Biografi Muhammad Yunus Solusi Mengatasi Kemiskinan

Biografi Muhammad Yunus

 


 
muhammadyunus.png
 
Solusi mengatasi kemiskinan dunia adalah entrepreneurship. Biografi Muhammad Yunus memberikan penjelasan tersebut. Dia meyakini bahwa kemiskinan berawal struktur, kebijakan itu sendiri, dan pula sistem di masyarakat. Membiarkan kemiskinan, berarti kita memberikan mereka posisi mengemis.
 
 
Padahal jumlah pengusaha sendiri tak sampai lima persen dari penduduk Indonesia, apa yang salah jadi pengusaha?Ini bukanlah pertanyaan tapi renungan. Apa yang bisa dilakukan seorang pengusaha salain membuka lapangan kerja baru, ialah mereka bisa mempercepat penanggulangan kemiskinan.

Pengusaha Rakyat


Adalah Penerima Nobel Perdamaian dan seorang pengusaha, lantang mengatakan bahwa setiap orang memiliki potensi untuk menjadi seorang wirausaha (entrepreneur), bahkan tak hanya itu, setiap orang juga bisa aktif mengejar keuntungan sembari menolong sesamanya dalam perjalanan. 
 
Langkah ini diperlukan untuk melakukan perubahan sosial yang signifikan di muka bumi ini. Kami menyebut orang- orang yang sukses entrepreneurship ini dengan pengusaha sosial.

"Perlu ada desain ulang sistem untuk membenahi persoalan kemiskinan. Hampir di semua negara sebenarnya sistemnya sama untuk membenahinya," ujarnya dalam dialog  "Sociopreneurship: Unlocking Indonesia’s Great Potentials" di Universitas Paramadina, Jakarta. Dan Biografi Muhammad Yunus sendiri dikenal akan keberhasilannya mengatasi kemiskinan di Bangladesh. 
 
Dia dikenal karena suka rela membantu dengan koceknya sendiri. Pria kelahiran Chittagong, East Bengal, kini Bangladesh pada 28 Juni 1940, awalnya seorang bankir Bangladesh yang tengah mengembangkan konsep kredit mikro, yaitu pengembangan 
 
Ppinjaman skala kecil untuk usahawan miskin yang tidak mampu meminjam dari bank umum (tidak bankable). Tujuan dari kredit mikro melalui Grameen Bank itu sendiri adalah untuk  wirausaha. Anak ketiga dari tiga bersaudara. 
 
Ayahnya adalah Hazi Dula Mia Shoudagar, perhiasan, dan ibunya adalah Sufia Khatun. Masa kecilnya dihabiskan di desa. Pada tahun 1944, keluarganya pindah ke kota Chittagong, dan ia pindah dari sekolah desanya untuk Sekolah Dasar Lamabazar. 
 
Pada tahun 1949, ibunya menderita penyakit psikologis. Pada tahun 1957, ia terdaftar di Departemen Ekonomi di Universitas Dhaka dan menyelesaikan gelar BA pada tahun 1960 dan MA pada tahun 1961.

Sociopreneurship


Penerima penghargaan Presidential Medal of Freedom dan Congressional Gold Medal ini menjelaskan sebenarnya tak terlalu sulit untuk memberantas kemiskinan. Tapi, tentunya hal itu harus didukung kreativitas, dan berpikir diluar kebiasaan "out of the box".

Yunus mencontohkan, melalui bisnis wirausaha sosial ini, Yunus menggunakan sistem kelompok solidaritas, yaitu membentuk berbagai kelompok kecil informal untuk bersama- sama mendapatkan pinjaman dan saling mensuport mitranya dalam pengembalian. 
 
Setiap anggota akan mendukung satu sama lain untuk membayar pinjaman dan meningkatkan kualitas hidup bersama.

"Ini memang diluar logika memberikan pinjaman kepada orang yang tidak punya duit bahkan tanpa dokumen legal. Murni berdasarkan kepercayaan," katanya. Hasilnya luar biasa, Grameen Bank saat ini memiliki 8,4 juta peminjam di mana 96 persen di antaranya mereka yang perempuan. 
 
