Bisnis Coklat Modern Mempertemukan Coklat dan Internet


Elise Macmillan suka sekali bermain di sekitar dapur miliknya. Dia kala itu, ia masih berumur 12 tahun dan tau betul bagaimana membuat berantakan wajan dan panci. Kurang puas hanya membuat sesuatu, ia dan kakaknya, Evan Macmillan (15 tahun), membangun the Chocolate Farm, perusahaan makanan memproduksi berbagai macam coklat. Mereka menyajikan coklat buatan sendiri, menjualnya ke teman dan keluarga.

Bisnis yang bermula di dapur beralih di sebuah pusat bisnis Denver Enterprise Center. Mereka menjalankan bisnis kecil- kecilan berbagi dapur dengan perusahaan lain. The Chocolate Farm berbagi dengan perusahaan R&D, dan mereka mengerjakan sebagian di rumah. Berjalan beberapa kilometer, keduanya berjuang menjual bisnis kecil mereka.

"Di Enterprise Center, dimana kamu membayar untuk bekerja di dapur per- jam, kami berkonsentrasi membuat produk kami," ucap Elise ketika bersiap menuju sekolah menengah pertama.

"Di rumah, ketika saya memiliki waktu luang sesukanya, saya bisa melakukan eksperimen dengan sesuatu. Saya mendapatkan ide dari teman- teman dan keluarga, dan lalu merubahnya sendikit." Pengalamannya di dapur pertama kali yaitu di umur 3 tahun, ketika itu neneknya dari Kanada mengajarinya cara membuat kue beras. Selanjutnya, kata ibunya, Kathleen Macmillan, Elise terus membuat segala sesuatu tentang kue coklat.

"Saya akan membuka lemari es dan menemukan coklat meleleh di sereal dengan selai kacang dan segala sesuatu yang lucu," nyonya Macmillan berkata.

Waktu itu, kegiatannya mengakibatkan beberapa kali ledakan microwave di dapur. Dan selama itu, Evan saudaranya belum menyadarinya. Ia yang kala itu terpilih bekerja di pengembangan Young Americans Bank, yang kala itu membutuhkan anak 21 tahun kebawah. Evan memberikan masukan adiknya mengikuti acara Holiday Marketplace di bank tempatnya bekerja. Jadi, Elise pun mengeluarkan produknya yang diberi nama Pig in Mud.

Pig in Mud merupakan perpaduan antara marshmallow yang dicelupkan ke karamel dan wijen, dan lumuran coklat cair. Ia juga menjual coklat dari susu sapi yang dibentuk lolipop, dan Farm Eggs, jelly bean dilumuri coklat. Produk- produk tersebut merupakan perwujudan peternakan milik nenek mereka. Elise dibantu saudaranya Evan mulai fokus menjual produk- produk itu lagi dilain kesempatan.

Bisnis coklat online


Setelah itu coklat bermerek Chocolate Farm mulai mendapatkan pemesanan baik dari keluarga dan teman. Dengan reputasi produk yang lucu, Chocolate Farm mulai digemari masyarakat luas dibantu oleh munculnya produk mereka di internet serta penghargaan Ernest and Young Entrepreneur kategori pebisnis tahunan di tahun 1999. Elise mengurusi bagian pengembangan produk dan pengepakan, sedangkan Evan menjalankan marketing dan penjualan.

Evan tau kelebihan internet di penjualan sejak membuat tugas sekolah. Ia berpengalaman membuat website penulis John Steinbeck. Sejak itu, websitenya menjadi situs terlaris dan banyak dikunjungi untuk situs tentang kehidupan John Steinbeck. "Itu sangat mengagumkan," ucapnya. "Saya telah menutup situs tersebut kerena kesulitan menjawab pertanyaan yang ada."

Untuk bisnis Chocolate Farm, ia membuat situs sendiri bernama ChocolateFarm.com, membuatnya menjadi sebuah bisnis e-commerce. Kedua orang tua mereka tetap mensuport bisnis anak- anaknya dari belakang. Mereka mendukung agar bisnis Elise dan Evan berjalan sebaik mungkin. "Itu bisnis mereka dan kami ingin mereka belajar," nyonya Macmillan berkata. "Tetapi seperti orang tua lain, kami ingin mereka menghindari kesalahan besar, rasa sakitnya bisa lebih dari ilmu yang didapat."

