Dea Cake Malang Pernah Bangkrut Lima Kali

Profil Pengusaha Mulyani Hadiwijaya 



Membuka usaha bakery memang tidak mudah. Banyak tantangan dihadapi oleh Mulyani Hadiwijaya. Wanita yang akrab dipanggil Dea ini, pemilik usaha Dea Cake. Kepercayaan sangat dijunjung agar menjadi dikenal dimata masyarakat Malang. Alhasil dia kini sukses dan faktanya dia pernah beberapa kali bangkrut.

Meski harus besaingan dengan banyak pasaing. Dea Cake dimulai dari toko bahan kue bernama Dea daerah Pasar Kepanjen tahun 2010. Agar tempat usaha makin laris maka Dea mulai mengajar kursus. Dari kursus kue tersebut berlanjut menjual aneka kue selain bahan kue juga.

Akhirn tahun 2009 memutuskan membuka Dea Cake and Bakery. Selama lima tahun ternyata usaha tumbuh pesat meski banyak kendala terjadi. "Saya sudah bangkrut lima kali," kenang Bu Dea. Alasan bangkrut pun banyak dimulai dari salah memilih tempat, juga salah menyerahkan jalannya usaha kepada orang tidak tepat.

Manis pahit dunia bisnis kue sudah dirasakan betul. Belajar banyak usaha dijalankan Dea sudah memiliki 23 cabang loh.

Dea juga melirik tempat pelatihan sebagai media. Di tempat tersebut, dia mengajarkan sekaligus memberikan ruang kepada mereka bekerja bersama. Dukungan konsep segar diambil langsung dari oven. Ketersedian SDM baik mendukung bisnis Dea.

"...jumlah total karyawan kami sebanyak 250 orang," ujar Anton Wahyudi, selaku Manajer Marketing Dea Cake.

Memang sulit mencetak SDM berkualitas. Pelatihan berkala menjadi andalan Dea. Namun tetap masalah ya datang. Perusahaan tentu tidak dapat menampung keinginan karyawan. Pemberian seminar berkala mampu memberikan dukungan kepada perusahaan.

Aneka penghargaan sudah didapat. Mulai penghargaan Keamanan Pangan tahun 2004, The Best Winner of National Entrepreneur Award oleh Bank Internasional Indonesia (BII) dan Sindo pada 2013. Sukses selain kualitas SDM dan produk, adanya dukungan pemerintah disebutkan Anton menjadi masalah serius.

Desember 2014, tercatat mereka memiliki 23 cabang, tersebar di Jawa Tengah dan Timur, mulai Kepanjen, Purwokerto, Sukun, Singosari, Batu, Pasuruan dan Probolinggo. Visi misi perusahaan selalu diselaraskan agar antara cabang memiliki titik temu.

Membuat Kebab Frozen Kebab Kebudd Ratusan Juta

Profil Pengusaha Adi Rachman 



Gak mau jadi pegawai. Anak muda ini memilih berbisnis kebab. Dari jalanan merambah sosial media nama usahanya menjadi perbincangan. Awalnya orang tua tidak setuju dengan pilihan hidup pemuda ini. Lalu Moch Rachman Adi mencoba membuktikan ini bukan bisnis biasa.

Berbeda dari kebab lain di pasaran, yang menjenuhkan. Tidak sebatas daging juga aneka rasa seperti kebab durian. Brand Kebab Kebudd mengusung pemasaran modern tidak melulu lewat gerobak.  Termasuk lewat konsep kebab beku. Ia kenal kebab berkat seorang teman keturunan Timur Tengah, Mukhamad Annaviq

Ia ingin menciptakan sesuatu berbeda. Pertama kali mencoba sendiri Adi sudah ketagihan. Dia mulaih lah mencari tau dimana membuatnya. Kemudian dia berpikir bagaimana cara membuat kebab sendiri. Dia mulai bertanya apapun tentang bumbu membuat kebab. Akhirnya Adi membuat aneka modifikasi serta inovasi aneka rasa.

