Membuat Aneka Makanan Jamur Selepas Office Boy

Profil Pengusaha Tandri Kurniawan dan Siti Rohayati


Merantau sampai ke Bandung membuahkan hasil. Tandri Kurniawan ketika tahun 2000 merantau dari asal Pekanbaru, Riau sampai ke Bandung, Jawa Barat. Alasannya mendapatkan pekerjaan tetap menjadi office boy salah satu hotel. Jujur saja bekerja menjadi tukang bersih- bersih tidak menghasilkan cukup.

Maka dia membanting stir menjadi pengusaha. Awalnya mencoba menanam jamur di rumah. Ini menjadi satu langkah dirinya menjadi juragan jamur tiram. Sukses dijalani di rumah, ia lalu membuka gubuk sederhana dari bambu sebagai tempat budidaya.

Sebuah bilik bambu menjadi saksi bisu sejak 2005. Tandri memutuskan berhenti bekerja di hotel. Menekuni usaha jamur tiram, yang awalnya di dalam rumah, lalu mulai dari bilik bambu menampung 12.000 baglog bersewa Rp.3,7 juta. Meski sukses sebagai petani jamur maka hidupnya ditangan tengkulak.

Harganya rendah di petani, tetapi tinggi sesampai di tengkulak. Benar berbanding terbalik harga perkilonya. Harga di tingkat petani Rp.1.000- 1.500 per- kg. Sementara harga tingkat pasar mencapai Rp.6.000- Rp.7.000 per- kg. "...artinya yang paling untung tengkulaknya," ujar Tandri miris.

Maka semenjak itulah hasrat berubah. Ia ingin menghasilkan lebih besar untung. Maka, Tandri mulai berpikir bagaimana mengolah jamur tiramnya. Akhirnya, di tahun 2011, maka diputuskan ia akan mengolah jamur jadi keripik.

Mencoba bisnis


Berawal dari rasa jengkel dimulailah percobaan membuat keripik. Tidak langsung berhasil dibutuhkan waktu, dia sendiri memang baru pertama kali. Hasilnya pertamanya selalu gagal terlalu lembek. Atau, akhirnya dia menggoreng malah tetapi malah keras. Untuk resep dicarinya lewat internet sampai ketemu yang cocok.

"...akhirnya dapat resep yang pas," kenangnya. Sukses menghasilkan keripik bercitara rasa, sedap, dan juga crispy. Kini giliran kebingungan kemanda dia akan pasarkan. "Saya jadi dilema, rumah tinggal saya berada di dalam gang sempit, tidak punya toko jualan."

Tandri mulai menawarkan keripik jamur lewat BBM. Penjualan online sangat membantu tumbuh kembang bisnisnya. Ia bahkan mampu menjual seribu bungkus keripik perbulan. Harga perbungkus dijual Rp.15.000 sampai Rp.17.000 per- bungkus.

Keuntungan bersih berjualan keripik mencapai Rp.4 juta. Padahal, sebulan pertama sejak sukses budidaya, ia menjual ke tengkulak cuma untunga Rp.600.000 ribu, beda kan? Maka tidak sia- sia keputusannya untuk keluar office boy. Sebagai tambahan gajinya waktu itu, jikalau sesuai UMK Bandung, maka senilai Rp.2 juta.

Bersama istrinya fokus Tandri bagaimana masuk ke supermarket. Untuk satu ini dibutuhkan lebih banyak ia keluarkan. Baik uang ataupun tenaga produksi agar lebih banyak. Ia menyebutkan untuk sekarang masih ada kebutuhan tidak terpenuhi. Oleh sebabnya dia meminta bantuan kepada teman- teman sesama petani.

Agar mampu masuk ke supermarket dibutuhkan 1.000 bungkus per- hari. Agar pendapatan semakin tinggi maka disediakan ruang kerja sama berupa reseller. Masyarakat bisa menjual dengan potongan harga senilai Rp.5000 per- bungkus, atau Rp.15.000 per- bungkus menjadi Rp.10.000 per- bungkus untuk kemasan biasa.

Untuk kemasan alumunium foil harga semula Rp.17.000 menjadi Rp.13.000 per- bungkus. "Dengan menjaga kualitas, menciptakan aneka kreasi jamur terbaru, saya yakin bisnis saya akan terus maju," ujar Siti Rohayati, wanita yang penulis kira merupakan istri Tandri Kurniawan.

