Pirton Hutagalung Anak Pengusaha Metromini

Profil Pengusaha Metromini Kaya  


 
Tidak mudah bagi Pirton Roul Hutagalung merantau. Apalagi dia harus memulai semua dari nol. Dia tau bagaimana rasanya kesusahan. Bermula dari bisnis sang ayah, Mangaradja Haolanan Hutagalung, hanyalah seorang petani karet. Merintis bisnis agrari kecilan sampai lahan didapat semakin luas.

Namun sang ayah lantas menyadari bisnisnya kurang menjanjikan. Ayah Pirton sendiri merupkan orang kepercayaan Jendral Maraden Panggabean dan TB. Simatupang, lantas memilih pergi ke Jakarta. Disana meski punya kenalan dia tetap bekerja keras!

Ia berusaha jualan toko kelontong kecil. Di sebuah gang kecil, kawasan Rawamangun, Jakarta Timur, yang mana Pirton selalu terkenang kegigihan ayah. Toko tersebut dinamakan Toko Sandang Pangan, dimulai sejak tahun 1957.

Berubah haluan bisnis


Insting ayah Pirton mulai terasah. Ketika ada kesempatan dia langsung belok. Arah bisnisnya kemudian ke bisnis transportasi. Keberuntungan mulai hinggap. Tahun 1962, Gubernur DKI kala itu, Ali Sadikin tengah mencari sosok mengurusi usaha bus Ikarus, dalam rangka mensukseskan Asian Games IV di Jakarta.

Sang ayah mengelola usaha tersebut. Bisnis yang kemudian diberi nama CV. Kawan & Co. Bisnis Ikarus tumbuh pesat. Dia lantas dipercayai lebih. Dia dititipi pengelolaan angkutan umum kota "metromini". Bisnis kecil merah tersebut merupakan pasrahan Bus Robur khasnya Jerman Timur, oleh Gubernur Henk Tuang.

Alasan utama kenapa ayah Pirton kebagian. Bahwa BUMN, pada 1969, tidak mampu mengelola unit yang begitu banyak usai pesta olah raga GANEFO. Didirikan lah perusahaan atas nama PT. Arion Paramita. Ia mampu meningkatkan kesukses dan melakukan difersivikasi bisnis ke macam bisnis lainnya.

Usaha dijalankan meliputi properti, hotel, travel dan industri. Aset perusahaan Arion Mal, Hotel Arion Swiss -belhotel Jakarta dan Bandung, Hotel Citra Cikopo, dan Grand Maharaja Ballroom. Dimana ada 18 buah perusahaan dibawa kerajaan bisnis mereka, menaungi 1.000 orang karyawan.

Adapula 150 armada bus Arion, dibawah naungan Arion Permata Group, digunakan untuk membantu antar jemput maskapai Singapore Airline dan Japan Airline.

Kisah sukses tersebut lantas dilanjutkan Pirton. Bersama tiga saudara lainnya bahu- membahu agar tidak jatuh. Tidak mudah mereka memperluas bisnis keluarga. Namanya bisnis keluarga harulah kompak loh. Ia bersama tiga saudaranya mengikuti filosofi ayah, "memeras botol sampai setetes dua tetes air.

Ikhtiar dan doa dipanjatkan. Ketiganya bersama sang ibu, MD Hutagalung, bersama membangun bisnis atas dasar kebersamaan.

Ambisi Buruh Ilegal di Suburnya Bisnis Jamur Thailand

Profil Pengusaha Than Wai Aung 



Ia berkata, "saya tidak pernah mau menjadi pegawai siapapun." Kisah seorang imigran asal Burma yang kini tinggalnya di Thailand. Pendatang asal Vietnam tersebut terjebak. Dalam rutinitas bekerja menjadi buruh di negara lain. Setelah mendapatkan pelatihan pria 44 ini menjadi pegawai kontruksi sebuah perusahaan.

Than Wai Aung menghabiskan waktu selama hampir 16 tahun -semenjak pindah ke Bangkok, Thailand. Dia juga bekerja tidak cuma membangun perumahaan di Bangkok, termasuk membangun beberapa properti di kawasan North.

