Macam Camilan Minang Bisnis Mengenyangkan

Profil Pengusaha Mimi Sivia 




Sambil kuliah tidak ada salahnya membuka usaha. Sambil kuliah S- 2, Mimi Silvia, menemukan ide buat bisnis makanan ringan Minang. Eh, ternyata, menjadi usaha menjanjikan buat masa depan Mimi. Camilan khas Batusangkar, Sumatra Barat, dikemas modern oleh mahasiswi S-2 Universitas Indonesia ini.

Keinginan membuka usaha ditengah kuliah lagi. Tepatnya pertengahan 2016, ada perasaan ingin membuat satu usaha melihat kelebihan daerah asal. Di Batusangkar, memiliki kelebihan oleh- oleh khas, dan tidak cuma rendang.

Inilah alasa Mimi menggeluti usaha sekarang. Dia ingin mengangkat lebih dibalik kuliner Minang. Disisi lain nama kuliner Minang sedang ngetrend. Mampu mendorong Mimi untuk berbuat lebih. Langsung dari ide bisnis tersebut pilihan promosi jatuh pada bisnis jualan online.

"Kepikiran saja jual oleh- oleh khas Minang online," paparnya. Didukung koneksi banyak, dari karyawan swasta hingga mahasiswa, di Jakarta sampai Depok. Beda dengan pengusaha pada umumnya. Mimi lebih memilih memesan langsung ke Batusangkar.

Melalui usaha dia berharap memberi lebih ke Batusangkar. Minimal mendukung, mempromosikan kuliner khas daerah, serta memberikan peluang usaha kepada masyarakat. Ia menjamin produk dijual adalah hasil olahan keluarga Mimi asal Batusangkar.

"Kasihan pasar tradisional di sini pedagangnya suka ngeluh," terangnya kepada Detik.com

Aneka produk mulai ikan bilih sambal hijau- merah, serundeng kentang atau talas, rendang telur, rendang daging, rendang belut, rendang kerang, dan banyak lagi. Pokoknya semua kuliner khas Minang, asal daerah Batusangkar, dikemas Mimi kemudian dijajakan.

Kemudian dikemas menarik dengan nama O- NE (dibaca o ne) atau dalam bahasa Minang artinya "Uni", yang mana merupakan sebutan buat perempuan Pariaman. Dikemas higenis, modern, serta memiliki warna menarik perhatian pembeli. Pembuatan juga menunggu pemesanan, jadi produk baru dikirima langsung.

Bumbu tanpa bahan pengawet, umur produk mampu bertahan 1- 3 bulan. Pemasaran lewat Instagram, lalu Facebook, dan Path Pribadi. Awal dia menghubungi teman- teman buat pemasaran, koneksi semua dia hubungi, dan jualannya lewat WhatsApp.

Pengenalan awal lewat broadcast WA, lumayan kan, Mimi punya 2000 koneksi di sosial media tersebut. Ia mengatakan sementara pembeli kebanyakan Jakarta dan Bandung. Kemudian pembeli memborong dan membawanya ke Belanda, Australia, Inggris, dibeli teman- teman atau kenalan yang tengah kuliah di luar negeri.

Pasar mulai anak SMA, mahasiswa, sampai pegawai kantoran. Kemudian ada dosen yang menawarkan diri menjadi reseller. Produk Mimi juga digaet oleh pemerintah daerah, dipromosikan jadi salah satu UKM terbaik daerah. Omzet puluhan juta, dimana modal tidak mau setengah- setangah yakni sampai Rp.10 juta.

Paling mahal menurut Mimi, ada di bahan baku produk, soal kemasan serta hal- hal teknis cuma beberapa juta. Memang produk Mimi dijual lumayan yakni Rp.200- 280 ribu buat aneka rendnag, ikan bilih sekitar Rp.220 ribu- 250 ribu, rendang telur dan serundeng Rp.15- Rp.40 ribu -tergantung ukuran kemasan dibeli.

