Fadilah Sholat Subuh Bagi Kesuksesan Pandu Logistik

Biografi Pengusaha M. Bhakty Kasry



Sosok pendiri Pandu Logistik ini memang dikenal akan kiat suksesnya. Dr. H. Muhammad Bhakty Kasry percaya bahwa ibadah musti diselaraskan usaha. Bukti itu terlihat ketika kamu mengunjungi perusahaan yang berpusat di Pulogadung, Jakarta Timur ini. Niscaya kita akan menemukan karyawan tengah asyik bertadarus Al- Quran. Tidak cuma itu, mereka tidak akan lupa menyempatkan diri Sholat Dhuha di mushola kantor.

Saat tiba waktu sholat wajib, seperti Zhuhur bahkan Ashar, karyawan akan berbondong mendirikan sholat berjamaah. Lalu siapa yang mengimami mereka tidak lain sosok pendiri sekaligus chairman Pandu Logistic, ya sosok Bhakty Kasry sendiri.

Dia cuma orang biasa. Pria kelahiran Medan, 30 April 1953, yang sempat "nakal". Waktu itu ia nekat untuk berangkat ke Jakarta. Ia ingin meniti karir dari nol sampai di kejamnya Ibu Kota. Di tahun 1971, Bhakty sempat mengenyam pendidikan keuangan di Jl. Raden Saleh, Jakarta Pusat. Tetapi dia tidak selesai dibidang studi. Pasalnya, Bhakty demen bermain bola jadilah sekolahnya putus- putus.

Ia sempat melanjutkan sekolah sejenis di daerah Kebayoran Baru, Jakarta Selatan. Disaat masih remaja memang bapak dua putri ini memang hobi bola. Lebih tepatnya keranjingan bola sempat bergabung dengan klub Persija Junior sampai Indonesia Muda. Menempati posisi pemain di kanan- belakang sempat mengikuti pertandingan Gala Raya.

Bukan pemain bola


Meski keranjingan bola tetapi tidak bisa memungkiri fakta hidup. Bhakty harus tetap bekerja sekaligus tetap bersekolah. Dia bukan terlahir dari keluarga berlebihan -keluarga pas- pasan. Ia pun tidak memiliki banyak pilihan, mungkin terbersit pernah pikiran menjadi pemain bola. Kondisi keuangan keluarga lebih masuk akal dibanding bermain bola.

Ia harus aktif membantu kebutuhan keluarga. Ayah Bhakty sendiri merupakan pegawai di PT. Perkebunan Nusantara (PTPN) IV, adapun sang ibu, hanyalah petani ladang di Medan, Sumatra Utara. Oleh karena itu, pekerjaan pertama dilakoninya adalah bagian penjualan atau salesman di PT. Permorin. Perusahaan bidang jual beli otomotif yang menghantarkan takdirnya.

Dia bertemu sosok petinggi di perusahaan jasa logistik DHL. Cara Bhakty dalam menangani klien menarik perhatian pengusaha tersebut. Ia lantas ditawari bekerja di perusahaan DHL. "Saya terima karena dijanjikan pelatihan di Singapura. Saya, kan, belum pernah ke luar negeri," kenangnya geli sendiri. Terbukti memang dia memilik kemampuan kerja baik.

Bhakty memiliki etos kerja tinggi. Sebelas tahun berlalu bekerja di DHL, pria pengoleksi foto bersama para Ustad ini, bisa mendapatkan promosi jabatan sampai empat kali. Pertama kali masuk ya bekerja menjadi salesman dulu. Dua tahun barulah diangkat menjadi supervisor. Dia lantas diangkat menjadi manaje area. Karena kinerja yang baik, jabatan Bhakty kembali naik menjadi sales manager.

Terakhir, dia menduduki jabatan bergengsi, yakni country sales manager. "Selama pegang jabatan itu, saya bisa menambah 30 cabang DHL," tutur Bhakty.