Hingga tiga tahun berselang, Than lantas mengunjungi sebuah provinisi, yakni Ratchaburi, sebuah provinsi perbatasan Thailand. Disana dia menemukan sebuah kegiatan menarik hati. Warga sekitar asik menanam jamur untuk bertahan hidup. Dorongan membawa Than menetap di kawasan tersebut, tidak bekerja lagi.

Bekerja konstruksi menurutnya sangat berat. Sementara membudidaya jamur dianggapnya asik. Karena ia mengatakan suka alam. Kecintaan akan alam inilah dia bertahan. Justru ketika passion -nya menemukan jalannya. Ternyata pasaran Ratchaburi justru tidak mampu menampung bisnis budidayanya.

Terlalu bersemangat hingga jamurnya banyak rusak. Tidak mau jamurnya rusak, akhirnya dia memutuskan kembali ke Kota Bangkok.

Bisnis alami


Pertama kali menginjakan kaki di Thailand. Dia tidak bisa berbicara bahasa lokal. Tidak pula mampu bicara bahasa Inggris sempurna. "Itu sangatlah susah," kenang Than. Mencari pekerjaan juga semakin susah. Dia cuma bekerja menjadi pekerja konstruksi. Karena tidak punya surat ijin jadilah dia terkadang ditangkap.

Dari bekerja menjadi buruh konstruksi, Than hanya menghasilkan antara 200 hingga 300 bath -atau di sekitaran $6- 9 per- harinya. Pandangan tentang jamur juga sudah ada. Ketika dia bekerja menjadi buruh konstruksi dia merasa kenapa tidak ditanam. "Kenapa tidak membudidaya itu?"

Pikiran lain, ya, tidak ada satupun teman melakukan hal sama. Dia merasa inilah pekerja utamanya. Dulu, pernah dia bekerja menjadi di perusahaan farmasi Vietnam, angan- angan Than memang sudah menjelajah mau menjadi boss buat dirinya sendiri.

"Dan ketika saya datang ke Thailand, saya tau saya tidak akan pernah kaya bekerja dengan orang lain," ia menambahkan, inilah mimpi besarnya.

Bicara mengenai Vietnam tidak ada masa depan. Dan ketika kamu berbicara buruk tentang militer. Kamu akan ditangkap. Oleh karenanya dia datang ke mari (Thailand). Dia berkata di Vietnam perasaan takutnya sampai 24 jam. Kamu tidak boleh asal ngomong. Sangatlah susah hidup dibalik ketakutan di sana dulu.

Hingga dia datang dan menetap di Ratchaburi, di Barat Thailand, yang mana berjarak dekat dengan garis perbatasan antar dua negara. Berbipikir mengenai bisnis jamur. Awalnya tidak berjalan seperti dia akan bayangkan. Tidak ada seseorang mengajarinya menanam dan memanen jamur, dia belajar otodidak loh.

Dia pernah nih menaruh terlalu banyak air. Alhasil media tanamnya, kantung- kantung baglog, miliknya malah membusuk dan bibit jamur tidak tumbuh. Namun perjalanan waktu hasilnya ternyata menggiurkan. Apalagi pertumbuhan Thailand menaik. Oleh karena itu, banyak orang Vietnam menyusup masuk ilegal.

Disisi lain, ada keburukan disana, banyak perusahaan konstruksi mempekerjakan imigran gelap. Mereka mau dibayar murah karena tidak punya surat. Mangkanya kisah Than termasuk sangat langka. Dia bahkan mampu menjual tinggi ke Thailand. Dia beralih menjadi pengusaha jamur menghasilkan lebih banyak uang.

Bisnis sederhana


Dia menyewa tempat di dekat kota Thailand. Dimana tempat itu dikenal kering, diantara kolam ikan lah dia mendirikan gubug kecil. Biaya sewanya lumayan kecil yakni $16- $32. Karena letaknya dekat Bangkok ia merasa cukup buat memasarkan hasil panennya.

Than juga niat mengikuti pelatihan dari International Labor Organization (ILO), yang menjalankan sebuah program bernama Community Based Enterprise Development (C-Bed), mana tujuannya memberikan dukungan kepada pengusaha kecil kemudian saling berbagi pengalaman.

