Pemilik Asli Cireng Rampat Kisah Pengusaha

Profil Pengusaha Ani Rohaeni

 
cirengrampat.png
 
Pemilik asli Cireng rampat Ani Rohaeni bercerita awal. Kisah pengusaha cireng sukses yang mampu mewaralabakan.  Hebat ibu 43 tahun asal JL. Cemara Bandung ini, nekat, memwaralabakan bisnisnya yang cuma jualan cireng. 
 
Atau jajanan yang terbuat dari aci digoreng asli Jawa Barat itu. Kisah dimana dia pertama kali mencoba- coba membuat inovasi pada jajanan cireng. Hasilnya sangat mengejutkan laris manis diserbu pembeli. Itu  Semua berawal dari hobinya pada jajanan cireng tersebut. 
 
Dia mulai membuat cireng lain, dari bentuk, rasa, serta ada isinya. Hingga bisa menggugah selera lebih- lebih lagi. Usahanya dikerjakan sejak tahun 1992, ia lantas memperkenalkan produk barunya; bernama The Cireng Rampat, yang kemudian menyebar hingga ke seluruh wilayah Kota Kembang.
 

Bisnis Cireng Asli


Isinya mulai dari rasa manis, pedas, dan asin. Untuk aneka rasanya ada isi daging sapi, sosis, bakso, kacang, kornet.dll. Semuanya lengkap sampai kami repot menulisnya. Patokan harga yang digunakan Ani juga lah terjangkau, cuma Rp.1.200 sampai Rp.2.000. 
 
Ia mengaku dengan menggunakan adonan berkualitas baik dan utamanya, Ani fokus pada rasa pedas yang tengah digilai anak muda. Disamping itu semua cireng buatannya ini crispy. Tak hanya disukai masyarakat biasa. 
 
Para selebritis juga sudah menjadi penggemarnya. Sebut saja Tukul Arwana yang sudah mencicipi rasa cireng buatannya di suatu acara di BSM. Untuk menghindari penjiplakan, Ani bergegas mendaftarkan produknya kepada instansi hak paten. 
 
Intinya agar tidak peniruan dimana cireng ini cuma diproduksi oleh Ani Rohaeni. Layaknya produk kuliner lain cireng buatan Ani tak mau kalah. Kali ini ia menyasar cara waralaba cireng untuk jadi alat pemasaran. 
 
Manajer Pemasaran dari Cireng Rampat, Sulistiyanto, mengaku usaha ini telah memiliki 51 mitra waralaba. Dimana sudah tersebar 51 gerai di tiap daerah seperti di Bandung sendiri, lalu di Bogor, Garut, Sukabumi, dan Banjaran masing- masing punya 10 gerai.

Totalnya ada hampir seratus gerai tersebar di kawasan Jawa Barat. Untuk usaha ini cukup kamu keluarkan uang 3,5 juta untuk menjadi pewaralaba. Dimana kamu bisa langsung berjualan menjual cireng khas miliknya. 
 
Ada lagi untuk kita yang diluar Jawa Barat akan sedikit lebih mahal yaitu 5- 7 juta. Keuntungan bisnis cireng waralaba ini yaitu semua sudah disediakan dan kamu tak perlu meminta stok layaknya retail.

Mengenai omzet dijelaskan oleh Sulistiyanto ada 36 juta per- bulan. Ini berasal dari 3.000 sampai 1.000 buah cireng yang akan disuport dan terjual semuanya. Menarik kan?

Kembali ke awal berbisnis Ani, dulunya, ternyata seorang karyawan di salah satu restoran internasional. Dia tak langsung berjualan cireng jelasnya. Dia dulu berjualan cireng untuk biaya hidup bersama dua anak. 
 
Biasa saja sebuah bisnis untuk menghidupi diri sejak 91. Dimana dia saat itu coba- coba mengolah aci yang lantas ia berpikir bagaimana jika dibuat combro. Nah, akhirnya ia mencoba membuat satu gumpalan aci yang lalu dibentuknya.

Isi pertama cirengnya cuma isi sambal kacang. Dari sinilah perjalanan bisnis Ani berlanjut dari cuma membuat beberapa hingga berkarung- karung. Karena tau rasanya hidup susah maka ia pun mengajak para tetangga untuk mengerjakan bisnisnya. 
 
Kala itu ia menyebut lingkungannya banyak penggaguran. ia membantu mereka yang pengangguran itu. Kisah pengusaha cireng sukses berkat inovasi dan kegigihan.

"Saya ingin menolong mereka yang putus sekolah, yang tidak punya orang tua. Mungkin dari situ mukjizat datang untuk saya, sehingga saya bisa merekrut orang untuk bekerja di sini," lanjutnya.
 
"Kebanyakan karyawan di sini mereka yang putus sekolah atau yang tidak punya orang tua. Karena itulah tujuan kita," jelas sang pemilik asli Cireng Rampat dalam satu sesi wawancara.

Dialah penemu cireng isi ini, dengan kepedulian akan lingkungan. kebaikan dibayar kebaikan itulah kira yang kita bisa pelajari. Cerita pun berlanjut dimana ia bercerita modal awalnya ini kecil. Dia menyebut cuma ada Rp.15.000 diawalnya.
 

Strategi Bisnis

 
 
Tapi kala itu sebelum krismon jelasnya dimana kalau sekarang bisa tak cukup. Dari usahanya ini juga muncul penjiplak meski telah dipatenkan. Setidaknya masyarakat tau apa produk aslinya dan mana yang palsu.
 
Ditelusuri lebih lanjut ini waralaba dan berbasis sitem beli- putus. Yaitu ia menggunakan sistem bernama beli- putus dalam penjelasannya. Mitra akan membayar administrasi untuk royalti kemudia mendapatkan suport lain. 
 
