Rahasia Sukses Ciputra Jalan Panjang Terjal

Artikel Bisnis: Kiat Menghadapai Krisis


rahasia ciputra

Mari menelisik rahasia sukses Ciputra melewati jalan terjal. Fase kelam panjang bukan akhir segalanya. Itulah ilmu yang perlu dipelajari setiap wirausahawan. Pengusaha harus bisa mampu melewati fase- fase mencari jalan keluar; meski seluas lubang jarum. 
 
Istilahnya kalo kamu tidak jadi pengusaha mau makan apa. Bapak Ciputra sendiri pernah mengalami hal tersebut. Pria yang digadang- gadang orang terkaya ke 27 ini pernah mengalami fase kelam. Fase kelam itu datang ketika krisis moneter 1998 yang menjadi satu pelajaran besar.

Rahasia Ciputra Hadapi Krisis Moneter

 
Ia membawa ketiga group bisnisnya mencapai puncak tertinggi. Tetapi keadaan bisnis keluarga miliknya ada pada fase kelam ketika dollar jatuh. Tepat 1998, ketika itu dollar nilanya naik drastis menyebabkan hutang membengkak. 
 
Perusahaan memiliki pinjaman hutang dimana mayoritas mata uang dollar. Jadi akhirnya, krisis moneter membuat hutang naik 5- 6 kali. Nilai perusahaan jadi menyusut karena hutang- hutang itu. Dilain hal penjualan juga turun drastis karena daya beli rendah.

Ini titik terendah penjualan ujar pria yang kini memasuki usia 80. Apa yang telah dikumpulkan Ciputra selama 35 tahun seolah lenyak begitu saja.

"Pada periode akhir 1997 sampai dengan Mei 1998, kehidupan saya juga menjadi penuh tekanan dan kecemasan," jelasnya.

Semua itu seolah hilang seketika hanya dalam waktu 6 bulan di tahun itu. Kala itu hutang perusahaan lebih besar jauh dari apa jangkauan kemampuan finansial keluarganya. "Saya merasa berada di titik nadir dan melewatkan banyak malam tanpa tertidur pulas," terang pria santun ini.

"Namun, syukurlah perjumpaan pribadi dengan kasih dan kuasa Tuhan, telah membuat saya memiliki kekuatan dalam menghadapi masalah. Saya memutuskan untuk menghadapi dan menyelesaikan masalah dengan memadukan Integrity dan Excellence atau dengan menjaga integritas (kejujuran), berusaha menyelesaikan permasalahan secerdik mungkin sambil memohon pertolongan Tuhan," terangnya.

Ia menjelaskan lebih mendalam ada 3 strategi praktis dilakukannya kala itu.

Pertama, jadilah bertanggung jawab atas fase- fase itu, atau berani tidak lari dari tanggung jawab, atau juga melarikan diri dari Indonesia. "Memang ada rekan- rekan saya yang tidak tahan dari masalah dan memilih keluar Indonesia," kenangnya. 
 
Bapak Ciputra menunjukan mentalnya sebagai pebisnis tangguh. Bermodal satu yakni keyakinan akan kuasa Tuhan, jadilah dia tetap tinggal di tanah airnya, tanah kelahirannya tanpa pernah berpikir menetap di luar negeri bahkan sampai sekarang.

Suara- suara saran agar keluar dengan cara kabur (dari hutang) itu memang terdengar nyari. Akan tetapi ada suara hati nurani terdalam memilih tetap bertahan.

Kedua, ia memutuskan bertindak proaktif artinya mencari jalan terbaik. Ciputra memilih menemui mereka, para kreditur, merundingkan solusi terbaik satu per- satu. Dia bahkan berani menawarkan jalan inovatif meyakinkan mereka bahwa bisnis miliknya akan bertahan terus. 
 
Ia meyakinkan bahwa bisnis mereka akan kembali seperti semula sebalum krisis. "Saya dan tim saya menemui para kreditur dan membuka diri kami untuk dikritik dan dimarahi," ungkapnya. Ini menjadi point kursial ketika kembali mengerjakan apa yang kamu miliki. 
 
Di poin ini, setelah itu point ke tiga, barulah mencari jalan bagaimana menutup hutangnya. Ciputra mengaku menjual semua asetnya untuk menutupi hutang. Dengan ketiga hal ini jadilah masalah terhenti sementara, sementara itu pemerintah mulai bekerja menyelamatkan dunia bisnis Indonesia. 
 
