Biografi Mohammad Baedowy Pengusaha Sampah Miliaran

Biografi Pengusaha Mohammad Baedowy


biografi mohammad baedowy

Biografi Mohammad Baedowy pengusaha sampah. Tiga belas tahun silam, dia mungkin tidak akan pernah menyangka dirinya akan menjadi seperti sekarang. Ia tengah mengendarai Toyota Fortuner anyar tunggangannya. Mobilnya lantas melintasi jalan tol Bogor- Jakarta di siang hari panas.

Dia baru memilikinya sekitar empat bulan dimana dua mobil lain sudah lebih dulu. Mobil itu berhenti di depan sebuah rumah tipe 21 di komplek Dukuh Zamrud, Bekasi, Jawa Barat. Sebuah Volvo dan Kijang telah lebih dulu nangkring di sana.

Baedowy menyebut rumahnya berarsitektur sangat minimalis hampir tanpa pagar dan tanpa atap. Tapi jangan salah, rumah tersebut ternyata bernilai satu miliar rupiah. Ia juga masih mempunyai satu lagi rumah berukuran tiga kali lipat yang mana hampir selesai dibangun.

Dulu Karyawan Biasa


Rumah tersebut hanya berjarak sepuluh menit berjalan kaki di komplek yang sama. Ia lantas mengaku masih menyimpan hasrat untuk lahan seratus meter persegi disisi lain. Dia rela membayar satu juta permeternya buat satu ini.

Siapakah Baeodwy?

Tiga belas tahun berlalu, kenyamanan tersebut datang ketika dirinya telah mentok berbisnis apapun. Dia sempat mendapat tawaran di perusahaan perminyakan di Kalimantan melalui koneksi. Baedowy malah lebih memilih menjadi auditor sebuah bank asing di Royal Bank of Scotland.

Tiga tahun bekerja disana, ia sering bentrok dengan atasannya. Dia pun mengaku korban rasionalisasi perusahaan dimana dirinya bekerja lima pekerjaan sekaligus.

"Tapi bayarannya cuma satu pekerjaan." jelasnya.

Dia merasa tidak ada balasan apapun ketika harus bekerja di pagi hari. Kemudian barulah ia pulang lewat tengah malam. Merasa diperlakukan tidak adil, ia yang kala itu berumur 27 tahun, akhirnya nekat hengkang dari perusahaan di tahun 2000.

Di tahun sama, dimana krisis menoter melanda mempengaruhi kinerja bank tempatnya bekerja itu. Banyak bank tutup karena dilikuidasi atau merger dengan bank lain. Sebelum memutuskan keluar, ia bahkan sempat bertengkar dengan si bos perusahaan.

Dia keluar kantor menendang tong sampah, sembari melontarkan ajakan berkelahi."Saya tunggu di parkiran," katanya geli, menirukan ucapanya dulu.

"Saat itu saya melihat banyak teman yang ketar ketir menunggu nasib. Saya berpikir, daripada ikut susah, lebih baik berhenti duluan. Saya lantas mengundurkan diri dari perusahaan," kenangnya lagi.

Berhenti menjadi pegawai, ia langsung diterima bekerja sebagai menejer kuangan di perusahaan batik yang memiliki pabrik di Pekalongan. Selain mengatur dan mengurus arus keuangan, ia aktif mengatur kegiatan pameran batik.

Baeodwy tiba- tiba teringat ucapan tamu hotel seberang kantornya di kawasan Sudirman, Jakarta Selatan, pada suatu siang. Tamu itu seorang laki- laki tua bercelana pendek, tengah asik bersantap siang. Dia yang berjas dan bercelana mahal bahkan terlihat mati gaya dihadapan dia.

Dia nekat bertanya siapakah pria tersebut dan apa pekerjaanya sekarang. Pria tersebut hanya santai menjawab berbisnis sampah. Baedowy terkejut mendengar hal tersebut. Putra pertama pasangan Supomo dan Zubaidah tersebut seolah mendapatkan petunjuk.

Ia kemudian bertemu seorang pejabat bank menawarinya bisnis kongsi sampah. Dia terasa tak percaya ketika mengingat lagi ucapan si laki- laki tua. Dia pun membulatkan tekat saja. Saat itulah dia yang sudah memiliki dua anak dan masih bayi memilih berhenti lagi.

Bisnis Sampah


Roda kehidupannya telah berubah 180 derajat seketika, dan menjatuhkan pilihan berhenti bekerja, lantasberusaha sendiri jadi pengusaha.

"Kerja sama kami hanya bertahan satu tahun. Ternyata, kami sama- sama belum ahli berbisnis sampah. Tetapi, lantaran saya sudah terlanjur, kepalang basah, saya memutuskan untuk mencoba sendiri, " ujar lelaki kelahiran Balikpapan tersebut.

Hidupnya kini merupakan wujud manisnya bisnis sampah botol plastik. Dalam  biografi Mohammad Baedowy, telah menekuni bisnis ini belasan tahun. Dia telah paham betul seperti apa bisnisnya. Sang pengusaha memilih menggarap jenis polyethylene tereththalate, yang biasa ada di botol air mineral.

