Apakah Bangun Lebih Awal Tanda Orang Sukses

12 Pemimpin Perusahaan IT Bangun Lebih Awal 

  
Bangun lebih awal merupakan ciri orang sukses. Bangun lebih pagi merupakan persamaan petinggi- petinggi perusahaan. Sudah diteliti oleh Jim Citrin dari Yahoo! Finance sendiri. Tidak berbeda dengan mereka yang berbisnis teknologi. Dimana orang berkesan mereka hidup di malam hari dan tidur ketika pagi hari.

Faktanya orang- orang berikut membuktikan. Mereka adalah sedikit contoh petinggi perusahaan teknologi yang dihimpun. Mereka adalah 12 orang hebat CEO perusahaan masing- masing.

1. Marissa Mayer CEO Yahoo!

Dia hanya tidur empat sampai enam jam sehari. Mayer bangun pagi karena menurutnya waktu malam itu tepatnya untuk tidur.

2. Tim Cook CEO Apple

Tim Cook mulai mengirim email sekitar jam 4:30 am, seperti dijelaskan oleh Ryan Tate dari Gawker. Lalu dia akan berolahraga. Dia bangga menjadi orang pertama yang sampai di kantor dan pergi paling terakhir.

3. Steve Jobs Pendiri Apple 

Juga dikenal sebagai sosok bangun pagi. Ia berkata dalam sebuah kesempatan di tahun 1999. Dia bangun sebelum jam enam dan berolah raga. Jobs bangun sebelum anak- anak. Kemudian mereka akan makan, mengerjakan pekerjaan rumah dan berangkat. 

Kalau dia beruntung maka akan ada waktu beberapa jam di rumah. Kalau sibu, ya, dia akan berangkat ke kantor sekitar pukul 9 pagi. Dia bekerja biasanya satu jam sampai dua jam di rumah.

4. Jack Dorsey CEO Twitter

Dia bercerita kepada New York Magazine, rutinitas paginya yaitu bangun pukul 5:30 untuk meditasi dan ia lanjutkan berjoging beberapa mil. Ia melakukan hal tersebut rutin diantara Square dan Twitter. Ini berarti ia cuma tidur delapa jam sehari diantara kedua perusahaan.

5. Jeff Jordan dari Andreessen Horowitz

Dulunya dia dikenal menjadi bagian deal perusahaan PayPal dan OpenTable. Sekarang Jordan bekerja untuk perusahaan Andreesen Horowitz dan memimpin deal untuk perusahaan Pinterest dan Fab.

Dan, ketika ia bergabung di A16Z, pernah mengatakan kepada New York Times bahwa dia berangkat ke kantor jam 5 pagi dan tidak pulang sebelum jam 7 malam.

6. Padmasree Warrior mantan CTO Cisco

Merupakan salah satu inpirator wanita di bisnis teknologi. Mantan CTO Cisco ini memulai hari pukul 4:30 pagi, membaca email berjam- jam, mengecek berita, berolah raga, dan menyiapkan putranya ke sekolah. Ia lakukan sebelum pukul 8:30 pagi.

Warrior juga mantan CTO dari Motorola.

7. Tim Armstrong CEO AOL

Tim Armstrong cukup detail soal membaca email. Dia bangun sekitar pukul 5:00- 5:15 dan baru akan mau membuka email pukul 7:00. Diantara sela waktu maka dia akan berolah raga, membaca, atau mengobrol asik dengan putrinya yang juga bangun pagi.

"Saya bukan tukang tidur dan tidak akan pernah. Hidup terlalu menarik cuma buat tidur," ujarnya di suatu kesempatan bersama The Guardian.

8. Ursula Burns CEO Xeroc

Burns bangun sangat pagi untuk email sekitar pukul 5:15. Padahal dia bekerja sampai tengah malam dan ini tidak mengganggu kinerjanya seperti dilaporkan Yahoo! Finance. Dia juga rajin olah raga loh yakni sekitar dua kali seminggu pukul 6 pagi.

9. Hans Vestberg CEO Ericsson

Dia bahkan memiliki pagi, siang dan malam menjadi satu kerja panjang. Vestberg cukup berkata dia bangun pagi saja. Jarang sekali dia datang pukul 8 pagi apalagi setelah pukul delapan. Sebelum berangkat kerja seperti lainnya dia mengirim email dan olah raga. Pagi hari sampai malam hari ya isinya dia bekerja saja.

