Tanaman Semangka Kisah Pengusaha Durhaka Nursalim

Profil Pengusaha Nursalim

 
pengusaha durhaka

Bukan sesunggunya melainkan sebatas judul cerita ini. Kisah pengusaha durhaka Nursalim bukanlah tanpa alasan. Alkisah  Nursalim terlahir dari keluarga miskin, hidupannya sangatlah buruk dulu. Dia ingin merubah nasib melalui bisnis semangka.

Lantas, bukannya melanjutkan kuliah, dia malah memilih menanam semangka. Modal pengalaman menanam semangka inilah, Nursalim bertekat untuk tak lagi hidup miskin. Perasaan itu muncul walau nasib siapa tau. Dia belajar banyak lebih banyak daripada didapatkan dari berkuliah manapun.

"Saya ini gagal kuliah dulu karena orang tua saya miskin. Karena saya tahu orang tua saya tidak mampu membiayai kuliah dan uang indekos yang diberikan ibu saya," kenangnya.

Menanam Tanaman Semangka


Daripada dia berkuliah lebih baik bekerja menanam semangka. Bapak tiga anak ini menceritakan masa ketika masih berkuliah di FMIPA Unila tahun 1989. Ia akan selalu bersedih hati ketika pulang kampung. Dia merasa tak mau lagi menyusahkan orang tua karena kuliah.

Mengapa, karena ia akan menyusahkan orang tuanya, dimana ibunya bersusah payah mencari- cari utangan uang panas untuk membayar kuliah. Ide bisnis datang begitu saja ketika uang bayar telah ditangannya.

Nursalim tak mau begitu saja "membuang" uang itu, lalu mengambil jalan "menyimpang".

Ia mau uang hasil utang bersumber tak jelas itu menjadi jelas!

"Begitu dapat uang kuliah dan uang indekos dari ibu hasil pinjaman, saya dapat ide nekat. Akhirnya, saya cuti kuliah dan uang itu saya pakai modal menanam semangka di kampung. Alhamdulillah, ternyata semangkanya jadi dan dapat untung cukup besar," pungkasnya.

Karena berhasil menanam semangkan Nursalim keasyikan. "Itulah yang membuat saya cuti kuliahnya kebabalasan," ucapnya, diikuti tawa ringan.

Bermodal pengalaman menanam semangka pertama sukses membuatnya ketagihan. Nursalim makin percaya diri. Dia yakin tak mau mengambil usaha bidang lain. Udah terlanjur jatuh cinta, katanya lebih menjelaskan. Bangku kuliah ia "selesaikan" cuma dua tahun dan memilih wirausaha..

Sejak itu pula, ia seperti bersumpah harus sukses apapun resikonya, dan bertekat untuk memerangi kemiskinan. Dia ingin sekali membalas budi kedua orang tuanya sebagai pengusaha. Nursalim mengaku ada rasa bersalah kerena telah "menipu" kedua orang tuanya.

 Diakuinya itu jadi motivasi tersendiri.

"Saya merasa berutang kepada kedua orang tua. Untungnya, orang tua saya bangga ketika tau saya berhasil mandiri dengan bertani semangka ini. Dan, walaupun terlambat, akhirnya saya menjadi sarjana juga," kata lulusan Stisipol Darma Wacana Metro itu.

Nursalim mengakui semua kesalahannya. Berjalan waktu, ternyata usaha menanam semangka banyak menghadapi kendala. Itu tak semulus dibayangkan. Ia akhirnya sempat bangkrut juga dan hanya menyisakan satu unit ontel menjadi harta satu- satunya.

Tak disangka berbisnis hortikultura akan mengalami kejadian seperti halnya usaha lain.

Nursalim mengaku bangkrut menjadi cobaan terberat hidupnya. Apalagi terjadi ketika ia baru saja menikahi Warti dan dikaruniai seorang anak. Keluarga kecil tersebut masih numpang di rumah sang mertua, orang tua istrinya.