Pengepul menyebutnya bodong dimana bagian bawahnya cekung ke dalam layaknya bodong atau pusar manusia. Lelaki yang pernah menyelami bisnis pengepul benang nilon, sambil melirik bisnis jangkrik yang lagi boming.


Dia kemudian berbisnis pengolahan botol plastik bekas. Modal awalnya hanya 50 juta, sebagian milik mitra bisnisnya. Dia mampu mendirikan pabrik pengolahan sampah bernama Fatahillah Interplastik. Mencoba setahun, bisnisnya tersendat ketika mesinya terus rusak ditambah bahan baku seret.

Dia menjadi satu- satunya yang bertahan berbisnis. Tahun 2001, ketika bisnisnya jatuh menjadikan dirinya sasaran empuk orang tuanya. Biasalah memang kalau menjadi pengusaha memang penuh resiko. Termasuk resiko diomeli orang tua. Dia cuma bisa menerima saja wajah cemberut orang tua yang menjenguk.

Ia kemudian mengirimkan sang istri ke Malang agar menghemat biaya. Setelah tiga bulan berlalu akhirnya, ia memberanikan diri memasang plakat tanda menyerah "pabrik ini dijual"; tetapi tak laku dijual.

Bahkan dalam keputusasan ini, dirinya sempat menggugat Tuhan dan mengimingi Nya kesholehan jika menolong dirinya. Mesin pemotong (crusher) plastik di pabrik sering sekali ngadat, padahal satu- satunya sehingga produksi menjadi sering terganggu.

Selain itu, bisnis ini ternyata memiliki medan persaingan tersendiri, antar sesama pengusaha limbah plastik tersebut sering terjadi persaingan tidak sehat. Pria yang menggemari musik Beatles dan Lobo ini mulai memperdalam ilmunya tentang plastik dari berbagai sumber.

Ia juga membongkar mesin yang dibelinya, mencari tau proses kerja sumber bisnisnya. Dia tak lantas pantang menyerah kembali lagi.

"Sambil jalan, saya belajar betulin mesin itu. Saya bongkar, kemudian dipasang lagi. Pokoknya sampai hafal betul isi perut mesin itu," ujar Baedowy. Alhasil, ia membuat mesin pencacah sendiri teridiri dari tiga ukuran berbeda. Dia sibuk mencari onderdil bekas di berbagai bengkel mesin bubut di Rawapanjang.

Dia mencari tau desain terbaik mesin pencacahnya sendiri sedikit- demi sedikit. Tentang jenis plastik, dia belajar apa perbedaan kode PP ( polypropylene), dan PET (polyethylene tereththalate). Kode PP ada diproduk plastik air mineral, sedangkan kode PET didalam botol air mineral atau botol jus.

Berdasarkan pengalamannya, keduanya memiliki nilai berbeda dan harga yang berbeda. Selain itu, ia rajin datang ke berbagai seminar pengolahan limbah plastik. Brosur- brosur tentang mesin pun dikumpulkan dan diperiksanya satu per- satu, kemudian dipelajarinya lagi bagaimana membuatnya.

Dia mendirikan perusahaan bernama CV. Majestic Buana Group, di Cimuning, Kecamatan Mustika Jaya, Kota Bekasi. Bisnisnya tidak hanya soal mengolah limbah tetapi bekerja sama membersihkan Indonesia.

Ditambah dia bekerja membuat berbagai mesin pencacah, mesin pembuat pelet, dan pengolah lain. Mesin- mesin tersebut dijualnya kepada mitra. Baedowy fokus ke mengelola bermitraan bagi orang- orang berniat membuka bisnis sejenis.

Pengusaha Sampah Miliaran


Selain itu, ia mendapat pesanan mesin dari instansi pemerintah.  Mereka antara lain dari Departemen Kelautan dan Perikanan serta Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi. Baedowy sendiri mengaku tidak pernah memproduksi mesin- mesin tersebut melainkan memodifikasinya.

Dia membuat mesin itu sesuai kebutuhan para pengguna mesin tersebut.

"Mesin- mesin itu sudah ada, tetapi saya ubah lagi sesuai dengan kebutuhan pengguna dan kondisi yang ada di lapangan," ucapnya.

Tepatnya tahun 2001, mesin tersebut telah laku dijual ditambah hasil gilingan semakin halus dan bersih. Dia mengajak mitra menggunakan mesin sekaligus menjual hasil produknya ke dirinya. Para mitra berhak untuk menjual hasil gilingan ke dirinya.

"Dan saya wajib membeli," terangnya lagi, tentang bisnis kemitraan ini. Pasar China yang pesat membuat pesanan hasil produksinya meningkat.
 
Ita, 40 tahun, warga Bekasi yang juga membuka usaha penggilingan di Purwakarta, menjadi salah satu dari ratusan mitranya. Merasa sangat terbantu menjadi mitranya Baedowy. "Saya mendapatkan bantuan pelatihan dan pemasangan mesin secara gratis," katanya.

