Sepatu Costom Made Menjadi Tren Fashion Baru

Profil Pengusaha Dhilla Pratimi

 
sepatu custom
 
Pengusaha sepatu custom made menjadi tren fashion terbaru.  Kebutuhan fashion wanita memang tidak pernah surut. Perkembangan fashion yang dinamis mengikuti pertumbuhan ekonomi, membuat para kaum hawa selalu haus akan tren terbaru.
 
Mereka selalu berhasrat untuk bisa memiliki produk- produk terkini, melai dari baju, tas hingga sepatu. Namun, produk- produk fashion bermerek dunia kerap tak terjangkau harganya. Solusi termudah bagi mereka yang menekuni usaha costume- made atau pembuatan produk pesanan tertentu.
 

Jadi Pengusaha Custom Fashion


Mereka memiliki pasar dan segment tersendiri dalam dunia fashion. Dhilla Pratami, salah satu pengusaha sepatu costume- made Bonella Shoes asal kota Bandung, Jawa Barat, menyebut permintaan akan sepatu- sepatu costume- made terus meningkat dari waktu ke waktu. 
 
Alasannya, model sepatu terus akan berubah sesuai tren sehingga pesanan selalu saja datang. Contohnya waktu- waktu ini kaum hawa banyak memesan sepatu jenis toms shoes yang sedang populer di kalangan anak muda.

Tren terbaru sepatu couple juga mulai marak terangnya. Tren pasangan yang tak hanya tentang hubungan pacaran anak muda, tapi kini, juga tentang mereka ibu dan anak. Sepatu couple ibu- anak kini digemari oleh masyarakat. 
 
Dan, produk ini fokus pada penggunaan bahan kain seperti kain brokat tujuannya agar bisa juga dipadu padankan dengan kebaya untuk acara resmi.  Meski begitu, permintaan akan sepatu jenis lainnya seperti flat shoes, boots dan heels juga tidak kalah ramai.

Dhilla yang memulai usaha sejak 2010 silam mengatakan, dia bisa menjual berkisar 50 pasang sampai 100 pasang sepatu saban bulan. Harga jual sepatu buatannya berkisar Rp 150.000- Rp 350.000 per- pasang. Dia mengaku dalam sebulan bisa meraup omzet mencapai Rp 10 juta. 

Bonella Shoes didirikan oleh Dhilla, begitu panggilan akrabnya, mencoba peruntungan di bisnis costume- made berbekal ketrampilan. Baginya kala itu yang masih mahasiswa cukup mengandalkan sistem Down Payment (DP) dari konsumen. 
 
Uang itu kemudian digunakan sebagai modal awal untuk tiap- tiap produknya. Dia menggunakan uang dari DP untuk pembelian bahan dan pembayaran pekerja. Memulai bisnis seperti ini pastilah ada suka dan duka. 

Dhilla yang masih berstatus mahasiswi IESP Unpar ini menjelaskan bahwa dalam bisnis costume- made ini sangat memerlukan konsentrasi pada detil untuk membuat konsumen puas. Konsentrasi penuh pada detil adalah kunci sukses Bonella Shoes dalam membuat pelanggannya akan datang kembali. 
 
"Sukanya kalau konsumen puas dengan hasil karya kita, terus dukanya kalau ada konsumen yang gak sabaran," jelas cewek kelahiran 3 Oktober 1990 ini.

Bonella Shoes saat ini hanya melayani pemesanan melalui online saja, karena hingga saat ini Dhilla belum mendapatkan tempat yang cocok untuk dijadikan offline store. Bonnela Shoes melayani pemesanan berbagai model sepatu, mulai dari Wedges, High Heels, Boots dan lainnya 
 
Untuk menghubungi ataupun melihat hasil karyanya dapat mengakses Twitter @BonnellaShoes dan Facebook.com/bonnelashop. Selain itu buat yang aktif di instagram, bisa dilihat di akunnya yaitu @BonnelaShoes.

"Kedepannya insyallah kepingin banget punya offline store untuk men-display portofolio sepatu hasil pesanan konsumen," lanjutnya.

Pemesan costume- made Dhella ternyata tak hanya dari dalam negeri, namun juga negara tetangga seperti dari Malaysia. Jangkauan pasar produk buatannya cukup luas lantaran Dhilla gencar melakukan pemasaran lewat media sosial seperti Instagram, Facebook, maupun Twitter.
 