"...variant rasa sangat unik dan belum pernah ada sebelumnya," ujarnya dalam sebuah wawancara bersama Studenpreneur.co.

Kebab nyantai


Kebab buatan Adi menawarkan konsep beku. Ukurannya mini membuat pembeli lebih mudah konsumsi. Ia menambahkan kebab miliknya tidak biki "mblenger". Ia menjamin ini pertama kebab aneka rasa dan konsep beku, bahkan akunya belum ada di dunia, hanya miliknya.

Dimulai sejak empat tahun lalu pada Februari 2012. Naviq mengakui ide memang dari Adi. Keduanya lantas bekerja sama membangun brand. Ia sendiri memegang bagian marketing dan pamasaran. Konsep delivery order menjadi andalan mereka berdua. Orang tidak perlu ke jalan buat membeli kebab saja.

"...tidak perlu keluar rumah, keluar kantor, bisa dikirim lewat telephon, pesan singkat, atau BBM," Naviq menambahkan. Soal pengiriman minmal satu pack ya sudah dapat diantarkan.

Adi awalnya membuka usaha sendiri. Berjualan kebab daging sapi merambah ayam layaknya kebab lain. Ia lantas mengajak sang teman memasarkan lewat sosial media. Ia ingat betul awal masih jualan dengan grobak di food court dan juga emperan pasar swalayan.

Ia lantas betaruh dengan menyewa tempat di food court sebuah mal Surabaya. Pasarn ditarget oleh Adi bisa dibilang "salah" pertama kali. Dia membidik ibu- ibu dan karyawati yang malas memasak. Waktu itu mereka menawarkan konsep kebab normal. Ukuran tersebut dianggap terlalu besar buat wanita umumnya.

Sayangnya, pengunjung justru kebanyak anak SMA, uniknya mereka suka ukuran besar tetapi harga murah. Sialnya Adi menawarkan harga lebih tinggi dibanding milik kompetitor. Alhasil Adi cuma mampu bertahan beberapa bulan saja.

Pertaruhan lain Adi adalah acara car free day (CFD). Untuk berjualan disini, Adi menghadapi gesekan fisik dengan pendagang yang sudah mapan. Sebagai pendatang baru ia tengah bertaruh di lahan terbatas. Kalau ia datang kesiangan maka tidak ada tempat tersisa.

Kalaupun jualan di jalan protokol pastilah diusir petugas. Pria kelahiran 23 Juli ini tidak mau menyerah. Jadi dia berjualan dari rumah ke rumah. Tersendat kembali, kali ini dia diusir satpam penjaga komplek, tidak ada pilihan lain kecuali kembali membuka gerai. Namun, segera dibuang, pikiran itu membutuhkan modal besar.

Bisnis sosial media


Jalan satu- satunya adalah melalui sosial media. Dia menganggap promosi lewat sosial media lebih murah. Ia juga tidak perlu kuatir diusir siapapun. Daripada berjualan keliling berjualan melalui internet lebih nyaman. Ia lantas membuat situs jualan kebab kece.

Darisana dia mulai memfoto kebab bikinannya. Dia mulai upload memajang produk lengkap dengan desain kemasan menarik. Biar tidak terlihat ngotot jualan. Maka Adi menyiasati dengan memposting artikel tentang gizi. Sampai juga menulis tentang bintang dan tips kencantikan, lantaran target Adi adalah mereka wanita.

Cara tersebut terbukti efektif. Produk kebab Adi, yang diberi nama Kebab Kebudd, menjadi viral menarik perhatian banyak orang. Sarjana Desain Komunikasi Visual, Institut Sepuluh Nopember (ITS), ini terbantu karena jaman sekarang pengiriman barang sudah gampang dibanding dulu.

Banyaknya varian produk membuat Kebab Kebudd tidak monoton. Sebut saja kebab isi ayam pedas yang dibikin sangat pedas se- Indonesia. Produk ditawarkan lainnya ialah kebab buah, yaitu perpaduan antara buah dan coklat. Kebab buatan Adi menjadi pelopor karena tidak ada sebelumnya.