Lain lagi cerita dari Suster Cecilia Hartati, dimana dirinya membelikan mesin guna kepentingan mendidik murid- murid. Sekolah Regina Pacis membali mesin seharga 40 juta dan Baedowy sendiri membeli hasilnya secara harga pasar.

Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi mempercayainya membuat mesin injection plastik. Pemerintah Jawa Barat bahkan memasukkan namanya menjadi satu dari tiga usaha kecil menengah diusulkan menerima penghargaan Kalpataru. Baedowy pun memberikan nasihat bagi para karyawan seperti kamu.

"Segera buka usaha sendiri, deh." tutup Baedowy. Bicara mengenai omset, ia enggan menyebut angka tapi sebulan sekali, minimal harus mengirim dua kontainer dan mesin dua buah perbulan.

Wirausaha Mandiri Bisnis Bed Cover Persahabatan

Profil Pengusaha Dinar Esfandiari Santoso


wirausaha bed cover

Menjalankan wirausaha mandiri tidak harus sendiri. Contoh bisnis bed cover dijalankan ketiga sahabat ini. Menjadi pengusaha bersahabat apakah tidak susah. Tidak selamanya kamu berjuang sendiri mencari uang. Berikut kisah wirausaha bisnis bed cover bertema persahabatan.

Mereka tiga bersehabat, adalah Dinar Esfandiari Santoso (38), Ira Karmawan (39), dan Rani Seogeng (38), berkolaborasi menjadi pengusaha bisnis mandiri. Sejak lama ketiganya melihat bagaimana pasar bedding (tempat tidur) berkembang.
 

Wirausaha Bed Cover


Kenapa bisnis bed cover selalu dikuasai pemain besar. Tidak tanggung- tanggung, banyak pengusaha asing yang ikutan masuk di bisnis bed cover. Bersama mereka membangun bisnis bed cover sendiri dari nol.

Meskipun persaingan ketat mereka merasa punya jalan. Tujuan mereka menjadi pemain lokal yang unggul. Ide mereka sederhana namun tidak sesederhana itu. Terutama fakta ketiga wanita cantik ini berhadapan pemain lama

Keberanian saja tidak cukup jika mau menjadi pengusaha. Mereka kesulitan menemukan pegawai yang tepat. Ketika mereka menemukan produk berkualitas. Nyatanya pengalaman dibutuhkan lebih dari harapan.

"Kami harus berburu SDM yang memiliki keterampilan menjahit dan mengaplikasikan bordir sesuai standar kaulitas yang telah kami tetapkan," ungkap Dinar. 

Mereka menggunakan bahan polos, lalu memberikan gambar- gambar lucu. Produk mereka memang berawal dari ide sederhana. Namun belum digarap serius oleh pemain besar bed cover. Untuk modal mereka mengumpulkan uang pribadi bukan meminjam bank.

Alasannya bank memberikan bunga lumayan tinggi. Apalagi merintis bisnis memiliki resiko yang tidak kecil. Semakin besar modal dikeluarkan maka semakin beresiko. Bayangkan jika mereka mau meminjam uang, terus gampang mengeluarkan uang, bisnis mereka tidak jadi bisa bermasalah.

Tips wirausaha dari Dinar tentang modal bisnis. Semakin banyak kita memegang uang, maka akan semakin mudah mengeluarkan uang. Pengeluaran uang tidak penting akan menambah resiko bunga. Pokoknya mereka harus membangun bisnis terlebih dahulu.

Dari konsep sampai manajeman harus kuat untuk mandiri. Agara mereka mampu mengembalikan uang pinjaman bank. Beruntung salah satu dari mereka mendapatkan suntikan dana. Dari keluarga salah satunya, mereka mendapat pinjaman tanpa bunga alias dibayar mencicil.

Tidak memiliki latar belakang berwirausaha. Mereka mencari celah dibalik produk mereka. Beberapa kali mereka mengikuti nazan yang diadakan asosiasi di Jakarta. Melalui asosiasi asing tersebut bukan hanya pembeli mereka datang, tetapi mereka menambah koneksi dengan pengusaha lain.

Disitulah bisnis Simply Idea, nama usaha dijalankan mereka, mulai mengikuti bazar mingguan yang diadakan oleh sebuah mal. Mereka beresiko mencari cara memperluas pasar. Coba- coba, mulai untuk mencari departement store diajak kerja sama.

Kebetulan produk bedding seperti mereka buat belum ada. Mereka tertarik akan konsep desain, tapi ada syaratnya berupa revisi. Dalam sebulan mereka harus merevisi sebelum jualan. Setelah itu baru bisa dipasarkan di sana.

"Misalnya soal packaging dan cara mencuci," ingat Dinar.

Ketika mulai masuk ke department store ternyata ada syarat- syarat perlu dipenuhi. Mereka memang tak mau setengah- setengah memperkenalkan produknya, Simply Idea. Dalam berbisnis bersama diakui bahwa ada friksi- friksi kecil diantara ketiganya. Mereka berlalu dari permasalahan kecil agar tak cepat membesar. 
 