Berbekal kepercayaan diri itulah, produk Azka Mushroom berkembang pesat. Aneka rasa disuguhkan mulai dari original, keju, barbeque, balado, pedas manis juga ekstra pedas. Tambahan adalah produk baru yaitu aneka nuget jamur. Tandri mengaku mampu menjual 500 bungkus nuget jamur meski produk baru.

Bisnis serba jamur


Berbeda versi Siti, usahanya dijalankan sejak Desember 2011, dan merupakan bisnis yang tengah menjamur lebat. Niat berbisnis terinspirasi sang suami yang juga memiliki usaha sejenis. Bedanya sang suami memiliki usaha di kawasan Cisarua Lembang. Ia tanpa ragu meminta pasokan jamur milik suaminya.

Olahan jamur berbagai bentuk tinggal mencari di internet. Siti menggunakan bahan terbaik milik suami. Jamur haruslah segar, berukuran besar, hingga mudah dan banyak jika diolah menjadi keripik. Sebagai wanita, Siti terbilang perfeksionis termasuk soal minyak, tepung, yang juga harus berkualitas.

Uang modalnya cuma Rp.500 ribu awalan. Uang tabungan dibelanjakan jamur tiram, tepung terigu, dan juga bumbu. Produksi pertama menghasilkan berat 250 gram masing- masing. Semua dipasarkan ke tetangga dan teman terdekat. Olahan tersebut lantas dinamainya Marrema. Nama didasari bahasa Sunda yang berarti laris manis.

Nama tersebut didasarkan berdasarkan lokal sekaligus doa. Membutuhkan ketukan ketika memulai usaha jamur tersebut.

Rahasia sukses bisnis jamur adalah ketekunan ditambah ketelitian. Pasalnya kita tau dibutuhkan kecermatan soal persentasi adonan. Juga termasuk proses penggorengan sampai ke pengemasan. Dibutuhkan ketelitian bagi Siti mengerjakan hal tersebut. Untungnya nih dia tidak mengalami kesulitas berarti dibanding suaminya.

Dalam pembuatan keripik jamur 15 kg butuh 12 jam. Kalau nuget jamur lebih lama lagi dibanding keripik. Bayangkan nuget jamur 20 bungkus atau 5 kg nuget membutuhkan waktu 12 jam. Satu hari pengukusan, dan dua hari untuk pemotongan, memberi tepung, menggoreng, didinginkan, dikemas sampai dimasukan kulkas.

"Produksi keripik dan nuget tidak bisa sekaligus," paparnya. Dibutuhkan waktu bergiliran agar tidak menjadi kerepotan. Agar lebih sempurna maka penirisan minyak dibikin sekering mungkin.

Tanpa monosodium glutamate (MSG) membuatnya tidak tahan lama. Meski begitu rasanya gurih karena ia membei campuran daging ayam asli dicampur gula, garam, dan rempah. Sekali lagi tanpa bahan pengawet juga tanpa pengembang. Siti memilih makanan sehat meski harga jualnya akan jatuh lebih mahal.

Olaha hasil karya Sitis dibagi dua yaitu nuget jamur dan keripik jamur. Yang masing- masing terbagi menjadi nuget jamur original, jamur brokoli, keju nuget jamur ekstra keju dan udang, jamur wortel, dan terkahir jamur lele.

Promosinya melalui mulut ke mulut. Karena variasi produknya banyak membuat orang cepat tertarik. Bukan sekedar membuat keripik jamur biasa. Siti juga mulai merambah internet lewat Facebook pribadi di akun Siti Rohiyati. Pesanannya sudah datang dari Palembang, Makassar, Bali, Pekanbaru, Kalimantan, Lampung, dan Palembang.

Ia menjelaskan tidak semua pesanan terlayani. Pengiriman yang lama malah nanti merusak kualitas produk. Produksi per- harinya 400- 500 bungkus keripik dan 100 bungkus nuget. Pesanan tersebut menghasilkan omzet empat juta per- bulan. Empat tahun sudah, kesulitan terbesar Siti meliputi SDM, proses produksi, dan modal.

"Kuncinya adalah menjaga semangat dan melakukan keseharian bisnis dengan senang hati," saran Siti.

Mulai membangun mimpi bisnisnya berkembang. Hasil keuntungan dibelikan mesin produksi lebih besar. Dia membeli kompos, wajan khusus, pendingin, alat peniris minya seharga dua jutaan. Waktu mendatang mulai direncanakan booth jamur di Bandung.