Ketika awal berbisnis dia buta. Kalau untung uangnya pasti dihabiskan. Lewat pelatihan dia mulai membagi buat disimpan. Sebagian lagi dijadikan modal kembali. Dia memperhitungkan berapa bibit dibutuhkan buat menghasilkan untung. Menghitung berapa kilo dia beproduksi nanti. Berapa banyak jamur dia menjual dan simpan.

Dia kembali ke tempatnya. Mulai mengamati setiap baglog berisi bibit. Rak- rak kayu menampung hasil jerih payah Than. Rajin membersihkan jamur agar akarnya bebas spora. Dia mulai memanen, menimbang, kemudian dia akan mengantar ke tempat distribusi lewat motor, dimana di sana masih dibawah konstruksi.

Pembeli utama Than kebanyakan juga para buruh Burma. "Saya mau menjadi orang kaya -cukup kaya buat membeli mobil. Melalukan apapun yang saya mau lakukan -tanpa kamu takut menjadi melarat," ia berujar.

Sakarang dia bisa menjual apapun dia budidayakan. Than sudah memiliki perlengkapan. Cuma masalahnya dia belum memiliki lahan. Dia butuh lahan lebih luas dan sedang mencari. Than juga bisa jualan baglog ke orang- orang. Ini lebih menambah pendapatan Than. Meski efeknya nanti akan banyak kompetitior, ia tidak takut.

"Saya suka bekerja keras untuk bisnis saya," jelasnya. Dalam sebulan dia menghasilkan omzet sampai 20 ribu bath!

Jika dulu dia menawarkan diri: Sekarang distributor datang sendiri mengunjungi kebunnya. Dia memiliki ide mengurangi harga, tetapi justru dia mengurangi waktu dan biaya, dimana dia menggunakan biaya buat bahan bakar motor. Dia awalnya bekerja tanpa tujuan. Kapanpun dia dapat untung langsung dipakainya!

Untuk memperluas bisnisnya, dia mempekerjakan beberapa pegawai, yang ternyata juga imigran Burma. Ia punya tujuan memperluas produksi. Dia ingin mencapai 70- 80kg per- hari. Pelatihan kewirausahaan telah memberinya pengetahuan soal memperluas bisnis.

"Saya bisa melihat dalam dua sampai tiga tahunan saya akan menjadi entrepreneur (sejati)," tutup.

Jual Sandal Japit Premium Anne Merambah Fasion

Profil Pengusaha Anne Arcenas Gonzales 



Dia bersama sang suami memulai bisnis nol. Sebelum menjadi distributor resminya brand Havaianas pada 2003 di Filipina, keduanya, Anne Arcenas- Gonzales dan suaminya, Freddy, hanya berbekal kamar tidur di rumah mereka sendiri. Tak satupun percaya bahwa mereka menjual jutaan pasang tiga tahun kemudian.

Menurut majalah Entrepreneur Filipina, keduanya mengimpor sampai 2 juta pasang. Keduanya cuma mau mendapatkan barang bagus. Bersama mereka mendirikan perusahaan bernama Terry S.A, Inc. "Karena kami sangatlah amatiran, kami tidak menyadari bahwa akan memakan waktu kami (sangat sibuk)," paparnya.

Harapan mereka tidak akan sebesar ini. Tetapi mereka mampu membangun seluruh perusahaan, dan yang awalnya cuma berkantor di kamar tidur. Meskipun mereka tidak memiliki latar belakang pendidikan. Ia memulai dengan mengimpor lewat menja distibutor perantara kecil.

Mereka kemudian menjual sandal Havaianas. Mereka menjual bersaing ke toko fasion, dari Aura Athletic sampai Rustan's Department Store. Perusahaan utaaa Havaianas, Alpargatas S. A, memang memfokus buat menjual melalui distributor kecil di penjuru dunia.

Kesempatan besar


Dan ketika Anne berhasil menjual seluruh stok mereka. Dimana cuma butuh waktu satu setengah tahun. Ia langsung bertekat memperbesar bisnisnya. Ada masanya ketika ia berpikir "Apa saya benar mau membuat ini ke level selanjutnya?" Semuanya berjalan lancar tapi apakah akan berjalan lebih lanjutnya.