Tampkanya jiwa berani Nursalim tengah diuji kembali. Ia pun segera bangkit, menjual satu- satunya harta yaitu sepeda ontel. Kali ini, dia memilih menanam jagung tetapi harus kecewa lagi. Harta satu- satunya itu hilang karena bangkrut lagi.

Kebangkitan usahanya tiba ketika seorang teman mempercayakan bisnis semangka lagi. Dengan ketekunan dan ketelatenan, usaha anak ketiga dari empat bersaudara pasangan Muchlasin dan Wagimen ini mulai terlihat berkembang.

Cara bisnisnya yaitu melalui pola sewa tanah ketika tidak musim padi. Dari sanalah, ia memupuk sedikit demi sedikit bisnisnya kembali. Nursalim pun mencari- cari tau bagaimana mengingkatkan kualitas semangkanya.

Dia berburu berbagai teknologi terbaru melalui berbagai sumber bacaan.

"Saya belajar teknologi tanam semangka nonbiji dengan sistem pengairan menggunakan selang ini dari Malaysia," jelas dia. Pengusaha durhaka Nursalim mengamati perkembangan dan pertumbuhan tanaman secara saksama.

Dia memadu padankan tata cara yang standar.

"Artinya, saya belajar dari buku, guru ilmiah, dan juga dari pengalaman di lapangan dan terjun langsung," kata dia.

Sukses Tanaman Semangka


Soal pasar, politisi PKS ini sudah mengenali sejak mulai bertani semangka. Sambil menjual hasil panen dari lahan yang ia kelola sendiri, ia juga membeli semangka petani lain. Dia lalu menimbang sendiri, memuatnya ke truk, lalu mengawal ke Jakarta.

Nursalim lalu menggelar lapak sendiri untuk dijual secara eceran. Jika sedang jeblok, kata dia, jualan di Jakarta bisa sampai satu bulan. Itu pun rugi. Pesan ibunya menjadi semangat lagi ketika masa sulit.

Sang ibu berkata orang hidup harus prigel, bekerja keras tanpa kenal lelah dan kreatif. Kini, ia telah pahami betul seluk beluk agrobisnis. Dia telah ahli berbisnis hortikulura khususnya untuk produk semangka. Dia setidaknya setiap bulan itu bisa panen dan tidak panen di tanah seluas 3 hektar.

Bukan karena pesimis, namun bisnis bercocok tanam memang tidak selalu berhasil. Satu dari tiga kali menanam semangka haruslah sukses, itu cukup untuk balik modal dan dapat untung.

Untuk mendukung usaha yang sarat akan modal dan usaha, ia lalu mendirikan UD Salim Mandiri yang ternyata menjadi sukses tersendiri. Perusahaan yang bergerak dalam penyediaan alat dan sarana pertanian, terutama untuk budidaya semangka.

Soal omzet dari usaha baru ini, ia menyebut angka 5M se- tahun atau lima miliar setahun, sebuah angka yang besar untuk seorang petani. Soal total aset, Nursalim mengaku itu telah menjadi rahasia keluarga terangnya sambil tertawa.

Nursalim kini cukup mengawasi lahan semangkanya. Lahan tanamanya kebanyakan meliputi wilayah Tulangbawang dengan tenang dan nyaman. Saat ke kantor DPRD, ia akan tampil keren seorang pengusaha berkendara Honda CRV hitam bersama seorang sopir.

Saat "berkantor" ke ladang lain lagi tampilannya, dia siap turun ke lumpur dengan Daihatsu Feroza-nya. Ia mengaku bisnis agro ini masih sangat berpeluang besar. Ia mengaku sudah menularkan ilmu dan modalnya, juga memberdayakan sembilan kelompok tani semangka di daerahnya.

