Biografi Pengusaha Kue Kering Yorya Untung Setiap Saat

Profil Pengusaha Liche Lidiawati


tidak takut jualan kue kering

Ia tidak pernah berpikir akan menjadi pengusaha. Sukses baginya adalah mengikuti cita- citanya. Selepas lulus SMA, Liche Lidiawati, berkuliah di Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Padjajaran. Tapi siapa sangka justru dari berbisnis aneka kue kering dia menghasilkan miliaran rupiah per- tahun.

Bakat memasak sudah menurun kepada Liche. Ibunya memang hobi memasak. Secara tidak langsung telah membawa kesukaan memasak kepada Liche kecil. Kecintaan akan memasak menjadi ketika dia sudah jadi ibu rumah tangga. Apalagi dia sudah memiliki seorang anak, dia rajin membuat aneka kue kering sehat.

Awal ia cukup mengkreasikan ulang jajanan anak. Sebut saja coco crunch dijadikan kue olehnya. Lanjut ia membuat kue kering berdasarkan resep ibu. Perempuan 30 tahun yang juga bekerja sebagai dokter gigi di Pertamina ini, menerangkan lebih lanjut tidak pernah mengikuti pelatihan khusus membuat kue.

Bisnis resep keluarga


Penggemar kue bikinan Liche tidak cuma tiga putranya. Banyak teman kantor berminat dengan kue bikinan Liche. Sejak 1996 dia resmi jualan terbatas kue kering toplesan seharga Rp.5000. Setiap kali pulang kerja dia akan membuat kue dari pukul 18.00 sampai 01.00, kue pesanan teman- teman kantornya.

Ketika pesanan sudah banyak, dia dibantu dua orang pembantunya sebagai karyawan. Lantaran enak dan juga gurih peminat kue Liche menjadi. Padahal ia mengaku tidak membuat marketing khusus ke orang- orang.

Banyak pembeli datang ketika Lebaran. Meski harga naik entah kenapa kue Liche tetap laris terjual. Kue Liche rajin ditawar- tawarkan pelanggan sendiri. Ketika krisi moneter datang dia sempat kaget. Harga jual bahan kue kan naik. Ia sempat berpikir mengerem laju produksi kue miliknya.

Meskipun harga naik, orang bela- belain membeli kue bikinan Liche, pesanan tetap membludak apalagi jika masuk Lebarran. Menyadari bahwa kesempatan terbuka luas. Kebutuhan akan kue- kue lebaran begitu tinggi maka ia tetap berproduksi sama bahkan meningkat.

Ia mengankat keryawan baru sampai 10 orang. Tidak mau tanggu dibelinya rumah sebelah buat tempat produksinya. Di tahun 2000 -an sistem keagenan diterapkan Liche. Karena bisnis hobi, meskipun pesanan membludak, dia tidak begitu pedulikan manajemannya. Agan pertama adalah orang- orang yang dia kenal sekitarnya.

Agar bisnis tetap digemari aneka varian diluncurkan. Bahan bakunya bermacam seperti buah- buahan, lalu kacang hijau, dan cokelat. Ia meraciknya sendiri menjadi varian kue kering. Kakak iparnya yang juga kerap membuat kue sering memberi masukan kepada Liche.

Bisnis serius


Semakin besar bisnis semakin besar kebutuhannya. Kapasitas produksi meningkat dibanding sebelumnya. Ia, pada 2002, mendirikan pabrik seluas 600 meter untuk menampung 80 karyawan. Tidak tanggung dia menginvestasikan Rp.1 miliar untuk membeli 3 oven besar.

Sukses berbisnis membuatnya semakin sadar. Dia kemudian membeir nama bisnisnya Yorya, yang diambil dari nama ketiga anaknya, Adya Kamara, Ryan Narendra, dan Yodha Prasta Pradana. Tahun 2009 berulah ia mematenkan nama usahanya. Liche mengaku usaha kue kering memang sifatnya musiman tidak setiap hari.

Dia membuat untuk kebutuhan hari raya kita semua. Puncak penjualan ada di Lebaran dan Natal. Namun ia meyakinkan kue kering sudah seperti kebutuhan pokok ketika musimnya tiba. "Orang yang tidak punya uang bela- belain membeli kue kering," jelasnya.