Dimana Ani mengaku ini untuk royalti merek dagangnya, yang memang sudah ada hak paten, ijin depkes, dan NPWP. Oleh para mitra cukuplah menjual dimana semunya sudah dibebankan dalam merek.

Kamu akan mendapatkan banner, bonus 50 potong cireng, dimana sisa uangnya akan berbentuk produk siap jual. Untuk gerai pewaralaba atau mitra harus disediakan sendiri, dimana, kamu nanti cuma akan disediakan produk siap jual saja.

Nama Rampat sendiri berasal dari nama anak- anaknya, yaitu Ramadhani dan Patria. Kedua nama anaknya itu lantas disatukan. Memang jika orang mengira Rampat berasal dari tempat wisata Raja Empat. 
 
Jadi bisa saja orang mengira jika Ani berasal dari Sumatra tapi tidak. Semua cuma kebetulan tegasnya, kalo ingat lah cireng, ingat Rampat, itulah mengapa banyak nama mulai meniru. Usaha yang dulunya cuma bermodal satu gerobak kini sukses besar.

Ketika merintis pengusaha Ani memulai berbisnis rumahan. Usaha dibelakang sana, di teras rumahnya, di jalan Cemara tetapi masuk gang. Terus dia berjualan sendiri sampai datang pesenan. Dari Jogja sampai Surabaya menikmati Cireng Rampat.
 
"Dorong gerobak sendiri. Trus saya jualan sendiri. Mulai dari situ ada yang pesen ke jogja, ke Surabaya," kenangnya. Maka ia mulai berpikir strategi bisnis terbaik. Strategi beli- putus. Dengan cara demikian membantu orang lain, sekaligus mempercepat penjualan.
 
Dia lantas bercerita bahwa ia tak pernah mensurvei usahanya. Ani cuma bermodal feeling. Ketika itu ia cuma membuat apa yang dipikirkan. Dia juga bercerita usahanya dimulai ketika ia punya suami. Karena usaha ini ramai dan suaminya tak suka karemaian atau entah kenapa; dia putuskan pisah. 
 
Dimulailah ia fokus pada bisnis cireng isi ini. Untuk membedakan isi, ia tak menggunakan sistem bakpau, atau dikasi tanda titik agar tau yang ini isi apa.

"Saya tidak mau, itu kan meniru bakpau. Kalau cireng kan membedakan isinya dari bentuknya. Kenapa saya membentuk cireng isi bakso dengan bentuk bulat, karena bakso kan berbentuk bulat. Seperti itu. Jadi, ya, sesuai dengan perasaan saja," jelasnya.

Catatan: kami mencoba mencari profil Bu Ani Rohaeni (foto) tapi tak ditemukan.

Ahli Telemarketing Sukses Pengusaha Karen Derby

Profil Pengusaha Karen Derby

 

ahlitelemarketing.png
 

Menjadi ahli telemarketing sukses memungkinkan. Pengusaha Karen Derby ini mematahkan frustasi kita akan pekerjaan tersebut. Menjadi telemarkater susah mengesalkan ditekenuhi. Telemarkating bagi Keren merupakan satu dari keahlian marketing serius.


"Aku menyukainya," ucap Karen. "Aku sama sekali tidak menganggap itu sebagai beban," lanjutnya. Dia bahkan terkagum- kagum orang dibayar buat telephon. Kita dibayar buat berbicara berjam- jam di gagang telephon. Tentu baginya merupakan kemudahan namun beberapa orang tidak begitu.


"Rasanya seperti mendapatkan uang untuk melakukan sesuatu yang mudah dan menyenangkan," Karen berujar. Anak keempat dari lima bersaudara hidup "sederhana". Ayahnya itu kebanyakan menganggur di rumah, sementara ibunya bekerja paruh waktu menjadi pelayan.

 

Mulai Berbisnis


Dia tumbuh besar di Mitcham, Surrey, London Selatan. "Aku selalu mencari cara menghasilkan uang karena kami bukan orang kaya," lanjut Karen. Waktu sekolah, dia bekerja di sebuah toko ikan, pernah bekerja menjadi pencuci, penjual koran, juga berkeliling London mencari botol bekas dan menjualnya.


Disuatu waktu dia memiliki empat macam pekerjaan sekaligus. Usianya 16 tahun, Karen memilih bekerja, meninggalkan sekolah dan mulai bekerja di pabrik. Tetapi dia sangat tidak menyukainya, jadi setelah dua bulan dia meninggalkan pekerjaan tersebut mencari lain.


"Aku sudah tidak tahan," ia lanjutkan. Bahwa dia tidak menyukai pekerjaan dibayar perpaket. Lalu dia menemukan pekerjaan terbaik menjadi telemarketer. Dia ditugaskan menjual sebuah space iklan dalam surat kabar lewat telephon.


Pekerjaan menyenangkan dia tekuni walau berpindah tempat. Dua tahun bekerja, Karen pindah ke ke Capital Radio, lalu pindah ke agen penjualan iklan. Kemudian, di tahun 1983, diusianya 22 tahun dia memutuskan membuka usaha sendiri.


Dia bersama seorang kawan mendirikan bisnis call center. Modal awalnya 30.000 euro -an, yang mana merupakan uang investor yang yakin akan kemampuan Karen. Banyak orang memandang Karen telalu berani ambil resiko.


Pengusaha Karen Derby tidak peduli. Dia merasa tidak rugi mencoba. Dibukalah perusahaan tersebut di kawasan Norbury, London Selatan, berbekal toko kecil. Karen lantas mencari jaringannya setelah sekian lama bekerja.