"Terakhir, saya bersama sembilan kelompok tani itu baru menandatangani kontrak ekspor semangka ke Dubai, Uni Emirat Arab, dan ke Singapura. Kontraknya, 25 ton atau satu kontainer setiap pekan. Insya Allah dapat kami penuhi," terangnya.

Soal harga, pria murah senyum menyebut arga pasaran di lahan saat ini, sekitar Rp2.200 per kilogram. Setiap hektare saat panen bagus menghasilkan 30 ton. Pedagang akan datang ke lahan untuk dibawa ke pasar-pasar di Pulau Jawa, Palembang, Jambi, dan lokal Lampung.

"Kalau sudah ekspor nanti, insya Allah kami dapat harga yang lebih bagus dan tidak fluktuatif karena sudah terikat kontrak," ujar Nursalim.

5 Perusahaan MLM Masih Eksis Indonesia

perusahaan mlm eksis

1. Amway


Bagi kalian yang pernah MLM atau ditawari bisnis MLM pastilah tahu perusahaan ini. Perusahaan yang pernah masuk masa jayanya di Indonesia pada 1993- 1995. Amway didirikan oleh Jay Van Andel dan juga Richard DeVos, bermarkas di Ada, Michigan.

Produk dijualnya meliputi produk pembersih rumah, produk kecantikan dan kesehatan, nutrisi, bahkan produk pengolahan air sehat. Produk terakhir disebutnya eSpring, dikenalkan di 2000, fokus pada water treatment menggunakan sistem ultraviolet, menarik.

Ada uang pendaftaran bagi pendaftar masuk dan ditambah renewel dimana harus dibayar anggota tiap tahun. Jangan salah bisnis ini terbukti manjur ( dan masih eksisi di negara asal) bahkan ada orang sukses diamond. Yang menarik kita disuguhi produk- produk benar berkualitas.

Namun, produk akan selalu mengikuti harga dollar, jadi kita siap merogoh kocek dalam- dalam.

Apa masih aktif?

Iseng- iseng cari tau di internet, ternyata masih aktif. Diambil dari www.amway2u.com, kita akan disuguhi produk pilihan mereka mejeng di depan komputer. Bagi kami paling menarik yaitu produk disebut Artistry (trademark) khusus milik Amway.

Produk kecantikan katanya perusahaan kembangkan khusus bagi kita. Berminat? Kunjungi websitenya segera, dan jangan lupa klik link nya. Sebagai tambahan, perusahaan MLM satu ini mensyaratkan wajib belanja atau tutup point.

2. CNI



Perusahaan MLM satu ini mendapatkan perhatian khusus hingga tahun 2000 -an. Perusahaan ini, katanya, merupakan hasil buah karya orang asli Indonesia. Sukses di negara sendiri, CNI menjadikan dirinya salah satu perusahaan tertua. Perusahaan nyata- nyata dilahirkan di Bandung di 1986.

Dulu menggunakan nama PT. Sanchlorellatama dan produk pertama dijual adalah sun chlorella. Sejalan dengan perkembangan, produk dijual bertambah dan pada tahun 1992 berubah menjadi CNI (PT. Citranusa Insan Cemerlang).

Beberapa majalah, koran dan tabloid telah banyak menceritakan asal mula perusahaan MLM lokal ini. Katanya dibangun oleh keluarga Gunawan Tjondro dan Abrian Natan ini. Ulasan lengkap terakhir tentang CNI dapat dilihat di majalah ManPower edisi Desember2007 serta dari majalah SWA edisi Desember2007.

Sistemnya: wajib belanja atau tutup point, renewel dimana dibayar terus tiap tahun, Center/PO banyak. Target penjualan perusahaan MLM perbulan mencapai 250 ribu, 500 ribu, hingga sampai 1 juta (resmi perusahaan) malah ada lebih tinggi lagi bila ngikutin program leader.

Pernah mendapatkan kritik karena ikut nimbrung di iklan televisi bahkan jual asuransi "kolor" segala. Perusahaan satu ini masih solid mungkin sampai selanjutnya karena member banyak dan ada uang tiap tahun. Beberapa sukses mencapai gelar diamond.