Meski sukses ada kegelisahan dalam dirinya. Kegelisahan yang tertuang dalam kegiatan pengajian seorang Ustad. Dua belas tahun silam, tepatnya di 22 Agustus 2002, Bhakty Kasry berangkat ke Pantai Senggigi di Mataram Lombok buat mengikuti pengajian Ust. Muhammad Arifin Ilham. Saat itu sang Ustad menatapnya tajam.

Seketika Ust. Arifin Ilham mengungkapkan kata menusuk sanubari. Bahwa Bhakty belum benar bersyukur atas karunia Allah. "Apakah alasan ayahanda tidak menjalankan sholat subuh di Masjid," ucapnya meniru perkataan sang Ustad. Ini seperti petir di siang bolong, ketika dirinya menemukan kejenuhan dalam bekerja menjadi atasan sebuah perusahaan besar.

Bhakty tidak sedikit pun merasa sakit hati. Dia malah menyadari kekurangan hidupnya. Sejak saat itupula lah terucapa sumpah agar menjalankan ibadah Sholat Subuh berjamaah. Ust. Arifin Ilham lantas memberikan satu kiat agar terhidar dari kemalasan: Sholah Subuh berjamaan selama 40 hari berturut- turut. Cara ini agar membelenggu sifat malas dalam dirinya.

Kegelisahan di tempat kerja menemukan titik terang. Apa yang keinginan seorang Bhakty Kasry ternyata ada di kewirausahaan. Ia ingin mendirikan usaha sendiri dibidang logistik ini.

Jasa logistik


Bekal bertahun di bidang logistik, tidak mau tanggung- tanggu dibuka lah usaha bernama Pandu Logistik. Ia bermodal Rp.50 juta membuka usaha pertama di tahun 1992. Modal tersebut digunakan menyawa sebuah ruko atau rumah toko. Modal yang merupakan keringat jerih payah selama bertahun- tahun. Membuka satu usaha sendiri ternyata tidak semudah dibayangkan Bhakty.

Dia sempat kocar- kacir. Ia kesulitan mencari pelanggan. Padahal, modal dimiliknya terbatas, dan sistem dari manajemen masih amburadul. Permintaan akhirnya banyak tetapi malah modalnya cekak. Kendala besar ini dimulai selama dua tahun pertama. Tahun ketiga barulah dirinya bisa bernafas lega. Usaha ini mulai mudah di pengajuan pinjaman modal.

Pemberian pinjaman pun beragam mulai dari Rp.100 juta sampai Rp.300 juta. Perusahaan Pandu Logistik membukukan pertumbuhan fantastis, atau mencapai 50% per- tahun. Kondisi ekonomi memang tengah di fase tidak baik tetapi tidak menyurutkan perjalanan bisnis. Meski pendapatan Pandu Logistik naik menurun sampai 12% sampai 15% per- tahun.

Bhakty tetap optimis akan perkembangan bisnisnya. Jasa logistik masih cerah apalagi adanya usaha berbasis internet. Dia sendiri awalnya memulai dari menguasai pasar lokal. Usaha bernama PT. Pandi Siwi Sentosa ini mencapai 155 cabang dari Sabang- Merauke. Jakarta sendiri di perusahaannya memiliki 750 orang. Volume pengiriman juga cukup besar yakni 25 ton sehari.

Wilayah Jakarta saja, Pandu Logistic mampu membukukan omzet Rp.11 miliar per- bulan. Kalau dilihat dari kisahnya memang dia tidak menyangka bisa sampai seperti sekarang. Semenjak wajangan dari Ustad pula, Bhakty tidak ketinggalan menunaikan ibadah Sholat Subuh berjamaah. Ini dijadikan etos kerja, daya kontrol, serta membuatnya tenang dalam memutuskan usaha.

Bhakty juga senang safari 40 masjid. Sholat Subuh berjamaah menurutnya banyak fadhilahnya loh. "Qabliah Subuh lebih baik dari dunia, shalat subuh kayak ibadah semalam suntuk, malaikat menyaksikan, dapat ampunan, dijauhkan sifat munafik," tutur ayah tiga orang anak ini tegas dengan logat Medan kental.

