Penasehat Keuangan Cantik Alexa von Tobel

Profil Pengusaha Perencana Keuangan



Muda dan cerdas menjadi ikonik dalam diri Alexa von Tobel. Wanita kelahiran Circa, 1984, memulai karir yang cemerlang dalam dunia finansial. Unik karena tidak memegang gelar sarjana ekonomi ataupun finansial. Memulai karirnya sebagai trader di Morgan Stanley. Ia belajar berkarir hingga meluncurkan LearnVest.com

Ia mulai berpikir tentang LearnVest ketika bekerja di Morgan Stanley. Ketika itu dia mulai menyadari bahwa orang lain belum tentu belajar tentang personal finansial. Berkaca dari dirinya sendiri menjadi poin penting dari lahirnya usaha tersebut.

Tidak semua memiliki latar belakang pendidikan finansial. Tumbuh di Wall Street, tujuan utamanya bagaimana finansial mudah diakses semua wanita. Dia tidak pernah mundur sekalipun soal finansial. Von Tobel berpikir keras bagaimana mengatur uang menjadi lebih mudah. Berdasarkan passion itulah terciptalah serial tutorial online.

"Di sini saya bertanggung jawab atas jutaan dan jutaan dolar dan saya tidak tahu apa- apa tentang cara mendapatkan kartu kredit atau asuransi," kenang von Tobel. "Saya butuh alat seperti ini."

Bukannya fokus melanjutkan kuliah lagi di Harvard. Von Tobel malah memilih menggunakan uang untuk mulai membangun LearnVest. Sejak saat itu, perusahaan sukses $5,5 juta di finansial, berlanjut melalui tambahan modal senilai $4,5 juta oleh Accel Patners di April 2009.

Sang CEO LearnVest ini mendapatkan perhatian media masa. Bahkan dia dibahas oleh Business Insider dan juga New York Times. Softwarenya Suze Orman 2.0 mendapatkan perhatian seketika ketika dibahas oleh reporter Fox news.

Dia mendapatkan panggilan Finance Barbie, yang ditujukan kepada obsesinya akan entrepreneurship. Von Tobel memiliki selera humor dan juga tingkah laku baik penuh kejujuran. Dia ingin belajar tentang finansial menjadi menyenangkan. Itulah tujuan perusahaan asal New York dimaksudkan.

Menarik banyak orang


LearnVest menarik pengunjung 360.000 unik visitor per- bulan. Mungki von Tobel sangat berpassion agar mampu memberikan saran finansial tanpa biasa. Disisi lain dirinya mampu menghasilkan pundi- pundi uang untuk investor. Banyak hal dapat dipelajari dari situs personal finansial tersebut.

Yang terbaru adalah program online bootcamps. Pembelajaran online selama tiga minggu berturut seperti hal email harian lengkap informasi dan item mudah dijalanakan, menurut von Tobel. Berinvastasi di Bootcamp berarti kamu harus membayar $7,99 per- user.

"Ini lebih murah dibanding "Personal Finance for Dummies" dan lebih mudah dimengerti dan dijalankan ujar von Tobel. "Kami tidak ingin para user menjadi kesulitan."

Untuk urusan bisnis menarik, yakni memberikan kerja sama afiliasi marketing untuk startup asal New York, dimana LearnVast memberikan uang untuk menawarkan produk personal finansial seperti kartu kredit. Selai itu adapula penjualan iklan. Von Tobel mampu mengumpulkan sponsorsip dari perusahaan finansial menarget wanita.

Sejak saat itupula, usahanya menghasilkan investasi sampai senilai $72 juta, dari perusahaan finansial besar seperti Accel Patners, AmericanExpress Ventures dan Northwestern Mutual Capital. Pada 25 Maret 2015, dikabarkan bahwa Northwestern Mutual Life Insurance Co., berbasis Milwaukee, akan mendapatkan situs ini.

Berapa dihasilkan dari penjualan atau akusisi tersebut tidak disebutkan. Tetapi von Tobel masih memiliki jabatannya CEO dan LearnVest berdiri menjadi satu perusahaaan yang terpisah. Hubungan ini dimaksudkan menggabungkan kekuatan digital atas finansial. Northwestern sendiri pasti akan memiliki banyak ahli finansial profesional.

