Julie Shie Merantau ke Singapura Jadi Pengusaha

Profil Pengusaha Julie Shie


pengusaha merantau ke singapura

Jadi pengusaha memang tak terpikirkan oleh Julie Shie. Dia yang merantau ke Singapura pasti tidak akan menyangka. Kok bisa, wanita asli Indonesia ini mendirikan 14 perusahaan di perantauan. Kisah pengusaha wanita Indonesia, yang mampu menghasilkan miliaran rupiah di Singapura.

Dia orang Indonesia asli loh. Sekarang dia sudah memasuki umur 30 tahun, tapi jejak suksesnya lebih jauh dari kita. Julie Shie mampu menghasilkan uang milyaran dollar sebelum itu. Dia melalui berbagai usaha, tepatnya 14 perusahaan yang berkantor di Singapura dan Indonesia.

Soal bisnisnya, salah satu perusahaanya melayanin jual beli dua negara; Indonesia dan China. Dia melalui perusahaan bernama Worldwide Shipping Logistic Service Pte Ltd, fokus menjembatani jual beli karet sejak 2006.

Hobi Berbisnis


Memulai usaha tidak perlu menuggu pengalaman atau modal harus segudang. Dia telah membuktikan itu melalui dirinya sendiri. Dilahirkan dari keluarga yang pekerja keras, perempuan kelahiran Aceh, yang sukses menjadi pengusaha multi- nasional.

Ia berhasil bahkan sebelum menginjak kepala empat. Padahal kata orang usia ini sering disebut usia mapan berbisnis. Dia kelahir keluarga yang biasa,  yang dididik untuk menghargai uang miliknya. Ini cikal bakal Julie menjadi sosok pekerja keras.

Di sebuah kota kecil di kawasan Aceh, ayahnya adalah "juragan" angkot serta memiliki laundry. Julie mengaku sering tidak diberi uang saku karena semuanya butuh pengorbanan. Ia harus berusaha untuk mendapatkan apa yang diinginkan.

"Untuk beli permen Rp.50 aja, saya lebih dulu ditanya macam- macam," kenangnya.

Alhasil hidupnya penuh kemandirian, yakni dimulai ketika ia ikut membantu ayahn berbisnis laundry. Ketika dewasa dia lantas menjalankan bisnis laundry di sekitaran rumah. Setiap hari, di usia enam tahun, Julie kecil bekerja memilah dan menandai baju pelanggan ayahnya.

Julie Shie, bernama asli Yulianty, waktu kecil sering ikut ibunya untuk berpindah- pindah. Julie kecil diajal selalu menemani berbisnis. Alhasil ia menjadi mudah akrab dan juga pandai berkomunikasi, bahkan saat bertemu orang baru.

Dia menjadi sosok supel dikalangan temannya, tetapi tetap bisa menjaga diri baik. Selain itu Julie menjadi satu sosok yang tak lepas dari segala usaha. Namun keasyikan membantu bisnis kedua orang tuanya membuat nilainya sempat jeblok.

Karena jadi pengusaha membuat nilain turun. Di semester pertama masuk sekolah, ia bahkan belum bisa membaca seperti teman- temannya. Julie begitu malu ketika raport miliknya dikembalikan dan bertekat untuk berubah.

Sejak masa itu, ia bekerja keras, hingga mampu ranking satu sejak kelas dua SD sampai SMP. Tapi jangan salah, dia masih asik dengan kegemarannya berbisnis menjadikan ini hobi. Di usia delapan tahun, Julie berbisnis permen dan makanan ringan di sekolah.

Modal bisnisnya hanya uang saku ia sisihkan sedikit demi sedikit. Dia membali barang di toko grosir milik tantenya kemudian menjualnya kembali. Usia 14 tahun, ia bekerja paruh waktu di toko unggas dan elektronik.

Masa SMA, Julie memilih memberikan les privat mendapatkan Rp.80.000- Rp.120.000 per- hari. "Kalau dikumpulkan, gaji saya bisa setara pekerja kantoran," ucapnya bangga.

