Usaha Membuat Kardus Mahal Hotel Bintang Lima

Profil Pengusaha Gayayanto Sutedjo 


usaha kardus hotel

Sukses Gayayanto Sutedjo tidak mudah. Sebelum usaha kardus mahal hotel bintang lima. Jatuh bangun sudah dirasakan veteran pengusaha ini. Mulai bisnis rotan, garmen, dan terakhir bisnis kemasan. Tahun 1989, ia tengah membangun bisnis rotan, dan ia sempat merasakan rasanya sukses jadi pengusaha.

Bayangkan rotan bikinannya sudah diekspor ke tujuh pembeli tetap Jepang. Masuki tahun 2003, pembeli tetapnya turun, hingga tersisa tiga alhasil dia mulai getir. Pengiriman ke Jepang semaking turun kala itu. Ia mengisahkan dari delapan kontainer sisa satu kontainer; itu juga tidak serutin dulu.

Karena bisnis rotan meredup. Ia mengambil ancang- ancang. Gayayanto lantas berbisnis garmen di tahun 2000 sampai 2003. Kalau bisnis garmen sama sekali tidak cocok. Gagal berbisnis total barulah dirasakan pengusaha satu ini.

Bisnis Rugi


Ketika bisnis rotan tengah redup. Justru berbisnis garmen tidak untung. Bahkan rugi karena barang tidak terserap pasar. Dia rugi sampai miliaran rupiah loh. Tidak patah semangat, akhir tahun 2003 -an, mulailah ia menekuni hobi lama yakni membuat aneka kemasan.

Ia mengenang sejak kecil suka prakarya. Kegiatan membuat aneka kerajinan sederhana tetap berlanjut. "Sampai kamar saya penuh hasil buatan saya," seloroh Gayayanto.

Tentu tidak terpikir prakarya sederhana menjadi bisnis. Ia sama sekali tidak terbayang. Bahkan bisnisnya kali ini terbilang besar -banyak klien ternama. Tujuan awal membuat sesuatu agar penghasilan tetap bisa tetap mengalir. Eh, permintaan malah semakin banyak mendatangi Gayayanto, jadilah bisnis serius.

Ia mulai serius mengerjakan bisnis ini. Bisnis kemasan buatan tangan sendiri mulai dipasarkan. Walaupun dulu pernah menjadi pengusaha besar, ia nyatanya tidak malu memulai bisnis dari nol. Bisnis sederhana yang terlihat sepele inih. Pemasaran juga tidak tanggung sampai ke kawasan Kemang.

"Sampai nenteng- nenteng (jualan) setiap hari," kenangnya.

Momentum datang memasuki tahun 2004 silam. Tahun 2004 itu, ia bertemu seorang saudara yang bekerja di Departemen Perindustrian, ia menyarankan Gayayanto mengikuti pameran di Malaysia. Saran cerdas itu dijalankannya dan terbukti: Brand miliknya mulai dikenal hingga diperhitungkan masyarakat.

Dari sanalah produk kemasan Gayayanto laris manis. Semakin dikenal banyak orang, tahun 2005, datang pesanan dari hotel sampai perusahaan. Waktu itu ia belum menyeriusi bisnis kemasan premium. Hanya mengerjakan kemasan kado, atau souvenir wanita.

Bisnis tersebut lantas diberinya nama Garilanoncraft -diambil dari nama depan sendiri, istri, dan kedua anaknya-, yang mana semakin bersinar. Tahun 2006 bisnis kemasan premium Garilanoncraft dimulai. Dia mengajak keponakan yang kebetulan sekolahnya jurusan desain.

Pada 2008, dia sukses mendapatkan tawaran memasok kemasan PT. Doulton Indonesia. Setahun penuh dia coba mengirimkan contoh ke kantor pusatnya, di London, Inggris, dan akhirnya berhasil menyaingi produk sejenis asal China.

Mengalahkan produk China


Semakin kedepannya Gayayanto malah semakin sukses. Bisnis kemasan, akhir 2009, terpilih menjadi bungkus produk keramik. Ia membantu pemasok bisnis keramik. Meski senang, tetapi pusing, kerana apa ya karena ia kaget setengah mati sekali pemesanan langsung 13.000 kemasan.

