Gadis Cantik Pengusaha Clay Putri Pucen

Profil Pengusaha Putri Melati Kusumaningrum


 
Impiannya menjadi pengusaha. Dia adalah Putri Melati Kusumaningrum, atau biasanya dipanggil Pucen, biar akrab katanya. Didukung kemajuan teknologi, pengusaha muda berusia 20 tahun  ini cuma berbekal ketrampilan dan situs jejaring sosial Instagram.

Dari tempat tinggalnya, sekaligus jadi pusat produksi, Jalan Ring Road Utara No.34, Desa Maguwoharjo, di Kecamatan Depok, Kab.Sleman, Yogyakarta. Gadis yang tengah menempuh pendidikan mahasiswa, yang sudah semester 6 jurusan Bahasa Prancis, UGM, mengaku sukses berkat hobinya semenjak remaja.

Bisnis SMP


Tepatnya sejak SMP, dia memiliki hobi unik, yang jarang dimiliki anak seumurannya. Yakni hobi membuat miniatur buatan tangan. Kecil- kecil lucu, dimana dia membuat miniatur dari tangannya sendiri. Ia juga hobi membaca buku kerajinan lokal, yang sukses ekspor dan impor.

Muncul lah ide bisnis aneka kerajinan berbahan clay. Ia mulai menawarkan ke teman- teman sekelas. Dia membuat gantungan kecil kemudian dijajakan. Waktu menjajakan barangnya, dia masih duduk bangku SMP 215 Jakarta Barat.

Pucen lantas terus mengembangkan produknya. Dari aneka miniatur menjadi lebih luas. Sejak lulus SMA dia mulai membuat karakter. Yang kemudian dia menawarkan lewat sosial media Facebook. Hasilnya ia melah tercengang karena banyak orang tertarik. Kemudian dia berlanjut menajajaki Instagram juga nanti.

"Saya kwalahan untuk memenuhi pesanan calon pembeli," ceritanya. Mereka sangat tertarik loh. Bahkan pemesan merambah sampai ke luar negeri.

Namun dia tidak menjual ke luar negeri. Lantaran biaya kirim lebih mahal dibanding bahan utama clay. Nama bisnisnya Sisterclay, tepat berdiri pada 4 Maret 2011 silam, bisnisnya sempat membuat keteteran sekolah. Kemudian ia memberi kuota 50 frame saja, ukuran 15cmx20cm, karakter imut dalam frame itu laku.

Saking lakunya harga Rp.180 ribu tidak masalah. Di tahun 2014 menjadi titik omzetnya menanjak. Alhasil dia kini sudah memiliki pegawai sendiri. Sisterclay memproduksi clay karakter sesuai pemesan. Cocok buat pasangan couple yang ingin mengabadikan kenangan mereka.

Kewajiban sebagai mahasiswa juga harus dijaga loh. Maka Pucen pandai- pandainya mengakali jadwalnya berkuliah. Harga frame Sisterclay antara Rp.230 ribu ukuran 20cmx25cm, dan Rp.250 ribu buat ukuran 24cmx30cm. Untuk dua ukuran saja sudah memproduksi 200 sampai 350 frame artistik setiap bulannya.

Dalam sehari dia mengatakan, pemesanan sampai enam sampai dua belas frame. Agar mampu memenuhi pemesanan yang meningkat dia mempekerjakan tenaga tambahan. Calon pembeli dijaring lewat sosial media miliknya di Instagram. Nama akunya Sisterclay, penjualan tidak termasuk ongkos kirim ya teman.

Pembelinya datang dari berbagai penjuru Indonesia. Pembeli asal Papua bahkan rela membiayai dimana ia membiayai biaya pengiriman yang mahal. Ia berminat mengembangkan usahanya ke luar negeri. Sayangnya ya terbentur biaya pengiriman ke luar negeri.

Bahkan ke Malaysia saja, Pucen bilang belum sanggup, namun demikian niatnya tidak menurun. Ia ingin lebih dari bisnisnya. Hasrat terbesarnya adalah tidak menjadi pegawai seperti kedua orang tua. Berbisnis ini ia mampu menghasilkan banyak uang. Dia sudah bisa menggaji pegawai sampai Rp.1,5 juta per- bulan.

Dia bisa membiayai kuliah sendiri. Pucen ingin seperti kakaknya yang juga pengusaha. Tidak mau menjadi karyawan meski gajinya besar. Menjadi pengusaha dia mampu menolong orang lain. Berkat Sisterclay ia bisa membeli mobil sendiri.

