Kaya Karena Jualan Bros Untungnya Resign Pekerjaan

Profil Pengusaha Novi Indah 



Sukses Novi Indah memang sangat sederhana. Cuma berbekal "sampah" disulapnya menjadi uang puluhan juta. Bayangkan dari kulit ikan dijadikan omzet Rp.14 juta per- bulan. Umur 29 dia nekat keluar pekerjaan karena ingin menjadi pengusaha.

Berwirausaha memang sudah menjadi tujuan akhir. Awalnya dia mendapatkan cibiran loh. Tetapi dia dapat buktikan bahwa dia mampu. Ide merubah sisik ikan menjadi bros berhasil. Jadilah ibu satu anak ini mampu menghasilkan uang berbekal limbah ikan.

Dia putuskan berhenti pekerjaan. Walaupun begitu tidak mudah, bayangkan apa mungkin hobi mengkoleksi limbah ikan menjadi uang. Tidak terbayangkan dibenak pikiran orang biasa. Tetapi pikiran pengusaha Novi membawanya ke arah kewirausahaan.

Ide bisnis Novi sangat simple kok. Dibenaknya apa buatanya unik. Tidak semua orang terpikirkan akan membuat bros darisana. Orang bilang dia mengerjakan bisnis ecek- ecek -bisnis murahan. Bisnis sampah karena memang begitu bahannya. Namun di luar sana ternyata lebih banyak orang menghargai usahanya ini.

"...saya dihina tapi saya jalan terus," Novi mengenang awal mulanya.

Lantas dia memberinya nama Vay Craft Indonesia. Cara membuat bros kulit ikan gampang nih. Awal- awal sisik ikan dicuci sampai bersih 2 kali pencucian. Dia menggunakan diterjen biasa. Lantas dicuci kembali dan dikeringkan dengan diangin- anginkan.

Ia mengatakan tidak menggunakan sinar matahari. Kemudian diberi pemutih atau pewarna tekstil sesuai selera. Harga jualnya Rp.20- 30 ribuan. Usaha dimulai sejak 2008 menghasilkan omzet Rp.6 jutaan diawal bisnis. Wanita asal Sidoarjo tersebut lantas melebarkan sayap bisnisnya sampai ke penjuru Indonesia.

Kemudian dia merambah produk lain. Limbah kain perca dirubahnya menjadi bisnis. Dia membuat aneka bros sampai tas. Harga tas berkisaran Rp.115- 200 ribu per- buah. Untuk jualan tas sendiri omzetnya ia dapat Rp.4 jutaan. Bros kain perca kisaran Rp.10- 15 ribu dan omzetnya mencapai Rp.4 jutaan.

"Saya akan total berwirausaha," paparnya. Dia sendiri meyakinkan dirinya membesarkan. Total semu

Dulu Dibully Sekarang Sudah Kaya Dicari- Cari

Profil Pengusaha Ollie Forsyth 


 
Sering dibully tapi sekarang pengusaha muda. Inilah kisah Ollie Forsyth. Bahkan Ollie sempat mau bunuh diri. Dia menderita disleksi. Susahnya belajar di sekolah biasa membuatnya tangguh. Kelahiran Pury End, dekat Towcester, Northamptonshire, pernah belajar di sekolah kebutuhan khusus.

Ia mendeskripsikan sekolah kebutuhan khusus hebat. Dimana dia benar disuport oleh guru. Namun ketika ia masuk ke sekolah biasa. "Saya memiliki tiga tahun terburuk hidup saya, dibully setiap kali dan termasuk bullying cyber," kenangnya.

Dia waktu itu pindah ke Dorset. Disanalah dia bersumpah akan merubah nasib diumur 20 tahun. Salah satu pemberi doronganya adalah, siapa lagi, kalau bukan miliarder disleksia Richard Branson. Secara pribadi Richard memberi dorongan kuat. Baginya entrepreneurship sudah merupakan jalan hidupnya.

