Cerita Sukses Pengusaha Warteg Bukan Cerita Baru

Profil Pengusaha Warteg Nasional


pengusaha warteg
 
Cerita sukses pengusaha warteg bukan cerita baru. Mereka para pengusaha warung tegal (warteg) tahan banting. Mereka akan pulang ke kampung, dari Jakarta membawa mobil mewah dan segepok uang ketika lebaran tiba.

Di desanya, mereka dihitung sebagai orang kaya sukses loh. Namun siapa sangka dibalik ceritanya tidak ringa. Ada keringat dan darah yang mengalir disana. Hidup di Ibu kota bukanlah hal perkara gampang terutama bagi mereka para pendatang. 

Mereka berjuang lama tidak sekedar satu atau dua tahun, "Ya biasa, orang melihat kami ini berhasil dari sisi usaha, tapi lihat saja 20 tahun lalu, kami hidup untuk makan saja sulitnya minta ampun," tutur H Karjo (53), warga Kelurahan Kalinyamat Kulon, Margadana, Kota Tegal.

Perkataan bahwa pengusaha warteg bisa jadi hidup berkecukupan memang tidak keliru, bahkan bisa berlebih. Ketika kita bertandang ke rumah H. Karjo, meski dari depan tampak sederhana, di garasi ada mobil- mobil Kijang berjejer.

Pengusaha Warteg Indonesia


Bahkan H. Karjo mengaku tengah membangun rumah senilai hampir 1 miliar rupiah. Bukan main untuk mereka yang ukuran orang kampung. Konon, menurut keterangan kerabatnya, dia kini sedang membangun rumah untuk ke enam anaknya.

Tentu saja rumah yang bernilai miliaran rupiah ini. Hal lain yang menunjukan setatus suksesnya yaitu keinginan memenuhi nazar yaitu menanggap wayang golek dengan dalang terkenal, Ki Enthus Susmono.

"Sudah, baru saja, dan itu untuk memenuhi nazarnya karena sudah selesai membangunkan rumah untuk enam anaknya. Jadi, dia merasa tidak memiliki beban lagi," kata Asmawi, kerabat H Karjo.

Benarkan demikian suksesnya pengusaha warteg. H Karjo yang saat itu didampingi istrinya, Hj Siti Fatimah (44), kelihatan tidak ingin melebih-lebihkan hal tersebut. Kendati demikian, dia mengakui kehidupannya sekarang lebih ringan, tidak punya beban terlalu berat.

Berpakaian sarung dan kaos oblong, ia lebih senang menceritakan masa lalunya. Kisah perjuangan seorang perantau di ibu kota yang kejam. Seingat dia, pertama kali mendaratkan kaki di Jakarta itu pada tahun 1972.

Untuk merintis usaha warteg pertama kali jalannya ialah melalui berjualan asongan. Dia kala itu sedang mencari- cari pengalaman."Kalau boleh dibilang, banyak dukanya pada saat itu. Apalagi setelah menjadi pedagang asongan, saya ngenger (ikut) di tempat usaha warteg orang lain," kenangnya. 

Kala itu, H Karjo hanya dibayar Rp 60.000 per bulan. Bahkan, kadang hanya dibayar jam tangan dan topi laken. Itu saja senangnya minta ampun. Hidup merantau dia jalani hingga tahun 1985.

Pengusaha warteg ini kemudian banting setir, bersama istrinya mendirikan warteg kecil-kecilan di wilayah Glodok, Jakarta Barat.

"Ya, kami waktu itu biasa tidur menyatu dengan dapur. Bahkan, kalau mau tidur harus mematikan kompor dulu karena lantainya panas. Itu pun warungnya kontrak Rp 60.000 per tahun. Sekarang sampai Rp 9 juta," ujarnya.

