Pendiri IYE! Young Entrepreneur Biografi Christovita Wiloto

Biografi Pengusaha Christovita Wiloto


pendiri blog iye! pengusaha muda

Biografi Christovita Wiloto memang lebih dikenal pembicara bisnis. Kemampaun komunikasi yang mumpuni. Pendiri komunitas bagi Young Entrepreneur atau blog IYE!. Sekaligus pengusaha muda inspiratif yang dikenal santun, dermawan, dan memiliki banyak talenta.

Dia adalah pendiri blog Indonesisia Young Entrepreneur. Tempat bagi para pengusaha muda menjadi lebih terdidik. Blognya pengusaha muda belajar profil- profil sukses. Bagi pemula ada baiknya mulai membaca blog IYE.

Sekelumit biografi Christovita Wilot kami hadirkan. Adalah pendiri perusahaan Wiloto Corporation, atau Wiloto Corporation Asia Pasific. Dikenal sebagai pakar komunikasi, kemampuan bisnisnya meliputi analisa finansial dan investasi.

Tahun 1990 -an, Cristov memulai karir layaknya orang normal, memulai karir dari bawah. Pekerjaan pertama menjadi pegawai Bank. Layaknya kita, Cristov juga memulai sebagai karyawan biasa, tetapi kemampuan bisnisnya terasah sepanjang karir dan berkembang menjadi pembicara kelas dunia.

Inspirasi Pengusaha Muda


Karir Critov semakin cemerlang lagi ketika mendapatkan gelar Master Manajemen Strategis, Makita Manila, Filipina. Gelar yang membawa namanya menjadi planner bisnis di Bank Tiara, Bank Niaga, dan American Express.

Suami dari Novita Saragi, menduduki jabatan Agency Secretary, setelah 3 tahun berjuang. Hanya orang memiliki skill komunikasi bisnis tingkat tinggi. Jabatan sebagai Agency Secretary, dia disebut- sebut menjadi begawannya komunikasi. Kemampuan berbicara yang didukung praktikal konkret.

Ia dikenal sebagai penulis buku. Dua buku milik Critov dikenal luas dikalangan pebisnis Indonesia.

Buku pertama berjudul "The Power of Public Relation", menceritakan tentang talenta terbaiknya yaitu komunikasi. Buku kedua berjudul "Behind Indonesia's Headline", cerita dibalik studi kasus -50 kasus asli Indonesia-, selain itu menulis artikel untuk Investor Daily dan Bisnis Indonesia. 

"Saya bermimpi, Indonesia bangkit, segera sadar untuk tidak terus menerus didekte asing," jelas dia.

Mimpinya mengangkat young entrepreneur Indonesia. Bagaimana pengusaha Indonesia, yang muda mampu mengelola kekayaan Indonesia sendiri. Pendiri PowerPR ini menyebut bahwa kita haruslah terus belajar. Jangan menjadi rakus akan uang, jangan mementingkan pribadi, tetapi Indonesia.

Penggiat Young Entrepreneur, lulusan Institut Galilee, Isreal, dan Institut Hagai, Hawaii, Amerika Serikat, lebih lanjut perusahaan Indonesia mampu mengambil alih perusahaan gagal, dari Temasek, Khasanah, Chaebol, dan perusaan terkemuka lain yang bangkrut.

Menurut Pengamat Ekonomi, Faisal Basri, namanya termasuk jajaran pemikir luas, sisi humanis, dan segar. Tidak dipungkiri pandangannya luas terutama tentang pengusaha muda. Inilah sosok praktisi public relationship (PR) yang terkemuka.

Memiliki pengalaman dan keuletan yang menjadi contoh kita.Sigit Pramono, mantan Dirut BNI 46, ibaratkan sosok pengusaha Christov adalah sosok perajurit veteran dalam dunia PR. Gaya bahasa lugas, spontan, dan tentu mampu melihat trend populer.

Lalu dari CEO Agung Podomoro, Trihatman K Haliman, dia memiliki brand image kuat untuk jadi bagian perusahaan. Baginya IYE! menjadi akumulasi mimpinya tentang kewirausahaan. Berdiri sejak 2005, menjadi satu wadah bagi anak muda bermimpi menjadi pengusaha.