Perasaan bercampur antara keyakinan dan keraguan. Mereka merasakan jalannya saling bersinggungan. Sang ayah keduanya, mengingatkan bahwa apa mereka akan pertaruhkan adalah uang. Mereka membuat bisnis tersebut sebagai startup, bukan menarget jutaan atau miliaran uang.

Adanya kesempatan itulah yang mereka incar. Bukan berlebihan menarget sesuatu kira- kira begitu. Anne dan Freddy membuka kartu kredit dan bekerja sama dengan Jon Syjuco, yang merupakan juga patner toko fasion Aura Athletica -yang kemudian dibeli oleh perusahaan Anne, Terry S.A.

Tidak kesempatan lain untuk tumbuh. Kemudian Terry S.A., pada 2005, membuka toko pertama khusus menjual sandal Havaianas, di Glorietta, Makati City, dimana sudah ada 38 cabang sekarang ini. Pada 2009 mereka memenangkan hak distribusi resmi Havaianas di Malaysia dan Singapura juga.

"Saya tidak berpikir (Alpargatas) menyadari bahwa kami akan menjadi negera utama mereka, konsisten setiap tahun, dan menjadi negera utama mereka (dalam hal jumlah penjualan)," terang Anne.

Apa penyebab sandal premium ini begitu digandrungi. Mereka mengadakan event berjudul "Make Your Own Havaianas", terbatas lokalan kecil tetapi konsisten terus dijalankan. Hingga banyak selebriti mulai melirik brand mereka. Mereka menjadi fans, disana dan memakainya, yang mana juga membantu brand.

Salah satunya ada selebriti Filipina bernama Pia Magalona -dimana banyak ibu muda yang mengefans dia, akhirnya ikutan mengoleksi sandal Anne. Mereka membentuk kelompok bernama Havaianaticos, yang menggemari produk mereka, yang mana diikat dalam bentuk tema pertemanan.

Kekuatan Havainas adalah kemampuan global. Tumbuh sangat cepat secepat mungkin, menguasai pasaran cepat secepat mungkin. Utamanya memanfaatkan selebriti lokal agar menaikan pamor. Kemudian mulai lah menyulam kampanye luas. Inilah cara ampuh bagi brand baru menjajaki pasaran dimanapun.

Kisah sukses Havainas merupakan kisah sukses brand baru. Dimana formula utama digunakan kita adalah sebuah dedikasi, presisten, dan berkomitmen membentuk grup orang. Yang mana akan membuat inovasi produk tulus berasal dari pelanggan kita.

Terry S.A menjual Havainas bersama brand- brand lainnya, termasuk bisnis clothing karya mereka sendiri, yang diberi nama Thread 365, dijual melalui toko multi- brand milik mereka CommonThread, dimana sudah membuka di Malaysia, Singapura, dan Filipina pada 2003 silam.

Anne masih tidak bisa tidur awal -nampaknya sekarang karena memiliki lebih dari 500 orang karyawan- dan dia menerima ketidak nyamanan itu. "Kegelisahan adalah tandanya kamu khawatir," Anne menurutkan. Ketika kamu mau melakukan sesuatu terbaik, tetapi merasa sangat percaya diri, maka disanalah akan jatuh.

Rasa gelisah berbeda dari ketakutan akan kompetitor. Tetapi lebih ke bagaimana menjalankan bisnis lebih baik. Kualitas produk Anne pikirkan matang. Dia percaya bahwa pasar bisnis ini besar. Cukup besar buat kompetitor dan dia bersaing sehat. Bukan masalah terlalu optimis dan mengacuhkan kompetitor.

"Kami masih disini," jelasnya. Menjelaskan bahwa produk Anne bagus. Memiliki brand bagus yang mampu mendukung penjualan. "...dan sangat fokus ke senjata kami tersebut."