Kondisi tersebut dia jalani dari waktu ke waktu. Suka duka menjadi pengusaha warteg telah cukup untuk menjadi bekal mengembangkan usahanya hingga sekarang ini. Berbicara tentang rahasia sukses itu pun cuma satu: ketekunan.

Baginya berjuang lama hingga membuka warung sendiri butuh ketekunan untuk belajar dari berbagai tempat. Ia pun sukses mendirikan tiga warteg berbeda, satu yang besar ada di daerah Kemurnian, Jakarta Barat, dan dua lainnya di Glodok.

"Ya, alhamdulillah. Berkat karunia Allah, usaha saya sekarang cukup baik. Kadang-kadang artis juga sempat mampir ke warung saya. Misalnya almarhum Taufik Savalas, Mpok Atik, dan Gogon. Yang penting, prinsip kerja yang baik dan halal," tutur bapak dari enam putra itu.

Musim Lebaran bagi H Karjo, sekeluarga merupakan waktu yang tepat untuk berkumpul sekeluarga di kampung.

Perancang Busana Muslim Nahara Bisnis Mendunia

Profil Pengusaha Sonya Ahmed


perancang busana muslim

Perancang busana Muslim, Sonya Ahmed tinggal di London, dan juga bekerja sebagai dokter medis. Seorang pengusaha wanita kelahiran Libya, yang orang tuanya asli Bangladesh, dan telah pindah ke Inggris semenjak berusia 10.

Sebagai dokter wanita cantik telah bekerja untuk kesehatan selama beberapa tahun, dan sebagai wali amanat untuk amal medis, ia memiliki kesempatan untuk melakukan perjalanan ke Mesir, Kenya, Turki, dan Pakistan. 

Dia selama perjalanan karir inilah tumbuh minat bisnis fashion. Ia ingin mengembangkan seni dan tekstil Islam. Sejak tahun 2011, Sonya memilih untuk membagi waktunya anatar bekerja menjalankan peran medisnya, serta mengabdikan sisa waktunya sebagai pendiri produk brand Nahara.

Apa itu Nahara, brand yang muncul dari tempat asal, untuk mendefinisikan label busana muslim di seluruh dunia.

"Saya berangkat untuk membuat label yang memiliki cita kontemporer, rasa minimalis, bersama- sama dengan beberapa aksen identitas Timur Asia dan Tengah, "tuturnya kepada aquila-style.com  

Pengusaha Wanita Muslim Mendunia


Secara khusus pengusaha ini merayakan keindahan desain tradisional. Dimana dia menghadirkan satu kesenian kontemporer Islam. Dalam kerangka mengembangkan label, ia telah berkolaborasi dengan seniman yang berbasis di London dan desainer lain.

Sonya berharap untuk berkolaborasi dengan banyak orang lain di Inggris dan di tempat- tempat lain, untuk mengembangkan benar-benar kolaboratif, label pakaian artistik.

Cukup sering, stereotip tentang ide "pakaian ke- Timuran", yang melibatkan pakaian berwarna sangat cerah, berat dengan hiasan dan dengan biasa pola paisley usang. Pengusaha wanita ingin menantang stereotip estetika ini yang telah menjadi, dan khususnya terkait hal- hal non-Barat.

Dia memilih menunjukkan aksen "pakaian ke- Timur" dalam cara yang jauh lebih halus -melalui pemotongan cairan, pola permukaan dan tekstil handwoven. Muslim di Inggris mengambil kultur dari berbagai tempat, tidak melulu dari negara asalnya.

Mereka pun ada menggabungkan gaya mereka dengan kultur Inggris. Ia pun mengambil kesempatan seluas- luasnya bahwa negara Inggris adalah negara yang memiliki desain- desain baru global, daripada lokal. Khsusunya, di East End, dimana Nahara berbasis. 

Dengan para kaula muda mencampur dan mencocokkan gaya dalam segala macam cara yang menarik dan kreatif, sehingga benar-benar tempat yang bagus untuk menjadi dasar. 

