yang ia persembahkan untuk ibunya, Murni Teguh. Rumah sakit tersebut didirikan 12 Desember 2012. Meskipun tinggal di Singapura, dia, istrinya dan tiga orang anak, tetaplah warga negara Indonesia, dan memiliki usaha sebagian besar di Indonesia.

Entri yang Diunggulkan

Biografi Jack Ma Orang Terkaya China Alibaba