Mesin Laundry Hemat Listrik Innayah Bos Pengering

Profil Pengusaha Innayah Nurlia Roza


 
Berawal dari pengalaman pribadi sebagai pengusaha cuci baju. Mesin laundry hemat listrik karyanya mendapatkan apresiasi. Fakta bahwa bisnis laundry menyedot banyak energi listrik. Alhasil buat para pengusaha laundry menjadi masalah, apalagi buat mereka yang membuka usaha kecil- kecilan.

Bayangkan satu mesin pengering butuh 2,2 ribu watt. Biaya oprasional langsung menanjak bila kita pakai lama. Padahal kita butuh pendapatan lebih untuk daput tetap ngebul. Innayah Nurlia Roza juga membuka usaha laundry rumahan. Dia bersama suami merasakan betul tuh pengalaman listri naik.

Dia dan suami lantas memutar otak agar tetap hemat. Biaya oprasional harus ditekan agar bisnis tetap jalan. Apalagi kenaikan listrik tidak bisa dihindari terjadi dimana- mana. Padahal Waroeng Laundry nama bisnis mereka tengah merintih di Kota Bandung.

Inovasi Bisnis Laundry


Mereka baru merintis hingga memiliki delapan gerai. Tetapi tidak dipungkiri terhambat karena tarif dasar listrik naik. Bukan sekali- dua kali pemerintah menaikan tarif dasar listrik. Sebagai UMKM, dia dan suami membutuhkan cara cerdas, maka dibukannya mesin pengering lalu diotak- atik sebisanya.

Entah dari mana idenya tetapi mereka berhasil. Jadilah mesin konversi daya listrik buat pengering. Innayah menyebut bisa hemat karena cuma mengkonsumsi 250 watt. Alat itu mengkonversi daya listrik ke pemakaian gas. Alhasil mesin mampu mengurangi konsumsi tenaga sampai 30% listrik.

Ini peluang usaha besar karena banyak peminat. Ia langsung tawarkan ke sesama pengusaha laundry di Bandung. "Kami membuat alat ini karena memiliki latar belakang teknik. Tapi, karena kebutuhan menekan budget," ia menambahkan. 

Apalagi bisnis laundry mereka tengah berkembang pesat dan butuh efesiensi. Kenaikan tarif dasar listrik yang mendadak memang bermasalah. Innayah merupakan lulusan Teknik Telekomunikasi di Institut Teknologi Telkom, Bandung.

Sang suami, Kukuh Ginanjar, tidak berhenti di mesin laundry hemat listrik. Prospek bisnis peralatan listrik ternyata menjanjikan. Ia pun menggagas strika uap yang mampu menggosok 80 kg, padahal dulu itu hanya muat 40 kg. Produksi bisnis laundry mereka pun naik dua kali lipat dibanding dahulu.

"Akhirnya pengusaha laundry bisa efesien," tutur Innayah kepada ukmriau.com

Perempuan kelahiran Bandar Lampung, 15 Maret 1989, yang kemudian membuka lini bisnis baru. Ia menamainya Bos Pengering. Dia menjadikan ini bisnis aneka kebutuhan buat usaha laundry. Tidak hanya orang bisa beli perlengakapn laundry, Innayah juga menginovasi diterjen dan pewangi pakaian.

Usaha yang didirikan tahun 2014, produk unggulan mereka meliputi mesin penghemat dan setrika uap. Bos Pengering menjadi one stop buying untuk perlengkapan laundry. Mesin pengering hemat itu seharga Rp.1,8 juta perunit, sementara setrika uap Rp.3 juta.
 Semenjak pertama Bos Pengering diluncurkan, sudah mampu melonjak 10 kali lipat. Dibutuhkan 1 tahun masa percobaan hingga diduga hasilkan ratusan juta. Walau Innayah tak mau menyebut berapa yang dihasilkan. Berkat online bisnis Bos Pengering semakin menyebar ke seluruh Indonesia.

"Setelah satu tahun kami merasa enak dan cocok, barulah berani menjual ke pasar," jelas pengusaha muda ini.

Apalagi sang suami telah tergabung asosiasi pengusaha laundry. Alhasil mesin laundry hemat listrik miliknya digandrungi. Agar semakin berkembang Innayah membuka website usaha. Dia merekrut 12 orang karyawan penjualan. Bos Pengering juga merambah sosmed untuk menjual produk.
 