Maksudnya menampilkan aneka olahan jamur dan cara memproduksi jamur. Usahanya juga ditargetkan oleh Siti menjadi restoran jamur ataupun rumah makan aneka jamur.

Catatan: Penulis sedikit ragu atas kesimpulan bahwa keduanya adalah suami istri. Hingga kami menemukan dua alamat sama persis di kedua yaitu Jalan Siliwangi Dalam I No 89 A/155bB RT 1 RW 1, Bandung, Jawa Barat (sumber Republika dan Detik)

Serba Agrobisnis Menjanjikan Khansa Food

Profil Pengusaha Waqas Mahmoed


  
Manisnya berbisnis organik dirasaka pria ini. Muh Waqas Mahmoed sudah mengenal berbisnis organik sejak lama. Mudah dibudidayakan ternyata, serta permintaan akannya yang kian bertambah setiap tahun. Bahkan tahun 2015 target mencapai 20 juta ton. Padahal itu baru target pasar nasional, belum target pasar ekspor ke Amerika.

Di tahun 2014, menurut catatanya permintaan ekspor tinggi, yakni mencapai 3,5 juta ton. Warga Sulawesi Selatan ini tidak mau tanggung menanam jagung. Bayangkan tanah seluas 450 ribu hektar rencananya akan ditanami jagung. Ia baru menggarap setengahnya 20 hektar.

Jagung manis menjadi andalan Waqas. Utamanya jagung manis organik menjadi diminati sekarang ini. Selain kamu jual ke pedagang pengepul. Kamu bisa menjual ke pasar modern, seperti supermarket, ataupun mal- mal penjuru Makassar. Harga lumayan baik yakni Rp.850 per- buah. "Kalo soal omzet itu rahasia," tuturnya lagi.

Pria kelahiran Jakarta, 29 Oktober 1961, harga tinggi berkat animo budaya organik. Selain itu jagung dapat diolah menjadi berbagai bentuk semacam jagung bakar ataupun jagung rebus. Tingkatan penerimaan juga tergolong tinggi yakni mulai pasar tradisional hingga retail.

Dia tidak mau kalah dengan penghasil jagung tetangga. Petani asal Jeneponto dan Bantaeng bahkan berhasil mencapai 10 ton per- hektar. Ayah empat anak ini menyebut bahwa menanam jagung itu mudah. Cukup saja memanfaatkan tanah kebun atau sawah, hanya saja tidak boleh tergenang air.

Unsur Nitrogen (N) haruslah besar. Tetapi tetap mengimbangi lewat unsur Kalium (K) dan Pospat (P). Jadi intinya butuh unsur hara cukup.

Bisnis darat laut


Tips menanam jagung manis ditanah kering berbeda. Kamu membutuhkan bedengan, tampat pembuangan air yang berdiameter 1 meter dan ketinggian 20- 30 cm. Jarak antara badengan akan ada 30 cm yang ditanami 2 lajur baris tanaman. Bedengan tersebut memang fokus berfungsi sebagai pengontrol air atau drainase.

Gunakanlah pupuk organik untuk memenuhi unsur N dan unsur lainnya. Penggunaan kompos yakni berbahan kotoran ayam ditambah kotoran sapi atau kambing, yang berkomposisi 1:1. Untuk kotoran ayam memberikan kadar N lebih banyak dan mudah terurai. Kotoran sapi dan kambing akan memenuhi K dan P -nya.

Kebutuhan pupuk disebutnya mencapai 5 ton per- hektar. Penanaman jagung lebih baik menggunakan sistem tunggal. Satu lubang sedalam 23 cm dimasukin 2 bulir benih jagung. Kemudian tutuplah dengan tanah dan kompos; sirami agar kelembapan terjaga. "Untuk satu hektar dibutuhkan 8 kg," paparnya.

Alumni Universitas Negeri Jendral Sudirman 1987, Purwakarta, Jawa Tengah ini, menyebutkan bahwa butuh jarak antar tanaman 60- 70 cm. Setiap hektar menurutnya akan menghasilkan 34.000- 37.000 tanaman per- hektar.

Sukses jagung manis begitu pula usaha lain. Waqas termasuk pengusaha produktif. Jika jagung merupakan bisnis tanah maka kali ini adalah bisnis air. Lewat Khansa Food, Waqas memproduksi rumput lau organik asli Indonesia. Mulai produk kerupuk rumput laut, brownies rumput laut, getuk dan agar- agar rumput lain.

