Pelukis Rahasia Roti Khong Guan dan Monde

Profil Pengusaha Bernardus Prasojo

 
pelukis khong guan

Rahasia roti Khong Guan dan Monde. Siapa pelukis kaleng Khong Guan dan Monde. Jawaban tersebut sekaligus menjawab "dimana ayah di kaleng roti Khong Guan". Dimanakah pelukisnya atau siapakah pelukisnya, tak terpikirkan kah pertanyaan itu. 
 
Ternyata dia adalah seorang Bernard -panggilan akrab Bernardus Prasojo- maestro, pelukis dibalik gambar seorang ibu dan dua anak yang tengah menikmati biskuit di meja makan.

Menjadi Pelukis

 
Sapuan dan goresan catnya nampak seperti orang asing sih. Tapi bukan, dia orang asli Indonesia, produk lukisan Khong Guan asli Indonesia. Dan usut punya usut, dia pula lah pelukis kaleng Monde, tempat sang bapak ibu dan dua anak itu menikmati kue.

Pria kelahiran Solo, 25 Januari 1948 ini, mengaku bahwa dalam dirinya mengalir darah seni turunan ayahnya.

"Ayah saya seorang pelukis, mertua saya juga. Tetapi, entah kenapa anak-anak saya tidak berminat menjadi seorang pelukis," kata Bernard ketika ditemui di RS Mitra Keluarga Kemayoran, Jakarta.

Dia menuturkan kisahnya kepada VIVAnewes, perihal bagaimana dia mendapatkan pesanan untuk melukis gambar merek pangan. Ketika itu dirinya masih bekerja di sebuah perusahaan percetakan, Forinco. 
 
Sayang, ia tak bisa mengingat pasti tanggalnya kapan dia mendapatkan tawaran itu. Bernard cuma mengingat nama si pemberi pekerjaan saja.

"Itu sudah lama sekali, sekitar 40 tahun lalu. Tetapi, saya masih ingat siapa orangnya. Namanya Pak Bambang. Kalau beliau masih hidup, mungkin usianya sudah 80 tahun," kata pria yang hobi melukis sejak kecil ini.

Ia mendapatkan orderan dari perusahaan seperasi film. Salah satunya, perusahaan Khong Guan, ketika itu ia bekerja di Forinco. Dia menambahkan setelah itu ada pesanan lagi serupa. Kali itu ia melukis untuk satu perusahaan roti dan wafer bernama Nissin. 
 
Namun, ia menjelaskan itu bukan murni idenya jadi ia hanya akan mengikuti mau si pembei pekerjaan saja lah. Jadinya sampai sekarang ia tidak memiliki hak atas lukisan itu secara penuh.

"Saya hanya mengubah sedikit. Misalnya, ini lebih terang dan yang ini kurang," kata Bernard yang kini tinggal di daerah Kalipasir, Cikini.

Ketika menggambar ilutrasi itu, ia mengaku sama sekali tidak mengeluarkan dana.  Dia hanya menggunakan peralatan melukis biasa seperti kuas, kertas, dan cat air miliknya. Proses pembuatannya pun tidaklah begitu lama, hanya memakan waktu 3-4 hari. 
 
Pertama- tama, dia membuat sketsa lukisan. Langkah selanjutnya barulah melukisnya dengan cat air. Bernard menambahkan bahwa kertasnya harus dibasahi air biar tidak mengerut, dibahasi bagian yang tidak disentuh cat karena disana bisa jadi kerutan.

Bernard tak mau membuka harga lukisan tersebut. "Saya lupa. Yang penting, dari perusahaan itu saya bisa membesarkan tiga orang anak," kata pria beranak tiga. Tidak hanya ilustrasi kedua produk penganan itu saja yang dibuatnya, ternyata ada produk-produk lainnya seperti minuman dan sikat gigi. 
 
Mungkin jika menelusuri dari gaya lukisnya, kita bisa menemukan karya Bernard satu per- satu. "Misalnya, Monde, dan produk-produk Hero (Hero Supermarket). Dulu seperti minuman kerasnya, pabrik kaos, dan sikat gigi," ujarnya.

