Biografi Setya Novanto Latar Belakang Bisnis

Biografi Pengusaha Setya Novanto


biografisetnov.png

Biografi Setya Novanto kelahiran Bandung, 12 November 1955, apa latar belakang bisnis sampai sukses begini. Dia memang lebih dikenal sosoknya sebagai politisi. Namun, tau kah kamu, Setya juga adalah seorang pengusaha sukses. 
 
Ia bahkan memiliki serangkaian perjalanan karir yang panjang. Jabatan sebagai komisaris sebuah perusahaan puas direguknya. Seperti dikutip dari Wikipedia memang dia telah puas merasakan asam- manis kehidupan. Putra pasangan Sewondo Mangunratsongko dan Julia Mari Sulatri. 
 

Bisnis Setnov

 
Menjadi putra dari keluarga yang broken home, membuatnya hidup dalam garis kemiskinan dan harus bekerja keras.Inilah mengapa sosoknya kental dengan jiwa kewirausahaan. Masuk SMP, Setya besekolah di SMPN 73 Tebet, Jakarta Selatan, ceritanya terus berlanjut sampai masa SMA.

Dia masuk SMA 9 atau kini disebut SMAN 70. Lantas pada masanya SMA itulah, dirinya bertemu sosok bernama Hayono Salim, yang dikenal sebagai mantan Menteri Pemudan dan Olah Raga kabinet mantan presiden Soeharto.

Pria yang akrabnya dipanggil Setya mulai berbisnis sejak kuliah. Bisnis kecil- kecilan lantaran harus tinggal jauh dari Ibu dan saudaranya. Selama kuliah di Universitas Widya Mandala, mengerjakan aneka pekerjaan seperti berjualan beras di Pasar Keputren, Surabaya. 
 
Juga termasuk ia menjual madu disana. Maka dikenal lah Setya sebagai seorang penjual kecil- kecilan. Setnov harus tinggal di Surabaya apalagi pekerjaan tidak dilakoninya. Ia pernah pula bekerja sebagai salesman di selah satu dealer mobil. 
 
Menurut artikel lain bahkan dia katanya pernah melenggang di catwalk loh. Ya, kata artikel tersebut dia pernah menjadi model busana.

Setya mulai berjualan beras dan madu bermodal Rp.82.500. Mulanya cuma berjualan tiga kuintal beras lalu menjadi berjualan beras sampai dua truk diambil dari Lamongan, Jawa Timur. Disaat itu ia sudah punya satu kios beras di kawasan Pasar Keputren hingga akhirnya berhenti. 
 
Bukan karena gagal, tetapi dia merasakn bahwa patner bisnisnya mulai tak jujur. Meninggalkan gelar juragan besar apa yang akan dilakukan Setya selanjutnya. Dia kemudian mendirikan satu perusahaan bernama CV. Mandar Teguh. 
 
Kebetulan dia menemukan patner cocok, yakni Hartawan, sosok putra dari Direktur Bank BRI Surabaya kala itu. Cuma perusahaan tersebut dibubarkan Setya karena dia mendapatkan tawaran kerja salesman Suzuki.

Dia mendapatkan bagian penjualan di Indonesia Timur. Sejak saat itu, dia dikenal seorang pengusaha muda yang sukses, bayangkan di umur 22 tahun sudah memiliki banyak pengalaman panjang. Setya bahkan bisa menjadi kepala penjualan mobil disana. 
 
Perjalanan karir yang paling menarik, adalah ketika pengusaha Setnov menang ajang pria tertampan Surabaya (di 1975). Ia pun menjadi model busana semenjak itu. Sifatnya mudah bergaul tak ayal menjadikannya sampai ke ranah itu.

Setya selalu berupaya keras bejuang di kota orang. Justru berkat "keterpaksaan" itulah dia menjadi sosok yang tangguh -matang dalam hal kewirausahaan. Dia sukses lulus kuliah dan sudah menjadi orang sukses, ya bahkan sebelum dirinya lulus. 
 
