Mahasiswa Kreatif Wirausaha Basreng Sembari Kuliah

Profil Pengusaha Jessica Cornelli Anggita

 

wirausahabasreng.png
 

Mahasiswa kreatif ini wirausaha sembari kuliah. Pengusaha basreng yang katanya masih mengerjakan skripsi, dan belum selesai juga. Adanya pandemi, ini mendorong gadis bernama Jessica Cornellia Anggita untuk membuka usaha.


Masa skripsi memang menyisakan waktu menunggu. Banyak waktu luang ditambah pandemi membuah kegiatan kampus berhenti. Gadis 24 tahun tersebut kemudian menjajal menjadi pengusaha. Dia sembari berjualan basreng disamping berangkat ke kampus.

 

Wirausaha Basreng


Pertama kali berjualan dia merogoh modal Rp.100 ribu kurang. Kenapa berjualan basreng lantaran melihat teman- teman suka. Mereka senang camilan terutama basreng atau bakso goreng. Jessica membuat camilan sembari aktivitas di ruma aja.


Bermodal kurang dari Rp.100 ribu dipasarkan lewat sosial media. Ia sendiri aktif bersosial media di akun sendiri. 

 

Kata Jessica berjualan tidak begitu sulit. "Saya jualan sambil menyusun skripsi karena saya mahasiswa tingkat akhir di Universitas Tarumanagara. Puji Tuhan omzet dari penjualan basreng sudah lebih dari Rp 10 juta dalam 1 bulan pertama ini," imbuh sang pengusaha muda.


Dari omzet segitu cuma dipakai Rp.2,5 juta buat produksi. Untung besar bukan wirausaha basreng sembari kuliah ini. Dicretikan Jessica memulai usaha karena mengikuti ibu Jessica. Dia, ibu Jessica berjualan nastar. Nah Jessica ingin ikutan berjualan apa bisa dibikin di rumah.


Jessica awal membuat nastar tetapi tidak mau melanjutkan. Karena nastar sifatnya musiman laku kalau musim hari raya Lebaran atau Natal. Mahasiswa Akuntansi yang inginkan cuan, membutuhkan apa camilan digemari orang tetapi tidak musiman.


"Terus saya tiba-tiba kepikiran saja bikin basreng. Karena anak muda di rumah saja pasti butuh camilan, dan harganya terjangkau," kata Jessica kepada detikcom.


Dia menjual produknya Rp.12.000 perbungkus. Pekan pertamanya dia langsung menjual sampai 450 bungkus. Ternyata pengaruh work from home dan school from home akan berpengaruh. Penjualannya sangat tinggi ternyata banyak orang malah mencari camilan.


Penjualan pertamanya melalui teman- teman. Banyak review bagus masuk mendorong penjualannya naik. Pembeli juga baik- baik mau memberi review langsung di Instagram. Walaupun dia dan ibunya tidak bisa kemana- mana, sekarang mereka menghasilkan basreng, perhari membuat 60 bungkus.

Ligwina Peorwo Hananto Konsultan Keuangan Pengusaha

Biografi Pengusaha Ligwina Peorwo Hananto


 
ligwina.png
 
Biografi Ligwina Poerwo Hananto, yang beberapa kali menjadi pemain film, dan ternyata seorang konsultan keuangan. Pengusah wanita yang bagi beberapa orang namanya asing didengar. Namun, jika biasa mengikuti acara sebuah setasiun televisi; kamu juga akan mengenalinya langsung. 
 
 
Menjadi perencana keuangan bukanlah cita- citanya. Ia lebih tertarik menjadi bankir. Pada Januari 1999, selepas kuliah dari jurusan Finance and Marketing di Curtin University of Technology, Perth Australia, dia langsung memilih bekerja di Hongkong Sanghai Bank Corporation (HSBC) Bandung.

Posisinya kala itu adalah costumer service.

"Saya menikmati pekerjaan saya ini karena bisa belajar banyak tentang cara menghandle klien," jelasnya. 
 

Menjadi Pengusaha

 
Ia terpaksa berhenti dari pekerjaan tersebut, lantaran harus menikah dengan Doni Hananto. Aturan perusahaan untuk melarang sesama pegawai menikah membuatnya berhenti. Tak betah menganggur, dalam empat bulan ia telah bekerja di sebuah perusahaan periklanan sebagai media planer. 
 
