Tas Kulit Ikan Pari Zara Leather Solo

Profil Pengusaha Wawan Purnomo



Contoh lain pengusaha dibidang pembuatan tas kulit. Wawan Purnomo namanya mulai menyentuh kulit sejak kuliah. Mengambil pendidikan Akademi Teknologi Kulit, Yogyakarta, maka wajarlah. Selepas kuliah Wawan sudah dipekerjakan di perusahaan pengolahan kulit sapi di Jakarta. Sejak kuliah dibekali cara menangani kulit, karet, dan plastik.

Ia tau bahan kimia pengolahan kulit, karet, dan plastik. Bekal pengalaman inilah dia bekerja di perusahaan ekspor kulit selama tiga tahun. Lembaran kulit sapi itu diolahnya kemudian dijadikan sepatu oleh perusahaan merek internasional. Empat tahun berikutnya disambung bekerja di perusahaan pengumpul kulit pari ekspor di Tangerang.

Pokoknya, hidup Wawan tidak jauh dari kata kulit dan fashion, sampai kesempatan mendatangi dirinya tiba- tiba. Waktu itu pemilik perusahaan kulit pari mengajak Wawan berkreasi. Mereka yang sebelumnya cuma berorientasi ekspor bahan mentah menjadi produsen. Sang pemilik perusahaan mengajak Wawan membuat sendiri barang jadi. 

"Saya dibawakan data, foto, atau contoh produk kulit pari," kenangnya. Ia sendiri melihat prospek di bisnis tersebut. Belum ada kan produsen sepatu memakai kulit pari. Padahal, sepengetahuan Wawan hasil kulit pari dijual sangat mahal.

Harga bisa tiga kali lipat kalau didalam negeri sekarang. Waktu itu juga pemain kulit pari dijadikan produk itu belum ada, sekarang sudah beda.

Tidak instan


Tawaran terbut nampaknya belum menggugah hati Wawan. Ia memutuskan pindah kerja ke pengolahan kulit di Medan. Tugasnya masih sama menyusun formulasi bahan kimia yang pas. Tugasnya bertambah ketika perusahaan meminta ia kembali. Dia dimintai melatih bagaimana mengolah produk. Perusahaan itu awalnya cuma eksportir bahan setengah jadi.

Mereka mengolah kulit ular, buaya, dan pari. Wawan dipekerjakan menjadi pemroses hingga melatih tukang jahit. Lagi- lagi dia diminta menjadi pengusaha sendiri. Total lima tahun dijalaninya bekerja di Medan sampai akhirnya kembali ke Boyolali. Dia tidak menerima tawaran pekerjaan lain. Wawan sudah memiliki rencana sendiri di kepala.

Pria 32 tahun ini memutuskan membuka usahanya sendiri. Bermodal uang simpanan membuka usaha kulit di rumah.  Sayang, takdir berkata lain, uangnya habis terkuras biaya pengobatan sang istri yang terkena kanker payudara. Wawan memang tidak mau menyerah. Entah bagaimana caranya dia mendapatkan modal kembali.

Usaha dari nol, Wawan mengumpulkan bahan kulit, diolah memakai bahan kimia, mengelem sendiri, menjahit sendiri, sampai dipasarkan. Membuat produk pertama kali cukup 50 buah saja. Itu lantas dijualnya dan hasil penjualan diputar menjadi modal baru.

"Begitu terus sampai produksi bisa meningkat dan saya punya pekerja," jelas Wawan. Dia dibantu tiga orang karyawan mengerjakan kulit pari. Semua diproduksi menjadi produk sesuai desain di internet, majalah, atau masukan pembeli.

Kendala terbesar adalah sumber daya manusia (SDM). Padahal, Wawan tengah meningkatkan kapasitas produksi. Ini coba diakalinya lewat pelatihan tetapi kurang. Mengajar dari nol membutuhkan waktu lama di jalannya.

"Sudah mencari ke mana- mana, tetapi masih susah mendapatkannya," jelas Wawan lagi. Meski cuma tiga karyawan tingkat produksi mencapai 200 buah per- bulan.