Andalan Kebab Kebudd lainnya adalah kebab durian mini. Dimana ia menggunakan durian yang 100% asli Medan. Ia menambahkan keju biar lebih gurih. Ukuran kecil tidak membuat kita kekenyangan. Ukuran pas tidak membuat perut gendut. Pembuatan juga tidak pakai mentega ataupun minyak agar ada gizinya tetap ada.

Kebab Mini Durian dapat langsung dimakan loh. Tanpa kamu perlu panggan atau goreng dulu. "...dan sangat nikmat ketika dimakan pada saat dingin," ujarnya.

Nama sendiri merupakan ide tidak terduga. Ia temukan ketika tengah mengendarai mobil di jalan tol. Tiba- tiba tercetus saja karena proses penyajian yang cepat. Salin itu karena pemilihan dua suku kata hampir mirip membuat nama mudah diingat.

Ia menambahkan, "oh iya, pembelian Kabab Kebudd hanya dapat dilakukan secara online mengingat kami tidak memiliki outlet fisik."

Dijual secara online dapat dijadikan bekal ke kantor. Kalau mau kamu bisa panaskan di teflon ataupun oven. Membuat aneka varian merupakan kekuatan Kebab Kebudd. Inilah yang membuat mereka tetap bertahan ditengah serbuan bisnis sejenis.

Kebab isi buah lebih enak kalau dingin. Naman unik membuat orang lebih cepat ingat. Adi berharap nama dari bisnisnya langsung nyantol ketika berbicara kebab. Kemudian kata kebud menjadi kata lain pelanggan pikirkan. Artinya mereka cepat sampai cepat dimakan tidak menunggu. Kebetulah ia sendiri hobi ngebut di jalan tol.

"Selain itu, kebab kan termasuk makanan cepat saji," imbuhnya. Dalam sebulan 3.500- 5000 kotak kebab laku terjual.

Kesuksesan online tidak membuat Adi putus asa. Hasrat terbesar lainnya bagaimana menjualkan Kebab Kebudd ke ranah offline. Cabang Adi sendiri sudah mencapai 16 cabang tersebar di seluruh Indonesia. Ia sendiri ingin merambah food truck jika memungkinkan.

Sukarnya bisnis


Kalau dikenang memang perjalanan bisnisnya tidak mulus. Dimulai sejak masih berkuliah dulu ketika ia mulai berbisnis. Sejak merintis bisnis di banku kuliah tidaklah mudah. Sibuk menjalankan bisnis membuat keteteran soal kuliah. Alhasil kuliah tidak terurus dan molor sampai beberapa tahun berselang.

Hal lain, orang tua enggan memberi restu, mereka lebih suka Adi menjadi pegawai biasa. Menjadi pegawai menurut mereka lebih menjanjikan karena bergaji setiap bulan. Untuk itu ia bekerja keras agar meyakinkan mereka berbisnis kebab bisa sukses, mampu menghasilkan penghasilan tetap.

Oleh karena itulah dia selalu memegang prinsip. Konsistensi dijalankan melalui rencana bisnis matang. Tidak akan dijalankan jika tidak sesuai rencana. Seperti rencananya memperluas pasar offline melalui membuka gerai baru.

Adi juga berharap mampu mereguk pasar Internasional. Agar sukses dia selalu mengingatkan diri akan apa rencana bisnis ke depan. Ia juga memiliki mentor agar tetap fokus. Lainnya adalah passion Adi di bidang kewirausahaan serta hobi makan kebab.

"Bagi saya, menjalankan bisnis juga harus memiliki konsistensi," paparnya.

Menurut Naviq, modal pertama menjalankan bisnis kebab mereka mencapai Rp.20 juta. Itupun tidak serta merta sukses kan. Justru ketika mereka menggunakan sarana murah internet, malah sukses besar. Omzet dari bisnis Kebab Kebudd diantara Rp.10 juta diawal, dan sekarang mencapai Rp.180 juta berkat aneka inovasi.