Ia aktif mengembangkan berbagai inisiasi untuk rakyat miskin seperti Grameen Phone, operator seluler terbesar Bangladesh, yang sebagian besar pelanggannya merupakan mereka yang miskin.  Bahkan, Grameen Bank ini memiliki beberapa kantor cabang seperti di New York City, Los Angeles, dan San Fransisco.

Di tahun 1986, melalui sebuah pertemuan dengan penduduk miskin di desa Jobra di dekat kampu Chittagong University, ia menemukan konsep microcredit yang kemudian menjadi basis Grameen Bank. Ia menemukan bahwa pinjaman yang sangat kecil bisa membuat perbedaan yang tidak proporsional untuk orang miskin. Perempuan desa yang membuat mebel bambu harus mengambil pinjaman berbunga melalui rentenir untuk membeli bambu, dan membayar keuntungan 10%.

Dari bank-bank tradisional, mereka menolak memberikan pinjaman kecil dengan bunga yang wajar kepada orang miskin karena risiko tinggi default atau gagal membayar. Itu juga termasuk syarat- syarat yang rumit dalam pengurusan. Jadilah rentenir pilihan terbaik bagi wanita- wanita miskin asal Jobra. Kala itu Yunus bersedia meminjamkan US $ 27 dari kantungnya sendiri untuk 42 perempuan di desa kala itu, yang membuat keuntungan BDT 0.50 (US $ 0,02) setiap pinjaman.

Dalam hatinya percaya bahwa jika diberi kesempatan orang miskin akan bisa mengembalikan uang tersebut penuh. Yunus menemukan bahwa pinjaman dengan jumlah kecil dan bunga yang masuk akal tidak hanya membantu mereka bertahan hidup tetapi juga menimbulkan inisiatif pelaku usaha untuk keluar dari jurang kemiskinan. Ini seperti memberikan mereka pancingan menurut kami. Tepat di tahun 1976, seorang Yunus memutuskan mengajukan pinjaman ke Janata Bank kemudian memberikan pinjaman kepada orang miskin.

Proyek Yunus ini ternyata berkembang pesat dan pada 1982 telah mencapai 28 ribu anggota. Semakin membesar, maka pada 1 Oktober 1983 Yunus bersama rekan-rekannya mendirikan Grameen Bank. Grameen Bank yang berarti bank desa ini didirikan dengan berdasarkan prinsip-prinsip kepercayaan dan solidaritas. Grameen fokus untuk memberikan pinjaman untuk masyarakat miskin, khususnya kaum perempuan, dengan jumlah kecil dan dengan bunga yang rendah.

Ia lantas dianugerahi Hadiah Nobel Perdamaian 2006, bersama dengan Grameen Bank, atas upaya mereka untuk menciptakan pembangunan ekonomi dan sosial.

Website: www.grameen-info.org

Sumber: Wikipedia.org, Suarapembaruan.com

Bisnis Keramik Ekspor Pengusaha Roy Wibisono

Profil Pengusaha Roy Wibisono

 

bisniskeramik.png
 

Prospek bisnis keramik ekspor ternyata tidak memerlukan modal besar. Pengusaha Roy Wibisono menginspirasi kita akan keyakinan. Ada keraguan akan modal serta tempat berjualan. Bisakah Roy menjalankan bisnis yang terdengar sulit dikembangkan.


Ia merupakan pemilik usaha keramik bernama Naruna. Tidak sampai dua tahun sudah usahanya dikembangkan. Dia berhasil menjadikannya sumber penghasilan. Ketika usahanya dimulai 2019, dia bersama tiga orang pegawainya, bermodal seadanya membuka workshop berbekal garasi mobil rumah.

 

Prospek Bisnis Keramik


Buat marketing, dia memakai internet gratisan lewat pedagang sebelah rumah. Buat membakar keramik ia bahkan memakai batu bata bekas. Itu karena ia hanya memiliki modal sedikit. Dia tidak memiliki modal produksi tinggi. Tidak pula memiliki tempat bagus. 

 

Roy justru memiliki 4 cara menebalkan bisnis dimasa pandemi. Bila pengusaha banyak gulung tikar, Roy malah memulai ketika menjelang pandemi. Di tahun- tahun covid 19, usahanya malah mampu menghasilkan untung hingga bisnis keramik ekspor keluar negeri.