Produk kulit ikan pari terdiri ikat pinggang seharga Rp.700 ribuan, dan tas yang dijualnya antara Rp700 ribu sampai Rp.4 juta. Kemudian produk dompet seharga Rp.200 ribu per- buah. Sampai sekarang produksi dia masih ekslusip, jarang orang membuat. Soal bahan baku Wawan mengaku tidak ada keselutian. Bisa didapat dari Jepara, Jateng.

Bahan baku dibeli sekitar Rp.90 ribu per- lembar. Pesanan dilayani cuma dalam negeri. Untuk pesanan dari luar seperti Belgia dan Swiss sementara dihentikan. Permintaan dalam negeri datang dari Jakarta, Surabaya, Semarang, dan beberapa kota besar lainnya.

Merek sendiri


Mengusung brand Zalfa juga melayani pembeli langsung. Produk buatannya terbuat dari kulit pari sebagian besar, sisanya kulit sapi, buaya, ular, hingga cakar ayam. Meski fokus lokal, tetapi secara tidak langsung, ia menjual produknya sampai ke Jepang dan Amerika, yakni lewat Bali, Jakarta, dan Surabaya.

Kenapa tidak diekspor langsung ternyata ada alasan. Menurut Wawan biaya pengiriman merepotkan. Utama menghitung biaya paket. Wawan sendiri sudah punya ruang pameran bagi produk kulitnya. Sebuah tempat di kawasan Boyolali, yang meski masuk gang tetap ramai. Meski berjarak 30 menit dari Kota Solo tidak surut pengunjung mengunjungi.

Produk tas kulit ikan pari yang dikenal dari pameran ke pameran. Pamor Wawan tersebar lewat marketing sederhana tetapi efektif yaitu mulut ke mulut. Mengolah kulit ikan pari dijadikan tas memiliki tingkat kesulitan tersendiri. Kalau salah olah kulit malah robek dan mengerah tidak bisa dibentuk lagi. Keunggulan menurut si pengusaha kulit pari ini ya diteksturnya.

Tas kulit pari terlihat seperti ditaburi butiran mutiara lembut. Sehingga tepat jika harga jual di luar negeri jadi begitu tinggi.

Pengolahan kulit ikan pari caranya yaitu mulai merontokan sisik, lemak, lantas disusul proses penyamakan. Ia lanjutkan butuh berhari- hari agar zat kimia meresap. Selepas disamak baru diwarnai, diberi pola, dipotong, dilem, terus dijahit, diwarnai, dipola, dilem, lantas baru dijahit. Beruntung Wawan termasuk pengusaha yang diperhatikan.

Awal dia sudah diberi kesempatan mengikuti aneka pameran. Bahkan Bupati Boyolali saat itu, Sri Mulyanto, sempat berkunjung. Dia mendapat peralatan, koneksi ke Dinas Terkait sampai tingkat Provinsi Jawa Tengah, juga kerap membawa pembeli ke bengkel. Hampir setiap bulan pengusaha tas kulit pari ini mengikuti aneka pameran.

Mencari Resep Lele Unik di Balcon

Profil Pengusaha Selve Susanthi 


 
Apa jadinya kalau bebek diwaralabakan. Inilah usaha milik wanita bernama Selvie Susanthi bersama gerai bebek Balcon asal Jakarta Selatan. Usaha berkonsep sederhana berpadu bungkusan modern. Menawarkan sensasi tiga menu utama yakni bebek, ayam, dan lele. Mungkin sudah biasa ya terdengar dijajakan di pinggir jalan. 

Menu favorit antara lain bebek sambal petir, ayam sambel judes, dan lele asap. Usaha bermula sejak 2010 ini, telah mulai mendapatkan perhatian khalayak, hingga di 2012 lalu resmi diwaralabakan.

Baginya makanan tradisional masih menjadi magnet. Ini bak perahu ditengah deruan tsunami makanan cepat saji. Bayangkan makanan tidak sehat setiap hari. Inilah kenapa Bebek Balcon dianggap menjanjikan olehnya. Terbukti meski dibandrol harga lumayan, yakni Rp.14.000 sampai Rp.20.000 masih dapat dinikmati sekmen menengah bawah sekalipun.