Wanita kelahiran 29 April 1955 ini, mengatakan pertumbuhan bisnisnya melonjak ketika musim tiba, sampai 15% itupun di Yogyakarta saja. Bulan biasa dia mampu menjual 50 lusin stoples kue kering. Dan ketika Lebaran- bisa mencapai 9000 lusin dalam sebulan saja. Pada hari Natal mencapai 2000 lusinan.

Ia tidak sendirian, tahun belakangan, anak- anaknya ikut membantu perkembangan bisnis Yorya Cookies. Utamanya anak kedua Ryan membantunya bidang pemasaran. Sambil berkuliah di Australia, dia membantu membangun website Yorya Cookies. Ryan jugalah menjadi sosok kunci perubahan sistem keagenannya.

Sistem agen Yorya ada tiga: Silver, Gold, dan Platinum. Untuk menjadi agen Liche tidak mengajukan syarat- syarat tertentu. Semenjak punya eCommerce sendiri, bisnisnya sampai ke Aceh hingga Papua. Ia menyebut ada 200 agen. Harga jual per agen antara Rp.45- 52.200 per- toplesnya. Harga ritelnya Rp.70- 75 ribu.

Bisnis kue kering sekarang berbeda. Tidak sama ketika dia merintis Yorya. Pesaingnya banyak jadi butuh perbedaan signifikan. Seperti ia mengembangkan bentuk- bentuk kue baru. Varian rasa yang sudah ada 100 buah. Kompetisi ketat membuatnya rela menurunkan margin untungnya, dulu 125% sekarang cuma 40%.

"Margin berkurang tidak apa- apa karena sekarang pasar kue kering sudah sangat luas," imbuhnya.

Camilan Sayuran Kering Pengusaha ini Enak Menguntungkan

Profil Pengusaha Andriani Kurnia 


 
Susahnya anak- anak makan sayur menjadi ide. Nah, kali ini kita ide bisnisnya datang dari Andriani Kurnia, yang mencoba peruntungan di bisnis camilan sehat. Apalagi banyak camilan mengandung pengawet. Orang tau butuh sesuatu yang sehat tetapi menarik perhatian si kecil.

Bisnis ibu rumah tangga


Ide bisnis ini datang ke seorang ibu rumah tangga asal Bandung. Dia mencampurkan sayuran tanpa bahan pengawet. Ketidak sukaan anak mengkonsumsi sayur memang menjengkelkan. Padahal sayurang sangatlah baik karena mengandung banyak vitamin. Tidak jarang orang tua menakut- nakuti anaknya agar doyan sayur.

Andriani memutar otak agar tidak maen ancam. Berbekal kemampuan mengolah kue kering, dia mencoba membuat camilan pendorong nafsu makan sayuran. "Saya coba- coba mencampurkan sayuran ke dalam adonan kue kering," tandasnya.

Merasa caranya jitu menciptakan sesuatu. Andriani mulai membuat kue kering berbahan sayur lagi. Lalu dia coba jualkan ke pasar- pasar. Respon pasar ternyata baik dan menerima kehadiran bisnis Andriani. Ia resmi membuka bisnis camilan sehat sejak Oktober 2008 silam.

Modal awalnya Rp.500.000, yang mana bahannya tepung terigu, mentega, keju, telur dan sayuran tentunya. Dia memakai peralatan sederhana. Wanita 32 tahun ini semangat membuat cheese stick sayur. Dimana ia menambahkan sayuran di tengah penghalusan adonan. Kandungan sayuran perlu diingat 40% dari adonan itu.

Kandung sayurang yang besar membuat cita rasa berbeda. Itu meliputi enam pilihan rasa, yakni brokoli, seledri, bayam, bit, jagung, dan wortel. Satu lagi tanpa sayuran yaitu rasa keju original. Untuk kemasan dia menggunakan plastik mika. Kalau kemasan tidak terbuka lama, camilan tanpa pengawet ini bisa 3 bulan awetnya.

Ada dua kemasan yakni 1 ons dengan harga Rp.3000- Rp.3500 dan kemasan 2,5 ons -atau seperempat ons- harganya Rp.10.000. Ia juga menjualnya dengan sistem curah. Harganya cuma Rp.40.000 per- kilo. Istri Dikdo Maruto ini berproduksi seminggu dua kali.