Dia menghubungi perusahaan- perusahaan besar dan mengajak mereka. Karen kemudian menunjukan kantor serta apa mereka bisa lakukan dalam telemarketing. Begitu dipercaya Karen ahli telemarketing sukses memberi persentasi.


Mereka diajak melihat apa yang bisa dilakukan telemarketing. Tujuh tahun perusahaan berdiri, dimana usahanya memiliki 200 staf yang menghasilkam omzet $4 juta. Ketika itu usia kandungannya telah siap melahirkan, tetapi dia memiliki pemikiran lain.


Dia tengah mengandung anak kedua. Karen berpikir sudah saatnya melakukan sesuatu berbeda. Siap melakukan perubahan penting hidupnya. Maka Karen menjual sahamnya senilai $1,6 juta. Tujuannya hidup lebih bebas. Namun pembeli sahamnya malah bangkrut cuma mampu membayar 500 ribu euro.


Rugi dia kehilangan separuh lebih nilai seharusnya. Tetapi dia mampu membeli rumah dari uangnya. Ia membeli rumah dan bekerja menjadi guru; Karen menjadi trainer telesales untuk perusahaan lain. Ini merupakan perwujudan filosofi, bahwa ada pengorbanan buat lebih baik.


Kerugian penjualan saham memang diluar kendali. Mungkin kamu berpikir udah enak punya usaha malah mundur. Ternyata pengusaha Karen Derby berusia 42 tahun lebih memiliki merdeka. Meskipun dia menyadari bahwa, dia mencintai dunia usaha dan menjadi guru mungkin kurang tepat.


Menjadi guru selama 10 tahun dan telah memiliki tiga anak. Karen kembali menjadi pengusaha. Jujur dia mengatakan menjadi trainer menghasilkan uang banyak. Dia bekerja buat perusahaan lain. Dan dia dibayar bila benar- benar bekerja, namun bekerja tidak menambah kekayaan.


Bila kamu memiliki bisnis maka menghasilkan uang meskipun tidur. Dulu dia memiliki perusahaan talesales. Kini dia melihat perusahaan telah memiliki pasukan sales sendiri. Banyak perusahaan lebih memilih membuat pusat pelatihan telesales, dan munculnya perusahaan jasa pelatihan.


Alhasil perusahaanya dulu mulai kehilangan prospek. Benar pilihannya keluar perusahaan dan menjadi trainer sales. Kini Karen Derby akan membuka perusahaan pelatihan. Tujuannya ialah menciptakan pusat pelatihan tetapi Karen tidak sembarangan.


Dia akan merangkul perusahaan pelatihan talesales kecil. Menjadi mereka kesatuan perusahaan besar bidang pelatihan sales. Tetapi ketika dia mengajukan bantuan permodalan perbankan. Mereka pihak bank tidak meyakini akan keberhasilan idenya.

 

Bank tidak mau memberikan modal dibutuhkan. Itu memaksa Karen mengevaluasi ide bisnis. Lalu dia mendirikan Pocket Franchise. Konsep bisnis dimana pegawai mampu membeli saham perusahaan. Ini akan membantu perusahaan sekaligus membantu pegawai.

 

Mereka yang ingin menjadi pengusaha akan ikut menjadi bagian. "Aku sampai tidak bisa tidur karena terus memikirkannya, dan aku sangat terobsesi!" ujar sang pengusaha. Dia kembali menyadari suatu tantangan akan dihadapi.


Akan butuh waktu sampai direktur perusahaan mau mengadopsi. Perusahaan besar menyukai ide ini tetapi mungkin merasa gugup, jelasnya. Dia harus menyampaikan ide sampai kelevel petinggi. Itu membutuhkan waktu panjang, dan dia tidak memiliki kesabaran seperti tersebut.


Ide Bisnis Baru


Gagal merevolusi bisnis melalui Pocket Franchise. Karen Derby masih tidak kehilangan hasrat buat berbisnis. Ketika dia menjadi trainer call center perusahaan orang. Dia menemukan dua perusahaan bidang energi butuh bantuan.


Mereka perusahaan gas dan listrik ingin banyak konsumen. Mereka menginginkan telephon ke setiap rumah menawarkan produk. Karen berpikir kenapa tidak mencarikan suplier ketimbang konsumen. Dia kepikiran kenapa tidak mencarikan orang suplier, dan mengarahkan itu ke dua perusahaan klien ini.


Sama- sama menguntungkan tetapi memiliki sudut pandang berbeda. Tetapi pihak klien tidak setuju tetap ngotot mencari konsumen rumah tangga. Karen berlalu berjalan melewati parkiran sampai ke mobil. Dia berpikir idenya hebat cuma membutuhkan rencana mewujudkan.


Ide bisnisnya lebih sederhana butuh waktu 20 menit menjelaskan. Dia melihat banyak perusahaan online memberikan peluang ganti suplier. Layanan online tersebut memberikan orang perbandingan harga tiap perusahaan gas dan listrik.


Alih- alih Karen memakai ide internet malah memakai telephon. Jadul memang tetapi dia menyadari orang butuhkan sentuhan langsung. Orang masih membutuhkan jasa komunikasi ketimbang memilih klik. 

 

Mereka butuh berbicara menanyakan sesuatu, menyingkirkan ketakutan, memastikan supplier benar, dan agar rumah mereka aman. Dia ambil libur selama musim panas membuat bisnis plan. Karen lalu mengunjungi kolega, Alistar Tillen, mengajaknya berpatner dan mencari investor.


Karen mencoba mendekati orang- orang kaya tetapi tidak berhasil. Hingga dia menemukan perusahaan bernama Bridges Community Ventures. Mereka setuju memberikan permodalan 125 ribu euro, dan mendapatkan 35% bagian saham.