Aneka resep sambal disajikan bersama gorengan crispy, atau bebek petir (pedasnya melintir). Sambalnya antara lain sambal judes, kapau, sambal hijau, terasi. Tidak ada menu istimewa? Salah, Balcon menawarkan lele asap khas memiliki resep rempah pilihan.

"Saya melihat prospek cerah dari bisnis ini," jelasnya. Tidak dipungkiri selain menu diatas Balcon selalu siap akan inovasi serta strategi jitu. Meski bebek atau lele bukan sesuatu baru. Tetapi Selvie meyakinkan mitra waralabanya bahwa ini spesial.

Kunci utama sukses berbisnis kuliner tidak cuma racikan bumbu. Juga bagaimana cara memasak benar tidak sembarangan. Pelanggan terkonstrasi berkat konsistensi  rasa ditawarkan olehnya. Sekilah sebelum digoreng atau dibakar bebek direbus dulu. Rebusannya harus bersama bumbu kemudian sampai meresep. Barulah dia menggoreng atau dibakar.

Tambahan aneka lalapan seperti daun singkong akan menambah cita rasa. Mendengar nama sambalnya saja sudah bisa bikin lapar.

Yang terbaru yakni Balcon menawarkan masakan lele tabur mayonaise. Kemudian lele lada hitam, lele asap, lele sambal petis dan masih banyak lagi.

Paket investasi mulai paling murah yakni Rp.38 juta atau paket kios. Kamu akan mendapatkan meja- kursi, desain interior, serta bahan baku awal. Perkiraan mitra menjual 80- 90 porsi per- hari. Omzetnya mencapai Rp.1 juta, sampai Rp.300 juta. Tidak ada fee tetapi diperpanjang setelah tiga tahun. Lantas paket restoran senilai Rp.60 juta.

Estimasi omzet untuk bisnis restoran yakni Rp.2 juta per- hari atau 60 juta per- bulan. Untung usaha menurut Selvie mencapai 40% dari omzet. Balik modalnya cukup enam bulan atau satu tahun sejak kamu mulai.

Franchise Yogurt Bertemu Bisnis Online

Profil Pengusaha Natasha Nelson 



Natasha Nelson seorang gadis yang tahu benar nilai sebuah internet. Sebuah Yogurt terlintas dalam dipikiran kamu kudapan. Atau yogurt merupakan sebuah produk yang diciptakan melalui fermentasi susu dan banyak digemari sebagai kudapan. Atau kita bisa menemuinya di mini market. Tetapi mungkin bisa ada hubunganya dengan internet.

Natasha tidak membicarakan tentang resep bagaimana membuat yugurt. Dia tengah menyediakan kudapan yogurt beku untuk kita semua lewat internet.

Tumbuh dalam dunia entrepreneurship. Natasha sudah melihat bagaimana sang ibu berbisnis real estate. Dia seorang gadis yang dekat dengan kakaknya. Jadi ketika menemukan ide tentang yogurt maka Chelsey jadi orang pertama dia beri tahu.  "Dia percaya konsep kita dan ide kita, meski pun begitu tidak berpengalaman, kami merasa siap."

Sekitar waktu itu, ketika bisnisnya mulai naik, dia harus kembali ke Arizona karena ibunya dikabarkan sakit parkinson. Mereka harus meninggalkan bisnisnya ini menjadi hal tersulit. Mereka khawatir bagaimana untuk memulainya lagi dari awal. Tetapi, justru dari situlah, ia sadar bahwa hidup harus tetap bejalan.

"Dia membuat kami sadar hidup harus terus berlanjut," ucapnya ketika melihat ibunya.

Ibunya penderita penyakit langka dari Parkinson yaitu CBGD. Kelainan degenerasi pada sistem syarah yang mengganggu kemampuan berbicara, fungsi gerak, dan kemampuan kognisinya. Selama bertahun- tahun butuh dia dan kakak memastikan semua terpenuhi. Itulah kenapa Yogurtini mulai tersisihkan oleh mereka. Apakah kami menjaga ibu atau berbisnis?

