Masih SMA Menjadi Pengusaha Gorengan Premium

Profil Pengusaha Riyadh Ramadhan

 

usahagorengan.png
 

Seusianya mungkin tidak cocok menjadi pengusaha gorengan. Sebab dia masih SMA malah berjualan ketika tidak sekolah. Siswa SMA Kelas 12 Al Hikmah Surabaya, bernama lengkap Riyadh Ramadhan, memang menyenangi dunia wirausaha.


Dia senang berjualan. Usianya masih 17 tahun dan memang senang berbisnis. Ketika sekolah dasar dia berjualan stiker dan mainan anak- anak. Riyadh percaya diri jualan ke orang tua teman- temannya. Tak salah pasalnya dia merupakan putra pasangan pengusaha.


Putra pasangan Wuryanano dan Christine Wuryanano. Kamu cukup membuka wuryanano.net, maka akan menemukan profil ayahnya. Dan kamu akan menemukan foto sekeluarga termasuk Riyadh. 

 

Di website dijelaskan, bahwa Bapak Wuryanano lulusan Kedokteran Hewan Universitas Airlangga lulus 1989 dan tidak pernah membuka praketk. Malahan dia sibuk berbisnis bila kamu ingin lebih tau klik artikel ini.


Riyadh, pengusaha gorengan premium yang memiliki mini cafe di Royal Plaza Surabaya, lantai 3 Blok N2- 48. Mini kafe bernama Go Crunz. Dia berjualan aneka gorengan crunchy. Usaha yang memiliki moto "Tambah Siip ae Rek!", dan sudah memiliki kemitraan waralaba.


Go Crunz menawarkan usaha berbasis waralaba. Usahanya menghasilkan omzet Rp.1 juta perhari dan bisa lebih bila weekend. Bila libur nasional omzetnya sampai Rp.3- 4 juta perhari. Brand image Go Crunzh ialah makanan cepat saji gorengan kilat dan renyah.


Dimanapun kamu dapat menikmati gorengan premium tersebut. Harga masih murah namun memiliki cita rasa restoran. Rahasis sukses pengusaha muda Riyadh adalah bahan pilihan. Tepung Go Crunz khusus tidak dijual dimanapun, mau dapat harus menjadi mitra waralaba!


Tepung Go Crunz memang bukan sembarangan. Cita rasanya berbeda dari tepung goreng jualan. Ini tepung serba guna dapat dibuat apapun. Riyadh pun dianugrahi penghargaan ISMBEA 2010: Indonesia Small- Medium Business Business Entrepreneur Award.

Tips Usaha Katering Sukses Pemilik Puspa Sawargi

Artikel Bisnis Pengusaha Katering Sukses 

 
puspasawargi.png
 
Berikut tips usaha katering sukses pemilik Puspa Sawargi. Pengusaha sukses bernama lengkap Lynda Permatasari. Dia menjelaskan bahwa menjadi pengusaha terpaksa. Itu bukanlah suatu mimpi buruk melainkan kesempatan juga.

Tentu orang tidak mau berganti- ganti usaha. Banyak orang takut akan kegagalan, tetapi itu merupakan kepastian, nah dalam keterpaksaan kamu tak akan peduli. Bila kamu terpaksa menjadi pengusaha mau- tak mau sukseslah.

Ketika diphak, Lynda memutar otakna agar mendapatkan penghasilan. Dia tak berpikir malah akan mendapatkan masalah. Pilihan berwirausaha malah membuatnya terbentur fakta. Lynda malah harus sibuk menyelesaikan banyak masalah.
 

Tips Mengatur Uang Modal



Uang pesangon pun dimanfaatkan sebaik- baiknya. Beda ketika kita masih memiliki gaji. Dia cuma memulai usaha katering kecil- kecilan. Dan, menunggu, dari tahun ke tahun barulah usahanya menggurita. 
 
Nyatanya perjalanan itu terbayar dengan nilai omzet miliaran rupiah. Awalnya, usaha Lynda lahir disaat krisis monter di tahun 1999. Sebagai seorang karyawan wanita paruh baya ini harus terima di PHK.

