Kisah Sopir Traktor Jadi Miliarder Hui Ka Yan

Biografi Pengusaha Hui Ka Yan


sopir traktor jadi miliarder


Tidak mudah bagi hidup Hui Ka Yan mencapai titik ini. Tetapi Hui membuktikan kisah sopir traktor jadi miliader itu nyata. Menaikan harapan bagi mereka masyarakat kelas bawah. Mereka yang bekerja sebagai sopir apapun. Percayalah sesungguhnya kerja keras anda akan terbayar satu hari kelak.

Fokus kepada tujuan hidup kamu dan jangan di satu titik. Seorang Hui muda merupakan anak dari seorang tentara militer China. Sang ibu meninggal ketika usianya masih 1 tahun. Hui anaknya kreatif suka menggambar. Di tembok kamarnya terpampang coretan lukisan sang ibu menemani.

Hui juga suka menggambar di atas kertas. Selepas lulus SMA dirinya meras bosan. Karena tinggal di desa tidak membuatnya maju. Inilah alasannya kabur ke kota untuk bekerja. Hidup di desa pekerjaan paling mentok hanyalah sopir traktor.

Ketika mengendarai traktornya dia merasa jenuh. Sudah menjadi tradisi masyarakat, jika anak sudah beranjak dewasa mereka harus bekerja di desa. Apakah kamu mau selamanya bekerja sebagai supir traktor. "Saya bisa mengubah hidup saya," ia meyakini ini bukanlah akhir hidupnya di desa.

Tidak mau miskin selamanya di desa pergilah dia. Ternyata pilihan dia bekerja di kota salah. Karena tidak punya koneksi, akhirnya dia bekerja seadanya seperti bekerja menjadi satpam menjadi restoran. Seperti halnya pekerjaan sopir tidak membuatnya tenang dan memilih keluar.

Wirausaha Sopir Traktor Jadi Miliarder

Bekerja sebagai satpam tidak membuatnya puas. Alhasil Hui harus menganggur bahkan sampai satu tahun. Sampai Hui mendengar ada penerimaan mahasiswa baru di kota. Di tahun 1976, iseng dia mencoba mendaftar, percobaan pertama sayangnya dia gagal. Agar bisa masuk ke Universitas dia masuk kembali ke SMA, untuk mempelajari kembali apa- apa yang ditinggalkan.

Sudah lima bulan dirinya meningkatkan kualitas. Hasilnya dia mampu masuk Universitas, tepatnya dia menjadi mahasiswa di Wuhan Institute of Metallurgy. Dari kampus dia mendapatkan tugas untuk penelitian. Tugas yang merubah nasibnya ialah meneliti kebersihan kampusnya di China.

Dia berkunjung ke beberapa kampus untuk meniliti. Kemampuanya berbicara diolah keadaan sampai ahli. Hui melakukan survei dan berbicara dengan banyak orang.

Anak yang kurang bergaul itu sekarang berubah. Dari kuliah dia bekerja untuk Wuyang Steel di kota Hanan. Kota besar itu mengangkat harkat martabat Hui. Cita- citanya untuk tidak hidup miskin di desa telah tercapai. Bekerja di sana selama 10 tahun ia menghasilkan tabungan 20 ribu yuan.

Kenapa dia memilih keluar ternyata karena uang. Dia tergiur gaji yang besar di perusahaan lain. Justru dia bekerja menjadi salesman untuk perusahaan. Bergaji 3.000 yuan, selama lima tahun, Hui justru dia tidak mendapatkan apa- apa.

Atasannya tidak puas karena kinerjanya, dari deal ribuan dollar justru menyisakan tidak ada. Dia jatuh di titik nol karena "kerakahannya". Untuk menutupi kegagalan itu, Hui nekat membuka usaha real estate sendiri bernama Evergrande.

Keuntungan Evergrande naik sembilan kali pada 2017 silam. Yang membuat Evergrande sukses ialah dia menghindari hutang. Selain itu pertumbuhan sektor private dengan pengeluaran pemerintah. Dia mampu meraup keuntunga, walaupun dibelakang sosok Wang Jianglin, tetapi tetap mampu mengejar.

Dia dikenal sebagai pengusaha yang tersembunyi. Lebih memilih kehidupan dibelakang meja, Hui tidak terlalu dikenal dibanding Wang Jianglin. Walaupun begitu dia mampu menyalip kesuksesan si Wang Jianglin. Kekayaanya mencapai $42 juta dengan urutan ke enam dari 10 orang terkaya China.

Pengusaha Terkaya Lampung Haji Dasril Inspirasinya

Profil Pengusaha Haji Dasril


pengusaha terkaya lampung

Siapa sih pengusaha terkaya Lampung Haji Dasril. Inspirasinya mengagumkan karena cuma lulusan SD sekarang jadi miliarder. Meskipun tidak bersekolah sampai ke sekolah menengah, hanya lulusan sekolah dasar, Haji Dasril memiliki beberapa hotel berbintang di Lampung.

Walaupun berpendidikan rendah tidak membuatnya kecil hati. Tamatan Sekolah Dasar, Jambi, tahun 1956 yang memiliki 6 restoran Begadang dan Hotel Nusantara Lampung. 

