Usaha Salak Pondoh Purwobinangun Salacca

Profil Pengusaha Mahasiswa UGM


umkm salak purwobinangun

Tidak mudah petani mengembangkan hasil budidaya mereka. Usaha salak pondoh Purwobinangun Salcca. Mereka harus berhadapan dengan para tengkulak. Petani kita juga selalu dihadapkan dengan harga fluktuatif. Terutama ketika panen raya salak yang otomatis menjatuhkan harga jual.

Yogyakarta dikenal memiliki salak kecil yang manis. Masyarakat suka budidaya salak pasalnya bisa berbuah tiap tahun. Pada musim panen raya harganya akan jatuh tetapi mereka tak berhenti. Harga jualnya bisa anjlok Rp.700- 1000 per- kilogram.

UMKM Salak Pondoh


Kerugian petani sangat besar diatas biaya modal mereka menanam. Kerugian berlipat dari harga jual yang anjlok. Fenomena tahunan yang ditangkap oleh Mahasiswa Universitas Gajah Mada. Mereka berniat memberdayakan para petani salak. Masyarakat diajarkan mengolah salah menjadi olahan jadi.

Diperlukan pengolahan lanjutan agar terjadi nilai tambah. Dibawah binaan Miftahuduha dan timnya, maka berdirilah Pruwobinangun Salcca. Mulai sejak 2012 usaha berbentuk UMKM pengolahan salak dari Desa Purwobinangun, Yogyakarta.

Modal awalnya mereka mengeluarkan Rp.9.5 jutaan bersama. Mereka gunakan itu untuk membeli peralatan mengolah dan kemasan. UMKM yang merekrut usaha kecil lainnya, awal mereka merekrut tiga UKM, terdiri 10 anggota UKM Kerupuk Salak, Manisan Salak, dan Kerajinan Limbah Salak.

Purwobinangun Salacca menyerap 250 kg salak setiap bulan. Mereka mengolahnya menjadi manisan salak sejumlah 800 cup seharga jual Rp.5000, kerupuk salak 106 buah berharga Rp.10,.000, dan 100 kerajinan seharga Rp.7000.

Miftahudduha sebagai salah satu penggagas mengatakan: Bahwa bisnis salak masih memiliki potensi besar. Pengusaha muda hanya butuh menemukan produk sesuai dan pemasaran. Ia bersama rekan kemudian memperdayakan petani. Melalui sistem konyasi petani tak lagi terjebak permainan harga.

Tugas Miftahudduha nanti memasarkan produk tersebut ke toko oleh- oleh. Berbekal jaringan yang kuat baik petani maupun Purwobinangun Salacca untung. Bahan baku melimpah terutama dikalah panen raya. Purwobinangun Salacca sendiri memilih untuk membeli diatas harga yang jatuh.

UMKM ini menggaet banyak UKM kecil lain untuk bersama. Miftahudduha mengajak mereka untuk menaikan tingkat produksi. Adapun standarisasi disiapkan Purwobinangun Salacca, guna memastikan hasil yang diproduksi sama. Mereka juga memastikan standar dapat ditiru oleh kelompok lain di luar Yogya.

"Kami berharap metode pengolahan salak dengan pemberdayaan masyarakat ini bisa diterpakan di tempat lain," tuturnya kepada bisnis.com

Salah satu usaha yang menarik hati adalah manisan salak. Dipelopori oleh Miftahudduha dengan para mahasiswa UGM lain. Mereka melakukan pelatihan khusus kepada para ibu. UKM bernama Manisan Salak Salwa, dengan produk unggulan manisan salak, enting, dan kerupuk salak.

Pelatihan 2013 tersebut merupakan salah satu cara Purwobinangun Salacca. Untuk mendorong hasil penjualan mereka pun berbisnis online. Produk manisan tersebut menjadi salah satu andalan dari usaha mereka. Walau kecil tetapi usaha salak pondoh ini menghasilkan pundi- pundi uang tambahan.