Dia kebingungan menyiapkan segalanya. Bayangkan usaha kecil Gayayanto harus mengerjakan semua. Ia pontang- panting mencoba memenuhi permintaan. Pria penggemar sepeda ini memang tidak mau buat menyia- nyiakan. Melalui pengalaman diambil hikmah bahwa dia harus lebih serius.

Untuk itulah ia mulai merekrut lebih banyak pegawai. Pengalaman berharga tersebut yang kemudian melahirkan perusahaan bernama PT. Ratindo Artistik.

Dia kini berhasil memenuhi pesanan PT. Doulton Indonesia. Dia sudah mampu memenuhi pesanan 13.500 per- bulan. Beberapa perusahaan juga memesan setiap bulan. Tuntutan pasar membawa Gayayanto makin mengembangkan kualitas.

Diantaranya dengan dua meskin buat mengelem dan membuat lingkaran. Dimana tahap penyelesaian akan dilakukan manual. Desain baru juga dikembangkan. Ratindo Artistik memproduksi kemasan premium yang terbuat dari bahan vinil setebal 3mm dilapisi kain dan berbentuk indah.

Produknya tidak cuma buat umum. Kelas premium sudah menjadi langganan hotel, bank, dan perusahaan keramik. Produknya mengemas mulai pulpen mewah, jam tangan mahal, dan kartu kredit. Sebulan sudah memproduksi 15.000 kemasan. Harga jualnya Rp.12- 60 ribu dengan omzetnya mencapai Rp.400 jutaan.

Ketika memasuki musim lebaran menjadi keberuntungan. Dimana banyak toko menggunakan kemasan buatan dia. "...biasanya toko kue ikutan memesan," tuturnya.

Jualan Jean Jahitan Khusus Biografi Ali Akbar

Profil Pengusaha M. Ali Akbar


biografi bisnis ali akbar

Perkembangan bisnis jean memang bagus. Pengusaha lokal tidak malu lagi berkreasi. Pasar yang dulu dikuasai oleh merek- merek asing. Kini sudah banyak pengusaha asli Indonesia menguasainya. Sebut salah satunya Muhammad Ali Akbar, yang fokus menggarap bisnis customized jean kita.

"Istilahnya, jins itu eksis sepanjang masa," jelas Ali. Bisnis modak customized sedang naik daun nih. Mangkanya Ali mencobanya. Medianya ialah melalui bisnis jeans sesuai dengan selesarnya sebagai anak muda.

Jualan Jean Khusus


Bisnis ini dimulai pada 2011 silam, dan sudah membuka tiga cabang Rumah Denim dan Jeans. Ada yang di Gandaria City dan Bintaro, Jakarta selatan, dan Pamulang, Tangerang, dalam waktu dekat ia bahkan berencana membuka di Bali.

Berawal dari keahlian khusus, Ali percaya diri menjajakan kemampuanya ke teman- teman. Iseng dia menawarkan jasa custom buat celana jeans. "Awalnya saya iseng, jahitin celana dengan model celana jins pemberian teman dari Australia," kenang Ali. Tak disangka banyak yang suka dan memasannya.

Karena serius ingin berbisnis, Ali mencoba menjajakan bisnisnya ke internet. Pria 25 tahun ini cuma jualan di internet. Sampai pada akhirnya dia menyewa toko dan membuat tempat produksi. Saat ini koleksi Rumah Denim dan Jeans ada 80 jenis bahan.

Berawal dari bahan denim, yang saat itu belum booming sekali, ia memakainnya ke kampus. Banyak yang bertanya jadi kenapa tidak buat sendiri. Toh Ali memiliki koneksi ke bahan- bahannya. Tetapi uang dikantong Ali cuma Rp.300 ribu.