Karen sempat menjaminkan rumahnya buat bisnis pertama. Ia kembali menjaminkan demi mendapat modal 17.000 euro, dan patnernya menanam modal 23.000 euro. Inilah cikal bakal Simply Switch, yang mana akan memberikan suplier energi termurah, dan menggantungkan pendapat dari feenya.


Jasa perusahaanya memakai konsep lewat surat kabar, badan amal, sampai retailer yang berprinsip kemitraan. Awalnya Simply Switch sangat kesusahan mengajak perusahaan enegeri. Mengajak buat mengikuti skema tersebut sangat susah.


Simply Switch sempat kesusahan akan pendapatan. Sampai mendapat 1000 panggilan untuk mengganti suplier. Mereka kemudian menambah layanan seperti mencari jasa broadband, perusahaan telephon, hingga jasa kartu kredit termurah.


Mereka mampu membuat konsumen datang bukan sebaliknya. Namun di tahun 2005, dia malah pilih menjual perusahaan untuk 22 juta euro dan berbisnis kembali. Karen mendirikan Call Britania yang berbasis call center.


Dia menciptakan lapangan pekerjaan sampai 10.000 pengangguran. Karen senang menjalankan usaha lagi. Ini caranya menikmati kehidupan memang passion. "Aku suka menunjukan pada mereka bahwa itu bisa dilakukan.


Ia menjelaskan, "aku orangnya cukup kompetitif". Keinginan membuat perusahaan karena dirinya mulai berpikir: Tidak ingin meninggal dikenang sebagai "ahli menelephon". Dia ingin menjadi seorang pengusaha sukses. Dia ingin memberikan kontribusi bagi kehidupan masyarakat.

Pengusaha Zaitun Jadi Jutawan Berkat Peyek

Profil Pengusaha Sukses Zaitun

 

pengusahazaitun.png
 

Ibu rumah tangga jadi jutawan berkat peyek. Pengusaha Zaitun bercerita cukup bermodal minyak sayur, ikan teris, tepung beras dan bahan pelengkap lain. Bermodalkan Rp.10.000, di tahun 2004, Zaitun mulai membuat peyek bermerek Ilham.


Peyek Ilham ternyata bentuk pengabdian seorang istri. Suaminya PNS tetapi belum mencukupi kebutuhan keluarga. Uang gaji suaminya cuma bertahan lima hari. Sebagai istri tidak boleh diam apalagi melihat ibu- ibu PNS lain makmur.

 

Jadi Jutawan


Dia ngeliat kok teman- teman PKK nya berdompet tebal. Padahal mereka sama- sama bersuami golongan sama bergaji sama. Jabatan juga tidak berbeda tetapi beruang lebih banyak. Ternyata Zaitun mendapati mereka memiliki usaha sampingan.


"Saya bepikir, kenapa uang ibu- ibu PKK itu lebih banyak, padahal sama- sama istri PNS?" jelas Zaitun. Itu ternyata berkat mereka memiliki usaha sampingan.


"Dari situlah, saya mulai berpikir membuka usaha agar bisa membantu perekonomian," jelasnya. Entah kenapa, Zaitu membuka usaha peyek, sebenarnya dia tidak memiliki keahlian membuat peyek. Itu bak ilham datang tanpa dipikirkan dahulu.


Pengusaha Zaitun tiba- tiba kepikiran membuka usaha peyek itu. "Anak pertama saya juga namanya Ilham," timpalnya. Dari rempeyek, Zaitun mengembangkan usaha lain, seperti kerupuk pangsit dan tempe.


Baik peyek maupun kerupuk pangsit dan tempenya laris manis. Dari usahanya dia menghasilkan dua unit mobil, tiga sepeda motor, dan satu rumah. Zaitun dulu mengontrak rumah di Jalan Gajah Mada, Lorong Nusantara.


Kalau dikenang memang sangat mengaggetkan. Bayangkan, modalnya Rp.10.000, di tahun 2004 dan jadilah 20 bungkus rempeyek. Zaitun cukup memasarkan ke suatu toko kelontong. Harganya Rp.2000 hingga ia meraup omzet Rp.40.000.


Uang untungnya diputar sampai memperbanyak produksi. Zaitun merambah satu toko kelontong lain. Begitu seterusnya diulang sampai berkembang. Pengusaha Zaitun bukan sembarangan karena mau berkembang.


Dia menyasar pasar swalayan hingga terealisasi pada 2005. Tidak butuh lama peyek Ilham nya habis diborong. Kemudian dia memperbanyak produksi ke pasar swalayan tersebut. Tak ayal, dalam sehari 40 bungkus peyek habis.


Bertahap dia mendatangi pasar swalayan seluruh Jambi. Ia tawarkan peyeknya. Kini, nyaris semua swalayan menjual peyeknya Peyek Ilham. Zaitun pun merambah keluar kota melalui Sangeti dan Tambesi. Kemudian dibantu sales berjualan sampai Sorolangun hingga Palembang.


Bisnis Peyek


Peyek memang telah digemari semua lapisan masyarakat. Usaha coba- coba Zaitun ternyata mendapat antusias. Kemasan modern dan rapih mampu membawanya menembus pasar swalayan. Zaitun kini memiliki omzet tidak kurang Rp.200 juta perbulan.


Dulu suaminya bergaji biasa dan tinggal di rumah kontrakan. Zaitun makin bersemangat melihat usaha membuahkan hasil. Dia lantas berjanji akan memiliki rumah sendiri. Motivasi membeli rumah mampu meningkatkan moral Zaitun.