Prinsipnya hanyalah memang sulit menyatukan tiga kepala menjadi satu. Justru ketiganya mengaku saling mengisi dan tidak mau membuang salah satunya.

Bisnis Persahabatan


Mereka memang sedari awal adalah sahabat baik jadi mudah. Sejak awal, masing- masing telah menangani divisi berbeda- beda. Mereka mengerjakan sesuatunya sesuai dengan apa yang disenangi. 
 
"Saya menangani marketing, Rani bertanggung jawab untuk produksi, sedangkan Ira mengurus keuangan dan kepagawaian," tutur Dinar. Mengatur hubungan dengan pelanggan menjadi prinsip bisnis tiga sekawan ini. Mereka bahkan siap menyediakan layanan purna- jual sebagai bentuk komitmen.

Mereka menambahkan layanan seperti membantu membetulkan renda bed cover lepas. Hal sepele inilah yang ternyata cukup ampuh menggaet pelanggan Simply Idea.

"Bagusnya, hingga kini, tak banyak yang menggunakan layanan ini. Karena, produk kami berkualitas tinggi, baik dari jenis kainnya maupun kerapian jahitan di setiap bentuk aplikasinya," jelasnya lagi. Namun, Dinar juga menerangkan ada syarat dan ketentuan tertentu untuk layanan purnajual tersebut.

Setiap 3 bulan, mereka akan mengeluarkan produk- produk baru. Kalaupun produk dikeluarkan masih sama jenisnya pastilah temanya akan berbeda. Misalnya tema mobil balap akan menggunakan motif mobil A. 
 
Lalu dilain waktu, mereka akan mengeluarkan produk sama namun bergambar mobil B. Ini akan memberikan penyegaran tersendiri termasuk bagi pemesan. Atau, mereka akan mengeluarkan konsep sama satu paket produk.

Seperti konsep princess, semua aplikasinya serba princess mulai seprai sampai kelambu, lengkap dengan aplikasi bergambar tongkat peri. Ini akan menarik imajinasi sang anak agar benar- benar berasa seperti di kastil. 
 
Simply Idea akhirnya bisa mandiri, menarik produknya dari department store, namun mereknya sudah terlanjur terkenal disana. Mereka cukup membuka big sale selama 4 hari. Hasilnya, mereka bisa diserbu oleh pembeli dan semakin kokohlah merek mereka dimata pelanggan.

Simply Idea mulai menciptakan produk custom made. Biasanya mereka ibu- ibu yang ingin mengisi kamar anaknya secara spesial. 
 
"Jatuhnya memang jadi lebih mahal, karena harus membuat pola baru. Desainnya bisa mereka gambar sendiri atau kami yang membuatkan," kata Dinar, yang membolehkan orang memesan via website tanpa minimum order.

Pada 2006, Simply Idea mengeluarkan produk mukena karena permintaan itu selalu ada. Reaksi terhadap mukena kreasi Simply Idea ternyata memuaskan. Mereka bahkan mengeluarkan produk mukena baru. 
 
"Dua tahun lalu, buyer menantang kami untuk membuat baju muslim anak. Kami segera mencari konfeksi yang berbeda dari konfeksi untuk pembuatan mukena. Sayangnya, karena tak mau kehilangan order, konfeksi itu melemparkan ke konfeksi lain. Hasilnya benar-benar tidak sesuai. Saat itu kami mengalami kerugian besar," kisah Dinar.

Meski produknya terkesan lucu- lucu, mereka tetap menjalankan bisnisnya secara profesional. Mereka bahkan bahkan rela menyewa jasa konsultan bisnis dan keuangan. Tujuannya agar meraih target yang telah dirancang oleh perusahaan. 
 
Konsultan ini juga membantu mereka membenahi soal keuangan terutama soal profit sharing -nya. "Konsultan itu juga mengarahkan kami dalam berstrategi, menerapkan sistem marketing paling efektif, membenahi keuangan, bahkan memotivasi kami untuk terus maju," kata Dinar.

Simply Idea mulai menambahkan sistem online dan offline di dalam marketing mereka. Divisi online lebih banyak bersentuhan konsumen langsung, misalnya aktif memberi informasi tentang produk- produk terbaru, mencari tahu animo pasar terhadapa produknya, dan mengumpulkan konsumen ketika ada event besar semacam event Inacraft atau big sale. 
 
Mereka bahkan berencana membuka butik di tempat strategis. Targetnya tentulah masyarakat kelas menengah atas yang sadar bedding.

"Sedangkan marketing offline bertugas menjual produk kepada konsumen yang tidak dapat dijangkau oleh sistem online, yang biasanya membeli dalam jumlah besar. Untuk melakukan terobosan  pasar di dalam dan  luar kota, manajer departemen ini secara bertahap akan punya 5 kaki tangan alias downline. Berbeda dari MLM, sistem marketing ini hanya punya satu layer kaki saja," ungkap Dinar.