Berkat kepiawaiannya berjualan mobil membuat Setya cepat naik pangkat jadi kepala dealer. Kisah pun berlanjut, sekembalinya ke Jakarta, dia melanjutkan kuliah di Universitas Trisakti. Bermodal uang dari uang hasil menjadi kepala dealer. Uang yang dihabiskan semuanya untuk melanjutkan kuliah. 
 
Ia harus memutar otak agar bisa berbisnis kembali. Setya berkenalan dengan ayah salah satu teman. Ia lantas diminta mengembangkan SPBU di Cikokol, Tangerang. Bakat memang tidak bisa dibeli dari sosok Setya. 
 
Berkat keuletan serta kerja keras, dia mampu membangun usaha SPBU itu sukses. Tidak mau berhenti malah dia mengajak beberapa teman berbisnis lain. Kali ini, ia menyasar bisnis peternakan, kesuksesan demi- kesuksesan diraihnya. 
 
Tidak cuma peternakan tetapi dia mulai mengerjakan aneka bisnis lainnya. Dia membangun usaha dibidang transportasi serta perdagangan. Ia bersama Hayono Isman temannya ketika di SMA N 9 Jakarta, bersama membangun usaha PT. Aninda Cipta Perdana. 
 
Adalah sebuah perusahaan distributor semen dan bahan bangunan ke Nusa Tenggara Timur. Hanya saja perusahaan tersebut bangkrut karena kalah saing dengan distributor lokal. Perkenalan dengan Hayono Isman menjadi pintu. Pembuka cakrawalanya akan dunia perpolitikan terutama di masa Orde Baru. 
 
"Setya tipe pekerja keras dan gigih," jelas Hayono.

Selama itupula, dia bertempat tinggal di rumah rekan bisnisnya, atasannya, sekaligus temannya yakni Hayono Isman di Menteng, Jakarta. Dia juga pernah bekerja di rumah itu menjadi tukang pel, membersihkan kebun, mencuci mobil, bahkan menjadi sopir keluarga Hayono. 
 
Meski begitu Setya selalu tampil rajin rapih di setiap kegiatan hanya saja kurang pergaulan. Mulai masuk ke dunia politik ketika dirinya masuk menulis buku. Dia ingin mencoba sesuatu baru lewat dunia politik. Setya bersama teman- teman lantas menulis buku Manajemen Soeharto. 
 
Hanya saja buku tersebut lantas dilarang beredar sejak bentrok Mei 1997. Kisahnya berlanjut dia bergabung di Organisasi Bahumas Kosgoro dan PPK Kosgoro tahun 1957. Dia mendapatkan sentuhan dari sang maestro sendiri. 
 
Perkenalan dengan Sudiwikatmo merubah nasibnya, ia bahkan diperkenalkan menjadi salah satu gurunya, dalam hal ini Sudiwikatmo menyebut Setya merupakan sosok memiliki kemampuang lobi diatas rata- rata tetapi kurang matang.

"Sudwikatmono adalah pembina usaha saya, Hayono Isman membina saya di dalam politik, dan Wismoyo Arismunandar membina wawasan pengabdian pada bangsa dan negara," jelasnya dalam sebuah wawancara bersama majalah SWA.

Usut punya usut, penulis menemukan hal, kunci sukses Setya terletak di sosok "teman" -nya. Yah ternyata teman yang dimaksud diatas, yang ayahnya menawakran bisnis pompa bensin di Cikokol Tangerang, adalah tak lain calon istrinya sendiri. 
 
Setya menikahinya wanita bernama Luciana Lily Herliyani, putri dari Brigadir Jendral Sudharsono, mantan Wakil Kepala Kepolisian Jawa Barat. Bapak tiga orang anak ini lantas mendapatkan kemudahan berbisnis. 
 