Bisnis Perlengkapan Laundry

Perusahaan Bos Pengering juga mengembangkan deterjen, pewangi, dan pelembut pakaian. Pada pertengahan 2015, sejumlah produsen besar menawarkan kerja sama, Innayah menyambut tawaran ini dengan melaunching brand Oxi-B.

Melihat persaingan bisnis laundry telah menjamur. Innayah nampak semakin rajin mengembangkan usaha Bos Pengering. Perusahaan Innayah mulai menggarap penjualan mesin cuci. Mereka menjadi distributor sejumlah perusahaan mesin cucui untuk wilayah Bandung, Jawa Barat.

Agar tak sekedar menjual dia membutuhkan riset pasar. Dijalankan penelitian kecil- kecilan agar tau merek apa yang terkenal. Produk mesin cuci apa saja yang diminati pengusaha laundry. Dia lalu mulai meyakinkan produk dijual. Orang harus yakin bahwa mesin ini sudah ada pasarnya dan resmi.

Bos Pengering menjadi distributor resmi mesin pengering Velocitu Gueen, Midea, Rinnai, Electrolux, Unimax, Dimante, dan Maytag. Bahkan Bos Pengering punya lisensi untuk memodifikasi mesin milik mereka. Bos Pengering juga menyediakan alat dan suku cadang produk laundry lainnya.

Mereka menjual meja setrika, penyedot debu, hanger pakian, jepitan buah. Bos Pengering memberi servis dan perawatan mesin. Mereka menjadi perusahaan yang fokus menservis dan menjual aneka kebutuhan laundry. Tidak hanya menjual produk hardware, Bos Pengering mulai menjual software.

Mereka menjual software pengelolaan produk yang dibeli. Ini karena pembeli adalah pengusaha laundry yang punya cabang. Bos Pengering juga memberika penawaran garansi setiap produk. Ada juga tawaran beli lebih murah, program setahun yang akan menghemat kantong pengusaha laundry.

Tidak pernah berhutang bisnis Bos Pengering terbilang lancar. Mereka bergerak sesuai kemampuan finansial perusahaan. Tetap hati- hati melakukan ekspansi bisnis tetapi stabil. Mereka tetap harus berkembang tetapi santai dan enak.

Bos Pengering fokus menjadi penunjang bisnis laundry. Innayah menjadikan usaha ini padat karya melalui tukang servis. Kalau bisnis laundry semakin laris, ini berarti semakin banyak orang yang pakai jasanya. Ini juga berarti banyak mesin terjual dan tukang servis mereka akan bekerja.

Merek Oxi- B akan dikuatkan melalui aneka usaha. Penjualan ditingkatkan menggunakan karyawan bidang marketing. Dirinya optmisi bahwa usaha ini akan berjalan sejalan bisnis laundry. Selama orang memakai baju, hingga sibuknya orang jadi tidak sempat untuk mencuci baju.

Julie Shie Merantau ke Singapura Jadi Pengusaha

Profil Pengusaha Julie Shie


pengusaha merantau ke singapura

Jadi pengusaha memang tak terpikirkan oleh Julie Shie. Dia yang merantau ke Singapura pasti tidak akan menyangka. Kok bisa, wanita asli Indonesia ini mendirikan 14 perusahaan di perantauan. Kisah pengusaha wanita Indonesia, yang mampu menghasilkan miliaran rupiah di Singapura.

Dia orang Indonesia asli loh. Sekarang dia sudah memasuki umur 30 tahun, tapi jejak suksesnya lebih jauh dari kita. Julie Shie mampu menghasilkan uang milyaran dollar sebelum itu. Dia melalui berbagai usaha, tepatnya 14 perusahaan yang berkantor di Singapura dan Indonesia.

Soal bisnisnya, salah satu perusahaanya melayanin jual beli dua negara; Indonesia dan China. Dia melalui perusahaan bernama Worldwide Shipping Logistic Service Pte Ltd, fokus menjembatani jual beli karet sejak 2006.

Hobi Berbisnis


Memulai usaha tidak perlu menuggu pengalaman atau modal harus segudang. Dia telah membuktikan itu melalui dirinya sendiri. Dilahirkan dari keluarga yang pekerja keras, perempuan kelahiran Aceh, yang sukses menjadi pengusaha multi- nasional.