Pelukis Profesional

 
Lambang perusahaan pun tidak luput dari goresan ajaib tangannya. "Dulu saya buat logo Hero, Danamon (PT Bank Danamon Tbk), dan hotel di Jakarta. Saya lupa namanya. Logonya ada gambar robot, dan rumit hingga makan waktu sebulan penggambaran. Saya kira, hotel itu sudah tidak ada lagi. Kalau yang Danamon, tulisan Danamon-nya masih dipakai," kata dia.



Rupanya tidak hanya orang Indonesia yang tertarik akan karyanya. Dia mengatakan ada sekitar tahun 1970- 1980, pernah ada pesanan ilustrasi gambar untuk buku dari Filipina. Waktu itu, dia diminta menggambarkan malaikat berdasarkan permintaan. Dia kala itu hanya diberikan konsep malaikat yang diinginkan pemesan. Tangannya pun menggambarkan malaikat sesuai pesanan.

"Saya juga diminta menggambar dari Italia. Waktu itu, hanya melukis wajah orang untuk buku," kata Bernard yang hanya lulusan SMA.

Dia mengaku sempat mengenyam pendidikan tinggi jurusan seni rupa di sebuah instansi pendidikan di Bandung. Namun sayangnya, pria bercucu tujuh ini tidak menamatkan pendidikannya. Apa yang terjadi, ia mengaku, dulu, di tahun 1970- 1980 komik menjadi sebuah fenomena "wah" dan kesempatan itu tidak dilepaskannya. 
 
Dia turut membuat ilustrasi dan komik. Saat itu, dia memilih menjadi seorang freelance. Saking asyiknya menggambar, Bernard pun terpaksa keluar dari kampusnya di Bandung.

"Karena sudah kenal uang, saya jadi keasyikan menggambar. Saya banyak meninggalkan kelas," kata pria yang tidak tamat kuliah jurusan seni rupa ini.

Bernard mengaku telah membuat 4-5 judul komik. Dua di antaranya adalah komik berjudul "Kasih Ibu" dan satu lagi komik yang bercerita tentang kisah seseorang dari Rusia. Sayangnya, dia lupa judul komik yang kedua. 
 
Kepada VIVAnews, ia menunjukan bangga salah satu komiknya. Sebuah komik yang tergores tinta berwarna hitam. Masing-masing kotak berisi gambar dan balon kata. Ada beberapa halaman komik tersebut yang sudut atasnya robek.

"Dimakan tikus," kata dia sambil tertawa.

Komik "Kasih Ibu" telah dimuat di sebuah majalah terkenal pada tahun 1970-an, yaitu Aktuil. Majalah ini adalah majalah musik yang terbit perdana pada 8 Juni 1967. Pada 1970-1975, majalah ini menjadi "bacaan wajib" bagi anak muda di Indonesia. 
 
Dalam majalah itu, selalu ada dua lembar cerita berjudul "Kasih Ibu". Komik yang total halaman sebanyak 100 halaman ini bercerita tentang seorang anak yang menyayangi ibunya. Ide ceritanya berasal dari pemikirannya sendiri.

Bernard sempat kewalahan menghadapi deadline dari majalah yang terbit mingguan itu. "Mereka itu percaya kepada saya. Saking percayanya, komik belum jadi, mereka langsung beli. Saya juga kewalahan waktu komik belum jadi, padahal majalah hendak terbit," kenang Bernard.

Bagaimana dengan komik lain? Selain mengerjakan komik itu, ia juga sudah menggambar untuk komik lain yang sudah berbentuk buku. "Saya membuat komik lainnya dan sudah jadi buku," kata dia. Bernard dalam sesi wawancara mengatakan bahwa dulu melukis menjadi pekerjaan utamanya, tetapi sekarang tidak. 
 
Kini, dirinya aktif sebagai pekerja di Yayasan Prana Indonesia, yaitu tempat pusat pelatihan, penyembuhan, dan meditasi. Di kantor yang berpusat di Jalan Kalipasir, Pengarengan No. 7, Kebon Sirih, Cikini, Jakarta, dia bekerja sebagai koordinator penyebaran prana metoda Grandmaster Choa Kok Sui di seluruh Indonesia. 
 
"Kini, saya bekerja di Yayasan Prana Indonesia," tuturnya. Setelah melihat artikel ini, anda perlu tau bahwa teori tentang keluarga Khong Guan memang ada dasarnya, bahwa pria di kaleng  roti Monde memang lah sang ayah dari keluarga Khong Guan, mungkin.

