Pernah Diejek Kuliah Tinggi Cuma Jadi Penjual Roti

Profil Pengusaha Hafizh Suradiharja



Pernah bangkrut beberapa kali bukan lah halangan. Bagi hidup Hafizh Suradiharja, kehidupan bisnis adalah jalan hidup. Tidak bisa tidak kalau tidak berusaha sampai mentok- tok. Sejak 2006, pengusaha muda yang masih berstatus mahasiswa ini telah menjajal peruntungan lewat disc jokey (DJ).

Dia berani membuka usaha sekolah meracik musik karena tengah naik daun. Ia bahkan tidak mau tanggung- tanggung melengkapi sekolah dengan peralatan mahal. Sayang peralatan bagus bukan berarti bisnisnya itu berjalan lancar. "Saya tidak punya koneksi," kenangnya.

Selain itu, fakta sudah banyak sekolah sejenis membuka lebih murah soal biaya. Gagal berusaha di bidang pendidikan, ia melangkah masuk ke bisnis termudah yakni bisnis kuliner.

Mahasiswa Universitas Islam Jakarta yang kemudian memilih bisnis kuliner. Kembali dia memilih mengikuti tren bisnis saja. Usaha keduanya adalah usaha sop buah. Terlihat lancar karena sempat berkembang sampai tiga cabang. Sayangnya, karena persaingan semakin mengetat, lagi- lagi usahanya bangkrut kembali.

Pemuda kelahiran 29 Januari 1988 ini lantas mencoba kembali usaha baru di tahun 2008. Meski dicemooh sejak awal, Hafizh berbangga hati dan tetap menjalankan rutinitasnya. Sejak awal dia sudah bertekat tidak ingin seperti saudaranya. Dia ingin membuka usaha sendiri. Hafizh ingin sekali membuka usaha sendiri, mandiri, serta membuka peluang kerja.

Total sudah menjalankan satu, dua, tiga, dan ke- empat kali kegagalan sampai sukses.

"Saya ingin buka usaha sendiri, mandiri, dan membuka peluang kerja bagi orang lain," paparnya.

Alasan lain


Selain memang passion -nya di dunia bisnis, alasan lain seorang Hafizh karena ingin membantu orang tua. Dia menyebut bahwa orang tuanya bekerja sebagai pegawai negeri sipil (PNS). Hidup mereka memang tidak kekurangan tetapi berkecukupan. Sampai akhirnya orang tua Hafizh harus pensiun tidak berpenghasilan.

"Sejak kecil saya juga sudah diarahkan menjadi PNS," kenangnya. Tetapi fakta mengejutkan justru datang dari sang kakek sendiri.

"Tapi saya lihat, kok, usaha daging sapi milik kakek yang hanya lulusan SD malah bisa berkembang pesat," tutur Hafizh kepada Tabloid Nova.

Semakin menjadi keinginan membantu orang tua ketika tahun 1995. Kala itu, sang ibu mengalami pecah di pembulu darah sampai koma, makanya membutuhkan banyak uang buat berobat. Batin Hafizh tergerak dan berpikir "...jika punya uang banyak saya bisa membantu ibu berobat ke mana saja," kenang Hafizh.

Sejak kecil sampai akhirnya masuk kuliah fokusnya mengurusi ibu. Semenjak itupula lah usahanya mulai berjalan sedikit- demi sedikit. Dia ingin membuka usaha sendiri karena pengen punya uang sendiri banyak. Dalam benaknya kalau bekerja dengan orang lain ataupun jadi PNS kapan dia punya uang banyak.

Mulai usaha ya ketika kuliah menjual macam- macam seperti seprai. Dia juga pernah berjualan roti hingga dicemooh keluarga. Gara- gara berjualan roti sampai terdengar suara sumbang. Paling menyebalkan ketika harus datang ke acara kumpul keluarga. "Sekolah tinggi- tinggi, kok, cuma jualan roti?," kenang Hafizh, menirukan adegan kata- katain tersebut.

Usaha pertama keluar modal banyak ya disc jockey. Pasalnya dia mepunyai hobi meramu aneka musik menjadi satu alunan menantang. Dia membuka sekolah DJ karena memang hobi men- DJ. Meski alat paling bagus tetapi cuma enam bulan . Setelah dievaluasi diri ternyata hasilnya dia tidak punya koneksi dan tidak punya nilai lebih (harga.red).