"Alhamdulillah saya sudah mempekerjakan 400 orang karyawan," ujarnya ketika memberikan inspirasi dihadapan para peserta Rapat Kerja Yayasan Munashoroh Indonesia (YMI).

Pemilik Usaha Begadang


Pria bernama H. Dasril St. Bagindo sekarang pengusaha terkaya Lampung. Dia lebih dikenal sebagai pengusah pemilik rumah makan Bagadang. Bermulai dari keinginan merantau, usaha pertamanya ialah berjualan pakaian di kawasan Bambu Kuning.

Menjadi perantau tentulah harus hidup susah dahulu. Banyak hal dilalui Haji Dasril, ketika berjualan dia pernah kehujanan, pernah digusur karena kaki lima, dan merugi karena barang tidak laku. Tetapi dia tidak menyerah dan tetap berjualan karena terdesak kebutuhan.

Jerih payahnya terbayar dengan kesuksesan besar. Tekad kuat bahwa suatu saat dirinya akan sukses. Dia berani mengambil keputusan penting. Haji Dasril lantas membuka rumah makan Bagadang 1, yang tepatnya berada di Bambu Kuning.

Setiap tahun perkembangan usahanya berkembang. Dia mampu membangun enam cabang rumah makan Bagadang dan Bagadang Resto. Tempat usahanya berada di Kota Kupang, di Telukbetung. Usahanya lebih lengkap karena ada seafood, steak, dan piza.

Namun tetap usahanya lebih terkenal masakan Padang. Makanan di meja disajikan menggugah selera masyarakat. Kuliner berbahan santan memang sangat menggugah selera. Ada masakan seafood, soto padang, dan sate padang.

Untuk menambah daya tarik ada ruang VIP dan live musik. Dimana bisa digunakan untuk meeting dan weading. Tidak hanya rumah makan, dia juga membuka Hotel Nusantara Syariah, yang tepatnya bersebelahan dengan Begadang V, di Jalan Soekarno- Hatta, Sukabumi Indah, Bandar Lampung.

Empat orang anaknya juga mengikuti jejaknya. Mereka menjadi pengusaha, salah satunya yang anak perempuan meneruskan usaha pakaian. Dia juga mengelola Begadang II. Sedangkan Haji Dasril yang usianya sudah tidak muda. Kegigihannya menjadi inspirasi dan memotivasi jejaknya jadi pengusaha.

Biografi Investasi Warren Buffett Perbaiki Kesalahan

Biografi Miliarder Warren Buffett


biografi warren buffett indonesia

Seorang biografi investasi Warren Buffett, adalah seorang pengusaha dan investor, kelahir 30 Agustus 1930, di Omaha, Nebraska. Dalam biografinya Warren Buffet, dirinya sudah berinvestasi sejak umur 11 tahun. Dia dikenal menjalankan bisnis kecil- kecilan, hingga menginvastasikan hasilnya dulu.

Berjalannya waktu dia mampu mendirikan firma bisnis. Yakni Buffet Partenership, di Omaha, dan mengabdikan dirinya dalam porfolio saha. Dia sukses besar hingga menjadi orang terkaya. Biografi investasi Warren Buffett, tahun 2006, menyumbangkan yang $61 juta untuk donasi.

Ini menjadi donasi terbesar di Amerika Serikat, meskipun begitu dia masih punya banyak uang untuk jadi orang terkaya di dunia.

Biografi Warren Buffett, bernama lengkap Warren Edward Buffet, merupakan anak kedua dari tiga bersaudara. Ayahnya, Howard, bekerja sebagai broker saham dan seorang legislatif. Ibunya, Leila Stahl Buffett hanya seorang ibu rumah tangga biasa.

Biografi Warren Buffett Memperbaiki Kesalahan


Buffet adalah anak kedua dari tiga bersaudara. Buffett memang menunjukan bakat besar di bidang ilmu ekonomi, terutamanya di bidang finansial dan bisnis. Sejak awal, ketika umurnya 11 tahun, dia sudah disebut- sebut memiliki bakat atau prodigy di ilmu hitung.

Teman dan beberapa kenalan melihatnya mampu menghitung, mengingat angka- angka besar di kepalanya. Dia juga menunjukan ketertarikan di bidang bisnis, terutama investasi, hingga selalu ikut dalam asosiasi bisnis.

Disela- sela waktu Buffet kecil sering mengunjungi kantor milik ayahnya, seorang broker, mencari tau segala sesuatu tentang table saham di dinding kantor. Ia memulai investasi pertamanya setelah itu. Di umur 11 tahun, Buffet membeli saham Cities Service Preferred seharga $38 per- lembar.

Kaget karena harga sahamnya turun drastis di $200, tapi masih bertahan hingga mencapai $40. Dia menjual sahamnya dan mendapatkan sedikit untung. Dari sinilah, melalui Cities Service Preferred, dia belajar banyak tentang agar selalu bersabar dahulu di dalam berbisnis investasi.

Biografi Investasi Warren Buffett


Umur 13 tahun, Buffet menjalankan bisnisnya sendiri sebagai loper koran untuk uang. Dia menjual selebaran nomor judi untuk pacuan kuda, menjualnya sendiri ditiap membagikan koran. Di tahun sama, dia berhasil menghasilkan uang lebih banyak dari biasanya.