Ada leader diamond sukses dapat kredit motor, namun jikalau target tidak terpenuhi bayar sendiri- sendiri. Produk: dari celana, produk kesehatan ( berbagai suplemen dan vitamin), kebutuhan rumah tangga.

Masih solid namun tak lagi terdengar keras dengungnya di masyarakat Indonesia, karena banyak siangan kali. Info lebih lanjut coba saja: www.cni.co.id

3. Sophie Martin


Sophie Martin Indonesia didirikan atas nama PT Sophie Martin Indonesia, yang merupakan anak perusahaan yang berkonsep Multi Level Marketing (MLM) beroperasi di Indonesia sejak 1994. Sudah lebih dari 13 tahun lamanya Sophie Martin telah ada di tanah air kita ini.

Mereka berfokus untuk memenuhi kebutuhan masyarakat Indonesia. Perusahaan ini tumbuh menjadi perusahaan penyedia produk fashion yang mempunyai peranan penting di Indonesia.

Tingkatan member cuma ada dua: presiden dan franchise. Kalau di tingkat franchise, kamu haruslah punya bisnis sendiri atau tempat jualan sendiri.

Terus produk dipajang di etalase toko nanti berasal dari produk milik perusahaan. Tenang produknya kuat jadi tinggal pintar- pintar jualan saja. Keuntungan member itu ada di diskon 30% tiap pembelian sendiri, bonus belanja sendiri, bonus pendekatan, bonus royalti, dan bonus super pic.

Konsepnya agak ribet pada member franchise. Ini agak ribet karena member franchise berperan sebagat leader lagi, namun bawahnya gak dapat benefit seperti si franchise.

Cukup pusing tapi masih bisa dikerjakan.

4. Orieflame


Orieflame menggabungkan sistem direct selling dan MLM jadi satu. Jadi perusahaan mlm tidak sepenuhnya menggunakan sistem MLM. Namun, bagi berminat kamu bisa menjadi member MLM -nya, apa sih untungnya? Secara garis besar untungnya sama seperti perusahaan diatas ini.

Kalo sudah bergabung jadi member, kerjaan kita setiap hari itu merekrut orang bergabung menjadi member di jaringan kita. Setelah itu barulah kita masuk ke jualan memenuhi tutup poin. Dan, kita sendiri juga bisa ikut nimbrung tupo (nilainya 600.000).

Mudahnya kamu akan membeli produk Oriflame seperti shampo, sabun, parfum, deodoran dan lain- lain. Dan akhirnya, semua produk yang ada di rumah kamu tiap akhir bulan berubah menjadi produk- produk Oriflame semua.

Mudah kan? Kamu tidak perlu pusing milih shampo apa atau sabun apa; semuanya dari Oriflame. Setelah kita sukses ngajakkin orang agar ikut jaringan kita. Berulah kita ajarin gimana caranya berjualan buat mereka dibawah jaringan kita.

Semakin banyak orang kita ajak masuk di jaringan kita, semakin banyak orang belanja, semakin banyak juga bonus/komisi bulanan kamu dari Oriflame; terlihat mudah sih. Tapi, disarakan kamu harus berjualan agar bisa jalan tutup poin bulanan.

Jika punya uang buat tutup poin sendiri? Silahkan, tapi bangkrut tanggungan kita sendiri bukan perusahaan. Intinya kita sama jaringan harus rame- rame beli produk milik Oriflame dan kita dapet bonusnya.

5. Tupperware



Tupperware didirikan oleh Earl Silas Tupper (1907- 1983), dimana perusahaan ini berfokus pada produk rumah tangga. Bagi kamu sering liat di layar kacar, produk Tupperware terbuat dari bahan plastik.