Dia waktu itu bekerja di Polaroid dan masuk menjadi salah satu yang di PHK. Terpaksa tak bekerja lagi, dia cuma bisa memenfaatkan uang pesangon senilai 200 juta. Dia lantas membuka usaha katering. Ruang tamu serta garasi di rumahnya disulap jadi kantor. 
 
Disana ia melayani pelanggan yang datang memesan. Awalnya dia cuma dibantu 11 pegawai, butuh waktu hingga akhirnya kini, ia memiliki 500 orang karyawan. Ada 40 orang bekerja di kantor, di pantry ada 50 orang, di gudang ada 30 dan paling banyak ada di luar, yaitu 500 -an waitress. 
 
Semua karena event -nya banyak terangnya. Kala itu ia memanfaatkan harga. Target pasarnya murah tapi banyak dari kalangan menengah- ke bawah. Sejalan waktu ia kemudian memasan target menengah- atas. Semuanya dilakukan perlahan namun pasti. Sekitar 5 tahunan untuk kesemuanya.

Waktu awal- awal Lynda bercerita bahawa pelanggannya bawel- bawel. Banyaknya permintaan namun tidak mau jika harga dinaikan. Memang menawarkan usaha dengan harga semurah mungkin akan menarik banyak orang. 
 
Tapi membangun kredibilitas susah terutama membuat mereka benar- benar jadi pelanggan. Ia pun lantas melanjutkan waktu itu dirinya tetap melanjutkan, tujuannya: populartitas dan kepercayaan. Ada semacam break point event intinya dalam usahanya itu. 
 
Kalau ada pun untung sedikit saja bisa sangat bersyukur. Selalu memenuhi keinginan klien tegasnya. Kepuasan merupakan jalan promosia terbaik itu yang menjadi kunci sukses bisnis katering ini. Usaha yang diberi nama Puspa Sawargi ini kemudain menawarkan macam layanan lain. 
 
Lynda getol untuk mengembangkan inovasi masakan. Disisi lain, dia bersama usahanya Puspa Sawargia harus mempertahankan kualitas rasa. Tak percaya? Boleh dicek deh rasa empal gentongnya di forum weddingku.com, yang masih juara sampai sekarang. 
 
Ada pula produk dendenga balado, yang pasti semuanya berbeda dengan katering biasa. Kamu tak bisa cuma jualan sekedar orek- orek kentang kami rasa.

Terus berapa omzetnya? Dengan perjalanan panjang membangun rasa dan popularitas, dan Puspa Sawargi benar- benar berjaya!

Lynda menyebut dalam wawancaranya dengan Liputan6. Pernah usahanya bisa menghasilkan omzet tinggi hingga 10 miliar. Dimana itu merupakan angka minimal jika kontrak event mencapai 100. Tapi kadang bisa lebih dari itu, bisa 250, 300, dan tentu omzetnya berkali lipat bisa 20 miliar mungkin. 
 
Dia tetap yakin akan usahanya ini. Satu yang patut kamu ikuti yaitu filosofi jika ada kelahiran maka akan ada pernikahan. Inilah yang jadi sasaran kamu!

"Yang penting kita memberi harga yang tidak mahal, kita bisa menjangkau masyarakat baik dari bawah sampai ke atas dengan harga yang tidak terlalu memberatkan mereka, kita memberikan inovasi, kreatifitas dan juga kepuasan kepada pelanggan yaitu jujur," tutupnya.

Lulus SMA Mau Jadi Pengusaha Agtya Priyadi

Profil Pengusaha Agtya Priyadi

 

lulussma.png
 

Agtya Priyadi lulus SMA mau jadi pengusaha. Kenapa tidak. Agtya memang memiliki hasrat besar dalam wirausaha. Bahasa keren anak mudanya mental entrepreneurship. Dia bukan merintis dengan mudah. Itu berkat ketekunan ketika ia memilih bekerja dulu.


Ketika teman seangkatan memilih melanjutkan kuliah, Agtya harus bekerja buat memenuhi kebutuhan. Ia memilih bekerja karena yatim piatu. Ibu dan ayah Agtya telah lebih dahulu dipanggil Maha Kuasa. Dia tak mengeluh lebih memilih menikmati proses.