Vestberg tidur cukup larut malam tetapi merasa cukup. "Perusahaan kami tidak pernah tidur: kami memiliki bisnis di 180 negara, jadi tidak ada namanya pagi dan malam sebenarnya," ungkapnya kepada majalah The Guardian.

10. Vittorio Colao CEO Vodafon

Dia bangun pukul 6:00 pagi menurut The Guardian. Ia akan berolah raga pukul 10:45 malam, disela- selanya ada waktu makan malam dan berkumpul keluarga, baru selepas itu tidur pukul 11:30 malam.

11. Paul English pendiri Kayak

Dia adalah salah satu pendiri Kayak dan perusahaan travel Blade. English mengatakan kepada Inc.com, ia bangun pukul 6 pagi. Ia biasanya meditasi beberapa menit sebelu tidur malam. Lalu bangun pukul 6 pagi, mengecek email lewat BlackBerry, dan English akan berolah raga.

"Saya telah mempraktikan Yoga selama 10 tahunan. Saya membangun ruang meditasi di rumah," tuturnya.

12. Darrell Cavens pendiri Zulily


Zulily merupakan toko online retailnya khusus anak- anak. Ia memulai berjualan pukul 6 pagi waktu Pasifik. Ia tidak butuh alarm cukup notifikasi di telephon kapan tokonya buka. Sebagian malamnya digunakan untuk mereview perusahaan, apa yang ia akan lakukan besok, dan ia akan mengecek situsnya dan mencocokan jam buka.

Agensi Babysitter Muda Dibawah 17 Tahun

Profil Pengusaha Noa Mintz 



Entrepreneur remaja atau young entrepreneur apapun namanya. Noa Mintz menunjukan bahwa bisnis bukan sekedar teori. Di umur 15 tahun, dia telah mempraktikan lebih banyak dibanding kita. Anak sekecil itu sudah mempunyai bisnis jasa babysitter. Yang paling menakjubkan adalah kemampuannya membangun perusahaan ini dari nol.

Sekarang dia bahkan sudah memiliki CEO -nya sendiri. Sementara Noa tengah sibuk menyelesaikan sekolah menengah. Bisnis agensi babysitter yang dijalankan sejak Agustus 2012. Saking suksesnya bisnis berumur 3 tahun menghasilkan $500.000 per- tahun.

Setiap hari Noa harus menangani ribuan email. Pekerjaan berjam- jam ditangani tangan kecilnya. Tidak tahan lagi, maka Noa mengangkat Alison Johnson dijadikan orang kepercayaan. Ia mengurangi pekerjaan. Oleh karenanya ia kembali ke sekolah dan teratur berlibur bersama keluarga.

"Itu sangat susah untuk dihentikan," tutur Noa. "Aku tidak pernah cukup, jadi aku sangat lah menikmati ini," tambahnya. Dia menyewa sebuah kantor di pusat perkantoran Midtown Manhattan dimana si Johnson, 26 tahun, bekerja untuknya.

Kenapa harus memiliki CEO sendiri. Fakta menarik adalah bahwa entrepreneur remaja ini telah bekerja 40 jam setiap minggu. Dia sibuk mengerjakan Nannie by Noa sambil melanjutkan pendidikan  kelas 8. Meski bisa saja dia berhenti seketika ketika saat sekolah menengah. Atau menyerahkan semua pekerjaan ke CEO tetapi tidak.

Noa mampu menerapkan keseimbangan. Antara dirinya sebagai anak sekolahan biasa dan menjadi business women.

Dedikasi bisnis


Dedikasi merupakan kata kunci sukses. Usaha selama tiga tahun terbayar melalui area cakupan. Bisnis milik Noa telah mencangkup 120 klien di tiga negara bagian. Ia menawarkan babysitting atau jasa pembantu full time. Tumbuhnya bisnis membawa Noa membuka peluang lain. Ia bekerja sama dengan Ivy Key yakni jasa test pra- sekolah dan tutor.

Selama tiga tahun berjalan, sementara teman sebayanya menonton Disney di musim panas, maka Noa akan disibukan pekerjaan sosial serta bisnis Nanny by Noa. Selama musim panas dimatangkan lah ide tentang agensi tersebut. Seperti hal anak dibawah umur, dimana diwajibkan pendampingan maka ayah Noa menjadi kunci.

