Pengusaha Sosial Tas Ramah Lingkungan bagGoes

Profil Pengusaha M. Bijaksana Junerosano

 
tasramahlingkungan.png
 
Pengusaha sosial tersebut bernama Mohamad Bijaksana Junerosano. Dia menjadi contoh anak muda seusianya. Meskipun itu mungkin terlihat sepele tapi ada yang dilakukannya bisa menjadi perubahan. 
 
Pemuda 32 tahun yang aktif menjadi sang CEO perusahaan dibidang daur ulang. Perusahaan bernama PT. Greenation Indonesia, Sano, begitu ia biasa dipanggil membuat produk bernama baGoes, sebuah merek tas ramah lingkungan. 
 
Dia juga menjalankan sebuah komunitas bisnis berbasis daur ulang bernama Waste4Change. Fokusnya pada mengolah bahan- bahan daur ulang. Juga termasuk mengedukasi masyarakat melalui sebuah organisasi sosial bernama sama Greenation Indonesia (GI). 
 

Pengusaha Sosial

 
 
Lulusan Institut Teknologi Bandung yang sangat meyakini bahwa campur tangan langsung itu penting. Contoh nyatanya ya melalui aneka kegiatan sosial juga memberi contoh tentang bisnis ramah lingkungan.

"Menjadi seorang aktivis tidak berarti Anda harus menjalani hidup hemat. Dengan nilai-nilai kewirausahaan dalam gerakan kami, kami secara finansial didukung melalui aktivisme kami dalam isu-isu sosial dan lingkungan, " kata Sano kepada The Jakarta Post.

Dalam penjelasannya tak perlu bergantung pada donasi untuk mengerjakan sosial. Idenya adalah mensuport aneka produk berbasis ramah lingkungan atau eco- friendly. Sebuah ide yang datang sejak 2008 -an ketika Sano meneliti masalah lingkungan. 
 
Kemudian dikonseplah sebuah organisasi sosial mendukung semua apa yang disebutnya sebagai gaya hidup. Menjalankan perusahaan sosial juga berarti menyelesaikan masalah sosial di masyarakat. Cuma dari sekedar membuat produk tas ramah lingkungan. 
 
Bayangkanlah dunia tanpa plastik pembungkus, yang berarti juga tidak ada sampah tak bisa didaur, bisa juga berarti mengurangi kemungkinan banjir. Memang terlihat sangat sepele tetapi lebih baik dari sekedar mengadakan kegiatan sosial semata. 
 
"GI didirikan sekitar 2006, tapi dasarnya masih terlalu biasa," tambahnya. Di tahun pertamanya, Sano cuma aktif menyampaikan tentang pentingnya menjaga lingkungan. Justru setelah dirinya menikah keinginan level berbeda timbul. 
 
Tahun 2008 dirinya ingin membuat organisasi ini semakin independen termasuk soal keuangan. Itulah pula ide dibalik produksi tas eco- friendly bernama bagGoes. Ia menyebutkan ini merupakan bagian dari sebuah gerakan. Sebuah jawaban atas gerakan DietKresek, gerakan yang juga dipelopori GI.

Tas Ramah Lingkungan


Sayangnya, ide bagGoes ternyata membutuhkan modal, dibutuhkan cukup uang untuk memproduksi masal. Untuk itulah ia meminjam ke bank sebesar Rp.4 juta dan memasan dua perusahaan untuk mengerjakan tas tersebut. 
 
Ada sekitar 80 buah tas diproduksi oleh kedua perusahaan tersebut. Tidak lama kemudian, Sano mulai menjual tasnya di sebuah pameran di Universitas Indonesia. Semuanya dilakukan spontan tanpa ada pemikiran bagaiman marketingnya.

Tapi tak disangka usaha spontannya itu membuahkan hasil. Dia bersama beberapa kawan akhirnya berhasil menjuala habis tasnya. Dalam perjalanan waktu produk tasnya mulai lebih inovatif. Ini termasuk agar tas itu benar- benar ramah lingkungan jelasnya.

Berapa hasilnya dari berjualan sosial? baGoes menghasilkan Rp.280 juta pada 2009 saja, Rp.550 juta pada tahun 2010, Rp.1,1 miliar di 2011, Rp.1,8 miliar di 2012, dan akhirnya menyentuh angka Rp.2,4 miliar di tahun 2013.

