Guru Sambilan Wirausaha Daur Ulang Drum

Profil Pengusaha Galuh Rahma Wati



Siapa sangka usaha tersebut menghasilkan keuntungan tinggi. Guru sambil wirausaha yang mampu meraup omzet puluhan juta. Galuh Rahma Wati, guru bimbel yang kreatif mengaplikasikan ilmunya dalam pendidikan. Bukan hanya mengajar kesenian, tapi Galuh membuat kerajinan dan menjualnya.

Usaha daur ulang drum bekas membutuhkan kreatifitas. Ia bahkan menggabungkan antara arsitektur dan barang bekas. Ambil contohnya ia menggabungkan kayu dan drum. Omzet yang dihasilkan dari usaha ini mencapai Rp.20 juta rupiah.

Galuh sebetulnya mengerjakan ini sekedar iseng semata. Hanya sekedar sambilannya sembari aktif mengajar bimbel. Pertama kali ia ingin membuat tempat makan yang instagramabel. Dia lalu mulai membuat kursi dari drum ini. Jujur awalnya dia membuat untuk kebutuhan pribadi saja.

Wirausaha Bangku dari Drum


Semula dia melihat kok lucu ya membuat meja seperti itu. Dia pun mencoba kreasi sendiri pada 2016 silam. Bermula dari satu kursi drum itu kemudian menjadi banyak variasi. "Habis itu, nyoba ah, buat sendiri dulu di rumah," tuturnya.

Pengusaha ini tak menyangka hasilnya sungguh mengejutkan. Guru sambilan wirausaha kenapa tidak mungkin. Kursi tersebut lantas dipakai untuk tempat bimbel miliknya. Dia lalu membuat kursi yang bergambar tokoh superhero. Itu sejalan dengan usaha bimbelnya yang berisi anak- anak kecil.

Salah satu anak didiknya kemudian tertarik memiliki. "Ya sudah saya bikin," terusnya. Dia kemudian membuat aneka tokoh lain. Galuh juga membuat aneka warna untuk menarik perhatian. Hasilnya aneka bangku dari daur ulang drum. Ia kemudian mempostikan itu ke sosmed dan coba untuk dijual.

Awalnya dia membuat aneka produk berbahan drum bekas. Tetapi karena jumlah pemesanan banyak maka menyusahkan dia. Pesananan membeludak sehingga suplier offline tidak sanggup. Galuh pun menyisiati dengan memesan dari online.

Ia menambahkan lagi bahan baku dari offline kurang baik. Namanya juga usaha berbahan baku drum bekas. Terkadang Galuh menemukan bahan baku yang tidak sesuai standar.

"Namanya kaleng bekas tidak 100% mulus ya, ada penyok- penyok sedikit, terkadang ada pembeli yang perfeksionis komplain," terang pengusaha ini.

Dia melanjutkan modal daur ulang drum ini tidak besar. Agar ia mudah mendapatkan bahan baku, dirinya tak segan untuk membayar uang muka. Tentu Galuh tidak memesan dari satu orang saja, melainkan beberapa orang dengan waktu tempo panjang.

Pembuatan Bangku Drum


Ia menggunakan uang secermat mungkin. Sisa uang DP itu diputarkan untuk membeli bahan lain. Galuh bekerja sama dengan pemilik toko besi. Karena memang dia masih tetanggaan, maka Galuh mendapatkan bahan dengan bayar ditempo, ini akan mempermudah jika barang belum laku dijual.

Proses produksi diceritakannya butuh waktu tiga hari. Prosesi produksi diawali dari pembersihan, cat pelapis anti karat, pewarnaan dan mencetak gambar. Kalau sudah jadi maka ia tinggal menambah alas duduk.

Galuh lantas menjelaskan detil mengenai pembuatan bangku. Ia mengaku tidak membutuhkan modal besar. Pemesanan desain bangku atau sofa itu tergantung permintaan. Dia melanjutkan, tantangan produksinya ialah cuaca yang menganggu. Ini nantinya berkaitan dengan pengeringan cat setelah finishing.