Tiga tahun berturut sejak 2002, ia memberikan tunjangan khusus transportasi, mereka mendapatkan instruksi untuk sholat Subuh berjamaah di masjid yang telah ditentukan. Mereka akan mendapatkan tunjangan selain itu buat yang tepat waktu akan mendapatkan fasilitas kendaraan, rumah, bahkan rekreasi ke luar negeri, hingga umroh dan haji.

Ini menjadi indikator penilaian pegawai berprestasi menurut Bhakty. Yakni ketepatan mereka dalam hal untuk sholat berjamaah di masjid. Pria yang sempat bekerja menjadi cleaning service di Mabes Polri ini, memang punya cara sendiri memotivasi pegawainya. Tidak perlu sesi cuci otak buat meningkatkan kinerja pegawai di perusahaanya.

"Agama adalah pangkalnya. Kalau agamanya baik insyaallah maka baik yang lainnya," Bhaky menjelaskan. Berkat kinerja luar biasanya dan pengaruhnya dalam kehidupan orang banyak, dia mendapat gelar Doctor Honoris Causa di bidang manajemen transpotasi dari Jakarta Institute of Management Studies tahun 2001.

Berkat caranya yang unik menyeimbangkan ibadah dan kerja. Dia bisa mendirikan perusahaan lainnya yakni PT. Indah Jaya Express, perusahaan layanan kurir, distribusi dan proyek internasional; PT. Tritama Bella Transindo, perusahaan pengiriman darat dan laut; PT. Pandu As Shofa (PAS), perusahaan travel haji dan umrah. Serta terakhir ia mendirikan Yayasan Pandu Mardhika dibidang sosial.

Zenrooms Meningkatkan Kualitas Penginapan Lokal

Profil Pengusaha Nathan Boublil


 
Sosok Nathan Boublil ternyata punya kisah perjuangan sendiri. Siapa sangka sosok sukses, yang menjabat sebagai Managing Director Rocket Internet Asia Pasific, mengawali karirnya menjadi resepsionis hotel. Itu pula lah yang mengilhami lahirnya Zenrooms. Usaha kerja sama antara Rocket Internet dan Ooredoo yang fokus di industri pariwisata. 

Lebih dalam lagi Zenrooms merupakan bisnis menjaring hotel- hotel berbudget yang dirombak. Zenrooms ini akan memastikan kamarnya bersih, kasur nyaman, free wifi, tv flat, dan AC, akan tersedia dalam genggaman kita. Nathan menurut artikel Okezone memulai sejak umur 20 tahun ketika masih kuliah. Berkat pengalaman itulah ia mengaku tau apa yang keinginan pelanggan.

Nathan sendiri bukan lah sosok asing di dunia startup. Pria 30 tahun ini ketika masih berkuliah di Cambridge telah memulai bisnis aplikasinya. Dia bersama Elliott Verreault, dan Agastya Muthanna di tahun 2012, sukses mendirikan perusahaan software SmartGov.co. Mereka menghasilkan banyak data untuk socio- economic setiap tahun. Bahkan mereka bisa menghasilkan ribuan data aneka statik.

SmartGov mengembangkan software teknologi yang otomatis mengumpulkan, memproses, menstandarisasi, dan melokasikan kumpulan data ini.

Perusahaan yang bernama Asia Pacific Internet Group (APACIG) ini, yang merupakan gabungan perusahaan asal Jerman Rocket Internet dan Ooredoo asal Qatar. Dimana diluncurkan di Indonesia sendiri, ZenRooms coba membuat revolusi menarik perhatian tetapi tetap memberikan harga miring semurah Rp.123.000. Yang mana diluncurkan tidak cuma aplikasi tetapi lengkap properti.

