Bisnis Telur Asin Rasa Udang Pengusaha Regina

Profil Pengusaha Reginald Indarsin 


telor asin rasa udang
 
Bisnis telur asin rasa udang nampak berbeda. Pengusaha Regina menjalankan bisnis unik dan kreatif demi menarik perhatian. Ini menjadi senjata Reginald Indarsin, yang membuat telor asin kini menjadi berasa udang.
 
Mahasiswa Universitas Prasetya Mulya, anak muda yang baru 21 tahun, mampu membuat telor asin berasa udang. Sebelumnya ia membuat telur asin rasa jahe dan bawang. Reginald memulia usaha sejak awal 2015. Dia memang berambisi menjadi pengusaha muda. 
 

Pengusaha Muda

 
Terutama ketika melihat sukses telur asin Ibu Ambar yang di Jakarta Utara. Dimulai awal tahun tetapi masih percobaan. Meskipun begitu, Reginald berani memasarkan. Dimulai dari rasa jahe, udang, dan bawang. Talur asin buatanyanya cocok dimakan pakai rawon. 
 
Proses pembuatan sih tidak susah. Telur asin diamplas dibubuki bumbu khusus yang dia sediakan. Barulah dilapisi tanah liat layaknya telur asin umum. Perpaduan bumbu diatas kemudian direbus. Rasanya khas dan enak. 
 
Kini dia sudah mensuplai beberapa restoran di kawasan BSD Tangerang, Banten. Dalam satu minggu dua kali bayangkan dia memproduksi 200 telur.

Modal awal ia tidak tanggung- tanggung. Reginald menggelontorkan uang Rp.20 juta, dimana Rp.10 juta buat beli telur asin dan sisanya peralatan produksi. Nekat? Tentu karena bisnisnya boleh dibilang coba- coba. Enak dilidah kita belum tentu masyarakat akan merespon positif seperti kita.

Biaya produksi telur Rp.3000, kita jualnya Rp.6000 per- telurnya dan diproduksi selalu habis. "Kita baru mulai bisnis ini 6 bulan yang lalu. Inovasi rasa kita akan lebih optimalkan," jelasnya. Pasaran telur asin ini memang menjanjikan apalagi selera kuliner kita tidak diragukan lagi.

Bisnis Cheese Cake Dalam Toples Instagram

Profil Pengusaha Cheese Cake 


bisnischeesecake.png
 
Bisnis cheese cake dalam toples menguntungkan. Kisah pengusaha Instagram memilih keluar dari pekerjaan mapan. Mereka ingin memulai entrepreneurship. Meski begitu harus punya landasan kuat untuk itu. Tidak bisa tiba- tiba berhenti bekerja begitu saja. 
 
Seperti kisah Selly, wirausahawan muda yang dulunya adalah pegawai perusahaan iklan. Awal mula dari perasaan tidak enak menjadi pegawai super sibuk. Dia merasakan betul tidak bisa bersantai, tidak bisa menjakan diri padahal itu mudah.
 

Pengusaha Instagram


Pengusaha kue cheesecake cantik dalam toples ini. Memulai landasan dari perasaan tersebut, perasaan kenapda tidak bisa bersantai merawat sendiri. Dia pernah bekerja di perusahaan iklan dimana deadline adalah makanan. 
 
Tekanan besar membuat Selly berpikir ulang. Dia memilih resign dan jadi ibu rumah tangga saja. Menurut ibu muda satu ini sebenarnya memanjakan diri sangat mudah. Itu tidak melulu harus ke tempat tertentu. 

Cukup makan- makanan manis saja sudah bisa kok. Hanya saja, saking sibuknya menjadikan hal tersebut menjadi sangat sukar sekali. Butuh inovasi menurutnya agar lebih mudah dilakukan. Jadilah bisnis bernama Treat Inc yang kemudian semakin berkembang pesat. 
 
Upaya untuk membantu orang merasakan makna dari memanjakan diri.

"Miris saja ngeliat orang di Jakarta sibuk banget dan nggak punya waktu nge-treat diri sendiri, mikirnya ribet, padahal treat itu mudah banget, dengan makan yang manis-manis, makan makanan yang enak-enak, itu sudah menghargai," jelas Selly kepada Detik.com.


