Bisnis Hijab Syar'i Bandung Hasilkan Miliaran

Profil Pengusaha Dewi Permata


hijab syar'i bandung

Dewi Permata tidak akan menyangka sukses begini. Bisnis hijab syar;i Bandung nya menghasilkan miliaran. Ia tidak pernah berpikir ke arah sana. Dewi hanya ingin membuat produk yang membantu. Sejak semula dia memang ingin memiliki usaha sendiri.

Dia bersama suami, Rosy Andreas, memang sudah aktif berjualan. Keduanya masih mahasiswa di Universitas Padjajaran, Jurusan Ilmu Komunikasi, dan sang suami mengambil jurusan pertambangan di Universitas Teknologi Bandung.

"Saya mulai dari modal nol rupiah, kalau ada yang mau pesan baru dibuatkan,' ia menjelaskan.

Perjalanan Bisnis


Keduanya merupakan anak asli Padang perantauan. Pasangan pengusaha muda yang dipanggil Uda- Uni. Bisnis ini unik karena Dewi tidak sekedar membuka usaha. Dia menawarkan kelebihan berbeda dari pebisnis hijab syar'i lain. Dewi menciptakan hijab "anti- tembem" yang menarik para pembeli.

Dewi termasuk nekat karena mendesain sendiri. Dia mendesain hijab yang bikin wajah tirus. Ini yang kemudian "tidak sengaja" menjadi andalan. Awal mula dia sama sekali tidak menyadari akan konsep tersebut. Bersyukur sebuah ajang kompetisi kewirausahaan menyadarkan  dia akan ini.

Ia menyebutnya khimar "antem" atau anti- tembem. Keputusan membuka usaha selepas keduannya menikah. Di 2016, diputuskan menjalankan usaha sendiri, dan sang suami pun sempat tergiur menjadi karyawan. Rosy merupakan mahasiswa pertambangan dan dibutuhkan perusahaan besar.

Bisnis Dewi melejit apalagi selepas mengikuti ajang kewirausahaan. Rosy melihat istirnya sempat kwalahan. Dia memutuskan menolak untuk menjadi pegawai perusahaan tambang. "Setelah melihat saya keteteran menghandle pesanan... sejak saat itu kami memutuskan untuk bersama- sama besarkan Kiciks"

Mereka lantas merekrut dua orang bagian administrasi. Beberapa penjahit bergabung, kemudian bisa merekrut 80 orang pegawai ke depan berpusat di Bandung. Produk meliputi hijab, khimar, dress, jilbab, dan mukena. Produk mulai daily look sampai premium melalui koleksi brand "Dewi Permata".

Selain mengandalkan desain anti- tembem. Brand ini menarik karena motifnya unik, seperti adanya bunga sakura yang terinspirasi perjalanan. Keduanya tengah traveling ke Jepang dan menemukan bunga sakura. Diprintlah motif bunga sakura tersebut, dan dipasarkan melalui sistem pre- order.

Pesanan langsung masuk 2000 pcs hijab langsung ludes. Mereka juga punya koleksi yang terinspirasi budaya Indonesia lewat koleksi Sasade. Kemudian mereka menghadirkan bunga Lupine. Agar makin berkembang, Dewi melanjutkan pendidikan fashion designer di IFI Bandung, pada awal 2019.

Kegemaran traveling menjadi sumber kreatifitas keduanya. Baik buat membangun Kiciks bisnis hijab syar'i Bandung ini. Mereka pun rajin berpergian keluar negeri buat aneka desain baru. Biasanya bila mereka melihat keindahan bunga di daerah tertentu.

DJ Angger Dimas Memulai dari Belasan Tahun

Profil Pengusaha DJ Angger Dimas


dj angger dimas
 
Profil DJ Angger Dimas memulai DJ semenjak belasan tahun. Tidak mudah kesuksesan dicapainya sekarang. Angger Dimas, Disc Jockey muda Indonesia, punya kisahnya juga. Dulu ketika masih kecil Angger kerap diolok- olok. 
 
Masalahnya sih sepele yaitu dia yang tidak bisa bermain gitar. Sepulang sekolah wajahnya akan muram, bocah 7 tahun itu merengek minta diajari gitar. Ayahnya pun menanggapinya serius permintaan putranya tersebut.
 