Penjualan sudah mencapai kisaran 400- 500 bungkus perbulan. Dengan aneka produk pilihan, Mimi bisa meraup lebih banyak pasar, dimana produk andalan ikan bilih dan rendang. Fokus ke depan, Mimi ingin kebih banyak menggaet reseller, dan membawa terbang produknya ke luar negeri terutama Malaysia.

"Selain itu bakal launching web oneminang.com," tutupnya.

Bihun Jagung Teddy Tjokrosaputra Batik Keris

Profil Pengusaha Teddy Tjokrosaputro 


 
Nama Teddy Tjokrosaputro harusnya akrab dengan bisnis batik. Tetapi bukannya memilih menjadi juragan batik, Teddy lebih memilih memasak mie. Bukan sembarangan mie tetapi mie bihun jagung. Dia lah sang direktur PT. Subafood Pangan Jaya, dimana kakek dan neneknya dikenal sebagai pengusaha pemilik Batik Keris.

Menjadi generasi ketiga tetapi tidak memilih mewarisi. Generasi ketiga bisnis Batik Keris, justru lebih menikmati membangun kerajaan bisnisnya sendiri. Tidak memilih berbisnis tekstil malah memilih ke bisnis pangan.

Apa sih bisnis PT. Subafood Pangan Jaya, menjadi pelopor bisnis bihun jagung, adalah satu pencapaian terbesar bisnis mereka. "Produk bihun jagung merupakan yang pertama di Indonesia, bahkan di dunia," Teddy semangat. Pelopor bisnis bihun jagung ini tengah menaikan kapasitas bisnisnya terus.

Kapasitas produksi selalu naik 100 persen setiap tahun. Dimana kapasitas mereka mencapai 1.200 ton tiap bulannya atau sekitar 14.400 ton per- tahun. Adapun market sharenya mencapai 20 persen. Dia sebut harga eceran tertinggi Rp.11.000 per- kilogram. Bihun jagungnya mampu menembus pasar dan diminati.

Bisnis kebutuhan pokok


Teddy bermula bisnis properti bukan makanan. Selepas lulus University of Southern California, Los Angles, Amerika Serikat, pada 1995, ia memilih pulang ke Indonesia kemudian membantu orang tua buat mengurus bisnis keluarga dibidang properti. Melalui perusahaan keluarga belajar mengenai apa itu bisnis langsung.

Dia belajar bisnis lewat properti selama dua- tiga tahunan. Suami dari Shelly Verywan ini, mengenang pada 1997- 1998, perusahaan keluarga terpukul karena krisis moneter. Hampir semua bisnis keluarganya gulung tikar, termauk properti. Walaupun begitu, Teddy tidak menyerah buat berbisnis properti.

Untuk menjalankan bisnis properti setelah krismon. Teddy membuka usaha sendiri dibawah bendera PT. Andalan Propertindo, dimana dia menggarap proyek trade center Solo, Jawa Tengah. Isinya trade center tersebut rata- rata pengusaha batik.

Bapak dua anak, tidak merasa puas akan perjalanan bisnis properti miliknya. Pada 2004, dia merambah ke bisnis makanan lewat PT. Subafood Pangan Jaya. Pilihan usaha dijatuhkan kepada bisnis pengolahan bahan baku jagung. Pilihan jagung karena merupakan bahan pokok kedua terbesar setelah beras di Indonesia.

Pemikiran Teddy lainnya adalah jagung dapat diolah aneka produk. Dua kelebihan tersebut kemudian dia coba olah. Melalui membentuk tim mencari tau olahan cocok buat masyarakat. Ide kemudian membuat mie berbahan jagung. Bihun jagung memudahkan penyerapan produk ke masyarakat karena kedekatannya.