Dia memberikan saran hargai hobi kamu. Kemudian cari passionya. "Hargai hobi kamu, cari passionya lalu gali terus," saran Pucen. Maka ketika kamu memulai tidak akan ada hambatan berarti. Dia memulai dari produk sederhana kemudian berkembang lebih kreatif. Jadi jangan tunggu lama menyempurnakan produk kamu!

Biografi Made Bali Pemilik Bisnis Kayu Bekas

Profil Pengusaha Made Sutamaya 



Jika orang ke pantainya Bali bersenang- senang. Disebuah sudut, ada sosok Made Sutamaya, yang tengah asik mencari sampah. Barang tidak berguna tersebut dirubahnya menjadi emas. Loh, bagaimana caranya, ya dengan merubahnya menjadi barang daur ulang. Inilah kisah pengusaha asal Bali.

Made mengingat semua bermula puluhan tahun silam: Made tengah asik melamun memandangi tumpukan sampah di tepi pantai. Dia mengingat ada puluhan potong ranting, potongan kayu juga ada, aneka ukuran menumpuk seperti gunung. Tiba- tiba kepikiran mengumpulkan mereka.

Dikumpulkan kemudian dirubah menjadi sesuatu. Made dari sekedar iseng mampu menghasilkan jutaan rupiah.

Bisnis sampah


Alkisah dia bercerita pernah bekerja di galeri seni. Made paham soal mabel, terutama bagaimana membuat kerajinan furnitur. Lantaran tragei bom Bali 2002, bisnis perusahaan tempatnya bekerja mengalami masa sulit. Sepi maka berdampak kepada penghasilan Made pribadi.

Ketika dia melihat tumpukan kayu limbah di tepi pantai. Muncul lah ide membuat furnitur berbahan dasar kayu bekas. Dia memang bukan ahli desain interior. Namun kreatifitasnya melalang buana lebih jauh. Jika penulis istilahkan melampaui mereka yang berpendidikan tinggi.

Bayangkan membuat furnitur berbahan bekas?

Bahannya gratis. Ia tinggal mengumpulkan dan dibawa pulang. Selain itu juga membantu lingkungan pula. Ia menceritakan penuh semangat -sambil memunguti ranting pohon, namun awalnya dia sama sekali tidak membayangkan bentuknya, bahan kayu- ranting bekas mau dibikin apah.

Dia memungut kayu bekas sampai dua kantung. Dibawanya ke rumah, lantas dimasukan ke galeri kecil- kecilan miliknya. Ayah empat anak ini lantas membongkar- bongkar ranting tersebut. Seolah seperti satu permainan puzzle hingga Made menemukan bentuk tepat.

"Saya menjadikan ranting- ranting itu penghias pinggiran kaca rias," jelasnya. Setelah itu Made akan mulai menawarkan dan laku Rp.200.000.

Ia menuturkan terbantu akan pamor Bali. Kerajinan tangannya begitu tersohor dikalangan wisatawan asing. Ya mudah baginya menjual hasil karya tersebut. Mereka bahkan meminta lebih variatif soal model. Inilah peluang usaha dibayangkan Made. Makalah dia pulang, semakin bersemangat buat mencari limbah kayu.

Ia akhirnya mendesain hiasan dinding, meja rias, harganya bervariasi dari ratusan ribu sampai bisa jutaan rupiah. Mungkin terlihat gampang tetapi tidak juga. Made lantas bercerita kepada Indotrading.com soal perjalanan bisnisnya. Dimulai tahun 2003, sempat bekerja di perusahaan mabel sampai 23 tahun lamanya.

Bisni Kiosk Gallery ternyata susah- susah gampang. "Ya saya memang punya mimpi ingin sekali menjadi pengusaha," Made semangat. Modal awalnya memang murah, tinggal kantung plastik, kayu bekas, dan juga paku. Sangat beruntung pengalaman bekerja di toko mebel begitu berasa mendukung bisnisnya kini.

Punya galeri sendiri


Ia yang hanya lulusan sekolah menengah atas. Mendadak menjadi jutawan bermodal sampah. Kayu didapat gampang ketika musim hujan. Kan kayu akan hanyut dari asalnya lewat sungai lalu ke laut. Kemudian dia mengumpulkan mereka jika sudah terbawa ombak ke pantai.