Bahkan dia bisa membayar pajak pertamanya $35 untuk sepeda, inilah yang disebut pengusaha bijak taat pajak. Tahun 1942, ayahnya berpindah tugas menjadi seorang legislatif dan harus pindah ke Fredricksburg, Virginia, lebih dekat dengan kantor ayahnya.

Buffet bersekolah di Woodrow Wilson High School di Washington, D.C. Di tempat baru, dia sudah bisa menemukan ide baru, dan mulai berbisnis ria. Sebelum sekolah dimulai lagi, dia dan temannya telah membeli sebuah mesin pinball seharga $25 saja.

Mereka memasangnya di salon, dan dalam beberapa bulan telah menghasilkan. Mereka kemudian menggunakan hasil uangnya untuk mesin sejenis lagi, lalu memasarkannya kembali. Total Buffet mampu memiliki tiga buah mesin menguntungkan.

Sayangnya, ia tak melihat prospek baru, memutuskan menjual ketiga mesinnya ke seorang veteran seharga $1.000. Dilanjut kuliah di University of Pennsylvania disaat 16 tahun, belajar mengenai bisnis. Tinggal disana selama dua tahun, kemudian ke University of Nebraska, untuk menyelesaikan pendidikan.

Akhirnya, dia menyelesaikan kuliahnya dan menghasilkan $10.000 dari segala bisnis di masa kuliah. Buffet pun masuk ke Columbia University melanjutkan pendidikannya lagi. Lulus di tahun 1956, dia telah memiliki firma bernama Buffet Partnership di Omaha.

Investasinya sukses, umumnya bersumber dari aneka perusahaan murah tapi sahamnya mulai naik. Dia membelinya lalu berkembang hingga menjadi seorang kaya raya. Oracle of Omaha sebutan untuknya kerena kebijakannya dalam mengambil keputusan.

"Saya selalu tahu saya akan kaya raya. Saya merasa tidak pernah meragukan itu disetiap menitnya," sebuah kata bijak legendaris Warren Buffet 

Sukses lainnya, ia berhasil membantu Solomon Brother dalam satu aksi ambil untung (1987), dan menjalankan New York City (1992) bangkit setelah skandal trading. Di Juni 2006, dia mengumumkan mendonasikan uangnya ke Bill and Melinda Gates, nilainya 85% kekeyaan miliknya.

Tidak Bisa Jatuh Miskin


Kekayaan itu kebanyakan datang dari bisnisnya di Berkshire Hathaway, perusahaan dimana ia menjadi pemegang saham terbesar sekaligus CEO. Berkshire Hathaway sendiri merupakan sebuah perusahaan korporasi milik Buffet.

Dimana usahanya tak spesifik pada satu bidang, tetapi banyak hal dikerjakan. Tapi taukah kamu bahwa sebenarnya perusahaan ini hanyalah sebuah perusahaan tekstil. Perusahaan ini kini memegang kepemilikan beberapa perusahaan penting, yang sebelumnya bangkrut dijual kembali.

Perusahaan ini memiliki GEICO, BNSF, Lubrizol, Dairy Queen, Buah Loom, Helzberg Diamonds dan NetJets, memiliki setengah dari Heinz, memiliki persentase yang dirahasiakan sahamnya Mars Incorporated dan memiliki beberapa saham minoritas signifikan di perusahaan- perusahaan besar; American Express, The Coca-Cola Company, Wells Fargo, dan IBM.

"Anda harus belajar menjadi investor, jika anda mau kaya raya," ungkapnya. 

Berkshire juga memiliki berbagai bisnis komoditi dan infastruktur, meliputi bisnis gula, ritel, kereta api, perabot rumah tangga, ensiklopedi, produsen pembersih vakum, penjualan perhiasan, penerbitan surat kabar, pembuatan dan distribusi seragam, serta ada perusahaan beberapa utilitas listrik dan gas regional.  

Sejarahnya, perusahaan ini merupakan satu perusahaan manufaktur tekstil di Oliver Chace di 1839. Warren Buffet membeli saham kepemilikan di tahun 1962, ketika ia melihat pertumbuhan yang bagus.   

Kamu tau, sekitar tahun 2010, dia mengaku membeli keseluruhan perusahaan tersebut, tetapi menurut dia Berkshire Hathaway merupakan kesalahan besarnya. Daripada membeli saham semuanya, dia seharunya memilih investasi di asuransi, bukan tekstil.

Meski begitu, Buffet berhasil mengembalikan kerugian sekitar $200 juta, dan untung darinya meski 45 tahun kemudian. Jika dibeli itu keseluruhan adalah kesalahan. Maka kesalahan terbesarnya adalah karena berinvestasi karena marah. 

Kenapa ia menyebut bahwa ini adalah satu investasi terburuk, jawabanya adalah:

Ceritanya selepas membeli sahamnya di tahun 1962. Kala itu Buffett muda membaca sahamnya tengah naik. Ia sendiri kurang memahami bisnisnya. Yang dia tau adalah membeli sedikit- sedikit saja saham untuk keuntungan semata. 

