Cara Aman Mengatur Wi-Fi di Tempat Umum


Jaringan seperti Wi-Fi umum yang ada di toko- toko kopi atau hotel -hampir tidak aman seperti yang kamu pikirkan. Bahkan jika mereka memiliki password, kamu sedang berbagi jaringan informasi dengan puluhan orang lain, yang berarti data kamu beresiko. Berikut adalah cara untuk tetap aman ketika kamu jajan dan bermain internet di tempat umum

Hanya karena kebanyakan router nirkabel memiliki firewall untuk melindungi kamu dari internet tidak berarti kamu akan terlindungi dari orang lain yang terhubung ke jaringan yang sama. Ini sangat mudah untuk mencuri username dan password seseorang, atau melihat apa yang mereka lakukan hanya dengan berada pada jaringan yang sama. Jangan biarkan kesempatan itu.

Kami akan menampilkan pengaturan apa yang paling penting, serta bagaimana secara otomatis mengubah pengaturan ke tingkat yang tepat setiap kali kamu terhubung ke jaringan publik. Dikutip dari Life Hacker, ini dia:

Setting komputer

Pertama, mari kita mulai dengan berbicara tentang pengaturan apa dan juga aplikasi yang dapat membuat Anda tetap aman. Pastikan ini diaktifkan kapan saja jika kamu berada di Wi-Fi publik, apakah itu untuk melindungi atau tidak password kamu. Jika orang lain yang kamu tidak tahu berada di jaringan yang sama, kamu bisa melindungi data kamu.

1. Matikan "Sharing"


Saat di rumah, boleh lah untuk berbagi file, printer, atau bahkan memungkinkan remote login dari komputer lain pada jaringan kamu. Tapi, ketika kamu berada di jaringan publik, kamu bisa mengubah hal- hal tertentu, agar setiap orang tidak dapat mudah. Sekedar info orang tidak perlu menjadi spesifik seorang hacker agar bisa melongok informasi rahasia kamu. Informasi tentang cara- cara licik mencuri lihat data orang lain bisa mudah ditemukan di internet.

Perlu diketahui semuanya itu tergantung pada setup kamu, karena kenyataanya tidak semua terlindungi oleh password di dunia internet.

Berikut adalah cara untuk mematikan "sharing":

Buka Control Panel kam, lalu pilih Network and Internet> Network and Sharing Center, kemudian kliklah  Choose Change Advanced Sharing Settings atau pilihan sebelah kiri kamu dibagian pilihan nomor tiga. Setelah dari sana, kamu pastikan harus mematikan berbagi file dan printer, dan kamu mungkin juga mematikan Public Folder Sharing (ubah saja semuanya jadi off, biar gampang). 

Beberapa hal akan dilakukan secara otomatis oleh Windows jika kamu menetapkan jaringan sebagai publik.

2. Aktifkan firewall

Kamu mungkin saja sudah mengaktifkan firewall, tetapi bisa saja tidak, cobalah masuk ke sistem pengaturan keamanan kamu (pada Windows di bawah Control Panel> System and Security> Windows Firewall, dan pada Mac ada di System Preferance> Security&Privacy> Firewall) dan pastikan firewall benar- benar sudah diaktifkan. 

Kamu juga dapat mengedit aplikasi yang memungkinkan akses dengan mengklik " allow a program or feature atau yang artinya memungkinkan program atau fitur" pada Windows. Tapi ingat ini bukanlah akhir-semua, atau perlindungan utama, tapi selalu jadi hal yang baik untuk memastikan Firewall selalu hidup!

3.Gunakan HTTPS dan SSL kapapun jika bisa


Pada koneksi situs web yang biasnya akan lebih banyak pertukaran teks HTTP melalui jaringan nirkabel yang terhubung dengan, dan seseorang dengan keterampilan yang tepat dan niat buruk dapat mengendus lalu lintas sangat mudah. Ini bukan masalah yang besar ketika teks adalah beberapa istilah pencarian yang kamu lakukan di Google, tetapi merupakan masalah besar jika teks itu ternyata password untuk akun email kamu.