Julie berhasil menggabungkan bisnis dan pendidikan. Dia berhasil menggabungkan antara bekerja, belajar serta bersenang- senang. Ia bahkan masih sempat merencanakan masa depannya ketika anak- anak lain tidak.

Biografi Julie Shie


Selepas SMA, Julie memilih fokus karir bukan bisnis, mencoba mencari pengalaman mungkin. Ia memilih bekerja sebagai pegawai perusahaan asing. Pekerjaan tersebut buatnya karena menghabiskan waktu dengan lembur hingga jam 5.

Lantaran perusahaan menghadapi pasar dollar yang aktif di jam 12 malam, Julie selalu lembur setiap harinya dan pulang pagi. Tak tahan, ia akhirnya keluar setelah tiga bulan kemudian bekerja di PT. Toba Internesa, perusahaan jasa forwarding.

Ia dipercaya memegang cabang di Pekanbaru dan Padang karena prestasinya. Ada masalah internal membuat Julie akhirnya mengundurkan diri ketika berusia 19 tahun. Ia kemudian latah mendirikan perusahaan forwarding sendiri, yakni PT. Samudra Indah Berkatindo.

Perusahaan tersebut menjadi titik balik ekpansi bisnisnya. PT. Samudra Indah Berkatindo berhasil menjadi satu jalan terbaik untuk ekspansi ke berbagai negara tetangga. Julie  yang memilih Singapura sebagai penghubung lahirlah Wordwide Shipping Logistic.

Seterusnya, bisnis tersebut semkain berkembang berkat ada penghubung China hingga Thailand. Ia mendirikan perusahaan baru Andaman Worldwide Shipping Co Ltd. Modal awalnya cuma 30 juta, itupun ia pinjam dari ayahnya dan seorang teman.

Selain perusahaan di atas, Julie bergerak dibidang properti di Indonesia, Singapura, dan Thailand. Di tahun 2013, dia setidaknya memiliki 14 perusahaan dengan mobilitas tinggi Singapura- Indonesia. Julie masih bisa mengontrol semuanya secara baik.

Di tahun 2006, Worldwide Shipping Logistic menjembatani perdagangan karet antara Indonesia dan China. Ia kemudian membangun perusahaan lagi, bernama Omega Shipping Pte Ltd, yang mengurusi perdagangan komoditas Sino dari Asia ke China.

Setahun kemudian, Julie masih fokus jasa forwarding malalui Andaman Worldwide Shipping Co Ltd di Thailand. Tahun 2010, penyuka masakan Indonesia ini mendirikan Worldwide Property Investment Ltd di Singapura, Indonesia, dan Thailand yang menjadi pemasar proyek properti antar negara.

Tahun ini, dia bakal membuka kantor baru di Shanghai, Jepang, dan Korea. Ibu Jiratchaya Angel Parnitehkul, 18 bulan, memang dikenal memiliki aktivitas padat yakni mengurusi 14 perusahaan yang tersebar di tiga negara.

"Saya pernah ada di tiga negara dalam satu hari, atau menghadiri 10 meeting dalam sehari," katanya. Tapi, ia memberi catatan, meeting tidak berada di Indonesia yang jalanan macet. Meski sering tak ada di kantor, Julie tetap bisa memantau bisnisnya.

"Semua sudah ada sistem. Saya tinggal kontrol pakai ponsel pintar," katanya. Kini pengusaha muda ini tengah fokus menggarap proyek BUMN asal China, fokusnya di sektor pertambangan.

Apa rahasianya? itu soal komitmen, ketekunan, dan keinginan dari setiap usaha. Julie tengah mengerjakan proyek besar untuk perusahaan mining di China, dan jadi distributor untuk water heater dari Singapura. Jadi pengusaha bukanlah dipikirkan tetapi dikerjakan berdasarkan passion kamu.