Sahamnya selalu saja naik ketika perusahaan selesai berproduksi tekstil. Hingga, suatu ketika, ia sadar bahwa berbisnis tekstil itu sia- sia. Dan meskipun naik, tak seperti diharapkannya dulu, usaha tekstil tak segairah di masa depan dan tidak akan berkembang lebih besar.

Pada tahun 1964, tiba- tiba ada pengumuman mengejutkan. Pihak perusahaan saat itu, yang diwakili oleh sang pemilik Stanton, tengah mengungumkan tender (terucap) akan membeli balik saham milik Buffett. Tak tanggung- tanggu ia akan membeli $11 1/2 per- share miliknya. 

Tergiur akan untung itulah Buffett setuju saja. Namun, kenyataanya, dalam perjanjian tertulisnya, ia cuma mendapatkan $11 1/8 per- share untuk buy back dan tak mengakui ucapanya diatas.  Buffett mengaku ini kecil (mungkin tidak bagi orang awam) dari harga seharusnya; ia pun murka!

Bukannya menerima saja harga yang lebih rendah itu; Buffett terpancing menggila. Dia malah jadi giat membeli semakin banyak saham dan tanpa sadari diri, kini, ia telah menguasai perusahaan  Berkshire Hathaway, kenapa dibeli kalau tidak punya masa depan?

Ketika itu terjadi ia pun melampiaskan kemarahannya dengan memecat si Stanton ini. Akan tetapi, ia pun menyadari dirinya terjebak di dalam perusahaan yang akan bangkrut itu.  Sejujurnya Buffett telah mencoba mempertahankan produksi tekstilnya. 

Namun, pada 1967, ia memilih untuk berbisnis lain dengan nama tetap. Dia mulai menjual asuransi dari perusahaan tekstilnya. Buffett juga mulai melakukan investasi lain. Untuk investasi pertamanya melalui Berkshire, ia membeli saham milik National Indemnity Company, dimana basis bisnisnya adalah asuransi.

Warren Buffett Perbaiki Kesalahan


Di tahun 1970 -an, ia mendapatkan saham equitas di perusahaan milik pemerintah. Yaitu di perusahaan Government Employees Insurance Company (GEICO).  Dimana asuaransi lah usaha inti dari usahanya sekarang. Disinilah pula ia mengumpulkan pundi- pundi dollar untuk investasi lain. 

Tahun 2010, Buffett lantas menyatakan dalam sebuah seminar bahwa pembelian Berkshire Hathaway adalah kesalahan investasi terbesar yang pernah dibuat, dan mengklaim perusahaan ini mengkekang dia dengan investasi dipersulit. 

Dimana dia cuma mendapatkan untung cuma sekitar $ 200 miliar selama 45 tahun.  Tidak sebanding investasi lain selepas dia membeli perusahan ini. Ia lantas menyatakan seharusnya menginvestasikan uangnya langsung ke bisnis asuransi, daripada membeli penuh Berkshire Hathaway.

Akhirnya investasi tersebut hanya terbayar beberapa ratusan. Dia yakin hal ini akan sedikit berbeda jika bisa kembali ke jamannya. Dia akan menghasilkan lebih banyak daripada melalui ini. Namun, tetap saja, berdasarkan Forbes Global 2000, Berkshire Hathaway malah menjadi perusahan publik nomor 10 di seluruh dunia. 

Tetapi secara usaha perusahaan ini tak menghasilkan produk tekstil.  Pada Februari 2013, Buffett membeli HJ Heinz sebesar $ 28 miliar melalui saham privat milik 3G Capital,  sebuah perusahaan AS-Brasil, yang juga memiliki Burger King dan sebagian dari Anheuser-Busch InBev.  

 Menurut TIME, Buffett memuji Heinz karena membuat "produk yang menggiurkan" dan produknya adalah manajemen yang baik selama beberapa tahun terakhir. Pada awal 2013, Buffett dinilai No 15 tentang "Most Powerful People Dunia" daftar majalah Forbes.

Meski disebutnya kegagalan malah menjadikan bersemangat. Tujuan utama Buffett tetap memegang namanya Berkshire Hathaway ternyata sentimentil. Selain dikarenakan hasratnya sebagai investor juga kenyataan bahwa dia telah mempertaruhkan semuanya disana. 

Dan, disana pula ada orang- orang yang bekerja keras bersama. Ada rasa tanggung jawab ketika sebuah pembicaraan membahas alasan dirinya sukses. Awalnya ia sukses karena alasan pribadi, tetapi, setelah punya perusahaan itu beda cerita.

Biografi Peter Firmansyah Bisnis Peter Says Denim

Biografi Pengusaha Peter Firmansyah


biografi peter says denim

Ketika masih duduk di bangkus SMA, biograf Peter Firmansyah, pria kelahiran Sumedang 4 Februari 1984 sudah dikenal suka mengubek- ubek baju di pedagang kaki lima. Kini, namanya dikenal sebagai pengusaha paling keren di seluruh Indonesia.

Pokokny harus membuat produk sendiri bahkan menjualnya sampai ke luar negeri. Prinsip dipegang pengusaha muda ini patut diacungi jempol.