Pengusaha Sepatu Wanita


Wanda Dwi Utari, pengusaha sepatu custom-made lain yang mengusung merek Women and Needs asal kota Bogor ini juga mengandalkan media sosial untuk mempromosikan berbagai produknya. "Banyak pelanggan saya membeli lewat akun Instagram," ujar wanita yang memulai usaha sejak 2013 ini. 
 
Wanda fokus pada pembuatan sepatu wanita dan anak-anak dengan model beragam seperti flat shoes, wedges, dan high heels. Jika berbicara jenis sepatu maka ia menjawab di tempatnya adalah flat shoes yang banyak diminati.

Wenda fokus pada kain semi kulit dan suede. Untuk teknis pemesanannya sendiri, biasanya konsumen akan mengirimkan gambar sepatu yang diinginkan kepada Wanda. Setelah itu dia akan membuatkan sesuai dengan warna maupun jenis bahan baku yang diminta. 
 
Dia mematok harga jual mulai dari Rp 100.000−300.000 per pasang. Pelanggan yang membeli sepatu buatan Wanda berasal dari kawasan Jabodetabek, Bandung hingga Papua. Dalam sebulan wanda bisa menjual sekitar 40 pasang sepatu.

"Omzet penjualan sekitar Rp 5 juta−6 juta per bulan," kata dia. Saat ini mereka baru bisa memasarkan lewat toko online. Ke depannya, mereka bermimpi untuk juga bisa memiliki gerai biasa.

Anak- Anak Jadi Youtuber Sukses Kaya Raya

Profil Pengusaha Cilik Evan

  
youtuber cilik sukses
 
Anak- anak jadi youtuber sukses kaya raya. Apa yang kamu lakukan ketika berumur 8 tahun? Sibuk bermain dengan teman pastinya. Tentu begitu pula Evan, tetapi yang mencengangkan sambil bermain bocah 8 tahun ini sukses menjadi entrepreneur. 
 
Dia yang menikmati berbagai permainan sukses memenangkan jutaan dollar dari You Tube. Berbeda dengan anak- anak kebanyakan bersama- sama  saudara (kebanyakan adik perempuan dan ibunya) mereview berbagai permainan kegemaran mereka.

Youtuber Cilik Sukses

 
Tak tampak raut wajah serius seperti sedang bekerja, bocah ini benar- benar menikmati video You Tube mereka. Evan ternyata menghasilkan US$ 1,3 juta (Rp 15 miliar) per- tahun hanya dengan mengunggah video di YouTube. Dia adalah bocah di balik kanal EvanTubeHD yang memiliki 817 ribu pelanggan setia. 
 
Namun, bukan video yang menunjukkan bakat seperti bernyanyi atau bermain musik, bocah lucu ini mengunggah video tentang ulasan video game atau mainan.

Yah, layaknya anak- anak lain, ia bermain bagaimana memainkan permainan dengan sedikit ulasan yang menggemaskan.

Dari BusinessInsider.com, unggahan pertama adalah video diketahui berupa stop-motion video dari mainan Angry Birds. Even memulai videonya dengan mendapatkan mainan baru berupa ketapel Angry Bird (anda pasti tau) dan berbagai bola- bola berbentuk burung. 
 
Ekspresi gembira terlihat ketika ia seolah menerima mainan itu pertama kali, membukanya dengan segera. Evan kemudian menunjukan apa- apa yang ada di dalam sambil menunjukan bagaimana cara bermainnya.


Kepada NewsWeek, Jared (ayah Evan) menceritakan bagaimana channel YouTube anaknya menghasilkan ribuan dollar. Rupanya, Jared aktif melakukan negosiasi dengan pemilik merek mainan dan iklan yang muncul di kanal yang merupakan sumber pemasukan Evan kini. 
 
"Semua penghasilan yang masuk ke EvanTubeHD langsung diinvestasikan dan ditabung untuk anak-anak kami," kata ayah Evan, Jared. Jadi selain Evan dapat mainan kerena dan memainkannya, ia mendapatkan pemasukan lain dari iklan. Sungguh beruntung bocah yang satu ini.

Memang sulit untuk menghasilkan pengunjung 280 juta mata untuk video YouTube. Tak ayal banyak sekali perusahaan yang rela menjadi pengiklan untuk Evan. Hitung saja Katty Perry menghasilkan 272 juta, ESPN menghasilkan 328 juta. 
 
Madonna mencapai puncak di 275 juta, dan channel You Tube komedi, Funny or Die menghasilkan 266 juta. Lalu berapa EvanTubeHD hasilkan, sekitar 272 juta dan itu hanya dalam waktu satu tahun.

