Tampilkan postingan dengan label Rahasia Ciputra. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Rahasia Ciputra. Tampilkan semua postingan

Rahasia Sukses Ciputra Jalan Panjang Terjal

Artikel Bisnis: Kiat Menghadapai Krisis


rahasia ciputra

Mari menelisik rahasia sukses Ciputra melewati jalan terjal. Fase kelam panjang bukan akhir segalanya. Itulah ilmu yang perlu dipelajari setiap wirausahawan. Pengusaha harus bisa mampu melewati fase- fase mencari jalan keluar; meski seluas lubang jarum. 
 
Istilahnya kalo kamu tidak jadi pengusaha mau makan apa. Bapak Ciputra sendiri pernah mengalami hal tersebut. Pria yang digadang- gadang orang terkaya ke 27 ini pernah mengalami fase kelam. Fase kelam itu datang ketika krisis moneter 1998 yang menjadi satu pelajaran besar.

Rahasia Ciputra Hadapi Krisis Moneter

 
Ia membawa ketiga group bisnisnya mencapai puncak tertinggi. Tetapi keadaan bisnis keluarga miliknya ada pada fase kelam ketika dollar jatuh. Tepat 1998, ketika itu dollar nilanya naik drastis menyebabkan hutang membengkak. 
 
Perusahaan memiliki pinjaman hutang dimana mayoritas mata uang dollar. Jadi akhirnya, krisis moneter membuat hutang naik 5- 6 kali. Nilai perusahaan jadi menyusut karena hutang- hutang itu. Dilain hal penjualan juga turun drastis karena daya beli rendah.

Ini titik terendah penjualan ujar pria yang kini memasuki usia 80. Apa yang telah dikumpulkan Ciputra selama 35 tahun seolah lenyak begitu saja.

"Pada periode akhir 1997 sampai dengan Mei 1998, kehidupan saya juga menjadi penuh tekanan dan kecemasan," jelasnya.

Semua itu seolah hilang seketika hanya dalam waktu 6 bulan di tahun itu. Kala itu hutang perusahaan lebih besar jauh dari apa jangkauan kemampuan finansial keluarganya. "Saya merasa berada di titik nadir dan melewatkan banyak malam tanpa tertidur pulas," terang pria santun ini.

"Namun, syukurlah perjumpaan pribadi dengan kasih dan kuasa Tuhan, telah membuat saya memiliki kekuatan dalam menghadapi masalah. Saya memutuskan untuk menghadapi dan menyelesaikan masalah dengan memadukan Integrity dan Excellence atau dengan menjaga integritas (kejujuran), berusaha menyelesaikan permasalahan secerdik mungkin sambil memohon pertolongan Tuhan," terangnya.

Ia menjelaskan lebih mendalam ada 3 strategi praktis dilakukannya kala itu.

Pertama, jadilah bertanggung jawab atas fase- fase itu, atau berani tidak lari dari tanggung jawab, atau juga melarikan diri dari Indonesia. "Memang ada rekan- rekan saya yang tidak tahan dari masalah dan memilih keluar Indonesia," kenangnya. 
 
Bapak Ciputra menunjukan mentalnya sebagai pebisnis tangguh. Bermodal satu yakni keyakinan akan kuasa Tuhan, jadilah dia tetap tinggal di tanah airnya, tanah kelahirannya tanpa pernah berpikir menetap di luar negeri bahkan sampai sekarang.

Suara- suara saran agar keluar dengan cara kabur (dari hutang) itu memang terdengar nyari. Akan tetapi ada suara hati nurani terdalam memilih tetap bertahan.

Kedua, ia memutuskan bertindak proaktif artinya mencari jalan terbaik. Ciputra memilih menemui mereka, para kreditur, merundingkan solusi terbaik satu per- satu. Dia bahkan berani menawarkan jalan inovatif meyakinkan mereka bahwa bisnis miliknya akan bertahan terus. 
 
Ia meyakinkan bahwa bisnis mereka akan kembali seperti semula sebalum krisis. "Saya dan tim saya menemui para kreditur dan membuka diri kami untuk dikritik dan dimarahi," ungkapnya. Ini menjadi point kursial ketika kembali mengerjakan apa yang kamu miliki. 
 
Di poin ini, setelah itu point ke tiga, barulah mencari jalan bagaimana menutup hutangnya. Ciputra mengaku menjual semua asetnya untuk menutupi hutang. Dengan ketiga hal ini jadilah masalah terhenti sementara, sementara itu pemerintah mulai bekerja menyelamatkan dunia bisnis Indonesia. 
 