Selama masa itu merupakan pencarian jiwa. Dimana mereka khawatir akan kesehatan ibu disisi lain mereka ingin berbisnis yogurt.

Menemukan online


Dia dan kakak perempuanya merupakan penggemar yogurt semenjak kecil. Mereka berdua memulai bisnis kecilnya di 2007, setelah mengalami kegagalan- demi kegagalan. Mereka gagal juga dikarenakan kurangnya suport dari lingkungan Arizona, yang beriklim baik. Mereka harus pindah dari Arizona ke California bersama pantainya dan ini keberuntungan.

Natsha telah berubah menjadi gadis pantai Arizona. Pantai merupakan tempat yang cocok bagi yogurt dingin menyegarkan.

Melalui internet mereka kembali berbisnis bahkan jangkaunnya lebih luas. Natasha memastikan semua bahan merupakan pilihan dan harus mensuport kesehatan itulah yogurtini. Hingga Yogurtini lewat internet tumbuh pesat sepesat jaringan internet itu sendiri. Mereka menjadi pemain besar tidak lagi membuat yogurt setiap individu.

Yogurtini mulai masuk ke kantor- kanor, sekolah, gereja, segala tempat yang dipenuhi orang. Mereka siap menawarkan yogurt rasa coklat mengejutkan, dengan tetap mempertahankan rasa.

Dia menjelaskan tentang produknya, "Produk kami hampir sama seperti lifestyle. Brand kami menunjukan lifestyle untuk mereka yang ingin hidup sehat, gembira, dan mau memanjakan diri sendiri dan menikmati yogurt serta mendengarkan musik indah. Ketika menikmati ini anda akan kembali."

Yogurtini diluncurkan pertama kali di 2008. Ide mereka mengajak anak muda menikmati dinginnya yogurt. Mereka menyajikan itu di gelas martini sebagai trademark. Satu tahun semenjak dijalankan mereka sudah berfranchise. Mereka berencana mempunyai 50 cabang di akhir 2011 dan 150 cabang di akhir 2012. Dari penjualan oleh perusahaan franchiser YHI,Inc menghasilkan lebih dari $3juta.

Bisa dibilang Natasha berkerja mengikuti trend melihat internet sebagai marketing. Yogurtini tumbuh melalui sistem franchise menjadi perusahaan besar. Dia juga melakukan amal dari jutaan dollar yang didapatnya. Natasha mendirikan sebuah organisasi penelitian Parkinson. Dia juga ikut membantu ketika terjadi gempa di Haiti.

Pengorbanan pengusaha


Ini terasa seperti tidak mungkin harus berdiri dua kaki. Sukses berbisnis sementara Natasha berperan ganda yakni presiden dan menjaga ibu. "Saya terbangun mendengar panggilan ibu di pagi hari, kemudian saya pergi mengadakan meeting dan membuat persentasi." jelas Natasha. Pertama kali memang rasanya dia bisa saja mengatasi.

Tetapi, dia menemukan dirinya dalam tembok besar, suatu hari di 2009. Fakta bahwa sang ibu sekarat telah membuatnya jatuh. Dia tidak bisa begerak dari tempat tidur beberapa hari. Natasha membutuhkan bantuan untuk dirinya serta bisnisnya. "Saya tidak mengarah ke jalan yang benar, dan saya butuh bantuan, untuk saya sendiri dan perusahaan."

Terkadang pemimpin perusahaan merangkul semua tekanan bersama. Bahkan tidak mau mengakui bahwa ia memiliki masalah dan juga masalahh staf. Ketika Natasha tengah jatuh karena masalah ibu. Saat itupula ada keterbukaan yang membawanya percaya. Dia percaya kepada Dirketur Marketing nya Andrew Depew.

"Saay berkata kepada dia saya butuh isi ulang dan akan kembali besok 110% -dan saya menutup komputer saya. Dia mengambil alih semuanya," kenang Natasha.