Selain membuat bangkut tunggal atau satu orang, Galuh juga mengembangkan jenis bangku lain yakni dua orang, tiga orang atau lebih. Jenis sofa ini memiliki waktu pembuatan yang lebih lama. Pasalnya mereka harus lakukan pemotongan, pengelasan, pendempulan, dan pengecatan.

Proses pengerjaan bisa sampai 5- 7 hari semenjak pemesanan. Jujur tidak mudah bagi Galuh untuk memasarkan usahanya. Awal dia hanya mampu mengerjakan sedikit dan menjual 4 bangku. Dalam sebulan dia pernah cuma mengantongi omzet Rp.500 ribu.

Bertahap usahanya itu berkembang melalui pemasaran yang agresif. Melalui penjualan online mampu berkembang hingga omzet Rp.20 juta. Ia menggunakan dua media pemasaran yakni Intagram dan Tokopedia. Akun instagramnya bernama @galuh.creatives, dan akun Tokopedia Mbak Galuh Kursi Drum.

Harga produk yang ditawarkan pun bervariasi sesuai tingkat kesulitan. Ia menjual dari harga Rp.109 ribu untuk paling kecil, dan paling besar Rp.2,5 juta per- item. Dalam sebulan sekarang Galuh bisa menjual 50 sampai 100 item sebulan.

"Dulu Rp.500 ribu sebulan, sekarang stabil di angka Rp.20 jutaan," pengusaha ini menceritakan.

Ia sendiri mengatakan tak banyak kesulitan dalam pembuatan. Galuh berperinsip bisnisnya berjalan baik karena passion. Semua itu berawal dari hobi atau passion, dan karena itulah dia merasa senang mengerjakan. Hasilnya baik mendapat keuntungan tetapi dia juga mendapat kesenangan.

Sumber: Detik.com

Tampang Boyolali Pilpres Pengusaha Muda Sukses

Profil Pengusaha Julius Kirana


pengusaha tampang boyolali
 
Tampang Boyolali Pilpres dijadikan pengusaha muda kesempatan. Sebagai warga Boyolali, Julius Kirana menanggapi berbeda. Ia memilih membuat itu menjadi trobosan bisnis. Julius Kirana bukan orang baru di dunia wirausaha. Pengusaha muda yang dikenal berbisnis cetak digital, Cipta Warna Digital Printing

Dia menanggapi pristiwa yang sempat viral tersebut santai. Julius malah membuat kaos dengan tag line "Tampang Boyolali". Dengan ilustrasi yang berpesan positif bagi kita semua. Pembeli pun tidak hanya warga Boyolali. Melalui Instagram kaosnya menjadi viral dan mendapatkan banyak pesanan.

Kekecewaan warga Boyolali terasa betul olehnya. Ia menangkap itu bisa menjadi peluang bisnis unik. Kaos buatannya yang menunjukan bahwa Boyolali itu indah. Julius juga menujukan ilustrasi bahwa "Tampang Boyolali" keren, cukup untuk masuk hotel. Respon masyarakat akan kaosnya itu sendiri positif.

Bisnis Beresiko


Bukan tanpa resiko Julius membuat produknya tersebut. Bayangkan dibawa- bawa ranah politik akan menghantui. Namun ia menyiasatinya dengan bijak dalam mendesain. Kaosnya "Tampang Boyolali" tidak mengandung unsur politik. Semuanya dibuat sewajarnya, tujuannya untuk menujukan kelebihan orang Boyolali.

"Emang kudu harus membaca pasar," ujar pengusaha muda ini.

Dia menjual kaosnya di Instagram berakun @ciptawarnadigitalprinting. Julius menujukan tiga desain yang dibuatnya. Tidak ada kata- kata atau ilustrai profokatif dalam kaosnya. Satu desainya berisi gambar ikonik kota Boyolal, yaitu Sapi Ndekem, Monumen Susu Murni dan Tumpeng Merapi jadi satu.