Nelayan Menang Wirausaha Mandiri Projo Mino

Profil Pengusaha Fachrudin Projo Mino


nelayan projo mino
 
Bank Mandiri tak hanya peduli akan keberadaan individu muda berprestasi. Melalui ajang ini nelayan menang wirausaha muda mandiri 2014 silam. Mereka Projo Mino, kelompok nelayan yang dimotori dua orang pemuda, bernama Fachrudin Al Rozi dan Samsudji Rokmad.

Mereka menjadi motor bagi nelayan lain melalui Projo Mino. Diharapkan melalui kelompok nelayan ini, kelak para pencari ikan akan lebih pandai dalam pengolahan hilir. Mereka juga diharapkan sadar pentingnya merawat lautan. Caranya adalah dengan mengajarkan cara tangkap berbasis lingkungan.

Projo Mino juga mengajarkan manajemen penangkapan dan pengolahan. Mereka ingin meningkatkan kesejahteraan nelayan pesisir pantai selatan, Bantul. Ini diharapkan agar nelayan terlepas dari jerat rentenir. Fachrudin bercerita kelompok mereka bermula di tahun 2011, dan beranggotakan nelayan.

Melalui KUB Projo Mino, dia berharap nelayan dapat diperdayakan secara mencari ikan, sedangkan para ibu dapat mengolah dan memasarkan. Jadi Projo Mino ini bukan sekedar mengedukasi keluarga nelayan, tetapi juga memberikan solusi apa yang dapat dilakukan.

Pengusaha Jaman Now


Fachruin berniat meningkatkan daya jual nelayan kita. Sam menambahkan mengikuti ajang seperti dari Bank Mandiri, tidak lain sebagai penyemangat. Nelayan menang wirausaha mandiri mungkin tak disangka. Bank plat merah telah memberikan jalan bagi wirausahawan muda dibidang kelautan.

Kewirausahaan tak selalu harus membuat bisnis fenomenal. Tidak pula tentang pengusaha membuka usaha keren. Kedua pemuda ini ingin membuktikan bahwa kelautan adalah kita. Sektor laut harus jadi andalan bangsa Indonesia.

"Sesuai dengan visi- misi pemerintahan Jokowi- JK yang berkeinginan kuat mewujudkan kedaulatan maritim," tutur Sam.

Alkisah mahasiswa Jurusan Perikanan Universitas Gaja Mada, berniat menciptakan bisnis mengolah ikan. Pihak universitas sendiri memberikan Fachrudin penghargaan Inovator Kewirausahaan 2006. Ia juga mendapatkan penghargaan Insan UGM Berprestasi bidang penilitian 2007.

Mengapa pemuda tersebut begitu berprestasi tentu karena passion. Ia memiliki passionya di bidang kelautan. Lewat CV. Mina Lara, ia membantu pengolahan ikan kawasan Bantul, DIY. Dia kemudian menjadi salah satu penggagas Projo Mino, yang menang perlombaan Wirausaha Muda Mandiri 2014.

Dia juga bersama mengelola kapal Inka Mina yang melaut di laut Yogya. Kapal Inka Mina tersebut menghasilkan 170 ton hasil laut, mulai dari cakalang, layang dan ikan tuna. Tentu Fachrudin tidak mungkin mengerjakan itu sendirian.

Mereka adalah kelompok usaha yang anggotanya tersebar di berbagai kecamatan. Projo Mino diharapkan melepaskan ketergantungan akan pengepul. Mereka mengerjakan dari hulu sampai hilir perikanan Bantul. Mereka berharap nelayan lokal berjaya dan mandiri untuk mengelola lautannya.

Wirausaha Muda Sosial Menolong Anak Jalanan

Profil Pengusaha Nezatullah Ramadhan


pendiri yayasan nara kreatif
 
Wirausaha muda sosial sangat dibutuhkan Indonesia. Sosok yang kreatif menyelesaikan masalah di sektor real. Mereka yang membuka lapangan pekerjaan bagi orang banyak, atau menyelamatkan lingkungan. Butuh pengusaha muda yang giat dalam pengembangan pendidikan untuk anak jalanan.