Sebenarnya, ia menargetkan sebuah label atau brand untuk wanita muslim yang stylist, khususnya mereka wanita yang tinggal Eropa dengan gaya elegan dengan potongan sederhana.

"Setelah bekerja pada koleksi pertama, saya telah menerima umpan balik positif dan bunga dari berbagai sumber, dan sekarang saya merasa bahwa label memiliki daya tarik yang lebih luas," ungkapnya.

Gaya dan motif telah mendapatkan banyak pengakuan. Tidak hanya datang dari para wanita juga pria, inilah Nahara yang membawa nilai berkualitas dalam kain dan penyelesaiaan pakaian, dan yang rela membayar untuk sebuah detail. 

Koleksi pertama juga memiliki aksen khas, yang disebut Eternal Design. Hal ini telah tampil di beberapa bagian - rok, atasan tunik dan syal sifon.

Antara Karir Atau Bisnis Pengusaha Anita Feng

Profil Pengusaha Anita Feng


pengusaha spa anita feng

Apa yang terjadi jika harus memilih antara karir atau bisnis. Anita Feng mengajarkan bahwa hobi bisa menjadi bisnis. Menjalankan usaha berdasarkan hobi memang mengasilkan uang. Sambil terus mendalami hobi yang dimiliki juga menghasilkan.

Anita Feng hanyalah gadis biasa yang punya banyak rencana dalam hidup. Sebagai pengusaha muda, Anita Feng, yang kini berusi 31 tahun, telah menjalani masa mudanya hingga sukses sekarang. Dari muda usah berusaha hingga jadi pengusaha muda mapan.

Anita telah melewati banyak tantangan dalam perjalanan karinya. Ia pernah bekerja sebagai brand manager di sebuah perusahaan multi- nasional. Namun dia memilih menjadi pengusaha sepenuhnya. Kini, perlu kamu tau, dia menghasilkan omzet Rp.1 miliar dari bisnisnya.

Bisnis spa dan refleksi yang bernama Royal Garden Spa. Usaha yang dirintis sejak tahun 2009 telah menjadi tempat wanita memanjakan diri.

Anita Feng kelahiran Solo, 14 Juni 1981, dengan percaya diri merantau ke Jakarta. Ia mengejar pendidikan S-2, lulusan berprestasi Magister Management Prasetiya Mulya Business School (PMBS), meraih Dean’s List Predicate ber- IPK 3,62 pada tahun 2005.

Menjadi Pengusaha Muda Bisnis Spa


Meski memiliki pendidikan tinggi, bukan itu yang membuat dirinya hebat dimata kami. Karakter kuat yang melekat dalam diri menjadi bekal utama. Dia berhasil meraih sejumlah penghargaan perempuan inspiratif. Ia selalu menginginkan tantangan baru dalam bidang baru.

Memulai karir korporasi besar menghantarnya ke posisi tertinggi. Sudah tentu banyak tantangan, pengalaman, dan pelajaran berharga telah didapat Anita. Meski sukses dalam berkarir di korporasi, dimana dia menjadi manajer tetapi masih ada hal kurang dalam dirinya.

Masih ada ruang belum terisi di hati Anita. Seolah ingin mendapatkan satu dorongan besar untuk jadi entrepreneur atau wirausahawan.

"Saat saya mengikuti Young Caring Profesional Award, setelah presentasi, juri berkomentar, dengan passion seperti ini, mengapa tidak bikin usaha sendiri," paparnya

Komentar ini menjadi salah satu motivasi pertama Anita. Lantas bisnis macam apa dia ingin bangun sekarang. Anita pernah menjadi salah satu dari sembilan perempuan muda inspiratif ajang Young Caring Professional Award (YCPA) 2011.

Gelaran yang diadakan Martha Tilaar Group untuk kalangan wanita profesional muda berprestasi. Dari gelaran profesional muda, justru Anita Feng terpikirkan tentang berwirausaha. Inilah yang disebut kesempatan berdasarkan pengalaman.

