Apa Rasanya Jadi Samurai Buta di Dunia Virtual Reality

Game Virtual Reality Blind Swordman



Game virtual reality melangkah jauh dari sekedar apa yang orang bayangkan. Jika orang berpikir bahwa VR atau virtual reality, baik dari Samsung, ataupun produk lain, maka dalam benak mereka adalah game yang sangat memanfaatkan indra penglihatan. Bagaimana jika sebaliknya, jika kita bermain game VR, untuk jadi seorang samurai buta. Cuma mengandalkan sistem audio menakjubkan dan laya hitam.

Blind Swordman, sebuah judul permainan terbaru yang fokus pada petualangan trio pembunuh. Mereka itu adalah pembunuh bayaran tapi buta. Memanfaatkan headphone selain kacamata canggih, kamu diharuskan mengetuk layar, mereka- reka dimana musuhnya. Meski tidak sangat menarik menurut Engadget tapi bisa jadi inilah kecanggihan game -tak terbatas pada apa yang bisa kita lihat dan pegang.

Menurut pencipta game tersebut, Scott Leaman, menjelaskan bahwa bisnis gamenya fokus pada sebuah eksperimen apakah virtual reality tidak cuma video. Apakah bisa kita fokus pada audio atau software suara yang tangguh juga. Ini akan menjadi pengaruh besar pada dunia audio dalam membangun dunia baru. Bisa saja kelak menggabungkan dua dunia -dunia tanpa suara dan dunia suara, dalam satu kesatuan begitu lah kira penulis saat ini.


Jebolan SMA Pengusaha Mobil Bekas Asli Rawamangun


Bisnis mobil bekas pernah mengalami masa jayanya. Bisa dibilang, kala itu, musimnya buat pengusaha mobil bekas mencari untung. Salah satu ketiban durian runtuh adalah sosok Wardoyo. Usaha yang cuma bermodal garasi. Tapi mampu meraup untung puluhan juta. Dia tak butuh showroom khusus memamerkan barang- barang dagangannya. Cukup garasi rumah di kawasan Jalan Rawamangun Muka Selatan, Jakarta Timur. Di dalam garasi tersebut terpajang 10 mobil bekas.

Dia memajang mobil- mobil bekas berbagai merek. Beberapa malah sudah laku terjualnya. Tinggal tunggu angkut. Kisah bisnisnya dimulai belasan tahun yang lalu. Tapatnya 15 tahun silam, ketika itu, bersama sang kakak juga sudah pernah membuka usaha serupa di Kalimalang.

Bapak dua anak ini sempat berhenti sejenak. Dia memilih bekerja ke Surabaya. Belakangan sekembalinya ke Jakarta, usaha tersebut lantas dimulainya lagi. Bedanya tempat berjualannya berpindah tempat. Dari ada di Kalimalang. Wardyo coba- coba jualan mobil bekas ke Jatibening. Sayangnya, usahanya gagal, dan dia harus kehilangan semua modalnya. Modalnya tingga tersisa satu mobil saja. Agak berat hati ia musti kembali bekerja bersama kakaknya.

Cukup lama dirinya bekerja bersama sang kakak. Hingga jiwa wirausaha memberontak. Itu memakasanya untuk bekerja mandiri. Jika bersama kakak bukan dianggapnya berwirausaha. Maka dia harus banting stir mencari- cari modal. Tujuannya adalah teman- temannya dulu. Meski cuma jebolan SMA, dengan percaya diri seorang Wardoyo mengajak berbisnis. Bersama Wardoyo cs mampu rata- rata menghasilkan angka 50 unit. Yang dijualnya dikisaran aneka harga.

Jika dihitung- hitung, dipotong bayar empat orang pegawai, biaya oprasional, dan juga biaya perbaikan. Dia mengeluarkan setidaknya 1,5 juta. Kala itu, ia mengaku, mampu mengantongi laba bersih 20 juta -an. Dia bersama ke enam temannya yakin bahwa usahanya bakal cerah. Minat akan mobil bekas dikatakannya akan terus meningkat. Apalagi dijaman sekarang yang mobil bukan lagi barang mewah. Makanya, semenjak itu, Wardoyo telah menyiapkan garasi luas buat bisnis mobil bekas.