Gagal di bisnis sekolah DJ, Hafizh memilih berbisnis sup buah. Tetapi lagi- lagi gagal lantaran banyak pesaing bermunculan. Di tahun 2008, dia bertemu warga negara Singapura, keduanya membuka usaha travel agent bernama PT. Apex Indonusa Prima. Ia sempat membeli saham 30 persen,"saya menyetor sekitar 30 persen total saham."

Waktu berlalu, tetapi ternyata keduanya tidak sejalan lagi, alhasil ia memilih menjual saham dan mencoba peruntungan lain. Padahal untuk usaha travel, Hafizh sudah meminta- minta orang tua memberikan pinjaman ke dia. Usaha travel berjalan cukup enam bulan berlalu sampai benar pecah kongsi.

Perbedaan kedua rekan kerja itu memang terlihat sepele. Faktor usia sang rekan lebih tua sehingga disaat berbisnis lebih hati- hati. Sementara itu Hafizh seperti anak muda lainnya, ingin cepat mencapai titik tertentu di dalam hidup. Meski begitu rekan Singapura itu sempat memberikan solusi berupa inspirasi usaha.

Berhenti berbisnis sejenak, Hafizh memilih fokus saja melanjutkan kuliah di Fakultas Ekonomi Manajemen di Universitas Islam Nasional. Tahun 2009 mulai berpikir mencari peluang usaha. Dia lantas melirik, mencoba mengangkat usaha roti Jhon. Usaha yang dikenalnya dari si rekan asal Singapura tersebut sepertinya enak.

"Setiap kali datang dari Singapura, dia bawa Roti John. Enak juga rasanya, sementara di Indonesia belum ada makanan seperti ini," paparnya.

Usaha roti


Bisnis ke empat bukan perkara mudah baginya. Dia butuh menciptakan ide baru. Hafizh tidak mau gegabah dalam berbisnis lagi. Ketika usaha ketiganya gagal maka evaluasia diri menjadi solusi. Ia cukup lama untuk merenungi kesalahan bisnisnya. Zona merah itu ditemukan yakni menjalankan usaha yang banyak pesaingnya.

Ketika belum ada pengusaha membuka usaha roti Jhon di Indonesia. Maka, Hafizh segera berlari mencari pinjaman ke bank, sampai 30 jutaan hanya untuk memesan ke pabrik roti. Sisanya digunakan buat mencari kafe yang lantas dimake over. Dia baru menyadari bahwa usaha bakery di sekitar rumahnya berjalan sangat lama.

"Saya lihat di lingkungan saya ada perusahaan roti, yang sejak saya kecil sampai sekarang produksinya masih berjalan. Saya pikir, kenapa enggak bikin perusahaan roti saja," jelas Hafizh.

Resep roti John sendiri didapatkan Haifzh dari seorang teman. Soal tekstur, rasa, dan bentuk dipertahankan seperti asli. Dimana tekstur roti ini keras, serta cuma memiliki dua varian rasa yakni bawang dan telur. Pada 2009, satu gerai Roti Jhon dibuka di kawasan Tebet, perencanaanya matang, bahkan ia sempatkan buka CV sendiri.

"Usaha belum jelas hasilnya, kok, sudah bikin CV segala," Hafizh menirukan orang tuanya.

"Bukankah lebih baik uangnya dipakai buat tambahan modal?" kenangnya. Betul memang harusnya dia tidak langsung membuka perusahaan sendiri. Hanya saja bukan faktor apa, dia hanya ingin menjadikan bisnisnya makin serius dijalankan sebagai investasi.

Roti John miliknya 100% resep asli Singapura. "Alhamdulillah, tiga bulan kemudian bangkrut, ha ha ha."

Bulan pertama membuka usaha Roti John memang ramai. Bulan berikutnya kok semakin sedikit saja yang datang. Lama ke lamaan, gerai Roti John milik Hafizh kehilangan semua pembeli. Tidak ada satupun yang tersisa.

Ia lantas bergerak mencari tau apa salahnya dan menemukan fakta. Bahwa roti dijualnya itu kemahalan yakni Rp.12.000 serta minim variasi -cuma satu macam waktu itu. Hal lain, fakta bahwa roti seperti aslinya, Roti John buatan Hafizh keras, mana sesuai dengan lidah masyarakat Indonesia.

Hafizh mulai mencoba membikin roti lagi. Memulai dari awal, agar sesuai sekali lidah orang Indonesia, yakni enak, harganya murah, dan bisa membuat kenyang. Lantas ia mencari chef hotel berbintang membuatkan roti seperti itu. Tetapi karena biayanya bisa mahal, pada akhirnya dia sendiri membuat sendiri bermodal mesin khusus.