Menggunakan HTTPS (untuk mengunjungi situs web), atau ada yang secara otomatis seperti Facbook yang langsung HTTPS, atau memungkinkan untuk menggunakan SSL (bila menggunakan aplikasi yang mengakses internet, seperti email client) mengenkripsi data lewat bolak-balik antara komputer kam ke server web dan menjauhkan para pengintip data.

Jika HTTPS di Firework akan terlihat logo gembok jika tidak akan berbentuk bola dunia, ini juga sudah ada SLL jika kamu mengklik logo tersebut (akan muncul informasi perlindungan).

4. Gunakan Virtual Private Network

Sayangnya, tidak semua situs menawarkan enkripsi SSL. Mesin pencari lainnya dan penyedia email mungkin masih rentan terhadap orang-orang menonton aktivitas online kamu, jadi jika kamu menggunakan salah satu dari situs-s itus tersebut gunakan VPP (tapi jika benar- benar hanya ingin perlindungan ekstra, jangan keterusan), kamu bisa mencoba menggunakan VPN, atau jaringan pribadi virtual.

Layanan ini memungkinkan kamu membuat rute berbeda pada semua aktivitas yanga aman, jaringan pribadi yang terpisah, sehingga memberikan kamu keamanan jaringan pribadi meskipun kamu berada di satu publik. Penulis biasanya menggunakan hidemyass.com

5. Matikan Wi- Fi jika tidak terpakai!

Pada Windows, kmu bisa klik kanan pada ikon wireless di taskbar untuk mematikannya. Pada Mac, cukup klik ikon Wi-Fi di menu bar dan pilih turn off pilihan AirPort.

Sekali lagi, ketika kamu tidak aktif menggunakannya, itu bukan ide buruk untuk hanya mematikannya untuk sementara waktu. Semakin lama kamu tetap terhubung, orang- orang bisa mengikuti kamu dan karena ada software yang mampu menyelinap ke sistem Wi- Fi meski tak diberi ijin.

Cara paling gampang atau auto

 
Tentu kamu tidak ingin harus secara manual mengatur semua setelan ini setiap kali kamu pergi bolak- balik antar kedai kopi dan jaringan rumah aman. Untungnya, ada beberapa cara untuk mengotomatisasi proses sehingga secara otomatis mendapatkan perlindungan ekstra ketika terhubung ke jaringan Wi-Fi.

Ketika kamu pertama kali terhubung ke jaringan yang diberikan pada Windows, akan ada satu pertanyaan apakah kamu terhubung ke jaringan di rumah, pekerjaan, atau publik. Kamu dapat menyesuaikan apa yang diperlukan dengan membuka Control Panel dan navigasi ke Network and Sharing Center> Advanced Sharing Settings.

CEO Termuda Intel Kisah Printer Braille


Rasa ingin tau Shubham Banerjee


Shubham Banerjee, CEO 13 tahun, pendiri perusahaan Braigo Labs, pembuat printer untuk Braille pertama. Seorang ahli mesin yang mampu membuat sesuatu yang tidak dia pahami. Dia normal. Banerjee bahkan tidak tau arti kata Braille hingga tahun lalu.Semuanya ada karena rasa ingin tahu. Rasa ingin tau bagaimana untuk menyelesaikan suatu permasalahan. 

Kala itu, ia berpikir bagaimana penyandang tunanetra bisa membaca. Jadi, seperti anak- anak SMP lainnya, ia langsung bertanya kepada orang tuanya.

Respon ayahnya: "Google it!"

Banerjee mulai mencari- cari di dunia maya. Dan, Ia menamukan fakta miris, betapa mahalnya harga printer untuk Braille. Biasanya satu printer dijual $2.000. Dari perasaan tak nyaman akan kenyataan. Ia malah jadi semakin penasaran tentang huruf Braille. Bagaimana buku- buku untuk mereka yang berkebutuhan khusus ini begitu mahalnya.

Huruf Braille memang beda dengan menulis biasa. Apalagi cara mencetaknya dalam kertas. Dibutuhkan satu produksi khusus membuat sistem penulisan taktil yang distandarisasi untuk tunanetra.

"Ketika saya menemukan biaya printer Braille, saya sangat terkejut," kata Banerjee untuk Business Insider. 