Ia menjadi lebih mudah masuk ke dunia bisnis lewat koneksi hingga ke politik. Tapi patut kamu ingat, keberuntungan saja tidak lah cukup, karena memang Setya Novanto telah punya paket lengkap kerja keras dan talenta sejak muda.

Jual Keroket Ketika Corona Bisnis Rumah Tangga

Profil Pengusaha Orizae Regina

 

bitterballen.png
 

Bisnis rumah tangga dikerjakan ketika menganggur di rumah. Orizae Regina asal Bintaro, Tangerang Selatan, jual keroket ketika corona melanda dunia. Ia menemukan hobi baru. Dan ternyata dapat dijadikan sumber penghasilan di masa susah.


Dia dibantu suami sukses marup cuan banyak. Berbekal bahan baku sederhana dari dapur menghasilkan. Ia membuat kornet isi daging cincang. Regina berbisnis semenjak work from home. Dia dan suami ini sebenarnya tidak membuat kroket melainkan Bitterballen.


Bentuknya mirip kroket berukuran bulat kecil 3 cm sampai 4 cm. Bitterballen berisi daging sapi, udang atau kadang kala malah daging kuda. Dagingnya dicincang dicampur tepung, diulen, dan dibuat ragout siap dipakai. Ia lalu ditempeli tepung roti dan digoreng dalam minyak panas.


Ia akan menambahkan saus biar lebih enak. "Awalnya kami merasa sangat bingung dari mana kami akan mendapatkan pendapatan. Dengan tekat bulat kami memutuskan untuk membuat usaha sendiri yakni dengan membuat camilan sehat," lanjut dia.


Aneka resep telah dia bikin tetapi gagal memuaskan. Hingga ia menemukan resep Bitterballen. Resep pertama dia coba menghasilkan rasa cocok. Pertama Regina sukses membuat Bitterballen mozarela cheese. 

 

Udah ketemu mau jualan apa, tetapi Regina dan suami kebingungan mau menyasar pasar mana. Dulu sempat kebingungan mau menjual kemana. Mereka menyasar orang- orang terdekat dulu. Lalu Regina dan suami membuat akun sosial Instagram buat jualan.


Pemasaran bingung cuma manfaatkan grup chat ibu- ibu komplek. Dari sana mereka membeli buat coba- coba kemudian membeli lagi. Regina lantas berjualan lewat Instagram @yummytummyhappy.id dan ternyata makin bagus.


Pemesanan dapat dilakukan melalui kurir online seperti Gojek. Sebulan berjalan bisnis mereka laku keras. Penjualan lumayan mampu memenuhi kebutuhan sekeluarga. Pengiriman sampai ke Jakarta Utara, dan pengiriman ke Bandung.

 

Jual keroket ketika corona ternyata menguntungkan. Bisnis rumah tangga begini mampu memenuhi kebutuhan dikala pandemi. Walau belum menghasilkan banyak tetapi lumayan. Dapat memenuhi semua kebutuhan sehari- hari dikala covid 19.

Anak Penjual Kue Kini Pengusaha Kue Nasional

Profil Pengusaha Nurisana Tungga Dewi


pengusahakue.png

Kini pengusaha kue nasional apa rahasia Nurisana Tungga Dewi. Dia hanyalah anak penjual kue. Dari SMP dia terbiasa membuat kue sendiri belajar dari ibu. Ia senang memang dunia masak- memasak tak terbatas kue. Ia kemudian mencontoh ibunya menjadi pembuat kue.
 
Belajar semenjak kecil sentuhan tangan Ery, begitu dia biasa dipanggil, menggugah selera. Bahkan kabarnya nih, Ery berhasil mensuplai aneka kue di pagelaran olahraga PON.

Kue pertama dalam ingatanya ialah lapis legit. Hobi memasak terus dia tekuni sampai masuk sekolah menengah. Maka ia memilih berbisnis kue dibanding sibuk mencari pekerjaan. Disaat memasuki kuliah, bahkan dia sudah siap menjajakan aneka kue buatan sendiri.
 