Ia berhasil bahkan sebelum menginjak kepala empat. Padahal kata orang usia ini sering disebut usia mapan berbisnis. Dia kelahir keluarga yang biasa,  yang dididik untuk menghargai uang miliknya. Ini cikal bakal Julie menjadi sosok pekerja keras.

Di sebuah kota kecil di kawasan Aceh, ayahnya adalah "juragan" angkot serta memiliki laundry. Julie mengaku sering tidak diberi uang saku karena semuanya butuh pengorbanan. Ia harus berusaha untuk mendapatkan apa yang diinginkan.

"Untuk beli permen Rp.50 aja, saya lebih dulu ditanya macam- macam," kenangnya.

Alhasil hidupnya penuh kemandirian, yakni dimulai ketika ia ikut membantu ayahn berbisnis laundry. Ketika dewasa dia lantas menjalankan bisnis laundry di sekitaran rumah. Setiap hari, di usia enam tahun, Julie kecil bekerja memilah dan menandai baju pelanggan ayahnya.

Julie Shie, bernama asli Yulianty, waktu kecil sering ikut ibunya untuk berpindah- pindah. Julie kecil diajal selalu menemani berbisnis. Alhasil ia menjadi mudah akrab dan juga pandai berkomunikasi, bahkan saat bertemu orang baru.

Dia menjadi sosok supel dikalangan temannya, tetapi tetap bisa menjaga diri baik. Selain itu Julie menjadi satu sosok yang tak lepas dari segala usaha. Namun keasyikan membantu bisnis kedua orang tuanya membuat nilainya sempat jeblok.

Karena jadi pengusaha membuat nilain turun. Di semester pertama masuk sekolah, ia bahkan belum bisa membaca seperti teman- temannya. Julie begitu malu ketika raport miliknya dikembalikan dan bertekat untuk berubah.

Sejak masa itu, ia bekerja keras, hingga mampu ranking satu sejak kelas dua SD sampai SMP. Tapi jangan salah, dia masih asik dengan kegemarannya berbisnis menjadikan ini hobi. Di usia delapan tahun, Julie berbisnis permen dan makanan ringan di sekolah.

Modal bisnisnya hanya uang saku ia sisihkan sedikit demi sedikit. Dia membali barang di toko grosir milik tantenya kemudian menjualnya kembali. Usia 14 tahun, ia bekerja paruh waktu di toko unggas dan elektronik.

Masa SMA, Julie memilih memberikan les privat mendapatkan Rp.80.000- Rp.120.000 per- hari. "Kalau dikumpulkan, gaji saya bisa setara pekerja kantoran," ucapnya bangga.

Julie berhasil menggabungkan bisnis dan pendidikan. Dia berhasil menggabungkan antara bekerja, belajar serta bersenang- senang. Ia bahkan masih sempat merencanakan masa depannya ketika anak- anak lain tidak.

Biografi Julie Shie


Selepas SMA, Julie memilih fokus karir bukan bisnis, mencoba mencari pengalaman mungkin. Ia memilih bekerja sebagai pegawai perusahaan asing. Pekerjaan tersebut buatnya karena menghabiskan waktu dengan lembur hingga jam 5.

Lantaran perusahaan menghadapi pasar dollar yang aktif di jam 12 malam, Julie selalu lembur setiap harinya dan pulang pagi. Tak tahan, ia akhirnya keluar setelah tiga bulan kemudian bekerja di PT. Toba Internesa, perusahaan jasa forwarding.

Ia dipercaya memegang cabang di Pekanbaru dan Padang karena prestasinya. Ada masalah internal membuat Julie akhirnya mengundurkan diri ketika berusia 19 tahun. Ia kemudian latah mendirikan perusahaan forwarding sendiri, yakni PT. Samudra Indah Berkatindo.

Perusahaan tersebut menjadi titik balik ekpansi bisnisnya. PT. Samudra Indah Berkatindo berhasil menjadi satu jalan terbaik untuk ekspansi ke berbagai negara tetangga. Julie  yang memilih Singapura sebagai penghubung lahirlah Wordwide Shipping Logistic.

Seterusnya, bisnis tersebut semkain berkembang berkat ada penghubung China hingga Thailand. Ia mendirikan perusahaan baru Andaman Worldwide Shipping Co Ltd. Modal awalnya cuma 30 juta, itupun ia pinjam dari ayahnya dan seorang teman.