"...mia kering rumput laut, tersi rumput laut, dan es buah sirsak rumput laus," tambah Waqas.

Melalui usaha rumput laut menghasilkan 6 ribu kemasan berbagai produk. Ia menyebut harga produk sekitar Rp.10 ribu, omzetnya mencapai Rp.60 juta per- bulan. Khansa Food menyasar penjualan online ataupun jadi andalan pusat oleh- oleh.

Melalui aneka bisnis online mampu mencakup banyak daerah. Bahan bakus sendiri didapat dari kelompok nelayan asal Balai Budidaya Air Payau Takalar, Sulsel. Dia sendiri mendapatkan pendampingan teknis secara berkala oleh mereka. Tanpa bahan pengawet, juga tanpa warna buatan, ditambah serat alami menyehatkan.

Meskipun bisnis rumput laut menjanjikan tetapi butuh waktu. Kamu tidak boleh terburu- buru disini, karena Waqas sendiri mengikuti pelatihan sebelum terjun berbisnis.

Website: Khansafood.com

Membidik Bisnis Fasion Wanita Lewat Rasa

Profil Pengusaha Edryan Kampua 


 
Prospek bisnis fasion selalu menjanjikan. Selain kuliner mungkin ini menjadi sumber utama. Buat kamu para pengusaha pemula jangan lewatkan. Begitu kira Edryan Kampua, atau lebih dikenal Ncek Gau yang sukses mencoba peruntunga di bisnis fasion. Pria nyentrik 32 tahun ini mencoba mengaplikasikan selera berbusana.

Dia menjual seleranya kepada khalayak ramai. Hasilnya ternyata mengejutkan karena taste -nya menggugah selera. Fokus dalam mengambil pangsar pasar sangat dianjurkan Edryan. Berkat itu sekarang uang mengalir layaknya sumur memberikan kehidupan. 

"Alhamdulillah hasilnya dari bisnis ini. Istilahnya sekarang sudah punya sumur alternatif lah buat mandi," tutur Edryan.

Awal memulai tahu 2013, pria yang hobi memakai topi ini, memulai karena inspirasi teman sejawat. Melihat kenyataan mereka banyak mengeluarkan uang. Tapi dalam berpakaian mereka sangat biasa tidak memiliki taste. Inilah doronganya mendandani mereka lewat bisnis fasion. Mantan wartawan tabloid remaja ini punya khan.

Pria kelahiran Jakarta, 22 Oktober 1979, yang tidak memiliki latar belakang pendidikan fasion. Tidak lah menyurutkan semangat bapak dua anak ini. Malah dia semakin bersemangat mencari tau secara otodidak. Ia mengikuti tren tanpa membatasi diri. Menjadi orang hobi berdandan memberikan kelebihan soal selera.

Akhirnya dia mencoba menjalankan bisnis fasion tersebut -yang kemudian dinamai Lusky Waer- dimana sudah terlihat manis untungnya.

Coba coba berbisnis


Ia sebenarnya mengadu peruntungan di bidang fasion. Menurut Wartakota, menyebutkan biaya dikeluarkan olehnya cuma Rp.5 juta, dimana rincian Rp.2,5 juta dibelikan bahan Pasar Kain Cipadu, Tangerang, dimana sisa uangnya dijadikan ongkos jahit serta pembelian perlengkapan lain.

Lewat bahan tersebut jadilah beberapa produk, seperti t- shirt, sweater, rok, cardigan, ataupun pakaian luar. Nama Lusky Wear sendiri berasal dari dua nama anaknya, Luna dan Skyka, Ncek begitu orang memanggil namanya, memulai berbisnis fasion.

Debut pertamanya ya di acara bernama Jakarta Clothing Expo atau Jackcloth. Sebuah langkah jitu dalam memperkenalkan produk seketika. Mengikuti acara seperti ini memang baik bagi pengusaha pemula. Barang disini tidak cuma produk baru tetapi juga brand ternama -makanya pasti banyak diminti oleh masyarakat.

Pertama mengikuti acara tersebut respon langsung positif. Soal pasar ditargetkan awal, jujur Ncek fokus ke pasar wanita, alasannya wanita doyan berbelanja pakaian. Disisi lain adalah acara Jackcloth sebenarnya lebih condong ke acara pria. Pasalnya lebih banyak distro dibanding produk pakaian wanita.