Hasilnya banyak sponsor dan pengiklan berminat dengan Evan terutama mereka para produsen mainan. EvanTubeHD dibuat oleh Evan bersama dengan ayahnya, Jared, bukanlah channel bakat spesifik untuk mencari ketenaran.
 
"Ketika kami mulai, kami sedang membuat sebuah video tiap bulan sebagai proyek kecil yang menyenangkan," Evan ayah, Jared, kenangnya. 
 
"Itu menarik untuk melihat siapa yang mengikuti. Tapi itu tidak sampai asli video clay model kami mencapai 1 juta pengunjung yang membuat kita mulai menyadari betapa besar ini mendapatkan."

Seterusnya Evan meminta segala sesuatu tentang mainan saja. Dengan membuat review tentang mainan anak, spesifiknya untuk seumuran anaknya, Jared mengarahkan putranya berpikir diluar kotak. 
 
Yang biasanya sang anak bermain sendiri, kini, anaknya bermain didepan televisi. Tak perlu khawatir bosan karena pasti Evan mendapatkan mainan baru untuk direview. Terus siapa yang menonton? 
 

Selebriti Youtube

 
Dikutip dari situs newsweek.com, menyebut bahwa banyak anak- anak menonton Evan bermain di channel You Tube. "Anak saya menonton EvenTubeHD setiap harinya," ungkap seorang ibu, bernama Christine Wilson yang punya dua anak.

Evan memang belum sadar antara batasan menjadi artis dan bermain kini. Namun, ayahnya sadar bahwa ia kini mendapatkan perhatian dari seluruh dunia. Jumlah pengunjung terus meningkat bahkan satu video bisa ditonton 50 juta pengunjung. 
 
"Untuk yang terpenting Evan melalui hari- harinya tetap seperti anak kelas dua sekolah dasar. Ia pergi ke sekolah, mengerjakan PR-nya, bergaul dengan teman-temannya, menghadiri kelas karate, dan, tentu saja, ia memiliki waktu komputer," Jared kata.

Meski ketenaran itu nyata, Jared mengaku tak mau bergantung kepada YouTube sebagai sumber hidup tapi tetap berbisnis. Sang istri memiliki perasaan berbeda atas kesuksesan anaknya. Sedikit khawatir dengan tiap popularitas ini. Jared sendiri bukanlah ayah biasa. 
 
Dia mengaku bekerja dibalik kamera. Dia bekerja dengan kamera foto dan video untuk bisnis baru ini. Memerlukan bantuan, Maker Studios, sebuah agensi periklanan untuk para pemilik channel YouTube membantu. 

Perusahaan yang sukses dengan tiga channel YouTube senilai 2 miliar pengunjung. TubeMogul, sebuah platform jual beli video untuk iklan dan mitra andalan YouTube, memeriksa lalu lintas di saluran EvanTubeHD dan diperkirakan membawa sekitar $ 41.000 per- tahun - dan itu pasca rev-share dengan YouTube. 
 
Tidak terlalu buruk untuk hobi ayah-anak. Jared berkata selain mengerjakan proyek ini. Dia mengerjakan hal lain bersama putranya. 

Evan dan tim -nya mendirikan EvanTubeRaw, berisi bagaimana proses pembuatan tiap video- video di EvanTubeHD, EvanTubeGaming, yang berbicara tentang game khusus ayah- anak berisi komentar dan cara bermain. 

Resiko Jadi Pengusaha Muda 3 Hal

Artikel Bisnis: Susahnya Jadi Pengusaha Muda


resiko jadi pengusaha muda

Resiko jadi pengusaha muda apakah begitu berat. Semangat membara diawal- awal bisnis memang boleh- boleh saja. Tapi siapa sangka ini bisa jadi masalah bagi pengusaha pemula. Semangat yang masih tinggi jadi kelebihan para pengusaha muda dibanding mereka yang sudah tua. 
 
Minim pengalaman ditambah semangat berlebihan bisa jadi berbalik ke arah kamu sendiri. Kita tidak boleh emosi, meledak- ledak dalam mengembangkan usaha. Pola pikir sehat ialah ketika kamu tetap tau resiko; tau resiko berarti tau harga harus dibayar.

Diremehkan Jadi Pengusaha

 
Warren Buffett, seorang pengusaha dan investor dunia, pernah berkata, "Resiko datang dari tidak tau tentang apa yang kamu lakukan," Berikut ini beberapa hal sepele tapi biasanya menjadi resiko menyusahkan kamu sebagai pengusaha muda.
 