Datanglah Ali ke penjahit untuk membuatkan denimnya. Itu sudah termasuk modal jahit dan beli bahannya. Awalan dia cuma bisa memproduksi tiga sampai lima jahitan. Pemesan juga baru sekitaran teman- teman sekampusnya. Seiring waktu pesanan mengalir hingga ia bisa membeli 3 unit mesin djahit.

Cukup memanfaatkan ruang kosong di rumahnya. Namun, bisnis Ali malah ditentang orang tuanya, mereka lebih nyaman melihat anaknya kerja kantoran. Meski ditentang Ali tetap menjalankan bisnis ini. Bahkan dia berani mengambil pinjaman 10 juta untuk meningkatkan produktifitas bisnisnya.

Ia nekat menyewa kios di Pamulang, Tangerang Selatan, modalnya dipakai buat sewa, beli bahan, dan jahit. Singkatnya bisnis Ali menghasilkan pesanan 90- 150 potong per- bulan. Mayoritas pesanan datang dari sosial media. Omzet bisnis dijalankan Ali sampai 20 juta pertama kali setalah ada kios.

"Awal- awal saya jual Rp.150.000- 200.000," jelasnya.

Padahal jahitannya kala itu standar sekali. Lambat laun bisnis Ali berkembang, dia mampu melihat celah bisnis jeans. Maka nama Rumah Denim & Jeans diusung untuk merambah Jabodetabek, dia mampu membuka 4 gerai dan memiliki 30 karyawan.

Ali pun berencana membuka gerai lain di Bekasi. Omzet kotor bisnis Ali mencapai Rp.300 juta. Dia membandrol harga bervariasi mulai dari Rp.135 ribu sampai Rp.920 ribuan. "Jangan gengsi saat kita memulai usaha, banyak care referensi karena dunia informasi luas banget di Internet," terang Ali.

Tidak cuma berbisnis jeans, ekspansi ini tidak sulit ditebak, namun Ali meyakinkan bisnis utamanya makin berkembang. Dia menyetok bahan jeans dari Thailand, Korea, dan Jepang. Model jeans masih tidak jauh beda, ada skinny, slim fit, slim straight, dan reguler.

Ali juga menyanggupi pemesanan kemeja, jaket, dan baju katak. Cabang Bintaro memproduksi 3- 4 hari produksi untuk pakaian jeans. Dia juga melayani pemesanan kilat: Empat jam sampai sehari bisa langsung jadi. Tapi syaratnya pelanggan harus ke cabang Pamulang, karena penjahitnya lebih banyak.

Selama sebulan dia mampu memproduksi 1000 potong, bahkan sampai 3000 potong saban bulan. Ia menyebutkan pesanan ramai- ramainya kalau Idul Fitri, Natal, tahun baru, dan valantine day. Omzet paling sedikit Rp.100 juta perbulan dengan untung 10%.

Biografi Bahlil Lahadali Mantan Sopir Angkot

Biografi Pengusaha Bahlil Lahadali


pengusaha muda bahlil
 
Biografi Bahlil Lahadali, pengusaha muda kelahiran 7 Agustus 1976 asli Bandar, Maluku Utara. Latar belakang keluarga yang tidak mampu. Dikenal sebagai pengusaha muda pekerja keras dan ulet. Dia cocok dijadikan inspirasi dan contoh anak muda jaman now.

Tidak berkecil hati pekerjaan apapun dijalani untuk hidup. Dia pernah bekerja menjadi supir angkot. Kini, dikenal sebagai ketua Himpunan Pengusaha Muda Indonesia, menurut biografi Bahlil Lahadia yang ayahnya adalah seorang kuli bergaji ribuan rupiah.

Pengusaha Muda

 
Ibu Bahlil bekerja sebagai tukang cuci agar keluarga tetap hidup. Wanita pekerja keras yang ditempa kehidupan. Sekolah dasar diisi kegiatan belajar tanpa merengek uang. Untuk jajan sehari didapat dari berjualan kue buatan ibu. Masuk SMP pernah bekerja sampingan menjadi kondektur angkot.