"Aku hanya ingin membantu tunanetra. Aku punya kit Lego Robotics, jadi aku bertanya, 'Mengapa tidak hanya mencobanya?' " begitulah kiranya ia memulai.

Dibuat dari dasaran Lego untuk Braille, yaitu Lego Mindstroms EV3, dan beberapa lagi lainnya dari supermarket Home Depot. Jadilah Braigo printer diambil dari nama Braille dan Lego. Braigo Lab begitulah nama perusahaanya yang sama namanya dengan nama produknya. Printernya berjalan baik. Bahkan, ia sukses mendapatkan banyak penghargaan.

Banerjee tercatat sabagi wirausahawan inovatif dibidang teknologi. Mendapatkan penghargaan Tech Award 2014 dan White House Maker Faire, even untuk wirausahawan dan inovator. Mengagumkan.


Yang paling penting, Banerjee sukses memecahkan masalah selama puluhan tahun yang telah menahan begitu banyak orang tunanetra di seluruh dunia: tingginya biaya printer Braille.

Banerjee mengatakan printer-nya secara signifikan dapat mengurangi harga printer Braille untuk kurang dari $ 500. Menurut website-nya, ada 285 juta orang tunanetra di seluruh dunia, dan 90% dari mereka tinggal di negara-negara berkembang. Ini tidak mudah bagi mereka di negara berkembang, yang miskin pastilah suksar untuk sekedar printer, bahkan untuk standar negara maju harga standarnya sudah mahal.

"Saya ingin mengatakan (produsen perusahaan besar) untuk berhenti mengambil keuntungan dari orang-orang buta," katanya.

Terkesan dengan produk dan visinya, Intel pun datang memanggilnya di September lalu. Mereka mengatakan berminat untuk berinvestasi di perusahaannya kecilnya. Investasi itu pun resmi dibuat di Intel Capital Global Summit. Ketika itu Braigo Labs disebut-sebut sebagai salah satu dari 16 startups teknologi investasi Intel di tahun ini. Meskipun jumlah tepatnya nilai dari investasi itu tidak mau diungkapkan, dilaporkan ada beberapa ratus ribu dolar. 

Printernya membuat Banerjee pengusaha teknologi termuda yang pernah didanai oleh perusahaan VC.

"Saya tidak berpikir seperti perusahaan besar akan pernah berinvestasi di perusahaan saya. Itu sangat menakjubkan, " kata Banerjee.

 
Dengan dana Intel, Braigo Labs berencana untuk membangun prototipe baru yang lebih menyerupai printer biasa, dan membawanya ke pasar tahun depan. Banerjee mengatakan ia tidak memiliki rencana berlebihan untuk memperluas ke kategori produk lain pada saat ini. Namun, printer Braille tampaknya hanya bagian dari mimpi besar yang ada dalam pikirannya, pasti akan ada produk baru dari bocah 10 tahun ini.

"Saya ingin melakukan rekayasa di bidang medis ketika saya tumbuh," katanya lagi. "Dan saya ingin menyelesaikan kuliah."

Pendiri Path Shawn Fanning Bukan Bisnis Terakhir


Biografi Shawn Fanning


Shawn Fanning (lahir 22 November 1980) adalah programer, serial entrepreneur, dan angel investor. Ia dikenal atas karyanya Napster, pelopor bisnis sistem P2P di internet di 1998. Popularitas Napster mulai di dengar oleh seluruh dunia, dan dia mulai dikenal. Fanning hadir di halaman depan Time Magazine. Situsnya kemudian ditutup atas tuntutan Recording Industry Association of America (RIAA).

Fanning tumbuh di daerah Brockton, Massachusetts, sebelum pindah ke Harwich, Massachusetts, sekitar Cape Cod. Dia lulus dari Harwich High School di 1998, disaat sama dia sering tinggal di rumah pamannya. Dia selama bersekolah menengah atas sering tinggal di rumah pamanya. Hidupnya telah mengenal bisnis dan internet terlebih setelah membantu pamannya ketika libur musim panas di Nantasket Beach. Dia ikut serta membantu bisnis pamannya yaitu Chess.net, sebuh kumunitas catur online.