Bayangkan mahasiswa begitu lulus, sudah memiliki mimpi perusahaan sendiri. Berkat IYE! ditangan Christov menyebarkan virus wirausaha. Bayangkan jumlah anggotannya mencapai angka 15.000 pengusaha muda.

Jika kamu berminat menjadi pengusaha muda, selain membaca disini bisa mengunjungi blog indonesia-young-entrepreneur.blogspot.com

Kepala Desa Merangkap Pengusaha Sosial Nisro

 Profil Pengusaha Salak Nisro


desa penghasil salak

Ceritanya ketika kerusuhan 98 pecah, masyarakat desa juga terdampak hingga rusuh dimana- mana. Mereka mulai menjarahi aset Perhutani. Kerusuhan moneter 1998 berimbah rusaknya tatanan batas hutan. Apakah hutan rakyat ataupun hutan Perhutani terkena perusakan.

Masyarakat desa menjarah lahan dari hutan. Lahan kosong diolah menjadi lahan pertanian. Sisanya hutang menjadi lahan kritis tidak ada apapun. Ketika hutan tetangga dijarah. Untung hutan di Dusun Kalimendong aman. Itu karena masyarakat masih menyadari pentingnya hutan.

Sigap mereka menghadang masyarakat dari luar masuk merusak hutan. Penjarahan besar- besaran itu berhasil dihindari berkat Nisro. Waktu itu, Nisro menjabat Kepala Desa baru setahun, dia sudah rajin menyadarkan warga tentang pentingnya hutan.

Baik secara ekosistem tetapi juga aspek ekonomi. Sukses Nisro berkat menekankan bahwa hutan bisa menghasilkan juga. Selama kita bisa mengolah hutan tetap ada. Disisi lain bisa dimanfaatkan seperti lahan tanpa dirusak. Hutan tetap menjadi hutan. Ada cara bagaimana menghasilkan uang dari hutan alami.
 

Bisnis Pohon Salak


"Hutan tidak hanya menanam pohon," tuturnya. Jika pohon ditanam, dampak pada masyarakat akan sulit dirasakan langsung. Alhasil masyarakat desa tetap miskin, hingga menjadikan hutan jadi lahan adalah pilihan.

Hutan harus juga bermanfaat secara sosial- ekonomi. Nisro menyadari ada komoditas ini. Pohon buah salak memiliki sifat ganda: Melestarikan hutan karena ini dapat ditanam liar. Dan akhirnya, mereka juga menghasilkan uang ketika dijual.

Dia melihat bagaimana hutan Perhutani berubah menjadi lahan salak. Tidak salah. Tetapi perluasan lahan akan mengurangi fungsi hutan. Mangkanya Nisro mengajari masyarakat desa agar tetap bisa menanam. Inilah cara Nisro menghasilkan semangat masyarakat melestarikan hutan.

Hingga hutan kawasan Kecamatan Leksono, termasuk di Desa -nya, tetap asri karena dijadikan lahan hutan yang produktif. Lahan seluas 69 hektar milik Perhutani, dimana ratusan pohon pinus masih utuh. Nisro yang juga merangkap Ketua Lembaga Masyarakat Desa Hutan (LMDH), menjelaskan:

Izin menanam salak di bawah tegaknya pohon pinus tiap dua petak, luas tanah 19 hektar. Lahan itu menghasilkan 16.000 harapannya 24.000 pohon. Nisro juga memberikan saran kelompok tani Sido Mulyo, pada tegakan pohon pinus, bawahnya bisa ditanami albasi.

Pohon Albasi tertanam 16.623 pohon. Hasilnya penghasilan tambahan bagi 510 anggota Sido Mulyo. Dalam setahun mendapatkan tambahan Rp.6 juta per- orang. Bertambah penghasilan, maka warga semakin meningkat kesejahteraan, terlepas dari kemiskinan, sementara pohon hutan tetap lestari.

Menanam salah menggunakan teknik tumpang sari. Pengusaha ini mengatakan inilah yang pertama. Menanam salak diantara tegak pohon pinus. Dan hasilnya ternyata mengejutkan kita. Buah dihasilkan lebih sedap, tidak merusak pohon pinus, bahkan masih bisa ditanami tanaman lain.

Umur empat tahun barulah pohon salak berbuah. Hasil panen ternyata baik. Normal menghasilkan banyak buah. Ini mematahkan mitos "gagal menanam salak dibawah pohon pinus". Berkat teknik ia sarankan ini. Nama Nisro menjadi pemenang Kepala Desa Penggerak Pembangunan Hutan.