Di tempat baru ini, Wina mendapatkan pelajaran bagaimana mengatur uang klien, terutama yang ingin beriklan. Sang suami, Donny kemudian memintanya berhenti bekerja ketika mengandung anak pertama. 
 
Dia mengikuti saran sang suami, meski berat hati meninggalkan pekerjaan. "Saya merasa kehilangan identitas ketika berhenti bekerja. Tapi karena rasa hormat kepada suami saya berhenti," lanjutnya. 
 
Ketika anaknya lahir, ia tak lantas melupakan identitasnya. Dia kembali bekerja setelah dirasa tepat. "Saya suka sekali 24 jam bersama anak- anak, tetapi saya ingin lebih dari itu."

Suaminya lalu memberikan lampu hijau namun dengan satu syarat: dia harus benar- benar menyukai pekerjaan itu dan bisa mengatur waktu. Berbagai usaha telah dilakoni, namun selalu gagal. Hingga ia terpikir untuk menjadi konsultan keuangan. 
 
Ini terjadi di akhir 2002, "Pada waktu itu gue dirumah, pekerjaan udah selesai dan anak-anak udah tidur sedangkan suami belum pulang. Yang gue kerjakan adalah menghitung prospek keuangan keluarga di depan komputer," katanya.

Dia menemukan mengelola keuangan itu ternyata sulit. "Wah, gila, anak-anak bisa putus sekolah kalau cara kita mengelola keuangan Cuma kayak begini," ucapnya. Ia menerangkan contohnya di 2001, saldo keuangan rumah tangga tinggal Rp.119.200. 
 
Padahal, kala itu sang suami dan dirinya bekerja dan gajinya selalu naik setiap tahunnya. Mereka juga belum punya anak. Kalau saja Wina bisa merancang keuangan matang, uang tabungan tersebut bisa saja lebih ketika sang anak lahir.

Dia tegus memutuskan menjadi perencana keuangan. Alasannya menjadi perencana keuangan ialah menjadi bisnis, juga membantu merancang keuangan sendirian. Suami mendukung hal ini namun harus belajar lagi secara formal. 
 
Wina harus menunjukan bekal yang cukup untuk menjadi perencana keuangan. Ia kemudian langsung melanjutkan kuliah di IPMI Business School Jakarta pada Februari 2003, mengambil megister menejemen.

Masuk bisnis


Wina mulai mengambil ponselnya lalu mengirim 100 pesan pendek ke beberapa teman. Dia kini mencoba memulai bisnisnya yaitu konsultan keuangan. "Dari 100 sms yang dibalas empat. Dari empat itu ngetawain dan satu menjadi klien," ingatnya. Klien itu bernama Arief Winarto, seorang bassis band Ten2Five. Sejak itu dirinya resmi terjun ke bisnis ini. Pengalaman pertama ialah kepercayaan menjadi hal terpenting di bisnisnya kini.

"Orang mau mempercayakan keuangannya kepada saya karena mereka percaya kepada kredibilitas saya," terangnya.

Ia pun terus melangkah hingga klien kedua datang. Donny, suaminya sendiri kemudian jadi klien keduanya. "Itu suami saya," katanya sambil tertawa.Setelah berjalan waktu ia menemukan fakta bahwa mendapatkan klien sangatlah sulit. Perempuan kelahiran Bandung, 3 Mei 1976, ini tidak patah semangat, ia terus mencoba meyakinkan orang maski sulit. Total kliennya sejak 2003 sampai 2005 hanyalah enam orang. Barulah di 2006, kliennya bertambah menjadi 13 orang,

"Satu teman suami dan sisanya 11 sepupu semua." katanya diikuti tawa terbahak- bahak.

Tiga tahun bisnisnya berjalan tidak ada tanda- tanda bersinar. Ia pun mulai mengevaluasi diri agar semakin baik. Wina berkesimpulan bisnisnya butuh lebih banyak promosi agar dirinya dikenal orang. Pada Juni 2006, ia mulai mengisi acara di stasiun Hard Rock FM tentang perencanaan keuangan. Dia juga membuka usaha Quantum Magna Financial, saat itu belum berbadan hukum. Dari bulan ke bulan, Wina semakin dikenal akan gayanya yang ceplas- ceplos terhadap produk investasi.