Disana, di rumah pamannya, dia menikmati libur musim panas dengan tidur di sofa, atau bereksperiman dan memprogram komputer. Fanning membanguns basisinya sebagai seorang pengembang. Ini kemudian menjadi landasan Napster tercipta. Selama masa kanak- kanak dan remaja, ia hidup di kota serta masalahnya yaitu di wilayah Rockland, Massachusetts serta Brockton, Massachusetts sebelum pindah ke perkotaan kecil tepi pantai seperti Harwich.

Setelah lulus, Fanning masuk Northeastern University melalui jalur beasiswa. Ia mengambil jurusan komputer science. "Mencari sebuah tantangan lebih dari level pelajaran, saya mulai menulis program berbasis sistem Windows," ujarnya. Dia tidak menemukan idenya jauh, ketika teman sekamarnya kecanduan sebuah situs, mp3.lycos.com. "Itu mulai mengakar tidak hanya tentang MP3, Lycos, dan Scour.net, tetapi juga (keinginan) untuk membuat komunitas," terangnya kenapa tertarik menulis kode, terutama menulis Napster.com.

Dia cepat menyadari bahwa dirinya telah paham pelajaran yang diajarkan di kelas. Dan, ketika dirinya masuk ke kelas lebih tinggi justru tidak diterima. Sejak itu, dia mulai frustasi karena dia sudah mengetahui semua yang akan diajarkan oleh sang dosen. Dia memutuskan drop- out dari kampus Northeastern pada 1999. Diwaktu yang sama ketika kuliah di Northeastern, ia telah mengembangkan Napster dan itu mulai dikenal luas sebagai temuannya.

Fanning memutuskan drop-out tanpa gelar apapun, dan memulai bisnis Napster.

Napster menjadi bisnis yang membawa banyak nama besar. Tidak hanya Shawn Fanning, bisnis Napster telah melibatkan nama- nama besar  seperti Sean Parker, penemu Facebook, dan John Fanning. Dia adalah John Fanning, sang paman yang mengajari kedua remaja tersebut tentang bisnis internet. Dia bersama GM Roman Dzindzichashvili, Shawn Faning, dan Brian McBarron merupakan tokoh dibalik situs Chess.net. Dia kemudian menjelma menjadi CEO dari Napster, sedangkan Sean Parker dan Shawn Faning bekerja di sistemnya.

Ketika berumur 14 tahun, Faning bertemu Sean Parker di internet dan keduanya kemudian terikat berbagai diskusi tentang teori fisika dan meretas komputer. Ia menawarkan Parker untuk bersama- sama mengerjakan temuannya. Mereka mendirikan Naspter, situs berbagi musik gratis bagi para penggunanya. Napster memulai dengan modal $50.000 lalu diluncurkan pada Juni 1999.

Dalam satu tahun, Napster telah memiliki satu juta pengguna dimana semuanya merupakan penggemar musik.Pengguna akan saling berbagi menjadikan Napster tempat terbaik untuk mencari lagu lama, lagu demo, dan lagu dari konser. Banyak pengguna merasa dibenarkan karena meraka sebelumnya membeli dalam bentuk asli seperti CD atau kaset tape. Mereka akan mengunduhnya dalam sistem P2P.

Dan, pengguna yang kebanyakan mahasiswa membuat koneksi di kampus terganggu. Para Pengguna mulai saling mengirim file berformat MP3. Sistem koneksi terganggu dimana 60% sumbernya berasal dari kegiatan saling berbagi musik. Kampus-  yang takut akan legalitas bisnis ini; memutuskan memblok situs Napster dari halaman. Dari mulut ke mulut, situs ini tidak lagi terbatas pada kampus ke kampus, tetapi setiap individu.

Meski secara sistem menyakiti "pendapatan" record label, ada beberapa penyanyi indie bisa menjadi hal berbeda. File yang saling dibagi secara nyata menstimulasi penjualan. Di Oktober 2000, Kid A sebuah band tanpa lagu single dan hanya bernyanyi di radio, masuk Billboard 200 penjualan terbaik sejak seminggu rilis. Ini menjadi bukti berbeda. Menurut Richard Menta dari MP3 Newswire, efek Napster mampu menjadi alat terbaik untuk promosi terlepas dari elementnya.

