Tukang Kebun Menjadi Pengusaha Tas Terkenal Jepang

Profil Pengusaha Sunny Kemengmau


pengusaha pembuat tas robita

Siapakah Sunny Kemengmau sangat menginspirasi kita semua. Tukang kebun menjadi pengusaha tas terkenal Jepang. Hanyalah seorang anak miskin yang punya tujuan. Dari kisah seorang anak yang lari dari rumahnya. Dia bahkan tidak menamatkan pendidikannya hanya sebatas SMA saja.

Pengusaha asal Nusa Tenggara Timur mengakui rumus suksesnya. Ialah dia sangat berani mengambil resiko dan pekerja keras. Kisahnya berawal dari Kupang, NTT, pada 1994 lalu. Usianya yang masih 18 tahun membawanya ke Kuta, Bali. Pelarian itu membawanya menjadi tukang kebun sebuah hotel di sana.

Setahun menjadi tukang kebun naik menjadi satpam. Empat tahun sudah dia bekerja profesi tersebut. Bertahap kesempatan akhirnya mampu menunjukan jalannya. Bukan seperti durian runtuh, Sunny tidak serta merta meraih sukses.

Selama bekerja di Un's Hotel dirinya sangat humble. Sifat ramahnya membuat mudah dekat dengan pengunjung. Dia juga menyukai belajar sesuatu hal yang baru. Alhasil Sunny mampu berbicara dalam bahasa Inggris dan Jepang. Tujuannya untuk memudahkan dia bergaul dengan tamu yang datang.

Membuat Tas Go Internasional


Agar bisa berkomunikasi dengan tamu- tamu yang datang. Ia bahkan menyisakan gajinya Rp.50 ribu untuk kamus Bahasa Inggris. Baginya justru tamu dan keluarga pemilik hotel lah gurunya. Mereka yang memperlancar urusannya berbahasa Inggris. Sifatnya yang ramah dan baik yang menjadi semua orang tertarik.

Termasuk keluarga pemilik Hotel Un's itu, yang bahkan membuatnya tanpa jarak dari mereka. Rekannya, Marlon, adalah anak pemilik hotel yang tempatnya bekerja. Walaupun dia adalah anak seorang pengusaha kaya. Ia lebih memilih menjadi peselancar profesional di Bali. Melalui aneka kemampuanya yang otodidak berbahasa Jepang.

Dia juga akrab dengan tamu bernama Nobuyuki Kakizaki pada 1995 silam. Lima tahun berteman tanpa pamrih keduanya saling menolong. Hingga pengusaha konveksi asal Jepang ini meminta tolong. Sunny dimintai tolong untuk menjadi suplier tas kulit ke Jepang. Inilah awal mula Robita, mereka tas yang terkenal dikalangan sosialita Jepang.

Nobuyuki, pemilik Real Point. Inc, yang tengah membidik segemen bisnis lain di Jepang. Inilah satu kesempatan buat Sunny untuk menjajal. Ia bahkan memilih keluar dari perusahaan untuk fokus. Tapi sialnya menjadi pengusaha tidaklah mudah. Tidak seperti dibayangkan, Sunny berkali- kali gagal membuat produk.

Pesanan bahkan nol besar tidak laku dipasaran. Alhasil dia hampir kehilangan penjahit andalan, yang satu- satunya dimilikinya. Tidak mudah memang menghadapi kegagalan sepanjang jalan. Tidak laku dijual, apakah strategi Sunny hingga menjadi salah satu brand kelas atas Jepang. Jujur dia sama sekali tidak memiliki pengalaman hingga butuh waktu yang lama.

Produk mereka dinilai kurang berkualitas bahkan gagal. Respon dari pihak Jepang negatif dalam hal kualitas. Untuk menangani inilah dia mengajak seorang penjahit handal. Sayangnya, kembali lagi dia lah yang menjadi sosok utama dan desainer, maka sang penjahit pun merasa bosan dan hendak keluar saja.

"Tapi saya bujuk dia, saya bari rokok dan ajak makan," selorohnya.

Inilah kelebihan yang dimiliki oleh Sunny Kamengmau. Pengalaman membuat tas memang tidak ia miliki. Tetapi kemampuan untuk mengajak dan memimpin sangatlah kuat. Tekadnya bulat sampai ia berhasil tanpa menyerah. Semakin lama kualitas tasnya semakin bagus untuk dipasarkan.

Ia memuji kesabaran rekan kerjanya dari Jepang itu. Tas yang dihasilkan semakin memuaskan bagi Nobuyaki. Keberhasilan memang tidak bisa sekejab mata suksesnya. Hingga di tahun 2003, Sunny bisa merekrut 15 orang karyawan tambahan, produknya sampai 100- 200 tas per- bulan.