Hanya Anak Penjual Kue

 
Tanpa malu wanita asal Muara Enim, Sumatra Utara ini, tidak pernah malu.

"Waktu SMP, saya sudah bisa bikin kue dan memanggang lapis legit," jelas Ery. Begitu lulus kuliah jurusan ekonomi pun tidak langsung bekerja. Dia memilih melanjutkan usaha sang Ibu sejak 1993. Sarjana ekonomi ini sama sekali tidak pernah menyentuh surat lamaran pekerjaan.

Tidak pernah terpikir menjadi pegawai sebutnya. Tidak bermimpi menjadi pegawai kantoran, malah sukses membuka lapangan pekerjaan bagi orang lain.

"Itu (membuka lapangan pekerjaan) yang membuat saya berbisnis," aku Ery. Keputusan berbisnis bukan lah tanpa masalah tetapi tidak salah. Berkat bekerja sesuai passion, melalui hobi membikin kue sejak kecil rasa itu mengalir memenuhi mulut pembeli.

Usaha tersebut berkembang pesat bernama Ery Cake. Dari kue tradisional, bahkan kue modern mampu dia buat dan rasanya enak, sebut saja risoles, lemper isi, roti sobek, roti cokelat keju, bahkan juga menyediakan kue ulang tahun. 
 
Semua dibabatnya, cuma seharga murah antara Rp.2000 hingga belasan ribu rupiah. Pada dasarnya menjadi pengusaha memang mimpinya. Hanya saja, dia tidak pernah memikirkan tentang uang, tidak terbayang akan menghasilkan ratusan juta. 
 
Usaha yang dirintis oleh sang ibu, berjalan sangat "smooth" sejak tahun 1993. Tanpa masalah berarti tetapi menarik disimak perjalanan karirnya.

Ia modal bisnis Rp.100 ribu. Uang tersebut dibelikan oven baru, membeli beberapa peralatan kue. Setelah ia membuat kue akan dititipkan ke tukang sayur yang keliling komplek perumahan. Kue sederhana yang dijual Rp.150 laris manis menjadi idaman. 
 
Sukses perkomplek, dia menyasar sekolah, dimulai TK sampai SMA dimasuki. Untuk mendukung brand awareness maka dia mengikuti pameran. Aneka bazar dilaluinya agar mengenalkan produk Ery Cake. Sukses orderan makin banyak setelah aktif mengikuti kegiatan semacam ini. 
 
Sayangnya, tidak semua mulus, tetapi dia tetap berusaha dan berhasil mengatasi masalah kembali ke jalan semula. Hal utama menjadi masalah ialah kualitas pegawai. Cerita tentang pegawai yang sudah pintar membuat kue lantas mengundurkan diri, sudah biasa. 
 
Mereka membuka usaha kue sendiri. Maka kerepotan mengajari dari awal menjadi rutinitas menjari pekerja. Masalah lain ialah pasokan listrik. Di tempatnya sering terjadi pemadaman listrik oleh PT. Perusahaan Listrik Negara. 
 
Merasakan betul sering kali listrik padam. Dia kerepotan karena usaha dijalankan tergantung energi listrik. Tambahan, ia tidak pernah sekalipun terpikirkan menurunkan kualitas, seperti bahan baku murah agar hemat.

Ketika terjadi kenaikan tarif dasar listrik maka hanya satu solusi. Ery akan memilih mengurangi besaran kue dibanding mengurangi kualitas ataupun menaikan harga. Kunci sukses kue ialah layanan serta kualitas yang tetap baik agar pelanggan tetap setia.

Kue dijual Rp.2000 sampai ratusan ribu. Pernah juga Ery membuat kue ulang tahun seharga Rp.1,5 juta. Semua berkat kegigihan menjadi pelopor kue modern di Palembang. Setiap harinya Ery mampu membuat 10 kilogram roti serta 1.5000 aneka kue ke penjual toko.
 