Ia menjelaskan bahan dikumpulkan ialah patahan kayu dan ranting. Membangun bisnis tidaklah mudah. Ia ingat betul awalnya dia cuma ngontrak. Dari uang jerih payah menawarkan kesana- kemari. Uang tersebut dibuat ngontrak satu rumah, yang disulapnya menjadi workshop sederhana. "Awalnya saya ngontrak dulu..."

Sukses kemudian penghasilan Made dijadikan rumah. Membeli rumah, kemudian Made kembali menjadi "pemulung" dipinggiran pantai. Dengan jarinya merakit sendiri produknya. Kebanyakan kayu tersebut ia katakan masih layak pakai. Tinggal dikeringkan karena habis terendam di laut lumayan lama.

Dirakit dulu kemudian barulah didesain bentuk. Kayu dijadikan berbagai perkakas rumahan. Kalau sudah bentuk interior dianggapnya paling susah. Dia menyebutkan butuh lebih dari sekedar merakit. Desain yang dia rencanakan harus detail termasuk penggunaan bahan kayu apa.

Dilanjutkan mau bagaimana agar konstruksinya kuat. Beda jika dia membuat patung burung, ya tinggal ia pakai imajinasi.

Bebekal pengalaman bekerja sebagai pegawai furnitur. Dia juga memiliki pengetahuan tentang desain interior. Kioski Gallery cuma berbekal paku dan kayu bekas. Potongan kayu panen ketika musim hujan tiba. Namun ketika musim panas, makalah dia kebingungan ketika harus mencari kayu- kayu bekas.

Dia hanya memilih kayu terbaik. Interior desain bikinan Kioski Gallery tidak disangka. Wujudnya seolah dibuat oleh lulusan sekolah desain. Keperluan interior produknya ekslusip, harganya bervariatif ya dari bernilai ratusan ribu sampai jutaan. "Macam- macam ya hingga Rp.6 juta," paparnya.

Konstrukis kayu kuat. Ketahanan luar bisa. Dia sudah memilah dahulu. Kayunya keras sekali, kenapa keras ternyata ada rahasia alam, bayangkan saja ikan keras terendam air laut. Ikan diawetkan pakai garam kan? Nah, prinsip ini diaplikasikan kekerasan kayu tersebut, kayu- kayu terendam sampai berpuluhan tahun bisa.

Konstruksi kayu terbentuk karena proses kimiawi. Terombang- ambi di air kemudian mengawetkan produk buatannya tanpa pelapis kayu! Ketahanan kayu menurut Made sampai 20- 30 tahunan. Bisnis yang dijalankan Made merupakan hobi. Jadi senang lah menekuni bisnis tersebut dan menghasilkan uang.

Bahannya kayu bekas di pinggiran pantai. Sambil menyelam minum air laut. Sambil menjadi pengusaha juga menjaga lautan. Sambil menghasilkan uang lingkungan terselamatkan. Beruntung Made tinggalnya di pinggiran panta jadilah kepikiran. Pria kelahiran 10 Oktober 1967 ini memang bukanl sembarangan orang.

Bisnis Eropa


Macam desain interiornya sudah merambah Eropa. Dari lampu sampai meja rias, semuanya adalah hasil pemikirkan kreatif Made Sutamaya. Sejak didirikan 2003 silam, kini, bisnisnya sudah merambah sampai ke Eropa, mulai Belanda, Prancis, Italia, sampai Afrika.

Pertama kali berbisnis dia membayangkan. Dia menunggu sambil melamun di galerinya, di Tegalalang, Bali. Karena sepi sangat dia terpaksa bergerak. Made bergrelia mencari pembali sendiri. Jalan terbaik ia mengikuti aneka pameran. Inilah alternatif mencari pembeli dan meningkatkan brand awerness nya.

Berawal dari pameran satu, ke pameran lainnya Kioski Gallery mulai mendapatkan pesanan. Made sangat menyarankan buat pengusaha pemula seperti kita: Ikutilah pameran bisnis dimanapun. Sukses menjual di event atau pameran, dia banting stir memanfaatkan sosial media Facebook, Twitter, dll.

Made mulai dikenal sebagi desainer interior kayu bekas. Omzetnya mampu nembus Rp.300 jutaan loh. Ia menyabet banyak penghargaan berkat itu. Sebut saja Prama Karya Award 2015 oleh Presiden Joko Widodo atau Jokowi. Dibantu oleh 30 orang karyawannya, yang kebanyakan merupakan putus sekolah.