Mimpi Menjadi DJ


Setiap pulang kantor ayah Angger mengajari putranya. Melalui sesi latihan bersama sang ayah, ia jadi jatuh cinta kepada dunia musik. Rasa cintanya membuat Angger terus belajar musik. "Saya berlatih dua jam sehari. Main kunci dasar sampai ngerti cara berimprovisasi," ungkapnya.

Dia semakin mahir bermain gitar. Disisi lain ayahnya mulai memperkenalkan berbagai musik antimainstream seperti musik dari band asal Jerman Heatwave, band yang sedikit vokalnya dan lebih banyak bermain di insturmen. 
 
Sebulan sudah Angger bermain gitar dan teman- temannya mulai mengakui dirinya. Dia akhirnya semakin bersemangat. Diusia 13 tahun, Angger menempati posisi lead guitar di band Indies bernama Tanpa Mana. 
 
Namun, band itu akhirnya bubar di tahun 2008. Berhenti dari Tanpa Mana putra pasangan Agus Riyanto dan Tri Rahayu tersebut tak berhenti bermain musik. Dia masih memiliki rasa ingin tahu mengenai beragam jenis genre musik. 
 
Hingga suatu hari, dia mengenal genre electronic dance music (EDM), aneh kenapa dia bisa menikmati musik tanpa vokal itu. Angger berpikit musik elektronik itu universal begitu kiranya. Dengan berbekal instrumen saja orang- orang di seluruh penjuru dunia bisa menikmati. 
 
Tak perlu adanya bahasa yang membatasi musik ini. Angger pun langsung mengunduh aplikasi Fruity Loops, sebuah software pengedit musik. Tidak butuh waktu lama ia bisa menguasai alat tersebut. Angger pun menjadi disc jockey dan membuat sejumlah lagu elektronik. 
 
Lagu- lagu hasil racikannya dilirik sebuah kelab di daerah Jakarta Selatan. Selayaknya orang yang baru di dunia yang baru, pastilah ada jatuhnya. Karena belajar secara otodidak di rumah, ia kerap diremehkan pemilik klub malam tempatnya bermain. 
 
Namun, hal seperti itu tak menyurutkan semangatnya untuk belajar. Hasilnya dia menjadi Dj favorit di tempat itu.

"Ada saatnya yang menonton pertunjukan saya nggak menikmati musik saya. Itu nusuk banget," ujarnya

Karir Angger meroket begitu cepat hingga membuat beberapa para DJ mengapresiasinya. Apresiasi yang kemudian juga datang dari luar negeri. Mereka menyukai house music racikan Angger itu. 
 
Di awal 2009 -an, dia ditawari bergabung dengan Vicious Record yang sangat tersohor di Australia. "Pertama ke luar negeri ya buat kerja. Alhamdulillah, mereka suka musik saya," papar pria kelahiran 1 Maret 1988 tersebut. Meski terlah go international, Angger tetap mengasah skill DJ-nya.

Hasilnya, album perdananya, Duck Army, telah dimainkan beberapa DJ papan atas seperti Laidback Luke, Tocadisco, dan Joachim Garraud.

Karir DJ Angger Dimas


Di sebuah rumah empat lantai, di lantas paling atas, dijadikanya sebuah ruangan khusus. Angger menyulap satu lantai tersebut menjadi ruang meditasinya. Di tempat itulah musik karyanya diciptakan. Ada sebuah komputer berlayar lebar, gitar listrik dan akustik, serta tentu saja sebuah turn table -alat pemutar musik DJ. 
 
Alunan sebuah lagu, Bohemian Rhapsody dari Queen terdengar lembut. Bulan September 2008, seorang DJ kenamaan bernama Amerika, Steve Aoki, mengaku Dj Angger telah menjadi idolanya. "Kaget juga, ini orang ternyata dengerin remix saya. 
 
Padahal, saat itu dia (Steve) adalah DJ yang mendekati posisi 100 di dunia," ucap Angger spontan. 
 
Lantas Steve mengajak Angger berkolaborasi dan mengikuti tur ke Amerika Utara ketika keduanya bertemu di Jakarta. Tur saat musim dingin itu begitu membekas. Sebab, selama berkeliling di Amerika Utara, Angger mengaku tidak mandi. 
 