Menjadi Pengusaha

 
Setiap hari sudah menerima pesanan kue ulang tahun ataupun kue kotak. Guna meningkatkan dan juga mempertahankan keberlangsungan usaha; aneka variasi ditawarkan oleh Ery Cake. Dia sendiri meski sudah jago biki kue tetap belajar. Ery tetap mengikuti aneka pelatihan pembuatan kue. 
 
Dia menarget resep- resep baru untuk diolah. Istilahnya semakin variatif maka akan semakin bertahan dari para pesaing.

Dia pernah mengikuti pelatihan Koki Lin di Bandung. "...dan Yongki Gunawan," tambahnya. Ia lakukan itu semua ditengah- tengah kesibukan menerima pesanan. Jika selesai membuat kue lalu dipajang rapi di etalase toko, maka ia akan segera berangkat mengikuti pelatihan.

Membuat kue mulai pukul 03:00 WIB, kemudian dipasang di etalase pukul 06:00 WIB. "Pukul 07:00, saya mulai mengikuti kelas masak," terang Ery.

Walaupun lelah tetap dilakukan dengan senang hati. Meski begitu sekarang- sekarang ini, ia mengaku mulai kerepotan mengurusi bisnis, jadi tidak sesering dulu mengikuti kursus. Kursus berkesa ialah ketika ia mengikuti kursus pakar pastri asal Malaysia, Eugene Wong Chyi Yew di Jakarta.

Datang langsung meminta diajari pembuatan kue. Dia menjelaskan kue dipelajari waktu itu adalah membuat keu mangkuk (cupcake). Selain cupcake juga membuat tiramisu khas Itali atau kue modern lain. Semuanya untuk memberikan variasi agar tidak jenuh. 
 
Kue tiramisu sendiri menjadi hidangan andalan di kue tokonya. Meski enak, perlu kamu ingat kue modern semacam tiramisu dibutuhkan perbaikan. Tidak semua bahan itu cocok di lidah orang Indonesia. Ambil contoh: Ia merubah keju mascarpone menjadi cream cheese. 
 
Semua kue merupakan hasil kreasi sendiri bukan meniru saja. "Setelah saya coba rasanya lebih enak," jelas Ery. Sudah mahir membuat kue tidak pelit berbagi ilmu. Dia aktif menampung 10 anak SMK 6 Palembang untuk diajarkan membuat kue setiap tahun. 
 
Mereka diajarkan cara membuat kue, mulai memilih bahan, membuat kuenya, teknik penyiapan setelah matang. Dan program magang tersebut sudah berjalan selama 10 tahunan. Kelak ia berkeinginan membuat baking center di rumah sebagai tempat pelatihan boga. 
 
Juga sudah termasuk mimpi menambah jumlah toko cabang baru. Dia ingin tetap eksis mewariskan ilmunya apalagi jumlah pesaing kian bertambah. Berbagai kesempatan membuktikan kesuksesan Ery. Mulai pesanan Universitas Sriwijaya untuk berbagai acara. 
 
Disana mennghasilkan omzet Rp.100 juta per- bulan, apalagi kalau ada acara. Pencapaian terbesar mungkin pesanan dari SEA Games. Ajang olah raga masyarakat Asia Tenggara itu memesan 2.500 kue per- hari.

Untuk PON di Palembang, Ery membuat 2000 kotak kue per- hari. Keuntungan diperoleh pastilah besar, namun dirinya enggan menyebut nominalnya. Ia hanya memberikan gambaran bagaimana rumahnya dijaga 40 tentara membuat merinding. 
 
Hal lain, dia pernah mendapatkan pesanan dari Megawati ketika berkunjung ke Palembang. Waktu itu, Megawati masih Presiden RI, jadilah rumahnya tidak dijaga tentara tetapi paspampres. Sungguh itu menjadi pengalaman yang luar biasa.