Meski sudah berkecimpung di dunia korporasi, menjadi seorang entrepreneur itu perkara lain. Tak mudah baginya tiba- tiba jadi pengusaha setelah segala pencapaian di karirnya. Namun bukan Anita jika dirinya tak bekerja keras atas kemauannya sendiri.

Meninggalkan zona nyaman dari karyawan menjadi pengusaha muda. Saat ia tengah meniti "karir" sebagai pengusaha, justru ada tawaran bergaji tinggi. Meski begitu ia konsisten pada maunya. Ia fokus dengan apa yang disukai dan passion -nya ketika kita berbicara bisnis.
 

Membangun Bisnis Spa Sendiri


Sebagai wanita pastilah Anita menyukai dunia kecantikan. Spa dan refleksi merupakan bagian dari hidup wanita. Selain untuk kecantikan, spa dan refleksi juga menyangkut kebugaran. Menyenangkan diri sendiri ala wanita setelah bekerja melakukan rutinitas sehari- hari.

Sadar akan itu, ia memilih usaha spa dan refleksi yang juga dia sukai tersebut. Sering melakukan spa, ia jadi tau bagaimana keadaan pasarnya di luar sana. Meskipun tak bersentuhan langsung di karir sebelumnya, namun pengalaman sebagai brand manajer membantu.

"Dari sana, saya tahu kelebihan dan kekurangan tempat- tempat spa tersebut dan juga manfaatnya," jelas Anita.

Pengalamannya menjadi spa lover atau pencinta spa, membuatnya sadar akan potensinya. Agar tak gagal, ia langsung berpikir keras untuk menyuguhkan perbedaan. Dia bermodal pengalaman karirnya, kala itu tengah mencoba membangun brand -nya sendiri.

Ia menggabungkan treatment dari banyak spa yang pernah dikunjungi. Serta memberbaiki yang menurutnya kurang dari pelayanan mereka.

"Saya mencoba membuat tempat sepat yang menggabungkan berbagai treatment berkualitas sehingga menghasilkan manfaat yang besar untuk tubuh," ujarnya.

Usahnya dirintis pada Desember 2009, bermodal Rp.200 juta digunakan untuk membeli perlengkapan spa dan refleksi lengkap. Ia mengumpulkan segenap modal dari jerih payahnya sebagai pegawai. Meski kini dia sukses, ditelisik lebih dalam; ini bukan usaha pertamanya.

Ia juga mendirikan coffee shop. Namun, itu bukan usaha andalannya karena ia tak tau benar tentang itu. Rasa suka akan usaha itulah yang membuatnya jadi lebih condong ke usahanya kini. Satu yang menarik dengan prinsip hidupnya. Ia selalu yakin bisa menjalankan prinsip kewirausahaan.

Ketika kamu bertanya apa yang membuat dirinya begitu yakin menjadi entrepreneur. Dengan yakin ia berkata,"Kita sama-sama makan nasi; orang lain bisa, kita pun bisa; asal jangan menyerah. Kalau tidak pernah melangkah tidak akan bisa sukses," jelasnya memberi semangat kita.

Rencana apa pun bisa gagal, tapi kalau tidak bukan berarti tidak ada rencana sama sekali. Dia tidak akan mencapai impian tanpa dikerjakan. Jadi, revisi terus rencananya sampai berhasil, berani bangkit menghadapi dunia sebagai pengusaha muda.

Bisnis Daur Ulang Kain Goni Dokter Gigi Jadi Pengusaha

Profil Pengusaha Madya P. Andang


bisnis daur ulang goni

Kisah dokter gigi jadi pengusaha UKM maju. Inilah kisah wanita bernama Madya P. Andang. Yang mana tidak takut jadi pengusaha. Untung puluhan juga bermodal uang Rp.1 juta. Tanpa perlu melepas status bisnis daur ulang kain goni inspiratif.