Setahun penuh, Teddy meneliti, bagaimana agar bihun jagung benar terserap ke masyarakat. Kemudian dia mendirikan pabrik bihun jagung di daerah Tangerang, Banten, pada Juni 2005. Di tahun 2006, Subafood mulai memproduksi sekitar 100 ton per- bulan. "Tidak semulus dibayangkan," dia menjelaskan.

Butuh waktu buat mengedukasi masyarakat, dan pada umumnya orang cuma tau bihun ya terbuat dari bahan beras. Inilah tantangan Subafood mangkanya kapasitas produksi tidak langsung besar. Proses dijalani oleh Teddy menjadi semacam sekolahan baru berbisnis. "Harga jualnya tidak mungkin tinggi (dibanding dari beras."

Kendala datang juga karena stok pengiriman bahan baku. Tidak selalu mencukupi produksi padahal jumlah produksi masih relatif. Perjalanan Teddy membawanya mengatasi semua masalah. Butuh waktu dan proses tetapi dia menikmati hal tersebut, hingga aneka inovasi dikembangkan oleh Subafood dengan produk itu.

Sebut saja bihun jagung instan anaka rasa, kemudian merambah sorgum, mie kering, dan makaroni juga. Ia kemudian menyasar produksi lain. Tidak cuma jagung, juga memproduksi trasi dan merica bubuk. Jika awalnya cuma ada 2 produsen bihun jagung, sekarang sudah ada 23 produsen bihun jagung mengekor.

Teddy tidak mau tinggal diam. Langkah berikutnya adalah melakukan ekspansi. Salah satunya, mengirim aneka olahan jagung ke pasar luar negeri, ke Belanda, Malaysia, hingga ke Brunei Darusalam.

Tips Broker Waralaba Bisnis Kesempatan

Profil Pengusaha Sidik Rizal 


 
Pesatnya bisnis waralaba membuka prospek lain. Diantara geliat para pengusaha baru, bermunculan sosok yang berbisnis diluar dugaan. Orang banyak mengenal broker properti. Tetapi nama broker waralaba mulai naik ke permukaan. Segelintir orang sukses menapaki bisnis ini, justru menjadi peluang menggiurkan.

Mereka memasarkan berbagai skema bisnis. Dari waralaba sudah siap dijalankan, atau sekedar berupa satu business opportunity, salah satunya broker bernama Sidik Rizal. Ia sudah mulai berbisnis sejak 2008. Ia meloncat pekerjaan. Bermula desain grafis perusahaan periklanan, dia mendadak menawarkan waralaba.

Ia tidak suka menjadi karyawan. Mangkanya mau berbisnis tetapi apa, karena keahlian utama Sidik ialah membuat desain, termasuk membuat desain website inilah prospek. Dia ingat membuat banyak website buat klien pengusaha waralaba. Bahkan Sidik sendiri sempat ditawari menjadi mitra mereka juga.

Sejak itulah, ide cemerlang justru ketika dia mempromosikan ke orang lain. Gimana sih mempromosikan bisnis waralaba ke orang lain. Untuk itulah website dibuat Sidik. Agar mendapatkan lebih banyak jaringan waralaba. Dia tidak jarang turun gunung mencari klien ke Bekasi, Jawa Barat, mencari waralaba prospek.

Tidak jarang bisnis mereka bukan waralaba. Si pengusaha lantas diajak Sidik menjadi waralaba. Melalui skema ditawarkan Sidik diharapkan perubahan drastis. Sidik lantas memoles bisnisnya agar tampak lebih menarik di mata klien.

Broker penting


Banyak hal dilakukan agar menaikan citra klien. Salah satunya, yakni mengembangkan standar oprasional dari usaha dijalankan. Bagaimana mengubah manajemen usaha. Fungsi utama broker menurut Sidik ialah ia termasuk membantu menyediakan karyawan berkualitas.

Ia juga memberikan konsep desain interior buat calon klien.

Tips buat kamu calon broker waralaba pemula: Gunakan berbagai media pemasaran tidak cuma elektronik, juga lewat media internet juga cetak. Butuh waktu satu bulan sampai tujug bulan, buat kamu merubah satu bisnis biasa menjadi bisnis waralaba.