Selain perusahaan di atas, Julie bergerak dibidang properti di Indonesia, Singapura, dan Thailand. Di tahun 2013, dia setidaknya memiliki 14 perusahaan dengan mobilitas tinggi Singapura- Indonesia. Julie masih bisa mengontrol semuanya secara baik.

Di tahun 2006, Worldwide Shipping Logistic menjembatani perdagangan karet antara Indonesia dan China. Ia kemudian membangun perusahaan lagi, bernama Omega Shipping Pte Ltd, yang mengurusi perdagangan komoditas Sino dari Asia ke China.

Setahun kemudian, Julie masih fokus jasa forwarding malalui Andaman Worldwide Shipping Co Ltd di Thailand. Tahun 2010, penyuka masakan Indonesia ini mendirikan Worldwide Property Investment Ltd di Singapura, Indonesia, dan Thailand yang menjadi pemasar proyek properti antar negara.

Tahun ini, dia bakal membuka kantor baru di Shanghai, Jepang, dan Korea. Ibu Jiratchaya Angel Parnitehkul, 18 bulan, memang dikenal memiliki aktivitas padat yakni mengurusi 14 perusahaan yang tersebar di tiga negara.

"Saya pernah ada di tiga negara dalam satu hari, atau menghadiri 10 meeting dalam sehari," katanya. Tapi, ia memberi catatan, meeting tidak berada di Indonesia yang jalanan macet. Meski sering tak ada di kantor, Julie tetap bisa memantau bisnisnya.

"Semua sudah ada sistem. Saya tinggal kontrol pakai ponsel pintar," katanya. Kini pengusaha muda ini tengah fokus menggarap proyek BUMN asal China, fokusnya di sektor pertambangan.

Apa rahasianya? itu soal komitmen, ketekunan, dan keinginan dari setiap usaha. Julie tengah mengerjakan proyek besar untuk perusahaan mining di China, dan jadi distributor untuk water heater dari Singapura. Jadi pengusaha bukanlah dipikirkan tetapi dikerjakan berdasarkan passion kamu.

Cara Ilmuwan Muda Firly Savitri Menginspirasi Indonesia

Profil Pengusaha Firly Savitri


pengusaha ilmuwan muda
 
Ini ilmuwan muda Firly Savitri agar Indonesia maju. Memajukan semangat menjadi ilmuwan bagi masyarakat Indonesia, terutama kamu muda. Taukah kamu, cuma ada 3% masyarakat Inonesia yang tertarik menjadi ilmuwan. Sangat sedikit mereka yang tertarik mengambil jurusan sains ketika kuliah.

Katanya karena pelajaran sains kebanyakan bersifat hafalan. Bayangkan kita harus menghafal rumus- rumus tertentu. Banyak anak muda merasa jengah dengan keadaan ini. Mereka lebih tertarik sesuatu yang praktikal. Alasan lain, di sekolah menengah sangat jarang memiliki laboratorium yang lengkap.

Firly lantas mendirikan Ilmuwan Muda Indonesia (IMI). Lembaga yang didirikan untuk menambah lebih banyak ilmuwan. Misi untuk memperbanyak jumlah mereka di Indonesia. Banyak cara yang dilakukan Firly, termasuk mengadakan program edukasi ke madrasah, panti asuhan, dan sekolah.

Pengusaha Sosial Sains


Meskipun bisnis sosial ini baru didirikan, sudah mendapat apresiasi luas. Tidak hanya di dalam negeri, masyarakat Internasional pun mendukung program tersebut. Program lembaga pendidikan ini juga sudah sampai di Malaysia. Firly dan rekan mengajarkan sains kepada siswa- siswa sekolah.

Bermula lembaga kini berkembang menjadi perusahaan. Firly mulai mengembangkan aneka produk sains. Tujuannya untuk mengedukasi masyarakat dengan cakupan luas. Produk yang dikemas dalam program berbeda- beda, ada Mobile Planetarium, Kitchen Science Experiment, dan Lab in the Box.

"Bagi saya melihat anak- anak datang ke planetarium seperti begitu terkesan, bagi saya itu adalah bayaran," jelasnya kepada detik.com.

Mobile Planetarium merupakan produk simulasi planet lengkap. Didatangkan dari tiga negera hingga simulasi ini tampak nyata. Anak- anak nanti akan datang melihat versi mini planet- planet. Mereka nanti juga menonton film dokumenter yang telah disediakan.