Awal usaha dia sudah bersemangat walau sampai keliling ke jalan. Bermodal Rp.10.000 dibelinya minyak tanah Rp.600 perliter, telur sebutir Rp.150, minyak sayur Rp.3000 perkg, teri Rp.13 ribu perkilo. Zaitun cuma sanggup memberi teri seperempatnya atau Rp.750, dan dipotong lebih kecil.

 

Teri dipotong lebih kecil biar keliatan lebih banyak. Kemudian dia membeli plastik Rp.200. Zaitun langsung menggiling bumbu langkok. Begitu adonan selesai digoreng dibungkus dititipkan. Dari tahun 2004 saja, pengusaha Zaitun memiliki 4 pegawai mengelola keuntungan diputar menjadi modal.

 

Modal bahan dijadikan adonan variasi memakai daun kunyit dan cabai. Dia lantas tawarkan ke pihak mall di Mandala dan Trona. Usaha rempeyeknya berkembang di kawasan Sumatra Selatan, Bengkulu, dan Lampung.

 

Varian peyek dulunya membuat satu berkembang peyek udang dan kacang. Hingga di tahun 2010, dia telah memproduksi semua varian peyek termasuk bentuknya. Ada peyek berbentuk bulat, lalu peyek bayam, peyek sawi, hingga keripik tempe.

 

Apakah usaha peyek miliknya berjalan selancar bayangan. Ternyata tidak, ia mengakui harus siap buat bersaing dengan pengusaha lain. Belum Zaitun berhadapan dengan telat membayar pihak penjual. Tapi Zaitun selalu sabar menghadapi tanpa mengeluh.

 

Bank Indonesia (BI) Jambi memberikan bantuan binaan bernama Wirausaha Binaan Bank Indonesia. WUBI telah memberikan dukungan selama enam bulan. Dia diikutkan pelatihan sampai pameran- pameran wirausaha.

 

Keinginan membangun rumah sendiri terwujud. Pihak WUBI sangat membantu, terutama mengurusi perijinan usaha. Dia dibantu juga pihak Diperindag Kota dan Provinsi Jambi. Walau telah memiliki 16 karyawan Zaitun mengaku masih kwalahan, seperti dijelaskan kepada Metrojambi.com

Pengusaha Wildan Pisangku Pisang Pasir Resep

Profil Pengusaha Wildan


pemilik pisang pasir

Pisangku Pisang Pasir Pengusaha Wildan berbagi resep. Dibalik bisnis pisang pasir ada sosok yang sederhana dan cerdas. Meski cuma lulusan SMA, akan tetapi, hidupnya tidak perlu dicemaskan iklan lowongan pekerjaan.

Wildan begitu panggilannya, sukses membuka usaha sendiri tanpa harus memikirkan ijasahnya lagi. Bukanlah tanpa kerja keras loh. Dia memulai bisnisnya dari satu gerai kecil ukuran cuma 9x10 m di bawah Flyover Jalan ExitTol RC Veteran, Bintaro, Jakarta Selatan.

Dari gerai kecil ini pernah disewa selama 4 tahun, dan dari sinilah bisnis menjadi beromzet miliaran rupiah. Bisnisnya pisang, Pisangku Pisang Pasir, memang telah terdengar ke- "keringannya" hingga ke penjuru Indonesia. Pisang buatannya sangatlah minim minyak goreng.

Modal Bisnis


Jika dibandingkan pisang goreng lain pisang goreng buatan Wildan ini sama sekali tanpa ada tetesan minyak. Bahkan jika kamu mencoba meremasnya diantara tisu, maka kadar minyaknya minim atau hampir tidak ada.

Modal awalnya terbilang besar yaitu Rp.75 juta hanya buat berbisnis pisang goreng saja. Ya, pasalnya kala itu bisnis pisang sedang ramai- ramainya sih; terutama pisang yang digoreng. Di tahun 2006 memang jadi kejayaan bagi pisang goreng di Jakarta utamanya jenis pisang pontianak.

Ada saja penjual yang menjualnya langsung berbalut tepung. Disisi lain, Wildan telah memulai bahkan sebelum masa jayanya dan masih menjadi paling bertahan.

Sukses jadi salah satu petahana karena memang pisangnya unik diantara sekian pisang goreng. "Pada 2005 lalu di jalan sekitar sini banyak gerai pisang goreng, dan yang paling laku yakni pisang goreng pontianak," jelas pria kelahiran Lampung.

Berawal dari begitu banyaknya gerai pisang goreng di daerah Bintaro itulah ada hasrat mencicipi rasanya sendiri. Setelah mengantri cukup lama akhirnya pisang goreng Pontianak itu ada di tanganya; terbersit kesimpulan.

Wildan melihat memang tepungnya cukup unik namun dari segi rasanya, menurutnya kurang nikmat. Melihat potensi jadilah mencoba mengkreasian pisang gorengnya tersendiri. Tidak memilih pisang Pontianak menjadi kunci suksesnya kala itu.

Pertama kali hingga sekarang bisnisnya menggunakan pisang Lampung. Ia melihat potensi lain disana selain rasa menjadi berbeda. Pisang Lampung tersebut bertekstur tidak lembek dengan tingkat kemanisan cukup tinggi.

Adonan tepungnya ini masih jadi teka- teki bagi pembeli ataupun pegawai sendiri. Wildan berkeras hati tidak membocorkan rahasianya. Bumbu rahasia ini dia pelajari selama lima bulan lebih. Ide bumbunya sih memang masakan khas Jepang bernama chicken katsu.