Meski tidak pernah bertemu pribadi. Ollie pernah melihat program televisi pernah dia bintangi. "Branson sangat memberi inspirasi," Ollie menjelaskan. Perasaan tersebut tertanam, dimana dia bertekat memberi "balas dendam" kepada mereka.

Balas dendam pengusaha


Ketika lulusa sekolah menengah, yah akhirnya masa dibully sudah selesai, Ollie dengan penuh semangat menjalani hidup sebagai entrepreneur. Teman tukang bully sudah melanjutkan hidupnya. Sementara Ollie berjuang keras membuktikan bahwa mereka salah.

Tidak mudah, butuh banyak belajar mengendalikan kekurangan -menjadi kelebihan. Belajar dari Richard Branson menjadi satu- satunya jalan. Akhirnya dia meluncurkan bisnis pertamanya di umur 13 tahun. Ia lebih muda setahun dibanding ketika Richard Branson mulai.

Ollie tidak pernah membagi kisahnya. Dia memilih diam dibully. Sampai keinginan menjadi entrepreneur mendorongnya bicara. Dan seorang konselor di sekolah berkata: "Kamu harus membiarkannya begitu saja dan kamu akan menjadi miliarder kelak."

Ini semangat lain, ketika selesai sekolah dia semakin bersemangat berwirausaha. Beruntung dia bukanlah sosok penggerutu tanpa tindakan. Meski sempat mau bunuh diri. Dia sempat mencari jawaban atas ketidak beruntungannya. Jalannya ketika dia menemukan Richard Branson -sesama penderita disleksi akut.

Entrepreneurship mendorongnya ingin hidup. Ketika dia ingin mengakhiri hidupnya. Dia menemukan satu cara menjadi berarti buat orang lain. Dia bersumpah bahwa dia akan menjadi jutawan. Dan suatu saat para tukang bully akan datang menjadi pegawainya dan terbukti empat orang temanya minta pekerjaan.

Awal dia mulai dengan bisnis sangat sederhana. Dia jualan teh dan kopi. Ia menjualnya 20 sen per- cupnya dan 20 sen lagi buat nambah. Ollie dibantu orang tuanya, mereka meracikan kopi buat Ollie. Dia juga mulai berbisnis sederhana seperti memotongkan rumput, membawa jalan- jalan anjing, buat 20 sen lagi.

Kewirausahaan disleksia


Bisnis besarnya yakni Ollie's Shop. Yang mana toko online buat aneka hadiah, termasuk aneka perhiasan -kalung, gelang, dan cinci- , kemudian hiasan dinding, sabuk kulit, dan juga dompet. Dia menyebutnya satu hadiah terbaik buat remaja dan orang tuanya.

Dengan bantuan orang tua dan teman setia, dia mulai berbisnis lebih serius. Dimana dia menyetok dari China buat dijual kembali. Berhasil, dia menghasilkan uang, dimana dia mengaku menghasilkan untung sampai 2.500 pounds, selama enam bulan berjalan dari awal sampai sekarang terus menghasilkan uang.

Dalam enam bulan dia sudah menghasilkan. Semangatnya semakin berapi, percaya bahwa ini merupakan jalannya, "Saya sedang beruntung." Dia tidak pernah kehilangan uang atau merugi uang. Tetapi perjalanan bully tidak berhenti ketika dia masuk ke sekolah Bruern Abbey, sekolah asrama di Oxfordshire.

Dia menduga kali ini soal kecemburuan atas passionnya. Mereka cemburu melihat Ollie bersemangat buat berwirausaha. Disisi lain mereka menyerang satu- satunya kelemahan: Pendidikan! Yah mereka menghina cara dia belajar. Bagaimana kemampuan Ollie beradaptasi dengan pelajaran di sekolah biasa.

"Saya tidak pernah tau apa mereka inginkan dari saya," ujar Ollie. Dia merasa anak cowok tidak pernah bisa cocok dengannya. Memalukan sih sebagai anak cowok Ollie dibegitukan. Dia cuma bisa mengingatkan bahwa setiap orang memiliki perbedaan termasuk cara belajar, tidak cuma penderita disleksia.