Kebijakan ini berdampak termasuk kepada permasalahan hutang perusahaan. Bahkan bisa kembali bangkit menyongsong masa depan lebih baik. Saat ini contoh sukses Grup Ciputra, Grup Metropolitan, dan Grup Jaya, adalah contoh perusahaan- perusahaan nasional sukses. 
 
Contoh perusahaan sukses mengahadapai krisis moneter 1998, dan sedang terus berkembang kembali membangun diri menjadi perusahaan jauh lebih unggul dari masa lalu.

"Entrepreneur jatuh 10 kali, dan bangun 11 kali. Sehingga jika kita jatuh, kita jangan sampai putus asa. If it's not happy, it's not the end," - Ciputra

4 Pengusaha Muda Terkenal Menginspirasi

Daftar Pengusaha Muda Mengsinspirasi

 
4 pengusaha terkenal menginspirasi
 
Mencari artikel pengusaha muda menginspirasi. Menjadi pengusaha muda sukses sudah menjadi tren tersendiri di Indonesia. Siapa pun boleh sukses tanpa ada batasan umur. Young Entrepreneur Summit 2014, membawakan nama- nama pengusaha muda sukses berikut. 
 
untuk menginspirasi dan diikuti jejaknya. Acara tersebut diadakan oleh Bong Chandra  School of Billionare yang digelar di Integrity Convention Center, MGK Kemayoran, mengisahkan mereka 4 pengusaha muda sukses untuk mengisi seminar.

Seminar yang fokus mengisahkan strategi mereka dan bagaimana menjadi pengusaha sukses.

Anak Muda Terkenal dan Sukses

 
Mereka adalah Daniel Mananta, pemilik merek "Damn! I Love Indonesia, Michelle E. Surjaputra, CEO BonChon, Jaya Setiabudi, penulis "The Power of Kepepet & Kitab Anti Bangkrut", dan Founder YukBisnis.com, dan Bong Chandra, CEO Triniti Group. 
 
Acara yang bertajuk self-made Billionaire, Internet & Kuliner di usia muda, berisi Networking Season dengan 3000 mereka para pengusaha muda di seluruh Indonesia, lalu ada Business Plan Competition dengan reward puluhan juta rupiah.

Dalam seminar tersebut Bong Chandra membahas  mengenai bisnis propertinya yang sedang ia kerjakan dan laku terjual habis hanya dalam 45 hari. Ia memotivasi para peserta seminar bahwa jangan takut untuk merintis sesuatu. 
 
Bong Chandra sendiri mulai merintis bisnisnya di usia muda, yaitu ketika masih 18 tahun. Ia merintis usahanya karena terlilit hutang jutaan rupiah. Akunya lagi, ia mendapatkan banyak cemooh ketika itu, tapi justru membuatnya semakin kuat dalam usahanya.

Hasil kerja keras itu kini terlihat dari beberapa perusahaan yang telah sukses dirintisnya. Kemudian di sesei berikutnya, ada Jaya Setiabudi, ia menjelaskan mengenai cara menghilangkan rasa takut gagal atau bangkrut dalam berbisnis. 
 
Ia menjelaskan bagaimana menemukan keberanian dengan tips- tips sederhana dan mempertahankan kesuksesan kita. Jaya Setiabudi sendiri bukanlah orang yang menonjol di pendidikannya. Dia dikenal dulu sebagai anak nakal.

Pernah disumpahi oleh salah satu gurunya bahwa dia tidak akan pernah sukses. 

Kini, dia adalah pemilik Momentum Group, pendiri situs Yukbisnis.com yang sukses membantu banyak pengusaha muda. Dia kemudian menantang para peserta yang hadir untuk bagaimana mengolah modal yang baik olehnya. 
 
Sedangkan Michelle E. dan Daniel Mananta menceritakan bagaimana mereka memulai usaha mereka yang kini telah sukses dan dikenal banyak orang, darimana motivasi mereka, dan tips- tips untuk memulai usaha sendiri.

Kita pasti menganal namanya. Daniel Mananta dikenal sebagai salah satu jebolan MTV VJ Hunt. Dia yang sukses di bisnis hiburan, kini juga dikenal sebagai pengusaha; pemilik merek Damn I Love Indonesia. 
 