Susahnya Menjadi Pengusaha Kentang Goreng

Profil Pengusaha Robby Widjaya 



Pepatah mengatakan kegagalan awal kesuksesan. Inilah kisah Robby Widjaya. Pengusaha sukses yang satu ini begitu sangat bersemangat. Padahal sekitar lima tahunan lalu, dia sudah hidup nyaman menjadi salah satu pemasok aneka perlengkapan farmasi. Sampai nekad membuka usaha bersama empat kawannya.

Dia bersama kawan pengen membuka usaha gampang. Bikinnya mudah dibanding bisnis lain. Lalu mereka menemukan bisnis kentang goreng. Untuk membuat berbeda tidak memakai saus sambal. Ia memilih buat meracik bumbu sendiri ditambah mayonais, mak nyus.

Aneka rasan toping mengejutkan. Ayah seorang anak yang idenya dadakan. Tetapi ternyata hasilnya cukup menggiurkan. Pada 8 Desember 2005, resmi lah nama bisnis mereka, yaitu K- Patats menjadi merek dagang mereka. Adapun abjad K pada namanya berarti kepanjangan "King" atau raja.

Bisnis tidak gampang


Sementara Patat merupakan bahasa Belanda -bukan berarti jorok loh. Artinya tidak lain yah kentang, atau jika digabungkan maka namanya Raja Kentang. Ia ingin menciptakan sesuatu yang baru dalam tren bisnis kentang goreng kita.

Bisnis ternyata tidak semudah diucapkan. Awal dia bermimpi bisnis miliknya akan menjadi raja. Lalu dia malah mengalami kerugian. Tiga bulan pertama omzet penjualan dibawah Rp.100 ribu. Satu gerai miliknya sepi pembeli. Gerai di Pasar Atum tersebut ternyata dibiyaai patungan, bahkan sampai nilai puluhan juta.

Masa sulit membutuhkan komitmen bersama. Semangat teman Robby ternyata tidak sehabat itu. Bentuk komitmen tidak mampu membendung rasa putus asa. Bisnis mereka dianggap tidak prospektif. Sementara Robby masih ingin melanjutkan K- Patats. Beberapa masih bertahan bersama Robby memilih tetap jalan.

Bendera bisnis mereka harus tetap jalan. Aneka promosi makin gencar dilakukan. Sekitar gerai mereka mulai mempromosikan manfaat kentang. Mengenyangkan tidak menggemukan. Bulan empat bisnis milik mereka mulai naik cepat. Pertumbuhan bahkan mencapai tidak cuma puluhan tetapi ratusan persen.

Komitmen menurut Robby merupakan kunci. Komitmen bisni seseorang akan bisnisnya berbeda. Makin kamu berkomitmen maka akan ada jalan. Inilah perbedaan antara orang berwirausaha mengikuti trend dan mereka yang berhasrat menjadi wirausaha sebenarnya.

Hasilnya dapat dilihat, ketika pertengahan 2006 -an, dia mengingat orang mengantri baik remaja ataupun dewasa buat membeli kentang goreng saja. Anak- anak juga suka kentang goreng mereka. Bahkan antrean satu orang bisa menunggu sampai dua jam. Pelanggan mencapai 80 orang mengular menunggu pesanan mereka.

Sukses bisnis Patats tidak membuat puas. Mereka lantas menerapkan sistem inden. Maksudnya orang bisa memesan, dibayar dimuka, kemudian bisa ditinggal buat belanja dulu. Untuk mengakali mereka lantas memugar agar tempat menjadi lebih luas.

Peralatan diperbanyak untuk menangani pembeli membludak. Lebih cepat memasak tetapi tidak merusak kualitas rasa. Ia juga menambah jumlah pegawai mereka. Setelah masuk September, mereka lantas mulai menawarkan sistem franchise, dimana mereka menemukan mitra pertama yang mau mendukung dua gerai.

Dua gerai di Tanjung Delta Plaza dan Royal Plaza, dibuka bersamaan. Gerai mereka bahkan sampai ke kota lainnya, seperti Surabaya, Jakarta, Bandung, Solo, Malang, dan Semarang. Di luar Jawa ada di Manado dan Makassar sampai ke Jayapura, bisnis kentang aneka saus miliknya makin mantap.