Bermodal satu juta menghasilkan barang daur ulang. Harga jual produk Madya hingga ratusan ribu. Ini berkat ketrampilan mengolah limbah. Doketer gigi jadi pengusaha sukses siapa takut. Ia meraup rupiah dengan daur ulang kain goni menjadi berbagai bentuk kerjianan, salah satunya tas.

Bisnis daur ulang CV. Regi's Indonesia, cukup mengambil konsep ramah lingkungan. Sesuai dengan program Go Green pemerintah, seperti yang dijelaskannya kepada pewarta VIVAnews di pameran Jakcraft 2013.

Ia menuturkan bahwa karung goni memang dipandang sebelah mata.  Kain ini biasa digunakan orang untuk karung buah, karung beras, bahkan menjadi alas kaki. Oleh sebab itu, Madya pun berinisiatif membuat karya seni dari limbah ini.

Cara Pengusaha Daur Ulang Kain Goni


"Saya ingin mengangkat kain goni menjadi suatu produk yang unik. Kain goni ini tidak banyak menjadi perhatian," ungkapnya.

Pada tahun 2011 lah, ia memulai bisnis ini dengan sekala rumahan saja. Dia mengaku modalnya tidak besar. Tidak perlu mengeluarkan kocek dalam- dalam. Bahan baku kain goni murah seharga Rp6.000 hingga Rp10.000 per- lembar.

Ditambah dengan alat- alat produksi berupa jarum jahit, benang, dan lem tembak. Ada juga bahan tambahan, yaitu kain perca seperti kain jins. Berinvestasi hanya pada alat- alat spesifik tidak sampai Rp.1 juta. Fokus dokter gigi jadi pengusaha ini membuat produk ramah lingkungan.

Modal itu digunakan berupa kerajinan tas, gantungan jilbab, alas kaki, bros, dan tempat tisu. Harganya pun bervariasi, mulai dari puluhan ribu hingga ratusan ribu rupiah. "Kalau bros, harganya Rp10.000. Kalau tas, ada yang harganya Rp50.000 sampai Rp500.000," paparnya.

Dia berhasil meraup untung hingga puluhan juta per- bulan dari bisnis barunya ini. Omzet per- bulannya ada mencapai Rp8 juta hingga Rp25 juta.

Tutorial Daur Ulang Kain Goni

Madya menjelaskan mula- mula kain goni dibersihkan, direndam semalaman, lalu dicuci. Kemudian direbus dengan api kecil.

"Lalu, diberi cairan desinfektan untuk menghilangkan bakteri," ujarnya.

Setelah itu kain tersebut dijemur hingga kering, disetrika, lalu dipotong sesuai pola diinginkan. Prosesnya itu cukup memakan waktu cuma dua hari. Dari mengerjakan semua sendiri, kini, dia meminta kain goni langsung dibersihkan oleh suplier dari Jember.

Meskipun begitu dia tetap mencucinya kembali agar bersih. Sekali produksi, lanjut ibu beranak dua ini, setidaknya membutuhkan sepuluh lembar kain goni. Dari sepuluh lembar itu, bisa tercipta lah sekitar empat puluh item.

Seluruh proses dikerjakan di kediamananya di daerah Tanjung Barat, Jakarta. Madya tidak sendirian, dibantu oleh tujuh orang karyawan tuna rungu. Sebenarnya tidak ada kendala berarti. Tentang komunikasi dengan karyawan cukup dengan isyarat tangan.

Wanita lulusan Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Airlangga ini, mengungkapkan masih membutuhkan fasilitas untuk bisnisnya utamanya dalam memasarkan produknya. Kesulitan dari bisnisnya adalah dia belum memiliki galeri sendiri.

Dia berharap ada yang mau meminjamkan galeri seni. "Saya belum punya galeri. Show room ada di rumah," ia menambahkan.