Ayahnya seorang pemilik perusahaan equitas. Dia yang mendaftarkan perusahaan atas nama. Ia membantu uang buat urusan biaya administrasi. Tetapi, ia tidak pernah menyangka akan kembali hasil, siapa sangka ini menjadi bisnis besar lebih apa dikeluarkan ayah.

Ide bisnis murni hasil pola pikir emas Noa. Ide muncul ketika dia ditantang sang ibu, "temukan babysitter yang lebih baik buat kita." Waktu itu Noa mengeluh tentang pekerjaan babysitter mereka. Jadi dia terima itu dan mulai bersama ibu mencari babysitter baru.

"Aku menemukan kesenangan ketika mengetahui tentang satu keluarga dan kebutuhannya -dan menemukan babysitter tepat cocok buat mereka," jelasnya.

"Aku tidak memiliki harapan tinggi, tapi aku menemukan aku akan mencoba," aku Noa.

Beberapa tahun saja bisnis Noa naik dari 50 klien di 2013, 190 klien, dan lebih. Dari uang dikeluarkan oleh keluarga untuk para babysitter nya, haruslah menghasilkan anak terdidik. Mencari babysitter atau pembantu maka Noa cukup mengandalkan grup SoulCycle atau situs pencari kerja mahasiswa. Untuk tiap kecocokan akan dikenai $100- $200.

Kini, semakin besar dan profesional perusahaan, entrepreneur remaja ini meminta biaya sebesar antara $50- 80 ribu pendapatan kotor pembantu. Sementara untuk servis babysitter, klien membayar fee senilai $5 per- jam. Menurut agensi miliknya telah mempekerjakan 25 pembantu full time dan 50 babysitter, yang mana mereka bekerja rata- rata 15 jam per- minggu.

Karena perusahaan miliknya adalah perusahaan privat maka tidak terbuka. Ia menyebut angka pendapatan di $375.000 tanpa konfirmasi lebih lanjut. Noa percaya diri akan standar dimiliknya. Ia memiliki kemampuan mengecek latar belakang pekerja. Itu meliputi sosial media, referensi, latar belakang, interviw dan riwayat hidupnya.

Dia jujur tidak menyembunyikan umurnya. Tetapi menurut seorang pembantu direkrut suara Noa terdengar meyakinkan di telephon. "Saya tidak habis pikir dia hanya anak- anak. Saya sempat terintimidasi -dia sangat pandai berbicara," ujar Dahlia Weinstein, 37 tahun, pembantu berpengalaman lebih dari 10 tahun. Ketika ia ditanya soal umur:

"Saya masih seorang agensi, saya masih seorang business woman," tuturnya. Orang tua Noa terkejut bahwa startup putrinya akan meledak. Sang ibu memang sudah memprediksi dia akan menjadi entrepreneur. Terlihat dari caranya mengkordinasi kelas, kordinasi pesat ulang tahun dan adik- adiknya. Ia juga suka melihat acara Shark Tank.

Dia mungkin 14 tahun tetapi seorang feminis. Noa percaya akan kemandirian seorang wanita melakukan sesuatu. Ibunya Meredith Berkman, mantan jurnalis, tidak kaget akan ambisi putri kecilnya. Sejak kecil ia ingat dia sudah ingin membuka usaha sendiri sejak umur 6- 7 tahun.

Ketika anak lain melakukan hal bermain tenis atau akting, maka Noa memilih startup, tetapi juga bukan sekedar hobi karena menghasilkan uang. Ini juga bukan menjual jus ke tetangga unjuk keberanian tetapi perusahaan jutaan. "Aku bukan murid A+. Aku sebenarnya bekerja karas di sekolah," jelas Noa. Memilik bisnis membuatnya sadar akan hal.

"Aku menyadari pintar di sekolah tidak sama pintar entrepreneurship. Aku mencoba menyalurkan bisnis ke dalam sekolah agar percaya diri," paparnya. Dia benar mendapat nilai A+ tetapi bukan di sekolah. Arus kas perusahaan sangat lancar. Dia melihat kesempatan tumbuh dan menjual lebih banyak, tentu menghasilkan lebih banyak.