Bahkan sampai di Tanjung Selor, yang pengiriman bahannya sulit, dia tetap menerima tantangan tersebut karena komitmen. Membesarkan bisnis sudah pernah dirasakan sulit. Banyak tantangan ditanggapi penuh kepercayaan diri. Penyemangat utamanya adalah komitmen berbisnis agar sukses besar.

Dua tahun sudah bisnsi Robby eksis. Karena daerah pengiriman ada yang sulit. Harga Patats pun melonjak sampai dua kali. Namun justru karena medannya sulit, maka tidak ada perasaingan berarti di sana. Langkah selanjutnya dia ingin membuka bisnis sampai Malaysia dan Singapura juga.

Biografi Mekarsari Ida Widyastuti Pebisnis Camilan

Profil Pengusaha Camilan Sidoarjo


 
Keterbatasan memaksa orang menjadi pengusaha. Kisah klasik yang masih relevan sampai sekarang. Inilah kisah Ida Widyastuti. Pengusaha asal Demak ini sudah merasakan pahit hidup lengkap. Wanita kelahiran 30 Oktober 1974, begitu lahir, pahit menarima kenyataan ibunya meninggal ketika dia dilahirkan.

Sekeluarga hidup di bawah garis kemiskinan. Sudah begitu, Ida kecil mendapat cemooh anak- anak lainnya, karena Ida tidak punya ibu. Memasuki masa SMP, nenek dari bapak meninggal, Mbah Suripah merupakan sosok pengganti sang ibu, mulai merawat, mengasuh, dan membesarkan.

Untuk mencapai pendidikan tingkat lanjut. Ia tinggal bersama Bude Mustaqarah, kakak ibunya ini memberi ruang baginya berpendidikan. Selepas lulus SMA Muhammadiyah 1 Jombang, tekadnya memasuki dunia perkuliahan tetapi tidak punya biaya.

Hidup pekerja keras


Dia kemudian menjadi karyawan di Batam. Mencoba bertahan hidup di perantauan. Sudah lima tahun dia bekerja di perusahaan Jepang dan mendapat gaji tetap. Kepahitan Ide tidak berakhir meski sudah nampak berkecukupan. Karena menjadi pegawai gaji Ida tidak banyak!

Sambil bekerja ia memutuskan berbisnis. Caranya, ketika jam istirahat, dia akan segera membuka lapak di ruangan dekat toilet perusahaan. Barangnya lantas dipasok dari Yogyakarta. Bisnis sampingan tersebut sudah dibilang lumayan. Sambil berjualan Ida mengasah strategi marketingnya lewat teman sekantor.

Keinginan penuh menjadi pengusaha memanggil. Hingga dia menikah dengan Harris Setiawan, yang lalu mengajaknya pindah ke Surabaya. Disela merawat anak dia kemudian berjualan kembali. Jualan emping melinjo ke Pasar Gedangan, Sidoarjo, tahun 2001 -an.

Inspirasinya dari saudara yang memproduksi keripik melinjo. Memang hasrat menjadi pengusaha tidak bisa ditahan. Ida membuktikan selama fakum. Selama tidak berjualan apapun. Dia merasakan kebosanan yang sangat. Apalagi dia harus pindah- pindah mengikuti sang suami, yang bekerja di Astra.

Dia berjualan menjajakan emping melinjo. Lelah dirasakan Ida keluar masuk toko oleh- oleh. "Hasilnya pas- pasan untuk mencukupi kebutuhan sehari- hari," paparnya. Harga murah lantas dipakai Ida. Hasilnya meningkatkan omzet usaha. Kemudian mulai banyak orang datang mengambil dagangan emping ke Ida.

Harris lantas ikutan nimbrung berbisnis. Hingga ujungnya mengundurkan diri. Ia melihat kerepotan sang istri ditambah semangat berbisnis. Selain itu prospek bisnis makanan khas Jawa Timuran nampak mulai menjanjikan. Tidak cuma emping melinjo, Ida mulai merambah bisnis lain untuk mendongkrak omzet.

Bisnis jajanan


Sementara Harris membawakan berbuntal emping. Ida akan sibuk menawarkan barang. Tahun 2003, bisnis yang bernama Emping Kawanku, mulai menujukan geliat luar biasa. Ida sudah berhasil menguasai pasaran Malang dan Probolinggo. Karena murah ya sampai jualannya menjalar ke Kalimantan.