Orang Jepang Suka Handmade


"Orang Jepang itu sangat menyukai handmade," tuturnya

Tidak mudah menghasilkan produk yang berkualitas. Butuh waktu sampai Sunny mampu membuat tas. Bahkan sampai membuat penjahitnya bosan dan mau keluar. Tetapi, akhirnya situasi membaik, mereka berhasil membuat produk tas berkualitas.

Pesanan bertahap semakin banyak meski awalnya sedikit. Ingat keberhasilan tidak datangnya serta- merta. Bahkan mereka mampu memiliki 100 orang karyawan. Bahkan sejak 2006, mereka mampu memproduksi 5000 tas yang modelnya 20- 30 jenis. Tas yang bernama Robita itu memang tidak biasa.

Rentang tahun 2000 sampai sekarang sudah bisa menjual 700 ribu. Harga tas rentangnya Rp.2 juta sampai Rp.4 juta. Dalam websitenya terdapat dua jenis model yakni Robita dan Robita Warna. Dari bisnis ini ia mampu memboyong keluarganya dari Nusa Tenggara Timur, dibuatkan rumah di Bali.

"Saya akan merasa hidup saya ini sia- sia kalau tidak bisa berbuat sesuatu untuk orang banyak," ia menjelaskan.

Bahkan saking larisnya ia membuka empat pabrik tas. Tiga pabrik tas di Bali dan satu pabriknya di Yogyakarta. Alasannya memilih Yogya karena penghasil kulit sapi dan kambing. Menjadi pengusaha muda Sunny termasuk ambisius dan visioner. Keinginan besarnya ialah setelah dari Jepang sampai ke Indonesia.

Ia sudah mendirikan satu butik Robita di Seminyak, Bali. Rencanannya untuk membuka dua butik di Nusa Dua dan Ubud. Berbeda dengan Jepang, nama Robita terdengar asing dibanding di Jepang. Nah untuk menguasai pasar Indonesia bagaimana cara Sunny. Ia pun mendapatkan ijin dari rekannya dari Jepang itu.

Pihak Nobuyaki sendiri setuju Sunnya menggunakan merek yang sama. Mengingat berkat Sunny lah perusahaanya mampu berdiri tegak. Bayangkan keuntungan mereka telah mencapai $10 juta, dimana di waktu perusahaanya ditawar $10 juta karena hampir bangkrut.

Jika di Jepang harga jualnya minimal Rp.2 jutaan. Maka di Indonesia rencananya akan dijual kisaran Rp.1,5 jutaan. Kualitas pun dijaga olehnya sangat ketat walupun murah. Mesinya diimpor dari luar negeri, dan benangnya diimpor dari Jerman. Selama 14 tahun Sunny telah dipercaya pemasok dari luar negeri itu.

Sunny telah menemukan passinya sebagai pengusaha muda. Dari tukang kebun menjadi pengusaha tas terkenal Jepang. Ia tertantang untuk selalu memperbaiki citra produknya. Dari aneka jenis yang terus dikeluarkan setiap tahunnya.

Hingga sekarang Sunnya masih menjadi pribadi yang humble. Ketika berkunjung ke Un's Hotel, ia akan bertemu teman- teman kerjanya. Bertemu sapa dengan atasan dan keluarganya yang berjasa. Ia masih menemukan tempat tidurnya dulu masih utuh. Bahkan stiker- stiker di kamarnya masih ada terpasang di sana.

Memulai Usaha Sayuran Crispy Mantan Bankir Sukses

Profil Pengusaha Irvan Wijaya


jual keripik sayuran crispy

Ide bisnis datang kapan saja dimana saja. Inilah yang membuatnya memuilai usaha sayuran crispy. Mantan bankir sukses melebihi ekspetasinya sebagai karyawan. Menjadi pengusaha tentu bukanlah pilihan Irvan Wijaya. Dia lebih cocok menjadi seorang bankir dengan setelan dan jas necis.

Menjadi pengusaha tidak pernah terpikirkan olehnya. Apalagi memulai usaha sayuran crispy. Tentu mantan bankir ini tidak akan berpikir seksuses ini. Awalnya dia bercerita bermula dari kesehariaanya sebagai pegawai. Bekerja sebagai commercial banker di sebuah bank di Jakarta, dia sangat suka namanya sayuran.

Tidak seperti temannya yang memilih daging ketimbang sayuran. Irvan memilih satu porsi sayuran khusus. Padahal dia waktu itu tengan menyantap makanan bakmi. Yang biasanya orang lebih suka yang banyak diginya. Alhasil pria berkacamata ini ditertawakan teman- temannya yang melihat.