Tambang Emas Terbesar Selain Freeport


Gagal masuk daftar oran terkaya, ternyata, eh ternyata Sandiaga Uno tengah mengerjakan mega- proyek. Tak tanggung- tanggung bisnisnya adalah bisnis gunung emas. Bahkan digadang menjadi yang terbesar kedua setelah Freeport. Hal unik lainnya adalah perusahaan bernama PT. Merdeka Copper and Gold Tbk, yang mana pada pembukannya sudah rugi $5 juta (Rp. 60 miliar) pada tahun lalu. Tapi tetap optimis bahwa nanti si gunung emas tersebut akan menghasilkan.

Karena memang belum berproduksi dan direncanakan berproduksi tahun depan. Ini anak usaha dari PT. Saratoga Sedaya Tbk. dan Provident Capital, komposisi sahamnya unik, ada nama- nama besar seperti Boy Thohir dan Soeryadjaya. BEI sendiri sudah membuat aturan buat perusahaan unik ini. Perusahaan yang sudah melantai sejak 2014 tapi belum untung apapun; bahkan rugi.

Hitung- hitungnya dari 2014- 2015 ini, tercatat, perusahaan tersebut merugi $5 juta. Dan, baru diperkirakan akan untung pada 2017. Apakah kamu sudah bisa beli sahamnya, sayangnya, perusahaan ini belum rencana untuk IPO.

Group Saratoga sendiri memegang saham terbanyak yakni 25,7%. Lantas ada perusahaan Group Provident 32,8%, kemudian milik perorangan senilai 31% dan Pemda Banyuwangi pemilik 10%. Ini belumlah termasuk IPO yang mana bisa saja berubah.

Tambang terbesar


Seperti dilansir dari laman Detik.com, menurut Presiden Direktur Merdeka Copper, Adi Ardiansyah Sjoekri menyebut pasti ini akan jadi terbesar kedua selepas Freeport. Dengan komposisi orang- orang asli Indonesia bisa jadi ini langkah baik untuk perubahan dalam pengolahan minerba Indonesia.

Letak tambangnya sendiri ada di Desa Sumberagung, Kecamatan Pesanggaran, Banyuwangi, Provinsi Jawa Timur, yang mana dekat dengan kawasan Taman Nasional Meru Betiri. Walaupun belum berproduksi tapi sudah ada di pasar saham, yang mana baru- baru ini melakukan IPO. Bisa dibilang harganya wah sejalan dengan kepercayaan Sandi di bisnis barunya tersebut. Akan menghasilkan, bahkan dihitung- hitung akan bisa menghasilkan 90.000 ounce pada tahun 2017.

Harga sahamnya Rp.1.800 sampai Rp.2.100 yang mana dijual sebanyak 874.363.644. Yang mana dalam arikelnya taget menghasilkan sokongan dana senilai Rp.1,5 triliun hingga Rp.1,8 triliun.

"Kegiatan tambang sudah kliring lahan untuk persiapan pembuatan jalan, konstruksi pertengahan tahun ini," tutup Adi.

Membahas Si Kaya dan Si Miskin Tum Desem Waringin

 
Penulis kali ini menemukan artikel menarik di Detik.com. Kebetulan pola pikir kaya inilah yang sedang coba dijalankan penulis. Artikel yang ditulis oleh Tum Desem Waringin, yang berjudul Si Miskin Bekerja Untuk Uang, Si Kaya Mepekerjakan Uang. Ketika kamu usai sekolah menengah kita pasti sering mendengar (beberapa) orang memilih langsung bekerja dan menikah. Harapannya sih bersama- sama bersama istrinya itu akan bekerja sama mencari uang. 

Dua- duanya sama- sama saling mencukupi, tapi bagaimana selanjutnya?

Berjalan waktu kedua -nya lantas berani mencicil rumah, kemudian datanglah kabar si perempuan hamil. Nah, kemudian, sang laki- laki akan bekerja makin keras untuk membiayai anaknya. Dari bekerja sebagai seorang karyawan, bekerja keras untuk biaya anak, maka akhirnya bisa naik jabatan dan dapat uang lebih. Kemudian punya cukup uang untuk mencicil mobil. Berjalannya waktu uang yang dibutuhkan akans semakin besar.

