Profil Pengusaha Julie Shie
Jadi pengusaha memang tak terpikirkan oleh Julie Shie. Dia yang merantau ke Singapura pasti tidak akan menyangka. Kok bisa, wanita asli Indonesia ini mendirikan 14 perusahaan di perantauan. Kisah pengusaha wanita Indonesia, yang mampu menghasilkan miliaran rupiah di Singapura.
Dia orang Indonesia asli loh. Sekarang dia sudah memasuki umur 30 tahun, tapi jejak suksesnya lebih jauh dari kita. Julie Shie mampu menghasilkan uang milyaran dollar sebelum itu. Dia melalui berbagai usaha, tepatnya 14 perusahaan yang berkantor di Singapura dan Indonesia.
Soal bisnisnya, salah satu perusahaanya melayanin jual beli dua negara; Indonesia dan China. Dia melalui perusahaan bernama Worldwide Shipping Logistic Service Pte Ltd, fokus menjembatani jual beli karet sejak 2006.
Hobi Berbisnis
Memulai
usaha tidak perlu menuggu pengalaman atau modal harus segudang. Dia telah
membuktikan itu melalui dirinya sendiri. Dilahirkan dari keluarga yang pekerja
keras, perempuan kelahiran Aceh, yang sukses menjadi pengusaha multi-
nasional.
Ia berhasil bahkan sebelum menginjak kepala empat. Padahal kata orang usia ini sering disebut usia mapan berbisnis. Dia kelahir keluarga yang biasa, yang dididik untuk menghargai uang miliknya. Ini cikal bakal Julie menjadi sosok pekerja keras.
Di sebuah kota kecil di kawasan Aceh, ayahnya adalah "juragan" angkot serta memiliki laundry. Julie mengaku sering tidak diberi uang saku karena semuanya butuh pengorbanan. Ia harus berusaha untuk mendapatkan apa yang diinginkan.
Ia berhasil bahkan sebelum menginjak kepala empat. Padahal kata orang usia ini sering disebut usia mapan berbisnis. Dia kelahir keluarga yang biasa, yang dididik untuk menghargai uang miliknya. Ini cikal bakal Julie menjadi sosok pekerja keras.
Di sebuah kota kecil di kawasan Aceh, ayahnya adalah "juragan" angkot serta memiliki laundry. Julie mengaku sering tidak diberi uang saku karena semuanya butuh pengorbanan. Ia harus berusaha untuk mendapatkan apa yang diinginkan.
"Untuk beli permen Rp.50 aja, saya lebih dulu ditanya macam- macam," kenangnya.
Alhasil hidupnya penuh kemandirian, yakni dimulai ketika ia ikut membantu ayahn berbisnis laundry. Ketika dewasa dia lantas menjalankan bisnis laundry di sekitaran rumah. Setiap hari, di usia enam tahun, Julie kecil bekerja memilah dan menandai baju pelanggan ayahnya.
Julie Shie, bernama asli Yulianty, waktu kecil sering ikut ibunya untuk berpindah- pindah. Julie kecil diajal selalu menemani berbisnis. Alhasil ia menjadi mudah akrab dan juga pandai berkomunikasi, bahkan saat bertemu orang baru.
Dia menjadi sosok supel dikalangan temannya, tetapi tetap bisa menjaga diri baik. Selain itu Julie menjadi satu sosok yang tak lepas dari segala usaha. Namun keasyikan membantu bisnis kedua orang tuanya membuat nilainya sempat jeblok.
Karena jadi pengusaha membuat nilain turun. Di semester pertama masuk sekolah, ia bahkan belum bisa membaca seperti teman- temannya. Julie begitu malu ketika raport miliknya dikembalikan dan bertekat untuk berubah.
Sejak masa itu, ia bekerja keras, hingga mampu ranking satu sejak kelas dua SD sampai SMP. Tapi jangan salah, dia masih asik dengan kegemarannya berbisnis menjadikan ini hobi. Di usia delapan tahun, Julie berbisnis permen dan makanan ringan di sekolah.
Modal bisnisnya hanya uang saku ia sisihkan sedikit demi sedikit. Dia membali barang di toko grosir milik tantenya kemudian menjualnya kembali. Usia 14 tahun, ia bekerja paruh waktu di toko unggas dan elektronik.