Northwestern setidaknya menggarap 400.000 rencana keuangan tahun 2014. Menambahkan teknologi dari LearnVest berarti: Meningkatkan perencanaan lewat platform dan menambahkan waktu penasehat keuangan bekerja membawa rekomendasi. Kostumer akan mudah menghubungi penasehat keuangan dimanapun dan kapanpun.

Ia mendapatkan penghargaan Silicon Valley 100 Business Insider, Inc Magazine 30 Under 30: The Top Young Entrepreneurs of 2010, Women to Watch Forbes, 18 Women Changing the World Marie Claire, dan BusinessWeek Best Young Tech Entrepreneurs. Von Tobel juga penulis best seller buku Financially Fearless tahun 2013.

"Saya melakukan latihan di pagi hari, dan sering saya mengajak seseorang dari tim saya. Orang yang bersama saya bisa memilih kelas, apakah itu spin atau kelas barre, atau pergi untuk berjalan jauh. Sulit untuk berlari dan berbicara -saya belum menguasai hal itu."

Disibukan oleh bisnis konsultasi finansial. Hidup seorang von Tobel layaknya wanita lain yang memperhatikan kecantikan. Dia secara teratur melakukan diet -makan apel, almond, yogurt- dan tidak bisa sambil duduk santai saja. Sebagai penasehat berarti memiliki keteraturan begitu pula hidup keseharian.

Dikutip dari Inc.com, von Tobel menyebut hidupnya adalah bagaimana menjalankan operating system. Yaitu bagaimana agar dirinya sekecil mungkin melakukan keputusan bodoh. Ia suka makanan sehat dan pertemuan terencana. Jika banyak orang mebutuhkan 30 menit maka bisa lebih kurang dari itu. "Saya juga tidak memuja jadwal."

Itu mudah kalender mendikte tentang hidup kamu. Tapi kalender tidak bisa mendikte tentang masa depan perusahaan. Dia tidak khawatir merubah jadwal dan memindahkan barang. Namun juga bukan berarti kamu harus menghapus jadwal mingguan kamu. Tetapi juga bukan berarti jadwal tiga minggu lalu berarti di minggu ini.

Guru PAUD Mengejar Mimpi Keripik Lebay

Profil Pengusaha Rini Sumiarsih 



Merasakan kebingungan mau membuka usaha apa. Mungkin menjadi puncak pengusaha pemula. Termasuk penulis masih meraba- raba. Rini Sumiarsih layaknya pengusaha pemula bingung mau berbisnis pertama kali. Mantan guru PAUD ini akhirnya menemukan titik terang pada satu kejadian.

Dia pernah mau berjualan keripik pisang. Namun usaha tersebut ternyata sudah diambil orang lain, tetangga sendiri satu kampung yang sama. Ternyata warga asli Desa Mayak, Kec. Cibeber, Cianjur, Jawa Timur ini, kalah cepat melihat peluang. Sampai dia melihat kembali bagaimana kerja keras sang suami mencari nafkah.

"Lalu mikir mau bisnis apa lagi, masa sama," kenang Rini. Sang suami sendiri seorang wirausaha sederhana yang berjualan bakso bakar. Untung per- harinya mencapai Rp.15.000 sampai Rp.20.000. Ini mendorong dia harus berbisnis kembali.

Rini melihat banyak sekali talas. Ia membayangkan kebiasan talas jika direbus. Apalagi cara agar merubah  talas menjadi bisnis. Hingga dia kembali menyusuri kisah bisnis sebelumnya; keripik pisang. Maka Rini mulai berpikir, "...dibuat keripik bagus enggak". Tanpa pikir panjang dia langsung mencoba mengolah talas menjadi keripik.

Usaha pertama dilakukan lewat serangkain percobaan. Tidak berjalan mulus layaknya usaha pertama pernah dilakukan pengusaha pemula.

Eksperimen bisnis


Eksperimen panjang menemukan resep kuliner. Dia mencoba berbagai cara agar talas enak ketika dikeripiki. Maklum lah pertama kali mencoba sesuatu yang asing. Bahkan bagi beberapa orang keripik talas terdengar agak ganjil.

Strategi jitu dilakukan Rini ketika bereksperimen: Membagikan keripik gratis ke tetengga agar dicoba secara gratis. Percobaan membuat resep keripik terus dilakukan. Bahkan suami Rini ikut membantu usaha berhenti berjualan bakso. Suami Rini lantas memasarkan keripik talas kepada masyarakat luas.