Kaos berikutnya bergambar pria tampan dengan brewok. Dibawahnya ada tulisan tampang Boyolali sebagai petunjuk. Ini dimaksudkan untuk menunjukan bahwa orang Boyolali keren. Satunya lagi tidak bergambar hanya sekedar hastag.

Ia menjual kaosnya cepat- cepat keburu hilang momentum. Alhasil Cipa Warna jadi kwalahan untuk memenuhi pesanan. Sampai bahan kaosnya saja habis tidak bersisa stok. Tidak kurang empat lusin dipesan satu orang. Belum lagi yang menunggu antrian untuk dibuatkan, masih berlusin- lusin siap diantarkan.

Harga kaosnya dibuat antara kisaran Rp.90.000- 100.000. Kalau orang mau pesanan khusus bisa ia lakukan. Tetapi harganya menjadi lebih mahal karena makin rumit. Ukuran kaosnya dari XS- XXL cocok untuk pria dan wanita.

Pemilik Haluu Instagram Pengusaha Dio Santoso

Profil Pengusaha Dio Santoso


siapa pemilik haluu world
 
Siapa pemilik Haluu Instagram yang sedang ngehits. Nama Instagram dan Haluu seolah menjadi satu kesatuan. Usaha ini dirintis oleh perusahaan bernama PT. Dreamscape Indonesia. Apa sih konsep dari bisnis Haluu World ini, adalah sebuah eksibisi yang Intagrammable buat anak muda, untuk berselfi- selfi ria.

Mereka menawarkan spot kece untuk dijadikan penghias timeline. Salah satu pendirinya Dio Santoso bukanlah orang baru dalam entrepreneurship. Pengusaha muda ini mengaku tengah menyiapkan konsep baru. Ia bersama tim nya tengan mengembangkan Baluu by Haluu, sebuah instalasi bertema balon.

Konsep ini dianggapa akan menggugah jiwa anak- anak kita. Alhasil keceriaan yang dibawah oleh Haluu World semakin terasa. Menurut pengusaha Dio Santoso, co- founder Haluu World, menyebut konsep balon merupakan wujud. Bahwa setiap orang ingin bahagia, seperti anak kecil yang menerima balon.

Mereka juga akan menawarkan konsep foto- foto lucu. Itu akan mengajak pengunjung eksibisi untuk merasa bernostalgia. Jika kamu belum tau apa itu Haluu World, itu adalah wahana rekseasi kreatif yang menyasar pengguna sosmed. Berapa harta tiket Haluu World yaitu 100 ribu hari biasa, dan 150 weekend.

Pengalaman Entrepreneurship Haluu


Dio Santoso bukan lah orang baru dalam dunia entrepreneurship. Ia dikenal lewat bisnis keteringnya yang terkenal. Bisnisnya menitik beratkan pada gaya hidup sehat anak muda. Semua itu berdasarkan pengalaman pribadi Dio sendiri. Ia pernah menurunkan berat badan setenganya 132 kg, dan bertekat berbagi.

Menjadi pengusaha muda mengajak orang hidup sehat. "Sejak remaja saya cenderung untuk gemuk, titik terparahnya ketika masa akhir kuliah, bobot saya pernah mencapai satu kuintal," terangnya.

Walaupun dia sudah olah raga keras, malah hanya rasa lelah, hilang fokus, walau berat turun. Itu ternyata karena faktor makanan. Dio sendiri tidak memilih diet ketat mengurami makan. Pengalaman ibu yang sakit tifus karena diet menghantui. Alhasil berat badannya berhenti turun dan lebih gampang naik.