Cara Ilmuwan Muda Firly Savitri Menginspirasi Indonesia

Profil Pengusaha Firly Savitri


pengusaha ilmuwan muda
 
Ini ilmuwan muda Firly Savitri agar Indonesia maju. Memajukan semangat menjadi ilmuwan bagi masyarakat Indonesia, terutama kamu muda. Taukah kamu, cuma ada 3% masyarakat Inonesia yang tertarik menjadi ilmuwan. Sangat sedikit mereka yang tertarik mengambil jurusan sains ketika kuliah.

Katanya karena pelajaran sains kebanyakan bersifat hafalan. Bayangkan kita harus menghafal rumus- rumus tertentu. Banyak anak muda merasa jengah dengan keadaan ini. Mereka lebih tertarik sesuatu yang praktikal. Alasan lain, di sekolah menengah sangat jarang memiliki laboratorium yang lengkap.

Firly lantas mendirikan Ilmuwan Muda Indonesia (IMI). Lembaga yang didirikan untuk menambah lebih banyak ilmuwan. Misi untuk memperbanyak jumlah mereka di Indonesia. Banyak cara yang dilakukan Firly, termasuk mengadakan program edukasi ke madrasah, panti asuhan, dan sekolah.

Pengusaha Sosial Sains


Meskipun bisnis sosial ini baru didirikan, sudah mendapat apresiasi luas. Tidak hanya di dalam negeri, masyarakat Internasional pun mendukung program tersebut. Program lembaga pendidikan ini juga sudah sampai di Malaysia. Firly dan rekan mengajarkan sains kepada siswa- siswa sekolah.

Bermula lembaga kini berkembang menjadi perusahaan. Firly mulai mengembangkan aneka produk sains. Tujuannya untuk mengedukasi masyarakat dengan cakupan luas. Produk yang dikemas dalam program berbeda- beda, ada Mobile Planetarium, Kitchen Science Experiment, dan Lab in the Box.

"Bagi saya melihat anak- anak datang ke planetarium seperti begitu terkesan, bagi saya itu adalah bayaran," jelasnya kepada detik.com.

Mobile Planetarium merupakan produk simulasi planet lengkap. Didatangkan dari tiga negera hingga simulasi ini tampak nyata. Anak- anak nanti akan datang melihat versi mini planet- planet. Mereka nanti juga menonton film dokumenter yang telah disediakan.

Kitchen Science Experiment mengajak anak pengalaman sains. Peralatan praktik yang bisa didapat di rumah. Terkahir Lab in the Box, ini memberikan kegiatan saintis melalui aneka kegiatan. Ini dikemas sedemikian rupa hingga mudah. Total anak- anak akan mampu membuat 100 eksperimen sendiri.

Perempuan bergelar MBA dari Institut Pertanian Bogor, sudah lebih dari 20.000 anak bereksperimen melalui program ini. Firly sangat antusias ketika para siswa datang berkunjung. "Mereka sampai berguling- guling karena mereka tidak merasa sedang belajar," tuturnya kepada Wolipop Detik.

Firly memiliki latar belakang ilmuwan bidang Psikologi IPA. Ia kerap melakukan penelitian perilaku manusia. Tapi kini dia lebih fokus mengajarkan sains kepada anak- anak. Dia ingin memotivasi lewat usaha berbasis sains. Inilah cara ilmuwan muda Firly agar lahir lebih banyak ahli- ahli d bidang sains.

Dia menganalisa program pengajaran kepada anak kurang efektif. Alhasil banyak orang yang kalau melihat masalah sempit. Mereka kurang memiliki basis analisa dan data akan sebuah diskusi. Bahkan anak- anak jaman sekarang lebih percaya salebgram.

Anak- anak jaman sekarang melakukan sesuatu tanpa terukur. Sains tidak hanya menyoal masalah alam. Ini juga menyangkut cara pandang anak muda akan masalah. Jangan melihat masalah sebatas kulitnya tetapi tanpa didasari fakta. Sains itu terukur tidak berasumsi membuang- buang energi kita.