Inilah Nezatullah Ramadhan penggagas Nara Kreatif, yang bermula dari keprihatinannya akan dunia anak- anak. Mereka yang harusnya masih disibukan belajar dan bermain. Neza prihatin karena hidup mereka hanya bekerja, mencari sesuap nasi dari mengamen tanpa takut bahaya.

Jalanan itu kejam memang sudah menjadi idiom kehidupan mereka. Banyak kejahatan menimpa para pengamen jalanan. Mereka yang meminta- minta tak sedikit menjadi objek pemerasan. Orang tua mereka yang mempekerjakan anak, dengan dalih tak memiliki uang merenggut masa kecil mereka.

Neza membangun Nara Kreasi sebagai wadah anak pada 2010 silam. Bersama beberapa teman dari Politeknik Negeri Jakarta, membangun sistem dan pendidikan untuk para pekerja cilik. Tujuan Nara Kreatif ialah melepaskan mereka dari masalah sosial berbelit.

Usaha untuk Pembangunan


Wirausaha muda sosial yang berusaha membangun. Nara Kreatif mengajak anak- anak ikutan aneka kegiatan. Mereka mengajak anak- anak itu untuk membuat aneka kerajinan. Ia mengajarkan mereka menghasilkan uang dengan cara lebih baik. Tetapi semua membutuhkan proses hingga anak- anak itu tersadarkan.

Hal pertama yang mereka pertanyakan ialah menghasilkan uang. Anak- anak jalanan tak mau kalau membuat waktu. Kehidupan mereka adalah bekerja untuk mencari makan. Nara Kreatif lalu mencoba menggugah jiwa kecil mereka untuk bermain, sembari bersenang- senang juga menghasilkan uang.

Jika mengenang semua berkat sang ibu yang mengajar. Sebagai guru menerangkan kepada Neza kecil keadaan sekolah. Itu tertanam dalam benak Neza kecil hingga dewasa kelak. Rasa simpatinya akan anak- anak jalanan berbuah hasil.

"Mendiang ibu bercerita keadaan anak- anak di sekolah... Saya ingin memberikan wadah atau tempat mereka untuk berkreatifitas dan meninggalkan kegiatan di jalanan," tutur pengusaha muda ini.

Ingin rasanya mengajak mereka menikmati hidup layaknya anak- anak. Berkat kerja keras serta ia yang selalu berkreasi. Nara Kreasi berhasil meluluskan banyak anak jalanan, kemudian berkuliah sampai lulus. Melihat mereka bekerja di tempat yang baik menjadi kepuasan tertinggi Nara Kreatif.

Mengajak para anak jalanan tidaklah mudah butuh kepercayaan. Kehidupan jalanan seolah merubah mereka menjadi curiga. Aneka upaya dilakukan Neza untuk membiayai Nara Kreatif di awal- awal. Ia harus memastikan bahwa di sana, para anak jalanan juga bisa menghasilkan uang sendiri.

Produk kreasi Nara Kreatif meliputi bermacam kerajinan daur ulang. Mereka merubah sampah kertas yang dijadikan perangkat. Butuh waktu sampai Nara Kreatif mampu menjual, tetapi tidak ada perjuangan yang sia- sia, bertahap mereka menghasilkan uang sendiri.

Neza dan rekannya, Dian Hardiyanti Karren, akan memasarkan aneka peralatan meja kantor, dekorasi ruangan, kemasan produk, paper bag dan lain- lain. Nara Kreatif didirikan mereka di Jalan Keramat Jati, Jakarta Timur, yang telah besar dengan asrama untuk anak asuh bersekolah.

Nara Kreatif membangun sanggar Rumah Kreatipreneur, dan bekerja sama dengan Sekolah Master Terminal Depok, untuk mengadakan pendidikan. Mereka juga menyelenggarakan ujian paket A, B, dan C. Banyak badan yang membantu hingga berdirilah Yayasan Nara Kreatif sampai sekarang.