Ruang tamu jadi gudang


Karena memang keterbatasan tempat maka jadilah dimanapun mampu. Dia lalu merubah ruang tamu orang tuanya menjadi gudang. Tidak direncanakan khusus karena waktu terbatas. Hafizh menyadari dia harus bisa cepat sukses karena sewa tempat cuma setahun. Disaat toko buka seadanya, ia getol mencari resep roti lagi.

Uji cobanya berhasil menghasilkan enam varian rasa. Roti buatannya pun lembut, tebal, dan mengenyangkan. Harga jualnya turun drastis lebih murah dibanding sebelumnya, yakni Rp.7.000. Dalam kurang dari setahun, akhirnya, dia mengembangkan gerainya jadi lebih besar. Pasar menyambut baik langkah Haifzh lewat Roti John.

Cabang pertama dibuka berkonsep gerobakan. Investasi murah dijalankan menekan modal. Ia berkata justru kalau berbentuk kafe malah orang enggan. Baru mau datang, mereka akan berpikir ini pasti mahal harganya. Lewat satu gerobak berkembang menjadi banyak gerobak. Dia masuk ke sekolah, mal, dan perkantoran.

Ternyata konsep diusungnya berjalan sangat baik. Bahkan ia mampu melebarkan sayap sampai ke luar kota seperti Semarang, Samarinda, dan Medan.

Membuka cabang di luar kota, Hafizh menyewa jasa konsultan bisnis. Itu terbayar karena dia mendapatkan banyak tawaran kerja sama. Paket kerja sama dikerjakan Hafizh yakni Rp.16 juta sampai Rp.45 jutaan. Bahkan ada orang Jepang tertarik memboyong Roti Jhon Haifzh. Dia sendiri belum mau karena belum kuat fondasi dalam negeri.

Ia tidak memiliki vendor. Prinsip kemandirian dipegang terus olehnya sejak dulu. Dia membuat sistem bagus, memberikan pelatihan karyawan, merancang pembukuan. Guna menambah pengetahuan dia tidak malu meminta saran sesama pengusaha muda.

Ke depan, langkah Roti John adalah, membuka gerai terintegrasi hingga roti benar- benar fresh. Tanggapan keluarga sekarang ini? Tentu mereka terkagum- kagum atas hasilnya. Khususnya orang tua merasa bahagia kerena akhirnya sukses besar.

"Jika dulu ada yang mencemooh, sekarang sudah enggak lagi. Bahkan saat ini ada kerabat yang kerja di tempat saya," jelasnya. Usaha gerai Roti John memiliki 35 orang karyawan, dan mampu memproduksi 500- 1000 roti. Bicara omzetnya sudah mencapai Rp.17,5 juta per- hari bukan per- bulan.

Fadilah Sholat Subuh Bagi Kesuksesan Pandu Logistik

Biografi Pengusaha M. Bhakty Kasry



Sosok pendiri Pandu Logistik ini memang dikenal akan kiat suksesnya. Dr. H. Muhammad Bhakty Kasry percaya bahwa ibadah musti diselaraskan usaha. Bukti itu terlihat ketika kamu mengunjungi perusahaan yang berpusat di Pulogadung, Jakarta Timur ini. Niscaya kita akan menemukan karyawan tengah asyik bertadarus Al- Quran. Tidak cuma itu, mereka tidak akan lupa menyempatkan diri Sholat Dhuha di mushola kantor.

Saat tiba waktu sholat wajib, seperti Zhuhur bahkan Ashar, karyawan akan berbondong mendirikan sholat berjamaah. Lalu siapa yang mengimami mereka tidak lain sosok pendiri sekaligus chairman Pandu Logistic, ya sosok Bhakty Kasry sendiri.

Dia cuma orang biasa. Pria kelahiran Medan, 30 April 1953, yang sempat "nakal". Waktu itu ia nekat untuk berangkat ke Jakarta. Ia ingin meniti karir dari nol sampai di kejamnya Ibu Kota. Di tahun 1971, Bhakty sempat mengenyam pendidikan keuangan di Jl. Raden Saleh, Jakarta Pusat. Tetapi dia tidak selesai dibidang studi. Pasalnya, Bhakty demen bermain bola jadilah sekolahnya putus- putus.

Ia sempat melanjutkan sekolah sejenis di daerah Kebayoran Baru, Jakarta Selatan. Disaat masih remaja memang bapak dua putri ini memang hobi bola. Lebih tepatnya keranjingan bola sempat bergabung dengan klub Persija Junior sampai Indonesia Muda. Menempati posisi pemain di kanan- belakang sempat mengikuti pertandingan Gala Raya.