Simply Idea juga bekerja sama dengan Mothercare Indonesia, produk yang berbasis di Inggris. Sistem kerja sama mereka mudah yaitu mereka ikut menyuplai produk yang tidak ada di perusahaan milik mereka untuk Indonesia. 
 
Mereka harus menyediakan kelambu yang tentunya tidak ada di Inggris. Warna kelambu itu akan disesuaikan produk boks bayi yang diterbangkan langsung dari Inggris. Tawaran lain dari Austarlia serta dari Selandia mengalir deras.

Soal jenis produk yang akan dikerjakan serta motifnya telah disepakati bersama. Namun, Dinar menjelaskan soal harga belum menemui kata sepakat.

Twitter: @simpy_idea

Pengusaha Muda Farah Farce Online Shop Sepatu

Profil Pengusaha Farah Farce

 
pengusaha muda farah farce

Pengusaha muda diusia belia berkat sukses online shop. Siapa Farah Farce, seorang gadis berumur 16 tahun, ketika memulai bisnis dari nol besar. Gadis remaja kelahiran 22 April 1995 ini memiliki nama asli Farah Kemala Qurratu'ani, berbisnis sejak duduk di bangku kelas 9 Sekolah Menengah Pertama.

Hebatnya nih, ia melakukan semua bisnisnya sendiri yaitu bisnis impor produk- produk fashion dari berbagai negara di kawasan Asia. Dan hebatnya lagi, ia mengerjakannya tanpa modal apapun, berikut ceritanya Kisahnya berawal dari kesukaanya memakai sepatu sneakers.
 

Pengusaha Online Shop Sepatu


Dia bahkan berburu produk tersebut diberbagai negara. Menginginkan produk- produk terbaik, dan tentunya yang tidak bisa ditemukan di Indonesia. Ketika itu, dia menginginkan sneaker pertamanya dari seorang teman menawari.

Farah ditawari pembelian sistem pre- order, melalui seorang teman yang baru dikenalnya di sebuah bimbingan belajar. Farah menunggu cukup lama, rasa kesal dan geram membuatnya menanyakan hal ini langsung.
 
Bukannya diberi solusi, Farah hanya disuruh untuk menghubungi si penjualnya sendiri, loh kok? Si penjual itu ternyata juga tinggal di Jakarta. "Aku kaget, aku pikir orangnya perantara langsung dari sana. Tapi ternyata dia juga perantara disini," jelas Farah.

Ia mengembangkan senyumnya ketika pesanannya tiba ditangannya. Farah senang karena sepatu itu tidak ada di Indonesia. Meski begitu terbersit keganjilan, dan mulai berpikir tentang bisnis yang dilakukan temannya tersebut. Ini membawanya memutuskan untuk menghubungi sang importir itu.

Dia menawarkan dirinya untuk menjadi perantara, menjualnya langsung ke pembeli seperti yang dilakukan temannya. "Kenapa gak gue jualin juga disini," pikirnya kala itu. Dia yakin meski kala itu statusnya sebagai pelajar SMP dan belum berpenghasilan.

Bekalnya hanyalah satu yaitu pengalaman ketika SD, menjual produk secara online, membuatnya cukup PD menego si importir tersebut.

Farah lantas pernah memajang foto- foto barang importir tersebut. Ia kemudian menuliskan kata- kata khas anak muda. Dia kemudain menjual produknya itu melalui Facebook. Ia pun berhasil menjual sepatu- sepatu tersebut hingga kurang lebih 15 pasang hari itu juga.

Farah menawarkan sistem dropship kepada sang importir tersebut. Dropship sendiri ialah sebuah sistem alternatif perdagangan dimana para pemilik barang hanya menerima pesanan, lantas mengirim produknya lewat paket, tentu setelah pembayaran oleh sang parantara dari pembayaran pembeli.

Istilahnya mungkin mirip broker tanah. Perantara akan mendapatkan pesanan dan menerima uang untuk disetorkan. Tak lupa perantara harus menambahkan untung sedikit.

Ini merupakan sistem yang lazim dijalankan oleh pebisnis online masa kini. Dropship memberikan kemudahan bagi penjual online yang memiliki modal atau pun tidak. Mereka cuma akan menawarkan produk tersebut besar- besaran.

Saat pesanan datang, mereka akan meminta pembeli untuk membayar dimuka dulu. Ketika pesananan masuk dan uang telah diterima masuk, para penjual online meminta si pemilik barang mengirimkan ke alamat pembeli.

Pengemasan dan pengiriman dilakukan akan pemilik barang. Berbeda sedikit dari biasanya, Ia lebih memilih mengontrol kualitas barang sebelum dikirim ke alamat pembeli sendiri.

"Gimanapun semua barang harus transit dulu di rumah aku dulu. Setelah aku cek barang ini bagus, baru aku kirim ke alamat pembeli. Kalau barangnya jelek, aku kembalikan kesana. Jadi prosesnya ke supplier di luar negeri, ke rumah aku, baru ke alamat pembeli. Aku engga mau jualan barang jelek sampe mengecewakan pelanggan," tegasnya.