Berkat kemampuanya dalam komunikasi dan membangun koneksi, mereknya dikenal dan dipakai banyak artis dan pesohor Indonesia. Tentu dengan kemampuan membangun brand -nya, seorang Daniel Mananta itu bukan hanya seorang artis tapi pengusaha sejati.

Ia menggunakan bahasa Inggris dalam setiap produknya karena ia ingin mempromosikan budaya Indonesia ke budaya- budaya lain. 

Lain lagi Michelle E. Surjaputra yang menuntut ilmu di Amerika Serikat pada beberapa tahun silam. Ketika di Amerika Serikat, ia seringkali mengunjungi BonChon di New York. Hal itu membuatnya berpikir untuk memiliki mimpi membawa BonChon ke Indonesia. Sepulangnya ke Indonesia, ia melakukan riset mengenai pasar-pasar di Indonesia. Kemudian ia bertemu dengan CEO BonChon dan mendapatkan master franchise BonChon yang sukses di buka di beberapa kota besar di Indonesia.

Biografi Sandiaga Uno Pengusaha Pernah Nganggur

Biografi Pengusaha Sandiaga Uno


biografi sandi uno
 
Pengusaha asli Rumbai Pekanbaru, 28 Juni 1969, biografi Sandiaga Salahudin Uno adalah fenomena kesuksesan usia muda. Bisnis investasi miliknya merajai di usia ralatif muda. Perjalanan bisnisnya tampak terlihat relatif mudah, tapi juga pernah bermasalah. 
 
Dia pernah ditolak bekerja oleh 25 perusahaan pula. Dia pernah nganggur. Pengusaha muda yang sukses melonjak tinggi. Taukah dia pernah banyak masalah tak seperti yang nampak. Dan Sandi pernah mengalami kebangkrutan seperti kita. 
 
Nama PT. Saratoga Investama Sedaya pernah dianggap "perusahaan ecek- ecek". Kini, memiliki aset tidak kurang senilai Rp.60,9 triliun di 2021 saja.

Sandiaga Uno Pernah Nganggur

 
PT. Saratoga Investama Sedaya, perusahaan di bidang keuangan dan investasi ke perusahan lain. Ini bukan tanpa resiko jelasnya. Sandi harus bisa memperhitungkan semuanya. Semua dihitung dari analisa resiko dan pertumbuhan untuk setiap perusahaan dibeli.

Perusahaan- perusahaan yang dibeli termasuk yang hampir gagal. Begitu berhasil dinaikan kualitas dan kuantitas. Segera perusahaan akan dijual kembali dengan harga lebih mahal. Kita sebut saja PT. Dipasena Citra Darmaja, PT. Bank Tabungan Pensiun Nasional (BTPN), dan PT. Astra Microtronics.

Sosoknya murah senyum alahsil membuat orang senang. Bahkan kita belum kenal akrab pun Sandi Uno nampak ramah. Tak salah lagi senyumnya itu memang berarti sesuatu, apa arti senyumnya?

Pengusaha yang berdarah asli Gorontalo, lulusan universitas, Wichita State University yang berada di Kansas, Amerika Serikat, dengan predikat summa cum laude, senyumnya yang diartikan pula penuh kepercayaan diri selain ramah.

Sejak awal karirnya cemerlang bukan cuma faktor keberuntungan. Sandi merasa bahwa bisnis jadi pilihan terakhir ketika perusahaan tempatnya bekerja bankrut. Meski karirnya tercatat bagus saat itu, tetap saja dia harus kesusahan mencari pekerjaan.

Dia cukup merasakan rasanya sakit menjadi pengangguran. Saat itu Sandi Uno hanyalah pegawai lulusan Amerika yang biasa. Banyak lulusan luar negeri mendapatkan kesempatan lebih. Jadi dia harus berusaha lebih keras dari sebelumnya.

Tepat tahun 1990, ia bekerja di Bank Summa, bank yang dimiliki oleh pengusaha terkenal, William Soeryadjaja. Sosoknya yang mudah bergaul membuatnya mudah mendapat kawan. Akhirnya Bank Summa di tutup karena perang Timur Tengah, menjadikannya resmi seorang pengangguran.

Hingga tahun 1993, Sandi baru bergabung Seapower Asia Investment Limited di Singapura sebagai manajer investasi sekaligus manajer investasi di MP Holding Limited Group di tahun 1994. Selanjutnya, pada tahun 1995, ia hijrah ke NTI Resources Ltd Kanada.