Dan, ini berbeda dengan konsep bisnis MLM lain cenderung pada produk habis pakai (karena habis- beli, semakin sering beli semakin untung). Tupperware Indonesia sendiri mengaku bukan sepenuhnya MLM tapi bisnis berjenjang karir.

Mereka mengklaim tiap member memiliki tingkatan dan tugas berbeda. Kita nanti bisa menjadi manager, executive manager, group manager, atau bisa distributor. Namun perlu diketahui sebelum masuk ke jenjang tersebut, kamu diwajibkan menjadi member dan melalui beberapa masa percobaan.

Disini kita akan disuguhi pelatihan penjualan semacamnya seperti lainnya. Ada tutup point? Di ambil dari situs tupperwarecentre.com, kita tidak mendapatkan itu namun memang ada syarat- syarat pencapaian minimum.

Pencapain dari jumlah jaringan, pembelian dan lain- lain, mungkin permasalahannya adalah produk ini bukan produk habis pakai.

Usaha Hutan Kayu Jati Emas Pengusaha Muda

Profil Pengusaha Muhammad Alkaf


usaha hutan kayu jati
 
Pengusaha muda ini menawarkan keuntungan Rp.100 sampai Rp.200 juta. Dari usaha hutan kayu jati emas menghasilkan banyak. Muhammad Alkaf menawarkan konsep franchise berprinsip jelas. Dia memberikan tanah dimana kamu tinggal tanami.

Alkaf menawarkan dua macam pohon: jabon dan jati emas. Nama jati emas sendiri tengah naik daun dikalangan pecinta desain interior. Pasalnya kayu jatinya memiliki kelebihan dibandingkan kayu jati lokal.

Prospek Bisnis Kayu Jati


Pohon jati emas memiliki pertumbuhan sudah lebih cepat, tingkat kelurusan tinggi, dan punya serta emas. Sarat lurus emas inilah menimbulkan kesan eksotis dan mahal. Banyak orang luar berburu agar dapat membeli kayu jenis tersebut.

Ia memiliki masa pertumbuhan cepat rata- rata 20 cm per 10 hari. Masa panen yang umumnya 40 tahun bisa menjadi 5- 15 tahun. Kayu jati emas diklasifikasikan kelas ringan dengan kepadatan 700 kg/m2. Warna eksotik menjadi trend setter furnitur di Eropa, Amerika, dan Jepang.

Bila kamu berbisnis ini maka tujuan utama ekspor. Pengusaha muda Alkaf menangkap potensi jati emas. Melalui PT. Harfam Jaya Makmur, Alkaf bersama pimpinan perusahaan lain, fokus mengejar penanaman hutan pada kosong.

Mereka juga menarget lahan kurang produktif warga. Tujuannya menanam pohon membukan hutan kembali. Alkaf fokus usaha hutan kayu jati emas semenjak 2004. Dia juga membuka peluang sejenis untuk pohon jabon.

Keduanya dipaketkan melalui sistem franchise tersebut. Usaha ini diawali akan keperhatian tinggi perihal kelestarian hutan. Keperhatinan para pemimpin perusahaanya akan pemberdayaan hutan. Kita tau bahwa pemberdayaan hutan berkesinambungan telah terkikis.

Banyak perusahaan ilegal melakukan penebangan pohon liar. Nah, PT. Harfam membawa bibit pohon jauh- jauh dari asalnya ke sini. Taukah kamu bahwa peneliti telah melakukan penelitian panjang soal jati emas. Pohon asal Thailand tersebut memiliki keunggulan dibandingkan jenis kayu lokal.

Jati emas telah melalui penelitian intensif dan berkesinambungan. PT. Harfam menanam jati emas dan jabon yang telah direkayasa genetik. Kualitas lebih baik hingga laku dijual dipasaran ekspor. Ini sesuai dengan pemenuhan kebutuhan kayu dunia.