Usaha CV. Regi's Indonesia telah menembus pasar luar negeri. Akhir- akhir ini, produknya telah dipromosikan hingga ke China dan Dubai oleh Dinas Perdagangan DKI Jakarta. Ia juga menerima pesanan kerajinan tangan, baik untuk pribadi maupun suvenir.

Jika berminat, pembaca bisa berkunjung ke show room-nya yang berada di Tanjung Barat Selatan Kav. 16 A No. 12 A, Tanjung Barat, Jakarta Selatan, atau bisa mengontaknya langsung lewat andangp6@gmail.com.

"Kalau bros, minimal pesan 300 item. Tas mukena minimal dua kodi. Ya, tetapi, sebenarnya tergantung item sih, asalkan ongkos kirim ditanggung pembeli," kata dia.

Kisah UKM Batik Cirebonan Ibu Yusrianah Raharjo Asli

Profil Pengusaha Yusrianah Raharjo


ukm batik cirebonan

Sukses Ibu Yusrianah Raharjo mencoba peruntungan di bisnis batik. Siapa sangka UKM Batik akan menghasilkan jutaan rupiah. Bahkan nilainya lebih karena berhasil ekspor. Tak main- main, ia yang fokus pada keindahan batik Cirebon, sudah bisa ekspor ke negeri tetangga.

Pengusaha wanita berusia setengah abad, yang mengaku kemampuan membatiknya sudah jadi turun- temurun. Utamanya tentang pengatahuan bagaimana mewarnai dan pemasaran dari sang ibu. Jadi beruntung disaat batik diakui dunia, Ibu Yusrianah Raharjo mampu unjuk gigi.

"Pembeli minta warna apa, saya selalu disuruh untuk membuatkan. Jadi, dari kecil, skill-nya sudah diajari," ungkap pemilik UKM batik Cirebonan ini.

Pengusaha wanita pemilik butik Yusri Batik, yang telah memulai usahanya sejak 1997, dengan modal kepercayaan dan kejujuran. Berbekal sedikit bantuan dari orangtua, Yusri lalu mengikuti pameran internasional di Yogyakarta.

UKM Batik Cirebonan Merambah Dunia


Saat itulah ketika produknya mulai dikenal orang. Ia mendapatkan bantuan modal Rp.20 juta. Setelah sekian lama dirinya berbisnis batik. Berbekal uang itulah dibeli bahan baku dan membayar ongkos para pekerja.

"Saya juga mendapat pinjaman dari Taspen sebesar Rp50 juta," ujar dia.

Yusri yang asli Cirebon sudah fasih tentang ragam batik daerah asal. Memang batik Cirebon dikenal akan corak batik yang digemari. Sebut saja batik populer macam Megamendung, Singa Barong, Panji Semirang, serta motif keraton Kasepuhan dan Kanoman.

Bahannya pun bervariasi dari katun, sutera, dan kain tenun. Soal warna ia menjelaskan selain pewarnaan alami juga secara kimiawi.

"Yang paling susah itu batik tenun. (Permukaannya) tidak halus seperti katun. Serat-seratnya bermotif dan selalu mbrenjol (menonjol)," kata pengusaha ini.

Proses pembuatan batiknya sudah sangat bervariasi. Ada yang butuh waktu beberapa hari hingga jadi, khususnya untuk jenis batik cetak. Ada pula yang membutuhkan waktu sebulan penuh khusus untuk batik tulis. Setiap bulang, Yusri Batik mampu menghasilkan ribuan helai batik.

Khusus untuk batik tulis ia mampu menghasilkan sekitar 100 helai, dimana setiap helainya mulai dari 2 meter hingga 2,7 meter. "Kalau itu, tergantung pesanan," katanya menjelaskan. Para pembeli pun tidak perlu merogoh koceknya dalam- dalam.