"Kalau produk A jelek maka akan saya bilang jelek begitu pula sebaliknya," tuturnya.

Bisnisnya mulai nampak bersinar terang di sisinya. Klien semakin banyak datang ke kantor. Wina kemudian menjadikan status Quantum Magna Financial berbentuk PT di 2006. Ia kemudian menjadi CEO perusahaan tersebut. Dari kantornya di kawasan Mega Kuningan, Jakarta, ibu dua anak ini, yaitu Muhammad Azra Hananto dan Nadir Aisha Hananto itu mengendalikan bisnisnya. Quantum Magna Financial telah memiliki sekitar 350 klien, 40 orang ditangani langsung dan sisanya ditangani pegawainya.

Klien perusahaan ini rata- rata merupakan mereka dari kelas menengah. Mereka yang bergaji diatas 10 juta. Ia juga mempekerjakan 27 pegawai dari financial planner, customer relation officer dan staf. Perusahaan ini memiliki fokus pada perencanaan keuangan keluarga, sedangkan kebanyakan perencana hanya melakukan seminar atau pelatihan. Baginya menjadi perencana keuangan tidak melulu tentang uang, namun membantu orang lain.

Selain kuliah, Wina mengambil beberapa pelatihan khusus secara formal agar bekal itu semakin matang. 

Dia memiliki moto "Life is about learning" membuatnya berpikir akan selalu ada orang yang lebih pintar. Jadi ia pun bersiap menjadi yang terbaik. Ia pun kini telah memegang sertifikat Financial Planning Standards Board, Certified Wealth Manager Association, dan International Association of Registered Financial Consultant. Di 2009, ia pernah masuk menjadi finalis Australian Alumni Award bidang kewirausahaan dan Tupperware She Can Award.

Sylvia Widyantari Pengusaha Wanita Dibidang Jaringan Internet

Profil Pengusaha Sylvia Evi Widyantari Sumarlin

 
 
sylviawidyantari.png
 
Dialah Sylvia Efi Widyantari Sumarlin pemilik bisnis D- Net. Pengusaha wanita yang menjadi orang penting. Wanita kelahiran Jakarta, 19 November 1963 ini, dan sudah dikenal lama berkecimpung di bidang internet service protocol (ISP). 
 
Dimulai di Pittsburgh, Pennsylvania, Efie sudah mengenal dunia internet. Perlu kamu ingat ia bukanlah lulusan ilmu komputer. Sylvia mengambil sarjana ekonomi dan master hubungan internasional dan ekonomi di Syracuse University, Amerika Serikat. 
 
Semuanya berawal dari internet, ketika dirinya bertemu maniak internet yang kemudian menjadi suaminya. Berawal akan kesamaan hobi, dia dan suaminya, Rudy Hari, ditambah dengan pengalaman bekerja di Hewlett Packard (HP) di 1984.
 

Bisnis D- Net

 
Keduanya sepakat memulai bisnis di bidang internet pada 1995. Mereka mendirikan PT. Dyviacom Intrabumi atau biasa disingkat D-Net. Perusahaan yang kemudian menjadi cikal bakal PT. Core Mediatech. 
 
Pada tahun 1999, mereka membangun PT. Dama Persada, perusahaan riset dan pengembangan IT dimana Efi menjadi direktur utama.

"Saya masih ingat betapa bingungnya memperkenalkan internet sebagai sebuah kebutuhan. Padahal, kita semua tahu teknologi interneter sangat mengubah cara kita berkomunikasi dengan sesama pebisnis," ingatnya. 
 
Saat itu penyelenggara jasa (ISP/Internet Service Provider) segera ramai- ramai membidik pasar multi nasional yang melek akan internet. Moto bisnisnya yaitu mengikuti trend karena itu bisa saja merubah produk mengikuti trendnya. 
 
Dia mampu menunjukan itu, D- Net terus berkembang pasat terlihat dari pelanggan yang semakin banyak. Pada 2000, D- Net menjadi perusahaan penyedia layanan internet peratam yang masuk bursa. 
 
Dalam karirnya, ia pernah tercatat di sejarah internet yaitu menggagalkan rencana pemerintah mengenakan pajak penghasilan 20 persen selain pajak pertambahan nilai. Efi suka menjelajahi tempat baru yang memiliki nilai historis atau legenda. 
 