"Responnya bagus dan sampai sekarang jadi lebih membidik pasar cewek," celetuknya. Ditanya soal omzet, mengikuti acara seperti ini mampu mendongkrat omzet sampai Rp.100 juta.

Jika dihitung acara seperti Jackcloth rutin dijalankan satu tahunan. Dalam setahun bahkan mencapai tiga kali acara. "Jadi lumayan hasilnya," tuturnya. Apalagi kalau ditambah penjualan offline dan online. Melalui acara Jackcloth saja sudah ratusan juta.

Tambahan acara Jackcloth bersifat conyasi. Jadi dia menitipkan barang, tentu resikonya kalau tidak laku ia tidak mendapatkan apa- apa. Untuk penjualan offline tersebar di kawasan Tebet, Jakarta Selatan, dan juga Bekasi, Jawa Barat.

Meski sederhana dia mempekerjakan 5 orang karyawan. Produknya juga mulai bervariasi bahkan meliputi tanktop, long vest, celana panjang wanita, celana pendek, rok, pasmin dan bahkan aneka aksesoris wanita seperti kalung. Produk andalan Encek ialah pakaian luar dan aneka aksesoris buatan tangan.

Produk tertentu juga dibuat limited edition cuma pas acara saja. Nah, kalau sudah begitu, pembeli tidak akan menemukannya di toko online miliknya. Cara tersebut terbukti ampuh menaikan penjualan seketika. Harga perbuah dibandrol murah yakni Rp.35.000 sampai Rp.250.000.

Jualan Tas di Buka Lapak Karena Gagal Masuk TNI

Profil pengusaha Sri Harsono 



Mungkin tidak semua orang ditakdirkan menjadi pegawai. Beberapa orang sukses bahkan tanpa melalui satu proses bekerja dari pengalaman. Tetapi mereka membuktikan mampu memberikan pengalaman. Contoh Sri Harsono, pernah mengikuti berbagai lamaran pekerjaan tetapi tetap ditolak.

Orang tua kebanyakan berpikir menjadi PNS segalanya. Begitu pula pemikiran Harsono selepas kuliah ambil jurusan Hukum, Universitas Semarang, hendak melamar tentara bahkan polisi. Ditunjang dengan fisik yang mapan tentu dia cukup merasa percaya diri. Sayang, takdir berkata lain bagi pria kelahiran 36 tahun silam ini.

Niat membahagiakan orang tua lewat pegawai negeri tandas. "Bermacam- macam tes saya ikuti, termasuk melamar menjadi hakim dan anggota tentara Indonesia," kenang Harso. Dia tidak kunjung mendapatkan satu pekerjaan. Ide bisnis muncul diantara keputus asaan: Harsono mulai membuat aneka tas ransel.

Dia berpikir kenapa tidak membuka usaha sendiri dibanding ikut orang.

Penjual tas


Jualan Harso meliputi tas ransel biasa, tas kamera, tas gunung, ataupun tas koper. Hobi naik gunung menjadi andalan dia pertama kali. Membuat aneka tas, terutama tas gunung cuma bermodal gambar di internet. Uang dikeluarkan cuma Rp.400 ribu untuk membuat 20 buah tas.

Sukses membuat tas menghasilkan untung Rp.1 juta dari Rp.1,4 juta keseluruhan. Cukup mencontoh internet memproduksi kemudian dijual kembali. Tanpa disadari usaha Harso kian lama semakin membasar didorong kecintaan akan pekerjaan.

Ia belajar otodidak tanpa harus ahli menjahit. Hingga ia mencapait titik mendapatkan pesanan khusus. Yaitu melalui produsen permen karet Yosan. Sebuah kontrak selama setahun dimana Harso memproduksi 400 -an buah tas per- minggu, atau senilai 16.000 tas selama setahun tersebut.

Sampai suatu ketika pristiwa besar menggoncang usaha Harsono. Gempa Yogya waktu itu merusak segala dirintis oleh Harso. Ketika itu 2006, sejumlah pengecer tas produksinya gagal bayar, mereka menunggak pembayaran karena tidak laku. Berbulan- bulan lamanya, ia hidup tanpa menghasilkan uang penjualan.

Pasca gempa tidak membantu usaha. Butuh waktu cukup, sehingga baik proses produksi ataupun menjual tesendat naik- turun. Apalagi dia harus membiayai pernikahan. Lengkap sudah biaya dikeluarkan olehnya untuk berbisnis kembali. "Beberapa penjual tas di Kota Yogya yang saya suplai menunggak pembayaran."