Ida fokus menggarap bisnis camilan. Lainnya dia mengembangkan camilan keripik pisang. Untuk satu ini, awalnya dia bergeriliya dulu, mengunjungi pemasok cemilan se- Jakarta dan Jawa Barat. Kerja sama dia buat untuk menjajakan produksinya.

"...kami ditolak olehs suplier karena mayoritas pemain lama," kenang Ida. Namun justru semangatnya makin menggebu.

Ia memutuskan tidak bekerja sama dengan suplier. Justru turun lebih ke dalam lewat produsen langsung. Ia belajar sampai ke Bandung, Cianjur, Indramayu, Kuningan, Ciamis, dan Cirebon. Ida memang orangnya begitu telaten. Setiap apa tujuannya ditekuni meski halangan menghadang.

Berawal pemikiran iseng, dimana tempat asalnya keripik melinjo laris manis, kini dia menjajakan tidak cuma di tempat tinggalnya tetapi sampai ke luar pulau. Awal jualan keripik melinjo dia membeli basah. Dari produsennya di Demak, kemudian dia menggorengkan sendiri dengan bumbu sendiri.

Awalnya dia sempat ditolak karena harga mahal. Terlalu mahal buat bisnis lokal kawasan Gedangan. Selalu konsisten dan berupaya keras. Sambil menggendong putranya bernama Nabil Hilmi Dafa, dia menjajakan bisnisnya hingga akhirnya menemukan beberapa pembeli.

Pemasok emping begitu mengenal Ida. Dia lantas dijuluki Ida Bakul Emping. Merambah bisnis lain, dia mengajak orang lain dalam bisnisnya. Dia mengajak industri rumahan lain buat memasakan sesuai resep. Masalah muncul ketika dia terlalu bernafsu merambah bisnis cemilan lainnya.

Tabungan mereka sempat hampir ludes karena salah perhitungan. Bantuan sang suami banyak membantu, alumnus Institut Teknologi Sepuluh November, Surabaya, ikut membantu berbisnis kembali. Padahal kalau orang awam liat Ida berjualan emping saja sudah cukup sangat menghasilkan.

Namun isting pengusaha Ida sudah terlanjur terasah. Hasrat kewirausahaan Ida juga semakin bergairah. Dia tidak cuma mengejar uang. Tahun 2005, bisnisnya ingin lebih, bisnis aneka cemilan tersebut lantas dia namai dari Kawanku menjadi Mekarsari. Inspirasi bunga yang mekar layaknya harapan akan bisnisnya.

Camilan sukses


Ia membutuhkan waktu dua tahun. Aneka kegiatan UKM disambangi Ida. Tujuannya agar ambisis menjadi pengusaha aneka camilan terlaksana. Inilah kenapa dia siap menggelontorkan uang Rp.50 juta. Uangnya dipakai membiayai perajin camilan dibawah asuhan bisnis UD. Roemah Snack Mekarsari tersebut.

Jumlah besar ditambah kualitas rasa. Kelamaan sampai menembus ke Bali loh. Melihat pasokan pisang yang melimpah di Trenggalek, dia berminat membuat bisnis pisang. Kebetulan menurutnya pisang tanduk mereka unik, karena besar- besar, dan rasanya manis.

Dua pabriknya di Trenggalek dan Sidoarjo, selalu mengolah tujuh ton setiap harinya. Bisnis keripik pisang miliknya diperkuat kerja sama 250 mitra petani. Tahun 2009, dia membuka gerai di Pondok Jati, Sidoarjo, dimana ribuan orang pasti berkunjung ke sana, yang bukannya sampai 24 jam sepanjang waktu.

Cabang lain ada di Krian, Sidoarjo, Denpasar, dan Bali. Hobinya traveling merambah menjadi bisnis baru. Yang mana diluar bisnis camilan. Dia membuka bisnis agen tour. Kemudian juga membuka agen ekspedisi sendiri. Pokoknya dia menjelma menjadi pengusaha besar berkaryawan 160 orang.