"Pemerintah Ottawa ternyata pelit air panas. Jadi, saya pilih nggak mandi berhari-hari karena nggak kuat dinginnya air di sana," ungkapnya. Pada 2013, Steve dan Angger mengeluarkan album remix bertajuk Phat Brams.

Angger juga bekerja sama mengerjakan beberapa single milik Steve. Dan yang paling booming adalah lagu berjudul Steve Jobs. Mereka menggandeng raper kenamaan Iggy Azalea untuk membuat lagu berjudul Beat Down. Ia pun turut ambil bagian tampil di video klipnya.

"Pas itu mengenakan topi serigala dan scarf hitam putih sambil bilang beat down terus-terusan," terang sulung dua bersaudara tersebut lantas tergelak.

"If Nasi Goreng, the mash up of rice, egg and vegetables is Indonesia’s nation food dish then DJ and Angger represents Indonesia’s national music dish with his mash up of chopped beats and pumping synths that are topped off with some Dutch inspired spicy sounds!"

Diatas adalah kalimat atau slogan andalan milik Angger di setiap akun profil miliknya di berbagai media. Melalui EDM (Electronic Dance Music), dia mencoba membawa nama Indonesia ke dunia internasional. 
 
Meski berprestasi, sarjana hukum lulusan Universitas Padjadjaran tersebut memilih tetap low profile. Angger juga menolak senioritas dalam bermusik elektronik karena tau betul bagaimana memulai dari bawah. "Karena itu, saya sangat menghargai siapa pun yang terjun ke dunia EDM," papar Angger.

5 Pengusaha Muda Sukses Indonesia Dibawah 20 Tahun

Profil Pengusaha Muda Indonesia


daftar pengusaha muda


Biografi Hamzah Izzulhaq, pengusaha muda kelahiran Jakarta, 23 April 1993, sudah memiliki bakat berbisnis semenjak masih kecil. Pebisnis bertipe ulet dan tak takut rugi meskipun gagal. Baginya banyak kegagalan adalah hal biasa, seperti ketika ia berbisnis pin bergambar.

Dimana Hamzah Izzulhaq, secara tidak sengaja merusakan alat ketika mengerjakan pesanan. Kamu tau itu harganya mahal loh. Titik balik pengusaha Hamzah ini, yakni ketika dia mengikuti satu buah seminar tentang waralaba

Bermodal nekat dan optimis, dia meminta kedua orang tuanya memberikan modal hingga Rp.75 juta. Dia lantas membeli bisnis yang telah berjalan cukup lama. Hamzah membeli franchise bimbingan belajar serta hak miliknya seharga Rp.175 juta.

Hanya punya modal 75 juta, Hamzah Izzulhaq mencoba meyakinkan sang pemilik waralaba itu, untuk bisa membeli bisnis waralaba secara menicicil. Padahal uang tersebut merupakan milik orang tuanya yang seharusnya untuk dibelikan mobil.

Sekarang bisnis Hamzah Izzulhaq berkembang pesat beromset Rp.360 juta/semester. Ia tidak hanya membelikam orang tuanya mobil baru tetapi membuka bisnis lain; bisnis sofa bed.


Tak banyak cerita tentang biografi Lambertus Darian, kecuali pengusaha muda yang satu ini sudah memiliki banyak bisnis sejak awal. Tidak seberuntung Hamzah, dirinya pernah ditipu tetapi berkat kerja kerasnya kembali bangkit segera, dan dia adalah tipe yang berhitung cermat.

Selain itu dia mampu berbisnis banyak hal, dan juga fokus investasi. Dia paham investasi saham perusahaan lain. Inilah yang membuatnya lebih menonjol. Lambertus Darian pernah bekerja menjadi sales perusahaan importir diumur 16 tahun dan mendapatkan penghargaan Top New Sales 2010.

Dia pernah mendapatkan omset penjualan 95 juta dalam satu bulan. Berjalan waktu, Lambertus Darian memiliki saham 25% PT. Trijaya Mekar Mandiri, sebuah perusahaan peralatan rumah tangga. Ia juga memiliki merek dagang sendiri yaitu produk cairan pembersih kamar mandi.