Bersama seorang teman Amelia (29 tahun) memulai Treat Inc. Bisnis membuat cemilan manis dan sehat juga terjangkau. Adalah cheese cake dalam toples yang praktis dinikmati dimana saja. Makanan kelas premium yang bisa dinikmati siapa saja. Bahan- bahannya juga sehat dan mudah. 
 
Cocok buat segala jenjang usia dari anak- anak sampai tua. Dia telah menemukan caranya bagaimana memanjakan diri. Cheese cake yang tediri dari 8 pilihan rasa. Rasa cheese cake original, oreo, chocochips, M&M, greetea, ovomaltime, blueberry dan raspberry. 
 
Itu juga dibuat fresh baru dibuat ketika dipesan. Akan dikirim sehari itu juga dibuat atau dia menjelaskan kamu akan dapat keesokan harinya. Selly sendiri tidak memutuskan berhenti akan mimpinya. Dia bahkan berencana akan membuat treat lain. 
 
Makanan lain yang mudah dibawa dan enak dinikmati siapa saja. Dia juga membuka konsep reseller buat kamu. Saat ini memang masih di Jakarta tapi sudah punya konsep akan sampai ke Bali dan Jawa. Bisnis cheese cake dalam toples, baru beberapa pekan dimulai sejak itu sudah menjual 200 toples. 
 
Dimana ia mengaku omzetnya mencapai Rp.3 juta/minggu. Harga tergantung rasa serta lama pengiriman langsung yaitu seharga Rp.25-32 ribu. Jika kamu berminat cukup kunjungi online store nya lewat Instagram @treat_inc.

Dulu TKI Sekarang Pengusaha Pemilik CV Bandeng

Profil Pengusaha Maidah Dahmalia


macam- macam olahan bandeng
 
Dulu TKI sekarang pengusaha pemilik CV usaha. Sejak awal wanita tersebut terbiasa bekerja dalam ruangan. Sebagai mantan TKI, dulunya bekerja sebagai buruh pabrik baterai di Malaysia. Dua tahun masa kontrak dia kembali ke Indonesia. 
 
Lantas apa yang bisa dilakukannya untuk bertahan hidup sekarang. Masa itu dia tinggal di Serang, Banten, perihatin melihat bagaimana bandeng berlimpahan. Di 2000 -an, bandeng begitu berlimpah belum tersentuh variasi, "...saya pikir ikan bandeng yang banyak ini harus dimanfaatkan," tuturnya.
 

Pengusaha Pemilik CV


Midah Dahmalia kemudian menyulap bandeng menjadi sate. Memang sudah menjadi makanan khas Serang kalau sate bandeng. Selanjutnya pengusaha ini membuat aneka olahan bervariasi, seperti ada nuget, abon, pangsit, kerupuk tulang bandeng, kerupuk bakso ikan, bandeng basah, sampai telur ikan.

Bersama bisnis CV. Bilvie. Modal awalnya Rp.2 juta, ikan bandeng didapat dari tempat budidaya setempat. Tahun 2013 menjadi awal titit kewirausahaannya. Sempat mau hutang bank, namun tidak jadi karena takut tidak bisa bayar karena usahanya masih kecil.

Menjadi pengusaha oleh- oleh tidak membuat dia lupa asal. Midah memberdayakan para TKI yang sudah pulang kampung. Membuat sebuah sentra produksi bersama dengan pengawasan dia. Sebuah bentuk solidaritas karena memang sulit mendapatkan pekerjaan kalau sudah pulang kampung.

Dari Serang, Pandeglang, Rangkasbitung, hingga daerah lain sekitar Serang. "Habis gimana kalau mereka pulang kampung kadang kehabisan uang," jelas Midah.

Tidak jarang mereka yang sudah mantap, kemudian memisahkan diri dari kelompok binaan Midah, dan akhirnya membangun usaha sendiri. Dia tidak menganggap itu sebagai apa. Pada prinsipnya dia senang jika rekan- rekannya ini menemukan pendapatan mereka sendiri tanpa bekerja keluar negeri.

Midah sendiri tidak sendirian mengembangkan usaha. Ada pihak kementrian kelautan yang menjadi pembina usahanya. Pihak KPP, mengundah Midah sampai ke Malaysia untuk mengikuti bazar UKM, dimana dia bercerita produk olahan miliknya langsung ludes ketika dipasarkan di sana.

Namun begitu, walau laris manis, ternyata untuk pasar ekpor ke Malaysia masih kecil. Midah sendiri tidak menampik program kala itu sebagai "icip- icip". Meskipun begitu dirinya masih yakin. Apalagi kalau produk turunannya tidak umum, produk abon bandeng jadi terlaris ketika disajikan di bazar.