Sekali produksi menghasilkan 3- 4 kilogram masing- masing rasa. Dia dibantu dua karyawan berbekal peralatan memasak rumah tangga. Pemasaran masih di Bandung, Jakarta, dan Jepara. Mereka yang beli biasanya buat dijual kembali. Ibu dua anak ini sudah dua semester berbisnis camilan sayuran sehat ini.

Omzetnya masih Rp.3 jutaan, sudah dipotong biaya produksi dan gaji karyawan, maka margin untungnya ia cuma dapat 30%. Memang masih kecil tapi sejalan dengan pola produksi yang masih kecil dan lama usaha ini berjalan. Banyak kendala dihadapi mulai proses edukasi pasar yang berjalan lambat.

Apalagi dia belum punya tempat jualan sendiri. Kedepan kalau ada modal usaha dia akan membuka outlet sendiri. Karena industri rumaha penetrasi pasar juga lemah. Ia sendiri tidak tinggal diam. Masih menyusun konsep tepat untuk produknya.

Ia mencatat prospek bisnis camilan sehat bagus. Dia yakin akan ada perkembangan tentang bisnisnya. Dia mengingatkan bahwa ini camilan sehat tanpa pengawet. Camilan ini sehat tanpa pewarna dan pengawet karena warnanya sudah dari sayuran itu sendiri.

Jualan Sosis Bandeng Profil Bisnis Menguntungkan

Profil Pengusaha Imam Tantowi 


pengusaha jualan sosis bandeng

Aneka olahan ikan bandeng sudah banyak. Bukan berarti tidak ada prospek bisnis. Ini contohnya jika kita pandai menebak pasar lewat kreatifitas. Salah satunya Imam Tantowi, pengusaha satu ini membidik bisnis sosis bandeng. Dengan membuat bandeng jadi gampang dimakan bebas durinya yang menjengkelkan.

Beda dengan presto yang masih ada kepala dan ekor. Sosis bandeng lebih halus teksturnya buat disantap. Mas Anton, begitu dia biasa disapa, sudah mengembangkan bisnis sosis ini sejak akhir 2015 di Bekasi. Ia mendirikan Izzan sebagai merek dagang sosisnya.

Uang Rp.1 juta digelontorkan untuk bisnis. "Separuhnya hasil pinjam kakak saya," jelasnya. Susah memang mencari modal usaha. Tetapi Anton semangat karena yakin ide bisnisnya akan sukses. Anton sudah nekat menjadi pengusaha karena perusahaan media tempatnya bekerja bangkrut.

Beruntung dia sudah siap mental, menjadi wirausaha sudah menjadi pilihan semenjak dia bekerja. Pria 35 tahun ini tidak serta merta meluncurkan Izzan. Butuh tiga bulan hingga ia menemukan resep tepat. Dia lalu menambahkan telor dalam campuran dagingnya.

Resep rahasia


"Plus bumbu (rahasia) yang saya racik sendiri," paparnya.

Teknik pembuatannya: Pertama ikan bandeng, telor, dan bumbu di campur, digiling satu wadah. Kemudian itu digiling lembut dan dimasak dengan cara khusus. Ia tidak menjelaskan lebih lanjut caranya. Soal teknik agar adonan bebas dari duri juga tidak dijelaskan (rahasia mungkin).

Selepas matang daging ditaruh kembali di kerangka, lengkap dengan kepala dan ekornya. Agar terlihat nih produknya benar- benar bandeng asli. "Jadi tetap mempertahankan bentuk asli, tetapi kalau dipotong tidak ada durinya," paparnya. Untuk kualitas terbaik sengaja dia memilih bandeng hitam sebagai landasan.

Karena bandeng hitam tidak mengandung lumpur. Tidak ada bau lumpur di dagingnya nanti. Bandeng jenis ini dibeli di Bekasi, Cikarang, Karawang, dan Rengasdengklok. Dia memilih yang segar seharga Rp.15 ribu sampai Rp.16 ribu.

Dan nama sosis bandeng ini sudah terkenal di tiga daerah, yakni Cirebon, Banten, dan Semarang. Kalau di daerah ini namanya macam- macam. Dari bandeng gepuk di Cirebon, sate bandeng di Banten, dan otak- otak jika di Semarang. Tetapi ia meyakinkan buatanya berbeda karena merupakan resep rahasia khusus.