Jadi Pengusaha Distro

 

Entrepreneurship merupakan mental ditempa melalui perjalanan. Dia mungkin tak memiliki pendidikan tinggi. Tetapi ia memiliki hasrat belajar agar menjadi sukses. Lulus SMA mau jadi pengusaha bukanlah mudah. Dia tak memiliki pandangan seluas sarjana.


Instingnya ditempa ketika ia menjadi pegawai distro "Gazelle". Agtya tidak belajar teori. Melainkan ia mempraktikan cara membuat kaos berkat kerja. Hingga ia membuat brand pakain distro sendiri. Yang ia namai YeahRight!, yang bergambar gurita ungu lucu.


Agit menjelaskan kepada Oktomagazine bahwa ini gimmick. Membangun brand memang butuhkan keunikan. Gimmick gurita kecil tersebut guna menarik perhatian masyarakat. Maka gimmick akan menarik akan menari perhatian masyarakat.


Dia menjelaskan bahwa usaha distronya berjalan dalam diam. Sembari ia bekerja, dibangunnya bisnis kaos distro miliknya sendiri dan terjual sudah. Aneka gambar unik dan desain tulisan menarik menjadi gimmick andalan.


Ia mendesain kaos sendiri, dari selusin kemudian selusin lagi, dan hasilnya laku. Dia semakin giat buat mengembangkan YeahRight!. Namun ia tetap memilih bekerja, tanpa sedikitpun melepas tanggung jawabnya sebagai store manager.


Sikap profesional patut dicontoh, khususnya remaja, walau telah memiliki bisnis tidak melepaskan tanggu jawabnya. Mental merintis usaha tanpa merugikan orang lain. Ditengah merintis usaha dan mengurusi distro, dia menikmati tahapan tanpa mengeluh malah semakin kreatif.


Konsep brand kedua adalah "Woles" diluncurkan setahun setelah YeahRight!. Itu diluncurkan setelah ia mensukseskan YeahRight! ya. Dia meluncurkan konsep kaos lebih ringan. Agit menjelaskan bahwa berbisnis distro tak melulu punya toko.


Ia memilih menitipkan kaosnya ke distro lain. Agit bahkan menjualnya ke beberapa kota. Sembari ia tetap melayani pemesanan melalui online. Pengusaha muda bersehaja yang memilih memebesarkan dua bisnisnya sendiri.


Dia memutuskan resign kerja. Mengontrak rumah di kawasan Fatmawati bersama kakaknya, Ayi Mahardika. Agit mengajak kakaknya mengembangkan bisnis berdua. Ia juga sudah mempekerjakan beberapa pegawai.


Agit yang pernah berjualan stiker memiliki prinsip. "Kunci sukses bisnis adalah fokus pada bisnis yang dijalankan," ia menambahkan. Sebelum mengenal dunia distro sudah banyak usaha. Agit memilih belajar melalui praktik lewat berjualan ataupun bekerja.


Dua usaha kaos miliknya sangat menitik beratkan marketing online. Karena dia menjual kaos murah berkualitas, beriklan melalui sosial media lebih murah. Ini akan mengurangi biaya produksi. Ia juga mengingatkan jangan menunggu dikenal melalui mulut ke mulut.

Omzet Petani Mangga Satu Miliar Rahasia Pengusaha

Profil Pengusaha Pulung Saputra

 

petanimangga.png
 

Rahasia pengusaha Pulung Saputera (40) menjadi miliarder. Omzet petani mangga satu miliar tidak akan terbayangkan. Tetapi ia membukatikan budidaya mangga menguntungkan. Dikisahkan dia menelateni budidaya mangga arumanis yang terkenal digemari semua orang.

 

Semenjak ia lulus sekolah menengah langsung bekerja. Sejak tahun 1992, Pulung memilih menjadi petani namun mau bertani apa. Disisi lain, teman- temannya memilih merantau, mereka meninggalkan pekerjaan menjadi petani.

 

Berapa Omzet Petani Mangga

 

Profesi petani memang sudah banyak ditinggalkan. Rekan- rekannya bekerja atau berdagang ke Ibu Kota, bukannya bertani. Dia melihat potensi ketika melihat kebunnya memiliki mangga. Diliat- liat banyak pohon mangga ditiap jengkal lahan desanya.