Seiring anak- anak tumbuh dewasa, rumah semakin kecil, dan gaji semakin kurang. akhirnya semakin besar kebutuhan uang maka laki- laki akan bekerja lebih giat. Mencari sana- sini hingga bisa punya lebih banyak uang. Ketika itu mungkin dia sudah diangkat menjadi direktur. Sudah punya rumah besar? Anak- anak makin besar, apalagi kalau bukan mobil baru? Ya, dia akan mencicil mobil baru berbekal uang menjadi direktur itu. Tapi apakah itu akan berhenti tentu tidak.

Bekerja untuk uang berarti membiarkan diri kita bekerja karena kebutuhan. Ketika nanti kebutuhan naik jabatan kita akan naik, sayangnya, umur kita tak cukup untuk mengikuti pola kerja semacam ini. Makanya disebut si miskin bekerja untuk uang. Mungkin kamu akan bertanya tapi kan sudah direktur? Kenyataanya di sudut dunia lain, ada juga, orang- orang yang bekerja bukan untuk uang. Itulah kiranya yang coba dijabarkan oleh TDW. Bukan lah berarti cara hidup ini salah dan ini tepat hidup sederhana.

Faktanya beberapa orang tak cukup kuat dan pada akhirnya jatuh. Secara fisik tak mampu mengikuti pola diatas dan akhirnya sakit karena umur. Akhirnya yang terisasa adalah justru tumpukan hutang piutang karena memilih bekerja untuk uang. Apakah kita tak mau hidup seperti orang- orang kaya disana. Yang menikmati hari tua dan meninggalkan warisan cukup. Setidaknya meninggalkan warisan agar tak hidup 'ngoyo' seperti apa yang dicontohkan kita.

Orang kaya itu sederhana


TDW melanjutkan disisi lain, ada seorang laki- laki, memilih untuk tidak menjalin hubungan. Mereka adalah yang begitu lulus mencari pendidikan atau pengalaman, mencari koneksi atau hubungan, mencari modal untuk bisa bekerja. Bukankah semakin banyak ilmu semakin kreatif kita. Itulah mereka yang memilih untuk mencari ilmu terlebih dahulu. Mereka tak terburu untuk membangun sebuah rumah tangga. Mereka menundang hal- hal menyenangkan seperti malam minggu.

Mereka menunda kesenangan memilih mengumpulkan uang. Lantas menggunakan uang tersebut untuk bisnis. Dan taukah kalau entrepreneur itu bekerja 63% lebih lama dari orang normal. Yang artinya waktu mereka akan lebih banyak untuk bekerja. Sayangnya, mereka memilih bekerja diawal, tidak ada orang yang mau jadi entrepreneur untuk menghindari bekerja. Menjalankan usaha atau bekerja sendiri berarti bekerja lebih ekstra, lebih lama, dan lebih melelahkan.

Orang- orang ini akan menginvestasikan waktu, pengetahuan, dan cinta mereka. Dimana pada akhirnya uang akan bekerja untuk mereka. Karena pola diatas mereka telah terbiasa untuk menunda kesenangan. Lalu juga terbiasa untuk menyisihkan uang untuk bekerja kembali. Dengan ilmu yang didapat dari kampus, atau dari manapun, tapi jangan salah lulusan SMA berarti tidak bisa sukses. Tapi juga bisa berarti bekerja berkali- kali dan berkali- kali lipat dengan entrepreneur yang lulusan universitas.

Lulus SMA paling mentok jadi buruh dan itu menyita waktu kamu untuk belajar. Memilih mengumpulkan pengalaman dan pengetahuan membuka peluang mengumpulkan lebih banyak modal: kamu akan tau apa itu saham, investasi kos- kosan, dan lain- lain. Memilih tidak menikah juga berarti tak mengeluarkan uang untuk resepsi, sewa rumah, biaya persalinan, dan biaya pendidikan, yang itu bisa kamu gunakan untuk berinvestasi atau memulai berbisnis kembali. 

Dalam sebuah artikel lain, sebuah survei, menunjukan seorang entrepreneur bisa bekerja samapi 64% lebih lama dari pegawai. Itu berarti pemilik usaha akan bekerja 52 jam per- minggu. Pada akhirnya kembali ke kamu mau bekerja untuk uang atau mempekerjakan uang. Intinya sih, menurut penulis, adalah tujuan kamu dulu apakah mengikuti kebutuhan uang atau mengumpulkan uang. Menurut artikel di Realbusiness.co.uk bahwa entrepreneur akan memilih lebih banyak uang daripada lebih banyak waktu (senang- senang).