Bisnis ini prospeknya tinggi hanya belum tergali. Agar populer butuh diperluaskan pemasarannya, agar keuntungan bisa jadi berlimpah ruah. Anton sudah menebar benih bandeng sosisnya, dari Jakarta, Bogor, Tangerang, Depok, Makassar. Semua dipasarkan lewat keagenan tersebar di berbagai kota.

Berbisnis terus dia mampu menembus pasar supermarket, seperti Giant, Hero, Farmers Market Kelapa Gading, dan Mal Pondok Indah 1. Juga termasuk beberapa restoran Sunda di Jabodetabek. Dibantu empat karyawan mampu memproduksi 1.400 kardus. Satu kardus berisi bandeng seberat 185grm harga Rp.15- 17 ribu.

Omzet Rp.13 juta sampai Rp.15 juta per- bulan. Omzetnya dikatakan turun karena musiman, bisa sampai Rp.20 jutaan. Pelebaran sayap pasar seperti ke Bandung menjadi solusi. Alasannya dia mendangar di sana cocok dikembangkan. Karena kota ini dianggap tempatnya orang Jakarta mencari oleh- oleh buat dibawa.

Ikut Kompetisi Shark Tank Pengusaha Salon Cowok

Profil Pengusaha Michael Elliot 


bisnis salon cowok
 
Namanya Michael Elliot, merasakan betul bahwa laki- laki juga butuh manja. Seorang teman menganalisa dia benar butuh pedicure. Dia, perempuan, kemudian mengajak Michael pergi pedicure. Jujur si temannya ini mau bilang tetapi memilih diam. Takut kalau Michael tersinggung karena dia laki- laki.

Alhasil dia dibawa secara rahasia ke tempat perawatan kuku. Dan semuanya perempuan, tidak ada tempat bagi Michael merasa nyaman. Kemudian pengalaman itu diadaptasi olehnya. Menjadi bisnis hingga sang penulis skenario itu berubah menjadi pengusaha sukses.

Penulis Brown Sugar dan Just Wright, yang melihat peluang dibutuhkannya tempat perawatan khusus buat pria. Kita juga butuh kebersihan mendetail. Higenitas sudah bukan lagi barang bawaan wanita. Maka jadilah sebuah tempat dengan tempat tidur kulit, televisi flat- screen, furnitur kayu klasik, dan tentu minuman wiski.

Semua dapat ditemukan jiga perawatan ke Hammer & Nails, the Nail Shop for Guys. Dibuka tahun 2013 membutuhkan dana tidak tanggung $250.000. Harga perawatan antara $23 sampai $120, dari perawatan kuku dengan susu dan madu. Hasilnya dalam lima bulan menghasilkan $150.000 keuntungan.

Malu ke salon perempuan


Jujur dia suka perawatan kaki, tetapi dia merasa tidak nyaman jika harus perawatan bersama banyak wanita. Ia lebih memilih hengkang dari tempat tersebut. Kecuali ketika ada pria lain datang masuk dan mulai melakukan perawatan juga.

"Kami mulai ngobrol dan saya mengatakan ke dia bahwa saya merasa seperti ikan di lain air," kenangnya. Ia merasakan seperti dituduh menginvasi ruang wanita. Dan pria tersebut juga merasakan hal sama, maka ia berpikir apakah itu juga dirasakan semua pria.

Ia lantas melakukan aneka penelitian. Seperti bayanganya, tidak ada satupun salon buat perawatan khusus pria apalagi perawatan kuku. Dia ingin berdedikasi di area tersebut. Meski pandangan bahwa area tersebut tidak penting bagi pria. Tetapi bagi kesehatan ternyata itu sangat penting dipertimbangkan oleh kita loh.

November 2013, -delapan bulan setelah pengalaman pertama ke salon- , dia membuka usahanya sendiri tersebut. Tidak mudah bagi Michael Elliot menggapai mimpi. Butuh modal tentu untuk membuka usaha ini. Alhasil dia mengikuti berbagai kompetisi wirausaha, salah satunya di stasiun televisi ABC.

Acara Shark Tank tentu kamu sudah tau kan. Dia hadir di Season 6, pada 26 September 2014, dimana jadi penayangan terbanyak penontonnya dalam sejarah Shark Tank. Dia mencari investasi $200.000 yang mana sebagai gantinya dapat saham 20% untuk mengembangkan brand franchisenya.