Pertama dia mengatakan bahwa bangun produk kuat. Harus cantik. Memiliki nilai tambah dan juga memakai material terbaik. Agar produk kuat Roy memilih mempelajari kebutuhan pasar. Roy lakukan penelitian mengenai karakter dan desain.


Dia mencari desain dibutuhkan masyarakat. Melakukan riset mengenai cara membakar keramik. Dia juga meriset mengenai material terbaik. Bagi Roy, produk terbaik akan mengundang pembeli walau tanpa promosi. Ia mendorong pengusaha membuat produk beciri khas unik berkualitas.


Roy menekankan mengikuti tren di masyarakat. Misalnya dia menjelaskan, kalau mau jualan keripik, kalau cuma keripik maka sulit dijual. Keripik harus enak. Harus melalui riset, dicoba, buat formula keripik yang enak terus orang beli enak, keripik kriuk, orang pasti repeat order.


Kedua, kuat dalam riset, dimana Roy lah yang menjadi penanggung jawab melakuka riset. Berbekal latar belakang pendidikan Kimia Universitas Dipenogoro, dia pantas menguasai cara membuat formula keramik yang kuat tahan gores.


Ketiga, perkuat marketing, ini tak kalah penting diperkuat apalagi dikala pandemi. Buat eksistensi bisnis dia mempekerjakan 20 marketer berbasis online. "Jika kita hanya kuat di desainnya saja, tetapi enggak menjual, ambyar," tuturnya.


Begitu sebaliknya bila kita kuat dijual, bisa menjual, tetapi desainnya tidak masuk, jangan harap bisa berkembang. Ini merupakan cara eksis selama pandemi. Keempat perkuat produksi, Roy menekankan efektivitas produksi.


Roy menekankan produksi semua lini bisa berlangsung dengan lebih efektif dan efisien. Roy meyakini bahwa merintis bisnis ketika pandemi harus kuat dariawal. 

 

"Pandemi tidak hanya menyerang industri kecil, menengah, atau besar. Dia enggak pandang bulu. Dia hanya melihat sistem bisnis kita bagus atau tidak," imbuh Roy.


"Kalau sistem bisnis kuat, dari riset, semuanya kuat, pasti kita menang, pasti omzet kita naik," Roy menjelaskan. Roy sukses membesarkan Naruna. Berkat empat jurus tersebut membuat usahanya dapat bertahan, bahkan menghasilkan omzet naik 19 kali lipat.


Dulu dia cuma memiliki 3 orang karyawan, sekarang memiliki 73 karyawan tetap, 40 karyawan khusus borongan. Roy tiap hari memproduksi 4000 cangkir handmade. Jumlah konsumen Naruna naik tidak kurang 65 ribu pelanggan, dan 6.750 kostumer loyal repeat order.


Berkat penjualan online bertahap Roy membangun galeri. Sekarang galeri telah terbangun 90% berupa bangunan. Diharapkan setelah pandemi maka orang akan datang berkunjung. Orang akan datang ke galeri buat wisata keramik.


Ia pun memberikan semangat palaku UMKM di Indonesia, agar tidak menyerah dan mengembangkan bisnis mereka. "Tetap semangat. Pandemi pasti berlalu. Jika kita sudah menyiapkan bisnis kita, memperbaiki bisnis kita," jelasnya kepada pewarta Tribunnews.com.

Artis Sekaligus Pengusaha Bakso Marcell Darwin

Profil Pengusaha Artis Marcell Darwin 


artispengusaha.png
 
Artis sekaligus pengusaha bakso Marcell Darwin. Mungkin beberapa diantara kita merasa risih. Kadang kita mikir mereka gak laku atau merebut rejeki orang. Tidak semua orang berpikir begitu. Tetapi percayalah mereka juga merasakan susahnya membangun pasar. 
 
Bisnisnya memang anti- mainstream dibanding artis- artis lain. Bila beberapa artis lain memilih untuk membuka restoran, bisnis kosmetik, tetapi bukan pabrik bakso.