Elise biasanya mengajak teman- temannya datang dan bekerja di dapur. Sedangkan Evan berkonsentrasi mengerjakan pekerjaan kantor. Dia memesan coklat beberapa ton, menulis cek untuk sewa bulanan dan pekerja, mengatur apa saja yang terjual dan urusan administrasi lainnya. Produk terkenal mereka yaitu paket klasik bernama Chocolate Farm Classic, dijual $20 termasuk ungkos kirim.

Paket ini berisi dua coklat sapi berbentuk lolipop, dua Pig in Mud, delapan coklat berbentuk telapak kaki (dengan wijen dan coklat), enam coklat awan (marshmallows berlumur coklat), dan Lemon Sheep Munch (coklat putih bertabur butiran lemon berbentuk domba). "Disana terdapat banyak kerja tim," ucap Elise. Anak- anak ini tau pekerjaan sekolah lebih penting dari bisnis mereka. Dan ketika mereka sering berpikir tentang bisnis mereka, mereka mengerjakan sesuatu yang lain.

Evan sendiri, meski telah lulus dari sekolah menengah Cheery Creek, dia masih sibuk di sekolah tenis. Elise yang masih di kelas tujuh, memilih bermain biola, belajar di kelas tari Jazz, dan masuk tim atletik.

Bisnis Pakaian Polo Bagaimana Menjadi Ambisius


Biografi Ralph Lauren


Ralph Lauren lahir di New York, 14 Oktober 1939, lahir sebagai ikon fasion dunia. Dia pernah bekerja di sebuah retail lalu mendirikan mereknya sendiri. Polo lahir menjadi identitas kerajaan bisnisnya, usahnya itu meliputi produk parfum, furnitur, dan pakain mewah. Dia menggunakan uang hasil kerja kerasnya sekedar mengkoleksi mobil langka dan mobil klasik.

Dia memiliki berbagai jenis usaha, menghasilkan bisnis- bisnis puluhan miliar rupia. Ralph mengkoleksi mobil- mobil langka, mewah, dan juga klasik; menyandingkan koleksinya dengan kerajaan fashionnya. Setiap tahun, ia mengadakan pameran mobil koleksinya sekaligu pameran fashion dunia. Forbes menyebutnya memiliki kekayaan $.6,5 miliar, menjadikannya orang terkaya ke 162 di dunia.

Ralph Lauren bernama asli Ralph Lifshitz di Bronx, New York City, di 14 Oktober 1939. Dia merupakan keturunan yahudi Ashkenazia Jewish, imigran dari Belarus. Di umur 16 tahun, dia dan saudaranya Jerry merubah nama belakangnya menjadi Lauren. Mereka merubah namanya karena sering diledek oleh teman- teman sekolahnya di Amerika. Saudara lainnya, Lenny, bertahan dengan nama keluarga Lifshitz.

Ia bersekolah di Baruch Collage di Manhattan, dimana akhirnya keluar dan melanjutkan di MIT. Setelah beberapa tahun mengikuti pelatihan militer, Ralph memutuskan bekerja sales di Brooks Brother. Ia semenjak bersekolah di MIT (Marsha Stern Talmudical Academy) dikenal sebagai penjual ulung. Dia menjual beberapa dasi buatannya kepada teman- teman sekelas.

Di sebuah interview, Ralph mengaku sebagai seseorang yang ambisius. Dia telah dikenal sebagai sosok yang menulis keinginan menjadi miliarder dibalik foto kelulusan. Pada 1967, malui dukungan sebuah pabrik tekstil, Norman Hilton di Manhattan. Dia mulai menjual dasi bermerek Polo. Tetapi beberapa tahun kemudian, Brooks Brother mengklaim mereknya Polo. Mereka berhasil mengambil desain Polo; mereka mendapatkan desain ikon merek Polo.

Tak pantang menyerah, Ralph bertekat melalui keahliannya mendesain pakaian pria. Di 1971, dia membuka Polo boutique di Rodeo Drive, Beverly Hills. Tahun 1970, dia semakin dikenal melalui penghargaan COTY Award. Dia mendapatkan penghargaan pakaian pria terbaik. Di saat bersamaan, Polo mengelurkan produk terbaru terfokus pada kebutuhan pakaian wanita. Ralph Lauren meluncurkan kaus lengan pendek dengan 24 warna.