Harga jual antara Rp.45 ribu sampai Rp.60 ribu. Berisi enam, panjang 10cm, harga paling mahal ya kebab durian yakni Rp.60 ribu. Penjualan per- minggu mencapai 1000 pack seluruh Indonesia. Kota dirambah bisnis Kebab Kebudd meliputi Jawa, Bali, dan Kalimantan, sementara Jakarta jadi pasaran utama.

Dia berencana membuak gerai baru di Jakarta Selatan, melengkapi yang di Jakarta Utara dan Barat. Wilayah Jakarta jika mau bermitra cukup merogoh kocek Rp.14 juta. Sistem pesan kirim diutamakan agar tidak sama dengan bisnis sejenis.

Ia menambahkan kerja sama berbentuk keagenan. Naviq menyebut karena outlet berarti bersaing dengan para pesaing besar, seperti Kebab Baba Raffi misalnya. Target pencapaian Kebab Kebudd yakni omzet Rp.200 juta. "Makanya fokus ke online, ada kantor, kalau mau datang bisa," tutupnya.

Situs Resep Makanan Jepang Terbesar Cookpad

Profil Pengusaha Akimitsu Sano



Tidak banyak diketahui tentang seorang Sano. Ialah dibali situs aneka resep terbesar Jepang, Cookpad.com, yang sudah memulai sejak bangku kuliah. Pria 42 tahun ini jarang berbicara kepada media masa. Ia memiliki sedikit biodata bisa disusuh oleh media, bahkan sekelas Forbes.com

Kuliah di kampus terkenal Jepang, Keio University, asik mengerjakan Cookpad. Tahun 2012 meninggalkan tugas sebagai CEO mengerjakan aneka akuisisi. Ia mengakuisisi Minanno Wedding, situs review buat tempat pernikahan Jepang, dan Cucumbertown, blog platform buat aneka makanan asal Amerika, untuk nilai tidak diketaui.

Menurut Wikipedia semua dimulai dari perusahaan bernama Coin Ltd pada Oktober 1997. Kemudian ia meluncurkan Kitchen@coin tempat berbagi resep makanan. Kemudian namanya berubah menjadi Cookpad pada 1999 dan tahun 2002 mulai membuka ruang bagi pengiklan masuk.

Bisnis memasak


Tiga tahun situs milik Akimitsu Sano telah mencapai 12 kali lipat. Dia mampu merubah Cookpad masuk jajaran 55 situs paling dilihat di Jepang. Usahanya memang ambisius. Sejak awal dia sudah melihat diluar apa orang lihat sebagai situs resep masakan Jepang.

Data dihimpun menyebutkan situs ini dikunjungi setangah wanita di Jepang. Umur antara 20 -an sampai 30 -an, dimana penghasilan diperkirakan $122 juta dan tahun 2016 mencapai $150 juta. Kemenangan situs ini ternyata merupakan cerminan wanita Jepang, yakni banyak ibu rumah tangga kesukaran bersosialisasi.

"Banyak ibu rumah tangga memiliki kekurangan dalam koneksi ke sosial -and Cookpad memberikan satu link - jadi disanalah banyak peluang," ujar Takahiro Kazahaya, pakar analisis dari Deutsche Bank di Tokyo, Jepang.

"Itu bukan berarti orang sekarang tidak mau memasak," Sano menambahkan dalam wawancara bersama Japan Times, tahun 2008 silam. 

Lanjut dia bahwa ibu muda sekarang tidak memahami cara memasak. Bukan karena tidak mau memasak tapi tidak mendapatkan ilmunya dari generasi sebelumnya. Sano sendiri meyakini memasak membantu satu keluarga menyatu. 

Sano sendiri suka memasak atau dimasakan oleh istrinya. Di kantornya juga ada sebuah dapur raksasa yang seukuran industri buat seluruh pegawai. Ia sendiri tidak mau makan kecuali orang dikenalnya membuatkan ia makanan.

Percaya diri, Cookpad.com masuk ke bursa efek Jepang, dimana sahamnya naik 80% semenjak diluncurkan dulu. Dimana saham dipasarkan mencapai 20% saham. Sementara Sano memiliki saham mencapai 44% yang membuatnya memiliki kemampuan merubah susunan eksekutif Cookpad.com, dan disinilah masalahnya.