Bukan pemain bola


Meski keranjingan bola tetapi tidak bisa memungkiri fakta hidup. Bhakty harus tetap bekerja sekaligus tetap bersekolah. Dia bukan terlahir dari keluarga berlebihan -keluarga pas- pasan. Ia pun tidak memiliki banyak pilihan, mungkin terbersit pernah pikiran menjadi pemain bola. Kondisi keuangan keluarga lebih masuk akal dibanding bermain bola.

Ia harus aktif membantu kebutuhan keluarga. Ayah Bhakty sendiri merupakan pegawai di PT. Perkebunan Nusantara (PTPN) IV, adapun sang ibu, hanyalah petani ladang di Medan, Sumatra Utara. Oleh karena itu, pekerjaan pertama dilakoninya adalah bagian penjualan atau salesman di PT. Permorin. Perusahaan bidang jual beli otomotif yang menghantarkan takdirnya.

Dia bertemu sosok petinggi di perusahaan jasa logistik DHL. Cara Bhakty dalam menangani klien menarik perhatian pengusaha tersebut. Ia lantas ditawari bekerja di perusahaan DHL. "Saya terima karena dijanjikan pelatihan di Singapura. Saya, kan, belum pernah ke luar negeri," kenangnya geli sendiri. Terbukti memang dia memilik kemampuan kerja baik.

Bhakty memiliki etos kerja tinggi. Sebelas tahun berlalu bekerja di DHL, pria pengoleksi foto bersama para Ustad ini, bisa mendapatkan promosi jabatan sampai empat kali. Pertama kali masuk ya bekerja menjadi salesman dulu. Dua tahun barulah diangkat menjadi supervisor. Dia lantas diangkat menjadi manaje area. Karena kinerja yang baik, jabatan Bhakty kembali naik menjadi sales manager.

Terakhir, dia menduduki jabatan bergengsi, yakni country sales manager. "Selama pegang jabatan itu, saya bisa menambah 30 cabang DHL," tutur Bhakty.

Meski sukses ada kegelisahan dalam dirinya. Kegelisahan yang tertuang dalam kegiatan pengajian seorang Ustad. Dua belas tahun silam, tepatnya di 22 Agustus 2002, Bhakty Kasry berangkat ke Pantai Senggigi di Mataram Lombok buat mengikuti pengajian Ust. Muhammad Arifin Ilham. Saat itu sang Ustad menatapnya tajam.

Seketika Ust. Arifin Ilham mengungkapkan kata menusuk sanubari. Bahwa Bhakty belum benar bersyukur atas karunia Allah. "Apakah alasan ayahanda tidak menjalankan sholat subuh di Masjid," ucapnya meniru perkataan sang Ustad. Ini seperti petir di siang bolong, ketika dirinya menemukan kejenuhan dalam bekerja menjadi atasan sebuah perusahaan besar.

Bhakty tidak sedikit pun merasa sakit hati. Dia malah menyadari kekurangan hidupnya. Sejak saat itupula lah terucapa sumpah agar menjalankan ibadah Sholat Subuh berjamaah. Ust. Arifin Ilham lantas memberikan satu kiat agar terhidar dari kemalasan: Sholah Subuh berjamaan selama 40 hari berturut- turut. Cara ini agar membelenggu sifat malas dalam dirinya.

Kegelisahan di tempat kerja menemukan titik terang. Apa yang keinginan seorang Bhakty Kasry ternyata ada di kewirausahaan. Ia ingin mendirikan usaha sendiri dibidang logistik ini.

Jasa logistik


Bekal bertahun di bidang logistik, tidak mau tanggung- tanggu dibuka lah usaha bernama Pandu Logistik. Ia bermodal Rp.50 juta membuka usaha pertama di tahun 1992. Modal tersebut digunakan menyawa sebuah ruko atau rumah toko. Modal yang merupakan keringat jerih payah selama bertahun- tahun. Membuka satu usaha sendiri ternyata tidak semudah dibayangkan Bhakty.

Dia sempat kocar- kacir. Ia kesulitan mencari pelanggan. Padahal, modal dimiliknya terbatas, dan sistem dari manajemen masih amburadul. Permintaan akhirnya banyak tetapi malah modalnya cekak. Kendala besar ini dimulai selama dua tahun pertama. Tahun ketiga barulah dirinya bisa bernafas lega. Usaha ini mulai mudah di pengajuan pinjaman modal.