"Pokoknya, saya mau "menjajah" negara- negara lain. Saya ingin tunjukkan bahwa Indonesia, khususnya Bandung, punya produk berkualitas," ujarnya.

Tak butuh waktu lama 1,5 tahun hingga pencapaian terbesar dalam hidup. Namun demikian, perlu kamu tahu, kerja keras itu datang dari masa- masa sulit. Orang tuanya bukanlah orang berkecukupan, pernah berhutang untuk makan.

Pernah mereka tak mampu untuk sekedar membeli beras sehingga keluarga Peter hanya bergantung pada belas kasihan kerabatnya. 

"Waktu itu kondisi ekonomi keluarga sangat sulit. Saya masih duduk di bangku SMP Al Ma’soem, Kabupaten Bandung," kata Peter.

Bisnis Peter Says Denim Brand Anak Muda


Sewaktu SMA, ia adalah penggemar produk- produk bermutu tapi murah. Hasratnya dalam berbisnis mulai timbul. Disana, di kawasan perdagangan pakaian di Cibadak, oleh warga Bandung kemudian pelesetkan sebagai Cimol alias Cibadak Mall, Bandung, hasrat itu tumbuh.

Dia suka nongkrong di tempat itu. Kini Cimol sudah tak ada lagi. Dulu disinilah tempat berjualan berbagai busana yang dijual bertumpuk- tumpuk. Dari sini lah hasratnya akan bisnis fashion tumbuh kuat.

Sewaktu masih bersekolah di SMA Negeri 1 Cicalengka, Kabupaten Bandung, Peter juga sempat belajar menyablon. Ia berprinsip, siapa pun yang tahu cara membuat pakaian bisa dijadikan guru. Selain itu, Peter juga banyak bertanya cara mengirim produk ke luar negeri.

Proses ekspor dipelajari sendiri dengan bertanya ke agen- agen pengiriman paket. Selepas SMA, ia lalu melanjutkan pendidikan ke Universitas Widyatama, Bandung.

Namun, biaya masuk perguruan tinggi dirasakan sangat berat, hingga Rp 5 juta kala itu. Bermodal uang pemberian sang kakek sebelum wafat jadilah Peter berkuliah di tempat itu. Tapi, tak sampai satu bulan, ia memilih keluar karena tak sanggup membiayai kuliahnya.

Ia juga berselisih dengan orang tuanya perselisihan yang sempat disesali Peter karena kuliah memang menghabiskan biaya besar. Dia yang pernah bekerja di pabrik pembuat produk Rusty, Volcom dan globe sama SMA.

Peter Firmansyah pun bertekat mendalami bisnis sendiri. Dia mulai belajar tentang pemilihan produk, pembuatan, dan pemasaran produk. Biografi Peter Firmansyah benar- benar memulai semuanya dari nol. Pendapatan sebagai penjaga toko dia sisihkan sebagai modal.

Tak banyak yang bisa dia dapatkan. Disela- sela pekerjaannya, ia juga mengerjakan pesanan membat pakaian. Dalam sebulan, Peter rata- rata membuat 100 potong jaket, sweter, atau kaus. Keuntungan yang diperoleh antara Rp 10.000- Rp 20.000 per- potong jelasnya.

"Gaji saya hanya sekitar Rp 1 juta per bulan, tetapi hasil dari pekerjaan sampingan bisa mencapai Rp 2 juta, he-he-he…," ujarnya dalam biografi Peter Firmansyah. 

Uang itu ia kumpulkan selama dua tahun waktu menjadi pegawai toko hingga 2005. Di tahun 2005, Peter Firmansyah kemudian nekat membuat produk jeans bernama Defense, hanya cuma berbekal pengalaman yang ia dapat dari pengalamanya, singkat cerita produk buatannya gagal dipasaran.

Merek Peter Says Denim sebenarnya berasal dari Peter Says Sorry, satu kelompok musik. Peter juga lah orang dibalik band tersebut. Sosok pengusaha muda yang selalu memiliki celah berbisnis. Lewat jalur musik dirinya mulai membangun branding "produk anak muda"

Peter Says Denim Brand Lokal Mendunia


Semenjak menjadi vokalis Peter Says Sorry, ia mulai berkenalan dengan banyak musisi dan tau apa saja kebutuhan mereka, terutama mereka band- band rock, untuk tampil di panggung- panggung. Dia yang memiliki pengalaman di bisnis pakaian melihat kesempatan lagi.

Memang pengalamannya dalam usaha bisa dia gunakan sekarang. Bermodal tabungannya sebanyak Rp 5 juta, ia mulai memproduksi celana jins merek sendiri. Pertama-tama, Peter hanya membuat lima potong jins. Ternyata, produk perdananya ini laris manis, ini diluar dugaan Peter sejak awal. 

Dan pesanan berdatangan dan ia menambah produksi hingga 20 potong lebih. Selama enam bulan pertama, ia benar-benar membanting tulang. Mulai dari belanja bahan, mengukur, mengawasi tukang jahit, hingga mengantarkan pesanan jins ke konsumen ia kerjakan sendiri.

"Saya sebenarnya bingung mencari nama. Ya, sudah karena saya menjual produk denim, nama mereknya jadi Petersaysdenim," ujarnya tertawa.