Keungan tersedot membiaya kehidup keluarga barunya. Perlahan tapi pasti usahanya dikembalikan melalui jasa "guru besarnya". Harso mulai membidik penjualan online. Bahkan penjualan online melebih harapan dia karena perputaran uang cepat.

"Saya memulai online pertengahan bulan September 2013," ujarnya kepada Bukalapak.com. Dia mulai dari meraba Facebook, aneka tempat berjualan online juga disambanginya. Sukses Facebook menghantarkan dia ke Bukalapak.com sejak 29 April 214.

Masalah jualan online


Bukan tanpa masalah berjualan online. Sebagai penjual jujur maka berhadapan pembeli tidak jujur. Dalam pengakuannya pernah sekali ditipu pembeli. Pertama kali pembeli tersebut membeli lancar. Pembeli tersebut menjual kembali produknya online.

Hingga dia memproduksi tas sendiri. Tetapi berkualitas lebih rendah, menekan biaya produksi, dan menjual lebih lebih murah. Ini yang membuat kerugian dipihak Harso. Karena stok di tempat menumpuk sementara produk sejenis sudah digantikan orang. Maka Harso memutuskan ikutan masuk jualan di sosial media saja.

Bercamam orang ditemui oleh Harsono. Mereka penjual yang awalnya menjadi pengecer kemudian menjual buatan sendiri. Dia berkata tidak masalah karena rejeki sudah Tuhan atur. Pasalnya memang produk dijual oleh mereka hanya mencari untung. Tidak memenuhi kriteria pelayanan sempurna bagi pelanggan membeli.

Hikmah diambil ialah dia jual sendiri, secara online baik memakai reseller ataupun tanpa reseller tak masalah; Harso tetap berjaya berjualan di BukaLapak.com.

Lapak bernama ARdani Indonesia dikenal legendaris dikalangan pelapak. Pasalnya Harso mampu mendapat 455 feedback positif. Transaksi penjualan 100% terpenuhi tanpa ada pengembalian. Sampai dititik tersebut bukan perkara mudah, ia harus merangkak mengikuti sistem dari cuma menjual 1-2 buah, feedback 80- 100 an.

Jualan dirasakan semakin laris di BukaLapak berkat kesabaran. Prinsip Harsono ialah menjaga kepercayaan konsumen. Omzet Rp.80 juta, paling laris ialah produk tas kamera yang terjual sampai 20 tas perminggu, kemudian tas punggung 15- 20 tas per- minggu dan tas carrier 60 liter mencapai 10 tas per- minggu.

Fitur Buka Lapak


Salah satu kelebihan Bukalapak.com adalah tombol push. Meningkatkan jumlah transaksi penjualan karena ada promosi langsung. Fitur tersebut memang memerlukan biaya tetapi bermanfaat. Pengeluaran biaya push mencapai Rp.500 ribu terbayar. Itu dimaksudkan produknya nempel dihalam pertama setiap kali dipush.

"...sehingga bisa lebih laku terjual dibandingkan berada di bagian halaman akhir," aku Harso, membagikan tips kesuksesannya.

Fokus usaha memproduksi aneka produk perlengakapan adventure, seperti halnya jaket, jas hujan, atau juga tas gunung. Harso menyebut masih memiliki peluang besar di bisnis adventure, mungkin karena target lebih spesifik.

Sukses Harso ternyata pernah mendapatkan tentangan. Mulai dari nol, usaha miliknya pernah diragukan oleh kedua orang tuanya. Dianggap tidak mapan ketika menjalankan wirausaha dibanding pegawai negeri. Untuk itu dia membuktikan, buktinya yaitu memiliki mobil sendiri, rumah sekaligus tempat produksi, dan karyawan.

Sekarang malah orang tua menganjurkan agar tidak menggantungkan kepegawaian. Mulailah membuat usaha sendiri membuka lapangan pekerjaan. "Usaha kecil- kecil tidak apa- apa asal ditekuni," selorohnya.