Berkat browsing internet ditambah bertanya ke dokter. Dio menemukan pola makannya salah, dan tidak sehat. Menurutnya turun berat badan harus seimbang hidup sehat, diet, dan olah raga. Paling berat ialah mengatur pola makan sehat. Kalau sekedar diet menghilangkan jenis makanan saja tidak cukup.

Maka sehat ditambah pola olah raga yang teratur. Bertahap itu mampu membuatnya lebih baik dan segar. Hasilnya positif pada perubahan tubuhnya yang bertahap. Hasilnya menakjubkan bertahap tetapi konsisten. Dari orang tua, teman, dan orang- orang penasaran caranya menurunkan berat badan.

"Saya jawab apa adanya, merubah pola makan menjadi lebih sehat," ujarnya, yang kemudian diminta menyebutkan resepnya.

Banyak orang mengira bahwa itu karena obat atau susu diet. Padahal ia makan seperti manusia normal tetapi lebih sehat. Inilah yang mendorongnya membuka usaha katering sehat. Orang terdekat mendorongnya menjadi pengusaha muda. Tetapi ia tidak berani sendiri, maka diajak dua orang temannya.

Pengusaha Muda Mandiri


Ia lantas mengajak berbisnis Kevin Pudjiadi dan Andre Tanuwijaya. Keduanya juga pernah mendapat bimbinga Dio. Ketiganya sepakat bertiga untuk berbisnis katering sehat. Brand Leafwell didirikan dengan marketing tester. Usahanya dimulai 2014 dengan masalah utama mengedukasi apa makanan sehat.

Orang masih beranggapan sehat berarti daun- daunan. Tetapi orang juga banyak antipati karena selera rasa. Inilah yang dikembangkan LeafWell yang fokus pada rasa. Jangan biarkan orang yang mau sehat makan- makanan hambar. LeafWell sendiri merujuk pada "Live Well", yang berarti hidup lebih baik.

Untuk yang pertama mereka menarget pegawai kantoran. Mereka dianggap tidak memiliki waktu dan cukup ruang. Alhasil para pegawai terkadang makan seadanya karena rutinitas. LeafWell mulai marketing menggunakan sosmed. Banyak iklan online mereka gagal, tapi tidak seditik yang mulai coba- coba.

Proses edukasi dilakukan terus sampai dipercaya. Kebanyakan orang belum yakin akan keberhasilan cara ini. Mindset untuk cepat kurus masih banyak tertanam di benaknya. Mereka menerapkan sistem berlangganan mingguan. Dua paket mingguanya bahkan menyangkut satu minggu penuh, diluar jam kerja.

Proses pemasakan, pengemasan, dan delivery dilakukan sendiri. Mereka sendirian megirim ke rumah pelanggan. "Demi efisiensi dan juga menjaga kualitas makanan. Mau panas, hujan, atau banjir, kami tetap jalan," ujarnya. Awal- awal mereka berbisnis sendiri, dan semua dilakukan mereka bertiga tanpa pegawai.

Mereka menerapkan 2000 kalori untuk sarapan penuh. Setiap hidangan mengandung 450- 650 kalori, dan paket makanan sudah disesuaikan riwayat kesehatan. Untuk meningkatkan kualitas maka mereka mengangkat tim dapur. Mereka merancang makanan yang disiapkan khusus, porsi kecil tetapi tekstur lembut.

Pokoknya Leafwell profesional mendukung penurunan berat badan. Dio meyakinkan berat badan bisa turun 1- 3 kg per- minggu. Di awal 2016, Dio menjadikan LifeWell sebagai perusahaan perseroan terbatas (PT), dan mulai mempekerjakan chef sehat. Mereka menawarkan makanan sehat tetapi harga rasional.

Sebagai pengusaha muda mandiri selalu berinovasi terus. Salah satunya LifeWell meluncurkan gerai fisik bernama BerryWell dan FeedWell. Mereka lalu menjual aneka makanan dan minuman sehat di Jakarta. Mereka dengan satu wadah bisnis yang sama, kemudian meluncurkan bisnis tempat foto ngehits.