"Saya ingat saya makan bersama teman saya, saya memasan bakmi dan satu porsi sayur untuk saya santap," kenangnya, yang disusul candaan teman- temannya, "sebegitunya, ya harus makan sayur?" kenangnya kembali kepada pewarta Tabloid Bintang.

Memulai Usaha Sayuran Crispy Menguntungkan

Ide bisnis sederhana agar bisa makan sayur enak. Tujuannya mengajak orang lain untuk sama- sama menikmati. Ia ingin membangun citra makan sayura itu praktis. Pentingnya sayuran terkadang orang tolak karena ribet. Apalagi kalau potongannya besar- besar jadi malas makannya.

Orang- orang ingin sesuatu yang mudah dimakan. Akhirnya Irvan mencari tau cara agar bisa makan sayur praktis. Awal tahun 2015 dimulailah usaha Irvan berbisnis keripik sayur. Untuk modal pertama ia membeli vacuum frayer. Teknik yang dikembangkannya menggunakan suhu rendah dibawah 100 derajat.

Bulan Mei 2015 dimulailah penelitian cara membuat keripik. Ia menjadikan garasi rumahnya menjadi pusat produksi. Penggunaan suhu kurang dari 100 derajat, dimaksudkan agar mengurangi kerusakan dan berubahnya kandungan mineral.

Memang kandungannya berkurang dibanding sayuran aslinya. Tetapi Irvan berusaha sekuat mungkin untuk mencegah. Tidak berjalan mulus juga karena butuh waktu hingga yakin. Serangkaian uji coba dilakukannya agar berhasil. Ia juga memilih- milih sayuran apa yang cocok dikeringkan di vacuum.

Irvan juga harus memastikan rasanya tidak berubah. Uji cobanya bermodal Rp.50 juta tetapi belum termasuk biaya percobaan. Produk pertama diluncurkan pada September 2015, yang awalnya dia cuma berjualan brokoli dan kentang.

Bahkan untuk brokoli saja, dibutuhkan waktu setahun, yang menghabiskan sampai satu ton brokoli. Tujuannya agar tidak sekedar berjualan melainkan pengusaha. Biaya dikeluarkan hanya untuk brokoli saja sudah sampai Rp.30 jutaan. Belum juga untuk bahan baku lain, dan dia kini punya 7 varian Crispy Salad.

Mantan Bankir Sukses Tidak Takut Gagal

Mantan Bankir ini sukses tidak takut gagal bisnis. Menjadi pengusaha membutuhkan bukan sekedar berjualan. Seperti penelitian yang dilakukannya selama ini menguras tenaga. Selain menguras isi kantung Crispy Salad tetap meluncur.

Bahkan ketika dia sudah berhasil menghasilkan produk olahan. Gonta- ganti kemasan juga menjadi bayangan pengusaha ini. Tujuannya untuk menjaga daya tahan sayuran, apalagi produknya tidak lah dibuat benar- benar kering 100%. Tidak pula menggunakan bahan pengawet apalagi MSG untuk perasa.

Kemasan harus dibuat sedemikian mungkin agar daya tahan naik. Awalnya dia pernah menggunakan kemasan kripik. Hasilnya Crispy Salad cuma mampu bertahan satu hari saja. Sekitar setahunan Irvan cari- cari kemasan plastik yang cocok.

Hasilnya dia mampu membuat produknya bertahan 3 bulanan. Walaupun tanpa MSG tetap rasanya gurih ketika dimakan. Alasannya dia menggunakan garam Himalaya dan cabai untuk perasa. Kenapa menggunakan garam Himalaya karena lebih kaya mineral.

Hasilnya Crispy Salad digandrungi masyarakat berkat inovasi. Dibantu lima karyawannya dia bisa berproduksi 150 kemasan perhari. Bahkan permintaan meningkat sampai melebihi produksinya. Dia pun memasok produknya ke pengecer dan distributor, juga marketplace seperti juga di Tokopedia dan Shopee.

Pemasarannya juga termasuk menggunakan sosial media. Jika kamu berminat silahkan kunjungi saja di @crispy_salad, untuk lebih jelasnya.

Biografi Kirk Kerkorian Pemilik Hotel MGM Las Vegas

Biografi Pengusaha Kirk Kerkorian


pemilik hotel mgm las vegas

Seperti apakah biografi Kirk Kerkorian, kelahir di Fresno, California, pada 6 Juni 1917. Sang pemilik Hotel MGM Las Vegas ini ikut kedua orang tuanya. Mereka berangkat menjadi imigran hingga ke Armenians. Lahir dari pasangan Ahron dan Lily Kerkorian, bekerja sedari kecil walau anak termuda.