Meski terdengar beresiko baginya karena mungkin "tombok" tetap untung. Buktinya ini dijalankan oleh Farah dan baik- baik saja. Bermodal selain uang, Farah sendiri memiliki kemampuan untuk mengamati kualitas produk, serta paham akan kebutuhan pasarnya.

Belajar bisnis online


Tentunya bisnis miliknya punya resiko tinggi yaitu menyangkut kepercayaan. Ditambah, ia harus membayari pengiriman sendiri ke pembeli. Dia harus memastikan dulu agar produknya bagus atau dikirim kembali ke supplier. Farah juga harus memiliki kemampuan negosiasi tingkat tinggi.

Ia tidak hanya pandai berbisnis tetapi juga pandai bergaul. Tak hanya di dunia nyata, Farah pandai bergaul di dunia maya. Ia ingin tau bagaimana orang sukses berusaha. Farah aktif menggunakan akun Twitter nya (@farcee), iseng mencari tau timeline Twitter milik miliarder muda, Bong Chandra.

Dari timeline Twitter Bong Chandra, ia pun berkenalan dengan pengusaha muda seperti Putu Putrayasa, Nyoman Sukadana, Joe Hartanto, dan Citra Hafiz melalui Twitter. Setelah mencoba berkenalan dengan mereka, ia diperkenalkan kepada Jaya Setiabudi, Director of Young Entrepreneur Academy melalui Citra Hafiz.

Perkenalan singkatnya dengan Jaya Setiabudi memberikan pengalaman tersendiri. Dia mampu membuatnya terpukau akan semangat berbisnisnya sejak kecil. Jaya Setiabudi, sang pengarang buku best seller "The Power of Kepepet", akhirnya mau menjadi mentornya.

Farah pun semakin percaya diri dengan bisnisnya, dan bercita- cita berkuliah ke Eropa tanpa bantuan orang tua. Kini, dia mengeluarkan merek sepatunya sendiri yaitu "Farce". Dia juga berjualan secara online di Farceee Online Shop.

Farceee Online Shop merupakan toko online.Disana menjual barang- barang original dari luar negeri dan produknya sendiri.  Farah memiliki pengalaman berdagang dengan pemasok asal China, Inggris, Singapura, Vietnam, dan yang terakhir Thailand.

Berkat kerja kerasnya pula, ia mendapatkan banyak tawaran seminar menjadi pembicara serta tampil di berbagai majalah. Terkakhir, dia pernah diberi kesempatan menjadi event organizer pesta sweet seventen. Pengusaha muda yang sukses online shop berbekal dropship.

Sosial Media Buat Pengusaha Startup Sarah Prevette

Profil Pengusaha Sarah Prevette


sosial media pengusaha
 
Mendirikan sesial media buat pengusaha Sprouter. Sarah Prevette menceritakan pengalaman memulai usaha ini. Dia percaya harus saling berbagi, belajar, dan bersosial.. Termasuk buat sesama pengusaha atau entrepreneur. Perusahaan ini tumbuah signifikan dalam perjalannya memulai.

Sarah mendapatkan penghargaan 30 Under 30 Majalah Inc. Dia pun sering tampil di berbagai media termasuk Mashable. Memulai bisnis startup, dia sangat bersyukur karena masih menjadi murid, dan memulai usaha dibawah mentoring  entrepreneur hebat pengalaman menarik.

Kolaborasi Usaha


Uponion merupukan tempat dimana dirinya belajar entrepreneurship. Pada tahun 2000, dia bekerja untuk Uponion, website berbagi cerita- opini. "Saya mencoba menjangkau para pemilik bisnis ini dan coba mencari saran," tuturnya.

Dia ingin membangun bisnis startup. Perjalanan penuh tantangan dan membuat pusing orang. Dengan percaya diri, Sarah "cold calling" perusahaan besar seperti Uponion kala itu. Membayangkan bahwa kontaknya disetujui hampir mustahil. 

Perusahaan besar cenderung "sombong" bila dimintai tolong nanti. Cold calling merupakan cara kita menghubungi pengusaha sukses. Mereka yang kita anggap mampu menjadi jembatan. Baik berupa mentoring atau pendanaan, biasanya ditulis  lewat email dan to the point tanpa basa- basi dahulu.

Sarah menyadari banyak pengusaha mencoba ini. Beberapa punya cerita sama dengan Sarah memulai "cold calling". Ini juga merupakan konsep Sprouter menolong banyak orang awam. "Saya melihat kesempatan," Sarah menjelaskan.

Sprouter juga menjadi jembatan hubungan tradisional. Para entrepreneur akan dihubungkan langsung melalui jaringan sosial. Suatu platform yang mana para pendiri startup mampu identifikasi. Saling mensuport sesama dari rekan bisnis atau pemimpin proyek.

Sosial media bagi pengusaha terkonsep mudah. Mereka bisa terhubung dengan orang, lalu menjawab aneka pertanyaan, hingga membuat kolaborasi. Bisa membantu pengusaha membesarkan usahanya sendiri. Bentuk kolaborasi sesama entrepreneur dan para ahli dalam bidangnya tersendiri.