Ia mendapatkan perhatian lebih oleh suaminya yang juga hobi fotografi. Bila tidak sedang bepergian, ia selalu menyempatkan diri untuk selalu belajar menari. Dia memiliki prinsip pantang menyerah walau bukan termasuk orang yang jenius. 
 
Dia hanya suka mengambil keputusan dan menghadapi tantangan. Obat kegagalan baginya hanyalah membebaskan pikiran lalu tidur yang sehat. Bicara tentang cita- cita, Efi mengaku memiliki obsesi menjadikan Indonesia raja di negara sendiri. 
 
Dari ketekunan serta cita- cita mulianya, tak ayal ia mendapatkan penghargaan sebagai ketua umum Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet (APJII), yaitu asosiasi pengusaha di bidang jasa internet periode 2006-2009.

Dia pernah ikut membantu wakil rakyat di komisi 1 menggodok RUU No 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik. Sosoknya juga dikenal melestarikan seni tari serta kesenian ketoprak. 
 
Bahkan, ia pernah mengikuti pementasan dua kali bersama Paguyuban Puspo Budoyo pimpinan Luluk Sumiarso (dirjen migas ESDM). Ibu dari Giasinta Puteri Hari ini pantas menyandang gelar Srikandi Internet di Era Digital kini.

Bisnis Mahasiswa Paling Cocok Ketika Corona

Profil Pengusaha Muda Mima

 

bisnismahasiswa.png
 

Mencari usaha paling cocok ketika corona. Bisnis mahasiswa berapa kira- kira apa menghasilkan. Mima menawarkan jasa menuliskan tugas. Bukan mengerjakan tugas tetapi menyalin tugas di tulisan tangan. Dia membantu merangkum, meresume, dan lain- lain tanpa mengisikan tugas.


Layanan meliputi membuatkan dokukmen Word, edit file, dan design Power Point. Mima juga membuat poster. Mima juga melayani menuliskan ke bahasa lain, dari Bahasa Arab, Jepang, dan Korea. Tarifnya berdasarkan jumlah halaman atau perkertas folio, hvs, binder, atau buku.

 

Bisnis Mahasiswa


Perhalaman folio misal ditarif Rp.6000, perbuku atau binder Rp.8000, mengetik dalam file Word Rp.4000, edit perslide Rp.3.500 ,dan membuatkan poster Rp.25.000. Mau dilayani secara cepat maka tinggal Mima beri tarif tambahan sesuai.

 

Ia mendirikan Jasatulisjkt pada Oktober 2017. Bermula ketika dia menemukan akun jasa penulisan di Pekanbaru. Kemudian Mina membuat menawarkan jasa tulis ke kolom komentar akun Instagram. Dia lalu belajar menggunakan paid promote untuk kegiatan marketing.

 

Banyak mahasiswa malas menyalin tugas diketik. Mima, pemilik Instagram Jasatulisjkt, menawarkan jasa menuliskan laporan tugas kamu lebih rapih. Profesional dari menuliskan tugas untuk digital atau tulisan tangan. Ia mengingatkan semua tugas menyalin dapat dia kerjakan.


"Karena di Jakarta belum ada maka saya mulai usaha ini. Karena kalau dipikir- pikir kayaknya gampang kerja cuma nyalin tulisan orang lain," lanjutnya.


Usaha paling cocok ketika corona jaman sekarang. Bisnis mahasiswa ini ternyata menghasilkan cuan mencengangkan. Banyak siswa jaman pandemi kesusahan menyalin tugas. Sampai setumpuk nanti tinggal difoto kemudian tinggal Mima tuliskan.

Tjipto Widodo Pemain Bisnis Sawit Jangan Minder

Biografi Pengusaha Tjipto Widodo


tjipto widodo


Biografi Tjipto Widodo yang sempat masuk orang terkaya nomor 5. Dia pemain bisnis sawit yang memberikan contoh konsistensi. Berbeda dari beberapa pengusaha lain, Tjipto memilih fokuskan diri menggarap pasar sawit melalui PT. BW Plantation.

Perusahaan sawit pengendali 96 ribu hektar dan sudah saham publik. Nilai perusahaan sampai $390, hasilkan pendapatan Rp.584, 1 miliar pada 2009 silam. Nilai tersebut terus naik menancapkan peran Tjipto sebagai pengusaha kelas atas.