Masalah ekonomi merupakan masalah kesehariannya. Biografi Kirk Kerkorian adalah pekerja keras terbukti memilih keluar ketimbang berhenti bekerja. Ia melakukannya bahkan ketika masih duduk di bangku SMP. Hidupnya adalah jalanan, hidup dengan berkelahi untuk bertahan hidup.

 "Jika anda adalah seorang pekerja berarti menyiapkan hidup lebih awal. Di kasusku, kala itu, saya masih sembilan tahun ketika harus bekerja dan harus membawa uang ke rumah setiap harinya," ia bercerita di sebuah sesi wawancara.
Sebuah wawancara langka, ia bercerita bagaimana hidupnya yang susah, menjadi atlit tinju, hingga akhirnya jadi pebisnis. Dia bekerja sejak umur sembilan tahun. Ayahnya, Ahron Kerkorian, seorang petani semangka dan juga kismis.

Mantan Petinju Menjadi Orang Terkaya


Siapa sangka dia adalah mantan petinju menjadi orang terkaya. Ayahnya Kirk cuma tau bagaimana membesarkan buah- buahnya bukan cara membesarkan bisnisnya. Alhasil, pada tahun 1921, Ahron harus rela melepaskan tanahnya di pegadaian. Krisis ekonomi membuat bank terpaksa mengambil tanah 1.000 acre nya.

Dia harus menanggung kesulitan ekonomi hingga menjadi seorang imigran merupakan solusi. Kirk kecil lantas membantu keluarga dengan berjualan buah semangka hingga loper koran. Ia bersama keluarga berpindah dari satu kota ke kota lain, hingga dari satu negara ke negara lain.

Biografi Kirk Kerkorian anak yang sering tidak masuk sekolah. Karenanya dia memilih untuk hidup di jalanan saja. Dia bahkan pernah ikut bagian dalam sebuah genk jalanan. Ia lantas menyelesaikan pendidikannya sampai SMP di umur 13 tahun, lalu keluar dari sekolah dan memilih menjadi petinju jalanan.

Kirk remaja aktif menghasilkan beberapa dollar. Umurnya yang 20 tahun, dia mengikuti serangkaian petandingan tinju di Pacific Amateur Welterweight Championship, dan menang sebanyak 33 kali dan kalah 4 kali; mendapat gelar "right rifle". Berbagai kesenangan dunia direguknya bermodal mental jalanan.

Suatu ketik ia tertarik di pesawat terbang. Dia tertarik ketika mengerjakan cat bersama temannya untuk sebuah pesawat satu awak. Hingga perang dunia pertama, Kirk ikut serta disana sebagai pilot, ia merasakan sendiri bagaimana mengendarai pesawat.

Hidupnya yang teratur mulai berbenah berkat hobi terbang. Satu hobi mahal yang menjadi profesi, dimana dia harus jadi ekstra keras; membiayainya sekolah penerbang resmi. Dia harus bekerja untuk membayar pelajaran menerbangkan pesawat serta sekolah menengah.

Ketika biaya terpenuhi dan kursus telah selesai, Kirk bisa mengikuti militer, rencanannya sih mau jadi pilot, tapi sayangnya ia tidak bisa memilih ikut perang dunia ke II. Dia malah disuruh bekerja di balik layar, tepatnya bekerja sebagai makanik pesawat Royal Air Force.

Kirk menyelesaikan beberapa pesawat yang diketahui memiliki beberapa kelamahan. Dari sini, justru membuatnya menjadi orang yang berpenghasilan; menghasilkan $.1000 tiap penyelesaian. Sungguh investasi luar biasa yang dilakukan mantan petinju menjadi orang terkaya

Memulai Bisnis Pesawat Terbang


Kembali ke Los Angles, Kirk yang pandai memperbaiki pasawat, dari hobinya malah jadi pekerjaan. Bukannya sebagai pilot militer malah jadi teknisi. Ia memilih mengerjakan beberapa pesawat kecil bermodal $5.000. Dia berharap bisa memberikan sedikit jasa penerbangan bukan peperangan lagi.

Bisnis tersebut mulia menyita perhatiannya kini. Bisnis pesawatnya tumbuh pesat, dia harus melayani penerbangan pribadi, Los Angles- Las Vegas. Ia juga aktif berjudi di kasino membuang uang dari serangkaian kekalahan hingga kemenangan sepuluh ribu dollar.

Dia menggunakan uangnya (hasil dari judi) guna mengembangkan bisnis sendiri. Ia membeli sebuah perusahaan penerbangan, Trans International Airlines (TIA), di 1947, sebuah perusahaan melayani pesawat sewaan dari Los Angles Air Service. Ini membuat hidupnya berubah menjadi orang yang kaya, lalu membuatnya menjadi pengusaha pertama pesawat carter.