"Teman- teman seangkatan saya saat itu ke kota semua, sementara saya melihat sebenarnya desa kita kaya," ungkapnya kepada Radarcirebon.com. Ia terus menelusuri sampai menemukan potensi. Dimana dia mampu kembangkan potensi desa kecil ini.


Rahasia pengusaha bernama Pulung hanyalah bermodal Rp.700 ribu. Uang tersebut dipakainya buat menyewa lahan dan pohon mangga. Ia benar- benar menggeluti. "Saya keluar sekolah hasil pun pas- pasan. Tidak punya keahlian," ia menerangkan.


Mengapa ia tidak mengembangkan sesuatu sudah ada. Walau Pulung beberapa kali bolak- balik Jakarta menjadi buruh atau kuli, ia tetap mendambakan memanjukan perekonomian desa. Pulung malah pakai uang menyisihkan gajinya buat modal.


Dia mulai membudidaya mangga arum manis. Pulung bekerja keras walau tidak mudah merintis. Tapi semua berubah 180 derajat bila waktunya. Dia ingat harus menunggu sampai 11 bulan pertama kali budidaya. 

 

Pas panen, berulah dia merasakan kesenangan, kedepannya akan lebih mudah karena perbulan sudah panen. Itu dikarenakan penerapan teknologi off season. Dimana pengusaha akan mendapatkan panen walau tak musim mangga.


Ratusan ton kini dipanen melalui usaha mangga Pulung. Omzet petani mangga satu miliar tentu bukan mustahil. Pemasarannya bahkan sampai keluar negeri. Banyak orang Singapura membeli mangga buat oleh- oleh. 

 

Pembeli bukan cuma borongan. Orang dapat membeli dari pasar sampai kaki lima. Kota- kota besar sudah menerima pesanannya. "Ya bahkan untuk memenuhi permintaan pasar kita kekurangan," ia menerangkan potensi bisnis ini.


Harga mangga arum manis perkilogram Rp.21 ribu. Mangga matang pohon dihargai Rp.32 ribu. Dan Pulung mengakui orang tidak menghargai mangga. Mangga dirawat menerapkan standar pengelolaan dan perawatan dibandingkan alami.


Kata sebagian orang mangga alami lebih enak. Padahal ia sudah menerapkat teknologi pengembangan tekstur mangga. Disisi lain, Pulung dihadaptkan standar ekspor yang lebih ketat, dimana standar buat ekspor justru lebih tinggi.


Penjualan mangga arumanis memang masih terbatas lokal. Kalau dapat pesanan luar negeri, itupun sekedar buat oleh- oleh alias buah tangan semata. Memang Pulung menemukan mangga arumanis punya banyak tantangan.


Tantangan terberat bukanlah mengenai harga melainkan alam. Cuaca ekstrem membuat suhu tidak menentu. Disusul hama makin mengganas harus dikendalikan. Hama- hama baru muncul seperti hama kupu- kupu putih, muncul awal 2000- an, dulu tidak pernah ada.


Faktor cuaca ekstrim membuatnya menyemprot dua kali. Dulu Pulung cukup sekali, sekarang dua kali pagi dan sore, dan menambah pengeluaran. Harusnya sudah diperhitungkan sampai dihargai lebih. Tapi Pulung legowo menerima bahwa harga mangga sama.


"Harusnya semakin sulit perawatan akan lebih memiliki nilai ekonomi lebih tinggi," ia bercerita.

Bisnis Pengawetan Bambu Prospek Cerah Wirausahawan

Profil Pengusaha Morischo Bambu

 
 
pengawetanbambu.png
 
Budidaya bambu itu mudah. Bisnis pengawetan bambu merupakan prospek cerah wirausahawan. Itulah yang ditegaskan Prof. Ir. Morisco, Ph.D, seorang Guru Besar di Fakultas Teknik UGM. Dia menyebut bambu bisa ditanam baik di lahan kering atau basah. 
 
Masa tumbuh rumpun akar serta batang dibutuhkan lima tahun. Setelah itu, dalam tiga tahun, kita sudah bisa memanennya dalam 3 tahun. Nah, setelah itu, ia menambahkan bahwa kita bisa memanen tiap tahunnya.
 

