4 Miliarder Mengambil Untung Kegagalan Dimanapun

Artikel Bisnis Kegagalan Wajib Pengusaha


empatmiliarder.png
  
Empat miliarder mengambil untung kegagal. Beberapa orang memang kesal gagal. Dan Kesuksesan lebih menyenangkan. Hanya kalau kamu adalah entrepreneur, maka kamu akan belajar lebih banyak dari kegagalan dibanding kesuksesan. 
 
Kamu cuma butuh cara terbaik untuk berpikir soal itu -sebagai peluang, bukan sebagai dinding penghalang. Beberapa orang entrepreneur sukses (dan kaya) di dunia sadar akan pelajaran ini. 
 
Berikut ini pelajaran dari empat entrepreneur (miliarder) yang gagal beberapa kali dalam perjalanan membangun bisnis besar.

1. Kegagalan dapat mengangkat hasrat untuk sukses

Sukses membutuhkan banyak kerja keras, meskipun keadaan akan baik atau buruk. Nick Woodman, seorang miliarder GoPro mengusung kamera olahraga, punya kegagalan di dua bisnis sebelumnya disaat eranya naik daun dot- com. 
 
Pengalaman tersebut menyesakan, seperti terlihat ketika dia diwawancarai Forbes. "Saya gagal dan pantas menjadi fuckedcompany, (sekarang mati yang dulunya katalog kegagalan dot- com)," sesaknya. 
 
"Maksud saya tidak seorang pun mau kegagalan, tetapi hal paling parah adalah saya kehilangan uang investor, dan orang- orang ini percaya akan ide anak muda ini yang sangat passion tentang idenya... (dan ketika anda gagal) anda mulai berpikir, apakah ide saya memang bagus?"

Sebuah pertanyaan sulit ketika gagal ialah keraguan. Untuk itulah Woodman mencoba menjawab keraguaan itu. Dan ketika ia menemukan kesempatan lewat GoPro, maka Woodman tidak mau menyia- nyiakan. 
 
Dia mulai mengerjakan GoPro. Tetapi cuma kegagalan lain dari 18 jam dirinya mencari bagian dan membangun prototipe. Ketika GoPro masuk ke pasaran, waktu itu dia satu- satunya pegawai dan bertekat membuat semua kembali bekerja. 
 
"Saya sangat ketakutan kalau saya akan gagal lagi olehnya saya total berkomitmen agar sukses."

2. Gunakan kesalahan kecil menjadi sukses

Kamu ingin ide kamu bekerja. Tidak mengejutkan: Semua orang begitu. Hanya kamu tidak mungkin bergantung bahwa itu akan berhasil. 
 
Tanyakan James Dyson, yang diperkirakan memiliki kekayaan $.4,4 miliar terima kasih untuk kekuatan udara, baik di vakum cleaner, kipas pendingin, atau pengering tangan.

"Maksud saya, 99 persen hidup saya adalah kegagalan, karena kita membangun prototipe sepanjang waktu," Dyson berujar kepada Bloomberg. "Kami mencoba ide baru, tetapi semua gagal". Tentu, tidak semua gagal karena hanya satu model berhasil bekerja.

Dia mendapatkan apa diharapkan. Tapi itu mungkin saja tidak akan mungkin dicapai tanpa mau belajar dari semua kesalahan.

3. Kegagalan disekitar mu seperti "semua orang tau"

Sara Blakely, miliarder pendiri Spanx, tersandung dan gagal banyak sekali di jalan membangun bisnisnya. Dia berujar kepada pewarta CNBC, dia tidak ada pikiran apa yang dikerjakannya. Tetapi ketidak pedulian itu menjadi kunci sukses.

"Fakta  bahwa saya tidak pernah mengikuti kelas bisnis, tidak mengikuti pelatihan, tidak tau bagaimana retail itu bekerja," ucapnya. "Saya tidak terintimidasi seperti saya seharusnya." Dia cuma tetap melakukan apa ide bisnisnya. 
 
Banyak orang pasti akan memintanya menjauhi retail Neiman Marcus, apalagi sampai Blakely berani menawarkan produk baru. Itu akan sangat membuang waktu. Tetapi dia tetap ngotot dan akhirnya retail itu menjadi klien pertama Spanx. 
 