Permintaan pasar tidak dunia tidak dibarengi penanaman hutan. PT. Harfam menyadari bahwa jumlah persentasa pertumbuhan hutan lamban. Dibandingkan pertumbuhan populasi manusia yang mulai mengikis lahan. Jumlah lahan perhutanan menyempit namun juga menyisakan lahan tidak produktif.

Dibutuhkan 2 tahun survei sampai Harfam menemukan Bondowoso, Jawa Timur. Wilayah pertama yang mereka tanami pohon kayu jati emas. Wilayah tersebut ternyata memiliki lahan tidur atau tidak diberdayakan. PT. Harfam menghutankan hingga memiliki nilai ekonomis sangat tinggi.

Alkaf mengatakan banyak lahan kosong tidak diperdayakan. Seperti ketika mereka roadshow 2010, dimana ia menawarkan investasi kepada masyarakat. Beberapa kota ditemukan banyak lahan tidak diberdayakan. Masyarakat mempunyai lahan namun tidak paham dikelola apa.

Indonesia menurut Alkaf memiliki cuaca dan kondisi tanah lebih baik. Disini akan lebih prospek ditumbuhi jati emas dibanding asalnya Thailand. Bukan tidak mungkin, usaha perkayuan Indonesia akan lebih unggul dibanding Thailand kelak.

Harfam ingin mewujudkan hal tersebut melalui berbagai cara. Selain mereka menawarkan franchise agar cepat berkembang. Harfam siap menyediakan bibit terpercaya asli Thailand, sudah melalui universitas- universitas pertanian.

Untuk berinvestasi bersama Harfam dibutuhkan biaya tanpa lahan. Dimana kita akan memilih lahan langsung ke perusahaan. Ada tipe tectona garden seluas 1000 meter persegi dan berjumlah 1000 buah pohon. Kamu akan membayar senilai Rp.200 juta untuk paket tectona.

Paling luas paket lahan royal tectona senilai Rp.9,5 miliar. Luas lahan 8 Ha, bibit pohon ditawarkan 8000 buah, dan ternyata laku keras. Menurut marketing usaha mereka menyisakan 6000 meter saja di 2014.

Menghitung proyeksi keuntungan perkayu senilai Rp.5,1 juta m2, maka untuk keuntungan perhektar Rp.2,3 miliar untuk 50% -nya. Untuk kamu yang berminat menjadi investor, maka mulai tulis surat pemesanan dan menyerahkan uang pangkal.

Kamu akan diajak mengunjungi labortaorium pengembangan bibi. Juga diajak jalan- jalan melihat lahan mereka sediakan. Calon mitra tanda tangan perjanjian kerja sama. Kemudian mencicil tiap bulan dan sudah resmi menjadi investor hutan.

Kreativitas Wirausaha Sandal Berbahan Tempurung Kelapa

Profil Pengusaha Unardi


sandal batok kelapa
 
Hidup menuntut kerativitas wirausaha lebih baik. Pak Unardi punya ide sandal berbahan tempurung kelapa. Terdengar kurang meyakinkan apalagi batok kan dikenal keras. Namun, pengusaha ini sudah sangat berpengalaman membuat aneka kerajinan batok.

Pak Unardi merupakan pengrajin warga Purbalingga, Jawa Tengah. Ide mengenai sandal batok kelapa muncul begitu saja. Inspirasi datang ketika dia mengamati potongan sisa tempurung. Itu sisa lantaran tidak lolos menjadi bahan baku kerajinan batok.

Tidak mau menjadi limbah dibutuhkan kreativitas wirausaha. Ia mengumpulkan potongan kecil sisa produksi itu. Dibawanya dirangkai vertikal dan direkatkan dengan lem. Sandalnya berhasil dibuat dimana alas kakinya memakai bahan karet atau plastik.

Produk Unardi memang sesuatu fresh dibanding umum. Kerajinan sandal batok kelapa tidak pernah terpikirkan. Diluar kegunaan banyak pembeli memanfaatkan sebagai souvenir. Unardi meyakinkan bahwa sandal tersebut bukan sekedar hiasan.