"Was- was pertama enggak ada label. Saya sama ibu berkeliling menjajakan keripik masing- masing 20 buah bungkus," ujar Dede, semuai Rini. Masih pertama kali jadi jualannya cuma keripik rasa asin. Belum sempat mereka memodifikasi itu menjadi macam- macam.

Ia lalu berpikir mau berjualan titip ke warung- warung. Mereka menaruh keripik talas di warung kecil sekitar Cibeber. Rini hanya menitip di enam gerai warung saja. Tetapi produknya mendapatkan perhatian lebih oleh masyarakat Cibeber pada umumnya.

Sukses menarik perhatian justru membuat dia khawatir. Mereka berdua kebingungan karena berjualan tanpa identitas. Jika produk mereka ingin lebih dikenal dan punya masa depan, hingga nama "lebay" lalu terbersit ketika mencari nama. Bukan perkara mudah mencari nama bagi ibu dari 3 orang anak ini.

Dia sadar nama merupakan kunci sukses lain. Bagaimana agar muda diingat oleh masyarakat. Nama lebay itu diambil dari julukan oleh ibu- ibu PKK. Julukan yang diberikan kepada Rini, yang entah ada alasan apa dibalik nama tersebut. "Akhirnya ya sudah pakai nama keripik lebay," lanjut Dede.

Tahun 2014, Rini mendapatkan bantuan pihak Prasetyia Mulya Business School, melalui 8 orang mahasiswa asal kampus ini mengambangkan usaha. Mereka membantu masalah pemasaran, pembukuan, bagaimana bisa meningkatkan kapasitas dan berbagai bimbingan lain.

Rini mengembangkan aneka rasa; balado, keju dan original. Jangkauan pasar meningkat sampai 135 toko. Kalau dikerjakan sendiri menurut Rini pendapatan kotor mencapai Rp.150- 200 ribu/minggu. Kemudian setelah dibantu mahasiswa meraup Rp.1,5 juta per- minggu. "Bersihnya Rp.300 ribu per- minggu," tuturnya.

Selanjunya ialah menunggu surat Kemenkes, fungsinya agar usaha Keripik Lebay bisa masuk ke toko- toko oleh- oleh Cianjur. Maka mimpi besar Rini ialah menjadikan Keripik Lebay ikonik Kota Cianjur.

Meski telah menjadi pengusaha sukses, Rini masih hidup dalam kesederhanaan. Ketika menerima mahasiswa asal Prasmul. Ibu tiga anak ini menyambut delapan mahasiswa program Community Development (Comdev). Dia menyapa,"gimana kuliah mu nak?", menyambut mahasiswa yang kemudian mencium tangannya.

Memang ibu tiga orang anak ini seolah menjadi ibu mereka sendiri. Menurut www.ceritaprasmul.com, sosok Rini dikenal tetangga sosok ramah, jujur, dan rajin mendoakan orang terdekatnya. Soal urusan berbisnis para mahasiswa kagum akan sosok Rini. Pihak kampus menjadikan rumah Rini menjadi bagian tempat balajar lansung.

Kemitraan ini dijalin waktu 2014 ketika usahnya tengah berproses. Bermula dari gubuk kusam dan seperti hendak runtuh. Para mahasiswa Comdev datang lalu mengetuk rumah tersebut. Ia menerima tamu itu dengan tangan terbuka. Ketika pasangan suami- istri ini tengah membangun asa memulai usaha kecil- kecilan.

Pasangan pengusaha ini dijadikan ibu asuh bagi mahasiswa. Jika mahasiswa membantu hal pengembangan aspek bisnis Keripik Lebay, maka para mahasiswa diajarkan hidup penuh perjuangan. Ketika mendapatkan kesempatan diajak ke Jakarta. Disana dia berbagi cerita suksesnya kepada mahasiswa serta wartawan.

10 Pengusaha Terburuk Menurut Entrepreneur di 2015

Daftar Pengusaha Pelajari Kisahnya

 
Terkadang kita menemukan pengusaha dieluh- eluhkan. Melalui berbagai media nama mereka disebut, tetapi itu terkadang hanya "dilebih- lebihkan". Seperti halnya 10 pengusaha muda barikut yang namanya dieluhkan di 2015. Tetapi sampai pada suatu titik menjadi kegagalan di tahun 2016.

Dikupas apik oleh Steve Tobak, salah satu kontributor di Entrepreneur.com, inilah sosok 10 pengusaha muda terburuk sepanjang 2015 dulu.