Lentas ditambah menjadi distributor produk Stick Jelly Food dan jahe merah instant Cap Cangkir Mas. Terkhir, ia sukses mendirikan organisasi Komunitas Bisnis Anak Muda, dimana ia menjadi foundernya, membahas aneka hal sekitar bisnis anak muda.


Biografi Farah Farce masih 17 tahun, ketika dirinya membuka bisnis produk original impor sendiri. Dia memasarkan produknya melalui situs pribadi dan media sosial miliknya. Farah Farce mengaku rahasia suksesnya adalah sifatnya yang mudah bergaul.

Ia berkenalan dengan penulis "the Power of Kepepet", Jaya Setiabudi. Dia menjadi mentor sekaligus membuat bisnis pengusaha muda ini melejit tinggi. Farah kemudian menjadi agen penjualan produk- produk dari luar negeri seperti China, Thailand, Singapura, Inggris dan Vietnam.

Farah Farce bahkan memiliki brand miliknya sendiri yaitu Farce. Apakah yang membedakannya dari Darian atau Hamzah, pertama, adalah karena pergaulannya yang luas, punya cita rasa fashion, dan mampu mendesain apa produknya sendiri.

4. Valentina Meiliyana


Berbeda dengan Farah, biografi Valentina Meiliyana, hanya berfokus penjualan produk karyanya sendiri. Ia sudah dikenal berbakat sejak kecil. Sejak 2008, Velentina telah fokus mengembangkan desainnya dibantu oleh penjahit terbaik lulusan sekolah mode, Inti Mode.

Pengusaha muda ini memberi nama mereknya Selkius Maxwell, yang juga produk andalan Valentina Meiliyana Shoes. Dia tidak hanya menjual sepatu pesanan (custom), tetapi juga berbagai pakaian jadi.

Ia mengaku hanya belajar secara otodidak dari majalah dan televisi. Dia pernah dilibatkan sebagai perancang sepatu saat peragaan busana kelulusan sekolah mode, La Selle Graduation Show 2011.

Omset perbulannya dari Rp.45 juta hingga Rp.50 juta. Farah dan Valentina punya satu kesamaan yakni sama- sama tertarik di dunia fashion. Yang membedakannya, ketika Farah belajar impor juga, Valentina fokus pada pengembangan produk sendiri baru soal penjualan.

5. Yasa Singgih


Pengusaha muda satu ini punya cerita lucu. Biografi Yasa Singgih menjual produk yang hanya dibuat satu malam yaitu kaos oblong bergambar Bung Karno. Parahnya, Yasa bukannya mmbuat desain melalui Photoshop tetapi malah memilih Microsoft Word.

Berbeda dengan Farah dan Valentina, Yasa Singgih sama sekali tak punya kemampuan mendesain sendiri, namun dia tau prospek bisnis fashion. Tak ayal satu bulan berjualan, Yasa hanya menjual dua kaos dan kaos yang kedua dibeli sang Ibu lantaran kasihan.

Terdorong buku berjudul "the Power of Kepepet", ia pun pergi ke pasar Tanah Abang. Bermodal 4 juta, ia membeli selusin pakaian jadi dan bingung harus diapakan.

Beda dengan Farah, ia mengambil pasar yang dekat dengannya, asumsinya adalah bisa menjual lebih murah tapi kualitas barang terjamin. Yasa Singgih sendiri jadi cukup percaya diri dalam hal memilih produk. Di rumah, ia terkejut sendiri atas ulahnya, semakin kepepet semakin menjadi.

Dia akhirnya berhasil menjual semuanya karena tak mau rugi dan akhirnya balik modal. Dari bisnis gila ini, ia kemudian berbisnis sendiri yaitu bisnis tempat nongkrong bernama "In Teh Kopi". Bisnis utamanya toko online bernama "Men's Republic", bisnis pakaian yang berfokus pada pria.

Soal desain Yasa, jika penulis lihat, tak terlalu mengambil pusing. Fokusnya ada brand awareness ditambah kemampuannya untuk melihat peluang.