Upah bisnis broker waralaba memang bervariasi. Tergantung konsep diminta pelanggan nanti, buat bisnis waralaba berupa booth, maka Sidik memasang tarif Rp.5 juta- Rp.15 jutaan. Waralaba kelas pertengahan bisa mencapai puluhan juta loh. Dan jika pewaralaba sekelas restoran bisa dihargai sampai ratusana juta.

"Kelas restoran... biaya paling mahal sampai Rp.500 juta per- paket," ujarnya.

Setiap investor bergabung menjadi klien Sidik. Lanjutnya, ia akan mendapatkan komisi 5%- 10% paket investasi. Klien pertama Sidik adalah Pecel Lele Lela, dari sana, dia semakin akrab akan bisnis bermodel waralaba ini. Hasilnya omzet dikantongi Sidik setiap bulan mencapai Rp.100 juta.

Mau contoh broker waralaba lainnya. Sebut saja Mulyadi Handojo, Komisaris PT. Mahir Food asal Kota Jakarta, dimana meskipun baru sudah punya banyak klien. Ia menggaet PT. Best Waralaba, broker waralaba lainnya untuk meningkatkan performa.

Klien mereka seperti Jupe Fried Chicken, Rocket Fried Chicken, dan Tokyo Bento. Klien Mahir Food bisa dibilang kelas artis. Nama besar komisaris sendiri agaknya menaikan potensi. Selain itu polesan bisnis mereka juga sangat profesional, bahkan mereka menawarkan dibuatkan bisnis sendiri ke artis.

Kesepatakan penanaman modal serta penggunaan nama. Brand akan dibentuk lewat nama si artis sendiri agar menaikan pamor. Sudah dibuatkan usaha waralaba, juga dibuatkan PT atau CV dibawah nama mereka sendiri. Ambil contoh artis sekaligus presenter Chantal Della Concetta dimana membuka bisnis steak.

Mantan Pegawai Astra Sukses Berbisnis Onderdil

Profil Pengusaha Stanly Erungan 


 
Usaha memang butuh perjuangan keras. Stanly Erungan, 40 tahun, membuktikan kerja keras selama ini dia kejar berhasil. Kalau anak petani saja sukses, kenapa kamu tidak bisa mengikuti jejaknya. Alkisah inilah kisah pengusaha mobil sukses meraup omzet miliaran rupiah.

Berawal dari karirnya di perusahaan besar Group Astra. Tekad menjadi pengusaha lantas muncul. Lulusan jurusan komputer, Universitas Padjajaran, mengambil jurusan bidang informasi teknologi. Bekerja cukup lama sejak lulus kuliah pada 1996. Lama bekerja di sana, Stanly menduduki pososi penting dalam struktur perusahaan.

"...pada usia menjelang 40 tahun harus memiliki usaha sendiri," tantangnya, target itulah kenapa Stanly bisa melepaskan pekerjaan penting di Astra.

Keluar Astra tahun 2011 silam, ayah dua anak ini sudah dikenal dekat dunia otomotif, juga telah memilik banyak jaringan kuat disana. Untung berkat Astra, Stanly paham runutan proses pemasokan oli ke sejumlah pengusaha truk, bus, dan kendaraan lain.

Banyak kenalan, suami dari Maria Natalia ini, kemudian fokus berbisnis sendiri. Bermodal jaringan yang kuat pada 2008, dia keluar dari pekerjaan dan mulai berbisnis dengan perusahaan bernama PT. Mitra Jaya Agung Motor, yang bermarkas di Cikokol, Tangerang, Banten.

Usaha bengkel yang bernama Mitra Service Car (MSC). Dimana dia bercerita semua berawal dari usaha bengkel motor. Yang dia kerjakan selepas bekerja di Astra, dan sebuah perusahan oli. Stanly mengatakan bisnis bengkel motor dua tahunan. Dan, dua tahun sudah, lalu dijualnya karena ingin fokus bengkel mobil.

