Perpustakaan pengusaha berisi 1000 profil dan biografi pengusaha sukses. Baca, pelajari, tiru dan kembangkan bisnis kamu sendiri. Gratis!
Startup TheLorry Cerita Pengusaha Diko Merintis Usaha
Profil Pengusaha Alzamendi Oatryany
Startup TheLorry
Biografi Harry Kiss Pengusaha Sound System
Biografi Pengusaha Ayah Vidi Aldiano
Berikut biografi Harry Kiss atau pengusaha ayah Vidi Aldiano. Ia merupakan pengusaha sound system. Ingat bahwa peluang bisnis datang darimana saja. Hobi sepenuh hati bisa berubah menjadi bisnis. Ini kisah hobi elektro membawanya menjadi pengusaha speaker.
Bisnis Harry Kiss
Waktu itu pihak Universita Indonesia mencanangkan dosen full time. Wajib bagi jabatan dosen untuk bekerja tanpa menyambi. Ia sendiri tengah dipasrahi mengurusi bisnis Puspita Record. Pak Hartono pemilik Puspita Recor meminta tolong, sosoknya sudah seperti ayah sekaligus guru wirausaha Harry.
Dari Pak Hartono, ia mantab berbisnis event organizer kemudian melangkah ke bisnis audio. Untuk bisnis EO sendiri muncul tiba- tiba. Awal Harry ditugasi mengadakan kaset oleh Puspita Record. Lalu merambah bisnis lain ditangan Harry, sebagai pimpinan perusahaan.
Mereka membuat dan pengadaan kepingan kaset berisi rekaman presentasi Network21 atau Amway. Meskipun ternyata rekaman presentasi Network21 tidak sebanyak diharapkan. Harry yang sempat kegirangan akan mendapatkan pesanan 5000 kaset ternyata cuma 150 kaset.
Inilah lika- liku menjadi pengusaha. Sampet kecewa tetapi tetap profesional menjalankan perusahaan. Dia terus bekerja. Perusahaan kemudian mendapatkan pesanan lain. Hingga total 10.000 kaset per- bulan dapat dibukukan oleh Harry.
Mengamati bisnis Network21 muncul ide. Dia membayangkan bisnis EO. Kemudian lahir EO yang bernam Harry Kiss Production. Proyek awal memberikan tempat untuk agen Network21 berkumpul. "Kalau saya tidak jeli melihat peluang kecil, saya tidak akan menjadi seperti sekarang," jelas dia.
Memulai bisnis baru ketika masih memiliki usaha. Harry memutuskan melepas bisnis sebelumnya. Ini bukan berarti perusahaan berhenti berjalan. Hanya ia melepaskan tanggung jawab mengambil keputusan tertentu. Mulai bisnis EO kemudian dia mendapatkan masukan kembali untuk usaha baru.
Ketika menjadi EO, dia mendapatkan saran dan kritik tentang kualitas tata suara panggung. Inilah yang mendorong Harry membuka usaha utamanya. Banyak komplain tentang kualitas suara. Jadilah, ia mulai berpikir memiliki sound system sendiri bukan menyewa.
Dibanding membeli sound sytem terbaik impor. Harry memilih membuat sound system sendiri. Membuat produk sendiri berkualitas impor. Dia mulai belajar dari ahli suku cadang dan material alat musik, seperti MeyerSound. Bagi seorang teknik elektro, tidak sulit menemukan formula tepat suara.
Dia mendirikan PT. Tiga Bintang Nusantara, produk utama V8sound.com, yang berbisnis perangkat sound sytem. Tiga Bintang juga membuat microfon dan sound mixer. Produk milik mereka mampu menembus Messe Frankfrut Prolight + Sound awal 2011.
Produknya diborong 19 negara, seperti dari negara Jepang, Amerika Srikat, Rusia, dan Italia. Nilai dari transaksi kala itu US$ 3,8 juta. Nilai transaksi mencapai $2,2 juta setahun. Banyak orang tidak percaya produk itu buatan Indonesia.
Pengusaha serba usaha
Bisnis Puspita Record, untuk album terjelek saja, mampu mengasilkan 5000 kaset terjual. Apapun pekerjaan berhubungan record dia diterima. Ia sadar bahwa jMasika dia tidak mengambil proyek dari Network21. Mungkin dia tidak akan menghasilkan bisnis besar seperti sekarang.
Bertahap dari Network21 mengambil orderan kaset, awalnya 300, 500, 1000, hingga 10.000, hingga menghasilkan puluhan ribu kaset. Sampai bentuk CD mulai beredar Puspita Record mengikut. Pihak Harry menjelma menjadi pemasok CD untuk internal Network21.