Prinsip yayasan bukanlah memberdayakan anak- anak. Melainkan menyadarkan mereka untuk bisa bermimpi. Bayangan Nesa adalah mereka akan membuka unit- unit usaha di daerah lain. Anak asuh Nara Kreatif beberapa sudah, mereka berwirausaha membangun bisnis kuliner untuk awalan.

Wirausaha muda sosial bukan sekedar membuat uang tetapi memutar. Jika komersil memutar uang untuk lebih banyak menghasilkan uang. Yayasan ini memutar uang untuk merangkul lebih banyak anak jalanan. Mereka mampu menghasilkan Rp.60 juta perbulan yang bukan mereka sebut sebagai profit.

Mereka juga membangun kurikulum sendiri untuk SD hingga SMA. Berkat kerja kerasnya ditambah dengan kreatitiftas, Neza menjadi jawara Wirausaha Muda Mandiri 2014, dan Duta Nasional 2014. Dian sebagai co- founder juga diberi anugrah Pemenang Favorit 2014 Women of Worth Loreal Paris.

Mycotech Bisnis Startup Bahan Bangunan Alternatif

Biografi Adi Reza Nugroho


pendiri mycotech


Bayangkan kita memakai sisa media tanam menjadi sampah. Sebuah bisnis startup bahan bangunan alternatif dari sampah. Ketika membudidayakan jamur tiram, petani memakai bahan sekam padi, kulit kacang, atau serabut kelapa. Bahan tersebut kemudian dibuang karena yang dipanen hanya jamurnya.

Pengusaha muda bernama Adi Reza Nugroho mencoba merevolusi itu. Ia membangun Mycotech guna mendaur ulang limbah jamur. Adi membuka solusi baru bahan bangunan, furnitur, dan interior, bersama Tim Institut Teknologi Bandung dan Universitad Padjajaran, mereka melalukan penelitian.

Ide liar mereka berkembang hingga menemukan sisa jamur tiram. Pengembangan material ini berasal dari analisa mereka. Di tahun 2013, bermula mereka melihat banyak petani jamur tiram membuang media tanam. Mereka menumpuk dibuang begitu saja sebagai sampah, dan tidak diberdayakan.

Wirausaha Sosial


Padahal limbah pertanian tidak berbahaya bagi masyarakat. Kebanyakan organik sehingga memiliki potensi untuk lain. Ide liar muncul dipikiran Adi untuk bisnis startup bahan bangunan alternatif. Dia berpikir membuat fermentasi ethanol sampai bahan bangunan dari sekam.

"Terdengar tidak masuk akal dan banyak dari anggota tim yang pesimis pada awalnya," ujarnya.

Kepada Youngster.id, Reza menyampaikan bahan bangunan dari limbah organik dan jamur. Dia lalu membuat prototipe material yang kuat, ringan, tahan api dan ramah lingkungan. Itu diolah menjadi genting atau panel untuk perabotan dan interior lain.

Namanya Mycotech bersumber dari istilah teknologi terinspirasi jamur. Mereka pun sudah membuat paten untuk teknologinya. Sejak September 2015, berdirilah PT. Miko Batera Nusantara, yang jadi indukan startup Mycotech yang memproduksi intertior dan desain ramah lingkungan.

Adi yakin memperkenalkan Mycotech sebagai alternatif bahan baku. Guna menggaet banyak orang, ia bersama tim membuat video edukasi melalui sosial media. Tidak disangka videonya akan ditonton lebih dari sejuta pasang mata. Viral bahkan ditonton oleh warga dunia yang memberi motivasi lebih.

Bahan baku Mycotech sendiri sangat banyak mencapai 120 juta ton. Itupun berasal dari Indonesia yang telah darurat sampah. Wirausaha sosial bukan sekedar mencari keuntungan semata. Mycotech bisnis bahan bangunan alternatif milenial.