Bisnis eCommerce Catherine Hindra Sutjahyo

Profil Pengusaha Caterine Hindra Sutjahyo


pendiri zalora

Bisnis eCommerce Catherine Hindra Sutjahyo. Sosok dibalik fenomena bisnis Zalora meraih pangsa pasar Indonedia. Dia bekerja sebagai Managing Director Zalora. Wanita kelahiran 14  Januari 1983, yang kini mengembang tugas CEO Alfacart.

Memulai karirnya di McKinsey & Company berprestasi melesat. Dunia eCommerce Indonesia sudah menjadi ladang persaingan ketat. Prinsi Catherine ialah membuat pembeli nyaman. Bagaimana agar orang membeli di sini dan kembali. Ia berusaha keras membangun suasana nyaman berbelanja online.

Menjadi Pengusaha


Bagi pemimpin perusahaan jangan biarkan jarak terlalu jauh. Gaya kepemimpinan Catherine terbuka mengajak pegawai berolahraga bersama. Ini akan memperkuat hubungan sekaligus motivasi kerja. Ia menyukai olahraga lari.

Memiliki karir McKinsey & Co membuatnya mengenal dunia. Utamanya dia berhadapan langsung dengan perusahaan besar kelas dunia. Rasa nyaman tidak membuat Catherine berhenti. Rasa ingin taunya ,menguat ketika dunia tengah "booming" bisnis startup.

Antara  memberi saran dengan bekerja sendiri tentu beda. Lompatan besar tersebut dimulai di 2012, yang mana Catherine bertemu Hadi Wenas. Keduanya menggagas Zalora, dan menyasar penduduk Indonesia dengan jumlah penduduk terbanyak ketiga.

Mereka menyiapkan kemudahan belanja dan praktis. Soft launching dimulai pada 24 Februari 2012, dan disusul launching di September 2012. Kemunculan Zalora langsung mendapatkan perhatian dari masyarakat. Zalora langsung memiliki 100.000 fans Facebook, dan 4000 follower di Twitter.

Bagaimana dengan transaksi Zalora dibisnis pertama. Mereka mampu menghasilkan 600- 700 kali transkasi perhari. Jumlah karyawannya mencapai 200 orang, dan memiliki pusat distribusi di Jakarta Timur seluas 5 ribu meter persegi.

Zalora aktif sampai ke Malaysia, Singapura, Thailand, Filipina, Hongkong dan Taiwan. Rekor bagi perusahaan baru dibidang bisnis eCommerce. Zalora besar- besaran melakukan promosi mulai dari online sampai offline. Baik promosi melalui Google maupun Yahoo pernah dilakakukan Zalora ini.

Untuk offline mulai dari mengadakan acara di SCTV  daan First Media. Kesuksesan bukan didapat secara instan. Mau mengeluarkan biaya iklan seberapapun percuma. Bila tidak diimbangi pelayanan optimal. Itu semua berkat pengalaman Catherine selama di McKinsey & Company.

Pengusaha Harus Belajar Kepemimpinan Bos XL Axiata

Profil Pengusaha Dian Siswarini


bos xl axiata

Kamu pengusaha muda harus belajar kepemimpinan. Belajarlah dari sosok bos XL Axiata bagaimana mereka dapar bertahan. Pengusaha harus belajar kepemimpinan dari Dian Siswarini. Pemimpin harus melewati jaman menghadapi tantangan. 
 
Mereka harus mampu beradaptasi perubahan dan menyelasikan masalah.  Dian telah bekerja selama 20 tahun di dunia telekomunikasi. Tahun 2006, Dian masuk sudah jaringan 2G, dan langsung tersalip 3G. Perubahaannya cepat diantara tahun 2000 -an tersebut. 
 
Masuk tahun 2000 ke atas sudah ditimpali jaringan 4G, dan yang disusul jaringan 5G memasuki 2020. Lihat perubahan tersebut begitu drastis termasuk bisnis XL. Masalah internal sempat melanda hingga membuat kepanikan. Dian tidak bekerja sendirian. 
 

Belajar Kepemimpinan

 
"Saya enggak bisa sendirian. Saya akan berhasil bila mendapatkan dukungan seluruh karyawan XL," jelasnya.