Inilah pemilik Haluu Intagram pengusaha Dio Santoso. Dengan bisnisnya menawarkan konsep hidup sehat dan gembira. Baik LifeWell atau Haluu World menawarkan bisnis tidak biasa. Ke depan ia juga mengembangkan usaha co- working space, yang berkonsep kolaborasi meyuguhkan makanan dan minuman.

Bisnis co- working space ini akan diberinya nama Collabspace. Targetnya perusahaan yang butuh menerapkan prinsip milenial. Konsep co- working space sudah sangat dikenal untuk meningkatkan produktifitas. "Seluruh unit usaha kami dirancang sebagai penyeimbang hidup di era moden yang sibuk".

Berwirausaha Travel Inovasi Hadi Kurniawan

Profil Pengusaha Hadi Kurniawan


pengusaha muda travel
 
Untuk berwirausaha travel dibutuhkan inovasi berkelanjutan. Menguasai bisnis traveling sudah tidak hanya sebatas manusia. Memberangkatkan manusia sudah bukan fokus pengusaha Hadi Kurniawan. Pemuda yang merupakan CEO perusahaanya sendiri, CV. Konsep Global Media, kini menawarkan perjalanan interaktif.

Ia tidak sekedar mengajak kita traveling. Tetapi juga mengajak kita mengenali kebudayaan. KONSEP mencoba menawarkan wisata kebudayaan. Hadi sendiri termasuk penikmat seni, sekaligus suka untuk bertraveling nyentrik. Dibanding hanya sekedar jalan- jalan belanja, KONSEP mencoba menawarkan pengalaman.

Perusahaan KONSEP menawarkan pengalaman tersendiri. Tujuan wisata yang belum pernah kita jelajahi sebelumnya. Maka jangan bayangkan perjalanan wisata sekedarnya di sini. Dia juga aktif mengajak anak muda yang tertarik di kesenian. Menurutnya menunjuka budaya lebih dari sekedar traveling.

Wirausaha Travel Harus Berbeda

Bagi kamu yang berminat berwirausaha travel perhatikan. Pengusaha muda ini memberikan beberapa tips yang dibutuhkan. Pertama ialah harus memilik passion dahulu dengan traveling. Bukan sekedar jalan- jalan tetapi menikmati alam dan budaya. Alhasil kamu akan menguasai spot- spot mana yang unggulan.

Kita tidak sekedar menawarkan perjalanan ke sebuah negara. Tetapi apa saja yang dimiliki negara tersebut. Contohnya pengalaman membuat batik dibanding membelinya. Hadi sendiri tidak juga cuek akan harga paketnya. Dibituhkan perhitungan juga perhitungan yang mata, mulai dari biaya layanan dan fasilitas.

Harga semakin mahal jika jarak jauh dibanding yang dekat. Itu prinsip kedua yang anda harus ketahui sekarang. Ketiganya ialah anda harus mengetahui perihal kebudayaan. Ini nilai tambah yang kamu bisa miliki. Pengusaha muda menurutnya adalah sosok yang penuh inovasi. Hadi bahkan menyiapkan aplikasi khusus.

Dalam sekali event diselenggarakan KONSEP memiliki bebeapa hal. Seperti petunjukan tari- tari daerah yang menarik. Ia mencari mana spot- spot yang interaktif dengan pengunjung. Bayangkan dia mampu menyelenggarakan event 100 talent. Sekali event KONSEP mampu menggaet 300- 400 wisatawan.

Sebagai pengusaha muda travel tentu tidak mudah. Memegang ratusan orang membutuhkan banyak kerja tim. Namun apabila telah selesai menimbulkan perasaan luar biasa. Wirausaha tidak sekedar mencari keuntungan semata. Dari bisnisnya ini Hadi Kurniawan mampu menghasilkan jutaan rupiah perbulan.