Membuat Chocomory Bukan Sekedar Meneruskan Bisnis Keluarga

Biografi Pengusaha Axel Sutantio  

 
penerusbisnis.png
 
Menjadi penerus bisnis cimory kisah anak Bambang Sutantio. Dia Axel Stantio, pengusaha muda yang tertantang meneruskan nama sang ayah. Kesan begitu terasa ketika Okezone.com mewawancarai sosok Axel.

Walau begitu dia tidak dianjurkan mengikuti bisnis sang ayah, Bambang Sutantio. Malahan didorong menciptakan sesuatu unik. Ayah Axel dikenal sabagai pemilik Cimory, dan merevolusi bisnis yogurt lokal. 
 
Ayahnya sudah bergulat sejak 2006 dengan aneka olahan susu. Melalui perusahaan PT. Cisarua Mountain Dairy atau Cimory mencoba mencari sesuatu yang baru. Nah, inilah pekerjaan mereka anak- anak Pak Bambang melanjutkan.
 

Menjadi Penerus Bisnis Cimory


Mereka dibekali ilmu tapi soal produk harus bisa bikin sendiri. Mereka tak hanya diajarkan bagaimana cara berekspansi tapi juga bagaimana membuat produk. Soal produk apanya, Axel memang memilih sama olahan susu tapi berbeda bentuknya. 
 
Anak kedua Pak Bambang dipancing membuat usaha sendiri. Supaya dirinya bisa lebih masuk ke bisnis sains ini.

Ia lantas berpikir, "apa sih bahan baku produk yang banyak di Indonesia tapi masih bisa dikembangkan dari segi produknya?"

Riset berbulan- bulan dilakukannya sebelum memutuskan. Usaha apa yang bisa dijalankan olehnya nanti ke depan. Yang bisa memiliki prospek sebagai bagian dari Cimory. Lahirlah sebuah ide mengenai susu berupa produk olahan coklat. 
 
Negara kita merupakan negara penghasil biji coklat terbesar. Rasa ingin taunya begitu menggebu, bagaimana cara mengembangkan komoditas ini. Keinginan menggabu untuk masuk dunia coklat. Axel pun mulai belajar tentang komoditi satu ini.  Bahan baku sudah melimpah. 
 
Tapi apa yang kurang menurutnya adalah olahannya. Padahal di Indonesia adalah nomor 3 disoal memproduksi biji coklat. Dari situlah dirinya bergerak Menyasar daerah pariwisata, coklat buatannya juga spesial, bukan seperti yang biasa ditemukan di mini market.

Menjawab tantangan sang ayah, Axel melakukan semuanya sendiri. Dengan dukungan keluarga ia jadi lebih bersemangat. Pertama kali melangkah dirinya mengaku kesulitan mencai suplier. Susah buat mencari bahan baku coklat yang bagus. 
 
Tidak memiliki jaringan produsen coklat membuatnya kesulitan. Bahkan sebagai orang baru di bisnis coklat; Axel disepelekan. "Mereka menilai saya baru mulai, jadi tidak diuruslah, kasar katanya," jelasnya.

Sempat juga beberapa kali dikecewakan suplier asal Indonesia. Axel masih pada tekatnya berbisnis coklat. Ia terus mencari suplier terbaik. Pada akhirnya ia menemukan suplier baik hingga saat ini. Meski memulai bisnis sendiri bayang- bayang sang ayah menghantui. 
 
Tatapan sinis bahwa dirinya cuma jadi pewaris bisnis keluarga menghantui. Omongan- omongan tak enak tersebut bahkan datang dari teman- temannya. Halangan terus menerjang baginya memulai sesuatu yang baru. 
 
"Itu adalah fakta. Memang saya tidak membangun bisnis ini dari nol," dengan rendah hati dirinya mengakui. Tapi bukan berarti Axel cukup duduk- duduk santai saja.