Ia juga menyarankan bagi korban bullying. Tetaplah kamu terus maju jangan melihat ke belakang. Alirkan rasa marah mu ke mimpi dan membantu orang lain, membantu mereka yang juga merasakan apa yang dia rasakan.

Dia menjadi volunter diberbagai badan amal, dari Anglia's Children's Hospice, Army Benevolent Fund's The Soldier's Charity, dan menjadi ambasador Winners Win, dimana merupakan badan amal online buat mereka pengusaha bersosial. Dia juga menggunakan uangnya sendiri, membantu pengusaha muda lainnya.

Bisnis tidak pernah mati


Dia menyarankan setiap anak buat berwirausaha. Baginya jalan entrepreneurship merupakan cara menjadi dewasa, mengambangkan mimpi, dan harapan bagi setiap orang -bagaimana pun keadaanya. Baginya adanya mentor merupakan hal penting. Ollie mengawali dengan mencari orang sukses di lokal kalian.

Atau, kamu bisa mencari anake cerita sukses, atau melihatnya lewat video YouTube. Diumur 16 tahunan, ia mendirikan perusahaan bernama Charmou, dimana fokusnya buat bisnis ecommerce fasion. Dia memiliki 23 brand aparel, 250 produk, dimana fokusnya adalah seluruh dunia.

Mimpinya Charmou mampu menarik 365 brand baru. Untuk pendidikan selanjutnya adalah entrepreneur lagi. Dia mau masuk sekolah Peter Jones Enterprise Academy, yakni sekolah bisnis yang didirikan oleh Peter Jones, seorang serial entrepreneur dan salah satunya panelis acara wirausaha Dragon's Den.

Dia ingin menjadi miliarder sebelum 20 tahun. Atau diumur ke 20 -an, dan dia akan sangat bahagia jika ia mencapainya. Uang bukanlah masalah. Baginya dia menikmati menjadi pengusaha. Dia lebih memilih cara menjadi pegawai sekaligus bos diri sendiri.

Dia juga memiliki agensi digital bernama UNBXD. Dimana dia bekerja sama dengan kawan sekolah, yang mana memiliki lebih dari 40 klien, termasuk selebriti, juga berminat pada bisnisnya. Hari ini, diumur yang baru 17 tahun, dia sudah memiliki delapan perusahaan mengglobal loh.

Ollie belum bisa membaca. Sampai umurnya 15 tahun dia tidak bisa membaca. Dimana umurnya 16 tahun tidak punya kualifikasi melanjutkan pendidikan. Tetapi jalur pendidikan tidak menghalangi ambisinya. Ia ingin menjadi miliarder sebelum umur 20 tahun. "Saya menggunakan imajinasi membangun bisnis dari nol"

Percaya diri, dia menghubungi 10 suplier berbeda seluruh dunia, dan bekerja sama membangun bisnis yang berbasis persaudaraan. Ia mampu mengajak mereka memberi 10 sample gratis. Lalu dia memiliki 100 sample menjualnya semua. Semuanya terjual menghasilkan banyak uang!

Tidak berhenti disana karena dia menemukan UniBell sebuah aplikasi. Disana anak kuliahan bisa menjual dan membeli di universitas. Dia menyebutnya eBay nya sendiri. Memang sudah pernah ada, tetapi Ollie pengen lebih besar menyebar ke penjuru universitas seluruh Inggris dan menyebar sangat cepat.

Dia juga pengen membuat proyek pipa minyak, termasuk inkubator dan sekolah entrepreneur di India. Ia ingin membantu mereka yang merasakan kata "gagal". Tidak ada orang gagal dikehidupan kita. Dia ingin rasa salah buat mereka. Menyuport mereka banyak orang menjadi entrepreneur seperti dirinya kini.

"Kata itu, kegagalan, selalu datang ke saya sehari-hari -nyatanya saya salah satunya di sekolah. Tetapi, saya akan bertanya, kualifikasi yang paling penting dalam hidup kita aoa? Tidak ada, apa yang benar-benar penting adalah hal yang suka lakukan. Saya selalu tahu saya ingin menjadi pengusaha tapi ditindas tentu mendorong dan memotivasi saya bahkan lebih."