Sejak 2000- an, beberapa artis memilih untuk tidak berhubungan dengan record industri, memilih musiknya dapat didengar melalui mulut ke mulut melalui media internet.

Jatuhnya bisnis


Pada Juli 2001, Napster menutup semua layanannya untuk memenuhi permintaan tuntutan. Pada tanggal 24 September 2001, kasus tuntutan oleh Recording Industry Association of America (RIAA). Perusahaan harus membayar $26.000.000 sebagai ganti hak cipta semua file yang telah dibagi. Sedangkan royalti pembayaran mereka harus senilai $10 juta untuk selanjutnya. Dalam rangka membayar semua itu, Napster menggunakan sistem berlangganan atau berbayar.

Di 2003, Fanning membuka perusahaan baru, Snopcat, bersama Jordan Mendelson (teknisi Napster), dan Ron Conway. Perusahaan ini bercita-cita menjadi pasar yang sah bagi media digital. Namun, mitra mereka dan masyarakat tidak merespon dengan baik. Dukungan pelanggan miskin, dan masalah teknis yang banyak. Pada akhir 2007, Snopcat memberhentikan sekitar 60% dari tenaga kerjanya.

Blog Valleywag menulis sebuah artikel bahwa Fanning sudah lama meninggalkan Snopcat dan mulai bekerja di usaha lain, Rupture.

Di Desember 2006, Fanning mengembangkan Rupture, yaitu alat jejaring sosial yang dirancang menangani tugas pembuatan profil gamer. Dia menyebutnya sebagai " ruang komunal dan memfasilitasi komunikasi antar pemain World of Warcraft. Bisnisnya kemudian diakuisisi oleh Electronic Arts sebesar $ 15 juta. Karirnya di Electronic Arts hanya berumur pendek ketika putaran PHK pada bulan November 2009, termasuk dia dan timnya di Rupture.

Beberapa bulan setelah Fanning dipecat dari Electronic Arts, Dia mendirikan sebuah perusahaan baru yang disebut Path.com. Untuk bisnis kali ini, dia masih belum diketahui nasibnya disana. Secara kasat mata untuk bisnis sosial, Path menjadi salah satu sosial media yang banyak dipakai di Indonesia.

Pengusaha Yahudi Saingan Amazon


Michael G. Rubin adalah CEO sekaligus pendiri Kynetic, perusahaan layanan eCommerce. Lahir 1972, Rubin merupakan keturunan Yahudi, putra dari pasangan Paulette dan Ken Rubin. Ibunya adalah seorang psikiater dan ayahnya seorang ahli peternakan. Dia tumbuh di Wast Philadelphia dan memulai bisnis pertamanya di sana. Rubin mengerjakan bengkel ski di ruang bawah tanah ketika masih 12 tahun. 

Dua tahun kemudian, ia mendapakan modal $2.500 dari sang ayah, menggunakannya untuk membuka toko resmi di Conshohocken, Pennsylvania. Di umur 16 tahun, dia memiliki hutang $2.500 dan menyelesaikan hutangnya dengan hutang baru dari ayahnya. Ia diharuskan melanjutkan kuliah tidak hanya berbisnis saja. Rubin  mendapatkan hutang bersayarat senilai $37.000 atau lebih besar dari seharusnya.

Dia melanjutkan kuliah di Villanova University, dan masih menjalankan bisnisnya. Berjalannya waktu, ia telah memiliki lima toko baru. Dia tidak bertahan lama di kampus ketika melihat kesempatan besar. Satu semester berlalu, Rubin melirik bisnis jual beli peralatan olah raga, ketika itu banyak barang sisa impor. Dia membeli produk tersebut senilai $200.000 dengan $17.000 merupakan hutang dari temennya, dan menjual kembali barang tersebut seharga $75.000 tiap satuan.

Mendapatkan keuntungan, ia yakin bisnis jual beli sisa impor sukses besar hingga menjual bisnis sebelumnya. Ia kemudian mendirikan perusahaan peralatan olahraga bernama KPR- Sports, nama yang diambil dari inisial kedua orang tuanya. Di 1993, diumurnya ke 21, KPR Sports menghasilkan $1 juta penjualan; di tahun 1995, perusahaan itu menghasilkan $50 juta penjualan. Tahun 1995, Rubin diberitakan membeli sebuah perusahaan sepatu olahraga wanita bernama Ryka.