Nama kelompok tani mereka, Sido Mulyo, menyabet gelar juara kelompok tani hutan berprestasi. Dia yang hanya lulusan SMA. Membuktikan bahwa menjadi pengusaha bukan tentang ijasah. Tetapi cara kita menganalis dan memberikan manfaat kepada masyarakat.

"Mengajak warga melestarikan hutan harus semangat berbagi," jelasnya.

Hutan asri juga bisa memberikan penghidupan. Bagaimana masyarakat bisa hidup layak. Maka hutan harus dijaga. Tahun 2008 panen mereka mencapai 36.000 pohon dan 60 persen panen. Perlu diketahui pohon salak berbuah sepanjang tahun dengan masa umur 10 tahun.

Sementara usia pohon disana 4- 5 tahun. Cukup buat mengganti pohon baru menjaga ketersediaan. Ia menyebutkan per- pohon menghasilkan Rp.12.500 per- hari.  Satu petani memiliki 25- 50 pohon buah salah. Tahun 2009 akan ada pohon salak baru sampai 1000 pohon.

Sepuluh tahun berjuang melestarikan hutan. Juga memberikan kemaslahatan ke masyarakat. Pohon albanian dan salak menjadi saksi. Nisro memiliki mimpi menjadikan desa wisata. Desa Kalimendong menjadi objek wisata, dengan ketinggian 1.100 diatas permukaan laut, hawa sejuk, 16km dari Kota Wonosobo.

Penduduk desa ada 3.308 jiwa atau 713 keluarga, telah berhasil menjaga kelestarian hutan. Mereka juga menghasilkan penghasilan dari albasia dan salak. Dibanding memilih menjadi petani jagung atau cengkeh, membuka lahan dari hutan, penghasilan mereka lebih baik.

Akhirnya kesadaran menanam pohon salak tersebar ke desa tetangga. Menyebar ke 14 desa di dua kecamatan berbeda, yaitu Desa Leksono dan Sukoharjo. Pihak Perhutani pun diajak bekerja sama. Dari hutan milik pemerintah menghasilkan uang. Dimana warga membiaya 1000 setiap pohon salak.

Di hutan milik negera, yang dijaga Undang- Undang, petani menghasilkan Rp.200 per- pohon dan pihak Perhutani mendapatkan Rp.800. Uang tersebut dimasukan kas LMDH Desa. Kemudian ada 40% albanian buat Perhutani, 20% LMDH, dan Pesanggem 40%.

Sukses menciptakan kondisi lebih baik. Masyarakat yang sangat menghargai hutan. Mereka menjadi lebih peduli tentang hutan. Kemudian mampu meningkatkan perekonomian. Apakah hal lain akan dia wujudkan. Adalah Desa Wisata, ia ingin tamu datang berkunjung menikmati alam dan lezatnya buah salak.

"Saya ingin tak hanya untuk studi banding," jelasnya, ingin orang datang karena ingin menikmati indahnya lereng Gunung Sumbi.

Agar mendukung ini banyak hal dilakukan. Salah satunya, ia mendirikan satu dari tiga gardu pandang di lereng agar pengunjung menikmati pemandangan. Nisro juga merintis usaha kambing ettawa dan kambing lokal. Ternak kambing mencapai 1.800 ekor, memanfaatkan tanaman penganggu buah.

Pendiri Tahu Tauhid Profil Usaha dan Inspirasi

Profil Pengusaha Oteng Juanadi


pengusaha tahu tauhid
Berawal dari usaha rumahan dan dipandang biasa. Kini, bisnis Tahu Tauhid bertransformasi menjadi bisnis menjanjikan, bayangkan ketika orang datang ke Bandung berpikir ini oleh- oleh khas. Tidak mudah memang menjadikan bisnis kita menjadi brand ternama.

Dari dulu sekedar usaha mencari nafkah. Sekarang bisnis Tahu Tauhid bertransformasi menjadi pusat oleh- oleh. Menurut Boy semua berkat kegigihan lintas generasi. Di tahun 1985, Alm. Oteng Junaidi memulai bisnis tahu kecil- kecilan.