Pengalaman ditipu pun pernah dirasakan olehnya dalam berbisnis jins. Misalnya, di tahun 2008, ia pernah sekali ditipu temannya sendiri yang menyanggupi mengerjakan pesanan senilai Rp 14 juta. Pesanannya tak dikerjakan, sementara uang muka Rp 7 juta dibawa kabur.

Sedangkan di 2007, Peter pernah mengerjakan pesanan jins senilai Rp.30 juta, tapi pemesan tak mau membayar alasannya tak sesuai pesanan. Akhirnya dia terpaksa nombok menutupi biaya pemesanan. Daripada tidak jadi apa- apa, namun biografi Peter Firmansyah tetap tersenyum penuh semangat.

Cara berpromosinya seperti pengusaha muda lain. Peter memanfaatkan jejaring sosial di internet, seperti melalui Facebook, Twitter, dan surat elektronik untuk berpromosi dan berkomunikasi dengan pengguna Petersaysdenim.

Lewat internet dan jaringan musisi indie merambah ke luar negeri. Bahkan ketika ada konser sebuah band di German. Peter Says Denim menjadi salah satu endorse untuk mereka disana. Meski kuliahnya tak rampung, Peter kini sering mengisi seminar-seminar di kampus.

Dia ingin memberikan semangat kepada pengusaha muda yang berniat membuka usaha. "Mau anak kuli, buruh, atau petani, kalau punya keinginan dan bekerja keras, pasti ada jalan seperti saya menjalankan usaha ini," ujarnya.

Dia ikut membantu adik- adiknya sejak 2007. Hingga salah satu dari ketiga adiknya sudah lulus dari perguruan tinggi. Dia akan selalu mendorong adik- adiknya untuk menyelesaikan pendidikan sarjana. Kerja keras dan doa orang tua, kedua faktor mendorong kesuksesan Peter Firmansyah.

"Kerja keras dan doa orangtua, kedua faktor itulah yang mendorong saya bisa sukses. Saya memang ingin membuat senang orangtua," katanya.

Biografi Peter Firmansyah Pengusaha Muda


Jika uangnya sudah mencukupi, Peter ingin sekali kedua orangtuanya bisa menunaikan ibadah haji. Akan tetapi, jangan berpikir dia akan langsung sukses besar Peter Says Denim. Tak selamanya laku, sejak awal, dia membrandol merek jinsnya terlalu mahal di pasaran.

Karena itu, ia dicemooh dan ditolak oleh masyarakat. Peter lantas memasang strategi khusus, fokus untuk menjual produknya ke anak- anak band. Ia melakukan pendekatan khusus agar mereka mau mengenakan produknya.

Ini dikhususkan untuk mereka yang sudah punya jam manggung panjang, buat promosi pikirnya. Tak hanya band lokal, Peter mulai mendekati band- band luar negeri. Ia lalu membuat website khusus untuk menjajakan produk Peter Says Denim.

Untuk memperkuat bisnis online ini, ia menggelontorkan lagi duit senilai Rp 5 juta. Ternyata pilihan itu sangatlah tepat. Lewat situs online-nya, Peter Say Denim dikenal di Amerika, Kanada, Australia, Singapura, dan Malaysia.

Hasilnya, kini saban bulan, Peter memproduksi 500 hingga 1.000 potong jins. Suksesnya berbisnis ke luar negeri juga karena sedari awal dia sudah punya visi. Yaitu menginginkan bisnisnya sampai ke luar negeri, ia ingin mengangkat pamor produk lokal.

Proses eskpor dipelajari diri sendiri lewat bertanya. Sejak lima tahun terakhir dia sering berkunjung ke toko, pabrik, dan penjahit. Dia tidak segan bertanya kepada agen pengiriman paket. Tidak butuh waktu relatif lama, usahanya berbisnis jeans mampu dicapai Peter hanya dalam waktu 1,5 tahun.

Sejak ia membuka usahanya di November 2008 penuh mimpi. Kini, produk jins, kaos, dan topinya telah digunakan para personel kelompok musik di luar negeri.

Sejumlah kelompok musik itu seperti Of Mice Man, We Shot The Moon, dan Before Their Eyes, dari Amerika Serikat, I am Committing A Sin, dan Silverstein dari Kanada, serta Not Called Jinx dari Jerman. Ini menjadi cara branding efektif untuk nama Peter Says Denim.

Para personel kelompok musik itu bertubi-tubi menyampaikan pujiannya dalam situs Petersaysdenim. Pada situs- situs internet mereka, nama label Petersaysdenim juga tercantum sebagai sponsor. Petersaysdenim bersanding merek kelas dunia, seperti Gibson, Fender, Peavey, dan Macbeth.

Hingga sekarang, di tahun 2014, ada berita mengejutkan nama Peter Firmansyah telah diduga telah menggelapkan uang para rekanan bisnis hingga sebesar Rp 1,2 miliar, setidaknya ada enam korban yang telah melaporkan Peter ke Mapolda Jabar.