Entah dapat ide dari mana. Tetapi nyatanya bisnis Marcell mulai berjalan baik. Dalam lima tahun omzet bisa mencapai Rp.10- 20 juta. Namun bagi pengusaha bisnis umur lima tahun masih tergolong muda. Ia mengatakan butuh pematangan.
 

Pengusaha Bakso Artis


"Namanya pabrik baru, nggak bisa cepat, matengin dulu," tuturnya. Kalau masalah modal Marcell sudah mendukungnya setahap- demi setahap. Hanya masalah SDM masih dirasanya kurang memadai.

Tiga tahun pertama menjadi ujian bisnis baksonya. Tahun suram begitu Marcell mendiskripsikan tahun itu. Ia sempat ditipu orang. Terkena isu bakso babi. Sempat hampir tutup tetapi dia perjuangkan kembali. Dan akhirnya lancar sampai sekarang.

"Pernah rugi karena duitnya dimaninin," kenang Marcell yang semakin hati- hati mengatur kas perusahaan. Dia meyakini setiap itu merupakan pelajaran sebagai pengusaha muda.


Menjadi produsen bakso berapa sih modalnya. Perkiraan menurut Kontan sekitar Rp.10 juta bisa kok. Ada beberapa cara membuka bisnis bakso. Dari menjual sendiri baksonya atau menjadi suplier bagi pedagang bakso. Kalau pakai sistem titipkan ke penjual bakso maka modal kamu akan membengkak.

Sistem mereka pakai konsinyasi atau bayar setelah laku. "Sistemnya mereka utang dulu," jelas Marcell. Nanti mereka bayar kalau sudah seminggu bahkan dua minggu. Dengan usaha yang mulai mapan Marcell bisa menentukan dijual ke siapa dan masih bisa berjualan sendiri.

Dia memilih opsi siapa yang bisa beli baru bisa kerja sama. Jadi cash flow -nya lancar kalau mau menjadi pemasok Bakso Salsa -nama usaha bakso Marcell Darwin. Apa perlu diperhatikan lainnya adalah masalah mesin dan tentu lokasi karena berpengaruh kepada pemasaran.

Contoh Bakso Salsa di Jakarta Selatan, karena tidak mengandung bahan pengawet, mangkanya distribusi sekitaran Jabodetabek saja. Kalau kelamaan nanti bakso bisa jamuran. Salah satu strategi bisnis jualannya lewat layan delivery order. Kalau dulu sebalum BBM naik masih bebas, sekarang mah pakai minimum order.

Sukses berbisnis bakos apa yang dilakukan Marcell Darwin selanjutnya? Apalagi kalau bukan membuka usaha lainnya. Dia memang sudah diajari untuk hidup beretos kerja tinggi. Business is business itulah satu penggalan kalimat profesionalitas Marcell.

Setelah sukses bakso kini dia membuka usaha warung kopi. Semua berawal dari tongkorongan, iseng kok kepikiran bikin warung kopi, jadilah bisnis tersebut. Dia kemudian jadi public- relation dan memodali. Ia menyerahkan bisnisnya dikerjakan orang lain. Ternyata keuangan semua bisnisnya diserahkan ke mamah Marcell.

Jujur mengakui dia orangnya masih boros. Marcell Darwin menarget pasar anak muda. Ide sederhana kok bukan kayak coffee shop gitu. Buka warung kopi tetapi berkonsep restoran santai. Uniknya ketika ada saudara mereka harus tetap bayar. "Manajemen tetap, business is business, nggak ada yang gratis."

Warung kopi beneran kayak warung kopi. Bahkan dia membawa langsung konsep dari Jawa. Mulai dari tata ruang, aksesoris, pernak- pernik khas warung kopi. Nama bisnisnya Cafe KingXkong, dibuka di Pasar Impres, Radio Dalam, Jakarta Selatan.

Bisnis Marcell tidak tergesa- gesa. Semua sudah diperhitungkan termasuk soal tempat. Strategis karena di depan kampus. Apalagi Marcell punya klub montor bisa dah nongkrong. Selain kopi ada musik yang akan menemani telinga pengunjung. Di malam khususnya, musiknya beda, bahkan ada yang bawa musik sendiri.