ZenRooms menggaet 250 properti di delapan kota berbeda di Indonesia. Mereka memilih selektif tempat- tempat penyewaan kamar dan hotel. ZenRooms mendukung mereka berkompetisi dengan hotel kelas atas sekalipun. Diplopori oleh Nathan Boublil dan Kiren baru memulai pilot proyeknya di Indonesia selama satu bulan kedepan.

Tujuan mereka adalah tempat penginapan sesuai budget. Dimanapun wilayahnya dan memiliki harga terbaik, Kiren menjelaskan lagi, total 16.000 hotel kecil- independen yang menerima 80 juta traveler setiap tahunnya. Memang penginapan independen ini sangat lah efektif di biaya perjalanan. Sayangnya, terkadang mereka tak punya tanggung jawab.

25 Jutawan Muda Memiliki Persamaan 7 Hal

Artikel Bisnis Persamaan Entrepreneur Muda


 
Nick Tart mungkin baru berumur 22 tahun kala itu. Tetapi rencana gilanya benar- benar hebat. Dalam waktu singkat namanya disejajarkan jutawan muda. Dia mampu mencetak jutaan dollar lewat sebuah buku. Yaitu perjalanan dia dan patnernya, mewawancarai 25 remaja, mereka adalah para jutawan cilik menghasilkan 6 digit angka lebih.

Keduanya merupakan penulis 50 Interviews: Young Entrepreneurs, What It Takes To Make More Than Your Parents. Kalau penulisa bahasakan sih artinya Pengusaha Muda, Bagaimana Caranya Membuat Lebih Banyak Uang dari Orang Tua. Mereka merupakan entrepreneur cilik memulai usahanya ketika masih remaja. Beberapa bahkan masih berumur kurang dari sepuluh tahun.

Dalam tulisannya, menurut Business Insider, Nick mendapatkan kesimpulan: Entrepreneur jenis ini punya hal yang sama dimiliki. Anak- anak yang berjualan jus lemon di jalan, pulang lebih awal ketika sekolah usai dan memilih mengerjakan proyek bisnis mereka. Mereka merupakan anak- anak yang ngetrennya dipanggil orang, Generation- Y Entrepreneurs.

Jadi, apakah yang membuat mereka sama, sifat- sifat apa yang dibutuhkan anak- anak kita kelak. Apa yang bisa kita pelajari untuk kita pengusaha muda. Berikut ringkasan singkat dari artikel Business Insider pada 2010.

1. Dukungan orang tua dan semangat

Anak- anak ini punya keluarga yang tidak pernah ragu akan ambisi mereka. Ini bukan pula berarti orang tua memberi mereka modal loh. Setidaknya anak- anak ini harus membayarnya melalui berbagai kesuksesan. Ia lantas menjelaskan dukungan ini lebih ke arah emosional. 

Catherine Cook, meski dapat sokongan modal uang, faktanya itu bukanlah uang cuma- cuma dan murni profesional. Ia membangun MyYearbook.com sebagai perusahaan sebenarnya. Nick sendiri menyebut dari 25 entrepreneur tersebut hampir semuanya menggunakan uang sendiri. Ada yang bahkan mengajukan uang pinjaman sendiri seperti uang $10 untuk membeli domain.

Emil Motycka, 21 tahun, punya bisnisnya sendiri yakni usaha jasa. Ia memberikan jasa mengatur taman di Amerika sana. Dia bersama kawan mengambil hutang $8k untuk membeli mesin pemotong rumput. Mereka ini berhasil membayar hutang dalam tempo setahun.

Seperti halnya generasi sebelumnya, orang tua percaya bahwa mereka spesial, apa yang mereka lakukan jadi satu penghargaan mungkin lebih besar dari nilai ujian sekolah.

2. Memulai sesuatu yang bisa dikerjakan

Apakah menulis blog ataupun jasa pangkas rumput. Mereka itu benar- benar melakukan -eksekusi tanpa malu. Mereka mencari sesuatu yang benar bisa dikerjakan. Anak- anak ini membangun reputasinya sendiri sebagai entrepreneur. Mungkin mereka sudah memiliki bisnis berbeda jelas Nick. Tetapi dasarnya adalah berasal dari binis kecil yang mungkin sederhana.

