Melamar Pekerjaan KFC Ditolak Malah Jadi CEO



"Saya bahkan pergi ke KFC ketika mereka datang ke kota saya. Dua puluh empat orang pergi untuk pekerjaan itu. Dua puluh tiga diterima. Saya adalah satu-satunya orang ... " -Jack Ma, Alibaba.



Dalam sebuah sesi wawancara dengan wartawan Bloomberg, Charlie Rose. Sosok guru bahasa Inggris ini buka- bukaan tentang karirnya. Jack Ma menyebut bahwa dia gagal tiga kali masuk kampus. Selepas kuliah dia mencoba melamar- lamar pekerjaan sebelum menjadi guru. Total 30 pekerjaan berbeda pernah dia ajukan lamaran; semuanya gagal. Mirisnya, bahkan, dia ditolak untuk sekedar bekerja jadi apapun di sebuah kedai waralaba KFC.

Membangun bisnis Alibaba.com juga bukan perkara mudah. Diawal bisnis, dia harus menjual brand -nya tanpa keuntungan sama sekali di tiga tahun pertama. Masalahknya tidak ada bank yang mendukungnya di dalam hal penjualan online. Tidak ada orang mau beresiko mendukung sistem pembayaran online kala itu. Ia pun berkreatif yaitu membuat pembayaran online sendiri, namanya Alipay.

Terdengar seperti lelucon, Ma tidak menyerah, dan terus menggenjot bisnisnya dengan aneka kreatifitas di dalam marketingnya. Alipay, program pembayaran online yang menerima pembayaran dari semua jenis mata uang.

"Begitu banyak orang yang saya ajak bicara pada saat itu tentang Alipay, mereka mengatakan, 'ini adalah ide terbodoh yang pernah anda miliki,'" ungkap Ma. "Saya tidak peduli apakah itu bodoh selama orang bisa menggunakannya."

Hari ini, Business Insider menyebut Alipay telah digunakan oleh 800 juta orang.

Manajer Cantik Pengolahan Buah dan Sayuran Sisa


Ketika itu Jenny mengatakan kepada ibunya bahwa dia mendapatkan pekerjaan baru. Dari segi karir wanita ini tidak kekurangan, sebab, dia menduduki pekerjaan sebagai manajer sebuah perusahaan permodalan. Dia masih muda. Dua tahun sebelum 'pekerjaan barunya', 27 tahun, Jenny Dawson masihlah mempunyai gaji tetap tiap bulannya. Kini, dia pertarunkan semuanya, demi pekerjaan hebat 'plum job' sebutnya. 

Apakah pekerjaan itu bukanlah seperti kamu bayangkan.

Ternyata ketika ia mengatakan mendapatkan plump job (pekerjaan menguntungkan) kepada ibunya, ini benar- benar pekerjaan tentang plump (buah). Yap, pekerjaan seorang Jenny sekarang adalah membuat segal produk tentang buah- buahan dan sayuran. Tidak hanya buah plum atau prem, dia memproses segala dari tomat, tomat, bawang, jahe, mentimun dan lain- lain.

Coba bayangkan seorang lulusan kuliah terbaik. Wanita jago matematika ini memilih hidup susah. Ibunya pastilah sangat terkejut. Jenny seharusnya bisa tidur nyaman bekerja di perusahaan besar ternama Mayfair hedge fund. Dia kini bekerja mengumpulkan buah dan sayur. Mereka lah yang terbuang dari pasar buah dan sayur di London. Dikumpulkan, kemudian ia proses menjadi produk baru berupa selai. Dibantu beberapa orang tunawisma; Jenny menjadi entrepreneur.

Hidup nyaman


Menjadi pegawai utamanya menjadi manajer di perusahaan besar. Apakah yang bisa ia dapatkan? Menurut Daily Mail, Jenny punya rumah bagus dan mobil sendiri. Kini dia harus meninggalkan, tinggal di apartemen kecil, mengendarai sepedanya berkeliling London. "Tapi kepuasan akan perkejaan saya telah memuncak," ucapnya sambil tersenyum. Seorang sosial entrepreneur tak cuma mengambil untung tapi bagaimana mereka jadi berguna.