Sprouter Weekly akan memberikan ruang expose startup baru. Bahkan peluang investor masuk Sarah fasilitasi. Pendiri startup harus keluar dan mendekati pasar. Entrepreneur butuh networking yang bisa menghasilkan feedback dan memperkuat literasi visi.

"Kamu membutuhkan networking untuk mencari pelanggan, rekan, dan kesempatan," ia menuturkan.

Menjadi pengusaha tidak melulu memiliki rekan pendiri. Co- founder yang tidak dimiliki Sarah, ada masalah utama bahwa dirinya tidak bisa kompromi. Pandangan masa depan Sarah akan perusahaan ini hanya miliknya.

"Saya benci kompromi," jelasnya. Ini mungkin sifat buruk dalam manusia. Tetapi dia yakin bahwa ini tidak bisa dihilangkan. Meskipun dia berkata tidak untuk co- founder bukan berarti sendirian.

Sarah memiliki tim kecil yang solit mengerjakan. Mereka para profesional yang bekerja keras , dan dapat mengaplikasikan pandangan Sarah. Tiap entrepreneur mendirikan perusahaan harus memiliki individu berkualitas. Kamu akan membentuk tim bekerja bersama untuk berkontribusi besar.

Youtuber Selebriti iJustine Memulai Karir dari Nol

Profil Pengusaha Justine Ezarik


youtube selebriti ijustine
 
Memulai karir dari nol tidak mudah tetapi bisa. Youtuber selebiriti iJustine, yang bermodal ikutan ajang video Yahoo! Talent Show pada Desember 2006. Acara itu disponsori Yahoo! bertemakan "Best Online Videos". Dia memang memiliki passion dalam bidang videografi atau vlogging.

Justine Ezarik kelahiran Pittsburgh, Pennsylvania, anak perempuat tertua dari Michelle Ezarik dan Steve Ezarik. Sang ibu Michelle Ezarik bekerja sebagai guru olah raga, dan ayahya Steve Ezarik, jadi penampang batu bara keturuna Slovakia. Dia punya dua adik perempuan bernama Breanne dan Jenna.
 

Selebriti Internet Viral

 
Dia tidak memiliki nama tengah. Begitu lulus sekolah menangah di Bentworth High School langsung mandiri. Justin tinggal di Scenery Hill di Washington Country. Justrin tiga tingkat dibawah adiknya Breanne. Keduanya dikenal sebagai siswa berprestasi dan hontral di Bentworth.

Keduanya beda tingkat tetapi bintang tim voli sekolah. Justin mendapatkan beasiswa dari Washington Chapter dari International Association of Administrative. Lulus Pittsburgh Technical Institute pada 2004, dirinya lebih tertarik kepada dunia videografi, pada jamannya belum ngetren vlog yah.
 
Justin menjadi sosok digital personality atau seleb internet. Bermulai dari lulus Pittsburgh disusul dia bekerja menjadi desainer. Justin bekerja sebagai grafik desainer dan video editor. Ia kemudian mulai membuka bisnis sendiri. Ini menjadi cikal bakal ramainya vlog kehidupan pribadi seseorang.

Dia mendirikan justin.tv mengishkan kehidupan pribadinya. Ini bermula dari viralnya vlog mengenai kehidupan Justin. Pengusaha 23 tahun yang dulu bekerja menjadi grafik desainer, dan mencoba jadi selebriti online lewat kamera.

Vlog tersebut membuatnya menjadi selebriti hingga "dipaksa" lebih berkreasi. Justin.tv menjadi satu jawaban para nitizen. Dia berbekal kamera yang ditemplekan di kepala. Pada waktu itu, kita belum mengenal kamera vlog sekarang, alhasil Justin menjadi fenomenal memulai suatu tradisi.

Justin.tv pertama menampilkan kehidupan pribadi. Menemui orang- orang hebat kemudian memulai wawancara. Justin kemudian menari dihibur para performer jalanan. Dia menampilkan pribadi diri sendiri. Justin kemudian belanja di toko Apple dan Old Navy.

"Kamera ini menempel seperti hardware di dalam otak jadi saya bisa melihat normal," tuturnya.

Ia melanjutkan broadcasting pertamanya dengan makan siang. Tepatnya dia bertemu dengan James Hong pendiri hotornot.com. "Itu sangat menyenangkan," ucapnya. "Saya mendapatkan tanggapan yang positif," tuturnya.

Paling fenomenal ketika dia merecording kisah heroik. Berjudul "Killing Point" berlatar kotanya di Pittsburgh. Dia mewawancarai mantan tentara di Irak, John Leguizamo, tentara US aktif yang bisa gagalkan perampokan bank. Justin juga mewawancarai Donnie Wahlberg sebagai polisi negotiator.

Walaupun terlihat remeh tetap nampak menyenangkan. Kita diajak investigasi melalu kaca mata si Justin. Sosok yang mendeskripsikan dirinya "Mac user, blogger, internet lover dan karya seni internet baru." Dia bahkan mendeskripsikan diri sebagai anak yang kalem dan sensitif.