Ketika waktu ditanyakan apa yang akan ia lakukan ketika lulus sekolah. Dia tidak memungkiri akan karir lain tetapi melalui bisnis lain. "Pertama aku butuh menyelesaikan sekolah tinggi, dan mungkin aku akan memulai bisnis lain. Kita akan lihat," tutup Noa Mintz, 15 tahun.

Tas Kulit Ikan Pari Zara Leather Solo

Profil Pengusaha Wawan Purnomo



Contoh lain pengusaha dibidang pembuatan tas kulit. Wawan Purnomo namanya mulai menyentuh kulit sejak kuliah. Mengambil pendidikan Akademi Teknologi Kulit, Yogyakarta, maka wajarlah. Selepas kuliah Wawan sudah dipekerjakan di perusahaan pengolahan kulit sapi di Jakarta. Sejak kuliah dibekali cara menangani kulit, karet, dan plastik.

Ia tau bahan kimia pengolahan kulit, karet, dan plastik. Bekal pengalaman inilah dia bekerja di perusahaan ekspor kulit selama tiga tahun. Lembaran kulit sapi itu diolahnya kemudian dijadikan sepatu oleh perusahaan merek internasional. Empat tahun berikutnya disambung bekerja di perusahaan pengumpul kulit pari ekspor di Tangerang.

Pokoknya, hidup Wawan tidak jauh dari kata kulit dan fashion, sampai kesempatan mendatangi dirinya tiba- tiba. Waktu itu pemilik perusahaan kulit pari mengajak Wawan berkreasi. Mereka yang sebelumnya cuma berorientasi ekspor bahan mentah menjadi produsen. Sang pemilik perusahaan mengajak Wawan membuat sendiri barang jadi. 

"Saya dibawakan data, foto, atau contoh produk kulit pari," kenangnya. Ia sendiri melihat prospek di bisnis tersebut. Belum ada kan produsen sepatu memakai kulit pari. Padahal, sepengetahuan Wawan hasil kulit pari dijual sangat mahal.

Harga bisa tiga kali lipat kalau didalam negeri sekarang. Waktu itu juga pemain kulit pari dijadikan produk itu belum ada, sekarang sudah beda.

Tidak instan


Tawaran terbut nampaknya belum menggugah hati Wawan. Ia memutuskan pindah kerja ke pengolahan kulit di Medan. Tugasnya masih sama menyusun formulasi bahan kimia yang pas. Tugasnya bertambah ketika perusahaan meminta ia kembali. Dia dimintai melatih bagaimana mengolah produk. Perusahaan itu awalnya cuma eksportir bahan setengah jadi.

Mereka mengolah kulit ular, buaya, dan pari. Wawan dipekerjakan menjadi pemroses hingga melatih tukang jahit. Lagi- lagi dia diminta menjadi pengusaha sendiri. Total lima tahun dijalaninya bekerja di Medan sampai akhirnya kembali ke Boyolali. Dia tidak menerima tawaran pekerjaan lain. Wawan sudah memiliki rencana sendiri di kepala.

Pria 32 tahun ini memutuskan membuka usahanya sendiri. Bermodal uang simpanan membuka usaha kulit di rumah.  Sayang, takdir berkata lain, uangnya habis terkuras biaya pengobatan sang istri yang terkena kanker payudara. Wawan memang tidak mau menyerah. Entah bagaimana caranya dia mendapatkan modal kembali.

Usaha dari nol, Wawan mengumpulkan bahan kulit, diolah memakai bahan kimia, mengelem sendiri, menjahit sendiri, sampai dipasarkan. Membuat produk pertama kali cukup 50 buah saja. Itu lantas dijualnya dan hasil penjualan diputar menjadi modal baru.

"Begitu terus sampai produksi bisa meningkat dan saya punya pekerja," jelas Wawan. Dia dibantu tiga orang karyawan mengerjakan kulit pari. Semua diproduksi menjadi produk sesuai desain di internet, majalah, atau masukan pembeli.

Kendala terbesar adalah sumber daya manusia (SDM). Padahal, Wawan tengah meningkatkan kapasitas produksi. Ini coba diakalinya lewat pelatihan tetapi kurang. Mengajar dari nol membutuhkan waktu lama di jalannya.

"Sudah mencari ke mana- mana, tetapi masih susah mendapatkannya," jelas Wawan lagi. Meski cuma tiga karyawan tingkat produksi mencapai 200 buah per- bulan.