Manajemen konflik dibutuhkan setiap pemegang jabatan. Sebagai CEO, menurutnya masalah akan selalu hadir dengan keputusan. Wanita kelahiran Jawa Barat, 5 Mei 1968, mengatakan masalah harus menghasilkan keputusan yang baik.

Konflik harus terbuka dan dihadapi bersama seluruh karyawan. Ada semangat kebersamaan maka konflik akan menjadi kesempatan. Masalah yang ditutupi akan meledak suatu ketika, akan menjadi jelek dan berbahaya efeknya, alih- alih akan menghasilkan resolusi.

Dunia telekomunikasi ia contohkan dalam 3 tahun bisa basi. Satu teknologi langsung digantikan yang lain. Pengusaha teknologi baiknya belajar kepemimpinan Dian. Ia memilih mengalokasikan belanja guna mengikuti perubahaan. Pengeluaran terbesar ialah memperbaiki jaringan agar tidak ditinggal.

Investasi besar sampai 40 triliun guna pengembangan jaringan. Perjalanan tidak mudah karena kamu butuh belajar. Dunia merupakan ruang pembelajaran tidak berhenti sampai akhir hayat. Dian memulai karir dari level terbawah. Ia pernah menjadi staf engineer sampai 11 tahun hingga naik level tinggi.

Tahun 2007, dia diangkat menjadi jajaran dirut XL, yakni direktur network service. Semua karena dia pandai dalam satu bidang yakni teknik. Ia selalu bekerja dalam masalah teknikal. Dian sendiri adalah lulusan Teknik Elektro, Institut Teknologi Bandung (ITB), dan langsung yakin masuk dunia ini.

"Telekomunikasi merupakan industri yang perubahannya cepat, dinamis, dan memberikan dampak yang luas," Dian menjelaskan.

Tahun 2011, dia sempat dipindahkan ke posisi digiat service, meliputi digital commerce, advertising, dan payment. Ini merupakan bisnis baru diluar core bisnis seperti layanan teks, suara, dan data khas operator jaringan.

Banyak orang menyangsikan karena dirinya perempuan. Kok bisa, ibu kan perempuan, Dian lantas menjawab karena perempuan bisa. Menjadi pemimpin selaraskan semua kepentingan. Selaraskan kepentingan para karyawan, costumer, pemegang saham, dan pemerintah.

Bagi karyawan kamu harus memberikan rasa nyaman. Layaknya rumah kedua bukan sekedar kita memberi benefit dan gaji. Perhatikan kemampuan karyawan mengembangkan diri. Doronglah mereka untuk naik, biarkan mereka memiliki karir yang baik dan naik level ke posisi berikutnya.

Paling susah ialah kepentingan pemegang saham. Istilahnya mereka telah menaruh uang, maka kasih mereka keuntungan kembali. Ini akan berhadapan dengan kepentingan costumer, dalam pelayanan, dan maunya beda- beda.

Bisnis Telekomunikasi


Beda dahulu pasti sekararang sudah sangat berbeda. Orang dulu lebih mengenal SMS, kepanjangan dari Short Message Service. Dimana bila disandingkan dengan layanan suaranya atau telephon. Kita dulu mengenalnya servic voice; tidak terlalu berbeda.

Jaman sekarang akan lebih komplek karena data banyak.  Mulai dari YouTube, file transfernya tidak sekedar menerima data tetapi visual. Kebutuhan berbeda membutuhkan data jaringan berbeda dan data beda. XL ini menjadi contoh jatuh bangunnya usaha jaringan operator di dunia.

Sudah pernah mengalami masa 3G pada 2005 peralihan. Dimana baru 30% orang memakai jaringan ini. Handphone pun masih belum berkembang masih transisi. Kita mengenal hp pada zaman feature handphone. Begitu tiga tahun belakangan malah melesat pesat tidak terbendung.

Dimana pertumbuhan handphone cepat sampai 50% lebih. Pengguna sudah memakai jaringan 3G dan diperkuat 4G. Taukah kalau kamu memakai 2G maka akan sangat lemot. Disisi provider jaringan juga sangat mahal. XL sebagai perusahaan menawarkan gebrakan harga lebih terjangkau.