Hal tersulit baginya ialah bagaimana mengeluarkan nama itu. Kegagalan, dimana orang melihat kamu hanya siswa sekolah, namun ketika kamu mampu menciptakan koneksi baik; semuanya akan berubah. Tidak cuma berbisnis, dia juga aktif menjadi pembicara di Universitas membantu orang menjadi pengusaha.

Berawal Kamera Omnya Gadis 16 Tahun ini Berwirausaha

Profil Pengusaha Sangat Muda Bella Mutia 



Berawal dari kamera punya omnya. Gadis belia 16 tahun ini sekarang pengusaha. Inilah kisah Bella Mutia yang diangkat oleh Studentpreneur.co. Berawal kamera Canon EOS 1100D, Mutia ingin memiliki kamera sendiri. Dia kemudian dihadiahi kamera tersebut dan mulai memfoto.

Tetapi Mutia tidak mau hanya gratisan loh. Gadis berjilbab ini memilih buat mencicilnya. Mengupayakan membelinya bukan dikasih. Harganya Rp.3 juta dicicil Mutia senilai Rp.300 ribu per- bulan dan baru lunas setelah sepuluh bulan. Dari proses mencicil inilah ide bisnis muncul dibenak Mutia.

Sementara belum lunas cicilan. Ternyata Mutia belum sering menggunaknya. Kan sayang, jadi ia sewakan  sajakepada teman- temanya. Lumayan uang mencicil kamera bisa kembali karena disewa teman- teman. Uang sewa tersebut menjadi tambahan buat mempercepat pelunasan kameran omnya.

Bisnis sederhana


Lama kelamaan, ia menyadari satu hal: Kemampuannya memfoto tidak jago- jago amat. Mending kalau tidak terpakai kan disewakan saja. Daripada buat memfoto tidak bermanfaat. Akhirnya si Mutia kembali menawarkan kamera miliknya ke teman. Penyewanya mulai dari mereka yang serius ingin tau tentang fotografi.

Hingga mereka yang ingin sekedar mengabadikan moment spesial. Adapula penyewan yang sekedar mau narsis- narsis pake kameran profesional. Alhamdulillah, hasilnya mengejutkan, dari satu kamera sudah menjadi tiga buah. Uang sewa dipatok Rp.50 ribu buat enam jam pemakaian, murah kan?

Pikirkan saja, kan tidak semua orang mau narsis setiap hari. Beberapa orang cuma butuh kamera untuk momen spesialnya dan sudah selesai. Tidak disangka awal iseng membuahkan bisnis. Bahkan dia sudah bisa membantu ekonomi keluarga.

Apakah ada masalah? Yah, ia berkisah pernah tiga dari empat kameranya dibawa kabur. Mereka hanyalah pelajar beruntung gampang dikenali. Kalau tidak yah Mutia bisa rugi Rp.9 juta. Karena mereka pelajar, akhirnya Mutia tidak memperpanjang ya terpenting kameranya kembali.

Pengalaman tersebut menjadi pelajaran besar. Kebodohan tersebut diganti dengan memperketat syaratnya menyewa. Ia tidak akan menyewakan jika tidak ada identitas. Harus menyerahkan KTP atau Kartu Pelajar asli. Kedisplinan keuangan juga diterapkan Mutia, yakni lewat kuitansi sewa, jadi tidaka ada masalah lagi.

Dia mulai bangkit kembali. Lewat uang sewa segitu, ia mengaku mampu mengantungi omzet Rp.7 juta sampai Rp.6 juta per- bulan. Berkat kedisplinan keuangan bisnisnya terus berkembang. Kedepan dia mau punya lebih banyak kamera baru. Uang segitu digunakan buat apa Mutia?