Sayangnya, banyak orang cuma melihat Tjipto senangnya, padahal dia bekerja keras dari nol buat membangun bisnis. Dia menghadapi aneka problem. Mulai dari penanaman yang terhambat banyak faktor. Problem termasuk rumitnya penanaman serta pengolahan kelapa sawit.

"Saya dulu inginnya instan, maunya punya bisnis yang langsung kuat dan besar. Praktiknya, segala sesuatu harus melewati tahap perjalanan tertentu, mesti step by step," jelas Tjipto  Dia memimpin 7 ribu karyawan. 

Dia merupakan generai kedua. Bisnis BWP memang berakar dari ayahnya, Budiono Widodo, yang merupakan pengusaha hak guna lahan dari Group Wanaasri. Ayahnya memang sejak awal melihat potensi berbisnis sawit.

Mereka memiliki lahan luas, iklim mendukung, tanah subur, dan dukungan pemerintah. Dulu melalui bendera usaha pertama PT. Bumilanggeng, membibit dan penanaman perdana lahan 722 ha di Kotawaringin Barat, Kalimantan Utara.

Ayah Tjipto pemilik PT. Wanaasari Fajarindo Perkasa: yang kelak mengelola PT. Bumilanggeng, PT. Bumihutani Lestari, dan PT. Sawit Sukss Sejahtera. Sedangkan Tjipto masih mengurusi bisnis batu granit melalui PT. Pacific Granitama.


Bungsu dari empat bersaudara ini tercatat menjadi komisari Wanaasari. Dia masih sibuk menjadi urus granit. Belum mengurusi harian bisnis sawit mereka yang menanjak. Ingat masa awal bisnis sawit jangan minder. Sangat sulit mulai dari penanaman dan pembibitan butuh lebih dari sekedar paham.

Tiga tahun investasi dan penanaman hasilnya dibawah harapan. Namun Budiono meyakini kenaikan kebutuhan produk turunan sawit. Modal pribadi digelontorkan Rp. 30 miliar bersumber dari aneka bisnis dulu. 

Ayah Tjipto meyakini bahwa semua butuh perbaikan, belum lagi krisis moneter menerap. Jadi usaha mereka tengah dipupuk ketika krisis moneter menerjang. Kondisi kebun masih memprihatinkan. Di sana- sini masih tampak kotor tidak tertata.

Banyak tanaman sakit. Sialnya unsur hara tanah ternyata tidak mendukung. Ditambah alat berat dibeli malah macet. Ya mereka tengah merintis usaha tentu tidak semudah bayangan. Alumni California State University of Los Angles, mengenang bahwa perkebunan mereka masih tahap menanam.

Belum memproduksi produk turunan buat dijual. Biaya dikeluarkan lebih besar dibanding dihasilkan mereka. Dana modal Rp.30 miliar nampak belum membuahkan. Ayah Tjipto lantas mengajaknya masuk karena dianggap berhasil mengolah granit.

"Saya dipandang mampu membangun tim yang kuat menjalankan perusahaan," ujarnya, yang lantas terjun langsung di tahun 1999.

Pengusaha kelahiran Jakarta, tahun 1970, yang langsung mengunjungi perkebunan mereka. Dari mata memandang memang sangat kacau. Kesimpulannya Tjipto memilih untuk tidak menanam terlebih dahulu. Modal mulai habis, sementara butuh banyak perbaikan perkebunan yang sudah ada.

Tjipto memberi perkiraan tiga tahun baru rapih. Proses perbaikan dan pembersihan perkebunan membutuhkan kerja tim. Maka Tjipto mulai membangun manajemen, merekrut tanaga handal, dan membuat cetak biru kultur perusahaan.

Kemudian, tiga tahun menata semua, Tjipto mulai berpikir mencari dana diluar uang pribadi. Uang tersebut akan digunakan membayar hutang pemasok, mendirikan pabrik kelapa sawit, dan menanam perkebunan kembali.

Sayangnya, upaca pinjam ke bank dirasa terlalu berat menjadi nyata, faktor utama ialah mereka tepat berada di masa krisis moneter. Kalangan bank melakukan startegi dana keluar sangat ketat. Kredit macet kalau bisa tidak ada.