Penulis FTV Achi TM Berbagi Cerita Usaha

Profil Pengusaha Astri Rakhmawati

 
penulis skenario ftv
 
Menjadi penulis juga termasuk pengusaha. Ini cerita usaha penulis FTV Achi TM. Industri film televisi bergeliat memberikan aliran rejekinya bagi para penulis. Tak melulu menulis dalam buku, ada juga kesempatan untuk mencoba menulis naskah.

Bagi Astri Rakhmawati limpahan rejeki ini bukanlah hanya miliknya, melalui berbagai media, ia mencoba mengajak lebih banyak teman- teman untuk ikut menulis. Seorang penulis skenario untuk Film Televisi (FTV) di berbagai stasiun televisi.
 

Punya Bakat Menulis

 
Pendiri Rumah Pena Kota Tangerang ini, berbagi kiat suksesnya di berbagai kesempatan. Sejak 16 April 2009, Asri Rakhmawati a.k.a Achi TM mendirikan Rumah Pena, satu tempat kursus belajar menulis cerpen, novel, dan skenario.

Sejak memutuskan untuk menjadi penulis penuh waktu, dia mengaku memang menghadapi tantangan yang tidak ringan. Bercita- cita menjadi penulis sejak SD dan terus belajar tanpa lelah, terus berjuang hingga akhirnya cerpen pertama Achi bisa dimuat di majalah Muslimah. 
 
Menyusul kemudian cerpen- cerpen remaja lainnya sering kali dimuat di majalah KaWanku, Gadis, KerenBeken, Go-Girl, Etnix  Magazine, Story Magazine, OLGA, Koran lokal Banten, majalah Sekar, dll.

Cerpennya yang berjudul Tambuli Dan Kupu-Kupu tergabung dalam antologi cerpen Dewan Kesenian Jakarta (DKJ, 2006).

"Menulis buat saya seperti bagian dari jiwa yang susah dipisahkan. Kalau dalam sehari saya tidak menulis, biasanya saya gelisah, jika sampai berhari- hari saya bisa menderita sakit kepala. Salah satu cara menghilangkan sakit kepala saya, ya, dengan menulis," ceritanya dalam sebuah wawancara di alineatv.com.

Naluri jeli Achi lantas menggerakkan arah mata penanya untuk membidik FTV sebagai sasaran. Lalu, lahirlah puluhan skenario FTV dari tangan Achi. Seturut dengan itu rejeki Achi pun turut mengiringi.

"Penulis skenario itu lebih sedikit dibandingkan penulis novel. Padahal, peluang (menulis skenario) yang terbuka sangat besar," ujar Achi.

Dari penulisan satu skenario FTV ini, Achi dan para penulis skenario di Rumah Pena Kota Tangerang, bisa mendapatkan honor yang lumayan besar. Berkisar Rp 3 juta untuk satu naskah skenario FTV. Tren FTV tak lekang seperti sinetron yang ceritanya dibulat- bulatkan. 
 
Oleh karena itu hampir di semua stasiun televisi milik swasta pastilah ada program FTV baru dari yang bertema remaja, horror dan yang paling populer FTV tentang cinta- cintaan.

Ratusan episode di FTV adalah peluang bagi para penulis di Rumah Pena miliknya. Program FTV yang sambung menyambung ini, ibarat aliran air yang tak pernah berhenti mengalir dari sumber mata air bernama industri televisi.

Achi menjelaskan, penulis skenario itu masih jarang jumlahnya jika dibandingkan dengan novelis. Menurut wanita yang sudah menulis puluhan skenario FTV ini, sebenarnya banyak yang mau mengajukan cerita untuk FTV. 
 
Namun, yang mampu bertahan dengan sistem deadline FTV yang sangat sedikit, ini berbalik terbalik dengan penulis dalam media lain.

"Bayangkan saja, penulis scenario FTV dituntut untuk menyelesaikan script cerita sebanyak 80 halaman dalam waktu dua hingga empat hari. 80 halaman tersebut, adalah alur cerita berdurasi 1,5 jam," ujar Achi.

Kondisi inilah yang membuat hanya penulis-penulis skenario yang bisa mengikuti deadline yang bisa bertahan sampai sekarang.

"Waktu deadline yang ketat dan mengikat banyak yang membuat penulis nyerah. Padahal, saat ini peluang sangat terbuka lebar," ungkapnya.