Orang Indonesia pun menjadi sosok tidak penyabar. Dengan sains maka anak- anak akan diajarkan untuk mencoba. Bila gagal, sains mengajarkan tidak ada penemuan tanpa bersabar. Firly tidak sendiri tetapi mengajak perusahaan besar, seperti Pocari Sweat untuk mengajarkan sains ke anak.

Istri Mosidik Stand Up Comedy


Mengejutkan ternyata Firly merupakan istri dari Mosidik, stand up komedian ternama Indonesia. Dia dalam satu kesempatan menjelaskan kepada pewarta Suara.com. Ilmuwan Muda Indonesia mencoba menyebarkan virus sains. Firly semakin bersemangat bahkan sampai ke sekolah pelosok demi sains.

Mereka yang belajar di daerah pelosok butuh bantuan lebih. Sekolah pelosok tidak ada dukungan labortaorium sains memadai untuk mereka. Nah, inilah tugas IMI, yang mempermudah belajar sains di sekolah. Firly pun bercerita bagaimana dirinya mencintai sains dan kenapa kamu harus belajar.

Firly kecil sudah sangat baik dalam akademi. Alhasil dia selalu mendapatkan pendidikan dari sekolah terbaik. Walau terbaik tetapi belum mengangkat kecintaan sains Firly. Bahkan waktu SMA, dia malah melihat sains sebagai kesusahan, umumnya teman- teman sekolah melihat ini belajar menghafal.

Padahal menurutnya belajar sains lebiah asyik praktikum. Pengalaman pribadi dalam membuat kerja sains harus menyenangkan. Baru ketika masuk kuliah IPA kecintaan akan sains tumbuh. Itupun dia merasa tidak mengakomodasi keinginan akan astrophysic.

Ketika dia dan rekan membawa simulasi planeterium. Dalam satu sesi mereka bertanya tentang "apa itu laboratorium". Anak- anak SD malah berbalik mempertanyakan istilah tersebut. Padahal mereka berada di sekolah tengah kota. Begitu para siswa ditunjukan planetarium mereka terkagum- kagum.

IMI menggunakan film 360 derajat yang diproyeksikan dalam "doom". Mereka seolah berada di ruang antariksa, mereka seolah melihat gugusan bintang dan menyentuhnya. Cerita lain ketika datang ke sekolah pelosok. Mereka juga datang menemui para pemulung dan komunitas anak jalanan.

Adanya mobile planetarium memberikan kemudahan tersendiri. IMI aktif menjelajah ke sekolah di penjuru Indonesia. Mereka datang ke Tanjung Pinang, Kayong di Kalimantan Barat, Jambi, Solo, dan Subang. Jumlah planetarium di Indonesia ada empat, dimana sebagian tidak aktif karena rusak.

Mobile planetarium IMI lebih mudah dirawat. Aksesbiltas juga mudah untuk dipakai siapapun. Ini sangat cocok dikembangkan kita. Harapannya bisa membantu guru mengajar lebih praktikum. Inilah cara ilmuwan muda Firly Savitri mengembangkan sains di Indonesia.

Pengusaha Media Dea Angkasa Lahirkan Fajar Cirebon

Profil Pengusaha Dea Angkasa Putri


pengusaha fajar cirebon
 
Ketika dunia digital merebak, namanya justru sukses berkat surat kabar tradisional. Pengusaha media Dea Angkasa Putri Supardi mejajal respon masyarakat. Membayangkan surat kabar akan tetap laku saja bisa sinis. Tetapi faktanya Dea ini mampu mengantongi omzet Rp.2 miliar pertahun.

Dea menganggap menggarap usaha surat kabar tantangan. Pandangan masyarakat yang telah berubah tengah diujinya. Hasilnya ternyata tak mengecewakan surat kabar masih laku. Dia dikenal pendiri PT. Bakti Juang Charuban, atau pemilik surat kabar Fajar Cirebon.