Satu petunjuk ialah jangan bilang kepada siapapun tentang ide bisnis mu. Tidak mau  membicarakan ide tersebut sebelum memiliki kesempatan melihat ada sesuatu disana, seperti dikatakan Blakely kepada penulis David Kiddler, buku The Startup Playbook: Secrets of the Fastest-Growing Startups from Their Founding Entrepreneurs.

Selepas bertahun- tahun berkutat sendiri. Sampai suatu saat Blakely mencoba menjelaskan kepada teman dan keluarga ide bisnisnya. "It's footless pantyhose." ucapnya. Ya lama berkutat ternyata dia cuma berbisnsi pantyhose. 
 
Respon teman dan keluarga cukup mengejutkan. Mereka memberi "saran" membuat perubahaan besar. Sebagai catatan pantyhose adalah sejenis stoking tetapi lebih ke arah leging. Bahannya lebih kuat dibanding stoking biasanya, seperti di lingerie mungkin. 
 
Footless pantyhose adalah stoking tanpa telapa kaki, membuat itu nampak seperti celana leging tetapi bukan. 
 
Respon teman dan keluarganya berbunyi begini,"sayang, jikalau sebegitu bagusnya ide itu, kenapa itu tidak pernah terwujud? Dan jikapun itu ide bagus, orang besar disana akan menendang mu keluar dari air dalam beberapa bulan kedepan."

"Jika saya mendengar di hari pertama saya memotong bagian kaki dari pantyhose tersebut, saya berpikir saya mungkin masih akan menjual mesin fax sampai sekarang," kenangnya.

Kalau saja ketika diberi "saran" itu dia berhenti berusaha mau bilang apa. Bagi orang banyak idenya adalah kegagal. Bahkan dia memang merasa itu kegagalan. Ketika diberi "saran", tanggapan  Barkely malah tidak mau peduli, nekat mengajukan produknya ke perusahaan retail besar.

4. Buatlah kegagalan sekarang menjadi sukses kedepan

Ketika pasar jatuh di tahun 2008 dan banyak orang kehilangan investasi, banyak orang mengeluh sangat rugi. Banyak orang berpikir logis dan menjual saham (atau bisnisnya) karena panik. 
 
Ahli mengatakan kepanikan, itu justru akan membawa kamu menjual murah dan membeli mahal, tetapi memberikan ruang bagi orang lain kaya. Terbukit kisah John Catsimatidis, seorang miliarder yang memiliki usaha yaitu supermarket, tempat pengisian BBM, dan real estate. 
 
Dia sangat mengidolakan Donald Trump. "Bagaimana pun buruknya hari dia miliki, dia tetap megangkat kepalanya keatas dan dia kembali dan bertarung beberapa kali lagi," ucap Catsimatidis.

"Dia tidak pergi dan menaruh kepalanya kebawah dan menangis," tambahnya.

Untungnya kondisi pasti berubah. Kamu harus beriap mengambil kesempatan dari mereka ketika mereka lalu melakukan itu (menjual saham atau bisnisnya). Itu berarti terbentanglah dasar ketika mereka tengah terlihat terengah terpleset. 
 
Kalau kamu beruntung, kompetitor akan menyerah sepenuhnya kepada hantu, memberi kamu ruang berekspansi.

Artikel ini aslinya ditulis oleh Erik Sherman, kontributor Inc, memberikan gambaran bagaimana kisah mereka entrepreneur miliarder juga gagal. Ambil pelajaran dari tulisan ini semoga kita selalu diberkahi kegagalan dan kemampuan untuk memperbaikinya.

Modal Utang Kini Pengusaha Cireng Jutaan

Profil Pengusaha Lilis Komariah

 

utangcireng.png
 

Kini pengusaha cireng jutaan dan dulu sempat bangkrut.  Lilis Komariah modal hutang membangun usaha sekarang. Lilis merupakan pengusaha kue kering. Wanita berhijab asal Bandung yang sempat mempunyai usaha kue kering.


Bukan sembarangan dia mampu sukses berbekal kue kering. Namun, di tahun 2022 puncaknya, dimana Lilis malah bangkrut karena ngotot. Dia berusaha keras membangun bisnis musiman ini. Tetapi bisnis kue keringnya tidak terselamatkan bahkan sampai bangkrut.


Dulu Modal Utang


Dia terpukul. Bahkan tidak memiliki uang sepeserpun. "Karena kalau cookies itu lakunya di momen- momen tertentu, nah dari situ saya mengalami kebangkrutan, itu saya down banget," jelasnya.