Juliette Brindak, 24 tahun, memulai susuatu yang bisa dijalankan. Dia membangun MissOandFriends.com dan pada akhirnya menguasai bisnis sepenuhnya. Selama delapan tahun mengerjakan bisnis ini, dia mendapat satu investasi dari Proctor & Gamble menghasilkan nilai aset $15 juta. Berjalan waktu, usaha yang mudah ia kerjakan menjadi keahlian khusus.

3. Pekerja keras dan keras hati

Kebanyakan entrepreneur memulai dari konsep trial and error. Adam Horowitz, 18 tahun, menjalanan 30 situs berbeda di 3 tahun pertama sebelum akhirnya sukses. Dia lantas baru bisa menjual produk senilai 6 digit angka. Kemudian membuat produk lagi, menjual kembali, dia lantas menjual lagi itu. Lantas, Horowitz tiba dengan produk senilai $1,5 juta dalam tiga hari.

"Semua tidak akan berhasil tanpa 30 kegagalan diatas," papar Nick.

4. Pengorbanan bahwa dewasa tidak butuh masa remaja

Apa asiknya menjadi anak- anak kemudian remaja. Tidak perlu membayar sewa, tidak perlu memberi anak makan, tidak perlu bekerja. Untungnya jadi remaja ya tidak punya pengeluaran sebenarnya, kebebasan, juga melakukan apa yang mereka mau, dan akhirnya melakukan apapun termasuk entrepreneurship.

Satu hal yang sama dimilik mereka 25 entrepreneur yang diwawancara; mereka tidak punya masa remaja. Nick menuliskan kisah Emil Motycka yang suatu ketika diajak berenang. Tetapi dia tegas menolak undangan temannya tersebut. Motycka memilih bersenang- senang lewat bisnisnya sendiri. Teman remaja normal pasti menolak logika Motycka.

Hasilnya Motycka bisa mempunyai rumah sendiri dan temannya sering "memanfaatkan" nya.

5. Mereka dikatai tidak akan sukses

Tidak ada motifasi lebih baik seperti dikatai kamu tidak bisa melakukan apapun. Kebanyak dari tulisan Nick, 25 entrepreneur muda ini, kebanyakan mendapatkan perlakuan negatif dari guru dan teman. Salah satunya sosok Michael Dunlop yang paling bagus menjadi contoh.

Sebagai remaja disleksia membuatnya kesusahan di sekolah. Guru mengatai anak disleksia ini bahwa dia tak akan sukses. Dia memilih drop- out. Meski dengan kekurangan, Dunlop bekerja keras, mulai blogging dan bisa menghasilkan lewat Incomediary.com. Sekarang situs itu ranking 12.000 di Alexa dan menghasilkan 6 digit angka.

Tulisannya tidak hebat tetapi punya ribuan pembaca tutur Nick. Dunlop punya intuisi tajam soal bisnis dan itu terbukti. Lain lagi kisah Catherine Cook, pembuat MyYearbook.com ini langsung ditawari uang buat menjual situsnya. Dia menolak tetapi malah dikatai, "kamu tidak akan mencapai 3 juta pengguna". Sementara itu, ia terus bertahan dan membuktikan lewat 22 juta pengguna.

6. Mereka memisahkan pribadi dan bisnis

Gen- Y harusnya merupakan generasi narsis. Sementara entrepreneur muda ini memilih menyembunyikan jati diri mereka. Tidak menghubungkan kekayaan mereka dari apa bisnis mereka. Empat dari 25 entrepreneur muda ini mengambil nama alias bukan sebenarnya. Alasan utamanya ya karena bagian dari umur mereka. Lain hal yakni mereka ingin memisahkan antara kehidupan pribadi dan bisnis.