Cookpad.com memiliki 58,8 pengguna -dan menyimpan 2,1 juta resep masakan khas Jepang- contohnya saja pancake sotong khas, tetapi tidak juga menafikan masakan khas Jepang layaknya Bolognese ataupun Cheesecake.

Kegaduhan bisnis


Ia mengejutkan semua pemilik saham. Sebagai pemilik 44% saham membuatnya memiliki kuasa. Pada bulan Januari 2016 dia membuang semua jajaran direksi utama. Alasanya Sano merasa perusahaan mulai tidak lagi fokus di bisnis utama. Akibatnya saham jatuh 23% dalam satu hari dan kabarnya ada pertarungan hebat di dalam.

Sebagai situs yang memiliki pengguna 85 juta hal ini menganggu. Jalannya roda bisnis Cookpad dibutuhkan tetap dalam jalur. Pada Februari, Sano setuju tidak mengusik beberapa orang, dimana ini merupakan hasil dari perpinjangan panjang pertemuan pemilik saham.

Ia sendiri ingin kembali menjadi direktur. Sayangnya, banyak staf merasa tidak mau jika ia kembali ke bagian tersebut. Banyak orang percaya direksi sebelumnya telah menjalankan tugas bagus. Harga saham semakin turun karena ributnya perusahaan di dalam.

Pada 10 Mei, pendapatan turun sampai 73%. Bahkan mereka mencoba menjual bagian dari perusahaan itu. Sebuah kekecewaan kenapa Sano melontarkan proposal tersebut. Sebuah proposal yang berisi kekecewaan pribadi Sano terhadap kinerja perusahaan dan mencoba mengambil alih.

Meski coba diganjal, Sano tetap mendapatkan kedudukan direktur kembali, di dalam proposalnya terdapat rasa kecewa sebagai pendiri bahwa perusahaan mulai melupakan bisnis utama. Ia juga menambahkan lagi mereka yang bekerja di kantor diluar Jepang memiliki visi kurang.

Ia menginginkan kembali bisnis mereka di memasak. Dia berpikir bahwa manajemen dulu tidak cukup dalam hal berpikir ekspansi keluar.

Masalah sebenarnya


Dimulai sejak 1998, Cookpad menjadi pemain sentral situs berbagi resep, dan memiliki lebih dari 60 juta pengguna lokal, yang mana kebanyakan wanita. Tidak cuma masakan Jepang, mereka juga memiliki resep khas Amerika sentuhan Jepang, yang aneh. Mereka punya burger hitam dari kacang atau mufin kelapa.

Sejak membuka diri melalui IPO, perusahaan telah tumbuh berkali lipat sejak 2009. Dan nilai iklan bisnis dari situ resep ini mencapai $1,5 miliar. Pada tahun 2012 Sano memutuskan mundur sebagai presiden, dan digantikan mantan pemilik Kakaku.com, yang diakuisisnya, yaitu Yoshiteru Akita, untuk menyendiri sendiri.

Tidak banyak diketahui apa dilakukan oleh Sano. Namun Akita sukses berekspansi ke bisnis review layanan pernikahan, dimana memperlebar dari tujuan semula Sano. Sementara itu Sano dikabarkan tengah membuka cabang di Amerika, dan mengakuisi Cucumbertown sebagai satu aset perusahaan.

Tiba- tiba Sano mendadak "berilusi" bahwa para eksekutif tengah bermain. Mereka tidak fokus mengerjakan fokus bisnis mereka yakni di bidang masakan. Padahal Sano sendiri mengambil keputusan untuk mengakusisi beberapa usaha diluar resep.

Ia meminta merubah susunan direksi perusahaan. Aneh, memang dia bisa, namun akan menjadi masalah utama jika dia lakukan. Apalagi Sano dianggap tidak jelas dalam kebijakannya. Padahal banyak perusahaan besar memegang saham di Cookpad.com, sebut saja Citigroup.Inc, Seven & I Holding.Co, Sharp Corp.