Bahkan kepada investor sendiri, Natasha penuh percaya diri mengatakan samunya, "saya punya pagi yang terburuk dari seluruh hidup saya, tetapi saya sudah siap kembali dan berbicara tentang apa yang kita percayai." Hingga 2008 saya berkata kepada ibu apakah saya bisa bekerja tanpa bantuannya. Ibunya sudah tidak bisa bicara apapun.

Jadi ibu mengetikan ini kepada Natasha,"Saya telah mengajari kamu dengan baik, dan saya tau kamu bisa menjalankan semuanya kamu telah rencanakan. Jadi mengapa tidak ada seorang pun bekerja disini? Sana bekerja!"

Resolusi Karir di 2016 Oleh CEO Wine

4 Hal Perlu Setiap Orang Lakukan



Apa resolusi karir kamu di 2016 menentukan. Mungkin baiknya kita berkaca dari seorang CEO perusahaan berikut. Dia adalah Gary Vaynerchuk yang telah dikenal membangun bisnis sejak 20 -an. Dia membesarkan perusahaan milik keluarga. Perusahaan minuman alkohol senilai $3 juta menjadi $450 juta dalam tempo lima tahun. 

Gary sendiri juga pendiri situs WineLibrary.com, menjadi salah satu perusahaan eCommerce yang pertama di Amerika dalam bidang minuman alkohol. Di yahun 2009, Gary mendirikan Vayner Media, yaitu perusahaan agensi pertama membantu pemasaran brand.

Angel Investor dan penasehat beberapa perusahaan besar digital. Sejak awal sosial media lahir, maka Gary tercatat berinvestasi dan mengkonseling lebih dari 50 perusahaan startup, termasuk Tumblr, Twitter, Medium, BirchBox, Uber, Venmo. Tahun 2014, dia berinvestasi sampai $25 juta untuk Vayner/RSE bukti eksistensi.

1. Jadilah praktisi mendalam akan sesuatu

Meski kamu berbicara tentang sekedar hobi, mempelajari sesuatu, atau berbisnis. Maka ini akan menjadi saran terbaik. Alasan utama Gary sukses bersama VaynerMedia, menurutnya ya karena setiap hari adalah sosial media. Ketahuilah trigernya sampai kamu bisa sukses disini dunia kreatif.

"Saya tau platform konten seperti Snapchat dan Instagram," tuturnya.

Menariknya kamu perlua tau dari 135.000 cuitan di Twitter, tidak ada satupun bukan tulisannya sendiri. Jadi apapun itu Instagram atau Snapchat atau sesuatu yang mengikat seperti musical.ly, jadilah praktisi. Berhenti lah menjudga apa yang dilakukan orang lain atau cuma berkata dan lakukan. Ikut sertalah.

2. Audit jam 7 malam dan 2 pagi

Gary terobsesi akan waktu antara jam 7 malam sampai 2 pagi. Waktu ini adalah jam habis kerja tradisional. Ketika kamu beristirahat, banyak orang di luar sana tengah mengerjakan hal mengagumkan sekitar bisnis mereka. Mereka itu asik lembur, atau pulang dan membangun blog resepnya atau akun SoundCloud -nya, maka gunakan lah waktu sebaiknya di 2016.

3. Berlatih self- awareness

Gary tengah aktif mempublikasikan self- awareness selama 18 tahun atau sampai sepanjang umur. Kalau itu menjadi prioritas kamu maka carilah. Pahami diri kamu meliputi: (1) apa skill kamu, (2), apa kekuatan kamu, (3) baca semuanya, (4) hilangkan komplain. Di tahun 2016 merupakan kesuksesan kamu jika kamu telah menemukan kebahagiaan.

4. Eliminasi mengeluh

Kamu melihat negatif, melihat kekosongan dalam gelas, maka mengeluh merupakan yang terbesar dalam hal mengelola waktu. "Saya sangat merekomendasikan, apakah itu melalui terapi atau membuang kebiasaan itu, hilangkan mengeluh anda menjadi setengah sampai anda tidak lagi membuthkan untuk hanya melakukannya tanpa berpikir," jelasnya.