Bisnisnya termasuk penjualan aneka onderdil. Salah satunya bermerek sendiri bernama AQ Genuine. Ia memberi nama AQ agar kualitas nomor satu. Menariknya onderdil target Stanly, kebanyakan merupakan onderdil mobil truk. Berkat bisnis baru tersebut Stanly mengantongi omzet Rp.1 miliar per- bulan.

Bisnis otomotif


Selain menjual onderdil sendiri, Stanly juga mengimpor onderdil dari Eropa. Pengembangan bisnisnya relatif cepat. Dimana, pada 2012, ia membuka konsep waralaba agar lebih menjangkau. Total MSC punya enam gerai, lima diantaranya milik pewaralaba.

Dia pernah bekerja di Astra dibagian penjualan. Lepas dari Astra, Stanly pernah bekerja di perusahaan oli, dan akhirnya memutuskan membuka usaha sendiri. Bekerja di perusahaan oli, dia bertugas memasok oli buat aneka perusahaan, seperti perusahaan bus, truk, dll.

Inilah cikal bakal relasi kuat antara Stanly dan dunia otomotif. Disanalah bisnis berbekal relasi kuat bisa menaikan tingkat kesuksesan kita. Sejak awal Stanly langsung membangun relasi, tidak sulit buat Stanly mengajak kerja sama karena memang sudah dekat sejak bekerja kantoran.

Jika dulu memasok oli, sekarang Stanly memasok onderdil langsung ke pool bus, travel, dan tempat para pemilik truk. Tidak cuma onderdil juga merambah perawatan pula. Kalau mereka butuh onderdil tertentu tinggal panggil Stanly. Barang akan dikirim mengurangi waktu pengusaha buat mencari barang tentunya.

Mulai onderdil sampai perawatan disediakan dia. Kunci sukses menurutnya adalah pengembangan dalam hal kreatifitas. Termasuk soal kreatifitas layanan, distribus, dan barang. Bisnis tidak bisa terus pada posisi monoton seperti cuma berjualan onderdil saja.

Pelayanan prima berkualitas menjadi esktra kreatifitas Stanly. Sukses MSC tidak berhenti juga cuma dalam bisnis bengkel mobil. Bisnis rambahan lain, adalah Stanly membuka usaha rental mobil, dimana ia masih sekala kecil menjalankan tiga unit mobil penyewaan, dan akan bertambah.

Kemungkinan berbisnis lainnya tidak ditolak Stanly. Kemudian akan merambah ke sektor lain. Rencana lain yakni membuka bisnis ekspedisi sendiri. Tentu agar bisa lebih mudah mengirim kebutuhan logistik onderdilnya. Utamanya kesulitan pengiriman barang ketika malam hari atau ketika musim liburan tiba.

Perusahaan eskpedisi digadang buka 2013. Investasinya masih menghitung dulu, mungkin kurang dari 50 miliaran. Stanly tidak merintis usaha sendiri. Dia sudah menggandeng perusahaan yang akan ikut dalam pembiayaan. Stanly akan kebagian menjadi pengelola bisnis tersebut.

Investor masuk tinggal masukan modal. Bisnis tersebut lalu akan terintegrasi dengan bisnis sebelumnya. Ia akan pula membuka pelayanan pengiriman 24 jam, bahkan tidak akan ada hari libur atau hari minggu sekalipun. Pelanggan akan mendapatkan pelayanan onderdil cepat lewat bisnis ekspedisi tersebut.

Bisnis MSC diharapkan akan merambah ke berbagai kota. Sistem waralaba memberikak kemudahan bagi Stanly menyebar. Ia bahkan berencana menggandeng pemerintah daerah. Memberikan jasa perawatan dan onderdil buat dinas pemerintah. Dia meyakinkan bahwa pemerintah akan mendapatkan manfaat besar nanti.