Masyarakat berbondong- bondong memanfaatkan jaringan 3G. Perusahaan juga melakukan akuisisi Axiata. Perjalanan panjang beresiko karena 20% akuisisi mengalami kegagalan. Paling lama datang dari ijin pemerintah mengakuisisi Axiata.

Ini berarti memberikan jangkauan lebih luas di dalam jaringan. Proses ini meliputi integrasi network, teknologi, jalur distribusi, marketing dan costumer. Perusahaan juga mengarahkan pengembangan produk digital.

"Trust itu penting, dan juga openess.... Memberikan kesempatan karyawan untuk memberikan masukan," tuturnya kepada Beritasatu.com.

Perusahaan tidak sekedar menjual sim card. Terbukti dengan meluncurnya aplikasi mFish di Lombok, Nusa Tenggara Barat, agar nelayan lebih produktif. Ini memberikan kesempatan masyarakat lebih handal dalam teknologi.

Tahun 2006, pencapaian Xl luar biasa bahkan menempati nomor 3, dan terus sampai setengahnya nomor 2. Kemudian perusahaan dipercaya masyarakat menjadi nomor 2 di Indonesia. Dian mencoba menciptakan value, baik bagi pemegang saham, costumer, dan pemerintah itu sendiri.

Bagi pengusaha hal terberat ialah membagi waktu. Antara perusahaan dan keluarga tidak boleh jadi terbengkalai. Ketika anak- anak bersama Dian maka harus mencurahkan semua waktu. Tidak boleh berpikir soal perusahaan.

Anak- anak tau, sadar tubuhnya disini, tetapi pikiran masih terbang ke pekerjaan. Maka yang kita nanti butuhkan ialah kuantitas bukan kualitas. "Saat berada di rumah, saya fokus pekerjaan rumah, di kantor saya fokus bekerja," jelasnya. Suami harus menjadi patner bukan sekedar pemimpin di rumah.

Diposisi sekarang tidak kurang dukungan keluarga. Dari suami mendukung karir istrinya, caranya ikut menjaga anak- anak ketika ada waktu. Anak- anak pun pengertian akan perjuangan orang tua. Dia juga ditolong sang ibu, yang siap membantu menjaga mereka agar Dian dapat bekerja.

Pemilik Usaha Waroeng Steak Pengusaha

Biografi Pengusaha Jody Brotosuseno

 
jodysteak.png
 
Dialah pengusaha dibalik usaha Waroeng Steak. Biografi Jody Brotosuseno, pemilik usaha yang berani mengorbankan tenaga dan pikiran. Otaknya dituntut harus membuat terobosan baru. Wirausahawan dituntut memiliki ide- ide segar,  tak cuma berpatok apa yang tersedia di bumi Indonesia.
 
 Menjadi pengusaha dibidang kuliner butuh pembeda. Perlu identitas kuat untuk membedakan kamu dengan binsnis kuliner lain. Jika menjadi pengusaha bakso sudah umum ada disekitar, maka bagaimana jika jadi pengusaha steak. 
 
Tak perlu memanggil chef asing. Kamu cukup belajar keras untuk membuat menu itu menjadi nyata. Ini kisah pasangan Jody Brotosuseno dan Siti Hariyani. Kisah jatuh bangun membangun berbagai usaha sudah dilakoninya.
 

Pengorbanan Pengusaha

 
Peluang aneka kuliner sudah mereka coba, dari roti bakar, berjualan susu, sampai bisnis kaos partai, yang cuma musiman. Semua usaha mereka jalani tapi tak bertahan lama. Belum ketemu chemistry -nya kalo kata orang. 
 
Nah, karena wirausaha sudah mendarah daging, keduanya lantas memulai bisnis kembali. Awal kesuksesan bisnisnya baru di tahun 2000, Jody dan Anik cuma membuka usaha warungan. Bukan lah juga warung biasa keduanya membuka warung steak. 
 
Ya, makan ala barat itu mampu diolahnya jadi usaha di warung makan. Hasilnya, mengejutkan, usaha yang mengawali semuanya di teras rumah. Keduanya sepakat membuka usaha warung steak pertama di Jalan Cendrawasih 30 Demangan Yogyakarta.

Mereka mencoba sesuatu cuma bermodal jiwa entrepreneurship. Waroeng Steak n Shake, atau terkenalnya bernama WS, hanya dibangun di pekarangan rumahnya. Idenya jika steak makanan barat itu cuma untuk orang tertentu, WS mencoba menghadirkannya. 
 