Lebih banyak senyum didapatkan Jenny mungkin lebih baik.

"Saya punya mimpi untuk membuat perbedaan bagi kehidupan masyarakat - dan itu tidak akan terjadi di dunia keuangan. Saya melihat banyak orang yang sangat murah hati yang membuat uang dan kemudian memberikan untuk amal, tapi saya pikir, "Mengapa tidak membangun perusahaan untuk tempat berbagi?"," ungkapnya.

Konsep bisnis bukanlah hal baru baginya. Tapi konsep bisnisnya tak pernah keluar dari papan perencanaan, cuma beberapa saja. Mereka menyebut Jenny pernah membuat kontal lens untuk ski atau berselancar di terik hari, wadah daur ulang untuk kopi Starbucks atau juga kacamata 3D untuk di rumah. Tapi justru dari semuanya yang akhirnya sukses keras justru bukan lah dari papan rencana itu.

Ketika itu, suatu pagi, ia tengah berjalan- jalan ke pasar buah- sayur di London. Sebuah pasar yang bernama New Covent Garden Market di Nine Elms. Dia berkata, "Saya mengatur alarm untuk pukul 04:00 dan bersepeda di sana suatu hari -itu sangat dingin saya tetap memakai piyama di bawah pakaian saya -dan saya menyukai suasana, kesibukan, warna, kehidupan tempat."

Jauh diberjalan keluar dari tempat itu ia menemukan sebuah realita. Di luar sana ada tumpukan sampah yang ternyata isinya adalah buah- sayur segar dan masih bisa dimakan. Ada yang masih terbungkus plasti, itu buah asal Kenya (penulis tak paham buah apa), ada pula mangga dari Filipina, dan tomat dari Turki. Mereka itu sangatlah masih bagus untuk dimakan... tapi tak laku.

Suatu kesalahan, memang ada beberapa yang rusak, tapi bebarapa juga tentang kelebihan jumlah untuk laku dijual. Ini sangat tidak bermoral jelas Jenny. Kita masyarakat London, mengambil buah dari produsen Afrika, mendapatkan dengan harga sangat murah, tapi pada akhirnya mendapat lebih dari yang bisa terjual. Dan, dengan mudahnya penjual membuangnya itulah ketidak moralan. Jenny resah dan pulang ke rumah, ia lalu menyempatkan diri mencari- cari di Google tentang "good waste".

Hasilnya mengejutkan, betapa tidak, berdasarkan badan amal Love Food, Hate Waste, dijelaskan bahwa kita masyarakat London membuang 7,2 juta ton bahan makanan. Ini baru dari sebuah kota bernama London di Inggris saja. Ini terjadi setiap tahunnya dimana kebanyakan masih bisa dimakan. Untuk anggaran finansial Inggris sendiri ada 12 juta euro dan banyak yang terbuang seperti ini. Biaya untuk mengurusi lingkungan jadi sama besarnya -sama sama membengkak.

Dalam seminggu, dia lantas kembali ke pasar, mengambil sekantung besar ke rumahnya.

Bisnis sosial


"Apa yang bisa saya lakukan dengan semua buah dan sayuran gratis ini, dan bagaimana kita bisa begitu boros ketika begitu banyak orang di dunia kelaparan? Jadi saya mengisi keranjang sepeda dan ransel dengan banyak tomat, bawang dan apel yang saya bisa, dan ingat Mum untuk resep chutney -nya. "

Saat itu di Desember 2010, Jenny ingat betul ada wadah selai dan penutupnya. Seketika ia mulai melakukan bersih- bersih tanpa berpikir panjang. Saat itu pertama kali Jenny belum memperhatikan soal aturan higenis di negara tempatnya. Dia lantas memprosesnya menjadi chutney semacam selai atau bumbu yang berbahan rempah- rempah (dari Google). Dia mengajak seorang teman, memasukan itu ke dalam wadah, lalu ia siap menjualnya.