Kebangkrutan membuatnya sempat terpuruk. Meskipun terpuruk, Lilis tidak menyerah walau begitu dia kesusahan modal. Inginnya langsung membuka usaha baru. Lilis memutar otak mau menjalankan usaha baru.


Tepat di Agustus 2012, dirinya menjajal berjualan rujak cireng bernama Cireng LS. Buat mendirikan usahanya itu sampai Lilis pusing. Ia tidak memiliki uang sepeserpun. Tidak punya uang buat membeli bahan baku.


Dia baru bangkrut. Lilis sampai down karena tidak memiliki uang. "...hanya punya Rp.2000 saja, saya mengalami seperti itu. Tapi saya berpikir, usaha itu tidak selalu modal dan modal, gimana caranya saya akhirnya punya kepercayaan untuk mengambil bahan baku di salah satu pasar," jelasnya ke Detik.com.


Kebingungan sampai dia diberikan hutangan penjual. Dia merupakan penjual bahan baku biasanya dia membeli. Hutang tersebut dipakai buat Lilis merintis usaha. Bahan- bahan tersebut dibuat menjadi cireng buat dijual.


Itu adalah hutang bahan baku. Ia cuma bermodal kepercayaan dapat bahan. "...ngutang, dapat 7 kg bahan baku ke pasar, mungkin sekitar Rp.250 ribu sampai Rp.300 ribu segala macam," jelas Lilis. Itu lantas diolah semua menjadi rujak cireng.


Ide jualan mau membuat rujak cireng. Dia kehilangan banyak bahan baku karena malah gagal. Bahan baku 3 kg habis. Lilis beruntung bisa menemukan resep terbaik sisanya. Disaat itu, ia membuat cireng berbahan baku 2 kg, lalu dijual ditawarkan ke tetangga atau keliling.


Dia jual ke tetangga atau saudara. Kadang dia berkeliling jualan ke komplek- komplek atau sekolah- sekolah. Hingga Lilis mendapatkan kesempatan membuka stand. Berkat dia sering berjualan di sebuah TK, maka ia diajak mengisi stand suatu acara.


Dia berjualan di stand acara mereka. Harusnya membaya tetapi nego sama kepala sekolah. Untung dia sering berjualan di sana. Lilis meminta penangguhan dibaya selepas laku. Tidak disangka, 50 bungku cireng laku, dimana Lilis menjual perbungkusnya Rp.10.000 dan menerima pesanan.


Lilis juga mendapatkan permintaan reseller. Berbekal mereka usahanya semakin berkembang pesat. Ia mampu memproduksi 2000- 5000 bungkus cireng perhari. Dia menghabiskan 1 ton bahan baku. Usaha ini dilakukan beberapa saat setelah bangkrut di tahun 2012.


Usaha Cireng LS memiliki 327 reseller yang tersebar seluruh Indonesia. Bahkan dia menerima agen Jakarta dan Bandung. Agennya terbatas wilayah Jakarta dan Bandung. Tetapi agennya terkena efek Covid 19 sampai tutup tersisa tiga.


Lilis mengalihkan penjualan melalui sistem online. Dia menjual lewat website dan sosial media Instagram. Produk Cireng LS juga dijajakan melalui reseller. Ada banyak varian Cireng LS mulai dari original, keju, terasi, dan teri medan.


Produknya seharga Rp.20.000 belum termasuk ongkos kirim. Kemudian ia mengembangkan bakso aci seduh. Tinggal dibuka bakso aci diseduh pakai air panas. Total 12 tahun usahanya berjalan hingga ia merasakan hasilnya.


Omzet dicapainya mencapai ratusan juta rupiah. Omzet perbulan penjualan rata- rata Rp.300 juta. Dan dia memberi kunci sukses. Pengusaha cireng jutaan tersebut mengatakan konsistensi. Walau modal utang selama konsisten berbisnis, menjaga kualitas, dan inovasi produk.

Bisnis Kue Kukus Batik Nazwa Pastry

Profil Pengusaha Yusman Gunara dan Weni Suci Wulansari

 
kuekukus.png
 
Bisnis kue kukus Batik Nazwa Pastry sukses. Dirintis pasangan suami istri pengusaha menampilkan perbedaan. Buka berbisnis toko pastry biasa. Mereka menawarkan berbagai konsep kue unik. Dan cara marketing usahanya patut ditiru. 
 