Pernah menikah sebelumnya, dia menikah kedua kalinya, seorang penari Jean Maree Hardy di Las Vegas. Pasangan tersebut lantas memiliki sepasang anak, bernama Tracy dan Linda; keduanya menginspirasi nama Tracinda Corporation. Tahun 1962 -an, Kirk menjual TIA kepada the Automaker Studebaker sebesar satu juta dollar.

Dari uang tersebut, ia membangun bisnis di Las Vegas dengan membeli 80 acre tanah. Di tahun 1965, dia membeli kembali TIA dan menawarkan saham untuk dijual melalui broker. Dia kemudian menyewakan tanahnya yang kemudian jadi Caesar's Place dan mengoleksi $4 juta.

Sebelum akhirnya kemudian dia menjualnya untuk $5 juta lagi. Setelah saham TIA naik, dari $9,75 ke $32, ia pun menjual perusahaan tersebut lagi ke Transamerica Coporation, di tahun 1968, tetapi hasilnya bukan berupa uang.

Kirk Kerkorian memilih dibayar melalui saham kepemilikan terhadapa Transamerica sebesar $85 juta. Ia kembali berbisnis membuka bisnis lain yaitu International Hotel di 1969 dan menjadi pioner untuk Las Vegas menjadi wisata keluarga bukan erotis.

Hotelnya memiliki ruang anak seperti taman, dan danau Lake Mead. Di 1970, ia menjual Internation Airlines lagi, sekaligus Flamingo Hotel, yang kemudian menjadi awalnya balik modal. Dia masuk ke Hotel Hilton Chain, atau jaringan hotel milik keluarga Hilton.

Dia juga dikenal suka MGM Film Studio; dikenal "an epic Hollywood- Wall Street Romance". Ia meminjam $48 juta dari Europan Bank, dan menguasai saham besar di MGM  di 1969, memiliki saham sekitar $670 juta.  Dari MGM Studio, ia melahirkan bisnis MGM Hotel di Las Vegas yang terkenal.

 Dibawah tangan Kirk Kerkorian, MGM Studio tidak terlalu menghasilkan artistik, tapi ia memahami bisnis lambat laun. Dia membeli United Artist Studio senilai $380 juta, menyatukannya dengan aset MGM, lalu menjualnya ke Ted Turner senilai $780 juta.

Kejeniusan Kirk adalah kemampuannya menjual dan membeli. Selepas dari Ted Turner, Kirk lantas menjual perusahaanya kembali ke ahli finansial asal Italia, yakni Giancarlo Parretti senilai $1.3 miliar di 1990. Parretti terlibat sekandal menjual kembali bisnis ini, pembelinya tidak lain adalah Kirk Kerkorian, lalu dijual kembali senilai $2,4 miliar ke Sony pada tahun 2004.

"Jika anda seorang pengusaha mandiri, anda akan bekerja lebih awal di kehidupan. Di kasus saya itu adalah umur 9 tahun ketika saya memulai mencari uang sendiri untuk keluarga di rumah. Anda harus menyikapi ini dengan berbeda, jadi lebih kuat, dibanding mereka yang kaya warisan," sebuah kata bijak Kirk Kerkorian.

Rahasia Waze Google Kisah Pengusaha Asal Israel

Profil Pengusaha Uri Levine


kisah pengusaha asal israel
 
Bayangkan kita hidup dalam situasi tanpa macet. Inilah rahasia Waze Google yang memiliki tujuan itu. Tepatnya di tahun 2012 silam, sayangnya sekarang, sang penemu justru mendapati kemacetan lebih parah. Pria bernama Uri Levine, pengusaha asal Isreal, yang diakuinya di artikel 2018 silam.

Dia pernah mendengar temannya selalu mengeluh. Tidak suka akan mobil pribadinya lah. Tidak suka kemacetan yang terus- terusan lah. 

"Mereka benci mengemudi (itu membuang waktu), dan saya membenci sesuatu yang sia- sia," ucap dia dalam tulisnya di Forbes.

Kalau kamu mau membayangkan pola pikirnya. Datanglah ke kota dan mulailah berpikir mengenai itu semua. Mulai dari gedung, jalanan, dan kendaraan yang di dalamnya. Pikirkanlah yang mana duluan akan dibangun. Faktanya pertama ialah gedung, selanjutnya kita membangun jalan, barulah ada kendaraan.

Sialnya kita memikirkan kendaraan yang terakhir. Padahal kita harusnya berpikir bagaimana kah kendaraan akan berada. Bayangkan begitu banyak kendaraan memakan tempat. Sedangkan laju dari pertumbuhan jalan tidak cukup.