Dalam benaknya ayahnya merupakan panutan. Sang Ayah lah yang berlari 100 meter membangun bisnis Cimory dari nol besar. Sementara dirinya tidak bisa cuma tinggal diam. Meski cuma berlari 2- 5 kilo meter tak apa. 
 
Yang terpenting adalah keharusan agar bisnis keluarga lebih maju. Bukan lari dengan kecepatan yang sama. Tapi bukankah ada istilah lebih sulit mempertahankan. Sementara Axel ingin lebih dari sekedar bisa mempertahankan. Jadi tak ada hak baik mereka atau kita menila buruk dirinya.

"Itu tugas saya," ujarnya penuh percaya diri.

Pada tahun 2012 usaha pertama digelutinya mulai dijalankan. Hasilnya yaitu coklat aneka cita rasa bernama Chocomory. Sebuah gerai dibukannya di kawasan Komplek Cimory Riverside, Puncak, Jawa Barat. 
 
Disana selalu banyak pembeli berdatangan. Brand bernama Chocomory kini menjadi salah satu oleh- oleh yang bisa kamu bawa ketika ke puncak. Pabriknya bisa memproduksi hingga 500kg per0- hari. Coklat tersebut dijual kisaran Rp.2000- Rp.40.000.

Memasuki tahun ketiganya banyak hal telah dicapai Axel. Langkah selanjutnya seperti hal sang ayah yang aktif mengedukasi masyarakat. Ia pun mengambil langkah sama yakni kelas edukasi coklat. Tujuannya untuk memperkenalkan produk coklat asli Indonesia. 
 
Agar masyarakat lebih mencintai produk dalam negeri. Dia fokus pada anak- anak TK sampai SMP. Akan ada sejarah coklat, bagaimana cara membuat coklat, itu akan menjadi pengalaman tersendiri.

Vlogger Mendapat Sponsor L'Oreal Pengusaha

Profil Pengusaha Whitney White

 
pengusahasponsor.png
 
Kisah vlogger mendapat sponsor L'Oreal. Pengusaha kedepan membutuhkan inovasi melalui digital. Tetapi bagi wanita ini inovasi sudah ditambah loyalitas. Bayangkan pertumbuhan 7% untuk perawatan rambut hitam. Yang mana akan menjadi satu market terabaikan jika kita berbicara tentang luar sana. 
 
Tetapi pertumbuhan itu tetap terus meningkat dari 2013 sampai 2015. Kita perlu mengetahui keinginan pemilik rambut hitam. Karena kita tau mereka terdiri berbagai etnis, yang butuh loyalitas.
 

Pengusaha Vlogger


Ini semua tentang brand trust. Kepercayaan merek terbaik untuk kaum perempuan ataupun laki- laki berambut hitma. Disisi lain, ada kisah tentang kesuksesan You Tube, dimana disana ada pasar senilai 52 juta penontong setiap hari. 
 
Apa bisa produk kecantikan terutama perawatan rambut masuk. Jawabannya ternyata bisa seperti halnya kisah satu pengusaha ini. Whitney White adalah seorang vlogger atau video blogger. Hidupnya berubah 180% ketika You Tube berubah menjadi ajang kapitalisme. 
 
Yah dulu, dalam kenangnya You Tube merupakan tempat bagi "orang aneh". "Pertama kali sekali saya menghasilkan dollar sangat mengejutkan," tuturnya kepada Business Insider. Ia sendiri bukanlah orang biasa iseng mengunggah You Tube.

Awalnya dia adalah seorang grafik desainer bergaji $45.000. Namun, berkat You Tube gajinya meningkat dua kali lipat bayangkan. Ketika ia memulai You Tube itu masih gratis bebas iklan.

Tidak ada bayaran sama sekali di You Tube tahun 2008, cuma berisi orang- orang aneh mengupload video. "Hal disana tentang You Tube adalah bukan sebuah karir menjanjikan. Itu cuma berisi banyak orang aneh," tuturnya. 
 