Tokonya terletak di bilangan PLN Ciatuel Bandung. Pagi tiba, dan pengunjung sudah memadati outlet miliknya. Beberapa orang terlihat tengah memesan dua- tiga kotak pastry. Pelanggannya tidak cuma warga Bandung, juga turis asal Malaysia, Singapura, serta negara tetangga lain

Kebanyakan mereka para turis mendengar kisahnya dari mulut- ke mulut. Adapula yang tau dari media cetak atapun dari media televisi nasional. Kunjungan akan membludak ketika hari besar seperti Idul Fitri. Biasanya jika kamu mau memesan disaat hari spesial ini.
 

Bisnis Kue Kukus

 
Kamu harus memesan terlebih dahulu. Jika tidak, kamu harus rela mengantri. Pemilik toko pastry Nazwa Pastry, tersebutlah nama Yusman Gunara (37) dan Weni Suci Wulansari (34), pasangan suami istri yang menawarkan menu pastry ramah kantung. 
 
Mereka berani menawarkan anek pastry berharga terjangkau. Meski terjangkau rasanya nikmat, unik, dan cocok dibawa pulang untuk acara- acara terntu. Harganya rata- rata masih belasan ribu. Ditambah nama unik, ada menu Salju Bakar yang dijual seharga Rp.15.500 dan Batik Kukus Rp.18.500.

Menu diatas dikenal enaknya. Merupakan produk pastry andalan Nazwa Pastry yang ikonik sekali. Mereka biasanya akan memproduksi 400x bok dari 23 jenis kue. Kesemuanya merupakan hasil tangan sendiri Weni Suci Wulansari. Jumlah produksi bisa meningkat berkali lipat ketika musim liburan tiba.


Weni menceritakan awal usahanya. Kisahnya, mereka memulai dengan modal peralatan pinjaman orang tua. Mereka cuma mengeluarkan uang 150.000. Awal usaha cuma mengolah si batik. Kue ikonik dimana kamu akan melihat bagaimana kue dimotif batik. 
 
Berlanjut kue Batik Kukus itu terbuat dari kue rol yang berbahan dasar putih telur dan didalamnya diisi selain.  Ia lantas bercerita bagaimana susahnya membuat si Batik Kukus. Adanya bahan putih telur diawal justru jadi tantangan tersendiri. 
 
Kala itu Batik Kukus langsung laris manis, banyak yang memesan, dan Weni justru jadi bingung karena tidak mampu menyediakan putih telur. Alhasil dia menciptakan produk lain, entah disengaja atau tidak, jadilah produk bernama Salju Bakar. Tanpa putih telur!

Salju itu sale keju, maksudnya kue yang didalamnya ada sale pisang yang hitam itu (sale pisang, bukan selai pisang), kemudian diatasnya ditaburi keju. Ketika Batik kehabisan stok, barulah si Salju muncul sebagai satu penyelamat. Malahan, Weni mengaku, produk olahanya satu ini justru lebih laku.

Usaha yang dirintis sejak 2007 itu terbukti jadi primadona di Bandung. Pertama kali berjualan, Yusman sang suami bahkan berjualan hingga di depan tempat wisata kuliner di Bandung, seperti di Tahu Tauhid di daerah Lembang, kemudian berjualan di sepanjang Jalan Riau. 
 
Awal menjual seperti biasanya Yusman mengaku itu tidak terlalu laku.

"Saya ngampar di Lembang memanfaatkan toko yang tutup setiap Sabtu. Saya juga menyimpan kue di beberapa pedagang kaki lima daerah Cihampelas, tapi yang laku cuma satu. Saya sabar pasti ada jalan keluarnya," kata Yusman.

Alhasil ia hanya kembali ke outlet miliknya. Di rumahnya sendiri, dimana garasinya disulapnya jadi toko kecil. Dia lantas memasang papan bertuliskan bolu gulung didapen komplek. Hasilnya, lagi- lagi tak sukses untuk merenggut sedikit perhatian masyarakat. 
 
Tak lekas menyerah ia pun rela merogoh kocek dalam- dalam. Dia memilih menggunakan iklan di berbagai media cetak ternama. Hasilnya lagi- lagi gagal ditemui. Suatu hari ada saran dari orang tuanya agar mengganti nama jualannya. 
 