Mantan Atlet American Football Pendiri Under Armour


Biografi Kevin Plank


Berwajah tampan, punya tubuh atletik, dan merupakan seorang pemain American football. Tapi apa yang dipilihnya justru ada pada dunia entrepreneurship atau kewirausahaan. Tersebutlah namanya Kevin A. Plank, seorang pria tampan asal daerah bernma Kensington, Maryland, merupakan termuda dari lima bersaudara. Rumahnya adalah sebuah daerah sub- urban di Washington D.C. Dia adalah putra dari William dan Jayne Plank. Umur Kevin terpaut tiga belas tahun dari kakak tertuanya bernama Bill.

Hidup di keluarga berada dimana ayahnya adalah seorang developer tanah. Sementara sang ibu Jayne Plank dikenal sebagai mantan walikota Kensington. Sang ibu lantas menjadi legislatif bahkan masuk ke jajaran pejabat pemerintahan dibawah Presiden Ronald Reagen. Hobinya bermain American football. Sementara itu secara nilai akademik Kevin disebut tidak beruntung. Sisi lain hidupnya, di liburan musim panas, ia akan sibuk untuk mengikuti sang ayah bekerja sebagai developer.

Tumbuh menjadi pemain bola untuk Maplewood Maple Leafs. Dia dikenal menjadi seorang pemain handal. Disisi lainnya nilai akademik buruk membawanya kedalam kesulitan. Untungnya berkat kemampuan American football -nya itulah dirinya bisa selamat. Pindah sekolah dari Georgetown Preparatory School, Kevin melanjutkan pendidikan di Fork Union Military Academy, dimana ia juga sebagai pemain bola disana. Selepas itu masuk ke sekolah menengah bernama St. John's Collage High School.

Selepas sekolah menengah barulah melanjutkan ke University of Maryland.

Karir olah raga


Menikmati musim panasnya bersama ayahnya merupakan kesenangan. Dia belajar banyak tentang bisnis dari sana. Ayahnya, William, akhirnya menghembuskan nafas terakhir pada Januari 1993 karena kangker darah. Disisi lain, ibunya juga senang mengajak Kevin kecil, berlibur hingga ke Kanada, Hawaii, dan Puerto Rico. Soal berbisnis dalam catatan Wikipedia yang paling sukses di masa muda ialah berjualan bunga. Tapi jauh sebelum waktu itu sudah banyak bisnis dilakukannya.

Sebut saja bisnis membersihkan salju, memotong rumput, memarkirkan mobil (juru parkir.red), atau menjual kaus khas konser. Paling berkesan adalah menjadi kurir mawah di hari Valentine dan juga bekerja di sebuah bar. Intinya bahwa meski berkecukupan Kevin selalu yang paling bekerja keras.

"Dia adalah salah satu pekerja keras yang pernah saya tahu," imbuh Jayne Plank.

Etik kerja barulah terbentuk ketika dirinya masuk ke Washington Georgetown Prep dan St. John's Collage High School, dimana kemudia lulus pada 1990. Karena nila akademi yang tidak mendukung Kevin bekerja lebih keras. Dia masuk sekolah persiapan lagi selain Washington Georgetown yakni Fork Military Academy di kawasan Virginia. Ia masuk University of Maryland pada Agustus 1991.

Di kampus, Kevin aktif dalam kegiatan kampus. Salah satunya masuk ke dalam tim American football mereka. Meski namanya masuk dalam pemain berbakat di Sekolah Menengah. Namanya disebut sebagai salah satu yang terbaik dalam tim di sekolah menengah oleh USA Today di tahun 1990 (majalah.red); Kevin tak dapat perlakuan khusus ketika masuk kampus. Sebuah tim bernama Terrapins mengijinkannya masuk tanpa lewat jalur beasiswa.

Justru ia mengambil kesempatan beasiswa ketika mulai berjalan. Ya, dia barulah menunjukan kesuksesan pada saat dirinya ada dalam tim; lantas mendapatkan beasiswa. Sebagai pekerja keras itulah nilai dirinya yang tak bisa terbantahkan. Dalam tim -nya biasanya ia akan bekerja sebagai fullback atau linerbacker untuk the Terrapins. Dia bahkan bisa masuk menjadi kapten tim. Apakah rahasianya? Ternyata selama lima tahun ia tak pernah melewatkan pelatihan.