Mereka memungkinkan membuat rumah yang berbahan berkelanjutan. Produk mereka pasti aman berbahan organik seperti serabut. Dibanding bahan sekarang yang mengandung kimia karsikogenik atau beracun. Bahan bangunan dan furnitur kita sekarang tidak aman karena bisa meracuni anak.

Termasuk bahan perekatnya tidak aman butuh altenatif. Mycotech berbahan murah dengan kualitas yang sama. Adi mengatakan bahwa semua berkat ketidak sengajaan. Tahun 2013, tim Adi melihat fenomena jamur memperkuat media tanam, atau baglog seperti batang kayu yang kokoh.

Sejak kuliah alumni ITB ini memang gemar membuka aneka usaha. "Saya beberapa kali mencoba usaha, hingga empat jenis usaha dilalui. Saya pernah jadi tukang foto dan video, hingga berjualan sayur keliling di akhir pekan."

Suatu hari ia mengajak teman- temannya berbisnis jamur. Semua berkat satu teman Adi nyeletukn bahwa orang tuanya memiliki bisnis jamur. Berdasarkan pengalaman budidaya, ditemukan tidak cuma jamur yang dihasilkan, tetapi juga baglog yang mengerah layaknya bahan bangunan.

Adi menyandari perubahaan tersebut dan mulai ide gilanya. Ia lalu merriset mengenai nasib si baglog selepas budidaya. Ternyata mereka hanya dibuang layaknya sampah. Jumlahnya pun tidak sedikit mencapai tonase. Adi lantas membayangkan mereka menjadi bahan baku alternatif untuk bangunan.

Bisnis Bahan Bangunan Alternatif


Siapa sangka gubuk budidaya jamur tersebut menyembunyikan berlian. Itu menjelama menjadi lab penelitian untuk masa depan. Butuh enam bulan riset hingga Adi meyakini tesis di atas. Bahwa jamur layaknya tempe terfermentasi. Baglog yang dihasilkan akan terikat serat- serat fermentasi hasil jamur.

Baglog menjadi kokoh yang diyakini bisa menjadi bahan alternatif. Pemuda kelahiran 17 Maret 1989, yang ngoto walaupun satu per- satu temannya mundur. Dia juga mendanai penelitian dengan dana yang seadanya. Proses penelitian ternyata sangat sulit, kegagalan terus ditemui memakan biayak tak sedikti.

"Sudah kita uji coba, satu bata jamur bisa menahan tekanan setara sepuluh mobil, namun 300 kali lebih fleksibel dari baja," pengusaha muda ini menerangkan.

Modal yang dikeluarkan tidak sedikit mencapai Rp50 juta. Awalnya tim Adi cuma memanfaatkan dana dari pribadi. Sistem boothstraping digunakan untuk membiayai penelitian. Kegagalan berlanjut sampai tahapan prototipe berhasil.

Di tahun 2014, ada Dr. Hardaning Pranamuda yang tertarik akan penelitian mereka, sampai memberi dana tambahan. Ia merupakan pihak dari Laboratorium Bio Industri Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT), yang mengeluarkan pembiayaan sampai Rp.1,3 miliar untuk penelitian lanjutan.

Yakin akan kemapuan produk andalan mereka, Mycotech tak segan untuk turun mengikuti kompetisi wirausaha. Mereka ikutan Wirausaha Muda Mandiri 2014, dan menjadi runer up, membawa uang untuk pendanaan. Pada tahapan ini mereka menjual ke masyarakat melalui sistem pre- order dahulu.

Sebagai perusahaan startup mereka mengalami kesulitan. Pengembangan produk lewat penelitian butuh pendanaan. Ekosistem Indonesia pun belum mapu menangani pengembangan produk. Fasilita perlindungan kekayaan properti rendah. Adi menganggap ini memeperlambat produk dipasarkan keluar.

Produk mereka disebut BIOBO perekat misela jamur. Perjalanan pengembangan 6 tahun banyak sekali menghasilkan kegagalan. Namun ia berprinsip "Presistance never lie" hingga terus bekerja. Dia mengatakan pengusaha tak selalu mengajar keuntungan.