Masa SMA, dia tetap berprestasi meski segudang sampingan, bahkan menjadi ketua OSIS. Semangat mengenyam pendidikan tinggi membawanya ke Tanah Papua. Akhirnya Bahlil muda bisa berkuliah di Universitas Port Numbay Jurusan Ilmu Ekonomi.

Kegiatan organisasi masih dilanjutkan melalui HMI. Disana dia menduduki jabatan Bendahara Umum PB HMI. Pengalaman banyak berorganisasi, biografi Bahlil Lahadali tidak memiliki pemikran menjadi pengusaha. Justru dia sangat ingin bekerja di perusahaan besar dan bergaji tinggi.

Begitu sudah diterima bekerja di perusahaan besar. Justru Bahlil berbalik untuk membuka perusahaan sendiri. Tercatat pengusaha muda ini memiliki tiga perusahaan, yakni PT. Bersama Papua Unggul, PT. Dwijati Sukses, dan PT. Rifa Capital, memulai usaha tanpa bantuan hutang Bank.

Kunci Sukses Pengusaha Bahlil

Kepercayaan merupakan modal utama pengusah muda. Jaringan berdasar kepercayaan bisnis biografi Bahlil Lahadali. Pengusaha muda yang satu ini mengaku punya pandangan tentang Bank. Mereka tidak percaya akan kemampuan biografi Bahlil Lahadali.

Justru ketika bisnis berkembang, dari pihak Bank menawari sendiri uang modal usaha di tahun 2009. "Saya tidak pernah merengek," tutur pengusaha ini. Menjadi sosok pemula dalam berwirausaha pasti tidak mudah. Mendapatkan kepercayaan Bank baginya hampir tidak mungkin.

Pengusaha muda harus mampu menunjukan kerja keras dulu. Dari biografi Bahlil Lahadali, anda mungkin tidak membutuhkan suntikan modal Bank. Tetapi membuka usaha besar butuh biaya tidak sedikit. Sukses menjadi sosok pengusaha muda kepercayaan uang datang sendiri.

Prinsip sejajar dengan siapapun harus ada. Sebagai pengusaha muda, jangan sampai mau didekte oleh siapapun termasuk pihak Bank. Bahlil menyebut bankir di Indonesia berbeda. Posisi tawar di luar negeri sejajar antara pengusaha dan Bank.

Kredit membangun bisnis lebih disukai Bank luar negeri. Jika pengusaha sukses, maka pihak dari Bank sendiri ikutan besar bisnisnya. Menurut dia pengusaha muda harus ekstra bekerja keras di Indonesia. Pemerintah dianggap belum hadir disaat pengusaha muda mulai merintis.

Bayangkan saja, di India ijasah S- 1 boleh menjadi jaminan pinjaman. Pola tersebut diharapkan untuk diterapkan terutama pinjaman usaha. Tidak harus sama persis mungkin agak diperketat. Utamanya kredit harus fokus untuk pengusaha pemula saja.

Indonesia memang kekurangan pengusaha. Ketika kekurangan daya dorong malah pemerintah tidak hadir. Ia sendiri aktif menjadi mentor pengusaha pemula. Dia tau bagaimana rasa berjuang dari nol. Pengusaha asala Fafak ini pernah menderita busung lapar, semua karena kemiskinan.

Menjadi pengusaha harus bekerja ikhlas. Jangan mengejar profit dunia saja, utamakan dulu menjadi seseorang bermanfaat bagi masyarakat. Banyak usaha diraih karena ikhtiar diberengi ikhlas. Kalau tidak bekerja ikhlas maka semua usaha kita akan sia- sia.

"InsyaAllah profit kita akan diterima di akhirat sebagai bentuk amal ibadah," jelasnya

Pengusaha Siap Bekerja Keras

Merunut kebelakang inilah biografi Bahlil Lahadalia. Anak buruh kasar yang tidak punya uang bisa sukses. Jujur tidak pernah berpikir menjadi pengusaha. Dia seperti kita yang hanya ingin jadi lebih baik. Hanya ingin bekerja kantoran dan mendapatkan gaji bulanan.