Berjalan waktu usahanya berkembang. Terus hingga bisa bertahan melewati jaman. Industri rumahan, usahanya dulu dijajakan berkeliling. "Awalnya ayah saya berjualan di pasar," tutur Boy, anaknya. Ia juga menjelaskan nama dulu masih tahu Lembang.

Semakin berkembang, masuk tahu 90 -an, dibukalah gerai tahu di Jalan Cijeruk, Lembang. Gerai ini resmi menjadi gerai pertama Tahu Tauhid. Gerai kedua lantas dibuka di Jalan Sesko AU, tidak jauh dari Jalan Cijeruk. Namanya masih tahu Lembang tetapi sudah menghasilkan dua gerai.

Titik naik bisnis ketika memutuskan merubah nama. Tahun 2000, ayah Boy memutuskan mengganti nama menjadi Tahu Tauhid. Keinginan bapak menempelkan nama Tauhid jadi do'a. Hasilnya ya nama itu menjadi brand lokal bahkan nasional. 

Nama Tahu Tauhid bertahan dan berkembang sampai sekarang. Gerai Tahu Tauhid berdiri megah di Lembang. Setiap hari ada saja wisatawan mengunjungi. Ada yang sekedar dibawa pulang, tetapi tidak sedikit dimakan di sana.

Bentuk memang mirip tahu Sumedang tetapi berbeda. Begitu Pak Oteng meninggal. Usaha dilanjut ke anak- anak. "Bapak memang ingin namanya jadi Tahu Tauhid," paparnya.

Harga tahu isi 20 butir Rp.30.000. Satu tahunya Rp.1500, dikemas dengan kemasan bambu khas yang unik. Kemasan mirip dipakai mengemas peuyeum dan tahu Sumedang. Dibentuk keranjang lalu dia beri plastik kecap cabai rawit.

Cara Menjadi Pengusaha Lulusan Sekolah Dasar

Profil Pengusaha Yoyo Saputra


pengusaha onderdil karet

Cuma lulusan SD, apa bisa menjadi pengusaha? Begitu kira bunyi artikel pengusaha tersebut. Tetapi fakta bahwa pendidikan tidak menjamin kesuksesan. Karena kita tau siapa bekerja keras dialah yang akan menuai hasilnya. Ini kisah Yoyo Saputra, pengusaha karet lulusan Sekolah Dasar tetapi jutawan.

Pria 41 tahun, pengusaha kelahiran Ciamis, Jabar, hanya memiliki ijasah setingkat SD. Pendidikan yang pas- pasan. Sehingga membuat Yoyo bertekat merubah keadaan. Belajar otodidak pengusaha ini membuka usaha pertama yaitu produksi suku cadang.

Proses belajar cukup penjang. Tidak instan belajar otodidak. Ia memproduksi suku cadang berbahan besi dan karet. Bermula tahun 1982, Yoyo meninggalkan kampung untuk merantau, tidak memiliki bekal apa- apa. Yoyo cuma punya ijasah SD, tanpa keahlian merantau ke Bandung, Jawa Barat.

Dia diterima menjadi buruh pabrik. Tugasnya membuat suku cadang mesin dari karet. Sungguh dia tidak paham sama sekali. Dia tidak memahami permesinan. Tugasnya mencetak sendiri suku cadang dari karet macam kopel dan poli bahkan sampai selang.

Pengusaha Tanpa Ijasah


Kemampuan terasah karena terlatih otodidak. Di tempat kerja, seolah menjadi tempat kuliah, Yoyo mulai mencoba belajar hal lain. Selain sudah mampu membuat produk sendiri. Dia berlatih mencari orderan di luar. Pengalaman tidak terlupakan ketika dia mencari orderan sendirian.

Ongkos kantong sendiri. Yoyo mencari orderan sampai ke Jakarta. Untuk menambah uang sakut, dia menjual jaket kulit kesayangan. Sedih juga. Uang hasilnya hanya cukup buat ongkos berangkat saja. Dia mencari tumpangan ketika pulang ke Bandung.

"Waktu itu saya gagal, ternyata tidak gampang mencari orderan," tuturnya.

Adanya kegagalan bukan menjadi alasan. Pertama kali gagal, Yoyo tidak patah semangat, hingga dia menerima orderan sendiri. Yoyo tidak patah arang. Terus berusaha hingga banyak pengalaman. Dia kemudian keluar dari pekerjaan ketika semua sudah berjalan.