Kalau dibilang udah balik modal belum. Marcell sadar bahwa bisnis tidak bisa cepat. Yang penting sudah keliatan marketnya. Dia juga berjualan pernak- pernik kecil- kecilan. Marcell memang senang wirausaha jadi jalaninya enjoy. Bahkan rencana ekspansi ke luar kota itu ada. "... kita mau ekspansi," tegasnya.

Berbisnis sambil menjalankan karir akting. Marcell mendapatkan dukungan dari tim management. Tapi ia tetap tidak meninggalkan perkembangan bisnisnya sedikit pun. "Gue syuting, pabrik bakso mama jalanin. Gue lebih ke managemennya aja," tutupnya.

Kisah Pendiri Startup SehatQ Pengusaha Linda Wijaya

Profil Pengusaha Linda Wijaya

 

lindawijaya.png
 

Pengusaha Linda Wijaya merupakan sedikit dari banyak pendiri startup Indonesia. Simak kisah pendiri startup SehatQ  membangun kesehatan bangsa. Wanita memang sudah tidak boleh dipandang sebelah mata. Telah banyak mereka mendirikan perusahaan dan atau memimpi perusahaan.


Linda merupakan lulusan Master Industrial Engineering dari University Michigan. Ia mulai kembangkan aplikasi miliknya semenjak November 2018. Dalam kurun 10 bulan, dia bersama timnya gencar untuk melakukan perkenalan.

 

Layanan Kesehatan


Mereka juga terus melakukan ekspansi layanan. Peluncuran resmi aplikasi SehatQ baru di 25 September 2019 silam. Linda merupakan ibu dua orang anak. Merasakan keresahan begitu rumit birokrasi kesehatan kita. Sempat dia kesulitan ketika hamil besar, sementara anak sulungnya demam.


Pusing Lindah diminati aneka hal sampai akhirnya mendapatkan layanan. Padahal dia tengah hamil 8 bulan. Anaknya demam tinggi 40 derajat, jadilah buru- buru berangkat ke rumah sekit. "Tapi apa yang saya alami waktu itu benar-benar menyiksa, saya harus menunggu sampai 5 jam," kenangnya.


Hamil gede kan capek tetapi masih disuruh mengurusi persyaratan. Proses birokrasi menambah lama, padahal itu malam hari, udah gak ada orang ngantri tetap lama nunggu. Ini telah menjadi rahasia umum tantangan pelayanan umum rumah sakit.


Banyak kelengkapan administrasi sebelum dilayani dokter. Ia berharap, ada tempat lebih simple, yang enggak terlalu ribet, dan punya banyak waktu mengurus keluarga kita. Dengan SehatQ diharapkan tinggal one click layanan.


SehatQ lebih menyediakan open platform. Tidak menginginkan monopoli layanan. SehatQ dihadirkan berdasarkan kebutuhan pasien. Dalam kurun waktu 10 bulan, semenjak pertama diluncurkan platform SehatQ telah memiliki 3,2 juta pengguna. Linda pun menargetkan 6 juta pengguna hingga akhir 2019.


SehatQ memiliki fitur Chat Dokter dan Booking Dokter. Juga menghadirkan layanan konten kesehatan valid. Pasien dapat berhubungan chat dengan dokter di Ikatan Dokter Indonesia (IDI). Konsultasi tidak dipungut biaya. 

 

Chat akan disimpan menjadi rekam kesehatan akun SehatQ dan menjadi catatan medis digital. Nanti dapat dicetak atau dilihat rekam medisnya. Booking Dokter memberikan informasi status dokter di rumah sakit atau klinik sekitar.


Pengguna dapat menentukan jadwal periksa tanpa tunggu lama. Ia mengingatkan bahwa keberadaan SehatQ bukan menggantikan dokter. Pengusaha Linda Wijaya bahkan berharap terjadi kerja sama dari berbagai pihak.


Kan tujuannya mempermudah masyarakat mendapat layanan. Dalam benaknya ada tiga holly trinity: pasien, asuranasi dan lainnya, dan pemberi fasilitas kesehatan. Dan Linda memperhatikan sekali tiga hal ke dalam aplikasi SehatQ.