Koran Harian Umum Fajar Cirebon beredar di lima wilayah. Mereka tersebar di Kota Cirebon, Kab. Cirebon, Kab. Indramayu, Kab. Majalengka, dan Kabupaten Kuningan. "Saya awalnya menganggap ini sebagai tantangan, ingin tau sampai mana bisnis saya diterima masyarakat," ceritanya.

Kapada pihak Okezone.com, dia menceritakan bahwa berkat ini dirinya menang Wirausaha Muda Mandiri. Ajang kewirausahaan dari Bank Mandiri menunjuk dirinya pemenang. Dari ribuan orang yang mendaftar, Dea malah menang dengan konsep bisnis jadul surat kabar.

Ratu Media Dea Angkasa


Berkat ajang tersebut banyak pengalaman dilalui. Alhasil bisnis koran harian Fajar Cirebon semakin dikenal. Pelatihan mengelola bisnis, manajerial, dan sebagainya didapat dari sini. Bisnis koran yang menjual Rp.2000 yang terjual 10- 20 ribu eksemplar.

Dea mungkin memulai berbisnis dengan surat kabar cetak. Namun bukan berarti karena dia "gaptek" teknologi. Fajar Cirebon terbitannya juga memiliki versi online di www.fajar-cirebon.com. Jebolan S-1 Administrasi Negara, FISIP Unpad, yang dinilai mengangkat nama Cirebon.

Inovasi Dea mengangkap potensi lokal kawasan Cirebon. Potensi daerah dan sekitarnya mungkin diangkat lewat media cetak. Tetapi terdapat kolom khusus yang inovatif dan edukatif. Inilah dasar kenapa WMM memenangkan. Kolom berbahasa Cirebon yang rutin mengangkat potensi ekonomi.

Dia tak hanya ingin berbisnis sembarang. Pokoknya itu harus memiliki nilai sosial dan bermanfaat bagi masyarakat. Bisnis tidak hanya membuat dia sebagai pemilik punya penghasilan. Dengan surat kabar ini, diharapkan masyarakat akan mendapat informasi mereta dan sadar akan potensi daerahnya.

Perempuan kelahiran 14 Juni 1987, yang mencoba membuka mata warga Cirebon dan sekitar. Jadi mereka akan sadar mengenai permasalah sosial disekitar. Dia ingin membuat jangkauan surat kabar Fajar Cirebon meluas.

Dia juga memberikan Corporate Social Responsibility (CSR), kepada masyarkat Cirebon dan sekitar yang buta aksara. Banyak kendala menghadang Dea ketika menjalankan. Baik kendala teknis maupun non- teknis. Dia optimis melalui pengembangan sumber daya manusia (SDM) karyawan perusahaan.

Tantangan lain ialah ketika dia harus bergaul dengan karyawan lebih tua. Mereka yang lebih punya banyak pengalaman. Dia harus bisa bergaul guna bertukar pemikiran. Ia menekankan kamu butuh 3 hal di perusahaan, yakni santun, intelektual, dan profesional.

Menjadi pengusaha sudah menjadi cita- cita dirinya sejak dulu. Sejak bangku sekolah, Dea sudah niat membuka usaha sendiri yang makin serius. Berkat Fajar Cirebon dia berkembang menjadi pengusaha kelas nasional. Dia pun mengajak sesama mahasisa Unpad untuk terjun berwirausaha.

Pengusaha media ini menjelaskan entrepreneur menurunya harus berani. "... jangan takut gagal atau rugi, tekun, jangan cepat menyerah, dan pandai membaca peluang," tutupnya.

Usaha Momo Milk Memilih Bisnis Jajanan Sehat

Profil Pengusaha Haidhar Wurjanto


pengusaha pemilik momo milk
 
Miris melihat banyak jajanan tak bergizi dijual di pasaran. Usaha Momo Milk menjadi salah satu pelopor bisnis sejenis. Mereka yang memilih bisnis jajanan sehat berbasis susu. Dikembangkan oleh dua orang, Nur Nabilah dan Haidhar Wurjanto, yang pasti tak akan menyangka seviral sekarang.