 
Pertama kali namanya dijual dengan bolu gulung jadi bolu guling. Hasilnya masih sama saja. Tak berhenti ia mencari nama lain. Jadilah nama Salju Bakar dan Batik Kukus seperti cerita diatas. Kedua namanya lantas dipasang dijadikan ikon Nazwa Pastry. 
 
Akhirnya, orang yang lewat di depan komplek menjadi penasaran. Mereka pun mulai berdatangan satu- per- satu mencicipi lezatnya kue buatan istrinya itu. Mereka datang ke tempatnya, lalu beberapa orang bersama mereka, begitu seterusnya. 
 
Sukses dari nama pasangan suami istri ini membuat Nazwa kembali berkreasi. 
 
Tersebut nama unik, seperti halnya: Brondong (brownies dong), Nangkub (nangka keju bakar), Nangkarak (nangka rasa coklat), Paku (pisang keju bakar), Salak (sale rasa coklat), PKS (peyeum keju spesial) dan masih banyak lagi hingga sampai 23 jenis kue loh.

Nama Nazwa merupakan gabungan nama pasangan suami istri pengusaha ini .Nazwa selalu berkreasi dimana minimal dalam 3 bulan akan selalu ada produk baru.

"Istri saya sering baca buku kuliner dan dia fokus sekali. Jadi ada aja saja yang baru dan rasanya enak," kata Yusman.

Berapa omzet Nazwa Pastry? Weni mengaku omzet dari bisnisnya ini telah, bisa mencapai kisaran Rp.3 juta hingga Rp.8 juta per- hari. Menurutnya yang paling besar ketika hari lebaran, atapun adanya long weekend. Sehari bisa mencapai 300 kotak terjual, itu kalau di luar pesanan. 
 
Kalau adapun pesanan bisa sampai 1000 kotak terjual. Saat ini Nazwa Pastry telah memiliki 14 karyawan dari yang membuat kue dan juga menjaga toko.

Uniknya mereka tak lupa diri. Selain membuka outlet baru, mereka juga membuka satu rumah untuk anak yatim piatu. Semua konsep marketing diatas memang tampak mudah. Tapi, semua itu kerena mereka selalu mendekatkan diri kepada Allah. 
 
Melalui marketing dari mulut ke mulut, kini, Nazwa Pastry cukup melayani para pelanggan yang makin banyak. Dan kesemuanya datang dari media- media besar tanpa perlu mereka mengeluarkan iklan sepeserpun.

Bubur Goreng Bang Juna Usaha Unik Pengisi Perut

Profil Pengusaha Diman dan Dayat

 

buburgoreng.png
 

Mau usaha unik pengisi perut tiru pengusaha ini. Bubur goreng Bang Juna tengah naik daun. Bermula keinginan membuka usaha bubur ayam berbeda. Diman merupakan penemu resep buburnya. Sementara ia dibantu adiknya, Dayat, menjaga kualitas cita rasa.


Suara lantang terdengar ketika bertandang ke kedai. Terdengar suaranya bergantian, "bubur goreng dua porsi". Pelayan segera bergerak menyiapkan pesanan pembeli. Tempatnya sebuah warung tenda sederhana di kawasan Jagakarsa, Jakarta Selatan.


Bubur goreng terdengar asing bahkan menjadi perdebatan. "Bubur kok digoreng? Bagaimana rasanya?" ucap orang. Diman mampu menghadirkan sesuatu. Tangan dingin pengusaha berikut mampu hadirkan bubur goreng. Racikan Diman menjadi standar penjualan termasuk cabang- cabang.


Usaha unik tersebut sudah dirintis lima tahun. Tiga bulan awal, usahanya sepi peminat karena dianggap aneh. Rasanya juga belum cocok dilidah pembeli. Itu merupakan waktu tersulit menjajakan. Rasa beda bubur ayam umumnya memang menggelitik.


Ternyata pembeli kemudian kembali setelah menjajalnya. "Tapi, setelah orang coba terus balik lagi, usahanya berkembang," ucap Dayat kepada Liputan6.com. Kakaknya, Diman, semula merupakan supir seorang dokter.


Ia sempat mengutarakan ide tersebut ke dokter. Pembicaraan serius tersebut berbuah pemberian modal. Dokter tersebut mendanai bubur gorengnya. Pengusaha asal Purwokertro, Jawa Tengah, tersebut yang meracik sendiri bahan pendukung bubur goreng.