Bisnis Cemilan Kacang Oven Pengusaha Brusli

Profil Pengusaha M. Burhanuddin Rusli


jualan kacang brusli

Pengusaha Brusli atau Kacang Brusli begitu enak. Bisnis cemilan kacang oven ternyata menjanjikan. Ia
menjadi pengusaha lantaran mengikuti jejak orang tua. Inilah kisah Muhammad Burhanuddin Rusli, pria asal Surabaya, Jawa Timur, sukses merintis bisnis kacang oven. 
 
Bisnis tersebut diberinya nama Kacang Brusli. Produk kacangnya sukses dipasarkan ke beberapa kota di Jawa Timur. Sebelum menjadi pengusaha, ia adalah seorang guru di salah satu Sekolah Menengah Pertama (SMP) di Surabaya, dan sangat ingin mandiri. 
 
Karena keinginan kuat untuk menjadi pengusaha, maka dia mantab berganti profesi. Dia menjelaskan bukanlah kebetulan dirinya memulai usaha kacang tersebut.

Pengusaha Cemilan


Bisnis kacang bawang tersebut dimulai sang ibu. Rusli kecil terbiasa membantu ibunya produksi kacang bawang. Lantas dia aplikasikan bisnis kacang tersebut kembali. Namun bedanya kalau Rusli memilih memproduksi kacang oven.

"Saya sengaja memilih kacang oven karena lebih praktis," tuturnya.

Kalau kacang bawang kan minyaknya banyak, susah buat dikemasnya. Kacang Bursli namanya sudah tersohor sebagai oleh- oleh Kota Surabaya. Bukan cuma wisatawan lokal tetapi juga wisatawan asing yang mampir mencicipi produk kacangnya.

Menyebar melalui sistem keagenan, kacang Brusli dijual di Jakarta, Balikpapan, Malang, dan kota lainnya. Bapak dua anak ini bahkan mampu menjual sampai ke Malaysia, Dubai, dan Hong Kong. Ia menjual sacara online melalui berbagai platform eCommerce.

Dia sudah menjalin kerja sama dengan 40 agen tersebar. Kalau yang dari luar negeri biasanya pakai ambil sendiri atau bisa dititipkan teman. Pengusaha 29 tahun ini mengaku, bisnisnya tidak menyasar segmen menengah bawah, karena tentu akan mematikan pasaran masyarakat biasa.

Untuk itu dirinya mengemas kacang Brusli sebagai produk premium. Tujuannya menyasar pasar kelas menengah atas dan terbukti berhasil. Cita rasa pun disesuaikan agar tidak mengecewakan. Dia menjual satu bungkusnya Rp.25.000 ukuran 222gram.

Varian rasanya asin, manis, dan pedas asin. Sebulan pengusaha muda satu ini memproduksi 2.000- 3.000 bungkus. Saat lebaran produknya bisa meningkat sampai tiga kali lipat. Pemenang wirausaha muda 2010 ini, menyebutkan dalam sebulan penjualannya rata- rata Rp.75 juta.

Dari bahan baku sampai proses pembuatan, dia mendapatkan omzet sampai 50%, marginya tentu bisa lebih besar namun kenaikan BBM cukup membebani.

Bisnis Rusli tidak instan langsung sukses. Kacang oven miliknya sudah diuji coba resepnya dulu. Ada tujuh kali uji coba resep sampai sukses dipasarkan. Alasannya adalah agar mencapai produk yang berkualitas. Bahan baku dia bekerja sama dengan beberapa pemasok untuk bahan baku.

Bisnis Kacang Oven

 
Cara pertama penjualan kacang Brusli melalui sistem titip. Dia menjual ke toko- toko kue, oleh- oleh, tetapi tidak berhasil mendongkrak penjualan. Memang waktu itu dia masih menggunakan peralatan sederhana, mulai dari mesin vakum, kemasan juga sederhana dan hasilnya jadi cepat melempem.

Sempat berputus asa, jualannya tidak laku, Rusli lantas banting stir bejualan kebab. Memang kala itu masih trennya usaha kebab. Tahun 2008 itu lahir bisnis kebab bernama D'Brusli Kebab. Tidak mau dipandang ikut- ikutan maka Rusli juga menjajakan burger, hotdog, nachos,dll.
 