Maka dengarkanlah podcast positif. Lakukan meditasi. Apapun itu agar menghentikan kamu dari mengeluh. Ini merupakan hal terbesar yang menghalangi kamu menuju jalannya kesuksesan, secara profesional dan juga personalnya.

Game Pc Gratis DivineKids Sejarah Game Lokal

Profil Pengusaha David Setiabudi



David Setiabudi, CEO DivineKids, bertekat menunjukan game developer seharusnya bekerja di Indonesia. Walau game buatannya masih jauh dari game asing. Tetapi dinilah, dia berjuang agar game lokal berkembang pesat mulai lewat kesederhanaan. Hanya masalah waktu hingga David merubah kesederhanaan menjadi luar biasa.

Dia berjual lewat berbagai berbagai media. David mengajak sesama developer dalam asosiasi para pembuat game, yang kemudian disebutnya DivineKids.

David merangkul pembuat game lokal. Tujuanya memperkenalkan game lokal negeri sendiri hingga ke manca negara. Ini mudah sekali seperti konsep Newgrounds.com, dimana setiap artis atau pembuat games dapat memajang hasil karya mereka dana menerima order. Konsep membawa developer bebas mengmbangkan gamenya di DivineKids.

Di tahun 2004 DivineKids secara resmi meluncurkan logo dan maskot. Ini menjadi statement keseriusan atas pengerjaan proyek lokal. DivineKids juga merilis game bermaskot sendiri, game seperti petualangan Devine Kids. Game bergenre petualangan RPG bernuansa Indonesia membuat namanya menjadi kian melambung.

Ia lantas menjelma menjadi bak selebriti teknologi. Selain itu adanya DivineKids mulai mengembangkan genre lain. Ia telah menciptakan karakter smaskot di berbagai jenis media -seperti Dadu Master DK, Kuis Kata DK dan lain lain.

Di tahun yang sama, PC Game membaca kepopuleran David DevineKids. Mereka mengakui DiviniKids sampai mempublikasikan profil David Setiabudi. Majalah tersebut mengulas kisah suksesnya serta membagi paket game -berisi kisah DevineKids dan gamenya. David telah mendapatkan nama menjadi game developer terpadu asli Indonesia.

Tentunya DevineKids tidak setenar milik Ubisoft, Pop Cap, atau lainnya. Tetapi melalui sistem terintegrasi PC maka DevineKids diterima khalayak ramai.

Game DivineKids mudah dikenali dapat dimainkan oleh semua model komputer berbagai OS. Ini benar- benar mudah untuk dimainkan, semua orang tinggal men- klik dan memainkannya secara langsung. Inilah inti DivineKids sebuah developer game pertama yang terintregrasi dengan baik. Berkat kerja keras David lah, DivineKids mulai memasarkan namanya sebagai game developer.

Dari majalah sampai  setasiun televisi, di tahun 2008, bahkan Indonesian Games Award memilih DivineKids menjadi Game Developer Indonesia Terfavorit.

Itu termasuk terfenomenal sekaligus terkontroversial. Penghargaan MURI yang menetapkan David Setiabudi sebagai Pembuat Game Pertama Indonesia pemicunya. Sebuah kontroversi karena sebelumnya telah banyak game developer mengembangkan bisnis gamenya sendiri. Game asli Indonesia memang sebenarnya buka hal baru di dunia maya.

Akan tetapi, DivinieKids telah menginspirasi terintegrasi dan well marketed bukan pekerjaan individualis. Disini, DevineKids merupakan kesatuan tepat seperti bagaimana  mempromosikan artisnya. Terlepas akan polemik tetap Game DivineKids terbukti cukup diterima oleh masyarakat.

Beberapa negara tetangga telah melirik game karyanya sebagai sesuatu yang patut dicoba. Semakin banyak orang mengenal dan tidak hanya datang melihat DivineKids atau mereka ikut mendowload. Terbukti di tahun 2013, tak kurang 124 tera bytes terdownload. Pengunduh game DevineKids menyangkup beberapa negara tetangga hingga jauh -seperti Australia, China, dan India.

Entri yang Diunggulkan

Biografi Jack Ma Orang Terkaya China Alibaba