Ya, untuk mengembangkan bisnis tersebut cepat. Michael memilih mengkonsep bisnis waralaba. Juga satu kebetulan dia terinspirasi kisah sukses waralaba. Dia menjelaskan kepada para Shark bahwa salonnya dirancang menarik hati para cowok maco.

Sayangnya, seperti beberapa pengusaha sukses lain di Shark Tank, dia tidak mendapatkan apapun. Bahkan menurut Kevin O'Leary, "itu tidak akan pernah bekerja". Beruntung salah satu penonto episodenya adalah satu investor perempuan Africa- America, yang lantas memberinya kesempatan dengan investasi setelah itu.

Bisnis resiko


"Sejak awal, saya telah berpikir besar dan saya punya potensi untuk menjadi brand nasional," paparnya. Dia menyebutkan apa kita pikirkan akan berpengaruh ke masa depan kita. Dengan berpikir besar pengusaha akan menjadi sosok pemikir setiap langkah ke depan meskipun sekecil apapun -pasti akan berdampak juga.

Dia tidak ingin jadi salon murahan. Maksudnya cuma jualan di mall, tetapi harus memiliki tempat sendiri premium. Seperti memasang bisnis di tiga tempat ikonik yakni Rodeo Drive, Sunset Boulevard, atau di Melrose. "Saya selalu tau saya mau mengintregasi barber menjadi satu model bisnis jadi waralaba besar."

Dengan konsep waralaba, berapa Michael Elliot dapatkan, yakni investasi $234.700 sampai $531.000 dan menjual lebih dari 183 lisensi franchise Hammer & Nails.

Jika menelisik lebih dalam adakah prospek bisnis ini. Ditelisik ternyata perawatan kuku bagi pria itu beda. Jika wanita melakukan itu demi estetik; dimana mereka berganti warna setiap kali bosan. Maka bagi pria adalah murni soal kesehatan dan kebugaran.

Untuk mendukung bisnisnya Michael juga melakukan riset. Ia memberika delapa alasan kenapa pria harus pedicure. Salah satunya sebagai langkah pendeteksi awal retakan, infeksi jamur, dan kuku yang tumbuh tidak teratur. Kamu harus tau kuku tidak sehat membuat infeksi, bau busuk, kulit- kulit jelek mengeletek.

Maka setiap ada orang biasa datang berkunjung. Mereka yang baru ingin coba- coba. Tidak tau bahwa ada bahaya dibalik jamur kuku. Mungkin mereka tidak pernah membahas kaki dengan istri atau teman. Tapi mereka perlu tau pemain basket NBA menurut Wall Street Journal melakukan pedicure pada kaki mereka.

Jika pelanggan datang bukan soal kuku bersinar, maka setidaknya berpikirlah tentang aspek kesehatan. Ambil lah contoh Lebron James, sosok pemain basket terkenal sedunia ini paling vokal soal aktivitasnya pedicure kuku kaki. Lalu ada Dwyane Wade sebagai pebasket kaki adalah aset, maka dia merawat kakinya.

Persepsi tentang pedicure lambat laun berubah. Meskipun begitu dukungan wanita juga penting. Alhasil ada klien 3 sampai 5 persen adalah wanita. Mereka yang mengajak pasangannya yang kakinya bau. Meski begitu Michael tetap fokus terutama menarget mereka para pria berjas yang sudah memiliki pendidikan tinggi.

Wanita ini memberikan kontribusi 30% penghasilan perusahaan. Mereka mendorong para prianya agar tau bahwa kaki mereka butuh perawatan. Bisnis Michael adalah perawatan kuku dan tangan termasuk pedicure tetapi juga lainnya. Untuk menarik para pria ada perawatan pijat dengan scrub yang dicampur wiskiy juga.

Bisnis Restoran Meksiko El Pastor Menu Andalanya Taco

Profil Pengusaha James Hart 


bisnis jualan taco
 
Menjadi pegawai bergaji puluhan juta memang enak. Tetapi kalu memiliki usaha sendiri lebih memuaskan hasrat kita. Apalagi kalau bisnisnya sukses menghasilkan lebih. Kebebasan finansial ditambah kebebasan kita berpassion. Inilah kisah dua saudara berbisnis taco Meksiko di Inggris, siapakah mereka.