"Awalnya yang membuat saya terinspirasi ialah untuk kaya raya. Ternyata hal itu tak mudah," ujar dia.

Adi mulai merubah pola pikir menjadi orang kaya. Pengusaha muda ini mulai terinspirasi apa yang dihasilkan berguna. Membayangkan produknya dipakai orang banyak lebih memuaskan. Adi sangat puas ketika bisa membantu orang lebih banyak.

Dalam satu meter persegi, Mycotech membutuhkan 16,5 kilogram limbah pertanian dari budidaya jamur. Perusahaan startupnya mampu memberikan penghasilan tambahan 50% untuk petani. Itupun masih banyak bahan baku yang tersedia, bayangkan kita punya 120 ribu ton limbah jamur.

Produksi Mycotech telah dijual menyebar keseluruh penjuru Indonesia. Di Papua yang dikenal bahan bangunan yang mahal, Mycotech hadir memberikan solusi. Mereka memberikan masyarakat bahan untuk develop sendiri. Itu bisa memotong biaya untuk pengiriman dan membuka budidaya jamur.

Pendiri Waralaba Es Teler 77 Minuman Melegenda

Profil Pengusaha Sukyatno Nugroho 


waralaba es teler 77

Dikenal sebagai bisnis waralaba yang melegenda. Inilah kisah pengusaha pendiri waralaba Es Teler 77. Tidak ada yang bisa menolak segarnya es teler ini, ketika musim panas dibawah sinar matahari terik. Mereka disebut sebagai pelopor bisnis waralaba minuman khas Indonesia.

Mereka menginspirasi pengusaha lain mewaralabakan usahanya. Didirikan oleh Sukyatno Nugroho atau Hoo Tjie Kiat, bisnis yang berawal dari sebuah keputus asaan. Sukyat mendapatkan ide bisnis ini dari sang mertua (Ibu Murniati Widjaja) setelah menang satu lomba minuman.

Sukyat ketika itu melihat peluang, dan membangun bisnis sejak 7 Juli 1982. Ia memulai usaha bermula dari jualan es teler kak lima, yang kemudian diberi nama Es Teler77. Dulu Sukyat pernah berbisnis jual beli tanah, makelar SIM, pemborong bangunan, sampai bisnis salon tetapi gagal.

Berbisnis dari Kantin


Sayang semua bisnisnya gagal, dia sungguh tak ingin mengulang kegagalan lagi. Sukiyat mulai fokus pada Es Teler77, dan bisnis barunya semakin bergairah. Nama 77 sendiri tanpa makna khusus, dia hanya berkata mudah diingat, dan diharapkan membawa hoki seperti angka jackpot 777 mungkin.

Es Teler sendiri menunjukan produk unggulan miliknya. Ucapannya sangat tepat namanya itu mudah diingat. Mereka membuka tenda kecil di plataran pertokoan Duta Merlin, Jakarta. Usaha yang masih berkonsep kantin karena belum musim gerai. Mereka pun mempekerjakan lima orang karyawan.

Usaha kaki lima miliknya bekerja sangat baik. Sayangnya, nasib petagang kaki lima, Sukyat sering diperlakukan tidak baik. Suatu hari pemilik gedung menaikan sewa tiga kali lipat. Mereka bahkan tak memberi tau alasannya.

Sukyat cuma membuka kantin kecil dengan modal mepet. Alhasil Sukyat terpaksa menutup kantin Es Teler 77. Sang mertua Ibu Murniati Widjaja tetap menyemangati Sukyat. Mereka berdiri bersama lalu membuka usaha di ruko, Jalan Pembangunan 1, gedung pertokoan Gajah Mada Plaza.

Nama Membawa Hoki Bisnis


Bisnis ini awalnya dipegang oleh sang ibu dan bapak mertua. Nama CV. Es Teler 77 menjadi dasar bisnis yang besar tetapi tak mudah. Nah, Sukyat lah yang membawa bisnisnya melejit, hingga nama menjadikan produknya dikenal secara luas, dan bertahan di hati pembeli.