Sano mulai propektif akan pemilik saham minoritas. Dia telah mengambil orang dari luar perusahaan, yang disebut sebagai independen, tetapi tidak seindependen itu. Memang sebagai pemilik saham 44% Sano sudah menunjukan kekuatannya. Meski begitu akan menjadi masalah jika sampai dia salah mengambil keputusan.

"Mereka (pemilik saham utama) bisa melakukan apapun mereka suka (jika serius)... tetapi kasus seperti ini sangat langka," ujar Ishida, pengamat ISS, karena bisa membuat pemilik saham melepas saham dan untung karena pemegang saham utama ketiga masih melihat potensi Cookpad.com

Contoh Sukses Warung Pecel Bu Wied Barokah

Profil Pengusaha Wiedyanti 


 
Tidak semua usaha keluarga berjalan lancar. Beberapa anak memilih membuka usaha sendiri, tidak maunya meneruskan usaha keluarga. Beberapa orang terpaksa menjalankan amanah tersebut. Namun tidak sedikit orang ikhlas menjalankan usaha keluarga sebagai bakti maupun passion.

Panggilan hati Wiedyanti melanjutkan usaha keluarga. Wanita 56 tahun ini merupakan anak pemilik usaha pecel asli Imogiri, Bantul, Yogyakarta. Nama usaha Warung Pecel Bu Wied, karena dijalankan penuh ikhas oleh Wiedyanti alhasil usaha tersebut makin moncer.

"Ya, saya pilih pecel karena disamping tradisional juga sayuran kan lebih banyak peminatnya," ujar dia jelas singkat.

Meneruskan usaha ibu bukan berarti tanpa modal. Berkisah dia mengeluarkan uang Rp.500 ribu. Ibu empat putra ini telah mampu mengantungi Rp.7 juta sampai Rp.10 juta per- bulan. Untung memang banyak yah ia menyebut karena harga sayur tidak terlalu mahal.

Kualitas bumbu kacang pecel Bu Wied memang legit. Itulah kenapa pelanggan akan kembali apalagi harga murah. "Yang penting semuanya senang, pelanggan balik lagi," tandasnya.

Dia sendiri tidak mau untung sendiri. Wied mendapatkan bantuan banyak orang. Saking ramainya ketika hari libur dia dibantu lima orang. Kalau hari biasanya Bu Wied cuma dibantu dua orang karyawan. Kalau di hari biasa memang tidak begitu ramai. Tetapi karena enak pelanggan pastilah akan balik lagi.

Rahasia bisnis pecel


Sebagai pengusaha perjalanan Wied memang tidak gampang. Dia berkisah pernah mengalami masa dimana tidak ada pembeli. Susahnya mencari pelanggan pernah dirasakan dia. Wied cuma berdoa kepada Allah agar diberi kesabaran serta kesuksesan nanti. Bertahap usaha sederhana itu mulai membenahi diri mengikuti arus.

Warung Pecel Bu Wied terkenal rasanya. Berkat kegigihan dan selalu menjaga pelanggan, membuat Bu Wied mampu menguliahkan dan menjadikan putra- putranya pegawai negeri. Dia begitu terharu dari cuma jualan pecel mampu menghantarkan anak- anaknya mapan.

Tiga putra Bu Wied menjadi pegawai negeri sipil. Sementara satu lagi memilih membantu ibunya berjualan. Mungkin yang satu ini lebih berminat ke dunia wirausaha. Mereka yang menjadi PNS bertempat di Medan, Kalimantan dan Jakarta. "Mereka suka pulang kesini," tuturnya terharu.

Prinsip usaha Bu Wied adalah demi keluarga. Dia bekerja sekuat tenaga agar anaknya jadi orang. Tidak apa jika dia tidak bersekolah tinggi asalkan anaknya sukses. "...anak- anaknya bisa kuliah semua, bisa sukses. Saya kadang- kadang enggak percaya, kok bisa ya," imbuhnya.