Ibu- ibu pengangguran direkrutnya. Ia membina dan mempekerjakan mereka. Kemudian dia memiliki 250 mitra bisnis tersebar di seluruh Indonesia, ada di Bali sendiri, Lombok, Jawa Timur, dan Sumbawa. Dia sendiri aktif mengajak anaknya menjadi penerus bisnis sekarang. Ia mengikutkan banyak pameran bersama dia.

"...mereka juga dilibatkan dalam pembuatan seni ini," Made berharap usahanya tidak akab berhenti disini. Akan ada penerus buat bisnis kelak yakni anak- anaknya.

Tantangan buat Made ialah bahan baku ada ketika naik air. Ketika banjir bahan kayu akan banyak kumpul. Maka ketika musim panas maka dia menyiasati. Termasuk mengumpulkan kayu tersebut dahulu. Saran dari Mada bahwa pengusaha harus agresif memasarkan. Janganlah menunggu pelanggan datang tetapi datangi.

Kaya Karena Jualan Bros Untungnya Resign Pekerjaan

Profil Pengusaha Novi Indah 



Sukses Novi Indah memang sangat sederhana. Cuma berbekal "sampah" disulapnya menjadi uang puluhan juta. Bayangkan dari kulit ikan dijadikan omzet Rp.14 juta per- bulan. Umur 29 dia nekat keluar pekerjaan karena ingin menjadi pengusaha.

Berwirausaha memang sudah menjadi tujuan akhir. Awalnya dia mendapatkan cibiran loh. Tetapi dia dapat buktikan bahwa dia mampu. Ide merubah sisik ikan menjadi bros berhasil. Jadilah ibu satu anak ini mampu menghasilkan uang berbekal limbah ikan.

Dia putuskan berhenti pekerjaan. Walaupun begitu tidak mudah, bayangkan apa mungkin hobi mengkoleksi limbah ikan menjadi uang. Tidak terbayangkan dibenak pikiran orang biasa. Tetapi pikiran pengusaha Novi membawanya ke arah kewirausahaan.

Ide bisnis Novi sangat simple kok. Dibenaknya apa buatanya unik. Tidak semua orang terpikirkan akan membuat bros darisana. Orang bilang dia mengerjakan bisnis ecek- ecek -bisnis murahan. Bisnis sampah karena memang begitu bahannya. Namun di luar sana ternyata lebih banyak orang menghargai usahanya ini.

"...saya dihina tapi saya jalan terus," Novi mengenang awal mulanya.

Lantas dia memberinya nama Vay Craft Indonesia. Cara membuat bros kulit ikan gampang nih. Awal- awal sisik ikan dicuci sampai bersih 2 kali pencucian. Dia menggunakan diterjen biasa. Lantas dicuci kembali dan dikeringkan dengan diangin- anginkan.

Ia mengatakan tidak menggunakan sinar matahari. Kemudian diberi pemutih atau pewarna tekstil sesuai selera. Harga jualnya Rp.20- 30 ribuan. Usaha dimulai sejak 2008 menghasilkan omzet Rp.6 jutaan diawal bisnis. Wanita asal Sidoarjo tersebut lantas melebarkan sayap bisnisnya sampai ke penjuru Indonesia.

Kemudian dia merambah produk lain. Limbah kain perca dirubahnya menjadi bisnis. Dia membuat aneka bros sampai tas. Harga tas berkisaran Rp.115- 200 ribu per- buah. Untuk jualan tas sendiri omzetnya ia dapat Rp.4 jutaan. Bros kain perca kisaran Rp.10- 15 ribu dan omzetnya mencapai Rp.4 jutaan.

"Saya akan total berwirausaha," paparnya. Dia sendiri meyakinkan dirinya membesarkan. Total semu

Dulu Dibully Sekarang Sudah Kaya Dicari- Cari

Profil Pengusaha Ollie Forsyth 


 
Sering dibully tapi sekarang pengusaha muda. Inilah kisah Ollie Forsyth. Bahkan Ollie sempat mau bunuh diri. Dia menderita disleksi. Susahnya belajar di sekolah biasa membuatnya tangguh. Kelahiran Pury End, dekat Towcester, Northamptonshire, pernah belajar di sekolah kebutuhan khusus.