Dia mengambil tempat di sebuah pasar Marylebone High Street. Jenny membuat produknya sendiri yang disaat itu masih sangat sederhana. Ala kadarnya dijualnya olahan aneka buah dan sayur dalam kemasan itu Dimana saat itu di musim Natal, ia menjual semua chutney -nya, menghasilkan untung 200 euro dari bahan- bahan gratisan itu. Jenny benar- benar mengingat hari itu ketika dinginnya salju memaksanya beristirahat di sebuah pub untuk makan siang dan menghangatkan diri.

Dia sadar, "inilah yang saya inginkan."

Cobaan lain ketika beberapa teman datang mengecilkan hatinya. Ini tentang kemasannya yang "meh" kala itu pertama kali berjualan. Tak pantang menyerah, dia membuat wadahnya sendiri, pertama kali dia membuat satu logo sederhana dari cap jempolnya. Saat ini dia masih melakukan hal sama terutama dibelakang produk olahannya.

"Jangan menaruh "reruntuhan "dengan makanan. Tapi saya menyukai gagasan itu, dan rasanya seperti sangat sesuai. " itulah katanya ketika mendapatkan ejekan teman- temannya. Tak mau setengah- setengah dia lantas membuat brand -nya sendiri.

Sukses bukanlah tentang uang yang dihasilkan olehnya. Ada visi lebih luas dari sosok wanita cerdas ini.  Apa itu tentu sudah kamu duga sebelumnya. Dia tidak cuma ingin produk olahan 'daur ulang'. Jenny ingin untuk dapat mempekerjakan orang lain; khususnya mereka yang ditolak masyarakat. Mereka ingin mendorong hidup mereka agar diterima masyarakat lagi. Mulailah ia mengumpulkan beberapa orang.

Saat itu terjadi, perlu kamu tau, dia belumlah melepaskan pekerjaannya saat itu. Saat itu ia aktif pula untuk meminta bantuan organisasi non- profit, termasuk sebuah badan amal untuk tunawisma Crisis, dan juga ia punya hubungan dengan beberapa organisasi pemuda.

"Saya menyadari bahwa banyak dari orang-orang ini sangat mampu, cerdas, cerah dan mampu - tapi tak seorang pun percaya mereka ," jelasnya. Jadilah ia mulai mempekerjakan mereka yang mantan kriminal, yang tidur di jalan, orang yang berusaha agar bisa bekerja kembali dan mereka yang tak mau dicap sampah. Ia mulai mengajari mereka tentang bisnis yang tengah ia kerjakan. Sebuah perusahaan lahir bernama unik yang bila diartikan, perusahaan Rubies in the Rubble.

Dari mulut ke mulut jadilah Rubies in the Rubble menarik perhatian masyarakat. Dia mulai menjual chutneys ke pasar- pasar besar, ke supermarket, bahkan mulai menjualnya melalui situsnya. Banya pemikiran lain dibenaknya untuk produk- produk lain, yang fokus pada sayur- sayuran dan buah- buahan yang tak utuh. Mereka bisa diproses menjadi produk lain. Seperti menggabungkan antara apel dan jahe, tomat pedas, prem kacang, buah pir dan kacang kenari atau mangga, adapula bawang merah dan cabai.

Dukungan orang tua


Tak disangka orang tuanya mendukung. Mereka sendiri membesarkan dua putrinya yaitu Jenny dan Anna di tempat segar. Mereka dibesarkan di sebuah peternakan, hidup di tanah yang asli bukan aspal, mereka ini lahir ditempat rumah bergaya country. Jenny juga menyebut bahwa keluarganya memang mencintai sesuatu tentang menjaga lingkungan; sebut saja bibi yang menolak naik pesawat, mobil hybrid dan hobi jalan- jalan menikmati kesegaran alam.