Dia bilang buat bayar uang sekolah. Juga membiayai sekolah kedua adiknya. Juga sudah bisa mencicil mobil loh. Yah buat mempermudah transportasi keluarga lah. Kedepan memperbanyak properti kamera, bahkan kalau bisa mau membuka studio foto. Dan akhirnya nanti menaikan haji kedua orang tua akhirnya.

Semangat Mutia!

Pemilik Mie Sabuke Muda Pengusaha

Profil Pengusaha Fraga Tanansyah 




Usianya baru 24 tahun tetapi sudah berbisnis sendiri. Fraga Tanansyah, terlahir dari keluarga pecinta mie, maka tidak salah kalau dia berbisnis mie. Untuk usahanya patut diacungi jempol. Karena tidak mudah, apalagi buat konsisten menggeluti bisnis yang sama selama empat tahun.

Ia merasakan betul rasanya salah. Kesalahan strategi bisnis membuatnya jatuh. Namun, pengusaha muda satu ini memiliki passion tinggi akan mie ayam. Hingga menciptakan produk Mie Ayam Sabuke. Ceritanya dimulai sejak 2012 silam.

Bisnis di kampus


Ia barulah menyelesaikan pendidikan teknik telekomunikasi. Menjadi lulusan sebuah universitas negeri, ia tak lantas memilih bekerja, karena apa hasratnya adalah menjadi pengusaha. Ya sejak kuliah dia ingin jadi pengusaha muda sukses.

Demi mewujudkan hal tersebut dia langsung tancap gas. Tidak mau melamar pekerjaan menjadi pegawai. Ia kemudian membuka bisnis mie ayam sangat sederhana.

"Saya emang ingin menjadi pengusaha ketimbang pegawai," seperti yang dilansir oleh Detik.com. Maka dimulailah perjalanan bisnis pemuda tampan satu ini.

Rasanya asik, begitu dia mengomentari kenapa bewirausaha. Ide bisnis gampang tinggal mencari apa yang kita suka. Gampangnya dia melihat keluarganya hobi makan mie ayam. Kenapa enggak berjualan mie ayam saja?

Dia kemudian asik bercerita. Lewat internet dia mencari cara membuat mie ayam. Yah, kan namanya suka mie ayam, bukan pembuat mie ayam jadi dia tidak tau. Meskipun bisa masak tidak mudah bikin mie ayam. Karena niat bisnis sangatlah kuat. Fraga kemudian meracik aneka bahan menjadi mie ayam.

Butuh waktu sampai ia menemukan racikan tepat. Bagaimana membuat mie ayam yang berbeda. Rasanya harus berbeda daripada yang lain. Fraga bekerja sangat keras. Resepnya diolah sampai empat bulanan. Ia akhirnya percaya diri, dan menamainya Mie Ayam Sabuke. 

"Sampai sakit perut. Coba lagi terus cari informasi," paparnya.

Sudah jalan setahun tetapi tidak sesuai harapan. Kendala silih berganti menghampiri. Penjualan malah jadi turun drastis. Impian omzet puluhan juta ternyata berhenti. Pembukuan Fraga tidak lagi dipenuhi angka nol banyak.

Ia kemudian menjajaki aneka pameran, fetival, bazar dan lainnya. Untuk tambahan dia menjajakan lewat sosial media dan website. Hasil dari semua itu tidaklah banyak. Fraga mampu mengantungi Rp.2 juta- Rp3 juta per- hari. Kegiatan tersebut cuma dilakukan Fraga selama semingguan.

Agar menarik minat pembeli kembali. Ia menyiasati lewat produk baru. Fraga menciptakan produk yang bernama Kentang Mustofa. Produk ini dapat dijual terpisah di outlet- outlet. Tetapi juga bisa dijadikan makanan pendamping mie miliknya. Dengan bantuan produk baru, lumayanlah menambah omzet per- hari.

Meski untungnya tipis, Fraga tetap optimis melanjutkan usaha. Untuk penghasilan rutin sudah didukung dari Kentang Mustofa. Sisanya bagaimana menarik lebih banyak pelanggan. Ia mengungkapkan ide buat membuat kendaraan khusus menjajakan Mie Ayam Sabuke. Agar lebih efektif dan efisien dalam penjualan.