Perjalanan bisnis Hadi dimulai ketika masih berkuliah. Bermula dari pekerjaan meramaikan acara di sebuah hotel bintang lima. Ia mulai mengemas usahanya seolah seperti EO. Menggabungkan antara travel dan Event Organizer adalah baru. Hadi mengatasi pekerjaan tersebut dengan cerdik melalui koneksi.

Dia mengajak beberapa temannya yang jago kesenian. Utamanya mereka yang memiliki kecakapan di tari tradisional. Untuk menggaet banyak pengunjung dibutuhkan strategi marketing. Awalnya Hadi hanya menawarkan konsep door to door. Dengan dukungan tari tradisional acara tersebut akhirnya berhasil.

Sukses Muda Wirausaha  Travel


Hadi tidak gengsi untuk membagikan bisnis ke setiap rumah. Hasilnya dapat dilihat event pertamanya mendulang sukses. Inilah cikal bakal bisnis dan brand KONSEP ke depannya. Pertama yang kamu perlu ketahui sebagai wirausaha travel. Janganlah mencari keuntungan dulu, tatpi eksplor kebutuhan traveler masa depan.

Ia mampu melihat kelebihan yang tidak dimiliki travel lain. Tidak hanya menggaet tim kerja yang paham traveling. Mereka juga lulusan atau pecinta seni dan budaya. Modal awal bisnis travel Hadi adalah 11 juta. Itu digunakan untuk mengurusi administrasi, kerja sama dengan hotel, tiket pesawat dan kendaraan.

Pengusaha muda ini percaya diri mengedepankan seni dan budaya. Tidak hanya sebatas keindahan alam yang dituju. Prinsip bisnis travel miliknya adalah "Tour & Education". Dengan kemajuan jaman ia juga berinovasi. Dia lalu meluncurkan Le Pad, konsep barang bawaan yang mudah dibawa karena dilipat.

Membangun bisnis berkonsep seni pariwisata butuh pengetahuan. Bukan sekedar passion untuk pergi traveling. Mencari tim kerja yang memiliki pemikiran sama tidak mudah. Sekalinya menerima orang baru, malah tidak pernah traveling sama sekali. Hasilnya tim kerja yang dibentuk tidak memiliki semangat.

Inilah tips sukses wirausaha travel yang perlu kamu tau. Utamakan mereka yang suka berwisata kalau bisa yang terbiasa ke tempat ekstrim. Ini menurutnya lebih berat dibanding pengalaman kerja. Karena itu akan mempengaruhi solidnya sebuah tim. Mereka sebagai tim harus menjalankan setiap visi dan misi.

Apa visi dan misi perusahaan miliknya tersebut. Singkatnya terdapat pada slogan perusahaan, yakni "sesudah pulang, pergi lagi". KONSEP menawarkan pengalaman yang menyenangkan. Bahkan akan membuat kita berulang- ulang traveling.

"Kami tidak hanya mengutamakan profit saja, tetapi memberikan dampak luas kepada masyarakat luas," ujar pengusah muda ini.

Berbisnis merupakan mencari solusi akan permasalahan. Tidak hanya sekedar mengunjungi destinasi baru. Selain untuk menghasilkan keuntungan bagi perusahaan. Kita harus berani untuk berinisiatif memajukan daerah itu. Galilah kelebihan sebuah destinasi wisata, dan mulai beri nilai tambah pada tempat itu.

Tips wirausahawan muda yang ingin merintis. Terutama mereka yang masih berkuliah, Hadi memberi saran menyelesaikan pendidikan dahulu. Pengusaha sukses tanpa berkuliah belum budaya Indonesia. Itu pilihan sulit kuliah atau menjawab telephon costumer. Tetapi kamu pasti bisa untuk mengatasinya sendiri.