Tak kan lagi jadi makanan mahal khas hotel karena WS mencoba membuat sedemikian mungkin. Jody dan Anik, keduanya telah membuat satu gebarakan baru.

Mereka mencoba menawarkan steak dan shake di warung pinggir jalan. Tak ada kesan mewak ketika kita menyambangi pusat atau cabangnya. Semua cuma bermodal 5 hotplate, 5 buah meja makan, dan sebuah ruang berdaya tampung 20 orang, kini usahanya tumbuh pesat. 
 
Usut- punya usut ternyata sosok Jodi sendiri bukanlah orang susah seperti kita akan bayangkan. Ayah Jodi, Sugondo dikenal pemilik jaringan restoran Obonk Steak dan Ribs.
 
Berlatar belakang pengusaha sukses, kaya, tak membuatnya jadi anak orang kaya manja. Justru dia sangat pekerja keras. Dia pernah berkuliah Arsitektur, Universitas Atma Jaya Yogyakarta, tapi berhenti ditengah jalan. Jadilah ia hanya berijasah SMA saja. 
 
Karena tak melanjutkan pendidikan Jodi harus putar otak untuk bekerja. Sayangnya, tak mudah bekerja dengan ijasah SMA saja. Mau- tak mau dia akhirnya memilih untuk bekerja di restoran ayahnya.

Ketika itu ia cuma bekerja menjadi pegawai biasa. Gajinya tak sanggup memenuhi kebutuhan, apalagi setelah ia memutuskan untuk menikah dengan Siti Hariani atau Aniek pada 1998. Gajinya itu dirasa tak lagi cukup. Jodi pun tak merengek meminta jabatan. 
 
Justru ia makin getol berusaha sendiri. Pertama kali usaha, ia mulai dengan berjualan aneka makanan sambil bekerja di Obonk. Awalnya ia berjualan susu segar, roti bakar, dan jus buah. Namun semua usahanya itu sia- sia ketika perlatannya banyak dicuri orang. 
 
Jodi lantas berjualan kaos partai, dimana saat itu partai membengkak dari tiga jadi 48 partai. Alhasil menjual kaos partai jadi prospek bisnis yang menguntungkan saat itu. Hasil penjualannya, akhirnya, ia bisa mengontrak rumah sendiri di kawasan Demangan, Yogyakarta.
 
Selepas pemilu, Jodi dan Anik memutar otak kembali, apalagi dengan kehadiran putra pertama mereka, Yuda Adiaksa. Akhirnya pasangan pengusaha ini memilih berbisnis steak. Tapi tak mau mencontoh bisnis milik ayahnya. Jodi memilih usaha steak warungan. 
 

Usaha Waroeng Steak

 
Usaha pertamanya dibuka di teras rumah karena tak punya modal menyewa tempat. Jodi memilih kata "waroeng" agar menegaskan apa yang dijualnya tidak mahal. Namun usaha baru itu terbentur modal dimana Jodi dan Aniek cuma punya 100.000 dikantong. 
 
Akhirnya ia menjual motor satu- satunya untuk modal. Dalam biografi Jody Brotosuseno dikatakan bahwa mereka kerjakan semua sendiri. Pertama- tama Jodi mengerjakan dapur dan melayani pembeli, sang istri bekerja sebagai kasir. 
 
Warungnya itu tak langsung sukses. Pernah dalam sehari mereka cuma menjual 30.000. Pembeli masih sepi karena memang konsep bisnisnya sangatlah baru. Siapa yang berpikir bahwa steak itu murah waktu itu. 
 
Beberapa pembeli pun ikut memberi saran agar warungnya lebih ramai. Sarannya, ia lantas membuat spanduk besar berwarna mencolok di depan warung steak -nya. Di spanduk itu dituliskan harga steak yang murah itu. Ia juga mempromosikan melalui selebaran. 
 
Dari semua usaha promosi itulah, warung milik Jodi mulai ramai, utamanya mereka dari kalangan mahasiswa dan pelajar. "Malah kami mulai kewalahan," ungkapnya. Meski sudah ramai, nyatanya, Jodi cuma punya 10 hotplate di meja. 
 