Kalau dijalan kamu mungkin menemukan kedai susu kaki lima. Mereka berdualah menjadi salah satu penggagas pada 2011. Bermula dari keperihatinan mereka sebagai mahasiswa. Prihatin akan banyak jajanan kampus yang tak sehat.

Mahasiswa Jurusan Manajemen, Institut Pertanian Bogor, angkatan 2009. Keduanya lalu membuka usaha bernama Momo Milk. Iklim wirausaha disekitaran kampus Institut Pertanian Bogor ketat. Dia yang memilih jajanan sehat mempunya pangsa pasar.

Apalagi melihat para mahasiswa tak punya pilihan lain. Haidhar membayangkan kedai susu yang asik buat nongkrong. Nanti Momo Milk akan menawarkan susu segar aneka rasa. Kedai ini semula hanya menjadi angan- angan sampai tiba waktunya.

Menjadi Pengusaha Susu


Suatu hari, dia melihat Bapak Prabowo mengajak kita menjalankan gerakan "revolusi putih". Ini jadi titik balik bagi Haidhar mewujudkan mimpi. Tetapi dia tak memilik modal untuk memulai. Sampai ia bertemu Nur Nabilah. Keduanya terlibat pembicaraan serius, sampai ingin mengumpulkan modal.

Sambutan positif Nabila membuahkan semangat lebih. Mereka mengumpulkan modal usaha Momo Milk. Soal bahan baku Haidhar menggunakan susu produksi petani lokal. Mereka menjual susu segar kepada masyarakat. Cara penjualan masih sederhana memakai termos es biasa untuk penyimpanan.

Ternyata menyimpan susu segar didalam termos es tidak baik. Problem muncul karena susu yang disimpan tak tahan lama. Padahal keduanya tengah mencoba bisnis jangka panjang. Tak ingin susu mereka terjebak jangka waktu. Nabilah dan Haidhar membeli mesin pendingin agar tahan lama.

Tentu itu tidaklah murah membeli mesin pendingin. Uang hasil usaha Momo Milk ternyata tak cukup membeli mesin. Keduanya berdiskusi sampai- sampai berkonsultasi ke Dosen ITB. Mereka baru sadar bahwa Momo Milk masih awam.

Nama Momo Milk bukanlah nama pilihan utama. Pertama kali keduanya akan menamai usaha susu ini "I'm Milk". Tetapi ternyata nama tersebut sudah dimiliki oleh perusahaan lain. Konsekuensi nama tersebut, maka Nabilah dan Haidhar harus membayar royalti yang tentu memberatkan keuangan.

Mereka memilih nama Momo Milk, yang resmi pada Januari 2011, tempatnya di Regina Pacis dan Bogor Junction. Agar masalah mesin pendingin teratasi, Momo Milk mulai mencari investor. Hingga seorang investor meberikan modal tambahan, sekaligus menawarkan pembelian mesin secara kredit.

Ini membuat Momo Milk menyimpan dana modal lebih banyak. Mereka berkembang sampai dapat membuka cabang di SMAN 1 Bogor. Kedepan masalah lain dapat diselesaikan dengan lebih mudah, kebanyakan sih masalah komunikasi dengan karyawan, pelanggan, dan pensuplai susu.

Pengusaha Sabun Cuci Serba Guna Mask

Profil Pengusaha Septian Suryo


pengusaha sabun cuci
 
Kepepet mungkin akan menjadi jalan sukses kamu. Ini kisah pengusaha sabun cuci serba guna Maks. Taukah kamu bahwa 80% pengusaha terlahir kepepet. Mungkin dengan kadar kepepet yang berbeda- beda. Kali ini kepepet karena dia harus mengerjakan tugas akhir kuliah.

Mengapa tidak menjalankan usaha sendiri. Buat produk unik sendiri yang menghasilkan penghasilan. Namanya Septian Suryo, yang masih 25 tahun saat itu, ialah mahasiswa, penemu, dan pengusaha. Dia yang memilih sabun menjadi tema penelitian tugas akhir atau skripsi.