Ia mendeskripsikan sekolah kebutuhan khusus hebat. Dimana dia benar disuport oleh guru. Namun ketika ia masuk ke sekolah biasa. "Saya memiliki tiga tahun terburuk hidup saya, dibully setiap kali dan termasuk bullying cyber," kenangnya.

Dia waktu itu pindah ke Dorset. Disanalah dia bersumpah akan merubah nasib diumur 20 tahun. Salah satu pemberi doronganya adalah, siapa lagi, kalau bukan miliarder disleksia Richard Branson. Secara pribadi Richard memberi dorongan kuat. Baginya entrepreneurship sudah merupakan jalan hidupnya.

Meski tidak pernah bertemu pribadi. Ollie pernah melihat program televisi pernah dia bintangi. "Branson sangat memberi inspirasi," Ollie menjelaskan. Perasaan tersebut tertanam, dimana dia bertekat memberi "balas dendam" kepada mereka.

Balas dendam pengusaha


Ketika lulusa sekolah menengah, yah akhirnya masa dibully sudah selesai, Ollie dengan penuh semangat menjalani hidup sebagai entrepreneur. Teman tukang bully sudah melanjutkan hidupnya. Sementara Ollie berjuang keras membuktikan bahwa mereka salah.

Tidak mudah, butuh banyak belajar mengendalikan kekurangan -menjadi kelebihan. Belajar dari Richard Branson menjadi satu- satunya jalan. Akhirnya dia meluncurkan bisnis pertamanya di umur 13 tahun. Ia lebih muda setahun dibanding ketika Richard Branson mulai.

Ollie tidak pernah membagi kisahnya. Dia memilih diam dibully. Sampai keinginan menjadi entrepreneur mendorongnya bicara. Dan seorang konselor di sekolah berkata: "Kamu harus membiarkannya begitu saja dan kamu akan menjadi miliarder kelak."

Ini semangat lain, ketika selesai sekolah dia semakin bersemangat berwirausaha. Beruntung dia bukanlah sosok penggerutu tanpa tindakan. Meski sempat mau bunuh diri. Dia sempat mencari jawaban atas ketidak beruntungannya. Jalannya ketika dia menemukan Richard Branson -sesama penderita disleksi akut.

Entrepreneurship mendorongnya ingin hidup. Ketika dia ingin mengakhiri hidupnya. Dia menemukan satu cara menjadi berarti buat orang lain. Dia bersumpah bahwa dia akan menjadi jutawan. Dan suatu saat para tukang bully akan datang menjadi pegawainya dan terbukti empat orang temanya minta pekerjaan.

Awal dia mulai dengan bisnis sangat sederhana. Dia jualan teh dan kopi. Ia menjualnya 20 sen per- cupnya dan 20 sen lagi buat nambah. Ollie dibantu orang tuanya, mereka meracikan kopi buat Ollie. Dia juga mulai berbisnis sederhana seperti memotongkan rumput, membawa jalan- jalan anjing, buat 20 sen lagi.

Kewirausahaan disleksia


Bisnis besarnya yakni Ollie's Shop. Yang mana toko online buat aneka hadiah, termasuk aneka perhiasan -kalung, gelang, dan cinci- , kemudian hiasan dinding, sabuk kulit, dan juga dompet. Dia menyebutnya satu hadiah terbaik buat remaja dan orang tuanya.

Dengan bantuan orang tua dan teman setia, dia mulai berbisnis lebih serius. Dimana dia menyetok dari China buat dijual kembali. Berhasil, dia menghasilkan uang, dimana dia mengaku menghasilkan untung sampai 2.500 pounds, selama enam bulan berjalan dari awal sampai sekarang terus menghasilkan uang.

Dalam enam bulan dia sudah menghasilkan. Semangatnya semakin berapi, percaya bahwa ini merupakan jalannya, "Saya sedang beruntung." Dia tidak pernah kehilangan uang atau merugi uang. Tetapi perjalanan bully tidak berhenti ketika dia masuk ke sekolah Bruern Abbey, sekolah asrama di Oxfordshire.

Dia menduga kali ini soal kecemburuan atas passionnya. Mereka cemburu melihat Ollie bersemangat buat berwirausaha. Disisi lain mereka menyerang satu- satunya kelemahan: Pendidikan! Yah mereka menghina cara dia belajar. Bagaimana kemampuan Ollie beradaptasi dengan pelajaran di sekolah biasa.