 Setahun berbisnis dia lantas menawarkan kemitraan untuk kebabnya. Diperjalanan kemitraan tersebut gagal karena mitra tidak mau mengikuti manajemen dia tetapkan. Meski gagal tiga kedai miliknya masih berjalan sebagai investasi.

Tahun 2010, dia kemudian mengikuti sebuah pameran usaha mikro, disinilah awal mula Rusli buat kembali menawarkan produk kacangnya. Lewat berbagai perbaikan bisnis kacang Brusli mulai lagi. Jadilah produk kacang Brusli menarik perhatian pembeli di acara tersebut.

Dia mulai lagi membuka keagenan. Kemudian memanfaatkan media digital buat berpromosi. Buat produksi sudah tidak lagi sederhana. Rusli menyisihkan biaya untuk membeli mesin vakum. Maka dengan kemasan vakum kacangnya dapat bertahan empat bulan.

Meskipun sempat dipandang akan mengalami kegagalan. Nyatanya bisnis kacang Brusli semaki baik prospeknya. Sambil jualan kacang, Rusli masih mengurus usaha kebabnya, dan melakukan aktifitas pelatihan kewirausahaan.

Ketatnya perasaingan bisnis kuliner memang tidak dipungkiri. Ia sendiri menganalisa tersebut, jadi banyak hal dilakukan olehnya. Aneka inovasi dilakukan untuk menghadapi produsen kacang sekala besar. Ada varian rasa baru kacang Brusli yang siap diluncurkan.

Tidak mudah mencari konsumen memang. Dia mengelola baik hubungan dengan konsumen. Promosi juga tidak berhenti. Anak bungsu dari tiga bersaudara ini, melakukan promosi yang gencar dan tidak lupa mengikuti aneka pameran di luar kota.

Promosi digital sangat membantu bisnis Rusli. Apalagi jaman sekarang orang lebih memilih buat belanja online. Meski begitu, dia tetap tidak melupakan bisnis offline, maka Rusli bertekat membuka gerai tinggal mencari tempat yang cocok buat usaha kacangnya.

Sistem keagenan dipatoknya biaya Rp.1,5 juta/agen. Maka agen akan mendapatkan produk senilai Rp.1 juta. Tidak cuma berhenti di kebab, burger, dan kacang Brusli, yang dikemasnya dalam bisnis bernama D'Brusli Cafe. Dia masih berpikir untuk membuka bisnis minuman kesehatan Isajenik.

Produk ini difokuskan Rusli untuk mereka wanita yang mau menurunkan berat badan. Karena dia liat produk minuman diet tengah digemari. Tidak ada hambatan berarti dalam bisnis Rusli. Semuanya ia siapkan dan siap diluncurkan.

"Sebenarnya ini produk luar negeri, cuma kita kombinasikan dalam negeri," paparnya.

Prospek Slondok Renteng Bisnis Kuno

 Profil Pengusaha Purwanto


prospekslondok.png

Prospek slondok rentang adalah bisnis kuno. Usaha Pak Mul ini memang sudah ada sejak lama. Syukur ada internet mebawa namanya semakin terlihat. Mulai sangat terkenal semenjak becana Merapi 2010. Usaha ini yang sebenarnya sudah ada sejak tahun 1960. 
 
Waktu itu masih dikerjakan oleh kakeknya, kini mulai gencar dipasarkan kembali oleh sang generai ketiga. Dialah Purwanto yang memasarkan kembali slondok renteng itu kembali.

Prospek Bisnis

 
Meski di era modern, soal cara pembuatan dan bahan- bahan slondok masih dipertahankannya. Ia menyebut agar cita rasa tidak berubah. Memang secara cita rasa memang khas sekali. Agar ciri khas yang membuat ini menarik semakin diperjelas. 
 
Tetap dipertahankan berenteng- renteng seperti dulu. Meski sekarang sudah ada pembungkus plastik. Purwanto tetap merentengnya dalam satu ikatan.

"Jadi kenapa dinamai slondok renteng? Dulu saat jualan kanjarang ada plastik. Jadi kakek menjualnya dengan direnteng memakai ikatan bambu," tutur Purwanto prospek slondok rentang

Sudah setengah abad umurnya dan masih terjaga. Dan kini, kuliner legendaris, bisnis kuno ini siap mengguncang selera kamu. Purwanto menyebut proses pembuatan slondok renteng masih sama. 
 