10. Ryan Grepper, pendiri sekaligus CEO, Coolest

Penemuan Coolest Cooler disebut menjadi kedua- terbesar KickStarter. Melalui situs pendanaan masal ini, Grepper mampu mendulang $13 juta. Dimana sukses dikumpulkan di akhir 2014. Tetapi ternyata tidak akan seperti dibayangkan oleh orang banyak. Hari ini, Coolest masih menjual di Amazon seperti janji perusahaan kepada pemberi modal.

Sebuah bentuk komitmen tetapi tidak sesederhana itu. Ternyata meski masih dijual sampai sekarang. Produk ini mendapatkan bintang satu untuk reviewnya, sekitar 28%. Kebanyakan karena produk dijual berkualitas kurang serta suport yang tidak memadai. Sangat tidak keren (cool).

9. Sean Rad, pendiri dan CEO, Tinder


Dia masuk, keluar, masuk lagi, dan dia seharusnya keluar lagi. Mengikuti jejak Dov Cherney dari American Apparel, Michael Jeffries Abercrombie, dan Chip Wilson dari Lululemon, maka Dev punya banyak isu. Dia kalau menurut interpertasi penulis disini: Memiliki foot-in-mouth disease atau kemampuan komunikasi yang agak diluar.

8. 50 Cent, entrepreneur dan rapper

Nama aslinya 50 Cent adalah Curtis James Jackson III, membuat uang dari record label, penjualan clothing line, dan sebagai aktor. Dia dilaporkan menghasilkan $100 juta dari investasi minuman vitamin yang diambil alih oleh Coca- Cola. Tahun 2015, dia mengajukan Chapter 11 bankruptcy protection, apa yang salah dari hal tersebut?

Ia tidak benar bangkrut. 50 Cent katanya nih mencoba menghindari kreditor. Dia terlalu banyak keluar uang hingga $23 juta. Padahal nilai apa yang dihasilkan olehnya lebih dari nilai tersebut.

7. Ivan Reedman, salah satu pendiri sekaligus CEO, Torquing Group

Mereka sukses menggaet pendanaan senilai $3,5 juta. Sayangnya, meski menjadi satu rekor di Eropa, dia bersama tim pembuat drone Zano menyatakan bangkrut. Mereka mengajukan voluntary liquidation, yang itu berarti mereka menelantarkan 15.000 pendana dengan tanpa satupun Zano.

Menurut Tobak ini memang pendanaan bersifat high- risk. Sebuah masalah jika diambil tetapi sudah terlanjur basah.

6. Dan Price, pendiri dan CEO, Gravity Payments

Price tiba- tiba menaikan upah minimum pegawai. Total 120 orang pegawai naik upah minumumnya sampai $70.000 selama tiga tahun berturut. Cerita ini akhirnya menjadi viral, tetapi tidak selamanya bekerja seperti seharusnya. Banyak tagihan meningkat termasuk biaya bonus manajer, ini hampir membuat perusahaannya bangkrut.

Yang terburuk ialah semuanya tidak sebaik itu. Menurut Bloomberg dijelaskan oleh artikel lain: Price tengah melakukan penelitian. Dia menuliskan kisahnya Gravity Book dalam 60.000 kata.

5. Ellen Pao, mantan CEO interim, Reddit

Permasalahan menurut Pao ialah permasalah gender. Istilah kerennya gander bias di kalangan Silicon Valley. Tetapi faktanya adalah ini bukan tentang bisnis Silicon Valley. Pao dianggap tidak mampu menghadapi kultur situs. Kurang paham tentang kerja Reddit bukan cuma bisnis.

Hal terburuk ialah dia tidak mampu menghadapi pemangku kepentingan. Kesuksesan Pao: Mendemonstrasi total ketidak tahuan tentang kulur situs dan memilih menjadi alien diantar pengguna Reddit. Dia perlu belajar bahwa ini tidak tentang cuma dia.

4. Tony Hsieh, pendiri dan CEO, Zappos

Sukses mengangkat usaha retailnya sampai $1 miliar dan menjualnya ke Amazon, apa yang dilakukanya di manajemen baru. Dia justru menciptakan situasi edan dibawah kepimpinannya. Hsieh bereksperimen lewat manajemen tanpa jabatan. Tahun 2015 adalah dimana masa Zappos tanpa manajer atau sistem Holacracy.