Masa SMA, Julie memilih memberikan les privat mendapatkan Rp.80.000- Rp.120.000 per- hari. "Kalau dikumpulkan, gaji saya bisa setara pekerja kantoran," ucapnya bangga.
Julie berhasil menggabungkan bisnis dan pendidikan. Dia berhasil menggabungkan antara bekerja, belajar serta bersenang- senang. Ia bahkan masih sempat merencanakan masa depannya ketika anak- anak lain tidak.
Biografi Julie Shie
Selepas SMA, Julie memilih fokus karir bukan bisnis, mencoba mencari pengalaman mungkin. Ia memilih bekerja sebagai pegawai perusahaan asing. Pekerjaan tersebut buatnya karena menghabiskan waktu dengan lembur hingga jam 5.
Lantaran perusahaan menghadapi pasar dollar yang aktif di jam 12 malam, Julie selalu lembur setiap harinya dan pulang pagi. Tak tahan, ia akhirnya keluar setelah tiga bulan kemudian bekerja di PT. Toba Internesa, perusahaan jasa forwarding.
Ia dipercaya memegang cabang di Pekanbaru dan Padang karena prestasinya. Ada masalah internal membuat Julie akhirnya mengundurkan diri ketika berusia 19 tahun. Ia kemudian latah mendirikan perusahaan forwarding sendiri, yakni PT. Samudra Indah Berkatindo.
Perusahaan tersebut menjadi titik balik ekpansi bisnisnya. PT. Samudra Indah Berkatindo berhasil menjadi satu jalan terbaik untuk ekspansi ke berbagai negara tetangga. Julie yang memilih Singapura sebagai penghubung lahirlah Wordwide Shipping Logistic.
Seterusnya, bisnis tersebut semkain berkembang berkat ada penghubung China hingga Thailand. Ia mendirikan perusahaan baru Andaman Worldwide Shipping Co Ltd. Modal awalnya cuma 30 juta, itupun ia pinjam dari ayahnya dan seorang teman.
Selain perusahaan di atas, Julie bergerak dibidang properti di Indonesia, Singapura, dan Thailand. Di tahun 2013, dia setidaknya memiliki 14 perusahaan dengan mobilitas tinggi Singapura- Indonesia. Julie masih bisa mengontrol semuanya secara baik.
Di tahun 2006, Worldwide Shipping Logistic menjembatani perdagangan karet antara Indonesia dan China. Ia kemudian membangun perusahaan lagi, bernama Omega Shipping Pte Ltd, yang mengurusi perdagangan komoditas Sino dari Asia ke China.
Setahun kemudian, Julie masih fokus jasa forwarding malalui Andaman Worldwide Shipping Co Ltd di Thailand. Tahun 2010, penyuka masakan Indonesia ini mendirikan Worldwide Property Investment Ltd di Singapura, Indonesia, dan Thailand yang menjadi pemasar proyek properti antar negara.
Tahun ini, dia bakal membuka kantor baru di Shanghai, Jepang, dan Korea. Ibu Jiratchaya Angel Parnitehkul, 18 bulan, memang dikenal memiliki aktivitas padat yakni mengurusi 14 perusahaan yang tersebar di tiga negara.
"Saya pernah ada di tiga negara dalam satu hari, atau menghadiri 10 meeting dalam sehari," katanya. Tapi, ia memberi catatan, meeting tidak berada di Indonesia yang jalanan macet. Meski sering tak ada di kantor, Julie tetap bisa memantau bisnisnya.
"Semua sudah ada sistem. Saya tinggal kontrol pakai ponsel pintar," katanya. Kini pengusaha muda ini tengah fokus menggarap proyek BUMN asal China, fokusnya di sektor pertambangan.
Apa rahasianya? itu soal komitmen, ketekunan, dan keinginan dari setiap usaha. Julie tengah mengerjakan proyek besar untuk perusahaan mining di China, dan jadi distributor untuk water heater dari Singapura. Jadi pengusaha bukanlah dipikirkan tetapi dikerjakan berdasarkan passion kamu.