Berani membuka usaha sendiri, usaha yang sama pada tahun 1985 -an. Padahal tidak memiliki modal. Yoyo lantas membuka usaha berbekal pinjaman. Uang pinjaman senilai Rp.200.000. Berbekal uang pinjaman tersebut. Lantas dia membeli mesin press bekas.

Pengalaman mendapatkan orderan membuat percaya diri. Dia mendapatkan orderan sendiri. Pesanan pertama yakin membuat terminal dan klep pompa air. Semua dikerjakan sebaik mungkin. Alhasil pemesan mendapatkan kepuasan. Lambat laun pesanan semakin banyak, orang- orang mulai percaya kualitasnya.

Dikarenakan memiliki modal pas- pasan. Dia harus meminta uang muka. Syukur, Yoyo berhasil buat meyakinkan pembeli, uang muka digunakan membeli bahan karet. Kerja keras membawa kesuksesan itulah prinsip. Ketika krisis monter melanda 1998, apakah yang terjadi dengan bisnis kecil Yoyo.

Ternyata bisnisnya mampu bertahan. Pesanan justru berlipat- lipat. Sayang tidak semua pesanan itu terpenuhi. Usaha Yoyo masih terlalu kecil. Selain itu, harga bahan baku karet naik 300 persen, dia sendiri enggan menaikan harga. Pesanan banyak karena orang melihat harga lebih murah kala itu.

Selain menanggung selisih harga naik. Dia juga menanggung nilai PPn, untuk setiap bahan karet yang dibelinya. Jujur pajak semacam itu membebani. Apalagi status masih pengusaha kecil. "Usaha saya ini masih kecil," ia mengeluh. Tentu tidak bisa disamakan industri besar.

Menanggung harga bahan baku yang terus naik. Ditambah PPn, seolah memaksa Yoyo bersikap tegas menaikan harga. Meskipun banyak pelanggan tidak memahami keadaan ini. Alhasil sebagian besar membatalkan pesanan. Yoyo kemudian memutar otak mengakali selisih harga ditanggung.

Maka ketika bahan baku naik. Yoyo bersiap menekan keuntungan. Satu- satunya cara, dia menekan keuntungan dari 15% jadi 10%. Jika tetap dipertahankan naik harga. Dia justru akan melihat banyak pelanggan lari ke tempat lain. Usaha sejenis Yoyo sudah bertambah banyak dibanding dulu.

Jika tetap pelanggan mengalihkan orderan. Hanya bisa pasrah menganggap bukan rejeki. Sikap ikhlas berbisnis inilah kunci sukses lain. Pesanan lain tetap datang. Tugas Yoyo hanya memberikan produk berkualitas dan layanan prima.

Pesanan tetap datang stabil. Bisnis Yoyo menghasilkan 11 mesin pres, dan mesin bubut, dibantu 7 orang pegawai. Omzet sampai Rp.25 juta adalah indikator kesuksesa Yoyo bertahan. Ia merintis usaha dari nol berbekal ijasah SD. Meski berhasil Yoyo mengaku tidak berpuasa hati terus berusaha.

Cerita Dibalik Kesuksesan Pengusaha Burger Klenger

Profil Pengusaha Velly Kristanti 


profil pengusaha burger klenger

Tidak mudah bagi Velly Kristanti memulai bisnis. Pengusaha wanita ini pernah merasakan jatuh dan bangun membangun satu bisnis. Dari bisnis yang gagal, dia tetap percaya diri memulai bisnis lain hingga sukses seperti sekarang. Pengusaha yang punya puluhan franchise ini menceritakan kisahnya.

Tahun 2002, dia hanyalah pegawai kantoran dan sang suami, Gatut Cahyadi, sok jualan berbisnis kuliner bernama Pondok Sayur Asem. Mereka waktu itu mengerjakan sambil tetap bekerja. Sayang bisnis tersebut gagal. Velly sempat frustasi karena gagal berwirausaha.

Tahun 2004, Velly memilih mengundurkan diri, kemudian fokus mengejar wirausaha. Waktu itu dia menjalankan bisnis advertising syariah. Lagi- lagi kegagalan menemui Velly. Dilanjut bisnis IT yang tidak jauh berbeda nasibnya.