Produk kulit ikan pari terdiri ikat pinggang seharga Rp.700 ribuan, dan tas yang dijualnya antara Rp700 ribu sampai Rp.4 juta. Kemudian produk dompet seharga Rp.200 ribu per- buah. Sampai sekarang produksi dia masih ekslusip, jarang orang membuat. Soal bahan baku Wawan mengaku tidak ada keselutian. Bisa didapat dari Jepara, Jateng.

Bahan baku dibeli sekitar Rp.90 ribu per- lembar. Pesanan dilayani cuma dalam negeri. Untuk pesanan dari luar seperti Belgia dan Swiss sementara dihentikan. Permintaan dalam negeri datang dari Jakarta, Surabaya, Semarang, dan beberapa kota besar lainnya.

Merek sendiri


Mengusung brand Zalfa juga melayani pembeli langsung. Produk buatannya terbuat dari kulit pari sebagian besar, sisanya kulit sapi, buaya, ular, hingga cakar ayam. Meski fokus lokal, tetapi secara tidak langsung, ia menjual produknya sampai ke Jepang dan Amerika, yakni lewat Bali, Jakarta, dan Surabaya.

Kenapa tidak diekspor langsung ternyata ada alasan. Menurut Wawan biaya pengiriman merepotkan. Utama menghitung biaya paket. Wawan sendiri sudah punya ruang pameran bagi produk kulitnya. Sebuah tempat di kawasan Boyolali, yang meski masuk gang tetap ramai. Meski berjarak 30 menit dari Kota Solo tidak surut pengunjung mengunjungi.

Produk tas kulit ikan pari yang dikenal dari pameran ke pameran. Pamor Wawan tersebar lewat marketing sederhana tetapi efektif yaitu mulut ke mulut. Mengolah kulit ikan pari dijadikan tas memiliki tingkat kesulitan tersendiri. Kalau salah olah kulit malah robek dan mengerah tidak bisa dibentuk lagi. Keunggulan menurut si pengusaha kulit pari ini ya diteksturnya.

Tas kulit pari terlihat seperti ditaburi butiran mutiara lembut. Sehingga tepat jika harga jual di luar negeri jadi begitu tinggi.

Pengolahan kulit ikan pari caranya yaitu mulai merontokan sisik, lemak, lantas disusul proses penyamakan. Ia lanjutkan butuh berhari- hari agar zat kimia meresap. Selepas disamak baru diwarnai, diberi pola, dipotong, dilem, terus dijahit, diwarnai, dipola, dilem, lantas baru dijahit. Beruntung Wawan termasuk pengusaha yang diperhatikan.

Awal dia sudah diberi kesempatan mengikuti aneka pameran. Bahkan Bupati Boyolali saat itu, Sri Mulyanto, sempat berkunjung. Dia mendapat peralatan, koneksi ke Dinas Terkait sampai tingkat Provinsi Jawa Tengah, juga kerap membawa pembeli ke bengkel. Hampir setiap bulan pengusaha tas kulit pari ini mengikuti aneka pameran.

Mencari Resep Lele Unik di Balcon

Profil Pengusaha Selve Susanthi 


 
Apa jadinya kalau bebek diwaralabakan. Inilah usaha milik wanita bernama Selvie Susanthi bersama gerai bebek Balcon asal Jakarta Selatan. Usaha berkonsep sederhana berpadu bungkusan modern. Menawarkan sensasi tiga menu utama yakni bebek, ayam, dan lele. Mungkin sudah biasa ya terdengar dijajakan di pinggir jalan. 

Menu favorit antara lain bebek sambal petir, ayam sambel judes, dan lele asap. Usaha bermula sejak 2010 ini, telah mulai mendapatkan perhatian khalayak, hingga di 2012 lalu resmi diwaralabakan.

Baginya makanan tradisional masih menjadi magnet. Ini bak perahu ditengah deruan tsunami makanan cepat saji. Bayangkan makanan tidak sehat setiap hari. Inilah kenapa Bebek Balcon dianggap menjanjikan olehnya. Terbukti meski dibandrol harga lumayan, yakni Rp.14.000 sampai Rp.20.000 masih dapat dinikmati sekmen menengah bawah sekalipun.