Jadilah orang- orang sampai harus mengantri untuk dilayani di mejanya. Untuk mengatasi hal itu Jodi pun mengambil hotplate dari meja. Prinsipnya habis pakai, cuci, langsung bisa digunakan lagi untuk pelanggan lain. Pelan tapi pasti Waroeng Steak mulai menambah peralatan. 
 
Ia juga merekrut pegawai untuk memenuhi kebutuhan pelanggan. Setahun ia telah berbisnis di Demangan, ia lantas membuka cabang. Gerai kedua tak begitu sulit dimulai. Kerabatnya mau untuk ikut menanamkan modal. Dengan konsep bagi hasil jalanlah gerai keduanya.

Pola yang sama digunakan hingga ke 8 gerai tercatat dibuka. Selanjutnya Jodi bisa mendanai sendiri gerai ke 9 dan seterusnya.
 
"Asal bisa menyesuaikan inovasi dengan kebutuhan pasar, bisa berkembang terus. Masukan pelanggan selalu kami perhatikan," tuturnya.

Masukan menjadi ciri khas WS untuk berkembang hingga sekarang. Jodi selalu bertanya apa keinginan dari mereka para pelanggan. Menu- menu baru pun disuguhkan menyesuaikan permintaan. Meski warungnya itu mengusung menu steak dan shake, Jodi masih menyediakan menu nasi. 
 
Jika biasanya kamu ketemu steak dan kentang tidak khusus untuk Waroeng Steak. Saat usahanya makin berkembang ia pun yakin memilih untuk konsentrasi dibisnisnya. Sejak 2002, ia terus fokus menambah jumlah gerai di seluruh penjuru Indonesia. 
 
Total ada 50 gerai telah ia buka di sejumlah kota. Jodi pun membuka gerai aneka makanan berbendera Festival Kuliner.  Konsep ini ia sebut sebagai konsep dimana tidak hanya ada WS, ada pula Waroeng Penyetan dan Bebaqaran serta ada delapan gerai waralaba lain. 
 
Untuk ekspansi lain, diluar bisnis kuliner, Jodi memilih membuka arena futsal. Sukses Waroeng Steak menariknya tak menerapkan konsep waralaba. Ya, tak ada waralaba Waroeng Steak, namun untuk pangsa luar negeri, Jodi memilih mewaralabakan miliknya.  
 
Wajarlah jika ia sanggup membangun bisnisnya sendiri.  Untuk satu gerai, di wilayah Yogyakarta contohnya, ia mengantongi 500 juta. Jumlah cabangnya jadi 30 gerai yang tersebar di Jakarta, Medan, Bogor, Bandung, Semarang, Malang, Solo, Palembang, Yogya, Bali dan terakhir ada di Pekanbaru. 
 
Omzetnya ya, bisa kita bayangkan, bisa mencapai miliaran rupiah. Melalui mottonya "bukan steak biasa" berfokus pada menempatkan makanan mahal jadi milik siapa saja. Di konsep ini kamu bisa membuat kuliner eklusip jadi umum. 
 
Contoh lain yaitu gerai makanan susi yang juga mulai diwaralabakan. Tak semua bisnis harus diwaralabakan juga bisa kita ambil hikmahnya dari kisah ini. Tapi menggunakan konsep waralaba kamu bisa lebih cepat. 
 
Dia hanya memanfaatkan konsep warlaba dari bisnis barunya Waroeng Penyetan dan Bebaqaran. Ini konsep bisnis bagus jika kami rasa.

Cara Membuat Produk Paten dan Aman Dijual

Artikel Bisnis: Cara Membuat Produk Paten

 
produk paten dan aman
 
Ketika ide itu muncul sejalan pula keraguan akan produk yang dihasilkan. Ada banyak pertimbangan muncul sebelum produk itu dibuat. Bicara tentang keaslian, keamanan, dan apakah produk kamu benar- benar bisa diterima pasar. 
 
Ide besar belum tentung menghasilkan sebuah produk. Bagaimana nanti kamu akan menjual produk kamu, langsung atau dilisensikan melalui waralaba, ada proses yang harus dilalui. Memang, beberapa pengusaha melewati beberapa hal, beberapa orang menyukai spontanitas.