Rahasia Waze Google Pengusaha Isreal

Tau kah kamu bahwa Waze merupakan proyek spesial. Bermula dari keinginan mengumpulkan data peta. Pemerintah Isreal membuat proyek memetakan Palestina, dan bernama Free Map Isreal yang sifatnya terbuka, dalam hal ini bermakdus komunitas orang akan membantu membangun ini.

Pria itu bernama Ehud Shabtai, programer yang mangajak banyak orang untuk mengcrowd sourcing datang petanya. Menggunakan data dari pemerintah yang berbahasa Hebrew, yang mana agar jadi proyek gratis, terupdate terus dan tidak komersial.

Tahun 2008, Ehud memutuskan mengkomersialkan ini, dengan mengambil nama Waze. Aplikasi yang kemudian menjelma menjadi perusahaan Waze Mobile Ltd di tahun 2009. Pada tahun 2011 penggunanya merambah ke Asia, dengan dukungan 40 macam bahasa, mereka mulai menjual aneka iklan.

Rahasia Waze Google mendapatkan uang ialah: Membuat iklan berbasis lokasi pada peta mereka. Ambil contoh toko A bertempat di Jalan B, maka dengan membayar iklan, usaha toko A akan bisa terlihat di Jalan B pada Waze.

Menyuguhkan konsep animasi yang lebih kece. Membuat Waze nampak lebih eye catching dari mata pengguna. Cara lain digunakan untuk mengkomersialkan ialah kerja sama. Waze akan bekerja sama dengan acara berita. Pihak televisi akan mendapatkan hak menggunakan aplikasi untuk keperluan broadcasting.

Pada 2013, proyek terbesar mencoba memetakan pristiwa, tidak hanya mengenai jalan, kemacetan, ataupun lokasi. Di sini termasuk menyangkut pristiwa atau kegiatan tertentu di jalan. Contoh paling nyata ketika ada Tour de France, yang mana sukses menjadi bukti proyek sukses.

Akuisisi Google Kepada Waze


Google membeli Waze dengan nilai $966 juta pada 2013 silam. Perusahaan Waze sendiri memiliki 300 orang karyawan, dan mendapatkan untung $1,2 juta. Pembelian Google atas Waze ini malah membuat Komisi Perdagangan Federal Amerika, menyebut kepemilikan Waze dan Google Map adalah monopoli.

Walaupun dengan kasus yang mengikuti Waze. Dapat dipastikan mereka sukses membuat platform sosial media berbasis peta. Bayangkan sebagai pengguna kita bisa menginformasikan macet, satu pristiwa kecelakaan, dimana polisi terdekat, dan ini semua berkat editor peta yang lengkap.

Ada sekitar 300 negara melakukan kerja sama inisiatif dengan Waze. Tujuannya untuk mengawasi keamanan jalanan. Ambil contoh mendeteksi kecelakaan sejak dini di jalan. Sayangnya, kominitas jalan menyakini banyak ikon pada peta Waze membahayakan.

Prostes lain datang dari pihak Kepolisian Amerika, pasalnya, fitur jejak polisi di jalanan membantu kriminalitas. Ini diperkuat dari kasus penembakan yang dilakukan oleh Ismaaiyl Brinsley. pembunuhan atas dua petugas NYPD, yang mana ditemukan screenshot menunjukan dua ikon polisi.

Apakah yang dilakukan pendiri Waze selepas akuisisi Google. Nilai yang mencapai hampir $1 triliun, bagaimana kehidupan para pendiri, khususnya sosok Uri Levine. Sosok eksentrik ini menimbulkan pernyataan menggelitik. Menurut berita dari surat kabar, nilai yang sebenarnya dia terima hanya 3% dari itu.

Ya dia dikatakan hanya mengantungi $38 juta atau 3% nilai saham. Toh uang tersebut tetap banyak jika dibandingkan milik kita. Dengan uang sebanyak itu Uri memilih untuk hidup tenang. Dia tidak memilih tawaran bekerja untuk Google.

Banyak orang mendengar dia hidup mewah, berlibur ke gunung Alphen dan bermain ski di sana. Ia menikmati hidupnya mengerjakan hobi- hobinya. Tetapi itu tidak sepenuhnya benar seperti berita di media. Fakta bahwa dia seorang pecinta ski salju, dan gunung Alphen merupakan tempatnya berlibur.

Tetapi faktanya itu sudah dilakukan bahkan sebelum Waze dibeli. Dia bahkan saat itu lima kali dalam sebulan ke sana. Hobi yang mahal tentunya bagi orang seperti dirinya. Namun pendapatan Waze cukup untuk membuatnya melakukan itu banyak kali.