Disisi lain, ketika bisnis mereka ini sukses, berkuranglah kebiasaan penggunaan tas plastik. Ini merupakan satu trobosan baik. Selanjutnya adalah Sano bersama kawan mengerjakan masalah lain. Masalah lingkungan yang perlu juga mendapatkan perhatian. 
 
Jadilah sebuah perusahaan bernama Waste4Change, sebuah bisnis fokus pada pengolahan sampah daur ulang. Tidak cuma itu dalam perjalanannya juag termasuk konsultasi, penelitian dan manajerial sampah.

GI harus menjadi agen perubahan gaya hidup masyarakat. Termasuk bagaimana mengolah sampah menjadi barang daur ulang. Ini akan membentuk pola pikir masyarakat Indonesia tentang lingkungan. Termasuk ikut membantu para agen lingkungan dengan bisnisnya. 
 
Termasuk mereka para pemulung dan pengepul barang- barang bekas. Sano menjelaskan semua pengalaman didapatnya dari tinggal di berbagai kawasan di Jawa Tengah.

Diantara umur tiga sampai lima tahun dirinya sudah berpindah- pindah. Khususnya di daerah Banyuwangi yang mana dirinya akan terus berpindah. Semua karena ayahnya yang bekerja sebagai pegawai negeri sipil. 
 
Dimana pekerjaanya sesuai dengan penempatannya. Dia pernah merasakan hidup di sekitar masyarakat kampung, juga masyarakat perkotaan. Dengan begitu pula, dirinya bisa berkomunikasi dengan banyak orang dari berbagai golongan.

Berbicara mengenai bisnis pada umumnya. Sano sudah terbiasa berbisnis sejak dibangku kuliah di Bandung. Aneka bisnis sudah dijalankannya berbekal kuliah di jurusan teknik sipil dan lingkungan.

"Awalnya saya belajar bagaimana cara berbisnis dengan menjual T-shirt kustom di universitas, dan beberapa bisnis jasa kecil lainnya," ujar Sano, yang ternyata kakeknya juga seorang pengusaha sukses. "Saya berpikir saya mendapatkan insting bisnis saya dari dia."

Semua idealisme itu datang ketika dirinya masuk ke ITB. Semua berkat sebuah acara televisi dimana dirinya melihat bagaimana isu lingkungan. Itu merupakan panggilannya. Satu tahun kemudian, sejak masuk ke ITB, ia mulai memikirkan bagaiman caranya.

Website: bagoes.co.id

Pengusaha Jangkrik Bambang Setiawan Bikin Kaya

Profil Pengusaha Bambang Setiawan 

 
usahajangkrik.png
 
Pengusaha jangkrik Bambang Setiawan bikin kaya. Lulus kuliah tak langsung kerja malah sibuk mainan jangrik. Itulah kisah seorang Bambang Setiawan. Eit, jangan salah sangka dulu, bermain disini bukanlah cuma iseng. 
 
Pemuda kelahiran Cirebon, 25 November 1987, sibuk bermain jangkrik, diternakan, lalu dijualnya. Selepas lulus Teknik Sipil ITB, Bambang sudahlah mantap berbisnis jangkrik seperti hobinya dulu.
 

Usaha Jangkrik


Ketika kuliah ia mengaku memang sudah aktif berbisnis. Bedanya jika orang bermimpi berbisnis hingga ke kota. Bambang justru berpikir bisnis apa yang bisa dibawa pulang ke kampung. Keinginan memberdayakan masyarakat di kampunya juga menjadi semangatnya. 
 
Mencari- cari usaha yang mudah tapi menghasilkan banyak lowongan pekerjaan. Memulai bisnis jangkrik di tahun 2010 dimana sempat dilihat sebelah mata. Bermodal Rp.7 juta dimulailah ia menunjukan kelihaiannya beternak jangkrik.

Dipilihnya berbisnis jangkrik bukan karena tidak ada sebab. Ini semua karena di Cirebon memang masih kekurangan pasokan jangkrik.

Melihat peluang jadilah ia memulai usahanya itu. Bermodal 7 juta dibelikannya 50 kotak jangkrik dan 2,5 Kg telur jangkrik. Acuh dengan pandangan orang, Bambang mulai mentelateni usahanya tersebut sedikit- demi sedikit. 
 