Ini adalah kelemahan sebagai pengusaha muda sekaligus kekuatan jika kamu bisa menghadapinya.

Berikut 3 resiko harus siap dihadapi pengusaha muda dalam menjalankan bisnis:

1. Diremehkan


Pengusaha muda dicap sebelah mata. Pandangan itu datang ketika kamu mulai berguru, mencari informasi. Banyak sudah pengusaha muda sampai di tahap ini; terbukti berhasil melampaui. Ini adalah semacam awalan saja. 
 
Sarah Haselkorn, seorang pengusaha muda yang pernah menjadi kolumnis di The Grind, menuliskan beberapa masalah yang pernah dialaminya dalam laman Entrepreneur.

Biarkan orang terkejut terkejut, ini resiko kamu sebagai pengusaha muda, fokuslah mengerjakan bisnis kamu terus. Dan, banyak sudah pengusaha muda telah membuat mereka (para senior) atau orang awam terkejut- kejut. Intinya kamu harus tau apa yang kamu lakukan dan resikonya dulu. 
 
Soal sukses biarkan lah waktu dan kerja keras kamu. Sebagai pengusaha muda, kamu hanya perlu bekerja lebih keras membuktikan diri. Kamu tidak akan pernah menjadi sempurna, (justru) kesalahan di sepanjang jalanlah yang menjadikan proyek kamu sempurna, tambahnya.

2. Sulit modal


Sudah gak jamannya lagi bingung modal bisnis. Kamu cukup bermodal koneksi internet sebagai ganti toko di dunia nyata. Dengan teknologi menasia telah memudahkan dirinya -menciptakan berbagai jenis bisnis baru. 
 
Brodo Footware contoh nyata jika kamu ingin tau bagaimana bisnis online bekerja. Bermodal 7 juta dari tabungan, pemiliknya mampu membuka bisnis besar dari internet. Ini sama saja dengan bisnis tradisional. Hingga yang kamu butuhkan cumalah modal keberanian serta inovasi.

Pengusaha muda banyak terbentur karena modal. Beberapa pengusaha muda gagal mengajukan pinjaman modal ke bank. Tapi perlu kamu tau hampir semua bisnis dimulai dari uang keluarga sendiri. Mereka yang jadi sumber, yang kamu butuhkan hanyalah keyakinan dan kerja keras. 
 
Yakinkan ayah dan ibu kamu bahwa kamu meminjam uang bukan meminta; jadikan itu modal usaha kamu.

3. Jauh dari teman


Mungkin kamu akan terlalu fokus pada bisnis kamu. Tak lagi cukup waktu buat bermain- main. Inilah yang terberat diantara tidak sulit modal atau diremehkan saja. Siapkah kamu bekerja tanpa keinginan bersenang- senang ketika teman kamu asik diluar sana. 
 
Memulai bisnis akan memakan banyak waktu. Sedangkan teman kamu telah bekerja punya waktu sabtu- minggu. Mungkin kamu akan butuh kedua hari itu cuma buat menghitung pengeluaran, memperhitungkan besar resiko kamu ambil.

Meski begitu bukan berarti kamu tidak punya teman. Cobalah aktif mengajak mereka kedalam semangat kamu berwiraswasta. Ajaklah mereka membuka bisnis bersama, ini akan membantu masalah kamu di nomor dua. Jangan pernah berpikir kamu tidak bisa memimpin, seperti nomor 1, kamu jangan mau diremehkan oleh siapapun termasuk diri kamu sendiri.

Bisnis Coffee Shop Indonesia Bercita Rasa Indonesia

Profil Irvan Helmi dan Muhammad Abgari

bisnis coffee shop indonesia
 
Bisnis coffee shop sangat menjanjikan. Bercita rasa Indonesia, bisnis  keduanya konservatif, dan jika berbicara modal usaha yang digeluti sekarang. Irvan Helmi dan Muhammad Abgari memulai bisnis sejak 2007 tapi baru punya enam outlate, empat di Jakarta dan dua di Bali. 
 
Bayangkan ketika pengusaha lain berlomba- lomba membangun franchise, mereka memilih tidak. Perlu diketahui hampir tiap minggunya menerima permintaan franchise Anomali Coffee. Bukan hanya dari dalam negeri, tapi juga dari di luar negeri seperti  Malaysia, Singapura, Rusia, dan China.
 