Masalah keamanan data sudah terenskripsi demi keamanan. Ia memastikan bahwa SehatQ akan selalu menjaga data pasien. Fitur chat tidak dapat diakses kecuali oleh pasien dan dokter. Uniknya dokter tak diperbolehkan mendiagnosa secara online, dilarang memberi resep online, belum ada regulasinya.


Diceritakan bahwa SehatQ merupakan aplikasi self medication. Pengguana kebanyakan bukanlah dari mereka yang memembutuhkan resep dokter. Ada 60 sampai 70 persen penggunannya, yang adalah penderita penyakit ringan saja.


Ada 12 dokter bekerja sama dan 40 dokter akan bergabung pada 2019. Untuk Booking Dokter telah terintegrasi dengan 8000 pihak seluruh Indonesia. Pengusaha Linda Wijaya sendiri merupakan putri Teguh Ganda Wijaya. Seperti namanya dia adalah cucu dari pendiri Sinarmas, Eka Tjipta Widjaja.

Pengusaha Dewi Tanjung Bisnis Waralaba Souvenir

Profil Pengusaha Dewi Tanjung Sari


bisnis waralaba souvenir

 
 
Ini kisah pengusaha Dewi Tanjung Sari, wanita 33 tahun, yang memulai bisnis waralaba souvenir pernikahan. Dewi menjadi contoh nyata kegigihan untuk mencapai cita- cita. Apa yang dia inginkan telah tercapai, walaupun bukanlah mudah. 
 
Dia ingin menjadi pengusaha tetapi belum tau mau usaha apa. Dewi ingin menjadi pewirausaha sukses. Sebagai anak yatim sejak kecil, mentalnya telah terlatih untuk hidup mandiri. Ibu Dewi bekerja sebagai pembantu rumah tangga. Sosoknya menginspirasi hidup Dewi agar bisa menjadi orang sukses kelak.

Merintis Bisnis Souvenir

 
Ia ingin mensejahterakan orang tua satu- satunya. Maka Dewi memulai bisnis sejak awal mengambil kuliah program diploma III di Universitas Brawijaya, Malang. Dewi telah mengembangkan bisnisnya baik dalam kendala dan hambatan, sembari kuliah hasilnya cukup untuk membantu keluarga.

Setelah mengambi Program Diploma, Dewi berkuliah Program Sarjana di IKIP Budi Utomo. Bisnis Dewi semua bermula dari keinginan untuk membantu sang ibu. Dia ikut membantu agar ibunya bisa membuka warung.

Sejak masuk kuliah di Brawijaya, tahun 2003 -an, Dewi sering sepulang sekolah mencari daun- daun kering. Entah kenapa begitu mungkin bentuk keisengan tersendiri. Namun lambat laun, muncul ide untuk membuat kerajinan, maka dikumpulkannya daun- daun lagi.

Ia ingin merubah limbah di penjuru kampus menjadi kerajinan. Daun- daun kering tersebut lalu mulai dibersihkan, kemudian dikeringkan, dan dibentuknya menjadi sesuatu. Daun- daun tersebut lantas Dewi bentuk menjadi figura foto lucu, kotak pensil, undangan, dan bentuk kerajinan lain.

Hasil penjual kerajinan tersebut tidaklah banyak di awal. Ia hanya menjual 50 ribu, dan itupun dijual kepada teman- temannya di kampus. Jika ada pameran kerajinan di kampus, pastilah produk miliknya laku keras -terjual habis. Dewai lantas bertekat untuk menekuni bisnis ini lebih lanjut.

Suatu hari di tahun 2005, dia bertemu pengusaha karajinan dari produk limbah. Sang pengusaha lalu memesan produk kerajinan berbagai jenis. Dewi senang karena mendapatkan pesanan banyak. Itu sangat banyak buat seorang Dewi yang masih merintis usaha.

Sejak itulah usahanya berkembang pesat tak terbendung. Semula semua produksi ia lakukan secara sendiri, sekarang melibatkan 16 keryawan lepas yang merupakan tetangganya sendiri. Diluar dugaan, tahun 2007 -an, pengusaha eksportir kerajinan limbah itu harus menutup bisnisnya atau bangkrut.