Usahanya tak sia- sia karena ternakannya terus berkembang biak. Dari sekedar 1 kg telur jangkrik, ia mampu menghasilkan 70 kg jangkrik. Awalnya pangsa pasarnya cuma untuk pemilik burung, pakan ikan, dan juga sebagai umpan pancing.

Pria yang kini menjadi ketua Kelompok Ternak Trust Jaya. Ia menyebutkan bahwa ia menjual jangkriknya di harga Rp.45.000- 50.000 per- kg ke agen. Berkembang terus jangkauan usahanya tak lagi cuma di wilayah Cirebon. Berkembang pesat hingga ke Jawa Barat, Tengah, dan Jabodetabek. 
 
Dia memproduksi bermodal empat gudang seluas 21x15 m. Selain itu ia hobi merubah rumahnya menjadi peternakan mini. Selain karena berbisnis, nyatanya, Bambang memang hobi bermain jangkrik.

Bermodal Rp.7 juta, kini produksi jangriknya mencapai 200 kg per- hari. Untuk produksi terlur dari tempat peternakan yang lumayan besar itu dihasilkan 8kg per- hari. Tak puas berbisnis jangkrik hidup Bambang juga menyasar pasar telur jangkrik. 
 
Yang satu ini, peternakannya mampu menjual telur jangrik dengan harga yang cukup tinggi; Rp.400.000 sampai Rp.450.00 per- kg. Jika sehari saja menghasilkan 8kg maka bisa dijual sampai Rp.3.200.000.

Tentunya tak semua telur dijualnya tapi untuk diternakan kembali. Tidak cuma bekerja sendiri, Bambang pun mengajak masyarakat desanya untuk berbisnis sama. Menanamkan konsep satu desa- satu produk yang dimaksudkan bahwa jangkrik juga merupakan bakti sosial. 
 
Ini juga termasuk cara agar pasaran terpusat dan harga pasaran mereka tak jatuh dibuatnya. Dia menyebut bahwa wilayah ternaknya cuma akan fokus pada wilayah Cirebon saja.

Tak berpuas dengan 'cuma' berjualan jangkrik dan telurnya; Bambang masih tak puas. Dia memulai produk olahan jangrik. Ya, jangkrik diolahnya agar harga jualnya juga bisa lebih baik. Juga untuk difersifikasi bisnis miliknya nanti. Produknya saat ini masih dalam tahap percobaan jelasnya.

Dalam kurun waktu cuma lima tahun, Bambang sudah membuka banyak lapangan kerja untuk masyarakat disekitarnya. Dia telah mempekerjakan 65 orang. Ia pun mampu membayar upah mereka sesuai dengan UMR daerahnya. 
 
Karena sudah banyak pegawai, kini, Bambang cukup fokus pada pemasarannya saja. Dia menyebut harga saat ini mulai kompetitif. Dia harus bersiap termasuk untuk memasarkan produk turunan dari jangkriknya.

Sukses berbisnis jangkrik membuatnya mampu mengantongi omzet hingga Rp.4 miliar per- tahun. Dirinya mengaku akan terus melebarkan usahanya. Pria 28 tahun ini fokus menyasar daerah- daerah yang belumlah terjangkau produknya. 
 
Bambang mengaku pasarnya masihlah di pulau Jawa. Jakarta menjadi satu pasar yang terbesar baginya. Pangsa pasarnya bahkan lebih dari Jawa Barat dan Bandung. Kali ini, Bambang juga sudah punya pelanggan tetap di Jakarta.

Guna melebarkan sayap bisnis Bambang punya strategi tersendiri. Disebutkan ia membuka cara patner yaitu kita sebagai patner cukup (seperti) menjadi pewaralaba. Untuk satu ini, ia menjelaskan usahanya akan aktif mensuplai telur untuk diternakan. 
 
Imbal baliknya ialah dari telurnya tersebut dibeli langsung darinya. Soal bagaimana beternak dan pemasaran, Bambang menjamin kita akan saling berbagi cara. Berdiskusi satu- sama lainnya agar mampu memperluas pasaran.

Bambang juga menyebut produk olahan jangkrik juga disiapkan.

"Tahun ini kita lakukan legalitasnya, awal pemasarannya coba lewat online, media sosial sambil kita promosikan membuka agen," ungkapnya.

Asal Usul Usaha


Usut- punya usut kisah Bambang bukan langsung sukses berbisnis. Menurut laman Kontan, semua usaha pernah ia lakukan sebelum kepincut jangkrik. Awalnya, saat masih kuliah, ia telah menjadi suplier untuk kebutuhan katering kampus khususnya di acara seminar dan workshop. 
 