Sang mahasiswa Universitas Hasannudin, yang sebetulnya kebingungan sebelum menentukan tema ini. Agak terlihat ogah- ogahan sih awalnya. Tetapi dirinya tetap mencoba buat menyelesaikan. Dia bahkan disarankah menjualnya. Ini masihlah bagian dari tugas praktikum akhir bukan bisnis serius.

"Modal awalnya sendiri hanya 24 ribu. Tadinya, saya tidak berniat," jelasnya kepada SWA.co.id.

Tugas Kuliah Menjadi Usaha


Peniliti yang jiwa kepeduliannya tentang lingkungan teruji. Septian lalu menciptakan sabun ramah lingkungan. Hampir putus asa, dia terpaksa melanjutkan tugas ini atau gagal, sehingga dia harus bisa menemukan komposisi yang pas. Septian lalu nampak tak yakin akan pilihan teman tugas akhirnya.

Akhirnya dia malah menciptakan dua sabun berbeda: sabun cuci tangan dan perabotan dapur. Waktu itu, dia belum mengembangkan ide sabun cuci serba guna. Banyak orang ingin memesan tetapi dia ragu. Bukannya memperbaiki, ia malah mencapurkan dua sabun tersebut sampai terlahir lah Maks.

Hasilnya produk unik dimana kamu bisa cuci tangan dan perabot rumah tangga. Ternyata, setelah dia teliti lebih dalam, ini bisa digunakan buat cuci pakian, cuci mobil, dan cuci motor. Inilah cikal bakan produk bernama Maks buatannya.

"Awalnya kami membuat produk terpisah baik untuk cuci tangan maupun untuk cuci perabot rumah tangga," ujarnya Karena terdesak memenuhi kebutuhan konsumen.

Sementara sistem itu produksinya memang masih belum baik, "kami sudah janjikan." Tercetuslah ide membauat sabun multi- fungsi ini. Awalnya dari cuma penelitian tugas biasa, kemudian jadi tugas akhir kuliah.

Lantas, sang dosen menyarankan dirinya, untuk memproduksi Maks sekala besar. Dia setuju walau sama sekali tak pernah jadi pengusaha.

"Sudah tidak usah diteliti lebih lanjut dulu, mendingan kamu jual saja dulu, diproduksi saja. (Untuk melihat) apakah ada orang yang mau beli atau tidak, ujar Septian, dan ternyata, resposnnya sangat bagus di pasaran.

Bisnis unik


Bermodal cuma Rp.25.000, kini, Mask sudah bisa diproduksi secara masal. Bahkan pada waktu itu sudah banyak permintaan datang tapi produksinya masih terbatas. Serba kepepet mendorongnya melakukan aneka inovasi dalam tenaga kerja maupun kapasitas produksi.

Ia pun memutar otak agar bisa mendapatkan lebih banyak modal. Salah satunya, yaitu mengikutkan Mask ke aneka perlombaan kewirausahaan muda. Pertama memenangkan lomba Mask menghasilkan Rp.14 juta.

Tak puas cuma segitu saja melihat keberhasilannya, Septian melanjutkan mengikuti perlombaan lain seperti dari UNESCO, ILO, Bank Indonesia, dan yang melambungkan namanya Wirausaha Muda Mandiri 2013.

Menurut Septian produk Maks memang lebih efisien. Multi- guna membuat lebih unggul dibanding produk lain di pasaran. Mask sabun mutli fungsi dari membersihkan mobil untuk ayah, kemudian mencuci piring buat ibu, dan terakhir juga bisa buat mencuci tangan seluruh keluarga.

Tenang kandungan bahan sudah benar- benar diteliti. Ini berkat latar belakang pendidikan Septian yang mumpuni. Ia menyebut bahwa selain bibit sabun (sufoktran), ada tambahan berupa mineral air laut.