Tidak heran sandal khas Purbalinggan ini menjadi buruan. Punya keunikan hingga diminati mereka masyarakat luar Jawa, mulai dari Jakarta, Bandung, dan Bali. Penggunaan tempurung dipakai sebagai pelapis alas bawah sandal. Soal alas atas mau memakai karet atau plastik sesuai selera pembeli.

Sandal ini diminati masyarakat luas diluar Purbalingga. Anehnya masyarakat Purbalingga tidak tau bahwa ini Made in Purbalingga. Penjualan sandal tempurung tidak terlalu baik dilokal. Ini lebih laku bila dijual ke pusat- pusat pariwisata seperti Bandung dan Bali.

Kreativitas wirausaha Unardi memang luar biasa. Orang mungkin menyangka ini karya pengrajin asal Bali atau Jawa Barat. Ia menjelaskan soal bahan tali sandal sama dengan sandal biasa. Harga jualnya tidak terlalu mahal. Kamu cukup membeli Rp.25.000 sudah mendapatkan sepasang sandal.

Harga berlaku untuk semua jenis dan ukuran sandal. Pihak Disperindag Kabupaten Purbalingga juga mulai menyemangati Unardi. Mereka berharap pengrajin makin kreatif. Diharapkan pengrajin bisa membuat produk unggulan unik dan belum ada di masyarakat.

Sukses MLM Pemulung Sunarno Kerjas Keras

Kisah Nyata Sukses MLM

 
sukses mlm

Sukses MLM pemulung Sunarno berkat kerja keras.  Dia sampai sekarang tak pernah memungkiri siapa dia dulu. Ia jujur adalah mantan pemulung, yang sekarang menjadi orang kaya berkat berbisnis multi level marketing.

Bisakah?

Begini ceritanya dari awal, dulu sekali, dia harus mengais- ngais sampah, kini sukses berkat usaha MLM Forever Young Indonesia. Pria kelahiran Solo, 5 Agustus 1961, lantaran dari keluarga miskin, Sunarno hanya mampu tamat Sekolah Dasar.

Harapan Pemulung Sunarno


Sejak kecil ia sudah menjadi pembantu ikut orang dari satu kota ke kota lain. Dia pun tinggal di tempat kumuh sejauh 500 meter dari tempat pembuangan sampah. Karena dekat tempat pembuangan sampah, tak ayal Sunarno ikut masuk ke tempat itu.

Dia menjadi seorang pemulung -mengais botol- botol plastik, mengumpulkan barang bekas, lalu menjualnya. Dari sinilah, Sunarno bisa mencukupi kebutuhan sehari- hari buat hidup. Begitu mobil- mobil pembawa rejeki (truk sampah) itu tiba, semua orang termasuk dirinya berlari.

Para pemulung berebut sampah yang akan laku dijual. "Saya bosan jadi kacung yang selalu disuruh- suruh. Jiwa saya ingin kebebasan," ungkapnya.

Plastik atau kardus menjadi barang- barang incaran para pemulung. "Apalagi yang namanya balung (tulang sapi). Itu ibarat emas bagi kami. Nilainya tinggi saat dijual," jelas ayah dua anak ini. Yang paling diingat bagi seorang Sunarno itulah ketika sukses mendapat sampah idaman.

Ia pernah mendapatkan sebuah bonggol kubil (kol). Sampah ini pula menjadi idaman tiap para pemulung. Sunarno harus berebut dengan pemulung lain dan berhasil.

"Hati saya bangga dan puas karena itu suatu prestasi," katanya tersenyum.

Pria setangah baya ini telah ditinggal mati kedua orang tuanya. Sejak itupula memang sudah terbiasa hidup susah. Baginya apapun usaha selalu dikerjakan sebaik- baiknya. Baginya hidup berarti adalah perjuangan, berlari ketika truk- truk sampah itu terlihat di ujung mata.