Para korbannya kebanyakan adalah para pengusaha konveksi rekanan. Salah satu korban menyebut ia memesan pakaian ke mereka untuk dilebeli Peter Says Denim kemudian dijual kembali. Sejak bulan November 2013, Peter menjadi sulit dihubungi dan juga berbelit-belit saat ditagih untuk pembayaran.

David Simanjuntak, salah satu korban, yang sudah kehabisan toleransi akhirnya melaporkan pria kelahiran 4 Februari 1984 itu ke Polisi.

"Akhirnya bulan April lalu Peter mulai dilaporkan, ke Polres dan ke Polda," ujar Roely Panggabean, pengacara David Simanjuntak  seperti dilansir di halaman Merdeka.com.

Untuk lebih lanjut kita tunggu saja bagaimana kasusnya diupdate. Dari penulis artikel ini prihatin karena nama Peter sudah jadi inspirasi banyak orang, termasuk penulis.

Jual Ikan Hias di Kaskus Pengusaha Nicholas Kurniawan

Profil Pengusaha Nicholas Kurniawan



Siapa pengusaha Nicholas Kurniawan, adalah termasuk anak muda yang keras kepala soal berbisnis. Keras kepalanya ya karena dia selalu berusaha walau halangan menghadang. Sebagai entrepreneur, atau pengusaha muda, karirnya terbilang termasuk unik dibanding pengusaha muda lain.

Yakni bermodal sebuah thread situs jual- beli Kaskus. Sekarang, setiap bulannya, pengusaha muda yang akrab disapa Niko ini, sukses menjual seribu ekor ikan hias berbagai jenis hingga ke luar negeri, yakni Singapura, Thailand, Taiwan, dan  Hong Kong

Termasuk beberapa negara Eropa seperti Yunani, Belanda dan Inggris juga loh. Ketika itu, pada tahun 2003 -an, mulailah Niko iseng menjual ikan melalui forum jual beli Kaskus. Sedikit seperti dongeng, dia kala itu masih duduk di bangku SMA, mulai aktif menjual ikan hias di situs tersebut sendiri.

Awalnya sih cuma coba- coba tapi, eh, sukses itu nyata sampai keterusan. Pernah berbisnis bermacam model, pernah ikut MLM, semua dilalui sepanjang karir. Ini membangun mental menjadi pedagang tangguh.

Jual Ikan Hias di Kaskus Sukses Mampus


Pengusaha muda kelahiran Jakarata, 29 Januari 1993, yang mana bukanlah seorang anak yang manja. Dia ingat betul bagaimana keluarganya yang sering bertengkar hingga terdengar kata cerai. Masalahnya apalagi kalau bukan ekonomi, ini cukup membuat Niko menjadi anak broken home.

Niko bahkan pernah mendapat surat teguran karena menunggak uang bulanan sekolah. Tapi Niko masih memiliki kesadaran, dia tak mau tergoda godaan khas anak remaja yang datang silih berganti. Hanya Niko tidak mau menjadikan hal negatif sebagai pelarian.

Dia yang selalu melihat pertangkaran, yakin walau sering terjadi pertengkaran di rumah. Ia yakin kedua orang tuanya sangatlah menyayangi anak- anak mereka. Inilah alasan yang menjauhkannya dari pergaulan bebas. Niko memilih bekerja membantu meringankan beban keluarga saja.

Keadaan serba terbatas malah membimbing Nicholas Kurniawan mandiri. Niko lantas mulai memilih berusaha sendiri sebagai wirausaha. Sejak masih kelas 2 SD, di usia 7 tahun sudah berjualan mainan untuk membeli mainan baru.

Dia pernah menjual aneka baju, donat, hingga kue buatan mama disaat masih duduk di bangku SMP. Niko pernah pula ikut bisnis MLM saat SMA, tetapi seperti yang sudah- sudah, dia sadar betul MLM bukan sumber baik dan gagal ditengah jalan.

Sampai mengenal Kaskus di Februari 2010!

Nicholas mengaku hanya iseng menjual ikan therapy dari mamanya. Dia hanya merasa kurang suka memelihara ikan semacam itu; lalu dijualanya ke forum Kaskus. Hal iseng tersebut berbuah respon yang sangat baik, ini diluar dugaan Niko sebelumnya.

Otak bisnisnya memilih untuk mencari supplier bukanya memilih berhenti. Ia lalu mendapatkan bantuan seorang teman untuk menjual ikan gura rafa lagi. Tapi, tidak cukup, Niko mencari- cari lagi hingga ke dunia maya.

Satu per- satu supplier ikan didekatinya. Niko bergeriliya di toko- toko ikan dimanapun itu. Caranya ada yang langsung nimbrung saja. Ada pula yang dia dekati melalui pengajuan proposal, intinya biar agar dia bisa tetap berjualan.

"Awalnya mereka tidak begitu gampang percaya. Saya buat proposal, saya kirim ke 100 orang, yang respons hanya 10. Dari 10, yang jadi belum tentu satu," ungkapnya, kala diwawancara oleh SWA di penangkaran ikan hiasnya di kawasan Jakarta Barat.

Lewat Kaskus, dia mulai berjual ke berbagai fish therapy ke Mall, dari Blok M, Point Square, Pulit Junction. Tidak ketinggalan, Niko mengaku pernah menjual ke sebuah hotel, Hotel Alexis, beberapa rumah anggota DPR partai Demokrat dan PAN.