Ia mengingatkan pengusaha muda bahwa tidak ada usaha sia- sia. Terpenting bagi pengusaha menurut dia adalah harus ulet, ikhlas, dan jujur, maka akan dimudahkan segalanya. Menurut Wied tidak ada usaha sia- sia. Asal kita mengikuti tiga kunci diatas -ulet, ikhlas, dan jujur- maka usaha akan berjalan sesuai arahnya.

"Kalau moda bisa dicari kan, kalau kitanya ulet," imbuh dia.

Usaha sederhana untung banyak

Pelanggan Wied kabanyakan warga sekitar. Jadilah pastikan usaha kamu dekat dengan tempat keramaian. Ia menuturkan usaha buka pukul 08.00- 09.00 wib kalau dihari biasa dan pukul 06.00 kalau akhir pekan. Untuk konsep bisnis ditawarkan Bu Wied terbilang unik dan modern.

Dia menawarkann konsep prasmanan. Tujuan dia agar pelanggan tidak ribet dan dia enak. Pembeli sesuai selera bisa memilih sesuai selera. Kalau ia pilihkan terkadang malah dibuang. Mubazir katanya,  terbukti dari konsep prasmanan membuat usaha Bu Wied lebih menonjol.

Pembeli tidak mengeluh sampai saat ini. Kualitas masakan Bu Wied memang jos gandos. Kebanyakan sudah jadi pelanggan tetap pecel Bu Wied. "Saya menjaga mutu, harga naik tidak apa- apa yang penting mulutnya terjaga," imbuhnya. Biarkan saja produk kamu naik sesuaikan modal tanpa mengurangi cita rasa.

Takaran bumbu tidak berubah meski harga cabe naik, misalnya. Wied tidak pernah mengurangi takaran dari bumbu pecelnya. Namun dia tetap berharap harga tetap stabil tidak berubah. Tujuannya agar memudahkan dia menentukan harga tidak merepotkan.

Kadang naik- kadang turun membingungkan Wied. Dia sendiri susah menaikan meski kenaikan tidak dapat dihindari -kualitas merupakan nomor satu. "Kalau jualan gini kan enggak bisa naiki harga sembarangan," ia menutup.

Jadi Petani Jahe Merah Setelah Lulus SMA

Profil Pengusaha Wahyu Widodo 



Umur masih muda tapi mau jadi petani. Tentu orang tua akan berpikir dua kali keputusan Wahyu. Pria yang bernama lengkap Wahyu Widodo memilih bertani. Alkisah semua bermudal dari perpustarakan yang digagas oleh CSR Coca- Cola Foundation. 

Keinginan wirausaha


"Bapak ibu saya seorang petani. Tahun lalu selepas SMA saya tidak bisa melanjutkan kuliah," kisah Wahyu tentang kehidupan keluarganya. Tetapi satu hal tidak pernah dia tidak lanjutkan yaitu kebiasaan membaca.

Dia memang petani sejak kecil. Membantu keluarga bertani memang sudah kebiasaan. Namun mana ada orang tua mau anaknya menjadi petani jaman sekarang. Mereka lebih suka melihat dia bekerja di pabrik. Apalagi ketika gagal panen susah hidup mereka terasa. Namun dibenak hati Wahyu ada keinginan membuka usaha.

Waktu itu dia belum terpikir menjadi pengusaha agro. Bayangan pemuda 19 tahun tersebut itu mengambang antara keinginan merubah nasib tetapi tidak tau caranya. Bak pungguk merindukan bulan niat Wahyu menjadi pengusaha ditanggapi kedua orang tuanya seolah tidak mungkin.

Pola pikir mengenai berwirausaha butuh modal melekat. Anak petani gurem ini cuma sampai bermimpi pikir orang tuanya. Hingga sebuah acara pelatihan kewirausahaan diadakan dalam bentuk perpustakaan. Mereka mengajarkan bagaiman menjadi wirausaha lewat buku.