Seketika itu menjadi ikon terbaru merek Polo di dunia. Tahun 1984, Ralph merubah rumah milik mantan fotografer Edgar de Evia dan Robbert Danning, merubahnya menjadi pusat penjualan Polo.

"Saya selalu memiliki pandangan jelas. Saya ingin mengembangkan sebuah produk berkualitas dan semua dunia tentang itu. Itu berarti mengambil resiko, pergi dengan perasaan, tetapi tanpa mengindahkan pandangan dan pendirian."

Tepat di 11 Juni 1997, Ralph membuka perusahaanya secara publik. Ia melantai di bursa New York Stock Exchange, saham itu berkode RL. Sejak 2003, ia dikenal memiliki 35 butik di Amerika; 23 diantaranya memegang produk kelas atas Ralph Lauren Purple. Produk yang dikembangkan lainnya meliputi merek furnitur, Ralph Lauren Home dan koleksi parfum mahal. Polo di bidang pakaian berfokus pada pakaian pria, wanita, dan anak- anak. 

Aplikasi iPhone Terbaik Menjadi Bisnis Menarik


Suleman Ali telah memilih perubahaan besar dalam hidupnya. Di pertengahan 2007, ia yang kala itu masih bekerja di Microsoft, memilih membangun perusahaan. Perusahaan yang bahkan belum direncanakan detilnya. Ali memilih menulis kode komputer menjadi sebuah aplikasi.  Dalam kegalauan, dia menciptakan sebuah aplikasi Facebook bernama Superlatives. Aplikasi yang menjadi terkenal di kalangan para pengguna Facebook yang kala itu mulai naik daun.

Dia berkata semuanya berawal dari rasa bosan. "Itu dasarnya dibangun oleh rasa bosan, dan orang- orang mulai meliriknya ketika hari ketiga peluncuran," sebutnya. Dia mendirikan Esgut berkaryawan delapan orang. Mereka mulai menjual iklan di aplikasi buatannya termasuk Superlatives. Berjalannya waktu, Ali memilih menjual Esgut ke Social Gaming Network (SGN), perusahaan game besar di Palo Alto. Dia diperkirakan menghasilkan tujuh digit angka.

Bisnis internet


Dengan segala masalah ekonomi dunia, internet terus tumbuh semakin besar. Internet menghasilkan banyak inovasi, kewirausahaan, dan tentunya persaingan ketat. Banyak bisnis tumbuh belum tentu menembus permukaan di Internet. Dia menghasilkan uang secara mudah, dan bermodalkan sedikit. Yang lainnya, beberapa orang tidak seperti dirinya memerlukan berbagai software dan hardware hanya untuk berbisnis. Modal yang bisa begitu besar pada akhirnya bukan tentang tujuh digit angka.

Ia yang lulusan Computer Science di Georgia Tech tahun 2003 dan bekerja di Microsoft setelama beberapa tahun. Dia yang sukses di 2008 setelah keluar dari Microsoft mulai menghadapi krisis ekonmi di negara barat. Setelah krisis ekonomi, dia kembali mendirikan perusahaan baru bertemakan sama. Dia mendirikan perusahaan game TinyCo, menghasilkan permainan yang cantik, menyenangkan, dan mudah. Perusahaan yang berfokus kepada lima menit menyenangkan di mana saja.

"Sosial network baru (Facebook) awal diluncurkan di hari terkahir saya bekerja di Microsoft. Saya keluar tanpa tau apa yang akan saya lakukan," Ali mengingat kembali. Dia beralasan bahwa semuanya karena keinginan membangun bisnis. "Saya keluar karena saya ingin memulai sebuah bisnis. Dan saya sangat peduli tentang apa saya bisa lakukan."

Tetapi dia tidak pernah berpikir bahwa itu adalah Facebook. Ali berkata "Saya hanya berakhir di rumah tua di Florida dan sedikit merasa bosan, dan mulai membuat aplikasi Facebook sebagai pengisi waktu luang dan keinginan memulai sesuatu."

Ali mendadak terkenal, mengikuti konfrensi Graphic Social Pattern West di San Diego di bulan Maret. Dia bertemu Social Gaming Network founder, Shervin Pishevar. Pada waktu itu, ia hanya berharap modal bagi perusahaanya bukan menjualnya. Dia hanya beruntung ketika aplikasi mulai dilirik di kala krisis ekonomi. Aplikasi kecil seperti RockYou dan Slide bahkan menemukan sumbernya di tahun- tahun itu.