Kemudian dia merencanakan mencakup wilayah Jakarta dan sekitarnya. Menjalani kehidupan menjadi pengusaha ternyata tidak mudah. Pelajaran diambil menurutnya: Ambilah referensi matang sebelum kamu memulai berwirausaha. Harus- harus matang sebelum mengambil keputusan membuka usaha sendiri.

Ia mencontohkan dengarkan dulu orang. Lakukan analisis matang mengenai pasar. Lakukan lah analisa seakurat mungkin sebelum membuka usaha. Kini, usaha yang dijalankan bermodal Rp.5 juta, dan sedikit bantuan dari orang tua sudah berjalan baik. Fraga tengah merintis satu gerai sewa di kawasan Bekasi.

Berawal dari mie ayam berbahan bumbu orginal. Makin lama, makin banyak rasanya, seperti mie ayam rasa bayam, wortel, coklat, kopi, strawberi, sampai buah naga. Dia ingin membuat mie ayam berbeda. Dan tanpa bahan pengawet tentunya. Rasanya tuh enak tetapi berbahan sehat tidak merugikan orang lain.

Semua rasanya organik loh. Omzet dihasilkan Fraga sudah mencapai Rp.30 juta- Rp.40 juta. Dimana dia masih berambisi menstabilkan dan memperluas bisnisnya. Berawal dari satu pusat perbelanjaan di wilayah Cijantung, Jakarta Timur. Berpindah- pindah dan menetap untuk membuktikan tekat pengusaha mudanya.

Ahlinya Teh Asli Indonesia Berawal dari Passion

Profil Pengusaha Ratna Somantri 



Pekerjaanya tidak banyak dikenal orang. Tetapi dari sanalah keberuntungan menghinggapi Ratna Somantri. Bahkan nih dia rela melepaskan pekerjaanya. Jenusnya menjadi pegawai sudah dirasakan Ratna. Sampai ia menemukan kegiatan baru dibidang kuliner.

Dilanda kejenuhan rutinitas kerja. Ia yang tinggal di Australia, lantas menyempatkan diri mengikuti kelas pastry di Le Cordon Bleu. Diperjalanan dia mampi ke satu kafe, Tea Center, menyadikan minuma teh ke pelanggan. Bayangkan dalam satu tempat ada 500 macam teh disajikan, dan tidak ada di Indonesia.

Keinginan memasuki bisnis teh muncul. Cerita bisnis Ratna memang panjang. Tetapi merunut ke belakang dia sudah mengenal teh sejak kecil. Sang mama dikenal jagonya meracik teh sendiri. Dia ingat betul rasa khas teh asal Cirbon, Jawa Barat.

Tidak mudah berbisnis


Perempuan kelahiran Cirebon 3 November 1978. Kemudian pulang kampung ke Indonesia. Berbekal rasa ingin tau, ditambah niat menjadi wirausaha: Ratna mengajak seorang teman berbisnis. Untuk membekali diri, Ratna sempat kursus tentang teh di Purple Cane, Kuala Lumpur. Keduanya sepakat membuka kafe teh sendiri.

Nyatanya tidak mudah seperti benaknya. Bisnis mereka tidak bertahan lama. Ujungnya dia menjual saham miliknya. Ia ingin lebih memfokusi tentang teh lebih dalam. "Sahamnya kemudian saya jual, tapi kecintaan saya akan semakin haris semakin bertambah."

Ia sengaja berlibur ke negara- negara penghasil teh. Mulailah dia mempelajari budaya teh mereka. Contoh negera itu ya China, Jepang, Korea, sekalian menikmati aneka teh dan belajar. Ratna lantas mendirikan komunitas pecinta teh. Dia juga meluncurkan beberapa buku tentang khasiat teh.

Dia menulis buku Kisah dan Khasiat Teh. Ratna juga menjabat Ketua Dewan Teh hingga periode sekarang. Ratna memang lebih cocok menjadi spesialis teh. Pilihan profesi yang jarang didengar orang kita. Oh ya, buku tersebut dipublis oleh PT. Gramedia Pustaka, bukunya setebal 115 halaman jadilah sangat lengkap.