Guna mensuport toko ikan kecilnya ia tak ragu langsung membeli domain atau alamat situs. Caranya pun ada khusus. Niko memulai melakukan riset kata kunci agar ikan yang dijual laris melalui mesin pencarian Google.

Jual Ikan Hias di Kaskus dan Online


Susah memang persaingan bisnis online, tapi dia berhasil. Pria yang kini tengah kuliah di Jurusan Pemasaran Prasetiya Mulya Business School ini, lantas membuat toko online sederhana, biar bisa bejualan di internet yaitu www.tropicalfish-indonesia.com.

Alasannya memilih nama tersebut, karena memang agen atau penggemar ikan hias di luar negeri kerap menggunakan kata "ikan tropis" dalam bahasa Inggris kala mencari ikan buruannya di dunia maya. Tujuannya agar sekali tembak dua target kena: pembeli lokal dan luar negeri.

Kepercayaan toko ikan hias mulai diraih, disaat kualitas kiriman produk mampu memuaskan mereka. Pembayaran lancar ke para pemasok ikan hias dari sejumlah penangkar di Pulau Jawa, Kalimantan, sampai ke tanah Papua, turut melambungkan namanya.

Berkat pasokan besar itulah jumlah kliennya mulai beranak pinak. Niko tak segan- segan beriklan di internet agar situsnya mudah ditemukan. Alasannya memilih bisnis iklan hias karena memang prospeknya bagus, jelasnya.

Di bisnis ikan, Nicholas juga pernah mengalami beberapa kali kegagalan berbisnis loh. Dia pernah 3x rugi besar. Kisahnya Niko dulu pernah loh mengambil keputusan salah, membuat pelanggan kecewa, namun tidak berhenti berusaha.

Sebagai contoh, dia pernah mendapatkan order besar ikan hias dan gagal kirim. Saat itu ia mengalami kesulitan mengirim ke Medan. Pembeli membatalkan ordernya, dan rugi besar karena tidak sanggup mencari cara. Melalui kegagalan itulah, ia menemukan ide baru dan cara baru.

Dia mencari pedagang ikan garra rufa (ikan therapy) di sekitaran Medan sebagai supplier. Ia tinggal telpon, mengantarkan barang, dan membayarnya. Tetapi mencari supplier bukan perkara mudah, tidak berjalan seperti harapan.

Dia tidak bisa mencari cepat justru tetap mencari di Jakarta. Itu semua tentang dana yang tidak menutupi pengeluarannya. Tetapi, ia mengaku mulai berhubungan akrab dengan penjual ikan karena masalah tersebut, dari sana dia mulai dipercaya masalah pembayaran.

Pengusaha Muda Ikan Hias yang Selalu Belajar


Niko belajar bahwa mungkin jika bukan ada kerena keadaan yang sulit tersebut, ia tidak akan kenal dengan penjual di Medan. Dia tidak akan mengenal bisnis tersebut lebih dalam seperti halnya soal pengepakan. Masuk ke kelas tiga SMA Niko mampu mengekspor ikan hias untuk pertama kali.

Bisnisnya bergulir lebih pesat hingga akhirnya mampu mengirim seribu ekor ikan hias ke berbagai negara. Berbagai jenis ikan hias, diakuinya, tersedia di toko online, mulai ikan gara rufa, arwana, jenis ikan hias lain, serta ikan predator seperti spatula dan aligator.

Dia memulai bisnis ikan lain seperti arwana, pari air tawar, ikan import- seperti seperti arapaima, acipenser, poliodon, hingga booming axolotl.

Intinya, Niko itu bukanlah orang yang suka berdiam diri. Dia selalu melihat peluang yang ada serta fokus menjalaninya. Bisnis itu tentang melihat pasar atau peka terhadap permintaan pasar. Namun, dia lebih menyarankan fokus di satu produk yang menjadi keahlian kita.

Selanjutnya? kita bisa berekspansi produk sejenis, atau bahkan memulai bisnis lain. Hanya masalah waktu hingga sukses itu datang dari fokus serta ketekunan. Hingga sekarang usahanya yang kini bernaung di bawah CV Venus Aquarium tidak hanya berpusat pada jual beli ikan.

Dia juga merambah bisnis dekorasi akuarium hingga perawatan ikan hias. Niko lalu mengungkapkan, orang banyak salah sangka mengenai bisnisnya. Bisnis ikan hias ini memang dianggap tidak mampu menghasilkan uang besar.

"Orang pikir ini bisnis kecil, tidak keren. Bisnis minyak, batu bara, baru keren. Kalau bisnis ini, tidak keren. Tapi ternyata uangnya besar juga," ujarnya seraya tersenyum.

Namun, ketika ditanya omsetnya, Niko terkesan malu-malu menjawabnya. "Cukup besar, tetapi tidak enak menyebutnya. Sekitar ratusan jutalah," ujar pemuda yang kini menuliskan perjalanan usahanya dalam bentuk yang berjudul Die Hard Antrepreneur itu.

Entri yang Diunggulkan

Biografi Jack Ma Orang Terkaya China Alibaba