Kebetulan pemuda yang satu ini punya banyak koneksi dari aktif berkegiatan di kampus. Ia sering menjadi panitia konsumsi di acara- acara kemahasiswaan. Sejak itu lah, dari cuma seksi konsumsi, Bambang berkembang jadi suplier.

"Di ITB setiap minggunya pasti ada saja seminar, pelatihan, dan saya lihat itu sebagai peluang," ungkapnya. Ia pun lantas mengajak pengusaha katering lokal. Dari sekedar mensuplai seminar, workshop, kemudian ia lalu berkembang ke menjadi suplier acara puasa. 
 
Merasa nyaman berbisnis katering membuat cita- cita awalnya jadi luntur. Bermimpi membangun konstruksi sesuai bidangnya luntur. Berganti semangat kewirausahaan khas anak muda yang sedang panas- panasnya. Bambang mantap jadi pengusaha. 
 
Akan tetapi, bukannya meneruskan usaha katering, ia malah beralih ke budidaya jangkrik. Ide bisnisnya seperti penulisa ceritakan diatas karena melihat langkanya pasokan jangkrik di Cirebon. Ia kerap mendengar keluhan para pedagang dan peternak burung di kawasannya.

"Saat itu populasi jangkrik di kota Cirebon terus menurun," pungkasnya.

Setelah resmi menggenggam gelar Sarjana Teknik ITB dijalankannya ide tersebut. Bambang mantap menjadi pengusaha jangkrik. Dijualnya motor satu- satunya untuk modal berbisnis jangkrik. Setelah ditabung sedikit uang tabungan terkumpulah uang 7 juta. 
 
Tak usaha mencari kerja, dibelinya kandang dan bibit jangkrik yang siap dibudidaya. "Ijasah saya saja belum dilegalisir, kalau teman- teman begitu wisudah, sibuk interview kerja," ujarnya menggelitik.

Bukan melamar kerja tapi dicari pencari kerja. Bambang mengaku justru beberapa perusahaan menawarinya bekerja. "Tapi saya menolak," jawabnya. Sikapnya itu cukup membuat orang tuanya kecewa. 
 
Namun, tekat terjun ke dunia wirausaha terlalu kuat. Kekecewaan tersebut justru jadi cambukan untuk membuktikan diri. Pada tahun 2010, dimulailah usaha jangkrik, dibawah naungan bendera CV Jaya Tani asal Cirebon, Jawa Barat. Usahanya mempekerjakan 65 orang karyawan.

Soal kapasitas produksi disebutnya 200 kg dan 8 kg telur jangkrik siap dibudidayakan. Berkat usahanya itu ia mendapat aneka penghargaan termasuk Wirausaha Mandiri 2014.

Website: jangkrikindonesia.com

Chloe Pengusaha 12 Tahun Berbisnis Online Shop

Profil Pengusaha Sukses Chloe  

 
pengusahamuda.png
 
Melihat Chloe pengusaha 12 tahun memang bikin kagum. Dia sukses berbisnis online shop. Tidak banyak yang bisa ditemukan dari penjuru internet, hanya satu, yaitu dia merupakan penulis buku berjudul Dunia Ajaib: Chloe, Sukses Berbisnis Online Shop. 
 
Dalam akun media sosialnya ia menyebut dia adalah seorang blogger, pemain harpa, pesenam dan juga entrepreneur. Sukses sejak umur 12 tahun kenyataanya gadis yang sudah remaja ini bukanlah berbisnis cuma untuk uang.
 

Berbisnis Online Shop


Chloe pengusaha 12 tahun adalah anak muda sukses berbisnis online. Dia melalui sosial media tujuannya bisnisnya adalah untuk membantu amal. Lima tahun lalu, tepatnya pada tahun 2009, adik Chloe bernama Clida harus pergi untuk selama- lamanya. 
 
Semua karena penyakit kangker otak, dan itulah yang membuat sosok ciliknya jadi lebih sensitif. Dia menjadi peka kepada anak- anak. Terutama bagi mereka yang berkekurangan.

Mulailai Chloe cilik berpikir tentang mereka yang ada di panti asuhan, yang tak bersekolah, dan anak- anak yang susah makan. Dalam sebuah wawancara di Ghiboo, bisa dibilang, Chloe menemukan sosok adiknya dalam diri mereka. 
 