Pemberian pinjaman pun beragam mulai dari Rp.100 juta sampai Rp.300 juta. Perusahaan Pandu Logistik membukukan pertumbuhan fantastis, atau mencapai 50% per- tahun. Kondisi ekonomi memang tengah di fase tidak baik tetapi tidak menyurutkan perjalanan bisnis. Meski pendapatan Pandu Logistik naik menurun sampai 12% sampai 15% per- tahun.

Bhakty tetap optimis akan perkembangan bisnisnya. Jasa logistik masih cerah apalagi adanya usaha berbasis internet. Dia sendiri awalnya memulai dari menguasai pasar lokal. Usaha bernama PT. Pandi Siwi Sentosa ini mencapai 155 cabang dari Sabang- Merauke. Jakarta sendiri di perusahaannya memiliki 750 orang. Volume pengiriman juga cukup besar yakni 25 ton sehari.

Wilayah Jakarta saja, Pandu Logistic mampu membukukan omzet Rp.11 miliar per- bulan. Kalau dilihat dari kisahnya memang dia tidak menyangka bisa sampai seperti sekarang. Semenjak wajangan dari Ustad pula, Bhakty tidak ketinggalan menunaikan ibadah Sholat Subuh berjamaah. Ini dijadikan etos kerja, daya kontrol, serta membuatnya tenang dalam memutuskan usaha.

Bhakty juga senang safari 40 masjid. Sholat Subuh berjamaah menurutnya banyak fadhilahnya loh. "Qabliah Subuh lebih baik dari dunia, shalat subuh kayak ibadah semalam suntuk, malaikat menyaksikan, dapat ampunan, dijauhkan sifat munafik," tutur ayah tiga orang anak ini tegas dengan logat Medan kental.

Tiga tahun berturut sejak 2002, ia memberikan tunjangan khusus transportasi, mereka mendapatkan instruksi untuk sholat Subuh berjamaah di masjid yang telah ditentukan. Mereka akan mendapatkan tunjangan selain itu buat yang tepat waktu akan mendapatkan fasilitas kendaraan, rumah, bahkan rekreasi ke luar negeri, hingga umroh dan haji.

Ini menjadi indikator penilaian pegawai berprestasi menurut Bhakty. Yakni ketepatan mereka dalam hal untuk sholat berjamaah di masjid. Pria yang sempat bekerja menjadi cleaning service di Mabes Polri ini, memang punya cara sendiri memotivasi pegawainya. Tidak perlu sesi cuci otak buat meningkatkan kinerja pegawai di perusahaanya.

"Agama adalah pangkalnya. Kalau agamanya baik insyaallah maka baik yang lainnya," Bhaky menjelaskan. Berkat kinerja luar biasanya dan pengaruhnya dalam kehidupan orang banyak, dia mendapat gelar Doctor Honoris Causa di bidang manajemen transpotasi dari Jakarta Institute of Management Studies tahun 2001.

Berkat caranya yang unik menyeimbangkan ibadah dan kerja. Dia bisa mendirikan perusahaan lainnya yakni PT. Indah Jaya Express, perusahaan layanan kurir, distribusi dan proyek internasional; PT. Tritama Bella Transindo, perusahaan pengiriman darat dan laut; PT. Pandu As Shofa (PAS), perusahaan travel haji dan umrah. Serta terakhir ia mendirikan Yayasan Pandu Mardhika dibidang sosial.

Zenrooms Meningkatkan Kualitas Penginapan Lokal

Profil Pengusaha Nathan Boublil


 
Sosok Nathan Boublil ternyata punya kisah perjuangan sendiri. Siapa sangka sosok sukses, yang menjabat sebagai Managing Director Rocket Internet Asia Pasific, mengawali karirnya menjadi resepsionis hotel. Itu pula lah yang mengilhami lahirnya Zenrooms. Usaha kerja sama antara Rocket Internet dan Ooredoo yang fokus di industri pariwisata. 

Lebih dalam lagi Zenrooms merupakan bisnis menjaring hotel- hotel berbudget yang dirombak. Zenrooms ini akan memastikan kamarnya bersih, kasur nyaman, free wifi, tv flat, dan AC, akan tersedia dalam genggaman kita. Nathan menurut artikel Okezone memulai sejak umur 20 tahun ketika masih kuliah. Berkat pengalaman itulah ia mengaku tau apa yang keinginan pelanggan.