"Ini seperti mereka ingin memulai usaha sebagai sosok palsu," tutur Nick. Paling mencolok adalah kisah dari Andrew Fashion, entrepreneur muda sukses menghasilkan $2,5 juta, yang di ulang tahun ke 22 mendapatkan pelajarannya. Temannya tinggal di rumahnya tetapi tidak mau membayar sewa. Namun ketika ia membawa kendaraan teman mereka hitung- hitungan.

Remaja ini mendapatkan pelajaran bahwa tidak semua bisa dipercaya.

7. Mereka terlahir untuk menjual

Berdasarkan wawancara Nick Tart, kebanyakan mereka sudah berjualan sejak kecil, mulai dari berbagai hal seperti perhiasan kecil. Michael Dunlop memulai dengan berjualan kartu Pokemon. Dia menyadari bahwa ini berharga tetapi bernilai rendah ditempatnya. Keith J. Davis menjual permen karet ke temannya, padahal ini dilarang oleh sekolah. Andrew Fashion merubah pensil mekanis menjadi peluncur roket.

Para jutawan muda ini terus berlatih buat menjual lagi. Apakah entrepreneurship adalah natural atau proses? Anak- anak pada dasarnya memilik uang, tetapi bukan itu alasan mereka mengerjakan entrepreneurship. Mereka bekerja keras mencapai sesuatu, yang pada akhirnya itu entrepreneurship -mereka memiliki hasrat tak terbendung.

Jualan Pomade Mr. Prabs Propsek Bisnis 50 Juta

Profil Pengusaha Pringgodani 



Jualan pomade tengah digemari pengusaha Jakarta. Penulis sendiri kurang tau tetang hal semacam ini. Tetapi diambil dari berbagai sumber, itu loh minyak rambut kental yang berbau harum. Sukses pomade menular ke manapun sempai ke pegawai perusahaan ternama. Adalah sosok Pringgodani, 25 tahun, yang akhirnya banting stir menjadi pengusaha online.

Bermodal cuma Rp.1 juta dimulai lah rencana produknya. Ia mulai membikin pomade sendiri. Kemudian dia menjualnya ke pasaran. Harga jual pomade bikinan Pringgodani seharga Rp.105 ribu sampai Rp.125 ribu. Itu tergantung varian produknya. Pomade bikinan sendiri yang diberinya nama Mrprabspomade pada 2013. "Bisnis saya murni online," tuturnya kepada pewarta online.

Alasan utama pria yang biasa dipanggil Igo ini, ialah fakta akan hobinya terhadap barang- barang tua. Yah, memang pomade merupakan produk jadul, lewat produk ini bisa didapatkan rambut klimis khas jaman dulu. Produk Mr. Prabs ada dua jenis yakni oilbased dan waterbased. Pomade Mr. Prabs oilbased terdiri dari produk bertajuk sexyshine, sexyhold, dan sexyheavy.

Sedangkan waterbased sendiri meliputi watergrease superhold dan watergrease mediumhold. Paling laku di produk Mr. Prabs ya oilbased. "...waterbased baru kita launching," tuturnya.

Jumlah produk pertama kali cuma 100 pcs. Langsung laris dalam waktu lima hari saja, Igo lantas mulai lagi, kali ini lebih serius menggarap pasar onlinenya. Di tahun 2014, ia meluncurkan slogan Dreamer, Fighter, and Victory berusaha memproduksi masal produknya Mr. Prabs Pomade. Ternyata antusiasnya lebih daripada harapan seorang Igo. Pemesanan berdatangan maka lahir lah tim reseller DHM Teamwork.

Pemenuhan kebutuhan pemasanan dilakukan secara online juga. DHM Teamwork artinya itu ya Dealer Hair Machine Teamwork tersebar di 30 kota se- Indonesia. Jangkauan pasarnya telah meliputi Jakarta, Bali, Riau, Pekanbaru, Banajrmasin, Kendari, Surabaya, Depok, Bekasi, Tangerang, Sidoardjo, Yogyakarta, Lombok, Aceh, sampai Tenggarong.