Clida belum meninggal dalam dirinya. Ada motivasi kuat untuk menyalurkan rasa cintanya ke anak- anak itu.

Inilah motivasinya untuk mencoba memulai online shop. Untuk membantu mereka secara langsung dari apa yang dihasilkannya sendiri. Nampaknya Chloe yang juga penggemar Merry Riana ini, telah menemukan nilai dari kemandirian itu juga berarti menghasilkan uang sendiri. 
 
Sejak dulu, ia memang diajarkan untuk tidak hidup di kemewahan. Tidak diberi uang saku katanya bercanda dalam sebuah acara bertajuk Hitam Putih.

Bisnis amal



Chloe lahir di keluarga yang hangat dengan segala kelebihan. Namun, kepergian sang adik kembar, membuat ada yang hilang dalam hari- harinya. Rasa hilang terobati dengan mendekat kepada mereka (anak- anak) yang juga kehilangan. 
 
Mereka kehilangan apa yang biasa dirasakan Chloe; kehangatan keluarga. Jadilah ia mulai berjualan online melalui akun instragramnya yaitu @chloepurnama. Waktu yang tepat dimana masih sedikit persaingan di sosial media membuat Chloe cilik melejit.

Dia mulai menjual aneka barang: berbagai busana, tas, aksesoris, dan aneka make- up untuk umur 13 tahun sampai 30 -an. Chloe terinspirasi teman- temannya yang juga membuka online shop sejak belasan tahun. Ia belajar dari teman- teman yang berumur 14, 15, 16 tahun. 
 
Sementara dirinya masih 11 tahun disaat ia mulai membukan tokonya sendiri. Bekerja dan belajar menjadi satu kegiatan yang saling memakan perhatian. Dia menyebut bahwa sekolah merupakan yang utama. 
 
Karena memang bukan untuk memenuhi kebutuhan jadilah bisnis online tersebut dibawanya fun aja. Misalnya ia bersekolah dulu selama satu jam, satu jam lagi mengelola online shop, lalu ia akan belajar kembali. 
 
Total rata- rata dalam sehari Chloe menghabiskan 3 jam di online shop -nya. Karena dia home schooling jadilah waktu terasa sangat cukup. Bisnis yang sebenarnya cuma kecil- kecilan ternyata menghasilkan ratusan juta. 
 
Ia sukses membuktikan jika kamu memulai lebih awal maka kamu akan belajar lebih banyak.  Belajar untuk mengatur bisnisnya, sekarang, dia tak cuma menjadi entrepreneur, tapi seorang fashion blogger, atlit, dan juga seorang pemain harpa. 
 
Gadis cantik ini mampu membagi waktu lebih baik dari anak seumuran. Apalagi membagi waktu untuk seumuran penulis; Chloe lebih baik. :)

Twitter: @ChloePurnama
Instagram: @ChloePurnama

Blog fashion: chloepurnama.tumblr.com

Keluar Perusahaan Pengusaha Jualan Aneka Jamur

Profil Pengusaha Azis Satria Putra

 
jualananekajamur.png
 
Pengusaha jualan aneka jamur bernama Azis Satria Putra. Keluar perusahaan dia memilih mengejar kewirausahaan. Ia pernah bekerja sebagai marketing di PT Telkomsel. Jiwa wirausaha Azis selalu membuatnya tidak puas. 
 
Pengusaha muda lulusan Universitas Mataram jurusan Agribisnis ini, yang kini memilih menekuni 'hobi' -nya. Sebelum dia akhirnya bekerja menjadi marketing. Dulu hobi sekarang dia kembangkan menjadi bisnis serus.
 
Usaha jamur ditekuninya kembali semenjak pertengahan 2013. Nyatanya, membawa keberuntungan baginya, sampai- sampai dirinya bisa mendapatkan aneka penghargaan.
 

Rahasia Usaha


Kemampuan budidaya jamur didukung oleh latar pendidikannya. Dimulai sejak satu tahun delapan bulan yang lalu. Aziz memanfaatkan media tanam backlog. Tidak cuma menjual jamurnya saja. Usaha bernama Jamur Lombok ini juga menjual bibit. 
 
Dari menjual bibit F1 dan F2, menjual media tanam, mengirimkan jamur- jamur siap olahnya ke retail- retail ternama. Tidak cuma berhenti disitu usahanya juga termasuk aktif mengolah sendiri jamurnya.