Bedanya ketika Waze dibeli Google ialah durasinya. Dia menginap bahkan tujuh hari selepas akuisisi oleh Google. Daripada memilih hidup dalam kemewahan, hobinya adalah segalanya bahkan dia lebih memilih membeli sepeda gunung. Bahkan itupun tidak mahal hanya $3000, dibanding sepeda yang termahal $10.000.

Apakah dia membeli mobil mewah dan rumah mewah?

Tidak, dia malah berkata faktanya kepada Business Insider, bahwa dia masih tinggal di rumah sewa dan tidak ada mobil mewah. Ia malah membuat startup baru yaitu Fairfly, untuk mereka yang telah membeli tiket untuk mencari diskon, rebooking, untuk kembali menggunakan.

Bahkan sebelum dibeli Google, dia merupakan seorang pemilik startup yaitu FeeX. Servis ini akan membantu orang menyimpan uang dari servis keuangan. "Tidak ada hal yang gila. Saya menyewa satu apartemen rental. Itu membuat logika ide logis."

Dia bukanlah pecinta uang tetapi pekerja keras. Uri memiliki lima orang anak: Umurnya dari 14- 25 tahun. Dua orang dewasa, yang umurnya 21 dan 25 tahun, yang juga aktif di startup. "Saya mau mereka mau sukses dan bahagia, independen dan bukan karena saya," ia menjelaskan hidupnya.

Pendiri Kasino Las Vegas Sands Biografi Sheldon Adelson

Biografi Pengusaha Sheldon Adelson


biografi sheldon adelson

Biografi Sheldon Adelson, pengusaha bernama panjang Sheldon Grey Adelson sang pendiri kasino Las Vegas Sands, yang terlahir di sebuah daerah miskin bernama Dorchester Boston, Massachusetts, di tahun 1933. Cerita mengenai biografi Sheldon Adelson, tidak lain mengenai kerja keras sejak masih kecil.

Pengusaha yang terlahir dari pasangan seorang supir taksi dan penjahit. Sheldon harus bekerja dari kecil hingga di umurnya ke 12 tahun; pengusaha ini membuka bisnis pertamanya. Bukan berawal darii sebuah bisnis besar.Ia hanya bekerja menjual peralatan toilet dengan untung yang kecil.

Sheldon berhasil menciptakan beberapa bisnis sukses, tahun 1970 -an, dia barulah menemukan bisnis utamanya. Ia yang dikenal sebagai perintis COMDEX, sebuah media pameran komputer terbesar pertama dimasanya. Adelson membangun puluhan kasino baik di Las Vegas dan Asia, kemudian masuk ke ranah politik. Ia memang dikenal mendukung parta Republik serta kebijakannya.

Kesempatan Sang Pendiri Kasino Las Vegas Sands


Awal tahun 1950, setelah berkutat di bisnis toilet, Sheldon memutuskan masuk ke kehidupan kampus sebagai remaja. Dia masuk City Collage of New York, tapi kemudian berhenti setelah berkuliah dua tahun. Dia bergabung ketentaraan Amerika kemudian bekerja di Wall Street. Melalui Wall Street lah, idenya mengenai bisnis kembali tumbuh bersamaan berhenti dari militer.

Dia pernah bekerja menjadi broker, konsultan bisnis, dan akhirnya kembali dan mulai membangun bisnisnya sendiri. Adelson kemudian kembali ke Boston, dia berinvestasi beberapa perusahaan awal 1960 an yang menguntungkan.

The American International Travel Service, perusahaan yang sangat menguntungkan kala itu. Siapa sangka perusahaan ini akhirnya bangkrut juga di akhir 1960 dimana sahamnya jatuh. Awal 1970, ia memiliki bisnis baru dibidang real estate, menjual beberapa condominium serta mempublish majalah tentang condo.

Ini cukup berhasil awalnya sih. Hingga datang krisis ekonomi memaksa orang berpikir ulang. Untuk berpikir membeli sebuah condominium. Terdesak kebutuhan hidup, Sheldon harus menemukan pemberhentian sementara melalui satu perusahaan yang dibelinya.

Dia membeli perusahaan mengenai komputer. Perusahaan yang dikenal menerbitkan majalah untuk para pecinta data, majalah Data Communication User. Memiliki pengalaman ekspo properti, ia lalu melihat peluang komputer ditawarkan seperti itu.

Dia menginginkan ekspo basar, mengaplikasikan semuanya hanya untuk komputer bukan real estate. Ia lantas mendirikan ekspo pertama tentang komputer. Inilah cikal bakal adanya pameran komputer di dunia. Bisa dibilang dia lah orang yang pertama kali mengadakan acara pameran komputer pertama.