Namun, hidup enak jadi manajer, siapa yang 'gila' melepasnya dan seberapa besar pengorbanan dari Jenny Dawson. Dia ternyata bukanlah pegawai biasa. Jenny pernah mendapatkan penghargaan dari kantornya di bidang keuangan, dia punya gaji yang tinggi, tapi itu tak membuatnya gentar. Kini, dia bahkan hidup lebih 'buruk' dari teman- temannya yang bekerja giat dengan segala tekanan dan kemacetan. Jenny bahkan lantas berkata dia tidak lagi makan di restoran mahal.

Dia tidak punya pacar, meskipun begitu, bukan berarti dia menikah dengan chutney -nya: "Saya suka ide menjadi bebas, dan tidak terikat baik oleh harta atau orang-orang."

Menyadari bisnis itu letih, tapi juga menantang bagi mereka pengusaha tunggal, dia tidak lah memiliki mitra bisnis untuk sekarang, juga tidak untuk pasangan hidup. Wanita cerdas lulusan Oxford 24 tahun lalu, Alice Lawson, kemudian datang ke perusahaan milik Jenny menawarkan diri menjadi mitra. Alice lantas membombardir Jenny dengan CV dan permintaan untuk bekerja di tempat itu. Jenny kini telah menjadi bos untuk dirinya sendiri.

"Dawson & Lawson. Ini merek lain! " lelucon Jenny.

Berita Bitcoin Masih Tentang Keamanan Investasi


Meski disebut sebagai uang masa depan. Nampaknya, Bicoin masih rentang, meski terbebas dari konsep uang yaitu inflasi karena jumlahnya terbatas dan selalui memiliki nilai. Tapi tak semua orang mengerti konsep uang cryptocurrency ini. Data adalah data, seperti file yang rentan hilang, seberapa tinggi nilai Bitcoin dalam sekejab mereka bisa hilang dari dompet kamu. Bitcoin sekali lagi bukan pilihan kamu untuk berinvestasi aman. Beda dengan ada pasar modal didalam Bitcoin kepemilikan tidak ada.

Tahun 2014 merupakan masa besarnya bagi konsep uang ini. Ditahun tersebut mulai banyak orang membuka diri mereka untuk menerima uang ini. Di Eropa, bahkan masuk ke Indonesia, yaitu melalui kerja sama dari dua perusahaan uang digital Bitcoin.co.id dan iPaymu.com. Mereka bahkan mencoba masuk ke pasar retail melalui jaringan Indomaret. Dalam beritanya kamu cukup membuat akun di Bitcoind.co.id. Lalu memilih menu 'Transaksi melalui Indomaret'.

Tentu mereka yang menikmati layanan ini harus punya koneksi internet.

Bitcoin.co.id telah tumbuh secara nyata sejak mulai beroperasi Desember lalu. Pada saat itu, bitcoin sedikit-dikenal di Indonesia dan bursa diperdagangkan hanya sekitar 5 BTC per hari. Pada saat itu, meluncurkan produk jual- beli Bitcoin mereka pada bulan Mei, sukses memproses sekitar 30 BTC dalam perdagangan sehari- hari, yang menunjukkan pertumbuhan bitcoin. Mulai menjadi pilihan investasi meski disebut sebagai high- risked.

Bitcoin Indonesia juga telah memainkan peran kunci dalam proyek BitIslands berbasis Bali, kampanye untuk mempromosikan penggunaan bitcoin dan penerimaan di tujuan wisata populer. Proyek itu juga telah berhasil sejauh ini: yang terbaru adalah adanya BitTour, yaitu biro jasa perjalanan, yang memungkinkan wisatawan untuk membayar penerbangan, kereta api, wisata dan akomodasi hotel dengan menggunakan uang berbasis cryptocurrency ini.

Kriminal Bitcoin


Menyimpan Bitcoin berinvestasi secara tidak berlebihan. Beberapa kejadian di 2015, Bitcoin itu rentan kena hack terutama untuk 'bank' -nya. Terbukti sudah dua perusahaan jual- beli asal dua negara berbeda terkena ulah mereka para hacker jahat. Beda dengan Indonesia dimana Bitcoin masih awam, disini, dua negara ini yaitu Slovenia dan China sudah menjadi tren investasi ala Bitcoin. Kasus di Slovenia yaitu perusahaan yang bernama Bitstamp kehilangan 19.000 BTC atau senilai $5 juta.