Jika chicken katsu adalah ayam goreng berbalut tepung gurih dan kering; maka ini pisang. Setelah lima bulan mengotak- atik asal bumbu inilah jadi bumbu Pisangku Pisang Pasir. Hasil inovasi bumbu mampu menunjukan kesuksesan meski di awal bisnis.

Ayah lima anak ini sukses menjual 500 potong di hari pertama. Didukung embel- embel nama pasir jadilah pembeli merasa penasaran sekedar icip- icip di awal buka. Namanya sangat unik, ditambah bentuknya meyakinkan, mudah bagi Wildan untuk membuat mereka pembeli penasaran.

Bisnis Besar

 
Menjadi orang sukses merupakan pilihan hidup setiap orang. Wildan berprinsip selama kita mau usaha apapun. Termasuk dia menjalankan usaha bikin jok mobil. Usaha jok mobil berbahan kulit tersebut dinamai Mr. Seat, dan Wildan juga membuat kompor hemat energi.
 
Warga Lampung berusia 36 tahun, yang memilih merantau ke Jakarta demia kehidupan lebih baik. Dia pemilik bengkel Mr. Seat di Jalan Pangeran Antasari, Cipete, Jakarta Selatan. Dalam sebulan dirinya mengantongi omzet Rp.200- 300 juta.
 
Dia sering mengikuti pameran mobil dan memamerkan jok kreasinya. Desain jok miliknya unik dan inovatif. "Saya pernah membungkus satu badan luar mobil Avanza baru dengan jok kulit buatan sendiri," kenang Wildan.

Wildan juga memiliki bengkel AC dan kenalpot. Beberapa tahun sebelumnya, Wildan sudah sukses membangun bisnis pisang goreng. Wildan sampai menciptakan kompor buatan sendiri. Yakni kompor bermata gas yang membuat wajan cepat panas.
 
 
Sejak pertama kali buka di 2006, Wildan sukses menjual 500 potong dibawah merek dagangnya Pisangku Pisang Pasir. Hanya dalam tempo satu bulan bisnis ini mencatat penjualan 5.500 pisang dalam satu bulan saja loh.

Tak adakah hambatan? Ada, ia menemukan hambatan pada pemasok bahan baku utama pisangnya. Ia pernah mencoba mengganti bahan bakunya. Dia mencoba jenis pisang lain, namun sebagian besar pelanggan kecewa.

Meski kala itu dia menggunakan pisang kualitasnya diatas pisang kepok Lampung. Terlanjur nempel si pisang Lampung tak bisa digantian jenis pisang lain. Kini, agar tak mengurangi kualitas rasa, jadilah Pisangku Pisang Pasir terpaksa tutup saja.

Sang pemilik nekat memilih menutup gerainya saja jikalau stok pisang si Lampung tak mencukupi dalam sehari. Ia menutup gerainya esok atau lusanya. Tak mau mengecewakan, diambilah jalan lain yaitu menghubungi pemasok utamanya di Lampung langsung.

Untuk mengantisipasi kekosongan bahan baku diambilah 300 tandan pisang dari Lampung. Agar stoknya tersimpan baik dipilihlah sebuah gudang penyimpanan di daerah Cipete, Jakarta Selatan. Selain itu, Wildan tetap menjaga citra dagangnya agar produknya tetap masuk ke semua kalangan.

Dia mengatakan, meski bisa juga dibilang jajanan pasar, produknya harus terjaga kebersihan dan semua orang menyukainya. Usaha yang telah dijalani selama lima tahun ini berbuah hasilnya. Saat ini usahanya telah memiliki sekitar 100 pegawai di 15 gerai yang tersebar di seluruh Jabodetabek.

Dia mampu menjual 1.000 potong pisang pada hari biasa seharga Rp2.500 per- potong. Sementara di akhir pekannya bisa mencapai 4.000 potong pisang. Itu pun hanya untuk setiap gerainya jadi setiap gerainya bisa menjual ribuan.

Jika dihitung, Wildan bisa mengantongi omzet penjualan Rp. 2,5 juta per hari tiap gerainya, ingat per- hati bukanlah per- bulan. Bila saat ini ia masih memiliki 15 gerai, berarti omzetnya mencapai Rp. 37,5 juta per hari atau dalam sebulan mencapai Rp. 1,125 miliar

Selain bisnis pisang goreng, ia melakukan inovasi baru yakni membuat kompor pintar agar mendongkrak penjualan pisang gorengnya. Memang pisang goreng pasir akan terus digoreng hingga kering.

Salah satu rahasia selain pada bumbu, ada resep rahasia minyak goreng yang diganti setiap enam jam penggorengan. Dan ia memiliki kompor pintar, yang membuat bisnis ini jadi lebih hemat.  Rata- rata penggorengan tanpa kompor pintar, akan benar matang setelah 15-20 menit, sekarang hanya 10 menit sudah matang.

Wildan tetap mencari celah lain agar bisnisnya tetap disukai. Hingga memanfaatkan aneka inovasi agar bisa selalu di hati. Bicara tentang kesempatan waralaba atau franchise si empunya sama sekali belum terpikirkan.

Wildan tak mau bisnisnya menurun kerena memilih menggunakan sistem waralaba. Jadi kalau ada mengaku- ngaku ada harapnya mengecek lagi.

"Saya sementara ini belum ada niat untuk Franchise, takut kualitasnya turun nanti jadi senjata makan tuan." ujarnya mantap.

Sebelum sukses dia pernah kesulitan mencari pekerjaan. Dulu Wildan sempat menjadi penjual kartu ucapan. Pernah dia bekerja menjadi salesman alat dapur. 
 
"Saya menjalani pekerjaan tersebut sebaik- baiknya walaupun sebagai tukang jualan alat rumah tangga dari rumah ke rumah sering mendapat penolakan," kenang Wildan.
 