Diman juga memantenkan standar bumbu serta teknik masak. Dia sendiri terjun meracik bubur ayam hingga rasanya konsisten. Bubur Goreng Bang Juna pun membuka franchise sendiri. "Karena bumbu, bahan (bubur goreng), semuanya dari kami. Sebelumnya juga akan diajari sampai bisa," ucap Dayat.


Bang Juna juga memberikan training pihak franchisor. "Habis itu tinggal jualan saja, kami yang supply semuanya," Dayat menjelaskan. Bubur goreng berisi bubur yang digoreng, kecap, ayam goreng suwir, potongan sawi, bawang bombai, daun bawang, kerupuk, dan telur orak- arik.


Semua bahannya digoreng kecuali kerupuk dan kacang. Bahannya semua menyatu sempurna. Rasa sempurna begitu kamu menyendok. Kemudian kamu tinggal tambah sambal atau kecap. Harga bubur ayam goreng Rp.15 ribu, dan bubur biasa Rp.10 ribu. 

 

Usaha unik ini mampu menjual sampai 300 porsi perhari. Selain bubur ayam goreng ada bubur ayam biasa dan kuah asin. Pemesanan belum dapat dijual secara daring kecuali di kawasan Jagakarsa, Jekarta Selatan. 

 

Bubur Goreng Bang Juna juga dapat ditemukan di dekat Masjid Kuba Emas, Depok, Jawa Barat, dan buka pukul 07:00- 16:00 dan 18:00- 22:00.

Pebisnis Restoran 9 Buah Beromzet Ratusan Juta

Profil Pengusaha Yenn Wong

 

pebisnisrestoran.png
 

Memiliki restoran 9 buah beromzet ratusan juta begini ceritanya. Adalah pebisnis wanita asal Singapura yang bernama Yenn Wong. Wanita yang sukses membuka restoran di Hong Kong. Dikisahkan Yenn ini pernah hampir keluar kuliah.


Pasalnya dia "terobsesi" membangun bisnis sendiri. Usaha hospitality atau perhotelan itu bernama JLA Group. Pengusaha wanita yang didukung ayah sepenuhnya. Ayah Yenn juga seorang pengusaha loh. Dia asal Singapura dan tidak masalah Yenn drop out.


"Menjalankan sebuah bisnis restoran, seperti menjalankan usaha pertunjukan," ujar pebisnis restoran 9 buah. Ya dia kini mengerjakan "pertunjukan" melalui restoran tersebut. Maka prinsip inilah yang bisa membuat restorannya menonjol.


9 restoran berarti mengerjakan sembilan pertunjukan. Pengusaha wanita ini masih sempat menjalankan hotelnya. Dari berbisnis perhotelan baru kemudian muncul ide bisnis restoran. Bicara mengenai sukses restoran Yenn begitu dikenal.


Pelanggannya dari kalangan ternama Hollywood, sebut saja nama Olsen's Twin, Michael Jordan, Thom Browm, dan One Direction. 9 restoran tersebut mampu melayani sampai 900.000 pelanggan di 2014 saja. Dia meraup omzet $ 20 juta atau Rp.240 miliar.


Hong Kong telah ditunjuk menjadi kiblat kulinari Asia. Pelanggannya yang datang merupakan kelas dunia. Bahkan Chef Dunia Gordon Ramsay dan Jamie Oliver punya restoran disini. Banyak koki kelas dunia berdatangan ingin membuka restoran di Hong Kong.


Negara ini memang memiliki iklim berbisnis tinggi. "Pasar yang kompetitif," lanjut pengusaha wanita berusia 23 tahun ini. Industri kuliner memang bersaing ketat. Yenn memiliki bar dan restoran Italia. Dia menciptakan tema sesuai landmark Hong Kong, pusat seni kontemporer dunia.


"Hong Kong adalah kota dengan tingkat stres yang tinggi, orang selalu bekerja," jelasnya. Buat mereka dibutuhkan tempat santai. Nongkrong berjam- jam diluar jam kerja menghilangkan stres. Total Hong Kong punya 1.400 restoran. Pebisnis restoran 9 buah saja sudah beromzet ratusan juta.

Entri yang Diunggulkan

Biografi Jack Ma Orang Terkaya China Alibaba