Ada satu hal lagi membuat Sunarno gembira selain menemukan sampah idaman. Ia bercerita itulah tentang mendengarkan radio di bawah kolong jembatan. "Sayangnya tak terkira, sama bahagianya seperti naik Mercy atau Volvo," tambahnya.

Di 1994, ia mulai berkenalan namanya bisnis multi- level marketing. Saat itu, seorang tetangga mengenalkan itu pada Sunarno. Dia lulusan sekolah dasar hanya ngangguk- ngangguk saja. Ia sama sekali tak paham apa itu tengah dijelasakan oleh si tetangga.

Maklum cuma lulusan SD saja. Jangankan mengerti, mengeja kata MLM saja kesusahan karena berbahasa Inggris.

"Seminggu belum hafal," katanya, disusul tawa lepas.

Dia tak mau memikirkan itu, namun karena telah sering mendengar, ia akhirnya mengingat istilah itu sendiri. Setelah dia ditempa oleh seminar dan pelatihan, keyakinan itu tumbuh semakin besar dalam dirinya. Dia masihlah bekerja sebagai pemulung di pagi hari.

Sementara di siang harinya, Sunarno berangkat memprospek orang, setelah mandi tentunya. Di usaha apa saja selalu ada tantangan begitu pula usaha Sunarno kini. Dia bisa dibilang ngeyel atau ngimpi ketika memulai sukses MLM.

Tapi sial tak berkecil hati oleh ucapan tersebut karena sejak kecil tantangan telah menjadi bagian hidupnya. Persaingan tempat sampah membuatnya menjadi tahan banting.

"Saya sendiri tidak membayangkan, setelah menemukan usaha ini ternyata kok lebih cepat daripada rekan-rekan yang lebih mapan dan berpendidikan," akunya.

Menurutnya orang gagal itu biasanya tidak mau menghadapi tantangan apapun. Kalau sudah begitu dengan keras Sunarno menyarankan berhenti atau merubah sikap. Kunci sukses menurutnya ialah sebuah keyakinan.

Agar ikut sukses makan dia harus dekat orang- orang sukses, agar ketularan suksesnya. Kata- kata motivasi dari pria masih betah memulung ini: kalau orang lain bisa, kenapa saya tidak bisa. Pasti bisa!.

Lucunya, dulu karena tinggal di tempat kumuh, sebagian orang belum mau menerima ajakannya.

"Kalau kamu berhasil, baru saya mau ikut," kata mereka.

Namun setelah berhasil di MLM, Sunarno menagih janji mareka berkata itu. Mereka menjawab, "Lha iya, terang saja Pak Narno sekarang sudah berhasil kok." Jadi lagi- lagi dia disalahkan katanya sembari tertawa kecil. "Itu soal mental. Semua itu kembali ke pribadi masing-masing." tegasnya.

Bila teringat akan kehidupan masa lalu, Sunarno masih diliputi rasa haru. Jadi ketika dapat fasilitas rumah dari MLM, Sunarno sengaja memilih di Mojosongo, daerah yang ia huni dulu agar tidak lupa sejarah.

Tapi bila dulu orang meremehkannya sekarang jadi lain, "Kalau lingkungan butuh sesuatu, saya yang lebih dulu dimintai sumbangan," ujarnya.

Prestasi diraihnya memang paling cepat dibanding yang lain. Hanya dalam kurun 27 bulan, Sunarno berhasil menempati peringkat Senior Network Director, posisi tertinggi di MLM Forever Young. Jaringannya kini telah mencapai lebih dari 100 ribu orang, tersebar di seluruh Indonesia.

Seiring waktu, penghasilan di atas Rp15 juta per- bulan, sepeda motor, ada mobil, rumah, dan berbagai bonus wisata ke luar negeri telah bisa dinikmatinya.

Entri yang Diunggulkan

Biografi Jack Ma Orang Terkaya China Alibaba