Beberapa temanya menciptakan aplikasi di Facebook tanpa berpikir panjang selanjutnya. Mereka hanya membangun aplikasi sederhana kemudia menjualnya beberapa bulan kemudian dan tidak menemukan pembeli di pasaran. Dia beruntung mendapat nilai tinggi tapi tidak bekerja untuk kedua kalinya. Ali tau betul susahnya menjual perusahaan macam itu pada saat ini.

Ketika nasib facebook sendiri ditentukan oleh pasar, ia memilih melanjutkan perusahaan barunya sebagai CEO lalu membeli beberapa saham di Facebook. Melalui TinyCo, ia berubah menjadi pebisnis serius dimulai dari beberapa rencana bisnis. TinyCo memiliki delapan belas pegawai memulai berbisnis di dunia game.

Sukses bisnis


TinyCo merupakan pemikiran Suleman Ali dan Ian Spivey empat tahun yang lalu. Mereka fokus pada aplikasi Facebook dan menghasilkan permainan seperti FarmVille. TinyCo sebelumnya bernama Brooklyn Packet fokus menciptakan game dengan mata uang dan dunia tersendiri. Mereka bisa dibilang tidak berhasil untuk yang satu ini.

Di musim semi 2010, perusahaan mulai membuat permainan iPhone bernama Tap Resort Party. Sebuah permainan berfokus pada simulasi nyata. Ini bercerita bagaimana menjalankan sebuah resort dimana pemain akan mengecek statusnya setiap hari. Mereka, para pemain, berinvestasi dan mengkoleksi pendapatan dari resort. Permainan ini begitu digemari hingga TinyCo beralih fokus di permainan mobile. Tap Resort Party menghasilkan 5 juta download dan ratusan hingga ribuan pemain aktif per- hari.

Perusahaan kemudian mengeluarkan Tiny Galaxy beberapa bulan kemudian menghasilkan respon datar. Ali sebagai CEO berkata ini merupakan pengolahan lagi Tap Resort Party. Jadi, perusahaan memperbaiki kembali game buatannya. Di November 2010, perusahaan menghasilkan sebuah permainan baru bernama Tiny Chef. Akhirnya, mereka meraup emas dengan menghasilkan pendapatan bersih tertinggi kedua di  semua AppStore.

Dari Andreessen Horowitz, perusahaan modal asal Silicon Valley memberikan $18 juta bagi TinyCo. Suleman Ali sebagai CEO berkata merupakan titik balik bagi perusahaan. Ia menempatkan perusahaanya menjadi pemain utama di mobile device. Permainan barunya Tiny Monster mencoba menunjukan permaianan menyenangkan dan menghasilkan pendapatan terbesar. Tiny Monster masuk 100 permainan terlaku bagi pengguna iPhone di US.

"Kami berjalan 10 kaki ke depan dalam menjalankan strategi tentang bagaimana kami akan membangun permainan dan permainan apa yang kita buat," ucap Suleman Ali di pernyataannya.

Penemu Deviant Art Padukan Seni Teknologi


Pengusaha muda kelahiran 14 Februari 1981, Angelo Sotira adalah sosok pengusaha asal Amerika pendiri komunitas online deviantArt. Tepatnya pada 7 Agustus 2000, ia bersama kedua temannya, Matthew Stephens dan Scott Jarkoff. Dia membangun deviantArt, tetapi bukanlah perusahaan utamanyanya. Empat tahun lalu, Angelo membangun situs musik bernama Dimension Music. DeviantArt merupakan bagiannya yang kemudian berubah menjadi Music Network.

Situs tersebut tumbuh pesat kerena menawarkan sesuatu yang berbeda. DeviantArt terinspirasi winamp, customize, screepuck, dan skinz. Semuanya merupakan situs berbasis skin atau tema yang bisa dirubah. Angelo menyerahkan segala aspek teknis ke Scott Jackoff sebagai programer dan perencana. Ketiganya berkontribusi di komunitas skin, tetapi Matt Stephens merupakan orang paling berperan lahirnya deviantArt.