Biografi Saptuari Kedai Digital Jogja BisnisWaralaba

Profil Pengusaha Saptuari Sigiharto


pengusaha saptuari

Sedikit biografi Saptuari Sigiharto, pemilik bisnis Kedai Digital Jogja, yang tak menyangka kalau usahnya sukses. Menjadi pengusaha tahan banting berbuah manis bisnisnya melejit. Dia adalah sosok pengusaha muda asal kota Yogyakarta. Kiprahnya sebagai pengusaha telah diakui sebagai runner- up wirausahawan mandiri 2007.

Dia melalui bisnis kedai digital berhasil menjadi waralaba populer. Konsepnya mudah, Kedai Digital, nama perusahaanya, menjual berbagai hasil digital berbentuk aksesoris. Dia merupakan tipe pekerja keras, ulet, dan tahan banting. Terbukti dari sekian bisnisnya, dia tetap fokus meski gagal itu sering terjadi.

Dalam biografi Saptuari, menjelaskan agresip bisnisnya dimulai sejak berkuliah di UGM, berbisnis untuk membiayai kuliah. Berbagai usaha dan pekerjaan pernah dilakukanya. Semua itu hanya untuk memenuhi kebutuhan sehari- hari. Dari bekerja di perusahaan rokok, event organizer, radio swasta, hingga perusahaan komunikasi.

Siapa Saptuari Pengusaha Kedai Digital


Ia lalu banting stir membuat usahanya sendiri. Menjadi pengusaha, Saptuari menjelankan bisnis ayam kampung dan stiker, nah, yang terakhir lah yang membawanya sukses. Alasan gagal bisnis ayam karena keuntungan yang tak sejalan dengan modal dikeluarkannya. Setiap kegagal menjadi motivasi bagi Saptuari, membuatnya semakin ngotot bekerja.
 
Suatu hari, Saptuari menumakan ide bisnis baru, ketika itu melihat ibu- ibu berebut marchandise bergambar.  Apa itu? Ya bisnis aneka marchandise bergambar artis selebritis, padahal hal- hal semacam itu bisa dibuat sendiri. Pengalaman tersebut memberikan ide untuknya, deda dengan bisnis sebelumnya bisnis ini lebih sederhana.

Dia kesana- kesini mencari tau, lalu mempraktikan bisnis unik ini, yaitu bisnis cetak digital pribadi. Konsepnya membuat produk marchandise yang bisa dipesan secara khusus. Modalnya hanya 28 juta tergolong minim dibanding bisnis sebelumnya. Sapturai kemudian nekat membuka toko sendiri di Jl. Cendrawasih 3C Demangan Baru.

Bisnisya resmi bernama "Kedai Digital" bertempat di toko kecil berukuran 2x7 meter. Awalnya Kedai Digital hanya membuat aneka gantungan kunci saja, dibantu oleh tiga karyawan Kedai Digital merambah bisnis lain; seperti membuat gantungan kunci, t-shirt, pin, jam, mouse pad, poster, keramik, dan terakhir baner.

Respon bisnis barunya dibilang bagus. Ternyata masyarakat menyukai produk- produk miliknya. Tiap tahun omset Kedai Digital semakin meningkat. Usaha yang sebelumnya hanya dibantu tiga orang mendadak berubah jadi 150 karyawan. Merek tersebar di 40 cabang berbeda tersebar di berbagai kota.

Rata- rata pegawainya mereka mahasiswa, karena ingin menghilangkan konotasi negatif. Mereka yang dikenal tukang demo dan tawuran ini akan labih baik berbisnsi. Dengan usaha keras, pemuda 30 tahun ini menggunakan model franchise atau waralaba. Ia telah menjalankan bisnisnya selama lima tahun, hingga beromset miliaran.

Baginya mencoba sesuatu yang baru ditambah ketekunan membuahkan hasil. Dia pandai mengambil pangsa pasar anak muda mencoba membentuk karakter pengusaha sukses.

Entri yang Diunggulkan

Biografi Jack Ma Orang Terkaya China Alibaba