"Semua bank menutup pintu. Hampir setiap bank menolak saya," kenang Tjopto.

Kegigihan Tjipto mengunjungi bank satu persatu. Dari bank multi nasional sampai bank- bank kecil pernah didatangi. Kelebihan Tjipto ialah ketika terpojok. "Kalau terpojok, the best nya keluar," kesan Abdul Halim Ashari, karyawan utama yang menjadi Presider BWP.

Tidak puas akan penolakan pihak bank. Tjipto nekat mengunjungi petinggi bank ke rumah. Dari pintu ke pintu disambangi demi dana segar. Beda dengan Malaysia, perusahaan seolah dimanjakan karena dana segar malah diberikan langsung tanpa capek- capek.

Tjipto "mengemis" ke bank. Nyeletuklah ucapan bahwa mereka tidak akan kesini lagi. Tidak akan berkantor di bank buat meminta- minta.

"Halim, suatu hari nanti kita tidak akan di sini lagi (kantor bank), mereka yang akan datang ke kantor kita.' Tekad itu yang dijalankan. Dalam krisis kelihatan kekuatan Pak Tjipto," tutur Halim.

Bekerja Keras


Ia bertekat membalik keadaan disama sulit. Kerja keras ditambah kegigihannya menghasilkan. Pihak Bank BNI menggelontorkan dana pada 2009. Uang tersebut dipakai. Untung tersisa, termasuk buat membangun PT. Bumi Perdana Prima Internasional, yang berkapasitas 45 ton perjam.

Awal dia bersama tim kerja merasa keberatan mengerjakan tiga kebun. Sebab itu, mereka mengambil keputusan mengelola Bumilenggang dan Bumihutani dulu. Setelah stabil, mereka baru mengerjakan kebun Sawit Sukses Sejahtera.

Dibutuhkan waktu bertahun- tahun bahkan sampai 2005. Bisnis sawit mereka mulai stabil. Bahkan dia mendapatkan dua izin lokasi, dan mendirikan PT. Wana Catur Jaya Utama di Kabupaten Kapuas, dan PT. Adhayaksa Dharmasatya di Katowaringin Timur, keduanya Kalimantan Utara.

Kapasitas kebun tertanam sampai 15 ribu hektar. Mereka pun berpikir melakukan investasi kembali. Ia melakukan reorganisasi melalui Bumi Putra yang disulap menjadi BW Plantation.

Dimana satu perusahaan menginduki lima anak perusahaan: Bumilanggeng, Bumihutani, Sawit Sukses, Wanacatur, dan Adhayaksa. Kata "BW" memiliki kepanjangan nama ayahnya, Budiono Widodo.

Tahun 2008, mereka mengakuisisi ijin PT. Satria Manunggal Sejahtera dan PT. Agrolestari Kencana Makmur. Sebenarnya di tahun 2001, usahanya sudah menghasilkan sawit berbuah, namun kapasitas tak tercapai atau 6- 8 ton/ha dari 722 ha, maka hasil dijual dan belum memiliki pabrik pengolahan.

Tahun 2007, mereka membangun pabrik kedua, dengan kapasitas 60 ton/jam. Kini total kapasitas produksi crude palm oil (CPO) BWP mencapai 105/jam. Dan Tjipto sedang membangun lagi dengan kapasitas 45 ton perjam.

Meskipun banyak perusahaan membangun pengelolaan hilir. BWP memilih bisnis crude oil bukan mengerjakan hili lebih jauh. Margin untung dihasilkan penjualan minyak lebih dibanding olahan. Dia menambahkan bahwa bisnis CPO lebih banyak kegunaan.

Menjual minyak goreng maka akan dipengaruhi harga CPO, atau naik sendiri. Sementara bila dia menjual minyak, bisa digunakan untuk kosmetik, biofuel, dan turunan lainnya. Sejauh ini CPO nya masih diperdagangkan lokal, dan pembelinya melakukan impor.

Sementara mereka dapat menjual buat kebutuhan domestik sampai habis. Alih- alih mereka menjual keluar sudah cukup menjalankan tander. Minyak mereka akan diterima perusahaan multi- nasional, dari Wilmar, Best Agro, dan D

Entri yang Diunggulkan

Biografi Jack Ma Orang Terkaya China Alibaba