Kesukaan akan teh membayanya ke banyak negara. Dia disandingkan master- master teh, baik dari China, Hong Kong dan Kuala Lumpur. Baginya minum teh merupakan kegiatan menyenangkan. Bayangkan kita mencium aroma daun teh, yang merekah diatas air panas dalam cangkir, "...rasanya kepenatan hilang."

Baginya ritual minum teh sangat penting. Semakin gemas ketika ia melihat bagaimana orang minum teh di Indonesia. Padahal teh Indonesia memiliki cita rasa unik. Di Indonesia, teh masih dianggap minuman biasa, padahal di Eropa minum teh sudah menjadi cara orang menaikan gengsi.

Ia memang tau pemilihan daun teh sudah benar. Tapi dalam hal penyimpanan dan pengolahan, orang kita masih salah kaprah. Padahal negara kita merupakan penghasil teh tersebesar. Ia lantas mendorong agar teh kita lebih diperhatikan. Caranya ialah ia mendirikan komunitas dan blog mengenai cita rasa teh lokal kita.

Bisnis sampai profesional


Mudahnya teh dikonsumsi di Indonesia membuat pamornya turun. Alhasil banyak orang menyepelekan cara minum teh. Menurut Ratna, bahkan meski kita biasa minum teh, faktanya nih teh terbaik Indonesia ternyata 60% dieskpor. Kita harus memperbaiki cara kita memperlakukan teh, ujarnya.

Jangan lah negera lain yang justru menikmati teh kita. Jangan biarkan mereka malah lebih menghargai teh berkualitas kita. Ratna menyemangati bahwa teh kita tidak kalah dari China.

Berawal dari bisnis kafe teh. Kemudian gagal, menyisakan hasrat terpendam kepada teh. Ratna lantas mulai berkeliling mencari ilmu tentang teh. Kalau mau bisnis kan harus tau segala tentang bisnis yang akan dijalani. Seiring berjalan pemahaman masyarakat urban, ia kembali dengan sejuta pengalaman.

Dia mulai diajak ke berbagai talk show. Kemudian dia juga menjadi pembicara diskusi teh. Dulu dia masih pesimis kalau ngomongin teh. Eh, di 2011, malah ada acaranya dan peminatnya ternyata banyak loh. Ia menyebut sekarang teh sudah menjadi tren. Termasuk bagaimana menikmati teh dengan baik dan benar.

Dia tidak pernah sengaja menjadi pakar teh. Ratna cuma menggemari budaya teh. Selain itu juga rasanya, yang mana katanya nih, Ratna sudah mencicipi 100 jenis teh. Dia juga mengkoleksi mereka dalam tempat khususnya. Wanita keturunan Sunda- China ini, prihatin akan ketidak tahuan orang akan kualitas berteh.

Banyak orang masih keliru dalam menikmati teh. Bahkan tidak jarang nilai teh malah berkurang. Dari rasa, aroma, dan khasiatnya hilang. "Saya tahu kalau teh enggak bisa sembarangan diseduh," paparnya.

Menurutnya ada dua teknik penyajian teh: Gaya Barat dan Timur. Gaya barat ya gayanya orang- orang Eropa, seperti Inggris, Italia, dan negara- negara sekitarnya. Mereka menyeduh dengan air banyak tetapi daun tehnya sedikit. Penyeduhan butuh waktu 3- 4 menit sebelum diangkat.

Dari Timur menggunakan teko kecil. Daunya banyak berbanding terbalik dengan jumlah airnya. Disedunya cuma sebentar yakni 30 detik. Teh ini menurutnya lebih sehat karena zatnya belum banyak hilang. Hal yang mendasar begitu saja orang Indonesia belum tahu. Lewat berbagai media Ratna mengedukasi tentang teh.

Entri yang Diunggulkan

Biografi Jack Ma Orang Terkaya China Alibaba