Setidaknya 40 persen pegawai memilih keluar sementara sisanya masih mencoba mencerna. Mereka bingung apa pekerjaan mereka lantas berapa gaji mereka. Itu singkatnya kebodohan.

3. Gurbaksh Chahal, pendiri dan CEO, Gravity4

Dia dikenal sebagai sosok abusive atau kasar. Chahal pernah mendapatkan dua tuntutan kekerasan. Berhasil menghancurkan diri sendiri secara bergaya. Bahkan dia dipecat dari eksekutif diperusahaan RadiumOne di masa perusahaan akan IPO.

Seorang entrepreneur narsis kembali membuat kehebohan di 2015. Dia ditangkap atas tuduhan kekerasan lagi, diskrimansi gender dan juga pelecehan seksual, dan didakwa jufa terkait penyalahgunaan obat. Butuh berapa kata lagi?

2. Maren Kate Donovan, former CEO, Zirtual

Sebuah perusahaan pengembangan virtual asisten berjalan baik sampai mencoba sesuatu. Perusahaan coba mengangkat pegawai kontrak menjadi tetap. Sayangnya, ini tidak berjalan sesuai rencana, dimana akhirnya perusahaan jatuh dan hangus. Ini tidak bisa dihindari lagi karena satu kesalahan: CEO harusnya tau tentang uang.

Jika Tobak harus berkata itu sekali itu akan terucap ribuan kali: Alasan pertama sebuah bisnis gagal ialah di masa mereka kehilangan uang.

1. Elizabeth Holmes, pendiri dan CEO, Theranos

Sangat ikonik dikenal drop- out ketika umur 19 tahun, untuk mendirikan laboratorium diagnosa rahasia yang katanya bernilai $76 miliar. Dia mampu menarik $400 juta menjadi nilai investasi $9 miliar. Theranos hanya dalam kurun waktu beberapa tahun kerahasiaan sehari saja bisa bernilai miliaran dollar.

Sayangnya, The Wall Street Journal membedah cerita dan mulai bertanya efektifitas teknologi Theranos. Dia tidak bisa menjelaskan ini "baik". Menurut Steve Tobak hanya kasus lain dari overhype (sensasi) dan juga under- deliver (penyampaian tidak sempurna) dari media masa.

Dibalik Kisah Bebek Garang Terus Berotot

Profil Pengusaha Ali Bagus Antra Suantra 



Ali, pengusaha muda lulusan ITB, Jurusan Planologi angkatan 2008, yang sibuk berjualan bebek. Pria bernama lengkap Ali Bagus Antra Suantra kelahiran Bandung, 28 Januari 1983. Berbisnis kuliner bebek bernama Bebek Garang. Bicara kunci sukses, maka Ali merupakan sosok persistent meski ditinggal rekan bisnis.

Bukan tanpa pengalaman berbisnis sebelumnya. Sejak awal memang lebih condong ke arah berwirausaha sendiri. Sebelum sukses berbisnis bebek pernah menjajal keripik buah. Rata- rata usaha dijalankan berbasis kuliner kecuali satu kali membuka percetakan. Dia memang tumbuh dari banyak berbisnis dan kegagalan.

Awal- awal berbisnis keripik buah memang menjanjikan. Hanya saja kelamaan usahanya mengalami ketidak beresan. Ali mulai merasakan hal tersebut. Usat- punya usut ternyata mesin pembuat keripik buah mengalami masalah. Beberapa kali mengalami kerusakan. Alat tersebut buatan salah satu teman Ali yang sarjana Teknik Mesin.

Kualitas kontrol mesin memang kurang bagus. Dia menyadari hal tersebut. Karena sudah tidak bisa dijadikan pegangan. Maka Ali memutuskan berhenti berbisnis keripik buah. Mesin tersebut lalu dihibahkan ke petani yang sebelumnya menjadi rekan Ali.

Bisnis bebek


Berbisnis sudah dijalankan sejak masa kuliah. Ali sudah terbiasa membentuk pikirannya. Hasil pemikirannya mengarah ke usaha bebek. Konsep tentang bebek merangsang ataulah Bebek Garang. Awalnya Ali merasa masih ragu akan konsep bisnisnya. Pasalnya orang berjualan bebek di Bandung itu banyak. Tetapi dia tidak mau patah arah.

Bebek Garang harus terlihat "wah" dibanding usaha sejenis. Bebeknya harus unik, mempunya cita rasa yang benar merangsang. Untuk itulah Ali memulai membuat survei kecil- kecilan. Melalui survei pasar mencari tau seperti apa bebek orang inginkan.