Menjual perusahaan


Di 1998, ia mendirikan Global Sports, yang kemudian bernama GSI Commerce, sebuah bisnis jutaan dollar. Di umurnya ke 23, Rubin menjual Global Sports ke eBay senilai $2,4 miliar atau menuai $150 juta rejeki nomplok. eBay berencana membuat Global Sports menjadi perusahaan pengecer terbesar, mencoba menyaingi Amazon.com. Sayangnya, rencana eBay gagal total dan membuat Rubin berhasil membeli kembali GSI (Global Sports) dengan harga sangat murah.

Selain GSI, ia membeli beberapa perusahaan lain melalui penawaran eBay. Dia fokus membeli perusahaan sejenis, menjadikan mereka bagian bisnis GSI. Perusahaan tersebut antara lain: Fanatics, sebuah perusahaan aksesoris olahraga; Rue La La, penjual barang satu hari; Shop Runner, pengecer dengan layanan menarik. Ketiganya dilebur menjadi satu perusahaan yaitu Kynetic. Rubin sekarang menjabat CEO Kynetic membawahi perusahaan tersebut.

Fanatics adalah perusahaan yang memiliki lisensi beberapa produk olahraga. Perusahaan yang didukung oleh hampir semua pemain perofesional NSL dan NASCAR. Dalam sebuah interview di businessinsider.com, ia mengatakan bahwan perusahaan akan menghasilkan $1 miliar di tahun 2013, dan sekitar $280 juta sudah ada di tahun ini. Rubin memprediksikan 20% kenaikan penjualan di akhir tahun.

Shop Runner merupakan perusahaan bermember dimana tiap pelanggan akan membayar biaya. Mereka akan diberikan fasilitas selain memasuki berbagai toko online. Ini disebutnya independent Amazon, dan ia mengangkat mantan CEO Yahoo! dan PayPal, Scott Thompson. Kekuatan Thompson diperkirakan akan menaikan nilai Shop Runner. Perusahaan tersebut dinilai paling lengkap dan menarik dari semua bagian bisnis Kynetic.

Di Oktober 2011, Rubin membeli bagian kacil saham milik Philadelphia 76ers. Ia adalah bagian dari tim yang memenangkan penawaran senilai $280 juta. The Philadelphia 76ers adalah klub basket yang bermarkas di Philadelphia, Pennsylvania. Rubin bercerai dengan istrinya seorang mantan penari, Meegan Rubin, mereka memiliki satu orang putri, Kyle. Dia sekarang tinggal bersama pacarnya Nicole Lapin, pembawa acara di CNN dan CNBC.

Pengusaha Kartu Kredit dari Freelance


Tahun 1999, ketika teman- teman seumurnya terus belajar di sekolah atau bermain di rumah; Jared memilih bekerja part- time. Dia bekerja sebagai staf IT di sebuah perusahaan kartu kredit. Suatu keberuntungan ketika seusianya sudah begitu pandai komputer kala itu. Dari sekedar kerja part- time, dia mengakui telah menemukan rahasia bisnis kartu kredit. Jared Isaacman kemudian membangun perusahaan kredit cardnya sendiri secara independen.

Melalui sistem dot com mencoba melampaui batasan transaksi antara bank dan nasabah.

Kerja part- time jadi bisnis


Dia percaya bahwa perusahaan kartu kredit bisa dijalankan secara rumahan. Dia telah melihat bagaimana proses -laporan, pencatatan, pemasaran hingga pelayanan- bisa saja dilakukan melalui dot com. Semuanya bisa saja dikerjakan dalam satu minggu bahkan sehari itu langsung. Melalui United Bank Card miliknya, bisnis ini telah mencoba merubah aspek kerumitan mengajukan kartu kredit atau tagihannya. Dan itu sangatlah berhasil.