"Kevin memiliki 5-10 pounds, tidak sangat cepat, tidak super kuat. Dia sama sekali tidak cocok dengan profil yang kita cari," ujar Dwight Galt, pelatih Terrapins. "Tapi dia merupakan jenis yang berusaha untuk ada di lapangan. Kami tidak punya pilihan selain menaruhnya disana."

Berbicara mengenai jodoh maka itulah masa kuliah. Kevin bertemu istri masa depannya ketika baru masuk ke universitas. Wanita bernama Desiree Jacqueline "D.J" Guerzon, ditemuinya ketika membeli sebuah buku di sebuah acara kampus.

Bisnis sampingan


Jauh sebelumnya dikala masih sekolah menengah Kevin berbisnis. Dia bersama saudaranya bernama Scott baru saja pulang dari Guatemala -dimana ia berpetualang untuk belajar bahasa Spanyol. Sepulang dari sana dibawanya satu tas penuh berisi gelang rajut warna- warni. Dia mengajak kedua saudaranya untuk bersama berjualan gelang tersebut seharga $20. Ketika mereka berjualan kenyataanya hanya dirinya yang sukses. Ia bisa menjual tujuh kali lebih banyak.

Dengan sifatnya yang easy going membuatnya mudah diterima. Menjual lebih banyak tentu bukan perkara sulit bagi Kevin. Sebelum musim murid baru dikala itu nilai akademisnya tak begitu baik. Bahkan menurut kesaksian seorang teman sekelas bahkan itu tidak diatas rata- rata. Kevin menolak mengungkapkan masalah itu kepada kedua orang tuanya. Dia selalu jadi anak baik tapi selalu ada masalah terus- menerus. Tapi selalu saja orang tuanya percaya "He will always be OK."

Pindah sekolah membuatnya lebih bersemangat. Akan ada hari baru baginya dalam hal- hal baru seperti hal American football. Selain itu, ia dikenal aktif di bidang olah raga lain, seperti lacrosse dan bahkan ia dikenal bergelar MVP ketika di tim football -nya. Sosoknya yang pekerja keras memiliki tujuan hidup pasti. Bahkan ia rela bertahan untuk bermain satu tahun lagi cuma untuk menuju kelas kampus. Meski ditolak beasiswa untuk masuk Maryland; ia tetap masuk.

Dia telah memiliki tujuan untuk bermain disana. Mau apalagi selain bekerja lebih keras dibanding apa yang ia hadapi.

Bertemu istri masa depannya membuat hidupnya berbeda. Kevin selalu mengajak kekasihnya D.J dalam aneka bisnis digelutinya. Teman sekolahnya menyebut itulah sosok Kevin Plank yang menghormati uang. Ia akan begitu semangat mengajaknya berbisnis sesuatu. Kembali ke masa kuliah, dia hobi berjualan aneka kaus kepada teman- temannya. Sang kekasih D.J mengingat ketika pacarnya itu mencoba menjual satu buah kaos ketika konser Grateful Dead.

Dia membenci kausnya ketika berada di tim. Kevin selalu memotong setengah T- shirtnya karena panas dan dia begitu berkeringat. Dia tak terbiasa dengan T- shirt berbahan katun. "Itu akan begitu basah," jelasnya. "Saya mengganti itu setiap ada kesempatan," umbuhnya. Kemudian memorinya tertuju di sebuah hari ketika ia dikamar asramanya. Ketika itu musim seniornya, Kevin mengingat, pertama kali mendesain kaus pertama Under Armour.

"Saya berpikir, saya menemukan, saya akan membuat sebuah T- shirt," tutupnya.

Sebelum memasuki bisnis impianya tersebut. Kevin sudah mengerjakan sebuah bisnis fenomenal. Itulah bisnis mawar, menjual mawar ketika hari Valentine tiba. Sebuah bisnis musiman tapi cukup menghasilkan dimana ia mengumpulkan $17.000. Uang tersebut kemudian digunakan sebagai modal bisnis kausnya. Dia kemudian mencari kain yang bisa digabungkan dengan Hanes cotton T- shirt. Dimana bahan itu sangatlah ringan dan juga mudah kering.