Nathan sendiri bukan lah sosok asing di dunia startup. Pria 30 tahun ini ketika masih berkuliah di Cambridge telah memulai bisnis aplikasinya. Dia bersama Elliott Verreault, dan Agastya Muthanna di tahun 2012, sukses mendirikan perusahaan software SmartGov.co. Mereka menghasilkan banyak data untuk socio- economic setiap tahun. Bahkan mereka bisa menghasilkan ribuan data aneka statik.

SmartGov mengembangkan software teknologi yang otomatis mengumpulkan, memproses, menstandarisasi, dan melokasikan kumpulan data ini.

Perusahaan yang bernama Asia Pacific Internet Group (APACIG) ini, yang merupakan gabungan perusahaan asal Jerman Rocket Internet dan Ooredoo asal Qatar. Dimana diluncurkan di Indonesia sendiri, ZenRooms coba membuat revolusi menarik perhatian tetapi tetap memberikan harga miring semurah Rp.123.000. Yang mana diluncurkan tidak cuma aplikasi tetapi lengkap properti.

ZenRooms menggaet 250 properti di delapan kota berbeda di Indonesia. Mereka memilih selektif tempat- tempat penyewaan kamar dan hotel. ZenRooms mendukung mereka berkompetisi dengan hotel kelas atas sekalipun. Diplopori oleh Nathan Boublil dan Kiren baru memulai pilot proyeknya di Indonesia selama satu bulan kedepan.

Tujuan mereka adalah tempat penginapan sesuai budget. Dimanapun wilayahnya dan memiliki harga terbaik, Kiren menjelaskan lagi, total 16.000 hotel kecil- independen yang menerima 80 juta traveler setiap tahunnya. Memang penginapan independen ini sangat lah efektif di biaya perjalanan. Sayangnya, terkadang mereka tak punya tanggung jawab.

25 Jutawan Muda Memiliki Persamaan 7 Hal

Artikel Bisnis Persamaan Entrepreneur Muda


 
Nick Tart mungkin baru berumur 22 tahun kala itu. Tetapi rencana gilanya benar- benar hebat. Dalam waktu singkat namanya disejajarkan jutawan muda. Dia mampu mencetak jutaan dollar lewat sebuah buku. Yaitu perjalanan dia dan patnernya, mewawancarai 25 remaja, mereka adalah para jutawan cilik menghasilkan 6 digit angka lebih.

Keduanya merupakan penulis 50 Interviews: Young Entrepreneurs, What It Takes To Make More Than Your Parents. Kalau penulisa bahasakan sih artinya Pengusaha Muda, Bagaimana Caranya Membuat Lebih Banyak Uang dari Orang Tua. Mereka merupakan entrepreneur cilik memulai usahanya ketika masih remaja. Beberapa bahkan masih berumur kurang dari sepuluh tahun.

Dalam tulisannya, menurut Business Insider, Nick mendapatkan kesimpulan: Entrepreneur jenis ini punya hal yang sama dimiliki. Anak- anak yang berjualan jus lemon di jalan, pulang lebih awal ketika sekolah usai dan memilih mengerjakan proyek bisnis mereka. Mereka merupakan anak- anak yang ngetrennya dipanggil orang, Generation- Y Entrepreneurs.

Jadi, apakah yang membuat mereka sama, sifat- sifat apa yang dibutuhkan anak- anak kita kelak. Apa yang bisa kita pelajari untuk kita pengusaha muda. Berikut ringkasan singkat dari artikel Business Insider pada 2010.

1. Dukungan orang tua dan semangat

Anak- anak ini punya keluarga yang tidak pernah ragu akan ambisi mereka. Ini bukan pula berarti orang tua memberi mereka modal loh. Setidaknya anak- anak ini harus membayarnya melalui berbagai kesuksesan. Ia lantas menjelaskan dukungan ini lebih ke arah emosional. 

Catherine Cook, meski dapat sokongan modal uang, faktanya itu bukanlah uang cuma- cuma dan murni profesional. Ia membangun MyYearbook.com sebagai perusahaan sebenarnya. Nick sendiri menyebut dari 25 entrepreneur tersebut hampir semuanya menggunakan uang sendiri. Ada yang bahkan mengajukan uang pinjaman sendiri seperti uang $10 untuk membeli domain.

Emil Motycka, 21 tahun, punya bisnisnya sendiri yakni usaha jasa. Ia memberikan jasa mengatur taman di Amerika sana. Dia bersama kawan mengambil hutang $8k untuk membeli mesin pemotong rumput. Mereka ini berhasil membayar hutang dalam tempo setahun.