Nilai proyek tersebut dia enggan beberkan. Dari semulai hanya mengurusi proyek pengadaan CD. Ia lantas mengajukan diri menjadi EO. Tawaran diterima, pada Oktober 1994, pihak HKP membuat satu event di Istora Senayan, memakai panggung besar desain Peter Saerang.
Pertama kali membuat event langsung panggung besar. Harry mengaku sangat puas untuk masalah panggung. Belum pernah dia melihat panggung sebagus itu. Masalah timbul di sound sytem seperti diceritakan diatas, menjadi bagian tidak terlepaskan dari lahirnya bisnis sound sytem miliknya kelak.
Masalah kembali terjadi ketika pihak penyewa sound sytem berulah. Nama bisnisnya tercorang dari masalah tersebut. Tahun 2000, belum sempat berpikir membuat sendiri, Harry langsung membeli sound sytem JBL. Kemudian membeli produk merek Mayer senilai $11- 15 ribu per- box.
Biaya perawatan Mayer ternyata sangat mahal. Lalu dia baru memutuskan membuat sound system sendiri. Dia menghubungi seseorang bernama Eddy Vermerch, teknisi Mayer tinggal di Bangkok, kemudian mulailah dia belajar. Tahun 2006, perusahaan mengimpor kayu dari Rusia untuk dijadikan speaker.
Produk pernama diberi nama Minime V8Sound.com. Nama V8 merupakan wujud kecintaanya akan dunia mobil Amerika. Mobil bermesin V8 kapasitas 550cc atau sering disebut muscle car. Nama dari situs sendiri sengaja diberi nama sesuai produknya agar selalu diingat.
Bisnis Kapanpun
Menurutnya berwirausaha adalah kebetulan. Ide bisnis bisa datang kapan saja. Meskipun namanya kebetuluan, kita juga harus bisa membaca peluang sekecil apapun. Harry sendiri berbisnis arsitektur dan desain tidak sendirian.
"...meski tidak punya banyak uang," ujarnya.
Kembali ke kisah bisnis sound system. Tahun 2006 bisnisnya merambah bisnis rental. Produk yang pertama bernama Minime V8Sound.com. Nama Minime berdasar karakter fiksi film Austin Powers. Kini, V8Sound.com sudah dipakai hampir seluruh acara televisi nasional.
Acara pelantikan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono, masa jabatan ke dua, acara penyambutan buat Presiden Barack Obama, hingga acara penobatan doktor honoris kausa Sultan Brunei di Brunei Darusalam, menggunakan produk V8Sound.com
Kepuasan konsumen itu utama. Akhirnya, pihak RCTI memutuskan memakai jasa Harry lagi. Khusus buat acara sebesar Indonesian Idol 3 memakai V8Sound.com. Hal lain, ialah kisah Pak SBY yang tertarik dengan sentuhan merah- putih di produk V8Sound.com. SBY datang cek sound langsung loh.
"Rupanya Pak SBY suka,"jelasnya.
Tidak berhenti di speaker, produk dikembangkan lain adalah subwoofer. Produk sound sytem sendiri dibandrol Rp.1,25- 25 juta. Pengembangan lain ialah produk sound system religius. Bernama sound system Al Karim harganya Rp.20 juta/unit.
Hary merupakan contoh pengusaha jeli. Bagianya peluang sekecil apapun tidak boleh dinafikan. Ke depan tinggal mengasah ketrampilan dan tidak puas diri. Omzet bisnis V8Sound.com tentu sudah mencapai miliaran.
Sejarah Disc Tarra Wirawan Hartawan Berbisnis Hidroponik
Bisnis CD Lagu
"Persaingan tidak terjadi antar pemilik ritel, tapi dengan pembajak," ujar Wirawan miris.
Hidup berkecukupan tidak membuat sosoknya lemah. Meski memiliki jenjang pendidikan bagus sampai ke luar negeri. Walaupun sudah memiliki pekerjaan mapan. Wirawan masih haus akan belajar melalui cara berwirausaha.
Macam cobaan pengusaha
Sejarah Disc Tarra sempat kolaps pada krisis ekonomi 98'. Bayangkan kaget ketika biaya oprasional naik, uang miliaran hangus, hutang pun menanjak di Bank. Tahun 2012 ujian kembali hadir di kehidupan pengusaha senior ini karena penyumbatan otak kiri.
Beruntung sang istri selalu menemani dalam doa. Kegagalan Disc Tarra lambat laun diperbaiki. Disisi lain penyakit mulai membaik.
Wirawan yakin bahwa kesehatan mahal. Mangkanya dia bertekat buat belajar hidroponik sampai ke luar negeri. Begitu pulang dia praktikan menanam sendiri. Banyak orang terkesan dan minta diajari Wirawan. Kemudian orang datang menanyakan apakah produknya dijual.