Sandi mendapat kepercayaan menduduki posisi Excecutive Vice President NTI Resources Ltd dengan penghasilan 8000 dollar AS per- bulan. Bila dirunut ada waktu tiga tahun dirinya mengalami masa sulit. Apakah Sandi Uno tidak bekerja atapun bekerja serabutan, yang pasti dapur harus tetap ngebul.

Bisnis Investasi Keuangan


Pengusaha terkenal itu menjadi sosok yang begitu berarti baginya. Dia lah mentor bisnis seorang Sandiaga S Uno. Setahun kemudian ia mendapat beasiswa untuk melanjutkan pendidikannya di George Washington University Amerika Serikat, dari mentornya William Soeryadjaja.

Ia pun lulus dengan indeks prestasi kumulatif 4,00. Dekat dengan William Soeryadjaja membuanya dekat dengan putranya, Edwin Soeryadjaja. Tahun 1998, Sandi bersama teman SMA -nya, Rosan Roeslani, kemudian mendirikan PT. Recapital Advisor.

Kedekatannya dengan Edwin Soeryadjaja, membuatnya mudah mengembangkan bisnis. Ia kemudian bersama Edwin membangun PT. Saratoga Advisor, perusahaan jasa keuangan.

"Saya berangkat dari nol, kembali dari luar negeri, saya masih numpang orang tua. Biasanya dapat gaji bulanan, sekarang bepikir bagaimana survive," tuturnya.

Bukan bisnis yang menjanjikan ketika mereka menawarkan sebuah jasa. PT. Saratoga Advisor hanya dikenal sebagai pemain baru. Perusahaan- perusahaan besar menyebut mereka sebagai anak kemarin sore.

Tetap berjuang, Sandi menawarkan portfolio nya, mencoba meyakinkan pengusaha itu. "Saya pernah di PHK di saat krisis, bahkan ditolak oleh 25 perusahaan untuk bekerja dan bahkan hasilnya nihil tidak mendapat apapun."

Setelah enam bulan menjalankan jasa konsultasi miliknya kehidupan mulai baik. Perusahaan PT. Saratoga Advisor mulai dipercaya perusahaan klien, dan mereka meminta ia dan Edwin membantu masalah keuangan dan restrukturisasi.

Mekanisme perusahaan Saratoga adalaha menghimpun modal investor. Mereka kemudian mencari dan mengakuisisi perusahaan. Perusahaan- perusahaan yang mengalami kesulitan keuangan. Setelah sehat, Saratoga menjual kembali dengan harga lebih bagus.

Suatu ketika Saratoga memiliki saham besar di PT. Adaro Energy Tbk, sebuah perusahaan yang memiliki usaha batu bara dengan cadangan 928 atau kedua terbesar di Indonesia. Inilah dasar baru menghimpun dana, ke depan Saratoga bisa membeli perusahaan dengan biaya sendiri.

Lain di Bisnis dan keluarga, Sandi mengaku sangat sayang kelurga dan terkadang merasa berdosa ke mereka. Dia menyebut hidupnya yang padat dengan jadwal di luar keluarga. Selain bisnis, Sandiaga Uno aktif di Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI), dan pernah meduduki posisi ketua.

Tatapi dari semua itu, Sandi mengaku menyempatkan waktu selama sabtu dan minggu hanya untuk keluarga.

 "Sebenarnya saya malas untuk pergi ke Mal. Tetapi, ya sedikit menyenangkan anak lah," ujar ayah dari dua putri,  Anneesha Atheera dan Amyra Atheefa. "Jujur saya ingin selalu di antara mereka. Saya ingin memberikan yang terbaik," Sandi menambahi dengan serius.

Wirausaha Budidaya Ikan Penghasilan Miliaran Rupiah

Profil Pengusaha Sukses Bowo Purwanto


wirausaha budidaya ikan
 
Siapa sangat berbisnis sederhana hasilkan begitu banyak duit. Wirausaha budidaya ikan penghasilan miliaran rupiah. Budidaya ikan air tawar oleh Kelompok Tani Ikan Mina Jaya, dari Dusun Kaliwaru, Kalasan, Kabupaten Sleman Yogyakarta.

Mereka mampu menghasilkan Rp.8 miliar rupiah. Hanya berbekal membudidaya ikan air tawar, yang pembenihannya semakin maju. Aneka ikan air tawar seperti bawal, lele, gurame, ikan mas dan koi. Ia, Bowo Purwanto, selaku ketua kelompok tani mempunyai 56 orang aggota.