Dia juga membentuk target bisnis. Menyasar kalangan mana tepat ditarget oleh bebeknya. Setelah selesai ia menemukan target pasar, dilanjutkan survei lanjutan dimana tempat berjualan. Nah, menurut Ali, prinsip dari mencari tempat ialah bersih dan nyaman. Hegienis ketika orang- orang akan menyantap olahan bebek Ali.

Agar menjadi "wah" dibutuhkan formula tepat. Setelah tau pasar, memilih tempat tepat, maka tinggal caranya dia menyajikan makanan luar biasa. Dibutuhkan resep mumpuni merangsang lidah. Tiap brand menurut Ali harus punya ciri khas, citarasa tertentu. Bicara hal itu, bebek Ali memiliki daging empuk. Lalu ditambah satu sambal khusus.

Jadi intinya, sambal Bebek Garang merupakan inti dari usaha dijalankan, bahkan sampai sekarang. Ia lantas mengajak tiga rekannya Wawan Wardany, anak Teknik Elektro, dan dua orang lagi yang tidak diketahui. Dia bersama ketiga rekan mulai membangun bisnis dari nol. Sayang, dari tiga orang, cuma Wawan mau bertahan sampai akhir.

Ia ngotot akan bisnis Bebek Garang. Meski beresiko gagal, seperti hal percetakan yang cuma bertahan dua tahun, kengototan kali ini terbayar mahal karena belajar. Kerja keras memang tidak mendustai hasilnya. Ali membangun usaha lagi bersama Wawan. Jika dulu menjual rumah makan, kali ini, memilih gerobak di pinggir jalan.

Ali belajar dari pengalaman. Ia memilik keseriusan, serta kengototan, tidak mau menyerah sampai akhir. Dia 
mulai cuma satu gerobak. Dalam tempo 3 tahun, pria yang baru melepas masa lajangnya di 2012 ini, kini dia telah memiliki 5 buah gerai. Bahkan omzetnya mentok akan sampai Rp.500 juta rupiah per- bulan.

Agar menselaraskan rasa setiap gerai. Makanya, dia menggunakan standarisasi resep, maksudnya agar tidak tergantung pada 1 atau 2 orang koki.

Waralaba garang


Sempat galau karena dipikirkan karirnya mendatang. Sarjana planologi yang tidak tahu kemana arah karir itu menentukan. Dia berpaling memilih kewirausahaan. Ali pun sukses, bahkan mendapatkan aneka pengakuan dari berbagai pihak.

Dia mendapatkan Shell Start Up Award kategori Wirausaha Muda di Juli 2010, lalu Kementerian Koperasi dan UKM di Januari 2010, hingga finalis Wirausaha Muda Mandiri di Maret 2011. Sukses membawa dia melangkah maju melalui konsep kemitraan. Ali sudah memikirkan masak bagaimana bebek diwaralabakan nanti.

Brand Bebek Garang sudah terkenal sepanjang Bandung. Olahan bebeknya, serta ayamnya menjadi salah satu tujuan wisata kuliner enak. Ali membuka gerain pertama di Dago Bandung pada 26 Juli 2008. Sukses telah membawanya memiliki 7 gerai -5 gerai di Bandung dan 2 gerai di Jakarta. Yang terbaru adalah gerai ekspres.

Agar menarik pelanggan maka dibutuhkan strategi jitu. Salah satunya ialah menyediakan ruang santai lengkap Wifi, serta berbagai mainan pengisi waktu seperti monopoli, ludo, ular tangga, semuanya untuk kenyamanan dari konsumen.

Ali Antra masuk ke Baba Rafi Enterprise agar lebih mantap. Suksesnya diharap menyusul hasil pencapaian Kebab Baba Rafi serta Ayam Bakar Mas Mono. Melalui waralaba menjadi satu peluang agar mencangkup lebih banyak orang. "Syarat lokasi yang bagus, pertama akses menuju lokasi harus mudah," paparnya.

Sistem dikerjakan Ali sendiri sudah berjalan. Dia mampu mempertahankan brand Bebek Garang atau seGar merangsANG. Untuk pewaralaba dia mengisyaratkan lokasi strategis sebelum masuk. Bebek Garang cukup ketat menyangkut menjaring mitra kerja sama.

Entri yang Diunggulkan

Biografi Jack Ma Orang Terkaya China Alibaba