Dia menggaet jajaran tim Tarra Group. Tujuannya agar membangun bisnis sebenarnya. Lewat kerja tim yang dikenal solit munculah usaha hidroponik Wirawan. Bahkan mengembangkat bibit sendiri selain juga menanam sendiri.
Biografi Setya Novanto Latar Belakang Bisnis
Biografi Pengusaha Setya Novanto
Biografi Setya Novanto kelahiran Bandung, 12 November 1955, apa latar belakang bisnis sampai sukses begini. Dia memang lebih dikenal sosoknya sebagai politisi. Namun, tau kah kamu, Setya juga adalah seorang pengusaha sukses.
Bisnis Setnov
Setya selalu berupaya keras bejuang di kota orang. Justru berkat "keterpaksaan" itulah dia menjadi sosok yang tangguh -matang dalam hal kewirausahaan. Dia sukses lulus kuliah dan sudah menjadi orang sukses, ya bahkan sebelum dirinya lulus.
Selama itupula, dia bertempat tinggal di rumah rekan bisnisnya, atasannya, sekaligus temannya yakni Hayono Isman di Menteng, Jakarta. Dia juga pernah bekerja di rumah itu menjadi tukang pel, membersihkan kebun, mencuci mobil, bahkan menjadi sopir keluarga Hayono.
"Sudwikatmono adalah pembina usaha saya, Hayono Isman membina saya di dalam politik, dan Wismoyo Arismunandar membina wawasan pengabdian pada bangsa dan negara," jelasnya dalam sebuah wawancara bersama majalah SWA.
Usut punya usut, penulis menemukan hal, kunci sukses Setya terletak di sosok "teman" -nya. Yah ternyata teman yang dimaksud diatas, yang ayahnya menawakran bisnis pompa bensin di Cikokol Tangerang, adalah tak lain calon istrinya sendiri.
Jual Keroket Ketika Corona Bisnis Rumah Tangga
Profil Pengusaha Orizae Regina
Bisnis rumah tangga dikerjakan ketika menganggur di rumah. Orizae Regina asal Bintaro, Tangerang Selatan, jual keroket ketika corona melanda dunia. Ia menemukan hobi baru. Dan ternyata dapat dijadikan sumber penghasilan di masa susah.
Dia dibantu suami sukses marup cuan banyak. Berbekal bahan baku sederhana dari dapur menghasilkan. Ia membuat kornet isi daging cincang. Regina berbisnis semenjak work from home. Dia dan suami ini sebenarnya tidak membuat kroket melainkan Bitterballen.
Bentuknya mirip kroket berukuran bulat kecil 3 cm sampai 4 cm. Bitterballen berisi daging sapi, udang atau kadang kala malah daging kuda. Dagingnya dicincang dicampur tepung, diulen, dan dibuat ragout siap dipakai. Ia lalu ditempeli tepung roti dan digoreng dalam minyak panas.
Ia akan menambahkan saus biar lebih enak. "Awalnya kami merasa sangat bingung dari mana kami akan mendapatkan pendapatan. Dengan tekat bulat kami memutuskan untuk membuat usaha sendiri yakni dengan membuat camilan sehat," lanjut dia.
Aneka resep telah dia bikin tetapi gagal memuaskan. Hingga ia menemukan resep Bitterballen. Resep pertama dia coba menghasilkan rasa cocok. Pertama Regina sukses membuat Bitterballen mozarela cheese.
Udah ketemu mau jualan apa, tetapi Regina dan suami kebingungan mau menyasar pasar mana. Dulu sempat kebingungan mau menjual kemana. Mereka menyasar orang- orang terdekat dulu. Lalu Regina dan suami membuat akun sosial Instagram buat jualan.
Pemasaran bingung cuma manfaatkan grup chat ibu- ibu komplek. Dari sana mereka membeli buat coba- coba kemudian membeli lagi. Regina lantas berjualan lewat Instagram @yummytummyhappy.id dan ternyata makin bagus.
Pemesanan dapat dilakukan melalui kurir online seperti Gojek. Sebulan berjalan bisnis mereka laku keras. Penjualan lumayan mampu memenuhi kebutuhan sekeluarga. Pengiriman sampai ke Jakarta Utara, dan pengiriman ke Bandung.
Jual keroket ketika corona ternyata menguntungkan. Bisnis rumah tangga begini mampu memenuhi kebutuhan dikala pandemi. Walau belum menghasilkan banyak tetapi lumayan. Dapat memenuhi semua kebutuhan sehari- hari dikala covid 19.