Bisnis Pengawetan Bambu


Bambu merupakan propsek bisnis. Dan masa tanamnya mudah, seharusnya, kita bisa memanfaatkan ini sebagai sumber pendapatan. Bicara tentang bambu kita harus mendengar kisah Indra Setia Darma. sosok yang ada dibalik usaha Sahabat Bambu. 
 
Pendirian Sahabat Bambu sendiri tidaklah lepas dari kejadian gempa bumi di Yogyakarta pada Mei 2006. Pasca gempa baik masyarakat internasional dan nasional mulai melirik ke arah bambu sebagai bahan bangunan.

Justru Sahabat Bambu hadir untuk mengatasi ini. Kala itu selepas gempa, orang mulai berlomba- lomba menggunakan produk bambu baik rumah, sekolah, balai pertemuan dan lain- lain. Selepas terjadinya gempa bahan bambu digunakan besar- besaran untuk rumah korban gempa. 
 
Saat itu Sahabat Bambu melihat bambu tidak diperlakukan semestinya. Karena bambu- bambu itu cuma dijadikan produk tanpa mereka mengerti pemrosesannya. Jadilah bambu itu rusak dimakan kumbang bubuk.

Selain mubazir juga eksploitasi berlebihan pada bambu merusak kelestarian bambu. Melihat penggunaan bambu secara sembarangan Indra tertarik mengikuti. Ia miris melihat kenyataan bahwa bambu itu mubazir. 
 
Selain mencoba membantu Sahabat Bambu juga memiliki peran mengedukasi, selain menguntungkan. Indra menyebut usahanya ini yaitu pengawetan dan konstruksi bambu agar jadi bersifat permanen. Ia yang melihat dimana bambu digunakan pasca gempa untuk smalter. 
 
Saat itu cuma bisa bertahan selama 3-6 bulan. Untuk mengawetkan Bambu, dikutip dari Bisnis UKM, ia menggunakan Borates untuk menjaga agar batang bambu tidak dimakan oleh kumbang bubuk. 
 
Ada sekitar tiga jenis bambu yang dijual Sahabat Bambu yaitu bambu apus, wulung, dan bambu tutul. Usaha yang menjelma menjadi CV. Sahabat Bambu, juga fokus pada konstruksi, mulai dari segi desain, pelatihan, serta tempat budidaya. 

Tercatat sejak kejadi gempa itu ada tak kurang dari 12.000 batang bambu masuk gudang. Dijadikan bahan bangunan dan dimakan kumbang. Indra menyebut usahanya melayani pembuatan gazebo, lantai bambu, dan juga sebagainya. 
 
Dalam perjalanannya usaha yang dirintis 2006 ini telah merambah ke luar negeri; mulai dari Filipina, Malaysia, dan Thailand, lalu meluas ke Australia dan Maladewa.

Indra sendiri bukanlah sosok sembarangan. Selain pengusaha muda, dia dikenal sebagai anggota LSM di Yogya, dan perusahaan itulah awalnya LSM -nya sendiri. Sayangnya ketika ditelisik Sahabat Bambu bukan pembudidaya. 
 
Selama ini Indar menyebut bambu milinya didatangkan dari Kecamatan Cangkringan, lalu dari Wonosobo, Purworejo, Tasikmalaya, dan lain- lain. Dari mereka bisa menghasilkan 3.000 bambu tiap bulan.

Harga Indra menyebut Rp.24.000 per- batang jenis apus, Rp.27.000 jenis wulung, dan untuk jenis bambu petung seharga Rp.100.000- 120.000. Memanfaatkan strategi pemasaran 90% media online dan 10% dari jaringan yang ia miliki. Untuk omzet dijelaskan bisa mencapai puluhan juta rupiah. 
 
Meski usaha bambu ini terbilang menggiurkan, perlunya kebijakan, jika kamu mau berbisnis ini hendaklah juga menjadi pembudidaya agar kelestarian tetap terjaga.

"Ketika kayu banyak dijarah, dan hutan makin gundul, maka hari depan itu ya bambu," ujar Morisco.

Website: sahabatbambu.com

Entri yang Diunggulkan

Biografi Jack Ma Orang Terkaya China Alibaba