Septian melanjutkan soal bahan lain. Ada turunan minyak kelapa, baik berupa minyak kopra, kelapa, kemudian ia serahkan pengolahannya kepada vendor. Selepas itu barulah semua dijadikan bahan baku sabun Maks.

Kemudian ia menyebut minyak goreng jelanta atau bekas pakai, ini untuk dijadikan bahan sabun padatnya. Efek dari mineral laut pada bahannya bisa membersihkan kotoran dan menghaluskan kulit. Memang terdengar aneh bahan- bahan digunakannya akan tetapi benar- benar bekerja.

Harga bahannya pun relatif murah karena memang ini bisa dihasilkan dalam negeri. Pertama kali berproduksi, Sepetian blak- blakan, mengaku memanfaatkan fasilitas laboratorium kampusnya. Modal murninya seperti dijelaskan diatas cuma Rp.25.000 saja.

Kapasitas produksi awalnya cuma satu ember cat jelasnya lagi. Tahun 2012, produk mask dijual Rp.6.000 per- liter, "kami itu hanya jual isi, atau bentuknya curah." Untuk sekarang ini produknya sudah dijual curahnya Rp.7.500 per- liter.

Septian pun tak segan mendapatkan masukan.

"Setiap konsumen punya selera berbeda- beda," terangnya. Ini termasuk saran segi kemasan, aroma, variasi, untuk aroma konsumen memintanya mempertajam aromanya.

Persaingan Pasar Sabun Cuci


Septian makin percaya diri membidik dua pasar sekaligus, yakni dari pasar ritel dan pasar industri. Untuk ritelnya, ia sudah bisa memproduksi kemasan 200ml dan 500ml, harganya kisaran Rp.4.000- Rp.7.000. Ini sudah termasuk dibawah produk sabun cuci lain di pasaran.

Sedangkan buat pasar industrinya dijual kemasan 5 liter, 10 liter, 20 liter, dan 100 liter, yang mana dijual per- liter yakni Rp.8.000 per- liter. Konsumen industri ini meliputi rumah sakit, restoran, hotel, dan juga kantor.

Besarnya permintaan membuat Septian bersama lima karyawannya cukup repot. Mereka bisa menghasilkan 5 ton sabun tiap bulannya. Untuk pasar ritel sendiri dirinya merasa yakin, karena menurutnya pasar ritel masih minim tingkat kompetisi dibanding pasar masyarakat umum.

Benar brand ternama menguasai pasaran, tetapi ia tetap percaya diri, "saya tak takut untuk bersaing karena produk saya memiliki keunikan dan efisiensi." Targetnya bahkan secara percaya diri masuk pasar modern di beberapa kota di Jawa.

Selanjutnya adalah bagaimana menguasai pasar di luar Jawa. Fokusnya kepada restoran- restoran buat cuci piring lantas pabrik- pabrik untuk mencuci peralatan produksi. Di Sulawesi harga Mask cukup kompetitif dibanding produk sabun lain.

Adalah menjadi pekerjaan rumah baginya agar menjaga harga jual. Apalagi ia juga harus memastikan produknya semakin berkualitas. Ini perlu efisiensi dalam hal produksi. Menjual lebih banyak agar modal produksi bisa ditekan.

Berproduksi 5 ton, pasaran Makassar saja, baik buat pertokoan, kafe, hotel, rumah makan, cleaning service, dan lain- lain, masih membutuhkan 14 ton per- bulan. Padahal permintaan itu terus naik apalagi karena ada publisitas dari media masa. Septia mengaku masih mengejar hal ini.

Bulan Februari di tahun 2015, produknya memperkenalkan kemasan baru untuk pasar ritel. Sekarang segmentasi akan langsung ke masyarkat luas tak perlu ditahan- tahan. Pengusaha sabun cuci serba guna ini makin percaya diri menjalankan bisnisnya.

Entri yang Diunggulkan

Biografi Jack Ma Orang Terkaya China Alibaba