Memulai usaha offline di Januari 2000, kini usahanya menyebar sampai Solo, Malang, Makassar, dan Bali. Ia sendiri lebih nyaman berjualan online. Berbicara persaingan penjual besar, makan hati Harsono menegaskan. Tahun 2005, dia diskon 1 bulan, malah pesaingnya diskon 4 bulan. Maka sejak 2014 total usahanya fokus di BukaLapak.com

Total jumlah 70 produk di bukalapak.com, memiliki banyak model serta pilihan warna. Bahkan produknya itu sampai repeat order atau pesan lagi. Penjualan selain Buka Lapak yaitu melalui sosial media Facebook, Twitter, Google Plus, menambah efektifisan penjualan setiap hari.

5 Jalan Meluncurkan Perusahaan Agar Tetap Kuat

Artikel Bisnis: Menumbuhkan Perusahaan 



Mencari tau elemen apa yang menumbuhkan bisnis kita. Scott Belsky, presiden direktur Adobe sekaligus pendiri startup Behance, memiliki sedikit banyak penjelasan mendetail. Dikutip dari situs Entrepreneur.com, apakah membuat kesuburan dalam binis: Kreatifitas seimbang, kolaborasi, serta pandangan yang dijalankan.

Berikut tips buat kamu pengusaha startup. Bagaimana meluncurkan perusahaan yang akan tumbuh subur. Bukan pendek dan berhenti ditengah jalan, tetapi panjang bahkan menjadi besar:

1. Sadari batasan

Pengusaha itu perfeksionis terkadang, tetapi ternyata menjadi pengusaha berarti menjadi master dalam halnya mendelegasikan. Kamu tidak bisa mengerjalan semuanya sendiri. Menyalahkan orang lain karena hasilnya tidak sesuai harapan kamu.

Bahkan pengusaha sekelas Calvin Klein juga punya delegasi. "Tidak satupun berkata tentang mereka, tetapi mereka memilik orang- orang tersebut," tutur Belsky.

2. Butuh melihat jauh sebelum mempekerjakan

Bagi Belsky, orang dalam startup lebih utama dibanding produk itu sendiri. Meluncurkan perusahaan adalah pelatihan panjang dalam ketidak pastian. Butuh penegasan berulang bahwa perusahaan berbasis pelayanan itu butuh pasak- pasak kuat untuk bertahan. Dalam hal ini agar sanggup menghadapai badai dibutuhkan kerja tim.

"Kamu pasti akan salah, ataupun paling tidak 50 derajat kesana," ucap Belsky. "Tetapi dengan penempatan orang- orang tepat, anda akan menaha itu -meski bersama beberapa orang tidak tepat."

3. Jangan biarkan strategi menggantikan eksekusi

Ketika memenuhi logistik penting, malah tim kerja kamu sibuk memikirkan bagaimana sampai di titik A ke titik B dibanding melakukan tugasnya nyata, maka kamu bermasalah.

"Saya tidak menyukai proses," jelasnya. Baginya mempelajari proses sebenarnya tidak cocok. Baginya itu bahkan nampak seperti kotoran dalam penetapan.

Ini dibuktikan 10 tahun lebih bekerja menjadi CEO Behance, menyimpulkan bahwa menetapkan strategi terlalu komplek terkadang menunjukan kurangnya kepercayaan diri. Dibanding kamu terlalu sibuk akan satu masalah dalam proses, kenapa tidak mundur selangkah, membuat ruang keputusan untuk kamu bernafas.

4. Jangan meniru kompetitor

Bagi kebanyakan entrepreneur, tugas meningkatkan layanan serta produk tak akan berhenti. Masuk waktu ketidak percayaan diri, penting bagi kamu percaya akan visi dan jangan membandingkan diri kamu dengan sosok kompetitor, saran Belsky. Apa yang bekerja bagi mereka belum tentu bagi kamu dan pasar spesifik kamu.

5. Ikuti blueprint kamu sendiri

Terkadang media masa cuma membahasa spektakuler entrepreneur atas pertumbuhan monster. Ini bukanlah cara adil menilai seorang entrepreneur sukses atau tidak. Semua perusahaan mengalami masa pertumbuhan berapapun kecepatannya.

Dalam pemikirian Belsky, entrepreneur yang berhati- hati, terkendali dan tidak khawatir untuk "membunuh rasa sayang mereka" akan berada di puncak. Ketika kamu cuma memandang bagaimana membuat uang. Maka kamu akan kehilangan pandangan apa yang lebih berharga, seperti halnya pegawai kamu.

"Anda hanya mulai khawatir tentang uang," katanya, "dan bukan tentang produk atau orang-orang."

Entri yang Diunggulkan

Biografi Jack Ma Orang Terkaya China Alibaba