Sempat Putus Asa


Melakoni pekerjaan salesman alat- alat rumah tangga lumayan lama. Dia bahkan sampai diangkat jadi supervisor. Ia mulai menabung. Tetapi sayangnya, malang menimpa Wildan, pabrik tempatnya kerja malah bangkrut.
 
Dari koneksi sang kakak, Wildan kembali kerja, kali ini dia bekerja menjadi pegawai perusahaan jasa pembebasan lahan. Dia sempat membebaskan lahan di Bali dan Lombok. Perlahan tabungannya makin membesar cocok buat wirausaha.
 
Wildan kemudian membuka bengkel kenalpot dan mesin AC. Sebelumnya kakak Wildan telah lebih dahulu membuka usaha ini. "...tidak jauh dari bengkel saya. Lalu, kami patungan mendirikan bengkel, saya ditugasi untuk mengelolanya," lanjutnya.

Berbisnis memang tidak gampang. Wildan sempat merasakan putus asa. Bengkel sepi dan terus rugi. Ia sampai menjual tanah bengkel karena frustasi. Untung langkahnya urung karena harga ditawara tidak cocok.

"Mungkin sudah takdir saya tidak boleh jual bengkel ini," tutur Wildan.
 
Tawaran datang memberi peluang. Tidak berapa lama, datang orang yang menawarkan kerja sama membuka usaha jok mobil. Wildan cukup menyiapkan tempat dan memencari pesanan, sedangkan si rekan akan mengerjakan pesanan.

Tapi, lagi- lagi tidak mudah, tidak semudah dibayangkan walau sudah memiliki pesanan. Rekannya malah mangkir tidak datang mengerjakan pesanan. Wildan berbisnis bengkel sepi, ketika kelihatan sukses di bisnis jok malah kehilangan pekerja.

Wildan memutuskan kerja sama. Untunglah, Wildan sudah memiliki tiga pegawai, salah satunya minta Wildan jangan berhenti. Awalnya, dia sempat ragu, pasalnya dia tidak mengerti sama sekali mengenai servis mobil terutama pasang jok.

Dia lantas mempelajari cara memasang jok sendiri. Dia datangi tempat usaha jok mobil lain yang lebih ramai. Selain itu, ia mempelajari teknik pemasangan jok di media masa. Berbekal ilmunya dia mampu mengerjakan pesanan sendiri. Dia kemudian dibantu pegawai yang sudah piawai memasang jok.

Ia langsung praktik lewat marketing: Harga miring dan janji kualitas bagus. Gebrakan diskon mampu menggaet pelanggan baru ke Mr. Seat. "Saya sempat banting harga jok mobil sedan menjadi Rp.1 juta. Padahal, di bengkel lain, satu itu harganya Rp.1,6 juta," terusnya.

Promosi ekstrim nan- cerdas ditampilkan Mr. Seat. Seperti ketika dia menutupi seluruh body mobil mamakai kain jok. Kemudian dia juga menambahkan pola pada kulit lapis jok. Tujuannya menarik perhatian masyarakat akan produk Mr. Seat.

Masyarakat kemudian tertarik mengganti lapisan kulit jok. Kesuksesan Mr. Seat tidak memuaskan langkah pengusaha Wildan. Tahun 2005, dia merambah bisnis pisang goreng yang membuat namanya dikenal publik.

Kebetulan, dulu dia pernah berjualan pisang goreng namun gagal dan mandek. Usaha sejenis yang dibuatnya di Lampung tidak jelas. Maka Wildan memilih melakukan survei dahulu, usaha pisang goreng Pontianak yang sukses didatanginya.

"Tapi, saya khawatir usaha ini (pisang Pontianak) akan cepat mati. Sebab, mereka sangat terbuka soal resepnya hingga sangat muda ditiru," ujarnya, inilah mengapa Pisangku pisang pasir resepnya sangat rahasia.

Memang betul usaha sejenis pisang pasir bermunculan. Namun Wildan telah terlebih dahulu siapkan resep rahasia. Selain dia merubah pisang Pontianak menjadi Lampung. Wildan juga membuat lapisan "pasirnya" berbeda sangat rahasia.

Bahkan dia tidak memberi tahu rahasianya ke pegawai. "Sampai sekarang, karyawan saya tidak pernah tahu resep pembuatan pisang goreng pasir saya buat," lanjut Wildan.

Wildan memang sudah terbiasa berwirausaha. Sejak kecil, lantaran membantu perekonomian keluarga, ia berjualan teh kota dan tisu ke bus- bus ketika masih bersekolah. Dia sempat berjualan bakwan dan es teh. "Dari sana, saya tahu bahwa manusia harus berusaha jika ingin berhasil," ujarnya.

Resep Palsu

 
Masyarakat kini harus lebih hati-hati untuk membuka usaha waralaba. Pasalnya beberapa pemilik hak paten mengaku produknya dipalsukan melalui blog di dunia maya untuk kepentingan segelintir. Hal tersebut dialami juga dialami pemilik usaha sekaligus pemegang hak paten Pisangku ini.

Beberapa bulan lalu, pemilik hak paten Pisangku, Wildan telah dikagetkan dengan munculnya sebuah blog aktif mengatas namakan pemegang hak paten Pisangku.

Blog tersebut menjual resepnya kepada masyarakat untuk membuka waralaba. Kejadian bermula, saat salah seorang kerabat Wildan mengetahui blog yang beralamatkan di pisangpasir (blogspost) com dan juga di pisangpasir (wordpress) com.