Seorang pengelola perpustakaan desa (perpusdes) lantas mengajak dia ikutan. Bayangan pertama dia mana bisa berhasil. Perpustakaan kan tempat membosankan. Awal dia menolak karena bayangan tempat berdebu, kumuh, gelap dan membosankan menghantui. Tetapi ayah ibu Wahyu mendorong dia agar mau ikutan saja.

Mereka paham keinginan sang anak mau berwirausahaan. Meski mereka pesimis mereka tetap memahami. Akhirnya Wahyu ikutan mendaftar dan dia mendapatkan kejutan disana.

Orang tua cuma bilang mungkin disana merupakan jalan Wahyu. Omongan orang tua ternyata benar adanya. Ia mendapatkan pelatihan internet dan cara memakai internet. Bayangan tentang perpustakaan jadul tidaklah terlihat sama sekali. Wahyu juga mendapatkan cekokan banyak video motivasi menjadi wirausaha sukses.

Video berisi orang- orang sukses berwirausaha. Perpustakaan desa membuat Wahyu tidak cuma ingin. Dia mulai membangun mentalnya, bisnis apa yang akan dijalankan, dan semakin ingin lagi. Tidak cuma Wahyu belajar sendirian. Ada kawan sesama pelatihan dapat berbagi obrolan termasuk usaha apa menarik.

Dari obrolan dia tertarik dengan usaha temannya yaitu budidaya jahe merah. Meneliti lebih dalam Wahyu tak cuma membukan buku juga membuka internet.

Bisnis jahe


Disela pelatihan dia mulai mengumpulkan informasi tentang jahe merah. Pemuda ini memang sudah ingin jadi pengusaha sejak lulus SMA pada 2014 silam. Pulang pelatihan kakak meminjamkan uang Rp.200.000 buat usaha. Kemudian mengumpulkan uang jajan sampai Rp.400 ribu dibuat membeli bibit jahe dari internet.

Sayangnya, bertani tidak semudah dibayangkan, apalagi tanaman tengah dibudidaya adalah komoditas yang mahal dan susah. Awal memulai semua bibit ditanam dia mati. Dia tidak pantang menyerah. Dia kemudian kembali Sragen membrowsing dan mencari buku literatur. 

Ia membaca bagaimana cara membuat bibit jahe merah sendiri. "Ketika ingin menanam jahe lagi tetangga saya tertawa karena kegagalan sebelumnya," kenang Wahyu. Justru ketika dia mencoba kembali malah hasil bibit jahe Wahyu lebih bagus dibanding bibit beli.

Sudah sukses mau diapakan pikir Wahyu. Dia ingat memiliki akun Facebook. Ia lalu memfoto bibit dia miliki dan memposting ke sosial media, meminjam komputer dari Perpusdes. Pagi bangun tidur dia sudah bangun memfoto bibit jahenya. Dia masih memakai kamera jadul hp kemudian dimasukan komputer lalu diupload.

Dua jam saja seseorang dari Purwodadi menelepon. Kemudian disusul orang asal Solo dan Purwerojo. Dia menghantar sendiri ke pesanan ke kota tersebut. Dua bulan kemudian datang dari Jawa Barat serta Sumatra. Lima bulan kemudian lebih banyak pesanan, bahkan mencapai Rp.4- 10 juta lebih dari cukup membiaya kuliah.

Lalu, dia memutuskan melanutkan kuliah, menjadi mahasiswa jurusan Agrobisnis Universitas Muhammadiyah Yogyakarta. Semua dia syukuri beruntung dia mengikuti saran orang tua. Dia mencari ilmu dari perpustakaan  Dari membaca kemudian memanfaatkan koneksi internet dan komputer. 

"...akhirnya saya bisa membuka usaha sendiri dengan berjualan online dari perpustakaan," tutur dia.

Dia kemudian ingin menjadi eksportir jahe merah. Tidak berhenti disana, dia membuka usaha lain seperti hal bisnis penjualan karung, tetes tebu, kemudian dia akan menyasar jahe gajah. "Omset saya sampai Rp.10 juta per- bulan," imbuhnya.

Entri yang Diunggulkan

Biografi Jack Ma Orang Terkaya China Alibaba