Seperti halnya generasi sebelumnya, orang tua percaya bahwa mereka spesial, apa yang mereka lakukan jadi satu penghargaan mungkin lebih besar dari nilai ujian sekolah.

2. Memulai sesuatu yang bisa dikerjakan

Apakah menulis blog ataupun jasa pangkas rumput. Mereka itu benar- benar melakukan -eksekusi tanpa malu. Mereka mencari sesuatu yang benar bisa dikerjakan. Anak- anak ini membangun reputasinya sendiri sebagai entrepreneur. Mungkin mereka sudah memiliki bisnis berbeda jelas Nick. Tetapi dasarnya adalah berasal dari binis kecil yang mungkin sederhana.

Juliette Brindak, 24 tahun, memulai susuatu yang bisa dijalankan. Dia membangun MissOandFriends.com dan pada akhirnya menguasai bisnis sepenuhnya. Selama delapan tahun mengerjakan bisnis ini, dia mendapat satu investasi dari Proctor & Gamble menghasilkan nilai aset $15 juta. Berjalan waktu, usaha yang mudah ia kerjakan menjadi keahlian khusus.

3. Pekerja keras dan keras hati

Kebanyakan entrepreneur memulai dari konsep trial and error. Adam Horowitz, 18 tahun, menjalanan 30 situs berbeda di 3 tahun pertama sebelum akhirnya sukses. Dia lantas baru bisa menjual produk senilai 6 digit angka. Kemudian membuat produk lagi, menjual kembali, dia lantas menjual lagi itu. Lantas, Horowitz tiba dengan produk senilai $1,5 juta dalam tiga hari.

"Semua tidak akan berhasil tanpa 30 kegagalan diatas," papar Nick.

4. Pengorbanan bahwa dewasa tidak butuh masa remaja

Apa asiknya menjadi anak- anak kemudian remaja. Tidak perlu membayar sewa, tidak perlu memberi anak makan, tidak perlu bekerja. Untungnya jadi remaja ya tidak punya pengeluaran sebenarnya, kebebasan, juga melakukan apa yang mereka mau, dan akhirnya melakukan apapun termasuk entrepreneurship.

Satu hal yang sama dimilik mereka 25 entrepreneur yang diwawancara; mereka tidak punya masa remaja. Nick menuliskan kisah Emil Motycka yang suatu ketika diajak berenang. Tetapi dia tegas menolak undangan temannya tersebut. Motycka memilih bersenang- senang lewat bisnisnya sendiri. Teman remaja normal pasti menolak logika Motycka.

Hasilnya Motycka bisa mempunyai rumah sendiri dan temannya sering "memanfaatkan" nya.

5. Mereka dikatai tidak akan sukses

Tidak ada motifasi lebih baik seperti dikatai kamu tidak bisa melakukan apapun. Kebanyak dari tulisan Nick, 25 entrepreneur muda ini, kebanyakan mendapatkan perlakuan negatif dari guru dan teman. Salah satunya sosok Michael Dunlop yang paling bagus menjadi contoh.

Sebagai remaja disleksia membuatnya kesusahan di sekolah. Guru mengatai anak disleksia ini bahwa dia tak akan sukses. Dia memilih drop- out. Meski dengan kekurangan, Dunlop bekerja keras, mulai blogging dan bisa menghasilkan lewat Incomediary.com. Sekarang situs itu ranking 12.000 di Alexa dan menghasilkan 6 digit angka.

Tulisannya tidak hebat tetapi punya ribuan pembaca tutur Nick. Dunlop punya intuisi tajam soal bisnis dan itu terbukti. Lain lagi kisah Catherine Cook, pembuat MyYearbook.com ini langsung ditawari uang buat menjual situsnya. Dia menolak tetapi malah dikatai, "kamu tidak akan mencapai 3 juta pengguna". Sementara itu, ia terus bertahan dan membuktikan lewat 22 juta pengguna.

6. Mereka memisahkan pribadi dan bisnis

Gen- Y harusnya merupakan generasi narsis. Sementara entrepreneur muda ini memilih menyembunyikan jati diri mereka. Tidak menghubungkan kekayaan mereka dari apa bisnis mereka. Empat dari 25 entrepreneur muda ini mengambil nama alias bukan sebenarnya. Alasan utamanya ya karena bagian dari umur mereka. Lain hal yakni mereka ingin memisahkan antara kehidupan pribadi dan bisnis.