Mendesain Batik Cirebonan Sendiri


Yusri membanderol produknya mulai dari Rp100 ribu hingga Rp1,5 juta. "Kalau batik cetak, harganya Rp100 ribu. Tapi, ada juga yang Rp300 ribu dan itu tidak murni cetak: kombinasi tulis dan cetak. Terus, batik tulis itu Rp1 juta. Batik sutera itu Rp1,2-1,5 juta," tutur Yusri.

Selain desain yang sudah ada, Yusri Batik, juga menawarkan aneka batik desain sendiri. Kalo mau ditanya seperti apa kualitas batik milik Yusri. Cukuplah kita kembali ke tahun 2013 -an. Kala itu, ia menjadi salah satu pelopor batik bermotif ondel- ondel.

Dia memang bukan orang Betawi tetapi patut dilestarikan.

"Ini batik koleksi terbaru, akan jadi tren 2013. Kami menyebutnya batik ondel-ondel," ujarnya. Batik khusus Jakarta fokus pada aneka trademark kota Jakarta antara lain motif ondel- ondel dan tugu monas.

Ondel- ondel tersebut terlihat cantik, karena digambar lengkap dengan pakaian dan aksesori yang kerap digunakan ondel-ondel saat pentas. Selain ondel-ondel, ada gambar lain yang ditorehkan di atas kain batik tren 2013 tersebut.

Gambar tersebut tentu yang identik dengan Jakarta, yakni tugu monas dan kembang api. Sebab, biasanya jika ada pesta di Jakarta, nyala kembang api tidak bisa terpisahkan di dalam tradisi Jakarta sendiri.

Warna batik ondel- ondel pun cerah- cerah ebagai warna dasar misalnya, ada oranye, biru menyala, merah, hijau, dan warna-warna menyala lainnya. Sengaja dipilih warna- warna menyala agar terlihat kemeriahan dari sebuah pesta ondel- ondel itu sendiri.

Selain itu, warna- warna batik Cirebonan yang identik warna-warna cerah seolah sepaham dengan kemeriahan kota Jakarta.

Kain batik ondel- ondel buatan Yusrianah sengaja dibuat dengan tangan atau biasa disebut dengan batik tulis. Berapa harganya, batik yang memakan waktu satu minggu ini dibandrol Rp.200.00 per- lembar. Ia menyebut motif batik ondel- ondel sederhana, dengan gradasi warna yang sederhana jadilah tak membutuhkan waktu berbulan- bulan.

Namanya bisnis akan selalu ada pahit manis dan Yusri tidak memungkiri hal itu. Selain persaingan yang ketat akibat bertambahnya pemain bisnis batik, dia juga mengatakan kesulitan akan sumber daya manusia (SDM).

Di tempatnya memiliki 16 orang pegawai tetap dan yang tidak tetap ada 40 orang. Kendalanya yaitu kadang- kadang masyarakat masih tradisional. Sayangnya mereka sering tidak fokus bekerja. Karena mereka terkadang ikut acara hajatan, bagus sih, tetapi memotong waktu dan fokus kerja mereka.

Wanita yang tinggal di Plered, Cirebon, ini mengeluhkan kekurangan pembatik senior. Jika anda ingin untuk memesan produk batik miliknya, Yusri membolehkan pemesanan untuk sepotong batik tulis saja, baik desain Yusri ataupun dari pembeli. "Tapi, nanti dikenakan ongkos kerjanya," ujarnya.

Ia pun tidak berkeberatan apabila pembelinya membeli batik secara satuan. Kalau untuk grosir, ada yang namanya minimal pemesanan, yaitu minimal 10 potong. Apabila kamu berminat, pembeli bisa berkunjung ke Yusri Batik di Jalan Syekh Datul Kahfi No. 79, Plered, Cirebon. Pembeli juga bisa mengontak emailnya yaitu melalui: litaharlianti@ymail.com.

Entri yang Diunggulkan

Biografi Jack Ma Orang Terkaya China Alibaba