Daripada berbicara skin, Matt memberikan saran kepadan Scott dan Angelo, membangun situs komunitas seni. Lantas DeviantArt dideskripsikan jadi "art community", dan banyak sekali orang ikut membangunnya dari sini. Mereka berperan menjadi developer dan promotor, menjadi administrator situs menjalankan galeri seni dan admin pesan. Angelo sendiri menjadi CEO deviantArt, yang kemudian berubah nama jadi perusahaan baru.

DevianArt.Inc perusahaan online bermarkas di wilayah Hollywood di Los Angles, California.

Bisnis online


Dia adalah Co- Founder serta CEO perusahaan. DeviantArt.Inc merupakan awal dari perkembangan sosial media di internet serta bisnis online jauh sebelum Facebook. Perusahaan yang terlebih dahulu menawarkan produk berupa ruang komunitas, chat, upload file, dan segala sesuatu tentang berbagi. DeviantArt.com lahir sebelum Facebook, MySpace, Friendster, bahkan Flickr lahir. Perusahaan tersebut diperkirakan bernilai $19 juta kala itu.

Angelo menjual Dimension Music kepada Michael Ovitz di 1999, bersama rekannya menulis ulang situsnya. Mereka mendirikan deviantArt.com, bermodal $15.000 uang penjualan Dimension Music, disusulo oleh perusahaan baru, DeviantArt.Inc. Michael Rappa, seorang ahli bisnis online menyebut bisnis internet harus cekatan serta oportunis. Dan, Angelo selaku CEO mampu menunjukan kemampuan merubah deviantArt menjadi bisnis nyata semenjak bomingnya.

Dari tahun 2007. DeviantArt kemudian menemukan cara berbisnis melalui DivX; perusahaan pengembang video- view software. DivX menanamkan uang sebesar $3,5 juta bentuk kerja sama iklan. Sayangnya, pendapatan mereka terus menurun semenjak sumber iklan mereka harus bangkrut. DeviantArt mulai menjual premium member dan menghasilkan $29,95 pertahun. Pembayaran tersebut digunakan untuk layanan bebas iklan, sebuah polling, beberapa alat mengedit file, hingga akses tanpa batasan.

Mereka para Deviant (pengguna DeviantArt) juga mendapatkan DeviantWear sebuah market place. Disini, anggota bisa membeli berbagai merchandise, atau menjual produk mereka sendiri berupa produk digital atau menawarknya ke bisnis lain. Mereka akan mendapatkan royalti dari sana, dari para pebisnis yang menggunakan karya yang dipajang.  Bisnis lainnya, DeviantArt memberikan ruang pembuatan T- Shirt dari karya yang diupload di internet.

"Kami ingin itu memberikan sebuah gaya dan kreativitas merefleksikan merek perusahaan. Ini tidak berjalan baik dengan bekerja sama hanya untuk sebuah gambar di tengah kaos." Sedangkan bisnis mulai menambah penghasilan, inti dari DeviantArt tetaplah pengguna atau anggota. "Kami ingin menciptakan hubungan yang baik dengan DeviantArt platform, jadi kami melakukan kode untuk tiga kali sehari, dan mulai masuk ujung batas," ujar Sotira tentang menjaga kualitas DeviantArt.com

Situs artis


DevianArt disebut menghubungkan orang dengan aplikasi komputer dan mengubahnya sesuai selera. Berasal dari kata modifikasi atau deviations, dan penggunanya diberi nama deviants. Situs ini memiliki kurang lebih 265 juta gambar yang diupload oleh 28 juta pengguna. Di 14 November 2006, deviantArt memberikan hak lisensi kepada pengguna dan diberi sertifikat Creative Common License. Para pengguna memiliki hak untuk siapa dan apa karyanya digunakan.

Sejak Juli 2011, deviantArt menjadi platform terbesar di bidang seni. Setiap pengguna melalui profil di akun deviantArt bisa mengkritik hasil karya pengguna lain. Kritik yang diberikan baik tertulis dan juga gambar kecil yang mungkin diupload dari sini. DeviantArt juga mengembangkan deviantArt Muro, semacam alat menggambar digital yang disimpan dan dikembangkan khusus. Itu mudah setiap pengguna bisa menggunakan kuasa kecil tapi hanya pengguna terdaftar yang bisa menyimpan karyanya.