Meski begitu bisnis tidak selamanya untung. Contohnya dia pernah diajak bekerja sama bisnis vanili. Dia rugi ratusan juta. Cuma mendapatkan bisnis tidak berprospek. Uangnya sisa Rp.50 juta dan sisa vanili yang mencapai angka Rp.43 juta, sisanya rekan kerjanya bawa kabur entah kemana.

Ia menggandeng banyak UKM. Prinsipnya amanah karena dia sendiri pernah ditipu. Total 50 UKM sudah bekerja sama. Kemudian ada petani pisang sampai 200 orang memasok. Karena memperdayakan bisnisnya petani pisang, dia mendapatkan penghargaan Green Entrepreneur dari Wirausaha Mandiri.

Bisnis keripik pisang mulai tahun 2004. Potensinya besar berbisnis keripik pisang. Sejak awal bisnisnya dimulai modalnya Rp.600 ribu, tetapi perjalannya banyak keringat dan tangis. Bisnis pisangnya bernama Omah Pisang Bananos. Keistimewaan bisnisnya adalah menggunakan bahan alami semuanya.

Harum bau pisang asli terasa. Membuktikan bahwa pisangnya banyak. Keripik pisang berbagai rasa harga terjangkau diminati segala kalangan. Kini, dia bahkan memproduksi buat dijual ke manca negara. Ekspor ke Malaysia, Singapura, Filipina, dan Qatar rajin memesan.

Sukses keripik adapula opak pisang. Semua dikemas layaknya perusahaan makanan ringan besar. Dia selalu siap mencari cara memenuhi permintaan pasar.

Bisnis inspirasi


Tiga tahun berdiam diri karena tidak bekerja. Kemudian lahir seorang anak menjadi jalan. Ida tidak mau lagi hanya diam. Semangat kewirausahaan didukung keberuntungan. Dia kebetulan berkunjung ke kerabat di Demak. Disana dia melihat kerabatnya tengah asik berbisnis kecil- kecilan keripik melinjo.

Perjalanan Demak ke Sidoarjo, Ida lantas berpikir untuk membawa usaha tersebut pulang. Tahun 2001 dia mulai menjajakan emping melinjo. Pernah ditipu teman suami yang menawarkan kerja sama. Uang modal yang semula Rp.600 ribu berkembang menjadi Rp.500 juta, kemudian ditipu sampai habis Rp.300 jutaan.

Tiga bulan dirinya meratapi nasib ditipu. Namun kecintaan akan kewirausahaan membawa dia bangkit. Lalu dia berbisnis kembali. Dorongan sang suami berperan besar dalam masanya. Kebangkitan juga didorong oleh kawan- kawan Harris. Mereka ikut mensuport memasarkan bisnisnya kembali.

"Saya berasal dari kebaikan kawan- kawan Mas Harris yang turut membantu permodalan," kenang Ida. Maka dibalik pernah ditipu kawan sendiri. Kini Ida malah dibantu kawan- kawannya lain. Jangan berhenti percaya ketika kamu pernah tertipu orang.

Perempuan memang punya banyak keterbatasan. Ini ditutupi sang suami yang akhirnya ikut berbisnis. Dia bertekat membantu sang istri. Hingga bisnis mereka meledak sampai sekarang. Kenapa Ida memilih buat ekspansi ternyata ada alasan lain, tidak cuma sekedar hasrat berwirausaha saja loh, teman.

Dia mengevaluasi bisnis emping melinjonya. Kelemahan utama bisnisnya adalah kesadaran masyarakat akan efek bagi kesehatan. Melinjo memang dikenal memberi efek samping kesehatan. Dari dulu berbisnis camilan curah, kini, fokusnya mencari pemasok camilan!

Tidak kurang 200 jenis camilan. Dia mengirim satu truk ke Bali setiap minggu, Mataram dua truk, lalu ke Kalimantan sekitar 28 boks, Jawa Tengah satu truk, dan Jakarta satu truk juga. Itu saja masih belum bisa memenuhi kebutuhan karena banyak sekali permintaan.

Entri yang Diunggulkan

Biografi Jack Ma Orang Terkaya China Alibaba