"Blog tersebut mengaku pemilik hak paten pisangku, dan menjualnya kepada para warga yang hendak membuka frances. Bahkan sudah ada yang membeli hak paten itu, dan membuka cabang Pisangku di daerah Tuban, Solo, Tasikmalaya, dan Bandung," katanya.

Atas informasi dari blog itu sendiri, Wildan pun langsung berpura- pura saja mau membeli hak paten. "Saya langsung ke Solo tempat pelaku yang mengaku memiliki hak paten pisangku," ujarnya.

Namun, setelah disambangi, kedua pelaku yang merupakan ayah dan anak yang bermana Ahmad Fauzi dan Muhammad Akbar awalnya tak menyangka jika Wildan pemilik hak paten Pisangku sendiri.

Namun setelah sadar jika yang datang adalah sang pemilik, maka mereka berdua langsung mengaku salah. Lalu,  si pemalsu merek tersebut akhirnya harus membayar sejumlah denda uang karena telah terbukti memalsukan merek dan menjual produk Pisangku tanpa izin sang pemilik.

Kini Wildan tidak kurang membawahi ratusan pegawai di bengkel dan gerai pisang. Kedepan dia akan menciptakan kuliner trending Jakarta. Mau mencari keunikan sampai dilirik dan viral. Wildan belum berpikir mau usaha jenis makanan apa, sembari tetap menjaga kualitas bisnis sekarang ini.
 
Website resminya: pisangku (dot) com, untu informasi waralaba dan lain- lain. Kisah pengusaha Wildan semoga menginspirasi.

Mantan Penjual Bakso Pengusaha Muda Zulham

Profil Pengusaha Nur Zulham

 

mantanpenjualbakso.png
 

Pengusaha muda Zulham telah mengalami banyak kegagalan. Mantan penjual bakso mengapa tidak punya status begitu. Hidup remaja Nur Zulham jauh dari gemerlap masa muda. Usianya 11 tahun, sudah harus mendorong gerobak berjualan di depan Pasar Lambaro, Aceh besar.


Zul setelah berjualan bakso kemudian membuka empat bisnis lain. Sang alumni Universitas Islam Sultan Agung (UNNISULA), Jurusan Manajemen, sempat memiliki kafe di Mangkubumi Medan pada 1999, internet provider di Banda Ace tahun 2002.

 

Aneka Bisnis


Ia juga membuka usaha warnet di Langke, Banda Aceh. Pernah pula mengimpor semen Cap Orang dari Malaysia di 2005. Empat usaha dijalankan beruntutan namun berakhir kegagalan. Apakah Zul menyerah meratapi nasib gagal pengusaha.

 

Tidak. Zul tetap berusaha karena jiwa entrepreneurship mendarah daging. Dia senang berjualan walau tak selalu laku. Dia terus memberikan pelayanan terbaik. Zulham pun sempat melanjutkan studi non- formal di Study Visit to Singapore International Trade Institute of Singapore (ITIS).


Sekembali menutun ilmu langsung berwirausaha kembali. Zul membuka toko mebel dan furnitur di Banda Aceh. Usaha tersebut berjalan sampai sekarang berkat kegigihan. Zul pun aktif di organisasi dan mengikuti aneka seminar.


Dia membuktikan menuntut ilmu tidak akan sia- sia. Zul pernah diangkat menjadi divisi marketing Hafara Furniture Jepara (Taek Garden Export) 1996- 1997. Pernah pula menjabat divisi finance PT. Sawita Abadi Medan (kelapa sawit dan loging) pada 1998 dan tahun 2008.


Tahun 2003 sampai 2004, ia menjabat komisaris PT. Dinar Nusantara Banda Aceh, yang merupakan agen travel bergengsi Maktour Jakarta. Dia pernah menjadi direktur CV. Dewi Permai Banda Aceh, sebagai vendor PT. Semen Andalas Indonesia.


Dia menjabat direktur utama PT. Gading Pattaya Banda Aceh (tour dan travel), direktur CV. Gading Mas Sakti (agen asuransi surety bond Putri Asih Jakarta), dan juga direktur CV. Nuansa Entertainment Banda Aceh. Mantan penjual bakso tersebut telah bertransformasi jauh.

 

Pengusaha muda Zulham sangat dikenal di Banda Aceh. Ia dikenal para pelaku usaha Aceh. Namanya menjadi kepercayaan rekanan dan konsumen. Baginya entrepreneurship bukan sekedar mencari untung semata. Walau kita memang memilik tujuan tersebut tetapi harus berkah.


Dia menegaskan kopetensi dan tanggung jawab. Zul menjadi pembicara bagi mahasiswa, LSM, NGO lokal, dan investor asing. Zul atau yang akrab dipanggil Anas ikut ambil andil. Dia membangun untuk Aceh lewat insvestasi dan kontraktor.


"Investor harus dijadikan mitra dan saling bekerjasama tentunya melakukan transfer data dan informasi," ucap ayah dua anak ini.


Dia juga merupakan pengusaha muda travel. Rupanya Anas memang tidak mau diam. Dia membuat aneka usaha baru, bahkan menjadi pengusaha emas. Pokoknya kamu harus mampu menemukan suatu peluang. 

 

"Tapi semuanya harus saling melengkapi, ada keuntungan yang dirasakan kita dan pelanggan," papar Zul. Dia pun tidak mau kehilangan arah bisnis. Maka baiknya kita memiliki rencana jangka panjang, target yang dituju, serta memiliki positioning pasar.


Zul menerangkan mau berbisnis besar harus memiliki jaringan. Kamu harus mampu membangun suatu pertemanan. Itu akan berguna, selain bekerja keras dan kemauan menjalankan usaha sampai berhasil berdiri.

Entri yang Diunggulkan

Biografi Jack Ma Orang Terkaya China Alibaba