Ini membuat Dewi memutar otak agar mempertahankan jalannya roda bisnis. Ia bingung bagaimana agar bisa mengelola usaha secara sendiri. Dia kebingungan akan nasib produk kerajinan yang telah ia selesai produksi. Ia harus mencari cara agar produknya cepat laku terjual.

Untuk sementara proses produksi dihentikan. Itu berarti juga menghentikan para pekerja lepas. Dewi lalu menjual dan menitipkan produk- produk sisa ke teman kampusnya. Dewi juga memajang produk tersebut di warung ibunya, berharap karyawan kantor di depan warung akan membeli.

Suatu hari ada orang belanja yang di warung ibunya menanyakan. Dia tertarik salah satu produk yang Dewi ciptakan. Pembeli tersebut kemudian membeli 750 pcs atau seharga Rp.15000 /pcs, yang kemudian dijadikan merchandise perkawinan.

Bukan main senangnya Dewi mendapatkan pesanan lagi. Kesempatan itu berlanjut menjadi produk merchandise De Tanjung. Tiap produk diberi nomor telephon, alamat, dan website usaha. Selain itu ia berani menitipkan produk- produk itu ke Gramedia, serta pusat kerajinan berbentuk konsinyasi.

Menjadi Pengusaha


Hasilnya ternyata memuaskan lebih dari harapan. Ternyata cara marketing seperti itu mampu menarik pembeli. Tidak cuma membeli sekali tetapi mengingat mereknya, siap pembuatnya, dan menjadi pelanggan tetap produk De Tanjung.

Sebuah marketing dari mulut- ke mulut. Selepas itu. Dewi jadi lebih rajin mengunjungi event fashion show dan aneka wedding expo yang diadakan di berbagai kota. Tujuannya mencari tau tentang tren terbaru dalam industri, terutama yang berkaitan bisnis pernikahan.

Secara periodik, Dewi bekerja sama dengan beberapa pragawati untuk pemaran souvenir dan kartu undangan perkawinan. Ini karena pernak- pernik, souvenir, dan kartu undangan sudah masuk menjadi lifestyle bukan sekedar untuk pernikahan.

Khususnya bagi mereka kelas menengah atas sangat tertarik. Dewi pun menyediakan aneka produk berbagai harga. Dia menyiapkan dari termurah Rp.3.000 hingga Rp.50.000 per- pcs. Produk- produk itu akan disesuaikan kebutuhan pelanggan bukan sekedar membuat

Anak tunggal pasangan almarhum Adi dan Suharti, yang tak segan memperluas pangsan pasarnya melalui waralaba. Usaha ini ternyata terbukti ampuh membuka berbagai mitra pewaralaba souvenir. Produknya kini bisa ditemui di berbagai kota dari Malang, Bontang, Palu, Bekasi, Cirebon, bahkan Papua.

Berkat marketing pintar, omzet bisnisnya juga meningkat, dari yang sebelumnya cuma Rp. 650 juta di tahun 2008, meningkat menjadi Rp. 935 juta di 2009, dan di tahun 2010 lalu, omzet usahanya telah tembus mencapai Rp. 1,1 miliar, dimana keuntungan bersih Rp. 273 juta.

Dia, kini, mempekerjakan 52 orang di pusat produksinya. Sebagian mereka bekerja adalah anak- anak muda sekitar rumah. De Tanjung, bendera bisnis miliknya telah berumur 11 tahun dimana omzetnya mencapai Rp.2 miliar. Sang pemilik pun dianugrahi berbagai penghargaan atas bisnis dan usahanya kini.

"Bagi saya karyawan- karyawan inilah yang membantu usaha saya berkembang menjadi besar," ujar pengusaha muda Dewi Tanjung.

"Ini buah kesabaran, ketekunan, dan yang paling utama berani bermimpi," cetus Dewi, yang terlihat memasang raut wajah gembira. Dia salah satu pemenang Wrausahawan Mandiri di 2011 bersama 180 peserta. Yang mengejutkan ketika Dewi mengungkapkan modal usaha ini cuma Rp.50 ribu.

Kontak:

Email: de_tanjung@yahoo.com
Facebook: Dewi Tanjung
Alamat: Jl. Mondoroko tengah 19 A, Singosari – Malang

Entri yang Diunggulkan

Biografi Jack Ma Orang Terkaya China Alibaba