Kitchen Science Experiment mengajak anak pengalaman sains. Peralatan praktik yang bisa didapat di rumah. Terkahir Lab in the Box, ini memberikan kegiatan saintis melalui aneka kegiatan. Ini dikemas sedemikian rupa hingga mudah. Total anak- anak akan mampu membuat 100 eksperimen sendiri.

Perempuan bergelar MBA dari Institut Pertanian Bogor, sudah lebih dari 20.000 anak bereksperimen melalui program ini. Firly sangat antusias ketika para siswa datang berkunjung. "Mereka sampai berguling- guling karena mereka tidak merasa sedang belajar," tuturnya kepada Wolipop Detik.

Firly memiliki latar belakang ilmuwan bidang Psikologi IPA. Ia kerap melakukan penelitian perilaku manusia. Tapi kini dia lebih fokus mengajarkan sains kepada anak- anak. Dia ingin memotivasi lewat usaha berbasis sains. Inilah cara ilmuwan muda Firly agar lahir lebih banyak ahli- ahli d bidang sains.

Dia menganalisa program pengajaran kepada anak kurang efektif. Alhasil banyak orang yang kalau melihat masalah sempit. Mereka kurang memiliki basis analisa dan data akan sebuah diskusi. Bahkan anak- anak jaman sekarang lebih percaya salebgram.

Anak- anak jaman sekarang melakukan sesuatu tanpa terukur. Sains tidak hanya menyoal masalah alam. Ini juga menyangkut cara pandang anak muda akan masalah. Jangan melihat masalah sebatas kulitnya tetapi tanpa didasari fakta. Sains itu terukur tidak berasumsi membuang- buang energi kita.

Orang Indonesia pun menjadi sosok tidak penyabar. Dengan sains maka anak- anak akan diajarkan untuk mencoba. Bila gagal, sains mengajarkan tidak ada penemuan tanpa bersabar. Firly tidak sendiri tetapi mengajak perusahaan besar, seperti Pocari Sweat untuk mengajarkan sains ke anak.

Istri Mosidik Stand Up Comedy


Mengejutkan ternyata Firly merupakan istri dari Mosidik, stand up komedian ternama Indonesia. Dia dalam satu kesempatan menjelaskan kepada pewarta Suara.com. Ilmuwan Muda Indonesia mencoba menyebarkan virus sains. Firly semakin bersemangat bahkan sampai ke sekolah pelosok demi sains.

Mereka yang belajar di daerah pelosok butuh bantuan lebih. Sekolah pelosok tidak ada dukungan labortaorium sains memadai untuk mereka. Nah, inilah tugas IMI, yang mempermudah belajar sains di sekolah. Firly pun bercerita bagaimana dirinya mencintai sains dan kenapa kamu harus belajar.

Firly kecil sudah sangat baik dalam akademi. Alhasil dia selalu mendapatkan pendidikan dari sekolah terbaik. Walau terbaik tetapi belum mengangkat kecintaan sains Firly. Bahkan waktu SMA, dia malah melihat sains sebagai kesusahan, umumnya teman- teman sekolah melihat ini belajar menghafal.

Padahal menurutnya belajar sains lebiah asyik praktikum. Pengalaman pribadi dalam membuat kerja sains harus menyenangkan. Baru ketika masuk kuliah IPA kecintaan akan sains tumbuh. Itupun dia merasa tidak mengakomodasi keinginan akan astrophysic.

Ketika dia dan rekan membawa simulasi planeterium. Dalam satu sesi mereka bertanya tentang "apa itu laboratorium". Anak- anak SD malah berbalik mempertanyakan istilah tersebut. Padahal mereka berada di sekolah tengah kota. Begitu para siswa ditunjukan planetarium mereka terkagum- kagum.

IMI menggunakan film 360 derajat yang diproyeksikan dalam "doom". Mereka seolah berada di ruang antariksa, mereka seolah melihat gugusan bintang dan menyentuhnya. Cerita lain ketika datang ke sekolah pelosok. Mereka juga datang menemui para pemulung dan komunitas anak jalanan.

Adanya mobile planetarium memberikan kemudahan tersendiri. IMI aktif menjelajah ke sekolah di penjuru Indonesia. Mereka datang ke Tanjung Pinang, Kayong di Kalimantan Barat, Jambi, Solo, dan Subang. Jumlah planetarium di Indonesia ada empat, dimana sebagian tidak aktif karena rusak.