Dari kolam seluas 15 hektar, menyebutkan omzetnya bisa saja naik berlipat, jika semua sudah jadi terintegrasikan.

Usaha mereka meliputi pembenihan, pendederan, pembesaran, dan pemasaran. Usaha hulu sampai hilir dikuasai mereka. Ya, tidak meragukan, wirausaha budidaya ikan penghasilan miliaran rupiah. Bowo melanjutkan, mereka juga mengadakan pelatihan sebagai wujud berbagi ilmu.

Dibawah Kementrian Perikanan, Mina Jaya merupakan bagian dari Unit Pembenihan Rakyat (UPR), Kelompok Pembudidayaan Ikan (Pokdakan), Pusat Pelatihan Mandiri Kelautan dan Perikanan (P2MKP), dan Asosiasi Pemasaran Ikan Yogyakarta (Aspray).

Diakui masalah utama usaha ini ialah pada pakan ikan. Masing- masing anggota belum mendapatkan stok pakan mencukupi. Pihaknya sendiri baru mampu mensuplai 50 persen pakan untuk anggota. Ia menjelaskan menjual benih ikan, dan menjual sampai ke Lampung dan Kalimantan.

Penjualan benih bawal yang paling banyak dibanding lain. "Yang paling tinggi permintaanya adalah ikan bawal untuk yang lainnya biasa- biasa saja." Jadi apakah kamu mau menjadi budidaya ikan air tawar?

Biografi Peter Sondakh Pengusaha Rajawali Terbang Tinggi

Biografi Pengusaha Peter Sondakh


biografi peter sondakh

Biografi Peter Sondakh pengusaha, awalnya beralih dari semula berbisnis properti di saat mengalami kelesuan, ke bisnis batu bara di era- reformasi. Bukan tanpa perhitungan tepat, Peter Sondakh melalui PT. Golden Eagle Energy nya berhasil  masuk industri bahan tambang.

Dia menjadi orang terkaya nomor 8 versi Forbes, pengusaha dengan total kekayaanya sekitar Rp. 24, 7 triliun. Ia adalah CEO Rajawali Group, perusahaan yang berjaya dari masa orde baru dan reformasi masih tetap bertahan bahkan tumbuh.

Biografi Peter Sondakh, pengusaha kelahiran di tahun 1953. Ayahnya sudah memulai bisnisnya sejak 1954, memproduksi minyak kelapa serta aktif mengekspor kayu. Pada tahun 1954, ayahnya yang merupakan inspirasi bisnisnya, meninggal dan akhirnya mewariskan bisnis kecilnya.

Dia yang baru berumur 20 tahun harus mengambil alih bisnis mencari nafkah untuk keluarga. Dia harus membiayai ibu serta empat orang saudara perempuan. Ia yang berumur 22 tahun, mengambil alih bisnis minyak kelapa dan ekspor kayu, mendirikan PT. Rajawali Corporation.

Melalui Rajawali Corporation, ia memulai bisnis properti sebagai bentuk perluasan usaha yang ditekuni ayahnya. Peter mencoba memasuki korporasi besar, berkat keahlian kumonikasinya, ia bisa mendekati orde baru.

Pengusaha Rajawali Terbang Tinggi 


Menyadari bahwa bisnis properti tidak lagi menguntungkan, tahun 1984, ia menggandeng Bambang Trihatmodjo, putra dari president Soharto, menjalin kerja sama. Melalui PT. Rajawali Corporation milik keluarga cendana. Peter Sondakh, bersama- sama, keduanya lantas mendirikan stasiun televisi pertama RCTI.

Bersama mereka juga membangun bisnis hotel Grand Hyatt di tengah Jakarta. Sementara itu, ia juga fokus dengan bisnis pribadinya dibawah perlindungan orde baru. Dia mengambil alih bisnis gagal PT.Bentoel Group, resmi memasuki bisnis rokok.

Pada 1999, PT.B entoel mulai memperlihatkan geliat baik memberikan keuntungan. Berlanjut, ia yang melihat potensi pariwisata mendirikan bisnis Lombok Tourism Development Corporation. Melalui Rajawali juga, ia membangun kemitraan mengembangakan Hyatt Hotel dan juga Novotel Sheraton menjadi jaringan hotel bintang lima.