Kesuksesan belum menghampiri wanita berhijab ini. Memulai bisnis dari nol kembali memang tidak mudah. Sempat gagal berulang kali, satu- satunya sisa adalah bisnis Pondok Sayur Asem. Meskipun masih berdiri tetapi tidak menghasilkan. Dia tidak peduli akan keberadaan bisnis tersebut hingga satu hari.

Bisnis Burger Klenger


Dia ingin berbisnis kuliner kembali. Ide tentang makanan anak muda membayangi. Dalam benaknya bagaimana membuat makanan khas kekinian. Bagaimana meracik makanan burger menjadi sedap. Makanan berat yang di Indonesia dijadikan cemilan ini butuh sentuhan.

Dia ingin cita rasa khas Indonesia disini. Aneka buku kemudian dia pelajari. Tujuannya menciptakan satu cita rasa cocok dilidah kita.

Pondok Sayur Asem berdiri tahun 2002. Dimana dia masih bekerja sebagai account manager BBDO Komunikas. Bisnisnya terletak di Pekayon, Bekasi, Jawa Barat. Memang bisnis tidak total karena mereka tidak turun tangan sendiri. Alhasil sempat ada percecokan dengan juru masak usaha mereka.

Karena memang juru masak dianggap tidak sesuai, baik cara memasak sampai menu makan. "Ilmu kasak didapat dari ibu saya," jelasnya.

Dua tahun kemudian sang suami bekerja ke Jepang. Mungkin karena jabatan yang sudah mapan. Ia membujuk Velly untuk fokus. Dia menyarankan mengejar mimpi wirausaha. Velly setuju. Dia lalu mendirikan perusahaan advertising hingga IT.

Dia menawarkan bisnis marketing mobil. Mungkin istilah sekarang marketing online. Sayangnya, waktu itu, orang belum banyak berminat. Lulusan D3 Sastra Belanda UI tersebut, tidak putus asa dan mencoba bisnis kerajinan tangan.

Sayang, bisnis kerajinan tangan juga gagal, keberuntungan seolah menuntunya kembali ke bisnis kuliner. Modal sewa rumah PSA masih sisah 1,5 tahun, ada karyawan 15 orang, hingga peralatan masak. Uang dikantong tinggal 30 juta. Akhirnya pasangan ini sepakat melanjutkan bisnis PSA meski seadanya.

Terbersit pikiran membuka usaha burger. Karena tidak cukup uang maka pinjam uang. Velly pinjam uang atasannya Pak Aris Budiharjo. Karena tidak punya keahlian membuat burger. Aneka buku masakan dia borong. Dia membuat sendiri resep daging khas Indonesia.

Marketing pertama dijualnya ke kerabat dan teman. Responnya bagus. Bahkan teman yang semula tidak suka burger, kini menjadi pelanggan Velly. Terdiri roti lembut dan daging spesial berbumbuh khas. Burger buatannya memang bikin klepek- klepek. 

"Kata suami Klenger berarti keenakan atau klepek- klepek," inilah awal nama bisnis tersebut. Nama tersebut dianggap mewakili rasa, dan juga harapan agar mudah diingat.

Sesudah mendapatkan nama tinggal dipasarkan. Sebagai pakar advertising, mudah baginya langsung mendesain logo dan memilih warna logo. Logo burger bertuliskan nama Klenger Burger diatas ikon burger, tidak disamping seperti nama burger lain.

Filosofi dibalik penemapatan nama itu ada. Kata Velly menuliskan nama tersebut berarti tidak boleh memandang sebelah sisi. Istilahnya beyond burger atau lihatlah ke segala aspek. Berdiri sejak 10 Februari 2006, sudah ada hak paten, ada ijin SIUP peroranganya, sudah ada sertifikat halan MUI nya.

Sudah memiliki pembeli franchise, mampu menghasilkan 38 outlet cepat. Sayangnya, cobaan hadir kembali ketika rekan kerjanya berniat buruk. Satu mitra menjanjikan investasi dan pengembangan lebih besar. Dia yang tidak punya pengalaman setuju mengikuti usulan.

Ditipu orang, modalnya terkuras, hampir frustasi, namun sang suami meyakinkan Velly agar menjadi sosok ikhlas. Kepercayaan bahwa tidak ada yang tidak mungkin. Ikhlaskan kasus tetapi memilih jadi sosok positif melanjutkan berbisnis.