Achi kemudian membeberkan beberapa hal yang anda butuhkan untuk masuk ke industri ini. Anda harus tau tentang menjaga kualitas tulisan.

Tips menulis skenario


Unsur-unsur yang harus diperhatikan adalah karakter, alur, plot, setting, dan surprise ending. Kelima unsur itu harus bersatu padu dengan ciamik agar bisa menciptakan cerita yang baik, seru, menarik, dan punya ending tak terduga. 
 
Agar tetap produktif maka ia akan menulis untuk satu cerita di setiap harinya. Kalau dia sedang tidak menulis skenario, Achi akan menulis cerpen atau novel, jika dalam menggarap novel mengalami kebuntuan atau masalah hidup.

Ia akan menulis catatan hati seorang penulis di folder pribadi. Jika anak- anaknya terlalu rewel hari itu sehingga dia kesulitan duduk di depan laptop atau komputer, dia akan menulis status panjang di FB. Yang penting konsisten menulis jelas pengalamanya sehari- hari dalam menulis. 
 
Prinsipnya jangan berhenti menulis akan mematikan api inspirasi. Ditambahkan Achi, tren FTV yang bertebaran di berbagai stasiun tivi swasta membutuhkan lebih banyak lagi penulis skenario. Padahal, untuk satu skenario honor atau bayaran yang dibayarkan Production House (PH) sangat besar.

Melalui Rumah Pena, wanita yang pernah menyusun skenario FTV Cinta Terlarang untuk duo "The Virgin" itu, membuka kursus penulisan skenario di rumah kontrakannya.

Melalui kursus yang dibuatnya, Achi mengaku tidak segan memberikan job penulisan skenario FTV untuk peserta kursusnya. Dengan begitu, lanjut Achi, akan semakin bertambah penulis- penulis skenario. Selain menulis skenario FTV, pada tahun lalu Achi bersama partnernya, Widuri, berhasil menulis sebuah buku yang bertemakan memecahkan kegalauan atau masalah remaja.

Selain menulis cerpen, Achi juga sudah menulis delapan buah novel: HIMITSU (2007), Quly-Girl (2007), Bisikan Sahabat (2008), Penaku Sebintang (2007), Wo Ai Ni-Jangan Ekspor Cintaku (2009) dan Chaos Chambell (2010), dan Cloudy (2012).
 
Achi juga menulis buku-buku motivasi remaja, antara lain: Aku Bangga Menjadi Gagal (2010), No More Galau (2012), Tangguh Karena Allah (2012), Bermimpi Karena Allah ( 2012), dan Keseimbangan Hidup Perempuan (Stiletto Book, 2012)

Kini Achi aktif menulis ratusan skenario sinetron dan FTV di beberapa stasiun televisi nasional, seperti RCTI, SCTV, MNC TV, ANTV serta TV local, seperti B Channel.

Ibu dari anak lelaki bernama Abiy Arsena Dimyathi ini juga mendirikan Lembaga Pengembangan Talenta RUMAH PENA bersama suaminya, Agung Argopo. Achi TM sering diundang ke beberapa sekolah dan klub penulis sebagai pembicara atau mentor dalam berbagai pelatihan menulis.

Sukses Tanpa Gelar Akademik Pengusaha Muda

Profil Pengusaha Joel Drapper 


sukses tanpa sekolah
 
Sukses tanpa gelar akademik memang memugkinkan. Contoh pengusaha muda ini bekerja keras sampai ia sukses. Joel Drapper bisa sukses mencapai mimpinya menjelajahi lautan dengan kapal layar. Ia yang masih 14 tahun, bekerja keras di berbagai tempat dan mendirikan usahanya sendiri.

Joe bekerja keras dengan ikut membersihkan kentang di toko ikan dan kripik, the Charmouth. Dia yang menderita ADHD mendapatkan pendidikan cuma di rumah. Itu dibuktikan agar bisa mengikuti sebuah perlombaan bertajuk, "Make Your Mark".

Sukses Belajar Otodidak

 
Joe yang menyukai lautan mengikuti perlombaan tersebut agar bisa berlayar di kapal layar gratis. Sebuah lomba memintanya menunjukan ketukannya mencapai sesuatu. Lomba yang ditujukan bagi remaja yang memiliki keinginan untuk sukses mencapai sesuatu.