"Saya tidak pernah tau apa mereka inginkan dari saya," ujar Ollie. Dia merasa anak cowok tidak pernah bisa cocok dengannya. Memalukan sih sebagai anak cowok Ollie dibegitukan. Dia cuma bisa mengingatkan bahwa setiap orang memiliki perbedaan termasuk cara belajar, tidak cuma penderita disleksia.

Ia juga menyarankan bagi korban bullying. Tetaplah kamu terus maju jangan melihat ke belakang. Alirkan rasa marah mu ke mimpi dan membantu orang lain, membantu mereka yang juga merasakan apa yang dia rasakan.

Dia menjadi volunter diberbagai badan amal, dari Anglia's Children's Hospice, Army Benevolent Fund's The Soldier's Charity, dan menjadi ambasador Winners Win, dimana merupakan badan amal online buat mereka pengusaha bersosial. Dia juga menggunakan uangnya sendiri, membantu pengusaha muda lainnya.

Bisnis tidak pernah mati


Dia menyarankan setiap anak buat berwirausaha. Baginya jalan entrepreneurship merupakan cara menjadi dewasa, mengambangkan mimpi, dan harapan bagi setiap orang -bagaimana pun keadaanya. Baginya adanya mentor merupakan hal penting. Ollie mengawali dengan mencari orang sukses di lokal kalian.

Atau, kamu bisa mencari anake cerita sukses, atau melihatnya lewat video YouTube. Diumur 16 tahunan, ia mendirikan perusahaan bernama Charmou, dimana fokusnya buat bisnis ecommerce fasion. Dia memiliki 23 brand aparel, 250 produk, dimana fokusnya adalah seluruh dunia.

Mimpinya Charmou mampu menarik 365 brand baru. Untuk pendidikan selanjutnya adalah entrepreneur lagi. Dia mau masuk sekolah Peter Jones Enterprise Academy, yakni sekolah bisnis yang didirikan oleh Peter Jones, seorang serial entrepreneur dan salah satunya panelis acara wirausaha Dragon's Den.

Dia ingin menjadi miliarder sebelum 20 tahun. Atau diumur ke 20 -an, dan dia akan sangat bahagia jika ia mencapainya. Uang bukanlah masalah. Baginya dia menikmati menjadi pengusaha. Dia lebih memilih cara menjadi pegawai sekaligus bos diri sendiri.

Dia juga memiliki agensi digital bernama UNBXD. Dimana dia bekerja sama dengan kawan sekolah, yang mana memiliki lebih dari 40 klien, termasuk selebriti, juga berminat pada bisnisnya. Hari ini, diumur yang baru 17 tahun, dia sudah memiliki delapan perusahaan mengglobal loh.

Ollie belum bisa membaca. Sampai umurnya 15 tahun dia tidak bisa membaca. Dimana umurnya 16 tahun tidak punya kualifikasi melanjutkan pendidikan. Tetapi jalur pendidikan tidak menghalangi ambisinya. Ia ingin menjadi miliarder sebelum umur 20 tahun. "Saya menggunakan imajinasi membangun bisnis dari nol"

Percaya diri, dia menghubungi 10 suplier berbeda seluruh dunia, dan bekerja sama membangun bisnis yang berbasis persaudaraan. Ia mampu mengajak mereka memberi 10 sample gratis. Lalu dia memiliki 100 sample menjualnya semua. Semuanya terjual menghasilkan banyak uang!

Tidak berhenti disana karena dia menemukan UniBell sebuah aplikasi. Disana anak kuliahan bisa menjual dan membeli di universitas. Dia menyebutnya eBay nya sendiri. Memang sudah pernah ada, tetapi Ollie pengen lebih besar menyebar ke penjuru universitas seluruh Inggris dan menyebar sangat cepat.

Dia juga pengen membuat proyek pipa minyak, termasuk inkubator dan sekolah entrepreneur di India. Ia ingin membantu mereka yang merasakan kata "gagal". Tidak ada orang gagal dikehidupan kita. Dia ingin rasa salah buat mereka. Menyuport mereka banyak orang menjadi entrepreneur seperti dirinya kini.

"Kata itu, kegagalan, selalu datang ke saya sehari-hari -nyatanya saya salah satunya di sekolah. Tetapi, saya akan bertanya, kualifikasi yang paling penting dalam hidup kita aoa? Tidak ada, apa yang benar-benar penting adalah hal yang suka lakukan. Saya selalu tahu saya ingin menjadi pengusaha tapi ditindas tentu mendorong dan memotivasi saya bahkan lebih."