Yang menarik perusahaan ini mengungkapkan: mereka menggunakan konsep mesin 'dingin'. Dimana data itu ada pada sebuah komputer tanpa jaringan internet sama sekali. Hanya saja yang terkena hacker merupakan dana jual- beli harian pada perusahaan ini. Sebuah tanda bahwasanya masih ada harapan bagi kamu agar bisa aman bermain Bitcoin sebagai investasi. Hacker menarget alamat Bitstamp untuk menerima nasabah mengirim Bitcoinnya.

Di China lain lagi, sama dengan diatas, mereka memanfaatkan penyimpanan offline. Dimana cuma beberapa Bitcoin yang bocor. Kali ini nilainya tidak terlalu besar yaitu bernilai $1,75 juta. Apa yang bisa disimpulkan dari sini? Bitcoin masihlah investasi beresiko tinggi karena kamu tak bisa mengklaim uang dalam aplikasi atau penyimpanan kamu. Selama ada konektifitas maka akan beresiko terkena hacker. Jika kamu mencoba- coba berinvestasi ala Bitcoin, mulailaih dengan nominal kecil.

Pastikan untuk menyimpan Bitcoin kamu agar tak terhubung dengan internet atau memilih menyimpannya di layanan perusahaan Bitcoin terpercaya. Disisi lain, dari Bitcoin Indonesia, aktifitas jual beli- nya terbilang cukup dan harga marketnya fluktuatif bahkan tak tergiur tren saham atau nominal mata uang rupiah. Ini masih menggiurkan bagi kamu yang menarget investasi jangka pendek. Meski beresiko, pamahaman orang kita yang masih rendah bisa jadi kelebihan tertentu.

Pelajari sebelum berinvestasi :)

5 Miliarder Internet Asal Negeri Tiongkok

 
Apakah kita, Indonesia telah tertinggal internetnya dibanding China, ini sebuah kenyataan bahwa kita belum punya miliarder Internet. China meski terlambat dibanding Amerika. Mereka memiliki ambisi sama besarnya -mereka juga terlahir dari satu "darah". Dimana teknologi itu berasal dari westernisasi. Apakah kita kalah? Ya, kita kalah, tapi setidaknya masih ada kesempatan, terbukti dari suksesnya Tokopedia bertahan. Semoga perusahaan internet asli Indonesia ini tidak "terjual" seperti TokoBagus atau Berniaga.

Kembali ke miliarder internet, utamanya asal China, kami menulis sedikit lima miliarder asal negara tirai bambu ini. Yang dimana mereka sukses berbisnis melalui koneksi dunia maya. Dikutip dari The Next Web inilah lima pengusaha itu:



Perusahaan: Alibaba.com

Jack Ma adalah guru bahasa Inggris dan pernah menjadi tour guide di Hangzhou. Dia menemukan Alibaba di tahun 1998, bermodal kapital $60.000, perusahaan ini bertahan meski Yahoo membelinya. Bahkan namanya tak berubah jadi Yahoo meski sahamnya sebagian besar dibeli di tahun 2007. Alibaba Group berubah 180% menjadi usaha mapan dimana membidangi aneka bisnis berbasis internet lain, sebut saja TaoBao atau eBay -nya China, Alipay alat pembayaran digital, AliSoft, software manajemen bisnis khusus.

2. Ding Lei


Perusahaan: Natease

Ding Lei mengoprasikan sebuah web portal bernama 163.com, dimana dibawah bendera perusahaan besar bernama Natease pada tahun 2003. Dia jadi orang terkaya hanya berkat web portal satu ini loh. Jangan salah web portal ini senilai 546 juta pengunjung tiap harinya di Juni 2005. Perusahaan ini berkembang pesat berkat kemampuan manjemen baik dan visi kedepan. Semakin maju disekitar tahun 1997, ini semua berkat, kemampuan membidik search engine sendiri.