Pada tahun 2009, perusahaan mengakuisisi jaringan hotel berbintang lima lain di luar Indonesia. Ini peluang besar dengan Surfers Paradise Resort Hotel Pty. lmtd dari Australia. Perusahaan tersebut merupakan jaring hotel di Australia yang baru- baru ini membangun St. Regis Resort di Bali.

Krisis moneter menenggelamkan nama Peter Sondakh, tapi berkat fokusnya pada tiga bisnis utama (properti, pertambangan dan perkebunan); ia dinobatkan salah satu orang terkaya di Indonesia. Ia menduduki ranking ke 8 se Indonesia.

Dia dikenal sebagai investor melalui aksinya jual beli perusahaan. Peter dikenal melalui PT. Rajawali Coporation, memiliki kemampuan analisa dan kecepatan menentukan bisnis selanjutnya. Meski sulit mengenalnya sebagai pribadi tapi bisnisnya penuh perhitungan.

Perusahaan holdingnya tidak memiliki situs resmi yang memaparkan profil pemilik secara pribadi. Tapi, dia sudah dikenal secara sepak terjangnya sebagai pengusaha, dia dikenal sabagai pebisnis perhotelan, rokok, gedung perkantoran, telekomunikasi dan media, ritel, farmasi, pariwisata, hingga transportasi.

Sekali lagi Peter merupakan sosok yang menarik melalui sepak terjangnya. Kita tidak pernah tau, bagaimana dia melihat suatu bisnis sepenuhnya. Rajawali memiliki caranya selalu bertahan. Meski krismon, Peter melakukan serangkaian divestasi (melepas saham kepemilikan).

Strategi Bisnis Orang Terkaya Indonesia


Pada 2005, dia melepas saham atas Exelcomindo yang sebenarnya bagian dari Telekom Malaysia Group sebanyak 27,3%. Langkah selanjutnya, Rajawali melepas saham untuk 15, 97% atau senilai US$.438 juta untuk dana segar. Dana tersebut digunakan kembali untuk investasi 24, 9% di PT. Semen Gresik.

Saham di PT. Semen Gresik membuat Rajawali semakin kokoh di tahun- tahun selanjutnya. Pemerintah yang fokus terus menggenjot proyek pembangunan infrastrukur dan disanalah semua bermuara; PT. Rajawali Group akan ikut ambil bagian dari kue keuntungan pembangunan.

Tahun 2006, Rajawali sudah masuk ranah sawit bahkan sebelum melepas saham Exelcomindo. Ia melalui Rajawali, berhasil membeli saham PT. Jaya Mandiri Sukses Group lalu memulai bisnis sawit kerika bagus bagusnya.

Rajawali memiliki saham di perusahaan tersebut dan menikmati harga kelapa sawit yang kala itu masih tinggi. Masuk di pertambangan, Rajawali memilih group usaha PT. International Prima Coal di 2007. Satu tahun kemudian, Rajawali melompat dari Kalimantan ke Papua.

Perusahaan Rajawali masuk ke PT. Tandan Sawit Papua. Rajawali membuka 26.300 hektar kebun kelapa sawit di tanah Papua. Yang terakhir, perusahaan melepas saham PT. Bentoel yang dimilikinya dari awal usaha.

Mungkin, Rajawali melihat ketatnya kompetisi. Perusahaan menjual saham senila nilai Rp.3,35 triliun kepada British American Tobacco (BAT).

"Kami ingin memfokuskan pada bidang properti, pertambangan, dan perkebunan," ujar Darjoto Setyawan, Direktur Pengelola Pengembangan Bisnis Rajawali Group. Ketiga pilar tersebut, Rajawali ingin kembali ke awal.

Siapa Peter Sondakh? Itu sudah dijelaskan diawal artikel kami. Lebih dekat, putra sulung B.J.Sondakh sukses melanjutkan bisnis sang ayah, diperkirakan bisnis semenjak kecil dan memiliki saham atas PT. Bumi Modern sejak 1976.

Cikal bakal Rajawali ketika dirinya mulai membesarkan bisnis PT. Rajawali Wira Bhakti Utama. Perusahaan sang ayah yang dia miliki sepenuhnya di 1993. Ia merupakan pelopor tayangan televisi swasta.

Pusat Data Business Indonesia (PDBI), periode 1976-1996, menyebut Rajawali memiliki lima sektor usaha, yaitu: pariwisata, transportasi, keuangan, perdagangan, dan jasa telekomunikasi. Tak tanggung-tanggung di sektor pariwisata mereka memiliki 16 perusahaan perhotelan dan kawasan wisata.