Di tahun 1973, Adelson menjual sisa aset nya membuat bisnis komputernya semakin besar. Dia mendirikan Interface Group, fokus di bisnis komputer memperbesar minat pasar. Mulai lah COMDEX lahir, dimana dia dan patnernya mengembangkan bisnis berbasis komputer; ekspo yang pertama tahun 1979.

Itu adalah ekspo menarik di tahun 1980- 1990, menyumbangkan kekayaan terbesar di hidup Adelson. Keberhasilan COMDEX meningkatkan nilai Interface Group. Dia melihat sesuatu, memilih menjual saham miliknya di bisnis condo dan majalah condonya. Meski begitu usaha komputer Perusahaan Interface Group tumbuh melambat, menghasilkan $.250.000 di awal tahun.

Sekitar tahun ini, dia bertemu Sandra kemudian menjadi istri pertamanya. Ia mengadopsi tiga anak lalu bercerai di 1988.

 "Saya melihat setiap bisnis dan bertanya, berapa lama akan bertahan? berapa lama saya mempertahankan status quo dan merubahnya?" sebuah quote melegenda Sheldon Adelson.

Ia mengadakan pameran aktif di MGM Grand Hotel, Las Vegas. Di waktu tepat, ketika itu, COMDEX mendatangkan beberapa merek ikut dalam ekspo nya, seperti IBM, Apple, dan Microsoft. Sekitar tahun 1987, COMDEX memberikan laba sebesar $.20 juta dan merupakan bisnis ekspo terbesar.

Di akhir dasawarsa, the Interface Group memberikan modal tambahan dengan $.250 juta, merubah COMDEX menjadi ekspo kelas dunia.

Sang Pendiri Kasino Las Vegas Sands dan Hotel


Pada akhir 1980, Adelson dan patner mencari hotel untuk memenuhi kebutuhan perjalanan dan sebuah pesawat pribadi. Di 1988, ia membeli aset legendaris Sands Casino senilai $128 juta, lalu terkenal bergaul dengan Frank Sinatra dan The Rat Pack. Dia merubah Sands menjadi bisnis modelnya.

Dia membangun resort, mall, dan pusat pertemuan untuk perusahaan- perusahaan. Dia mulai tertarik dengan pemilik otoritas dan para pekerja, lantas mendukungnya membangun Sands Casino dan Convention Center.

Di tahun 1995, dia dan patner menjual COMDEX untuk SoftBank Corporation dari Jepang senilai $800 juta, mendapatkan bagian $500. Sheldon bebas untuk kembali ke Wall Street, dia dan patner- patnernya Venetian Resort Hotel Casion, Sands Casino dan Convention Center, senilai $1,5 miliar.

Meski melawan pemilik otoritas serta serikat buruh, semuanya berdiri sukses pada 1999. Bisnisnya kemudian dikenal dangan nama Las Vegas Sands Corporation. Perusahaan bergerak di bidang kasino dan resort di Paradise, Nevada. Resortnya menyuguhkan layanan kelas dunia dari permainan dan intertainment, ruang pertemuan dan ekspo, restoran selebriti dan klubnya.

Mungkin karena background bisnisnya, Adelson memulai bisnis Las Vegas Sands menjual fasilitas ruang pertemuan dan juga ekspo yang kemudian tidak bejalan baik. Berjalannya waktu dan pengalaman, bisnisnya berubah bentuk menjadi kasino gaya beda.

Mengikuti alur sesuai dengan prinsip bisnisnya. Ia memilih fasilitas ruang hotel tidak terlalu mewah dibanding kasinonya. Dia memamerkan kasino sebagai tempat utama dari Las Vegas Sands. Dari sini lah, pengunjung lebih menikmati berjudi di kasino daripada tidur.

Resortnya lebih besar dari keseluruahan kamar, hingga menampung 70.000- 100.000 orang. Itu juga sudah termasuk kasino dengan kasino seluas 550.000 hektar. Las Vegas Sands terus melakukan ekspansi besar hingga ke Jepang, Korea, Thailand, Vietnam, dan Taiwan. Di US, Las Vegas Sands telah memiliki 2009 resort termasuk di Florida.

Dari Eropa, Adelson behasil deal untuk membangun bisnis kasino di Madarid untuk EuroVegas. Itu semuanya menjadikannya pemilik aset enam kasino, dua puluh hotel, sebuah gedung pertemuan, tiga lapangan golf, pusat perbelanjaan, beberapa bar, dan restorant. Jadi mereka menghasilkan pendapatan keuntungan bersih US$.9 miliar.

Entri yang Diunggulkan

Biografi Jack Ma Orang Terkaya China Alibaba