Anggaran perawatan akan lebih terjangkau, karena Stanly akan memantau semua kebutuhan onderdil dan juga buat perawatan kendaraan. Anggaran akan terpantau kegunaanya secara optimal. Dimananya anggaran pengeluaran buat bulanan akan terhitung benar.

Memanfaatkan Genangan Air Menjadi Lahan Bisnis

Profil Pengusaha Ramidi 


 
Berawal kekesalan karena ketidak pedulian. Bayangkan, masak tujuh hari sudah banjir, tidak surut- surut di kampungnya. Melalui pengeras suara, pria yang juga ketua RT 02 RW 01 ini, tengah membagikan bantuan korban banjir. Begitu selesai dia lantas menceritakan keadaan daerah didiaminya.

Saban musim hujan, daerah didiami Ramidi, kawasan Duri Semanan, Kalideres, Jakarta Barat. Sosoknya selain dikenal sebagai ketua RT nih, juga dikenal sebagai penggerak budidaya lele. Semenjak 2010 silam, dia menjadi pelopor budidaya lele di daerah yang banjir enggan surut tersebut.

Wilayah tempatnya memang lumayan cekung. Dua sungai mencakupi wilayah tersebut. Ada di utara -nya, sungai Gendong, disisi lainnya, ada sungai Gawangan di selatan. Karena cekung lah tempat tersebut jadi langganan banjir permanen.

Banyak tempat pula menjadi genangan. Ide mamanfaatkan genangan tersebut ia pelopori. Bagaimana cara memanfaatkan lahan seperti itu. Ramidi kemudian mengajak warga membuka keramba. Dimana nantinya mereka akan menyebar bibit lele.
Tantangan terbesar bagaimana memberi pakan. Ia kemudian lari ke Pasar Kalideres. Seadanya dia belajar menangani masalah tersebut. Ia menyambangi para penjual ayam potong. Dia mengambil limbah ayam dari mereka. Jeroan dan usus lantas dijadikan pakan lele karena tidak layak jual.

Masalah tersebut Ramidi bisa atasi. Selanjutnya, dia merogoh kocek, modalnya Rp.1 juta buat membeli bibit lele dumbo. Satu keramba diisinya 5000 bibit lele. Hasilnya, sekarang dia sudah punya enam buah keramba, sebulan dia meraup panen 3 kuintal lele.

Sudah ada 100 keramba di Duri Semanan. Lalu, ada 18 kelompok budidaya lele, mereka memasang lebih banyak keramba di Situ Bulak -hanya sebuah genangan air besar, bukan situ sebenarnya. Tiga tahun sudah berlewat, Ramidi semakin dikenal sebagai pengusaha lele bermodal genangan air saja.

Pengepul lele mulai mendatangi warga. Makin banyak datang, dimana harga lele satu kilogram dibandrol Rp.18.000. Palang Merah Indonesia (PMI) lantas memberi Ramidi gelar toko pemanfaatan lahan. Dari sana bergelontoran dana bantuan mendukung bisnis warga.

Bantuan lainnya, yaitu enam karung pakan lele dan 50 botol rojolele atau perangsang pertumbuhan lele. Ia senang karena mampu mengajak banyak orang. Bukan cuma dirinya yang menjadi mandiri, tetapi lebih banyak orang warga Duri Semanan, merasakan berkah dibalik musibah banjir tahunan tersebut.

Tetapi, ada sedikit masalah nih, ketika banjir datang kembali lele mereka bisa menjadi korban juga. Pasca banjir lele dipanen Ramidi cuma tujuh kuintal. Kalau tidak banjir bisa panen sampai satu ton per- bulan. Ia mengatakan sementara banjir, beberapa badan memberikan bantuan termasuk PT. Global Success Chain.

Entri yang Diunggulkan

Biografi Jack Ma Orang Terkaya China Alibaba