Ayah Bahli hanya menghasilkan uang Rp.7.500 per- hari. Ibu Bahlil adalah pembantu rumah tangga. Ia ketika kecil membantu berjualan kue buatan rumah. Anak mereka ada 9 orang, satu meninggal, jadi ada 8 orang anak dan dia adalah anak kedua.

Berasa beban biografi Bahlil Lahadali menjadi anak kedua. Masih ada banyak adik- adik dibelakang sana. Maka sejak sekolah dasar, dia sudah berjualan kue buatan ibu tanpa rasa malu. Demi bertahan hidup dirinya harus bekerja keras sejak dini, tanpa ragu.

Melalui jualan kue, maka dia mampu membeli buku sekolah. Dia bisa membeli mainan dan sepatu. Ini berlanjut menjadi kebiasaan wirausaha. Pekerjaan kondektur pernah dijabani ketika SMP. Pernah juga jualan ikan di pasar, menjadi helper excavator, dan tinggal di hutan ketika musim liburan.

Mencari uang merupakan keharusan bukan apa. Dia bahkan membiayai sendiri kuliahnya. Kedua orang tuanya tidak tau dia berkuliah. Dia berangkat merantau membawa ijasah, baju tiga, dan modal secukupnya ditambah SIM.

"Bawa kantong kresek, saya naik Perintis, dari Fafak ke Jayapura," jelas dia.

Disitu dia naik pesawat bersama kambing, keledai, dan kayu. Ketika teman lain berangkat kuliah, dia justru berjalan jauh hingga sampai ke Jayapura. Orang tua taunya dia berangkat untuk bekerja. Jadi ketika kuliah selesai maka orang tua bertanya,"dapat duit dari mana?"

Dia pamit hanya ingin merubah nasib. Meskipun mencari tidak ada kampus mau menerima dirinya. Namun, dia bisa tinggal di asrama, padahal bukan menjadi mahasiswa disana. Ketika teman- teman berangkat kuliah dia sendirian kebingungan.

Ketua asarama disana, yang kemudian jadi Wakil Gubernur Papua Barat, menyuruh Bahlil untuk jadi mahasiswa juga. Uang darimana mau Bahlil berkuliah ke kampus. Ia lalu memaksa Bahlil mendaftar menjadi mahasiswa.

Setelah mendaftar kuliah, lantas dia bekerja menjadi pendorong gerobak di pasar. Didekat asrama ada pasar menjadi tempat kerjanya. Jarak pasar ke keramaian memang lumayan jauh. Jarak 70- 100 m dijadikan kesempatan bisnis menjadi kuli angkut.

Memanfaatkan keadaan inilah dia mendapatkan upah Rp.200 perak. Apakah dia tidak malu bekerja menjadi kuli. Jujur perasaan malu memang ada, tetapi prinsip "malu kerja atau mati, atau jadi maling" memotivasi. Sejak SMP hidup di terminal, maka sudah pasti Bahlil adalah sosok nakal kala itu.

Soal masalah perempuan, dari biografi Bahlil Lahadali lebih memilih bersembunyi. Pernah menjadi peminum miras lumayan lama. Masuk dunia kuliah, dia malah menjadi aktivis bahkan menjadi senat, bahkan berkali- kali. "Saya enggak pernah dapat kiriman uang," jelas pengusaha ini.

Agar hemat ada cara khusus dilakukan. Ketika dapat uang untuk membeli beras. Dia makan setengah nasi dan setengah bubur. Biar mendapatkan banyak porsi dari beras sedikit. Tidak jarang dia makan mangga, buah- buahan sebagai pengganti makan.

Karir Pengusaha Bahlil

Biografi pengusaha Bahlil, dia pernah menderita busung lapar ketika Semester 6 kuliah. Benar- benar sakit bukan sekedar. Rasanya sangat sakit ternyata busung lapar. Namanya penyakit ini membuat dia sadar tentang kemiskinan. Dirinya berjanji akan menjadi orang sukses tidak miskin menderita.

Dia pernah bekerja menjadi marketing asuransi dan sekedar magang. Sebelum menjadi pengusaha, Bahlil pernah bekerja menjadi pegawai Sucofindo. Selesai kuliah 2002, terhitung kuliah Bahlil molor 7 tahun, dan harusnya dia sudah selesai S2- S3.