Setiap orang bisa mengatur karyanya dalam folder berbeda, memudahkan mengorganisasikan halaman profil mereka. Dalam tiap profil, pengguna lain bisa melihat karya dan jurnal posting. Setiap orang bisa memilih informasi tentang karyanya lalu membaginya ke situs lain; seperti Twitter, Facebook.dll. Jurnal berisi komen, berbicara tentang seninya sendiri, lainya digunakan guna mengumpulkan karya lain. Tiap pengguna terdaftar bisa berhubungan dengan orang lain, menyimpan karya mereka dalam folder khusus.

Di setiap tahun, DeviantArt memberikan perubahan khusus di tiap aplikasi bahkan sebelum sosial media lain "meniru" nya cobalah DeviantArt.com.

Fenomena Internet Pesta Salad Kentang Termahal Dunia


Semua berawal dari gurauan di situs crowdfounding, KickStarter. Dia adalah Zach "Danger" Brown, pemuda asal Columbus, Ohio. Dimana dia bercanda mengajukan pendanaan online. Temanya bukan lah teknologi terbaru, atau startup bisnis, atau apapun berhubungan dengan bisnis. Dia cuma ingin membuat salad. Dalam satu deskripsi di laman KickStarter menyabut dia membutuhkan $10 untuk membuat salad.

Dia belum memutuskan bahan tertentu di luar kentang, dan dia mungkin tidak akan pernah, ini sebuah trolling atau gurauan menantang platform crowdfunding paling populer saat itu. Melalui internet kamu pemilik usaha bisa "minta" dibiyayai oleh internet. Kamu akan menentukan tujuan berapa ribu dollar di KickStarter.com. Tapi Brown cuma meminta $10 untuk sekedar membuat salad kentang.

Ini sebuah satir untuk "gampangnya" orang mendapatkan pembiayaan. Dan, tak semua orang bisa, dalam hal ini menghasilkan produk. Beberapa produk di situs ini terbukti cuma penipuan. Brown sendiri bukanlah orang biasa. Dia seorang developer dan punya startup bisnis. Berbeda dengan yang lainnya, dia gagal, dan cuma terpikir untuk memulai membuat salad kentang sendiri.


Brown pernah bekerja membangun situs di sebuah perusahaan. Dia memiliki perusahaan apilikasi sendiri yaitu Base Two, dimana dia masih tercatat sebagai pemiliknya. Tapi sekali lagi ini tidak semudah kamu akan bayangkan bahkan untuk KickStarter sekalipun.

"Saya masih pemilik, tetapi hari ke hari itu sudah sulit untuk melakukan apa- apa kecuali salad kentang," usaha ini gagal, karena dia sendiri tak berpikir akan kembali dengan proyek startup ini.

"Jika beberapa bulan tidak ada perkembangan, saya bersedia malakukan apapun yang bisa membuat saya lebih baik, daripada menjadi sedikit tidak nyaman mengejar mimpi besar  agar saya senang," jelasnya dalam sebuah wawancara. "Proyek ini telah membuka beberapa pintu bagi saya apakah saya ingin bereksplorasi."

Sebuah satir atau sendiri menjadi serius ketika tujuannya "melampaui". Pada 7 Juli, dimana di laman proyek salad kentangnya telah ada angka $30.000, dimana akhirnya ditutup pada $55.495. Sebuah kejujuran bahwa kala itu dirinya ingin mengeksplorasi lebih. Dimana ini kemudian menjadi kesuksesan viral dalam sekejab. Dia telah membuka satu salad kentang terbesar bermodal puluhan ribu dollar. Lantas apa yang dia lakukan?

Dia mengatakan satu pesta besar. Membuat acara amal serta memanggil banyak orang dari kotanya. Saat itu ia mengeluarkan uang $25.000 untuk pesta salad terbesar di 2014. Sisanya, dia lantas mendirikan sebuah acara bernama PotatoStock 2014, sebuah festival musik di akhir September. Ada sebuah acara amal disana juga. Lelucon ini telah berubah dari sekedar menjadi bahan lawakan menjadi lebih baik. Kini Zach "Danger" Brown dikenal sebagai sosok paling viral bersaing dengan Kim Kadarsian di majalah TIME 2014.

Entri yang Diunggulkan

Biografi Jack Ma Orang Terkaya China Alibaba