Namun, perlu dicermati pula, ada beberapa langkah yang kamu perlu ketahui. Langkah bagaimana lampu ide itu benar- benar menjadi produk berkualitas dan terjaga. Dikutip dari entrepreneur.com, situs tentang ide- ide kreatif wirausahawan menyebut lima langkah. Cukuplah rumit jika dibaca. Kamu harus melewati lima langkah bagiamana merubah ide kamu menjadi produk, berikut langkahnya:

1. Langkah 1: Dokumentasikan


Hanya punya ide akan jadi sia- sia -tidak ada bukti bahwa kamu pemilik ide atas temuan tersebut. Tulis lah semua tentang ide kamu sebelum menjadi produk, mulai dari produk apakah itu dan bagaimana caranya. 
 
Ini adalah langkah awal mematenkan produk kamu. Jika perlu tulislah pada selembar dokumen atau mungkin jurnal pastikan kamu memiliki saksi atas dokumentasi tersebut. Dokumen atau jurnal tersebut akan menjadi satu kitab yang diturunkan dari generasi ke generasi bukan hanya omongan.

2. Langkah 2: Teliti dahulu


Kamu perlu mencari tau atau menteliti dari aspek legal hingga bisnisnya. Sebelum dipatenkan, ini dimulai dari:

a. Cari hak cipta atau paten sejenis.


Jika kamu bilang itu temuan kamu bukan berarti tidak ada yang telah mematenkan. Sebelum mematenkan itu secara resmi cobalah kunjungi situs paten seperti dgip.go.id, memastikan tak ada produk lain seperti temuan kamu. 

b. Teliti pasar kamu


Mungkin saudara kamu bilang ide bisnis kamu sangat menakjubkan, tapi apakah tetangga kamu akan beli? 
 
Ini bisa jadi masalah serius, di Amerika, lebih dari 95% paten tidak menghasilkan UANG. Daripada sibuk untuk mematenkan produk kamu, lebih baik mulai menjajaki pasar. Beberapa pengusaha sukses melakukan ini, dan ingat ada berbagai jenis paten seperti merek atau produk itu sendiri. 

3. Langkah 3: Buat prototype


Atau buatlah barang contoh terlebih dahulu untuk dikerjakan lagi. Kamu akan memastikan produk tersebut siap dipasarkan, caranya tarus semua di catatan ke dunia nyaata. Bagaimana jika gagal? 
 
Kamu pastilah akan menemukan kegagalan pada produk baru, beberapa pengusaha mengulang hingga puluhan kali. Bahkan untuk seorang Kolonel Sanders harus mengulang prototype miliknya hingga ribuan kali.

4. Langkah 4: Patenkan


Setelah lama berkutat dengan prototype yang disempurnakan. Atau, kamu telah menjual cukup banyak untuk produk baru ini, barulah patenkan. Ada dua jenis paten: paten utilitas (untuk proses atau mesin baru) atau paten desain (untuk manufaktur baru, desain ornamen yang belum ada). 
 
Kamu dapat menulis paten kemudian mengisi aplikasi sendiri, tapi jangan mengarsipkannya sendiri sampai kamu benar mendapatkan pengawasan dari orang yang profesional dibidang ini

5. Langkah 5: Buat produknya


Ya, ada beberapa yang telah terlebih dahulu menjual namun dengan patensi hal lain bisa terjadi. Kamu akan lebih luas memasarkan produk kamu tanpa perasaan was- was. Cobalah memilih waralaba atau franchise ketika produk kamu telah dipatenkan. 
 
Kamu cukup menjual kesempatan menggunakan produk kamu untuk orang lain berusaha, dan kamu dibayar dari royaltinya. enak kan? Ketika kamu hanya meroyaltikan paten kamu mungkin kamu akan hanya mendapatkan sekitar 2- 5 persen, lain hal berusaha sendiri.

Catatan: sebelum produk kamu dipatenkan anggap apa yang dihasilkan hanyalah prototype. Kita tak pernah tau apakah satu tahun lagi, dua atau lebih, produk kamu akan ditiru. Jadi, kamu harus bersiap ketika bisnis itu sudah moncer dan menghasilkan cukup biaya paten. 
 
Untuk Indonesia sendiri, biayanya memang cukup mahal dan ribet, inilah beberapa pengusaha tidak terproteksi baik produknya.

Entri yang Diunggulkan

Biografi Jack Ma Orang Terkaya China Alibaba