Mobile planetarium IMI lebih mudah dirawat. Aksesbiltas juga mudah untuk dipakai siapapun. Ini sangat cocok dikembangkan kita. Harapannya bisa membantu guru mengajar lebih praktikum. Inilah cara ilmuwan muda Firly Savitri mengembangkan sains di Indonesia.

Pengusaha Media Dea Angkasa Lahirkan Fajar Cirebon

Profil Pengusaha Dea Angkasa Putri


pengusaha fajar cirebon
 
Ketika dunia digital merebak, namanya justru sukses berkat surat kabar tradisional. Pengusaha media Dea Angkasa Putri Supardi mejajal respon masyarakat. Membayangkan surat kabar akan tetap laku saja bisa sinis. Tetapi faktanya Dea ini mampu mengantongi omzet Rp.2 miliar pertahun.

Dea menganggap menggarap usaha surat kabar tantangan. Pandangan masyarakat yang telah berubah tengah diujinya. Hasilnya ternyata tak mengecewakan surat kabar masih laku. Dia dikenal pendiri PT. Bakti Juang Charuban, atau pemilik surat kabar Fajar Cirebon.

Koran Harian Umum Fajar Cirebon beredar di lima wilayah. Mereka tersebar di Kota Cirebon, Kab. Cirebon, Kab. Indramayu, Kab. Majalengka, dan Kabupaten Kuningan. "Saya awalnya menganggap ini sebagai tantangan, ingin tau sampai mana bisnis saya diterima masyarakat," ceritanya.

Kapada pihak Okezone.com, dia menceritakan bahwa berkat ini dirinya menang Wirausaha Muda Mandiri. Ajang kewirausahaan dari Bank Mandiri menunjuk dirinya pemenang. Dari ribuan orang yang mendaftar, Dea malah menang dengan konsep bisnis jadul surat kabar.

Ratu Media Dea Angkasa


Berkat ajang tersebut banyak pengalaman dilalui. Alhasil bisnis koran harian Fajar Cirebon semakin dikenal. Pelatihan mengelola bisnis, manajerial, dan sebagainya didapat dari sini. Bisnis koran yang menjual Rp.2000 yang terjual 10- 20 ribu eksemplar.

Dea mungkin memulai berbisnis dengan surat kabar cetak. Namun bukan berarti karena dia "gaptek" teknologi. Fajar Cirebon terbitannya juga memiliki versi online di www.fajar-cirebon.com. Jebolan S-1 Administrasi Negara, FISIP Unpad, yang dinilai mengangkat nama Cirebon.

Inovasi Dea mengangkap potensi lokal kawasan Cirebon. Potensi daerah dan sekitarnya mungkin diangkat lewat media cetak. Tetapi terdapat kolom khusus yang inovatif dan edukatif. Inilah dasar kenapa WMM memenangkan. Kolom berbahasa Cirebon yang rutin mengangkat potensi ekonomi.

Dia tak hanya ingin berbisnis sembarang. Pokoknya itu harus memiliki nilai sosial dan bermanfaat bagi masyarakat. Bisnis tidak hanya membuat dia sebagai pemilik punya penghasilan. Dengan surat kabar ini, diharapkan masyarakat akan mendapat informasi mereta dan sadar akan potensi daerahnya.

Perempuan kelahiran 14 Juni 1987, yang mencoba membuka mata warga Cirebon dan sekitar. Jadi mereka akan sadar mengenai permasalah sosial disekitar. Dia ingin membuat jangkauan surat kabar Fajar Cirebon meluas.

Dia juga memberikan Corporate Social Responsibility (CSR), kepada masyarkat Cirebon dan sekitar yang buta aksara. Banyak kendala menghadang Dea ketika menjalankan. Baik kendala teknis maupun non- teknis. Dia optimis melalui pengembangan sumber daya manusia (SDM) karyawan perusahaan.

Tantangan lain ialah ketika dia harus bergaul dengan karyawan lebih tua. Mereka yang lebih punya banyak pengalaman. Dia harus bisa bergaul guna bertukar pemikiran. Ia menekankan kamu butuh 3 hal di perusahaan, yakni santun, intelektual, dan profesional.