Istilahnya nama membawa hoki bisnis. Berbekal warung depan emperan toko menjadi saksi bisnis Es Teler 77. Ia pun merubahnya menjadi bisnis waralaba jadi mudah pemasarannya. Ini bermula banyak orang yang menyepelekan mereka. Para pemilik ruko sewang- wenang menaikan sewa dan lain- lain.

Tiap kali mereka membuka cabang langsung tutup. Banyak orang seolah terganggu dengan orang- orang yang membeli. Masyarakat sangat tertarik mendatangi caba- caba Es Teler 77. Berkat Sukyat menerapkan waralaba, biaya sistem ini terputar menjadikan Es Teler 77 membesar.

Es Teler 77 tidak lepas tangan ketika orang mewaralaba. Sistem ini menguntungkan kedua belah pihak untuk berkembang. Pihak Es Teler 77 bisa cepat mendapatkan cabang tanpa sewa. Sementara pihak pewaralaba bisa menjual tanpa perlu pusing bahan baku.

Perusahaan menguasai pasar bisnisnya dan bertahan hingga 5 tahun. Tepat tahun 1987, Sukiyat membuka pembukaan gerai Es Teler 77 pertamanya di Solo. Petumbuhan bisnisnya sangat lah cepat, kini Es Teler77, telah memiliki 180 gerai dipenjuru pusat perbelanjaan dan toko.

Mulai dikenalnya namanya, tetapa membawa berita yang tidak menyenangkan bagi para pebisnis waralaba. Pada tahun 2007, Sukyatno meninggal dunia, dan melalui PT. Top Food Indonesia, Andrew Nugroho yang juga anak dari Sukyatno, diangkat sebagai pemilik.

Dia memilih cara beda untuk memajukan merek Es Teler 77 dan berhasil. Sekalipun bisnis waralaba mulai menggeliat, Andrew fokus melalui branding. Andrew terus mencoba mempertahankan kualitas produknya dengan beberapa inovasi. Ini termasuk membuat aneka makanan pendamping es teler.

Waralaba Es Teler 77 lantas memperkenalkan makanan pendamping, ada gado- gado, rujak, mie kangkung, dan nasi goreng kangkung. Pemilihan makanan tradisonal menurutnya sejalan es teler, minuman dan makanan tradisional. Mereka pun bertahan dari gempuran waralaba lain yang sejenis.

Dia menjual makanan tradisional yang kini sulit ditemukan. Andrew berharap dengan ini, membuat Es Teler77 memiliki segmentasi khusus. Ia mencoba menambah loyalitas penggemar Es Teler77 melalui berbagai media. Salah satunya, dia membuat fasilitas kartu anggota bagi penikmat esnya.

Ia juga menciptakan trobosan melalui kartu klub juara, dan memberikan mereka diskon khusus. Atas kerja kerasnya, Sukyatno mendapatkan berbagai penghargaan bidang wirausaha, dan nama dari Es Teler77 sendiri telah menjadi salah satu merek dagang terbaik.

Bisnis waralaba es teler ini sudah mencapai 196 buah di seluruh penjuru Indonesia. Selain itu, 77,95 % bahan baku Es Teler menggunakan bahan dasar lokal. Sekarang mereka memiliki 8 gerai di luar negeri, yakni Malaysia ada 3 gerai, di Singapura 2 gerai dan Australia 3 gerai.

Tahun ini ketika artikel ini ditulis, khusus untuk India, dibangun 5 gerai dan 30 gerai akan dibuka di dalam negeri. Mereka memiliki nilai investasi Rp 1 miliar hingga sampai Rp 1,5 miliar per- gerainya. Walaupun terlihat sepele nyatanya berkat kerja keras, dan kesabaran es teler pun bisa bikin kaya.

Entri yang Diunggulkan

Biografi Jack Ma Orang Terkaya China Alibaba