Ketika ia bercerita dia membuat akun You Tube, mereka berpikir pasti dia sudah gila. Kegilaan itu akhirnya berbayar mahal. Dia cuma membagi tips merawat rambut alaminya -lewat video kepada teman atau keluarga. 
 
Whitney sama sekali tidak berpikir itu akan menjadi karir. Dimana dia bisa disejajarkan dengan beauty editor untuk majalah kecantikan. Ia adalah langkah langsung menuju kostumer brand kecantikan.Whitney sendiri tidak selalu ada waktu ke Salon.

Dia mulai mencari komunitas di You Tube. Belajar dari mereka disela kesibukannya di kantor. Dia belajar bagaimana menghasilkan keriting alami bahkan afro. Lewat blog post, video post, dan foto jadilah rangkain cara belajar ampunya, yang kemudian dibagikan kembali. 
 
Hanya saja dirinya tidak menemukan guru yang tepat sesuai hati; dia belajar otodidak. Whitney mulai memotong rambutnya sendiri dan merawatnya di You Tube.

Dengan jutaan pelanggan, dilihat 52 juta kali videonya, dia bisa mendapatkan sponsor dari perusahaan besar Carol's Daughter (dimiliki oleh L'Oreal). Gadis 29 tahun ini mengubah cara pandang tentang apa itu rambut hitam. 
 
Ketika di 2013 produk rambut memakai bahan kimia turun $130 juta, maka di tahun berikutnya malah naik $200 juta untuk produk natural. Dari sanalah brand -nya terlahir. Lewat tutorial You Tube nya lah dia mendapatkan banyak uang. 
 
Awalnya, ia cuma mendapatkan dari pembayaran iklan Google Adsense. Dia pun mulai membentuk brand -nya serta mulai mencari sponsor. Carol's Daughter merupakan bisnis terbaik miliknya kala itu. "Gadis- gadis di You Tube adalah teman kami," ujar manajer multimedia Carol's Daughter.

"Saya tidak mencoba mempromosikan sesuatu yang tidak saya beli," tutur Whitney. "Saya menolak banyak uang... saya menolak perjanjian besar dengan perusahaan besar... karena saya tidak mau menjadi bahan di produk mereka," tuturnya menjelaskan.

Whitney sendiri memakai produk natural L'Oreal. Sementara itu perusahaan mulai menyasar vlogger seperti hal dirinya. "Banyak waktu (brand) sangat ingin masuk ke pasar (rambut natural) tetapi tidak tau bagaimana," ujarnya. 
 
"Mereka tidak tau apa yang sebenarnya kami butuhkan," lanjutnya. Membuat video cuma 1% dari pekerjaan sehari- harinya kini.

Di sibuk oleh meeting panjang, perjalanan jauh, proyek rahasia, email, mengedit, dan tentunya menghabiskan waktu bersama suami dan anak perempuan semata wayangnya. Untuk membantu bisnisnya yang tumbuh, ia pun menyewa jasa staf kecil. 
 
Whitney mengaku prefeksionis soal bisnisnya. Dia bahkan maunya melakukan semua sendiri. Agar memastikan email pribadinya tidak berakhir di tangan yang salah, Whitney pun hanya mempekerjakan teman dan anggota keluarga. 
 
"Saya senang bahwa saya dapat mendukung teman-teman dan keluarga dan mereka dapat membantu saya dan magang," canda Whitney. Pada akhir hari yang sibuk itulah, ia tidak bisa membayangkan melakukan hal lain, selain membuat video.

"Bahkan jika YouTube berhenti, jika tidak ada hal seperti monetisasi, jika kita tidak dibayar, saya akan terus membuat video karena itulah yang saya suka lakukan," tutupnya.

Entri yang Diunggulkan

Biografi Jack Ma Orang Terkaya China Alibaba