Selain itu Ding Lei juga berinvestasi dibanyak MMOG atau massively multiplayer online game.

3. Ma Huateng


Perusahaan: Tencent

Ma Huateng fokus pada bisnis internet, pada komputer pada umumnya. Usaha pertamanya yaitu join di satu perusahaan bernama Communication Development Co. Ltd. di 1993. Akhirnya Ma Huateng menemukan apa itu bisnisnya yaitu perusahaan chat paling digemari. Perusahaan chat client paling digunakan di tanah China yaitu QQ. Perusahaan yang bernama Tencent Computer System Co., Ltd. di tahun 1999.

Pada 2008, perusahaan ini sukses mengahasilkan peningkatan 85% diawal tahunnya, semua berkata acara Olympic dan tentu dengan bertambah populernya game online, sebut saja Dungeon, qq Dancer, dan Cross Fire.

4. Shi Yuzhu


Perusahaan: Giant Group

Di 1992, Shi menemukan Giant Group dan perusahaan ini bangkrut di 1998. Pada 2007, Shi menjadi salah satu miliarder dalam dollar. Giant Interactive memproduksi permainan Massively Multiplayer Online (MMO) games. Di dalamnya sepuluh ribu orang perhari melalui sistem server. Selain punya game online, perusahaan ini juga fokus pada pre- paid game card dimana ini dijual di lebih dari 116.000 retailler, seperti toko buku, warnet, dan toko software.


5. Robin Li


Perusahaan: Baidu

Menarik karena Li menemukan mesin pencari seperti Google. Tapi dengan kekhususan dimana sistem mesin pencari ini fokus pada China pada khususnya. Yang menarik, kenyataan bahwa, dia mendapatkan lebih banyak dollar dibanding mereka yang ada dibalik perusahaan Google.

Persaingan Nike dan Under Armour di Aplikasi Olah Raga


Under Armour nampaknya tak mau kalah atas Nike, terutama masuk ke bisnis teknologi, meski sama- sama mereka berbeda. Setelah usaha Nike terbaru melalui aplikasi Nike+, giliran Under Armour, tidak membuat produk baru tapi memilih mengakuisisi produk orang lain. Mike Lee, CEO dari MyFitnessPal menyebut bahwa perusahaan satu ini benar- benar serius. Dengan akusisi atas perusahaan miliknya, gabungan MyFitnessPal dan Under Armour akan melawan head- to- head dengan Nike dan Nike+.

Tak mau kalah, Under Armour, juga mengakuisisi Endomodo, yang keduanya antara aplikasi MyFitnessPal dan Endomodo menghasilkan transaksi jual- beli $475 juta. Apa yang akan dilakukan perusahaan pakaian olahraga ini. Dikatakan oleh The Next Web, perusahaan ini tengah menggabungkan aplikasi ke sistem dalam pakaian olah raga mereka. Yaitu produk bernama UA Connected Fitness Suit. Disisi lain Nike+ telah memiliki lebih dari 18 juta pengguna.

Jika Nike fokus pada joging dan running app, maka Under Armour fokus pada fitness style.

Mungkin sama- sama fokus pada produk olah raga. Dan, beberapa saling bertemu dalam produknya, kedua brand ini nampaknya telah tau kelebihan masing- masing. Nike produk sepatu akan membuat pakaian fitnes khas Under Armour? No, mereka memilih membuat aplikasi pelari mereka, sementara itu perusahaan perlengkapan olah raga besutan pengusaha Kevin Plank ini, memilih fokus membangun fitness empire.

Jika Nike mereguk pangsa fashion, Under Armour fokus pada sportwear, kedua- duanya sering bertemu atas nama olah raga.

Dowload (MyFitnessPal)

Download (Endomodo)

Download (Nike+)

Entri yang Diunggulkan

Biografi Jack Ma Orang Terkaya China Alibaba