Meski berlatar belakang home schooling, Joe mampu menunjukan dirinya berani menerima tantangan tersebut. Internet menjadi andalan kerja keras pengusaha muda.

Joe mulai membersihkan kentang sebagai pekerjaan sambilan. Dia juga ikut bekerja membersihkan halaman Hensleigh Hotel, dimulai dari jam 3 pagi selama seminggu sekali. Selain itu ia juga mengerjakan 40 tulisan yang kemudian dikirim ke berbagai usaha lokal.

Dia mendapatkan 250 pounds ditambah beberapa pounds untuk paspor; Joe siap berlayar di lautan. Inilah yang dikerjakannya disaat mengikuti lomba itu Make Your Mark

"Saya sangat bersemangat, tetapi ini menjadi yang pertama kali saya meninggalkan rumah begitu lama," ujar Joe.

Kedua orang tuanya, Andrew dan Ruth, tidak memiliki kehidupan yang berlebih. Mereka hanya memastikan setiap anaknya masih mendapatkan pendidikan. Tidak mudah memang, mereka memiliki 10 orang anak yang berjarak 20 hari hingga enam bulan.

Mereka hanya memberikan akses komputer serta internet, membuat anak- anak mereka menjadi ahli disana. Seperti 10 saudaranya, Jeo terbiasa hidup mandiri dan memiliki bakat luar biasa di bidang komputer.

Mrs. Dapper sendiri percaya anaknya satu ini merupakan suatu anugrah. Dia yang menderita ADHD tidak cocok bersekolah di sekolah umum. Ini sama saja menyekolahkan kuda pacuan di treadmill; Joe tidak akan pernah berkembang.

"Orang dengan ADHD akan berpikir lebih jauh daripada orang normal lakukan di lingkuang sekolah, anda tidak bisa melakukan itu. Menaruh anak seperti Joe akan seperti menaruh kuda pacuan di treadmill," jelas Mrs. Drapper.

Joe diberi kebebasan untuk memulai, walau bagitu harus tetap dengan pengawasan. Di kota sekecil asalnya, tidak akan ada banyak pekerjaan selain memotong kentang atau membersihkan hotel. Joe ingin memulai bisnisnya sendiri, segala sesuatu tentang hobinya serta kebisaannya yaitu komputer.

Dia memiliki rencana membuat sebuah website nomor satu yang mendukung usaha kecil. Dia ingin seperti gereja, organisasi sosial, atau keluarga mampu membuat bisnisnya di internet. Mereka bisa menawarkan produknya lalu dijual secara online tidak hanya di lokal.

Melalui Make Your Mark, ia juga mendapatkan sejumlah uang untuk memulai bisnisnya sendiri. Apa yang didirikannya ialah bisnis online, yaitu 1stclasswebdesign.com. Bisnis itu bisa dikerjakan olehnya di rumahnya sendiri. Joe dibantu teman serta saudara- saudaranya melalui akses internet.

Di usia ke 15 tahun, remaja tersebut berubah tidak hanya ahli mendesain website tatapi ahli SEO. Dia tidak lagi canggung mencari uang lewat internet. Ia meluncurkan blog nya, membantu situs lain agar berkembang melalui cara yang alamiah.

Dia mengajarkan secara langsung pengalamannya, bagaimana mengelola sebuah website bisnis melalui  kekuatan mesin pencari Google. "Dengan bisnis online yang semakin bersaing, anda membutuhkan pengoptimalan sehingga produk anda akan muncul di halaman utama pencarian."

Kerja keras menjadi sampul terdepannya mencapai tujuan. Ia bersama empat orang temannya membangun bisnis baru yaitu 9miles Media. Perusahaan yang fokusnya membantu lebih banyak anak muda mengembangkan teknologi.

Mereka membantu pengusaha muda menciptakan berbagai situs dan aplikasi. Joe ahli mendesain abstrak pada website ciptaannya. Ia adalah desainer di 9mile Media sekarang. Kini, hidupnya jadi lebih berwarna, dibanding mereka yang bersekolah formal.

Entri yang Diunggulkan

Biografi Jack Ma Orang Terkaya China Alibaba