Pengusaha Muda Coffee Shop


Alasan mereka bahwa mereka tidak yakin bisa mentransfer value dan misi yang mereka pegang, yaitu bagaimana mempromosikan dan menjaga kualitas kopi Indonesia. Passion mereka terhadap kopi, khususnya kopi khas Indonesia, sangat tinggi. 
 
Hal ini pula yang membuat keduanya berpikir berkali- kali untuk memulai sebuah franchise. Mereka tidak ingin bisnis kopi ini dikerjakan orang yang tak punya passion di bidang kopi. Mereka sangat konservatif.

Tak hanya soal cara berbisnis, seorang manajer di Anomali Coffee selain memiliki kemampuan manejerial yang bagus, tapi juga ada passion di kopi. Mereka sangat selektif untuk memilih seorang manejer di setiap outlatenya. 
 
Passion seolah menjadi kata wajib dalam bisnis kopi yang mereka jalankan. Bisnis kopi tidak boleh dikerjakan mereka yang tak ada rasa cinta terhadap kopi. Meski franchise menawarkan keuntungan yang menggiurkan, mereka tak lantas tergoda.
 
 Gambaran Coffee shop menurut Irvan Helmi adalah perjalanan mereka di tahun 2007. Kala itu masih belum banyak produsen dan coffee shop lokal yang menjual kopi premium. Kalau berbicara milik asing tentu nama besar mereka telah terdengar, tapi baginya, masih meragukan apa itu premium. 
 
Harganya memang premium, tapi dari segi produk, coffee shop asing diragukan apakah specialty coffee. Memang setiap produsen atau sebuah coffee shop memiliki standarnya masing- masing. Irvan menambahkan specialty coffee bisa dilihat dari kualitas biji kopinya. 
 
Namun di Indonesia sendiri belum ada asosiasi atau lembaga mengeluarkan sertifikat specialty coffee ini. Biasanya klaim mengenai specialty coffee ini keluar dari masing-masing merek coffee shop atau penjual kopi. "Pada 2007 kami belum melihat coffee shop yang menjual specialty coffee. 
 
Asosiasi specialty coffee Indonesia baru terbentuk pada 2008. Setelah asosiasi ini terbentuk, anggota yang terbanyak adalah dari pihak penghasil green bean, bukan dari pihak coffee shop," terang Irvan lebih lanjut.

Pada 2009 itu juga Anomali mulai serius memasok biji kopi. Bahkan kompetitor yang sama-sama menjual espresso, membeli biji kopi dari mereka. Walau secara produk minuman kami berkompetisi, namun di balik itu sebenarnya adalah mitra. 
 
Anomali memasok mereka biji kopi, melatih mereka, dan bahkan memasok mereka mesinnya. Dari awal Anomali memang ingin menjual specialty coffee. Namun ketika awal buka, coffee shop mereka menemukan kesulitan untuk mencari green bean yang baik.

"Belum ada sepertinya yang seperti kami, kafe dengan roaster- nya," jelas Muhammad Abgari melalui wawancara khusus SWA.co. id.

Anomali Coffee seolah menjadi peliopor produsen sekaligus pemasok specialty coffee (biji kopi). Mereka bahkan kerap diundang berdiskusi tentang kopi Indonesia di Singapura. Dulu, kopi Indonesia masih dianggap kopi yang inferior di mana hampir seluruh kopi Indonesia yang diproduksi adalah robusta, sekitar 90% robusta dan sisanya Arabica, di mana Anomali hanya bermain di Arabica.

Menjadi Pengusaha Muda


Ada kabar yang menyebutkan bahwa Anomali menjadi leader dalam pasokan kopi. Bahkan, lanjut Abgari, beberapa hotel di luar negeri menggunakan kopi dari Anomali. Secara garis besar Anomali menjadi leader dalam memperkenalkan kopi khas Indonesia. 
 
Sebenarnya permintaan untuk kopi Indonesia sudah mulai bagus. Jadi, bagus tidaknya kopi bukannya hanya dari bijinya saja, namun juga dari tingkat kesegaran biji kopi itu sendiri. Pembeli sudah paham bahwa salah satu kekuatan 
 
Anomali ialah Anomali memanggang kopi sendiri sehingga bisa dijamin tingkat kesegarannya. Saat ini tiap bulan Anomlai memanggang sekitar tigaton. Pada awal bisnis cuma 10 – 15 kg. Saat pertama kali outlate dibuka di Senopati, hanya ada 10 kursi. 
 