Aneka resep sambal disajikan bersama gorengan crispy, atau bebek petir (pedasnya melintir). Sambalnya antara lain sambal judes, kapau, sambal hijau, terasi. Tidak ada menu istimewa? Salah, Balcon menawarkan lele asap khas memiliki resep rempah pilihan.

"Saya melihat prospek cerah dari bisnis ini," jelasnya. Tidak dipungkiri selain menu diatas Balcon selalu siap akan inovasi serta strategi jitu. Meski bebek atau lele bukan sesuatu baru. Tetapi Selvie meyakinkan mitra waralabanya bahwa ini spesial.

Kunci utama sukses berbisnis kuliner tidak cuma racikan bumbu. Juga bagaimana cara memasak benar tidak sembarangan. Pelanggan terkonstrasi berkat konsistensi  rasa ditawarkan olehnya. Sekilah sebelum digoreng atau dibakar bebek direbus dulu. Rebusannya harus bersama bumbu kemudian sampai meresep. Barulah dia menggoreng atau dibakar.

Tambahan aneka lalapan seperti daun singkong akan menambah cita rasa. Mendengar nama sambalnya saja sudah bisa bikin lapar.

Yang terbaru yakni Balcon menawarkan masakan lele tabur mayonaise. Kemudian lele lada hitam, lele asap, lele sambal petis dan masih banyak lagi.

Paket investasi mulai paling murah yakni Rp.38 juta atau paket kios. Kamu akan mendapatkan meja- kursi, desain interior, serta bahan baku awal. Perkiraan mitra menjual 80- 90 porsi per- hari. Omzetnya mencapai Rp.1 juta, sampai Rp.300 juta. Tidak ada fee tetapi diperpanjang setelah tiga tahun. Lantas paket restoran senilai Rp.60 juta.

Estimasi omzet untuk bisnis restoran yakni Rp.2 juta per- hari atau 60 juta per- bulan. Untung usaha menurut Selvie mencapai 40% dari omzet. Balik modalnya cukup enam bulan atau satu tahun sejak kamu mulai.

Franchise Yogurt Bertemu Bisnis Online

Profil Pengusaha Natasha Nelson 



Natasha Nelson seorang gadis yang tahu benar nilai sebuah internet. Sebuah Yogurt terlintas dalam dipikiran kamu kudapan. Atau yogurt merupakan sebuah produk yang diciptakan melalui fermentasi susu dan banyak digemari sebagai kudapan. Atau kita bisa menemuinya di mini market. Tetapi mungkin bisa ada hubunganya dengan internet.

Natasha tidak membicarakan tentang resep bagaimana membuat yugurt. Dia tengah menyediakan kudapan yogurt beku untuk kita semua lewat internet.

Tumbuh dalam dunia entrepreneurship. Natasha sudah melihat bagaimana sang ibu berbisnis real estate. Dia seorang gadis yang dekat dengan kakaknya. Jadi ketika menemukan ide tentang yogurt maka Chelsey jadi orang pertama dia beri tahu.  "Dia percaya konsep kita dan ide kita, meski pun begitu tidak berpengalaman, kami merasa siap."

Sekitar waktu itu, ketika bisnisnya mulai naik, dia harus kembali ke Arizona karena ibunya dikabarkan sakit parkinson. Mereka harus meninggalkan bisnisnya ini menjadi hal tersulit. Mereka khawatir bagaimana untuk memulainya lagi dari awal. Tetapi, justru dari situlah, ia sadar bahwa hidup harus tetap bejalan.

"Dia membuat kami sadar hidup harus terus berlanjut," ucapnya ketika melihat ibunya.

Ibunya penderita penyakit langka dari Parkinson yaitu CBGD. Kelainan degenerasi pada sistem syarah yang mengganggu kemampuan berbicara, fungsi gerak, dan kemampuan kognisinya. Selama bertahun- tahun butuh dia dan kakak memastikan semua terpenuhi. Itulah kenapa Yogurtini mulai tersisihkan oleh mereka. Apakah kami menjaga ibu atau berbisnis?

Selama masa itu merupakan pencarian jiwa. Dimana mereka khawatir akan kesehatan ibu disisi lain mereka ingin berbisnis yogurt.