Menjadi pengusaha sudah menjadi cita- cita dirinya sejak dulu. Sejak bangku sekolah, Dea sudah niat membuka usaha sendiri yang makin serius. Berkat Fajar Cirebon dia berkembang menjadi pengusaha kelas nasional. Dia pun mengajak sesama mahasisa Unpad untuk terjun berwirausaha.

Pengusaha media ini menjelaskan entrepreneur menurunya harus berani. "... jangan takut gagal atau rugi, tekun, jangan cepat menyerah, dan pandai membaca peluang," tutupnya.

Usaha Momo Milk Memilih Bisnis Jajanan Sehat

Profil Pengusaha Haidhar Wurjanto


pengusaha pemilik momo milk
 
Miris melihat banyak jajanan tak bergizi dijual di pasaran. Usaha Momo Milk menjadi salah satu pelopor bisnis sejenis. Mereka yang memilih bisnis jajanan sehat berbasis susu. Dikembangkan oleh dua orang, Nur Nabilah dan Haidhar Wurjanto, yang pasti tak akan menyangka seviral sekarang.

Kalau dijalan kamu mungkin menemukan kedai susu kaki lima. Mereka berdualah menjadi salah satu penggagas pada 2011. Bermula dari keperihatinan mereka sebagai mahasiswa. Prihatin akan banyak jajanan kampus yang tak sehat.

Mahasiswa Jurusan Manajemen, Institut Pertanian Bogor, angkatan 2009. Keduanya lalu membuka usaha bernama Momo Milk. Iklim wirausaha disekitaran kampus Institut Pertanian Bogor ketat. Dia yang memilih jajanan sehat mempunya pangsa pasar.

Apalagi melihat para mahasiswa tak punya pilihan lain. Haidhar membayangkan kedai susu yang asik buat nongkrong. Nanti Momo Milk akan menawarkan susu segar aneka rasa. Kedai ini semula hanya menjadi angan- angan sampai tiba waktunya.

Menjadi Pengusaha Susu


Suatu hari, dia melihat Bapak Prabowo mengajak kita menjalankan gerakan "revolusi putih". Ini jadi titik balik bagi Haidhar mewujudkan mimpi. Tetapi dia tak memilik modal untuk memulai. Sampai ia bertemu Nur Nabilah. Keduanya terlibat pembicaraan serius, sampai ingin mengumpulkan modal.

Sambutan positif Nabila membuahkan semangat lebih. Mereka mengumpulkan modal usaha Momo Milk. Soal bahan baku Haidhar menggunakan susu produksi petani lokal. Mereka menjual susu segar kepada masyarakat. Cara penjualan masih sederhana memakai termos es biasa untuk penyimpanan.

Ternyata menyimpan susu segar didalam termos es tidak baik. Problem muncul karena susu yang disimpan tak tahan lama. Padahal keduanya tengah mencoba bisnis jangka panjang. Tak ingin susu mereka terjebak jangka waktu. Nabilah dan Haidhar membeli mesin pendingin agar tahan lama.

Tentu itu tidaklah murah membeli mesin pendingin. Uang hasil usaha Momo Milk ternyata tak cukup membeli mesin. Keduanya berdiskusi sampai- sampai berkonsultasi ke Dosen ITB. Mereka baru sadar bahwa Momo Milk masih awam.

Nama Momo Milk bukanlah nama pilihan utama. Pertama kali keduanya akan menamai usaha susu ini "I'm Milk". Tetapi ternyata nama tersebut sudah dimiliki oleh perusahaan lain. Konsekuensi nama tersebut, maka Nabilah dan Haidhar harus membayar royalti yang tentu memberatkan keuangan.

Mereka memilih nama Momo Milk, yang resmi pada Januari 2011, tempatnya di Regina Pacis dan Bogor Junction. Agar masalah mesin pendingin teratasi, Momo Milk mulai mencari investor. Hingga seorang investor meberikan modal tambahan, sekaligus menawarkan pembelian mesin secara kredit.

Ini membuat Momo Milk menyimpan dana modal lebih banyak. Mereka berkembang sampai dapat membuka cabang di SMAN 1 Bogor. Kedepan masalah lain dapat diselesaikan dengan lebih mudah, kebanyakan sih masalah komunikasi dengan karyawan, pelanggan, dan pensuplai susu.

Entri yang Diunggulkan

Biografi Jack Ma Orang Terkaya China Alibaba