Putri dari seorang penambang batu bara dan guru gym. Mereka punya tanah 7 acre untuk kebutuhan keagamaan. Bisnis justin.tv memberikan kebebasan karena dia bosnya. Bebas live streaming dimana pun berada. Justin kemana- mana memakai kamera, tetapi tidak bila di kamar mandi ya.

"Jadi ini bukan masalah (memakai kamera).... saya akan mencoba sebaik mungkin (membuat konten) saya lakukan 24/7," ucapnya.

Pihak orang tua dan teman sangat suportif. Termasuk bila mereka masuk dalam rekaman kameran mereka. Ia pun tidak segan orang melihat dirinya mengedit video atau publish di web. Kala ini, sosok Justin sudah terkenal namun belum setenar sekarang, lantas apa yang membuatnya jadi selebriti?

Pristiwa itu terjadi ketika dia memvideokan tagihan.Pada jamannya pihak provider seluler AT&T tidak mengantisipasi. AT&T menerapkan sistem lock pada iPhone. Ada tagihan yang akan dibayar pengguna, salah satu opsinya tagihan akhir berupa billing tagihan.

Video berjudul "iPhone Bill" diterbitkan iJustin dibanyak tempat. Termasuk di Youtube yang mulai ia rambah. Fenomenal karena ada 300 lembar tagihan data iPhone. Baik data sms, telephone, pemakaian software, web browser.dll. Bayangkan 300 lembar meluncur ke rumahnya tanpa basa- basi.

Ia lantas mereka dan mulai memberi komentar. Fokusnya ialah pemakaian kertas yang mubazir untuk tagihan. Karena ya tagihan tersebut nampak kecil- kecil walaupun banyak. Bahkan aktivis lingkungan menyebutnya membuat pohon bahan baku kertas.

Karir Viral

 
Bayangkan berapa pohon ditebas untuk lembaran kertas. Uniknya bukan cuma dia, terdapat cerita yang sama diberbagai tempat. Inilah yang menjadi "internet meme" dan viral. Ini melambungkan nama iJustin, dengan total penonton 8 jutaan dari seluruh penjuru dunia.
 
Mendapatkan penonton sampai 8 juta berapa dia dapat. Justin mendapat $5000 dan menjadi bintang tamu beberapa kesempatan. Termasuk masuk channel Smosh, dimana Justin menjadi kameo dengan iPhone bill dan bernyanyi. Dia ditantang merubah kata umpatan menjadi kata "firetruck" di Youtube.

Pada 28 Agustus 2007, dia diundang Kevin Sites dalam "People of the Web, dan dalam acara tersebut dia naik pamor. Menjadi sosok pecinta teknologi, wajah cantik, bergaya kasual, dan humble dicintai para penonton. Ketika Sites meminta dia mematikan perangkat perekamannya terjadi kecanggungan.

Interview berlanjut dengan Justin tanpa menstreaming apapun. Justin memang identik dengan selalu memegang kamera. Dia akan menstreaming semua kegiatan sehari- hari. Bahkan seperti menjadi satu bagian dari tubuhnya.

Tribun Company bahkan menunjuknnya jurnalis web paling populer di interenet. Karena dia selalu menemukan berita menarik. Meskipun dia  bercerita dari kotanya Pittensburgh, ada saja cerita yang menarik disampaikan dan disukai subscribers nya.

Sejak April 2008, Justin memilih mengurangi kameranya menyala, tidak banyak lagi dibagikan dari kesehariannya. Pasalnya dia tengah mengembangkan diri termasuk talenta lama. Ia melanjutkan karir sebagai grafik desainer dan video editorial.

Dia hanya tampil seminggu sekali. Berbekal kamera Noki yang bisa dipakai streaming online dan offline. Tampil seminggu sekali Justin menghasilkan lebih banyak cerita. Video akan diupload ke webiste pribadi justin.tv dan chanel iJustin.

Bahkan nih ketika dia akan memesaan hamburger pada suatu hari. Ia mampu menghasilkan penonton lebih dari 600 ribu dihari pertama. Justin kembali menurunkan videonya menjadi beberapa jam dalam seminggu. Justin juga sering berkolaborasi sampai menjadi host dalam acara web seminggu dua kali.

Diceritakan bahwa Justin memiliki follower Twitter 590.000, Youtube 90.000, dan fans di Facebook sebanyak 25.000. Itupun masih terus bertambah dengan segala aktivitas. Tahun 2009, Youtube Justin memiliki 300.000 subscribers dan satu juta follower di Twitter.

Youtube iJustin dimulai dari satu kamera murahan $400. Dia memakai karpet IKEA warna hijau jadi green screne. Pengikutnya mulai dari usia 11- 18 tahun dan aktif. Bayangkan dalam sebuah video, ia mampu menghasilkan 65 juta viewer. Tahun 2019, subscribersnya mencapai 1 juta dari seluruh dunia.

Entri yang Diunggulkan

Biografi Jack Ma Orang Terkaya China Alibaba