Bisnisnya dijalnkan lewat media sosial. Selain itu, Igo juga memilik satu toko online sendiri, agar lebih mudah yakni di www.mrprabs.com. Omzetnya cukup menggiurkan yakni Rp.50 juta per- bulan. Sebagai tambahan dia mengaku merupakan pemakai pomede. Istilahnya kalau dia suka memakai, kenapa tidak dia sebarkan kesukaanya, kenapa tidak menghasilkan produk buatan sendiri lebih baik.

Pengusaha Gerobak Mungil Waralaba Rombongku

Biografi Pengusaha Wahyu Kharisma



Memiliki hobi mendesain bingung memulai usaha. Pasangan pengusaha muda satu ini mungkin menginspirasi usaha kamu. Berdua mampu melihat dibalik tren bisnis di Indonesia. Ketika musim bisnis waralaba keduanya malah membuka usaha jasa. Tetapi bukan sembarangan jasa, tetapi Wahyu Kharisma beserta istrinya, Dyas Ayu Anindya, membuka jasa pembuatan booth atau outlet waralaba.

Mengusung nama Rombongku, pria yang akrab dipanggil Nobby ini awalnya diminta memenuhi pesanan orang. Dia dan istri mendapatkan permintaan dari beberapa pengusaha lokal. Mereka diminta banyak sekali membuat jasa desain untuk berjualan minuman atau makanan. Awal mula cuma dibikin standar saja, tetapi berjalannya waktu semakin unik dan cocok bagi pemilik waralaba kembangkan.

Pembeli banyak datang dari pemilik franchise. Bahkan keduanya bisa mewaralabakan konsep usaha mereka sendiri. Pemesan pertama paling besar ialah pemilik Kebab Baba Rafi, Hendy Setiono. Dari gerobak bikinan Nobby itulah mengalir kisah ratusan cabang Baba Rafi. Kala itu, ia mengisahkan, Hendy masih berjualan lewat gerobak dorong dari kampung ke kampung.

Pemesan selanjutnya adalah Bakso Kepala Sapi dan Coffe Toffe. "Sekarang kami tidak hanya jual jasa pembuatan rombong saja, melainkan sekaligus konsultasi bentuk dan logo produk yang akan dijual," papara Nobby. Pria kelahiran Banyuwangi, 31 Juli 1979 ini, sepakat memperdalam konsep usahanya lebih lanjut. Ia tidak lagi sekedar membuatkan berdasarkan pesanan saja.

Di rumah berupa workshop desain, yang waktu itu kecil- kecilan, kedua orang ini memulai usahanya penuh semangat. Dimana tumbuh memiliki 10 orang desainer dan 20 tukang. Kalau bicara omzet tidak kalah dari pemilik waralaba yakni Rp.1 miliar per- tahun. Menyasar bisnis kuliner menjadi andalan pasangan pengusaha muda ini.

"Bisnis kuliner adalah bisnis tidak akan pernah ada habisnya, selalu ada dan makin banyak berkembang," jelasnya lagi.

Bisnis gerobak


Lulusan Jurusan Desain Produk Industri ITS, memang Nobby mempunya hobi mendesain ketika masanya di kuliah dulu. Terus berlanjut sampai ia menjadi pegawai di sebuah perusahaan digital printing. Dua tahun jalan hidupnya beralih ketika ia dan sang istri melihat tumbuh pesatnya usaha waralaba. Dan, satu fakta menarik, para miliarder baru ini adalah mereka yang berawal dari gerobak dorong.

Perhatian mereka ialah pedagang kaki lima. Mereka yang penjual makanan atau minuman. Mereka yang baru memulai jalannya di dunia pewaralabaan. Lambat laun workshop mereka yang berpusat di Surabaya, Jawa Timur, mulai dikenal oleh kalangan kaki lima sampai pengusaha menengah. Ia bermodal satu komputer miliknya ketika masih berkuliah dulu.