Kamu tau bahan tersebut terinspirasi dari pakaian dalam wanita aka lingerie. Dia kemudian menemukan satu tukang jahit, membayar mereka $480 untuk tujuh prototipe. Kevin kemudian mencoba mereka kepada satu tim -nya di Maryland. Sukses lulus dari University Maryland, bertitle Sarjana Business Administration, di tahun 1996 langsung disusul bisnis Under Armour. Dia langsung mengendarai kendaraan menuju ke sebuah distrik garmen di New York.

"Saya punya 500 T- shirt siap pakai, dan saya langsung menghubungi setiap manajer perlengkapan olah raga di Atlantica Coast Conference yang mau mendengarkan diri saya," ungkapnya.

Dia menghubungi mantan tim -nya. Menyebarkan Under Armour melalui marketing mulut ke mulut. Bahkan ia rela mensponsori mereka. Awalnya, perusahaan bernama Under Armour cuma sebuah rumah milik nenek yang sudah usang di Georgetown. Kevin mendeskripsikan neneknya sebagai "tough- old broad", sosok yang tangguh, yang sukses berbisnis real- estate hingga meninggalnya. Dia meninggal antara tahun 1996 pada umur 93 tahun; dia salah satu guru bisnisnya.

Kevin meminta bantuan teman sekolahnya pas SMA dan kekasihnya D.J, yang tengah sibuk bersekolah perawat di Georgetown University. Di tahun 1996, bisnis kecil- kecilan pakain olah raga tersebut sukses untuk menghasilkan $17.000 cuma dari promosi mulut ke mulut. Kunci sukses Under Armour: Ia selalu percaya diri, membuat gambaran bahwa bisnisnya terlihat besar dan luas dari sebenarnya. Padahal seperti yang kamu tau ia menjalankan ini cuma dari rumah tua neneknya.

Tahun berikutnya guna memenuhi permintaan perusahaan melakukan trobosan. Sebuah trobosan berani, ia yang cuma bisnis rumahan, pergi menuju sebuah pabrik di Ohio. Disana dibuatlah T- shirt sesuai apa yang telah ia patenkan. Dia bahkan punya tunggakan kartu kredit $40.000 untuk lima kartu kredit. Kevin tengah bertaruh memenuhi permintaan senilai $100.000. Patner kerjanya menyebut langkah Kevin gila. Jangan lah kamu melangkah sejauh itu jelasnya.

Kevin Plank tak peduli dan terus berbisnis sampai berhutang- hutang. Dia bahkan tak mengindahkan saran bahwa mereka tak bisa melawan pemain besar. Kala itu, dalam sebuah pameran produk, bahkan pihak Nike tak mau melongok Under Armour.

Puncaknya ketika tahun 1999, disaat rilis film American Football milik Oliver Stone, yang mana film itu berjudul Any Given Sunday, dengan aktor Jamie Foxx mengenakan produk Under Armor di sebuah loker. Saaat itu, Kevin harus memohon langsung agar produknya bisa dipasang. Bahkan berani mengirimkan banyak contoh- contoh produk. Ia mengirimkan ke desainer kostum dan meyakinkan asisten Stone agar mau menggunakan produknya.

Cara marketing lain menyusul ialah ketika film itu meluncur. Dia mengambil keputusan untuk menjual "cerita" bagaimana Under Armour ada. Perusahaan lantas mengeluarkan $25.000 untuk biaya iklan. Kevin Plank lalu meluncurkan iklan di majalah ESPN the Magazine. Dia menyebut bahwa inilah titik balik bisnisnya. "Kami menghasilkan $750.000 di penjualan dari iklan tersebut," kenangnya. Tiga tahun setelah dirinya memulai apa yang bernama Under Armour, kini, Kevin telah mendapat bayarannya.

Di tahun 2001, sosoknya disebut sebagai pembawa perubahan besar bagi pengalaman beratlit menurut versi Forbes. Dia tercatat nomor 3 di daftar 40 Under 40 dan masuk American's 20 Most Powerful CEOs 40 and Under. Total keuntungannya telah melebihi $1 miliar pada 2010. Kevin Plank merupakan pemilik saham mayoritas dan punya mengkontrol hak voting, memiliki 12,5 miliar saham kelas B, atau jika diuangkan akan senilai $750 juta di Agustus 2011.

Tak berhenti, masih versi Forbes, di tahun 2012 nilai kekayaannya mencapai $1,05 miliar. Dan, pada April 2015, kekayaanya senilai $3,5 miliar.

Entri yang Diunggulkan

Biografi Jack Ma Orang Terkaya China Alibaba