Gara- gara kasus tersebut penggunaan nama Klenger Burger masih berselisih. Jadi jangan kaget kalau kamu melihat nama bisnis sama. Walaupun, akhirnya, nama Klenger ditinggalkan kemudian berubah menjadi "D" jadi Klender Burger. Terkadang adapula orang yang sembarangan memakai nama tetapi diacuhkan.

Dia enggan mengungkit kasus lama. Yang terpenting bagaimana mengembangkan bisnis. Dibawah satu panji bendera, PT. Karya Anak Negeri (KAN), dari Februari 2011, ada 82 outlet di Jabodetabek, Bandung, Kuningan, Bali, dan Medan. Adapun 20 outlet waralaba sisanya bersifat investasi pribadi KAN.

Sebulan, bisnis Klenger Burger, mampu menjual 100 ribu burger. Harga rata- rata adalah Rp.17.500 ribu. Omzet direguk bisnis mereka mencapai Rp.1,75 miliar rupiah. Bisnis mereka tidak berhenti di sana. Olahan baru dikembangkan seperti Pizza Kriuk, Clemots Coffee, dan Kweker Fried dan Grilled Duck.

Pizza buatan Klenger Burger bercita rasa Indonesia. Contoh pizza berasa balado atau berasa sate. Ia juga membuat tempat jualan senyaman mungkin. Pokoknya bisa dijadikan tempat kongkow asik. Dia membuat satu lingkup bisnis, Foodteran atau kafetaria, yang menjual pizza, kopi, dana ayam/bebek.

Contoh sukses bisnisnya, sukses menggaet anak Mantan Wakpres Boediono, yang bernama Dios Kurniawan menjadi pemegang waralaba. "...membuka outlet di Jalan Salemba, di depan RS. MH. Thamrin, pada 25 Juli 2010 silam," jelasnya.

Bisnis menjelajah


Ia mengaku tidak belajar khusus. Tidak belajar kepada Chef manapun. Velly hanya berpekal mencoba trial and error. Berbagai macam buku tentang burger dipelajari. Nama Klenger berasal dari Jawa yang bisa berarti "setengah mati", atau "klepek- klepek" karena rasanya.

Velly sendiri menganalogi nama Klenger jadi "tobat sambel". Tau bahwa sambal pedas tetapi tetap mau lagi dan lagi. Harapannya produk burger Klenger akan membuat ketagihan. Begitulah nama jadi terkenal di masyarakat, khususnya anak muda tertarik karena nama yang unik.

Servis maksimal dan rasa memuaskan. Bisnis burger Klenger mampu menggaet target pasar. Nama itu sendiri sebenarnya sudah dipatenkan atas nama Velly. Meskipun begitu, toh tetap masih ada saja orang memakai nama tersebut, dia sendiri mewanti- wanti agar pelanggan tidak mudah terkecoh.

Logo Klenger memiliki filosofi, dimana ia berharap nama logo akan membaur. Seperti halnya nama yang terletak di tengah- tengah gambar. Harapan bahawa nanti burger Klenger bisa menjadi bagian dari masyarakat, tak terlepaskan.

Pendekatan rasa merupakan ujung tombak bisnis Burger Klenger. Bahkan semua disesuaikan dengan cita rasa lokal. Ambil contoh, burger Klenger di Medan, akan bercita rasa masyarakat lokal yang suka telur.

Dia juga mencipatakan marketing menarik. Seperti burger instan, konsep take away, mambuat burger Klenger bisa ditemui di mini market. Ditambah konsep Foodtren, burger Klenger dibantu brand lain dibawah bendera KAN, ada Pizza Kriuk dan Clemots Coffee bersama wifi gratis buat kongkow anak muda.

Godaan membuka usaha di luar negeri bukan tidak ada. Namun, Velly merasakan banyak hal perlu dia kerjakan. Dia juga aktif mengawasi outlet dan mengelompokan sesuai kebutuhan.

Ibarat kuliah bisnis semua harus dijalani penuh. Semester pendek, dilalui Velly dan suami, merasakan rasa gagal dan mengulang kembali dari nol. Ibu dari Rizki dan Zahra ini. Mengatakan meski sudah sukses masih banyak perlu diperbaiki. Terutama tentang SDM, bukan proses instan tapi berjalan terus menerus.

Entri yang Diunggulkan

Biografi Jack Ma Orang Terkaya China Alibaba