Menemukan online


Dia dan kakak perempuanya merupakan penggemar yogurt semenjak kecil. Mereka berdua memulai bisnis kecilnya di 2007, setelah mengalami kegagalan- demi kegagalan. Mereka gagal juga dikarenakan kurangnya suport dari lingkungan Arizona, yang beriklim baik. Mereka harus pindah dari Arizona ke California bersama pantainya dan ini keberuntungan.

Natsha telah berubah menjadi gadis pantai Arizona. Pantai merupakan tempat yang cocok bagi yogurt dingin menyegarkan.

Melalui internet mereka kembali berbisnis bahkan jangkaunnya lebih luas. Natasha memastikan semua bahan merupakan pilihan dan harus mensuport kesehatan itulah yogurtini. Hingga Yogurtini lewat internet tumbuh pesat sepesat jaringan internet itu sendiri. Mereka menjadi pemain besar tidak lagi membuat yogurt setiap individu.

Yogurtini mulai masuk ke kantor- kanor, sekolah, gereja, segala tempat yang dipenuhi orang. Mereka siap menawarkan yogurt rasa coklat mengejutkan, dengan tetap mempertahankan rasa.

Dia menjelaskan tentang produknya, "Produk kami hampir sama seperti lifestyle. Brand kami menunjukan lifestyle untuk mereka yang ingin hidup sehat, gembira, dan mau memanjakan diri sendiri dan menikmati yogurt serta mendengarkan musik indah. Ketika menikmati ini anda akan kembali."

Yogurtini diluncurkan pertama kali di 2008. Ide mereka mengajak anak muda menikmati dinginnya yogurt. Mereka menyajikan itu di gelas martini sebagai trademark. Satu tahun semenjak dijalankan mereka sudah berfranchise. Mereka berencana mempunyai 50 cabang di akhir 2011 dan 150 cabang di akhir 2012. Dari penjualan oleh perusahaan franchiser YHI,Inc menghasilkan lebih dari $3juta.

Bisa dibilang Natasha berkerja mengikuti trend melihat internet sebagai marketing. Yogurtini tumbuh melalui sistem franchise menjadi perusahaan besar. Dia juga melakukan amal dari jutaan dollar yang didapatnya. Natasha mendirikan sebuah organisasi penelitian Parkinson. Dia juga ikut membantu ketika terjadi gempa di Haiti.

Pengorbanan pengusaha


Ini terasa seperti tidak mungkin harus berdiri dua kaki. Sukses berbisnis sementara Natasha berperan ganda yakni presiden dan menjaga ibu. "Saya terbangun mendengar panggilan ibu di pagi hari, kemudian saya pergi mengadakan meeting dan membuat persentasi." jelas Natasha. Pertama kali memang rasanya dia bisa saja mengatasi.

Tetapi, dia menemukan dirinya dalam tembok besar, suatu hari di 2009. Fakta bahwa sang ibu sekarat telah membuatnya jatuh. Dia tidak bisa begerak dari tempat tidur beberapa hari. Natasha membutuhkan bantuan untuk dirinya serta bisnisnya. "Saya tidak mengarah ke jalan yang benar, dan saya butuh bantuan, untuk saya sendiri dan perusahaan."

Terkadang pemimpin perusahaan merangkul semua tekanan bersama. Bahkan tidak mau mengakui bahwa ia memiliki masalah dan juga masalahh staf. Ketika Natasha tengah jatuh karena masalah ibu. Saat itupula ada keterbukaan yang membawanya percaya. Dia percaya kepada Dirketur Marketing nya Andrew Depew.

"Saay berkata kepada dia saya butuh isi ulang dan akan kembali besok 110% -dan saya menutup komputer saya. Dia mengambil alih semuanya," kenang Natasha.

Bahkan kepada investor sendiri, Natasha penuh percaya diri mengatakan samunya, "saya punya pagi yang terburuk dari seluruh hidup saya, tetapi saya sudah siap kembali dan berbicara tentang apa yang kita percayai." Hingga 2008 saya berkata kepada ibu apakah saya bisa bekerja tanpa bantuannya. Ibunya sudah tidak bisa bicara apapun.

Jadi ibu mengetikan ini kepada Natasha,"Saya telah mengajari kamu dengan baik, dan saya tau kamu bisa menjalankan semuanya kamu telah rencanakan. Jadi mengapa tidak ada seorang pun bekerja disini? Sana bekerja!"

Entri yang Diunggulkan

Biografi Jack Ma Orang Terkaya China Alibaba