Di sektor transportasi punya tiga perusahaan transportasi, yakni: Taxi Express, Rajawali Air Transport (chartered flight), dan pelayaran feri rute Batam-Singapura. Di sektor keuangan, Rajawali memiliki 7 anak usaha, antara lain PT Jardine Fleming Nusantara sebuah sekuritas.

Adapun di sektor perdagangan ada 9 perusahaan, misalnya Metro Department Store dan jaringan ritel farmasi Apotek Guardian. Di sektor telekomunikasi, Rajawali pernah memiliki Excelcomindo Pratama, yang dioperasikan sejak 1996 yang kemudian dijual ke Telekom Malaysia.

Ia merambah industri kimia memproduksi polyester chip dan PET film lalu mendirikan PT Rajawali Polindo. Rajawali ikut membangun Plaza Indonesia bersama Bimantara, Ometraco dan Grup Sinar Mas.

Bahkan, Peter memiliki andil di PT. Gemanusa Perkasa (perdagangan umum), PT Gemawidia Statindo Komputer (distributor komputer), PT. Asiana Imi Industries (produsen stuff toys), dan PT Japfa Comfeed Indonesia; ada 13 perusahaan yang diakuisisi dan 6 perusahaan didivestasi.

Di sisi lain, grup usaha ini memiliki andil (penyertaan saham) di 13 perusahaan. Adapun total anak usaha dan perusahaan terafiliasi yang dimiliki Peter mencapai 49 perusahaan. Sebagai holding company di lingkungan Grup Rajawali, selain PT Rajawali Corporation adalah PT Danaswara Utama.

Miliarder Aneka Bisnis


Awal tahun 2005, Peter sebagai miliarder membuat kejutan. Aksi korporat yang atraktif adalah ketika ia menjual 27,3% sahamnya di Excelcomindo yang sebenarnya termasuk salah satu bintang industri telekomunikasi nasional  kepada Telekom Malaysia Group pada 2005.

Nilai saham tadi setara US$ 314 juta, langkah divestasi ini berlanjut pada 2007 ketika Rajawali melepaskan 15,97% sahamnya di Excelcomindo senilai US$ 438 juta kepada Etisalat (perusahaan telekomunikasi Uni Emirat Arab).

Dana dari penjualan saham ini kemudian digunakan untuk membeli 24,9% saham PT Semen Gresik senilai US$ 337 juta dari Cemex (Cementos Mexicanos). Tahun 2006, Rajawali terjun ke bisnis perkebunan sawit yang beroperasi di Kalimantan Timur dan Sumatera yang dalam sub-holding PT Jaya Mandiri Sukses Group.

Sementara itu, industri pertambangan di Kalimantan dirambah grup usaha ini tahun 2007 melalui PT International Prima Coal. Di 2008, melalui PT Tandan Sawita Papua, Rajawali membuka perkebunan kelapa sawit seluas 26.300 hektare di Distrik Arso Timur, Kabupaten Keerom.

Grup Rajawali juga memperluas jaringan hotel di kawasan Indonesia seperti jaringan hotel bintang lima Sheraton di Bali, Lampung, Bandung dan Lombok, serta di Kuala Lumpur dan Langkawi. Masih ditambah dengan pengembangan Hotel Saint Regis (Bali) dan Novotel (Lombok).

Bisnis pertambangan pun makin diseriusi Rajawali. Pada tahun 2009, Rajawali resmi mengakuisisi 37% saham Archipelago Resources (yang mengelola tambang emas) seharga US$ 60 juta. Kemudian, Rajawali membentuk perusahaan patungan dengan PT Bukit Asam di Kal-Tim. Di mata Philip Purnama, Direktur Spinnaker Capital, Grup Rajawali dinilainya sebagai kelompok usaha yang smart dan oportunistis.

Mereka sangat jeli melihat peluang bisnis dan sangat ahli dalam hal akuisisi aset-aset industri potensial. Bahkan, Philip berani menilai, komandan grup usaha ini, Peter Sondakh, lebih baik dari Warren Buffett, seakan semua yang disentuhnya berubah jadi emas seperti Raja Midas, itulah Peter Sondakh.

Entri yang Diunggulkan

Biografi Jack Ma Orang Terkaya China Alibaba