Terjaga mulai dari pemilih bahan baku singkong, pengkukusan, dan kemudian dimasukan ke mesin penggiling. Dibutuhkan setidaknya dua hari untuk proses pembuatannya.

Purwanto mengambil singkong langsung dari petani di Turi. Cuma dibumbui bawang putih dan garam. Tanpa ada penyedap rasa sudah siap slondok singkong. Untuk mengawetkan jajanan ini dibutuhkan sinar matahari panas. 
 
Dijemur sampai benar- benar kering, baru dipelintir- pelintir sampai membentuk cincin, "Lalu dikemas dan digoreng," jelasnya kepada Sindonews.

Jika dijual perenteng harganya Rp.11.000/bungkus berisi 30 renteng. Sementara kalau kamu membeli tidak direnteng seharga Rp.22.000/kg. Penjualan sendiri tidak ada di warung atau toko oleh- oleh. Purwanto pun mengajak ke Boyong, RT 01/10, Hargobinangun, Pakem, Sleman. 
 
Atau, kalau kurang paham, masuk ke arag barat menuju Museum Gunung Merapi. Lewat museum itu berjalanlah sekitar 100 meter atau tanyakan orang. Pamor slondok renteng ini yang makin beken. Bahkan mampu menarik pemilik toko oleh- oleh rela datang. 
 
Banyak sekali pesanan mendatangi Purwanto di rumahnya. Toko oleh- oleh Yogya sudah hafal betuk karena sudah sering mondar- mandir. Meski tempatnya agak tersembunyi, tetap saja berbondong- bondong mereka datang. 
 
Selain pemilik toko oleh- oleh, adapula rombongan wisata atau anak SD yang tertarik untuk melihat langsung. Mereka ingin melihat langsung cara pembuatan. Udah banyak, ada juga rombongan wisatawan atau anak sekolah kesini untuk sekedar melihat langsung proses pembuatannya," ceritanya lagi. 
 
Meski mereka juga jadi mengetahui cara pembuatannya bahkan resepnya. Purwanto mengakut tak pernah khawatir. Prinsip dipegang olehnya, "Tongseng saja dengan bumbu yang sama, tapi pembuatnya berbeda, rasanya juga berbeda," jelas Purwanto lagi.

Prospek Bisnis Kuno


Purwanto pemilik slondok renteng Pak Mul merasakan betul. Merasakan betul dampat cepatnya informasi tersebar lewat internet. Meski tidak secara spesifik memasarkan produknya. Dalam waktu beberapa tahun belakangan penjualan slondok naik. 
 
Ia mengaku naik sampai 10 kali lipat. Kalau biasanya Purwanto cuma bisa membuat 10- 20 bungkus. Kini, slondok yang diproduksi di Dusun Boyong, RT 01/10, Desa Hargobinangun, Kecamatan Pakem, telah memproduksi 70- 100 bungkus. 
 
Banyak wisatawan berkunjung dan membelinya ketika melewati Kaliurang. Mereka wisatawan Kota Yogyakarta pasti akan menyempatkan mampir. Purwanto menyebut peningkatan siginfikan ada di bulan Ramadhan. Jika biasanya membutuhkan 2 kuintal bahan singkong naik jadi 20 kuintal plus 5kg.

Tidak cuma slondok renteng Pak Mul yang ada di Sleman. Purwanto bersama warga satu kampunya tengah mencoba berkolaborasi. Bersama warga Desa Hargobinangun, Pakem, Sleman, mencoba bekerja sama di bidang kuliner khas bertema "Parsel Lereng Merapi". 
 
Lewat parsel- parsel anyaman bambu cantik yang siap diisi aneka jajanan khas. Inilah cara terbaru meningkatkan brand khas jajanan lokal.

Apa saja bisa didapat dari satu parsel?

Ada jajanan ampyang, susu bubuk kambing ettawa, kopi khas yang ditanama di lereng merapi, peyek, madu, jamu godok, dan banyak lagi. Dan, yang paling menarik perhatian apalagi kalau bukan bisnis slondok renteng. 
 
Purwanto selaku pemilik slondok renteng Pak Mul menyebut ini cara baru. Menawarkan paket sekaligus menaikan nama Sleman. Parsel sendiri dibandrol seharga Rp.250- 500 ribu. Ini belum termasuk ongkos kirim.

Entri yang Diunggulkan

Biografi Jack Ma Orang Terkaya China Alibaba