Begitu selesai kuliah dia juga aktif membangun perusahaan. Bersama teman asal Jakarta membangun bisnis sendiri. Mulai perusahaan konsultan kuangan dan IT. Diangkat menjadi pegawai dan menjadi direktur wilayah.

Usia 25 tahun akhirnya punya kesempatan memegang uang besar. Gaji melonjak sampai Rp.35 juta. Dia punya karyawan sampai 70 orang. Menjadi catatan bahwa rata- rata pegawai orang keuangan. Mereka juga lulusan kuliah UGM ataupun tamatan Jerman.

Butuh kemampuan leadership menjadi pemimpin. Mengatur orang, memaksa, mengangkat motivasi, tidak diajarkan di Kampus. Sosoknya dianggap mampu mengajak pegawai mengejar mimpi. Baginya menjadi pegawai merupakann satu pelatihan.

Disana dia mampu belajar menjadi pegawai. Menjadi pemimpin mampu menghasilkan profit sampai Rp.10 miliar lebih. Beruntung mendapatkan dua jabatan sekaligus. Bahlil diangkat menjadi pimpinan karena perusahaan baru. Dia mampu melipat gandakan profit dan sukses menghasilkan 10 miliar.

Bahlil bekerja keras agar perusahaan tidak salah pilih. Berubah jabatan sangat cepat, dia mendapat gaji Rp.35 juta, fasilitas rumah, mobil, dan perabotan. Karena sukses besar dia mendapatkan bonus Rp.600 juta ketika resign. Uang itulah dijadikan modal mendirikan perusahaan trading kayu.

Sekilas Info Usaha Kolam Pemancingan

Artikel Bisnis Soal Pemancingan


usaha kolam pemancingan

Sekilas info usaha kolam pemancingan. Apakah masih berpotensi menguntungkan ? Pada dasarnya kembali ke kreatifitasan kamu dalam memasarkan produk itu. Jika berbicara produk, apa produk dari pemancingan ikan? 
 
Apakah jasa, kami rasa ini tidak ada hubunganya sama jasa, toh jika si pemancing pulang tak dapat apa- apa, apa mereka akan kembali. Disinilah kembali perlu kejelian memulai berbisnis karena bisnis satu ini gampang- gampang sulit.
 

Info Usaha Pemancingan


Pengunjung memancing di kolam pancing apanya yang enak. Mereka enak karena bisa memancing secara mudah, mudah dapat dan mudah caranya. Para pemula tak perlu repot capek- capek menyiapkan tenaga, jauh berbeda jika memancing di sungai. 
 
Para pemilik kolam menyediakan ikannya dalam keadaan lapar agar mudah dipancing. Tapi kamu tidak boleh membiarkan mereka mati kurus dan kelaparan. Pastikan waktu agar bisa sesuai.

Jika melihat dari prospek bisnisnya kolam pemancingan bisa jadi bisnis menggiurkan. Pengelolaan yang baik ditambah sedikitinya persaingan bisa jadi alasan. Siapa sih mau tanahnya dijadikan empang kata mereka orang tinggal di Jakarta. 
 
Dengen sedikit inovasi dan kreatifitas sekali lagi, bisnis ini bisa diutak- atik jadi bisnis serba usaha. Penggermanya pun beragam tak melulu orang tua, anak- anak saja, bahkan wanita bisa saja ikut menikmati.

Ini bukan memancing di tempat terbuka kita tau kapan kailnya akan dimakan. Semua orang bisa memancing di kolam bukan. Usahnya bisa saja tanah milik sendiri atau dengan sedikit kerja sama. Bisa saja pemilik lahan akan rela menyewakan tanahnya diubah jadi kolam. 
 
Tentu ini akan menambah modal kamu lagi. Kita bisa saja langsung membeli kolam jadi ataupun kalau tidak kita bisa membuat kolam terlebih dahulu. Setelah ada beberapa kolam maka kita bisa mengisi bibit ikan antara lain ikan mas, bawal, gurame, patin ataupun nila.  
 