"Ini seperti mereka ingin memulai usaha sebagai sosok palsu," tutur Nick. Paling mencolok adalah kisah dari Andrew Fashion, entrepreneur muda sukses menghasilkan $2,5 juta, yang di ulang tahun ke 22 mendapatkan pelajarannya. Temannya tinggal di rumahnya tetapi tidak mau membayar sewa. Namun ketika ia membawa kendaraan teman mereka hitung- hitungan.

Remaja ini mendapatkan pelajaran bahwa tidak semua bisa dipercaya.

7. Mereka terlahir untuk menjual

Berdasarkan wawancara Nick Tart, kebanyakan mereka sudah berjualan sejak kecil, mulai dari berbagai hal seperti perhiasan kecil. Michael Dunlop memulai dengan berjualan kartu Pokemon. Dia menyadari bahwa ini berharga tetapi bernilai rendah ditempatnya. Keith J. Davis menjual permen karet ke temannya, padahal ini dilarang oleh sekolah. Andrew Fashion merubah pensil mekanis menjadi peluncur roket.

Para jutawan muda ini terus berlatih buat menjual lagi. Apakah entrepreneurship adalah natural atau proses? Anak- anak pada dasarnya memilik uang, tetapi bukan itu alasan mereka mengerjakan entrepreneurship. Mereka bekerja keras mencapai sesuatu, yang pada akhirnya itu entrepreneurship -mereka memiliki hasrat tak terbendung.

Jualan Pomade Mr. Prabs Propsek Bisnis 50 Juta

Profil Pengusaha Pringgodani 



Jualan pomade tengah digemari pengusaha Jakarta. Penulis sendiri kurang tau tetang hal semacam ini. Tetapi diambil dari berbagai sumber, itu loh minyak rambut kental yang berbau harum. Sukses pomade menular ke manapun sempai ke pegawai perusahaan ternama. Adalah sosok Pringgodani, 25 tahun, yang akhirnya banting stir menjadi pengusaha online.

Bermodal cuma Rp.1 juta dimulai lah rencana produknya. Ia mulai membikin pomade sendiri. Kemudian dia menjualnya ke pasaran. Harga jual pomade bikinan Pringgodani seharga Rp.105 ribu sampai Rp.125 ribu. Itu tergantung varian produknya. Pomade bikinan sendiri yang diberinya nama Mrprabspomade pada 2013. "Bisnis saya murni online," tuturnya kepada pewarta online.

Alasan utama pria yang biasa dipanggil Igo ini, ialah fakta akan hobinya terhadap barang- barang tua. Yah, memang pomade merupakan produk jadul, lewat produk ini bisa didapatkan rambut klimis khas jaman dulu. Produk Mr. Prabs ada dua jenis yakni oilbased dan waterbased. Pomade Mr. Prabs oilbased terdiri dari produk bertajuk sexyshine, sexyhold, dan sexyheavy.

Sedangkan waterbased sendiri meliputi watergrease superhold dan watergrease mediumhold. Paling laku di produk Mr. Prabs ya oilbased. "...waterbased baru kita launching," tuturnya.

Jumlah produk pertama kali cuma 100 pcs. Langsung laris dalam waktu lima hari saja, Igo lantas mulai lagi, kali ini lebih serius menggarap pasar onlinenya. Di tahun 2014, ia meluncurkan slogan Dreamer, Fighter, and Victory berusaha memproduksi masal produknya Mr. Prabs Pomade. Ternyata antusiasnya lebih daripada harapan seorang Igo. Pemesanan berdatangan maka lahir lah tim reseller DHM Teamwork.

Pemenuhan kebutuhan pemasanan dilakukan secara online juga. DHM Teamwork artinya itu ya Dealer Hair Machine Teamwork tersebar di 30 kota se- Indonesia. Jangkauan pasarnya telah meliputi Jakarta, Bali, Riau, Pekanbaru, Banajrmasin, Kendari, Surabaya, Depok, Bekasi, Tangerang, Sidoardjo, Yogyakarta, Lombok, Aceh, sampai Tenggarong.

Bisnisnya dijalnkan lewat media sosial. Selain itu, Igo juga memilik satu toko online sendiri, agar lebih mudah yakni di www.mrprabs.com. Omzetnya cukup menggiurkan yakni Rp.50 juta per- bulan. Sebagai tambahan dia mengaku merupakan pemakai pomede. Istilahnya kalau dia suka memakai, kenapa tidak dia sebarkan kesukaanya, kenapa tidak menghasilkan produk buatan sendiri lebih baik.

Entri yang Diunggulkan

Biografi Jack Ma Orang Terkaya China Alibaba