Mereka kehabisan dana untuk membangun lantai dua kafe karena membeli mesin roasting yang harganya hampir Rp 1 miliar.

"Saat ini kami memiliki dua mesin roasting dari Turki dan Swiss, salah satu merek mesin roasting-nya, Buhler dengan kapasitas maksimum 20 kg," lanjut Abgri.

Yang awalnya memanggang kopi untuk kebutuhan sendiri, berubah arah. Anomali yang kesulita menemukan biji kopi jadi di pasaran memilih memanggang sendiri. Ternyata orang- orang suka hasi panggangan mereka. 
 
Akhirnya mereka pun menjual kopi hasil panggangan mereka sebagai portfolio. Awalnya dimulai dari menjual kopi dari satu region saja, yaitu Toraja. Sekarang sudah ada tujuh region, hingga ada kopi luwak. Mengalir begitu saja. Namun dari awal Anomali tetap mengkhususkan untuk menjual specialty coffee Arabica.

Mereka menjual roasted coffee bean yang saat ini penjualannya mencapai tiga ton per bulan dari yang hanya 10 kg – 15 kg per bulan saat awal berdiri. Dari tiga ton biji kopi panggang tersebut, mereka juga memasok ke berbagai coffee shop lainnya. 
 
Walaupun penjualannya masih didominasi produk makanan minuman yang sebesar 70%, dibanding wholesales coffee bean yang hanya 30%, tapi pertumbuhan penjualan coffee bean secara ritel cukup tinggi.

Kulit Jagung Jadi Bunga Pengusaha Raup Puluhan Juta

Profil Pengusaha Nina Kartika 


kulit jagung jadi bunga
 
Bayangkan kulit jagung jadi bunga bernilai ekonomi. Pengusaha ini rauppuluhan juta. Siapa sangka kalau bungan tersebut dari kulit jagung. Teksturnya yang unik, hampir menyerupai apa bunga aslinya. Inilah kisah pengusaha Nina Karika dan ibunya. 
 
Kulit jagung yang tidak bermanfaat, yang sisa, dan menjadi limbah ternyata mampu menghasilkan omzet 30 juta. Bayangkan saja.
 

Bisnis Kulit Jagung


Bunga- bunga cantik buatannya sampai ke manca negara. Bersama ibunya bisnis tersebut diberinya nama Innovart Cornhusk Flower. Awalnya, tahun 1987, ibunya Nina berpikir banyak kulit jagung yang tersisih di pasar, butuh sentuhan.
 
"...daripada dibuang sebaiknya dimanfaatkan," tiru Nina.

Setelah bisnisnya berkembang, maka permintaan melonjak tajam alhasil mereka lumayan keteteran. Jika dulu cukup mengambil di pasar sekarang butuh suplier sendiri. Nina menambahkan apalagi pada jaman itu kertas mahal ditambah kain susah.

Awalnya mereka cuma menggunakan tangan. Lambat laun mereka akhirnya memilih menggunakan mesin juga. Permintaanya banyak sampai tembus pasar Eropa, Amerika, Jepang, Italia, Arab, Jeddah, Spanyol dan Amerika. Dimana bunga- bunga mereka dipajang di toko- toko souvenir mereka.

Tidak cuma toko, mereka masuk supermarket dan home decor. Hingga mereka diundang mengikuti aneka pameran- pameran di luar negeri sampai bisa ekspor terus.

Modal awalnya Rp.50 juta tahun 1987 silam. Bisnis kulit jagung tersebut mampu mengantungi omzet sampai Rp.50- 60 juta per- bulan. Dia juga mampu memproduksi sampai 10.000 tangkai perhari. Ia memulai dari menjual melalui booth kecil di Mall Taman Anggrek dan melalui online.

"Modal awalnya mungkin 50 ribuan ya, kalau omzet sekarang Rp.50- 60 juta," terangnya.

Walau ekspor tidak setiap bulan buktinya di pasar lokal menang. Dia menjelaskan bunga jagung yang mereka jual mampu bertahan sampai 20 tahun. Jujur mereka sedang mengalami kesukaran karena kelangkaan kulit jagung.

Asal tidak kena matahari atau air jaminan 20 tahun kuat. Harga jualnya bervariasi dari Rp.10 ribu hingga Rp.60 ribu per- tangkai. Kendala bertambah apalagi kalau musim hujan tiba, jelasnya kepada pewarta Detik.com

Entri yang Diunggulkan

Biografi Jack Ma Orang Terkaya China Alibaba