Lengkap dari membudidaya dan mengolah, dari usaha hulu sampai hilir dilakukan oleh pemuda kelahiran 2 November 1991 ini. Ia mengaku mampu menghasilkan omzet Rp.40 juta per- bulan.

"Omzet sampai Rp.40 juta per- bulan, saya biasa ambil untung 50 persen," ujarnya kepada Okezone.

Untuk target pasaran Aziz punya dua pasar besar. Ada dua yaitu Sumbawa sendiri tempatnya tinggal dan dikawasan Lombok. Untuk retailnya ia juga siap masuk ke pasar- pasar swalayan besar. Perlu kamu tau bahwasanya Jamur Lombok berdiri di Lombok. 
 
Namun, karena si empunya asli Sumbawa, jadilah jamur- jamur itu juga dikirimnya ke Sumbawa. Melalui Lombok jamur sudahlah siap olah tinggal dikirim saja ke Sumbawa.

Aziz menceritakan untuk pengiriman. Dari Lombok, jamur akan dikirim di malam hari, dimana paginya akan didisribusikan dan habis.

Untuk produk olahan jamur disebutnya ada aneka macam. Jamur Lombok mengolah jamur jadi soto jamur yang dijual Rp.5.000 sampai Rp.10.000, jamur saus tiram dijual Rp.5.000 sampai Rp.10.000, risoles jamur akan dijual Rp.8.000 per- satu paket. 
 
Kemudian ada pula bakso jamur yang dihargai Rp.6000, sate jamur dan bolu jamur dihargai Rp.8.000. Bagaimana dengan jamur krispi? Aziz mengolahnya juga, namun, untuk rasanya hanya terbatas pada rasa khas NTB, yakni peda.

Bicara tentang perluasan pasar, Jamur Lombok sekarang sudah bisa memenuhi pasar NTB jelasnya.

"Saya kirim hanya di NTB saja, NTB ada dua pulau, saya di Lombok jual ke Sumbawa," tutupnya.

Jualan Nasi Kuning Berapa Omzet Pengusaha ini

Profil Pengusaha Sukses Usup


jualannasi.png
 

Bila jualan nasi kuning berapa omzet pengusaha ini. Dia merupakan korban PHK. Kini ia berjualan nasi kuning khas Banjarmasin, yang omzetnya Rp.17 juta. Menjadi korban PHK berarti kehilangan sumber penghasilan. Dia juga kesusahan mencari pekerjaan.


Tetapi ia memilih wirausaha merupakan pilihan tepat. Pria ini bernama Usup. Ketika tengah ditemui oleh Andromeda Mercury pembawa acara Liputan6, lewat kanal Youtube. Usup menjelaskan dulu bekerja di salah satu perusahaan swasta Jakarta.


Dia lalu menganggur cukup lama. Kemudian dia mencoba berbisnis nasi kuning khas Banjarmasin. Usup berjualan dulu memakai gerobak. Modal awal Rp.3 jutaan sudah termasuk gerobak. Uang modal tersebut habis buat membeli gerobak Rp.3 jutaan. 

 

"...terus kalau bahan masakannya paling cuma Rp.500 ribu gitu," ia lanjutkan. Nasi kuning khas ini dijajakan memakai daun pisang. Lauknya macam- macam ada ayam, daging, sambal, dan taburan bawang goreng.


Harga nasinya dibandrol mulai dari Rp.25 ribu- Rp.14 ribu. Nasi Kuning Amang Usup begitu namanya dulu berjualan Jakarta. Dia berjualan mulai dari Kalibata, Stasiun Juanda, dan kini ada di Bogor. Di sini, dia berjualan di depan Ruko Pegadaian, Jalan Bukit Cimanggu City Raya.


Dulu dia berjualan menggunakan gerobak sekarang memakai mobil. Pengusaha Usup berjualan pakai mobil sedan kecil. Perhari dia mampu menghabiskan sekitar 10- 20 liter beras untuk 120 bungkus nasi kuning. Dia ditanya omzet, perakhir pekan dia mengantongi Rp.1,5 juta perhari.


Usup pun membeberkan sebulan menghasilkan Rp.17 jutaan. Pelanggan setia mengatakan kalau nasi kuningnya beda, lebih dan gak mudah basi.

Entri yang Diunggulkan

Biografi Jack Ma Orang Terkaya China Alibaba