James Hart, 32 tahun, memilih jalan berbeda dibanding dua saudara laki- lakinya. Mereka berdua yang dikenal sebagai pengusaha pemilik restoran juga. Dia memilih jalan menjadi broker. Bergaji enam digit angka dollar Amerika. Tetapi baru saja dia menyadari bahwa passion -nya adalah membuat makanan enak.

Sudah mendarah daging maka lahirlah bisnis El Pastor, bersama kedua saudaranya dan seorang temannya. Ia mendapatkan review bagus dan antrian pembeli. Sepuluh tahun bekerja menjadi pegawai di kota London. "Ketika saya resign Desember 2015 saya tidak terpikirkan untuk berbisnis di bidang jasa."

Ketika dia tengah berjuang berbisnis, sang kakak yakni Eddie (41), dan Sam (43), sudah membuka cabang ke empat restorannya -yang bernama Barrafina.

Bisnis Taco


Ide El Pastor ialah tentang Kota Meksiko, dimana Sam menjalankan tempat klubing El Colmillo antara tahun 90- 00an. Orang cinta dengan kultur dan masakannya. Orang akan berdebat panjang tentang makanan taco ketika menikmati minuman dan musik.

Makanan Meksiko di Inggris ya gitu aja. Ada keju manis, ada nachos, krim, dan cabai jalepanos bila kita beruntung. Hingga restoran taco benar buka memberikan suguhan lebih menonjok. Ia mencoba mengikuti jalur tersebut bukan dengan restoran cepat saji tetapi restoran klasik.

Banyak orang memiliki mimpi bisnis taco. James hanya mengamati, menganalisa, bagaimana agar bisa ditranslatekan kepada tradisi lokal. Hingga dia menemuka titiknya semuanya adalah perjalanan sejarah. Ia meluncurkan El Pastor pada Desember 2016, tiga restoran telah dibuka hanya kurun 10 tahun saja.

Kisah suksesnya adalah pada rasa menonjok. Ia telah menemukan keilmuan tentang memasak taco yang sempurna. Dengan pergi kembali ke Meksiko, dia belajar sendiri dari ahlinya tentang taco, sejarah tentang masakan ini menambah cita rasanya. Semakin dipelajari ternyata makanan Meksiko sudah eksis 60 tahun lebih.

"Kami belajar dengan sendiri, jadi tentu saja banyak masalah menghadapi kami," ujar James.

Namanya diambil dari nama bisnis Taco Al Pastor, yang dikembangkan oleh imigran Lebanon di Meksiko. Inilah menu utama restoran ini. Bagaimana memberi bumbu menjadi kunci. Setiap detail kecil dalam hal pengolahan daging menjadi hal utama.

Trademark kualitas menjadi nomor satu. James menciptakan Al Pastor menjadi kasual. Bagaimana orang bisa menikmati makanan sesantai mungkin. Rasanya harus sangat brilian, dimana anda tidak perlu butuh akan adanya meja dan tetek bengek di atasnya.

"Layaknya makanan jalanan, itu merupakan jalan terbaik buat makan."

"Kami suka berbagi, ini merupakan satu cara kami menimati makan," ujar James. Meskipun sukses tidak mudah baginya menggaet para Londoner. Merupakan sentral makanan membuatnya pasti bertemu banyak pesaing. "Kami berjuang keras, sangat keras untuk lokasi kami (berbisnis)," tambahnya.

Margin untung bertambah akan sangat sulit. Dimana jika anda tidak memiliki ruang untuk bernafas buat menyempurnakan sagala hal. Biaya sewa tinggi membuatnya nerves untuk memandang ke depan. Akan semakin sulit menggaet orang baru berkenalan dengan produknya.

Hal tersulit menjadi pengusaha selain hal di atas. Adalah rutinitas dimana James harus bangun jam 6 pagi, bagaimana agar tetap sehat dan fit setiap hari. Dimana bisnisnya buka jam 7.30 sampai 4.30, yang mana sudah termasuk tetek bengeknya, tidak ada waktu buatnya pergi ke gym.

Meskipun sulit dibanding ketika dia bekerja menjadi pegawai. Ia sempatkan diri untuk fitnes disela- sela kesibukan bisnisnya. "Orang menjadi sangat bersemangat ketika berbicara tentang gaji namun demikian mereka lupa bahwa kunci semua hal adalah kebahagiaan," ucapnya, siap bertaruh jangka panjang wirausaha.

Entri yang Diunggulkan

Biografi Jack Ma Orang Terkaya China Alibaba