Modal uang sendiri didapat dari mengumpulkan honor membuka les privat gambar. Dia juga mengajar anak- anak melukis di Surabaya. Nobby dan Ayu mengakui mereka bermimpi. Usaha tersebut didasari hobi akan dunia desain. Sementara diliputi kesempitan dalam mengumpulkan uang. Awal mereka cuma membuat logo, maskot, kemasan dan brosur. Ditambah kerja keras, kreatitifitas miliknya mampu mencapai Sabang sampai Marauke.

Kecintaan akan desain serta kuliner melahirkan Rombongku. Brand usaha jasa yang ingin menggairahkan si usaha kecil lewat visual Maka grobak buatannya memiliki garis, warna, dan tesktur yang enak dipandang oleh mata. Berjalan waktu usahanya juga termasuk pembuatan media marketing seperti hal brosur, flayer, serta kemasan produk, maskot, sampai mereka mengkonsepkan usaha apa.

Tahun 2005 merupakan tahun modal dengkul pasangan suami- istri ini. Berbekal laptop (komputer) satu- satunya ditambah uang ngumpul Rp.5 juta jalan. Selama sebulan, berjalan waktu, mereka akhirnya mampu mencapai omzet rata- rata Rp.100 juta dan sampai tembus Rp.150 juta. Selama Ramadhan usaha mereka jadi meningkat karena banyak pedagang dadakan.

Pesanan bisa mencapai puluhan unit. Dimana jasa konsultasi desain dan logo, Nobby memberikan harga yaitu Rp.1,5 juta, Rp.2,5 juta, dan Rp.3 juta. Harga tersebut tetapi diluar harga pembuatan grobak. Untuk harga rombong bervariasi Rp.1,5 juta, sampai bisa Rp.20 juta. Rombongku pun telah memasuki sekala kafe dan restoran. Untuk gerobak sekelas kafe lebih mahal karena lebih rumit dan unik dibanding kaki lima.

Nobby dibantu 25 tukang kayu yang merupakan karyawan lepas dari Sidoarjo. Semua melalui proses kreatif juga ditambah bantuan 10 orang tim khusus desain. Satu rombong ukuran sedang akan dikerjakan seorang tukang dan selesai tiga sampai empat kali. Rata- rata permintaan akan rombong bikinan Nobby Rombongku mencapai 20 buah. Adapula yang sekalian konsultasi desaian sekaligus bikn di tempat, tambah Ayu.

Pemesan telah menyebar ke seluruh penjuru Indonesia. Paling jauh pesanan, wanita kelahiran Surabaya, 14 November 1983, ini menuturkan sampai ke wilayah Papua sana. Penawaran dilakukan awalnya lewat blog yang gratisan di www.rombongku.blogspot.com. Klien luar ada juga loh tetapi tidak seramai kebutuhan akan pengusaha lokal yakni dari Dubai meminta burger hotdog, jelas Ayu menambahkan lagi.

Total 400 desain telah dikembangkan siap dibikin. Tiap pemesan bisa beda desainnya, tetapi tidak juga lupa menyiapkan model rombong sebagai dasar. Kalau ada order, ya, tinggal pihaknya memasang merek dagang saja. "Tetapi mayoritas desainnya by order," ujar Ayu. Dibutuhkan desain unik dan cantik agar benar- benar mengangkat produk si pemesan.

Usaha macam pembuatan grobak waralaba ini mulai sengit. Aneka macam upaya dijalankan pengusaha agar menarik perhatian pengusaha waralaba. "Banyak anak muda kreatif yang bisa memulai dari sekarang. Tak perlu modal besar untuk usaha semacam ini karena yang dijual ide," papar Nobby. Bahan baku pun mudah ditemukan di dalam negeri seperi paku, papan, cat, dan pernak- pernik.

Website: www.rombongku.com

Entri yang Diunggulkan

Biografi Jack Ma Orang Terkaya China Alibaba