Jika kita ingin cepat memulai maka masukkan saja ikan yang mampu menarik minat banyak konsumen. Kita bisa saja menyatukan usaha kita dengan rumah makan. Kamu cukup mangajak kerja sama lain, kamu jadi pemilik tanah sumber ikan, sedangkan orang lain membuka rumah makannya diatas tanah kamu.

Tarif pembayaran bisa dihitung dari berat ikan diperoleh saat memancing atau bisa juga tarif dihitung dengan tarif kolam harian. Misalnya jika menerapkan tarif hasil ikan diperoleh, Tombro harga per- kilogramnya bisa Rp 23.000, Nila Rp 21.000 dan Lele Rp 16.000 per kilogram. Dan,, jika menerapkan tarif kolam bersifat sewa harian yaitu pemancing hanya bayar tiket berkisar Rp 15.000 – Rp 50.000 berapa pun banyaknya ikan bisa dibawa.

Kerajinan Limbah Pisang Laku Jutaan

Profil Pengusaha Sholikin 

 
kerajinan lukisan pisang
 
Untung kerajinan limbah pisang laku jutaan. Itulah yang tengah dicoba seorang Sholikin. Dan hasilnya, sebuah lukisan cantik, dari batang pohon pisang yang biasanya dibiarkan membusuk dan jadi limbah setelah buahnya dipetik. 
 
Dia hanyalah warga kampung Desa Combongan, Kecamatan Sukoharjo, yang punya cita rasa seni bagiaman agar limbah pohon pisang bisa dimanfaatkan. Caranya bagaimana? Bagaimana cara mengolah batang pisang menjadi lukisan. 
 

Usaha Lukisan Pelapah Pisang

 
Pertama- tama, Sholikin mengumpulkan pelepah pisang yang banyak di belakang rumahnya. Pelepah itu dikumpulkan, kemudian dikeringkan. Setelah benar- benar kering barulah diubah menjadi lukisan. Untuk membuat satu lukisan kamu cukup membutuhkan dua- tiga buah pelapah pisang. 
 
Semuanya telah diseleksi dan dibentuk sesuai keinginan. Setelah pelapah pisang cukup. Cukuplah Sholikin menempelkan mereka diatas sebuah papan. Lantas ia memberikan lem pada pelapah pisang yang disusun sesuai desain lukisan. 
 
Satu- persatu itu ditempelkan hingga membentuk gambar. Jika dilihat kita tak akan menyangka bahwa itu terbuat dari pelapah pisang. Sebuah usaha yang telah dilakoninya sejak 1980, dimana ia sukses membantu berbagai gambar lukisan dari bentuk masjid, pemandangan alam, dan bentuk lain.

Pelanggan setianya datang dari tetangga, tidak jarang mereka meminta lukisan khusus. Ayah dari satu anak ini bisa membuat dua buah lukisan kecil dan satu lukisan besar dalam sehari. Ia menyebut sebenarnya bisa saja menggunakan bahan lain. 
 
Tapi kelembutan serat pisang membuat lukisannya mudah dibentuk. Hasilnya juga lebih bagus dari bahan umum dengan limbah kayu contohnya. Selain itu proses pembuataany juga jatuh lebih mudah dan murah. Semua cuma butuh ketrampilan dan kreatifitas.

Harga perlukisan dipatoknya seharga Rp.30.000 dan termahal Rp.300.000. Semuanya akan tergantung akan tingkat kesulitan, ukuran, jenisnya. Tidak hanya berhenti di usaha lokal. Ia juga telah merambahkan usaha lukisan pelapah pisang hingga berbagai daerah di Jawa dan Bali. 
 
Selain sibuk membuat berbagai hal dengan limbah pisang. Ternyata, sosok Sholikin juga dikenal sebagai pembicara, utamanya itu tentang bagaimana mengolah berbagai kerajinan dari bahan limbah.

Entri yang Diunggulkan

Biografi Jack Ma Orang Terkaya China Alibaba