Hal tersulit baginya ialah bagaimana mengeluarkan nama itu. Kegagalan, dimana orang melihat kamu hanya siswa sekolah, namun ketika kamu mampu menciptakan koneksi baik; semuanya akan berubah. Tidak cuma berbisnis, dia juga aktif menjadi pembicara di Universitas membantu orang menjadi pengusaha.

Berawal Kamera Omnya Gadis 16 Tahun ini Berwirausaha

Profil Pengusaha Sangat Muda Bella Mutia 



Berawal dari kamera punya omnya. Gadis belia 16 tahun ini sekarang pengusaha. Inilah kisah Bella Mutia yang diangkat oleh Studentpreneur.co. Berawal kamera Canon EOS 1100D, Mutia ingin memiliki kamera sendiri. Dia kemudian dihadiahi kamera tersebut dan mulai memfoto.

Tetapi Mutia tidak mau hanya gratisan loh. Gadis berjilbab ini memilih buat mencicilnya. Mengupayakan membelinya bukan dikasih. Harganya Rp.3 juta dicicil Mutia senilai Rp.300 ribu per- bulan dan baru lunas setelah sepuluh bulan. Dari proses mencicil inilah ide bisnis muncul dibenak Mutia.

Sementara belum lunas cicilan. Ternyata Mutia belum sering menggunaknya. Kan sayang, jadi ia sewakan  sajakepada teman- temanya. Lumayan uang mencicil kamera bisa kembali karena disewa teman- teman. Uang sewa tersebut menjadi tambahan buat mempercepat pelunasan kameran omnya.

Bisnis sederhana


Lama kelamaan, ia menyadari satu hal: Kemampuannya memfoto tidak jago- jago amat. Mending kalau tidak terpakai kan disewakan saja. Daripada buat memfoto tidak bermanfaat. Akhirnya si Mutia kembali menawarkan kamera miliknya ke teman. Penyewanya mulai dari mereka yang serius ingin tau tentang fotografi.

Hingga mereka yang ingin sekedar mengabadikan moment spesial. Adapula penyewan yang sekedar mau narsis- narsis pake kameran profesional. Alhamdulillah, hasilnya mengejutkan, dari satu kamera sudah menjadi tiga buah. Uang sewa dipatok Rp.50 ribu buat enam jam pemakaian, murah kan?

Pikirkan saja, kan tidak semua orang mau narsis setiap hari. Beberapa orang cuma butuh kamera untuk momen spesialnya dan sudah selesai. Tidak disangka awal iseng membuahkan bisnis. Bahkan dia sudah bisa membantu ekonomi keluarga.

Apakah ada masalah? Yah, ia berkisah pernah tiga dari empat kameranya dibawa kabur. Mereka hanyalah pelajar beruntung gampang dikenali. Kalau tidak yah Mutia bisa rugi Rp.9 juta. Karena mereka pelajar, akhirnya Mutia tidak memperpanjang ya terpenting kameranya kembali.

Pengalaman tersebut menjadi pelajaran besar. Kebodohan tersebut diganti dengan memperketat syaratnya menyewa. Ia tidak akan menyewakan jika tidak ada identitas. Harus menyerahkan KTP atau Kartu Pelajar asli. Kedisplinan keuangan juga diterapkan Mutia, yakni lewat kuitansi sewa, jadi tidaka ada masalah lagi.

Dia mulai bangkit kembali. Lewat uang sewa segitu, ia mengaku mampu mengantungi omzet Rp.7 juta sampai Rp.6 juta per- bulan. Berkat kedisplinan keuangan bisnisnya terus berkembang. Kedepan dia mau punya lebih banyak kamera baru. Uang segitu digunakan buat apa Mutia?

Dia bilang buat bayar uang sekolah. Juga membiayai sekolah kedua adiknya. Juga sudah bisa mencicil mobil loh. Yah buat mempermudah transportasi keluarga lah. Kedepan memperbanyak properti kamera, bahkan kalau bisa mau membuka studio foto. Dan akhirnya nanti menaikan haji kedua orang tua akhirnya.

Semangat Mutia!

Entri yang Diunggulkan

Biografi Jack Ma Orang Terkaya China Alibaba