Kebijakan ini berdampak termasuk kepada permasalahan hutang perusahaan. Bahkan bisa kembali bangkit menyongsong masa depan lebih baik. Saat ini contoh sukses Grup Ciputra, Grup Metropolitan, dan Grup Jaya, adalah contoh perusahaan- perusahaan nasional sukses. 
 
Contoh perusahaan sukses mengahadapai krisis moneter 1998, dan sedang terus berkembang kembali membangun diri menjadi perusahaan jauh lebih unggul dari masa lalu.

"Entrepreneur jatuh 10 kali, dan bangun 11 kali. Sehingga jika kita jatuh, kita jangan sampai putus asa. If it's not happy, it's not the end," - Ciputra

5 Alasan Gagalnya Ekonomi di Indonesia Menurut Pakar


Sama- sama pernah merasakan perjuangan dari penjajahan, kenapa Indonesia tidak maju. Pertanyaan yang menggelitik kenapa kita tida bisa seperti nagara- nagara lain. Bicara soal sumber daya alam? Indonesia ini memiliki tanah yang luas, kita memiliki sumber daya yang melimpah. Kenapa kita tidak bisa seperti negara China atau Amerika. Jelas- jelas dilihat dari sumber daya alam, kita bisa disejajarkan dengan China. Dilihat dari konstitusinya, kita memiliki konstitusi yang lebih kuat dari Amerika.

Selain itu, kita memiliki banyak budaya yang bisa dikemas menjadi investasi pariwisata. Namun, kita selalu gagal mengembangkan, bahkan dikalahkan oleh negara kecil seperti Singapura dan Malaysia. Apa yang salah? Peneliti dari LIPI, Latief Adam, seperti dilansir dari laman Merdeka, menyebut ada beberapa alasan mengapa hal ini bisa terjadi pada Indonesia. Kenapa kita menjadi negara berkembang terus tapi selalu berhenti di posisi yang sama selama 6 dekade merdeka.

1. Pertumbuhan ekonomi tertahan di bawah potensi sebenarnya.

Ekonomi RI tercatat oleh LIPI memiliki kekuatan dan cukup stabil, namun jika membahas pertumbuhan bisa jadi lain. RI ternyata tercatat memiliki pertumbuhan yang kurang pesat ketika negara berkembang lain berlari, kita berjalan. Pertumbuhan ekonomi kita tidak terlalu tinggi. Nagara tentangga Singapura memang terpuruk saat krisis, tapi begitu krisis itu selesai, mereka melonjak begitu cepat dari posisinya semula.

2. Daya penggerak kemajuan ekonomi kurang bervariasi

RI tak akan bergerak di negara papan tengah karena, masih menurut Latief, kurang banyak daya penggerak ekonomi. Kita hanya tergantung pada daya penggerak, banyak bisnis yang mengandalkan produksi bahan mentah. Kita hanya memiliki satu hingga dua gerbong sementara nagara lain punya 10 gerbong bahkan lebih sekaligus.

Ketergantungan pada pasar modal juga membuat ekonomi RI jalan ditempat. Ekonomi RI kurang terbuka ditambah lembaga keuangan yang tidak maksimal mendukung ekonomi berkualitas, terang Latief lebih dalam.

3. Tenaga kerja berpendidikan rendah

SDM yang berusia produktif memang banyak di Indonesia tetapi kualitasnya kurang dari standar yang diharapkan agar negera bisa maju. Latief menjelaskan lebih lagi bahwa kualitas SDM yang didominasi lulusan SD. Tidak heran pekonomian terbebani karena mereka yang memiliki pendidikan rendah malah menjadi beban. Dan jika ini terus berlanjut, mereka yang berpendidikan rendah akan menjadi konsumen saja.

Mereka tidak akan bisa menjadi produsen yang sangat diperlukan oleh negara ini.

4. Industri domestik masih lemah

Indonesia memilika banyak industri domestik yang masih terlalu lemah, padahal era pedagangan bebas sudah menyongsong. Impor justru jadi sandaran ekonomi kita, yang akhirnya memasung industri kita.  Lathief bahkan mengklaim ada 90% impor untuk material dasar dan modal. Inilah yang kemudian memicu inflasi dan turunnya nilai tukar rupiah seperti saat ini.

5. Ekspor kurang berdaya saing

 Di sisi ekspor, Indonesia masih harus berjuang menemukan kelebihannya. Tidak diketemukan ciri khas seperti negara lain, seperti Jepang dan Korea Selatan dengan elektronik dan juga budayanya. Pemerintah benar belum menunjukan kesungghan menggarap pasar berpotensi seperti halnya pasar tekstil.

Entri yang Diunggulkan

Biografi Jack Ma Orang Terkaya China Alibaba