Jared adalah founder sekaligus CEO dari United Bank Card, beroperasi di sebuah basement rumahnya. Kala itu, umurnya masih 16 tahun, dibantu oleh ayahnya dan seorang patner bisnis partner, Brendan Lauber, yang kemudian menjadi CTO (Chief Technology Officer) dari United Bank Card. Di tahun 2000, fokus UnitedBankCard.Inc, Jared akhirnya memutuskan keluar dari pekerjaan ketika 300 klien terselesaikan. Siapa sangka ide masa remaja itu akan sukses besar, perusahaan kecil kini berubah menjadi perusahaan pemroses kartu kredit besar serta terpercaya.

Ia telah memproses transaksi kartu kredit dari restoran- restoran, toko minuman, dan penjualan lainnya. Dari basement, mereka menjalin hubungan bisnis lebih dari 110.000 merchant aktif dan menghasilkan $9 juta transaksi kartu kredit. Tahun 2003, bahkan sebuah majalah kredit menyebut sukses United Bank Card, sabagai perusahaan tidak dikenal dengan pelayanan terbaik. Perusahaan ini mampu melipat gandakan klien dalam satu malam.

"Negara Amerika dipenuhi dengan entrepreneur baru dan disana akan selalu ada bisnis baru setiap harinya," ucap Jared Isaacman. "Dari sana bisnis kami juga tumbuh." 

Konsisten, perusahaan ini memiliki lebih dari 24.000 klien baru. Itu termasuk perusahaan top seperti Burger King, Ferrari dan beberapa perusahaan VIP lainnya. Mereka memproses untuk $4 milyar dan memiliki 3000 klien baru bulan berikutnya. Mereka dikenal dengan inovasi teknologi serta pelayanan maksimal. United Bank Card dianugrahi perusahaan pribadi tercepat pertumbuhannya di U.S.

United Bank Card (2005- 2009) menjadi perusahaan tercepat tumbuhnya, serta memenangkan penghargaan untuk itu  di tahun 2009.

Jared berujar mudah baginya mengembangkan bisnis karena market terus tumbuh. Perusahaannya melalui divisi pengembangan, Harbortouch fokus kepada kemudahaan dalam transaksi online. Masih dibawah United Bank Card.Inc, Harbortouch memberikan pelayanan seperti kartu kredit, kartu debit, kartu hadiah, dan kartu royalty. Fokusnya masih tetap bagaimana memproses kartu kredit itu sendiri.

Pertama kali diluncurkan sebagai sub- divisi di awal 2008 -an, Harbortouch fokus pada pengembangan berabagai software. Mereka juga fokus sebagai suplier Point-of-Sale (POS), sebuah produk yang dijual oleh Independent Sales Office. Di tahun 2011, Harbortouch meluncurkan free POS untuk diunduh secara gratis, dan melalui program tersebut merchant akan mendapatkan servis bulanan berupa fee transaksi. Mereka menjalankan inovasi ATM melalui perangkat lunak.

Perusahaan membangun prosesor ATM yang bisa digunakan siapa saja. Mesinnya bisa digunakan di negara bagian manapun bahkan bank nasional. American State Bank menjadi salah satu sponsor utama sebagai institusi finansial. Processor ini meliputi ATM di rumah, termasuk transaksi ATM, ATM terminal sales dan leasing, deployment, vault cash services, instalasi, monitoring dan suport. Selain bisnis murni, Harbortouch mulai mengembangkan bisnis sosial.

Mereka meluncurkan charity- poker tour. Trade show yang menghasilkan uang dari setiap pengguna kartu disebuab permainan poker online. Uang tersebut kemudian didonasikan ke organisasi sosial. Lainnya, Harbortouch meluncurkan "Pennies for Humanity" mengambil biaya transaksi sebagai donasi bukan dari keutungan. Marchant akan menyisihkan setiap biaya transaksi kartu kredit. Mereka menghasilkan setidaknya $100.000 setiap tahunya. Program gratis tersebut menjadi andalan.

Selanjutnya United Bank Card secara resmi menjadi Harbortouch di 2012, ketika semua divisi perusahaan dilebur menjadi satu kesatuan. Fokus mereka adalah teknologi digital dalam pelayanan finansial.

Entri yang Diunggulkan

Biografi Jack Ma Orang Terkaya China Alibaba