Pengusaha Tas Kulit Berliano Menang Modal Internet

Profil Pengusaha Febria Purnomo Puspo


pengusahatas.png
 
Pengusaha tas kulit Berliano menang. Dia bermodal internet promosikan online. Febri Purnomo Puspo kini sukses berkat kegigihan mempromosikan. Febri adalah seorang pengusaha muda sukses. Berkat usaha kulit ditambah promosi online bisnisnya menjadi juara. 
 
Seperti ditulis oleh bisnisukm.com: Pria lulusan Akademi Teknologi Kulit Yogyakarta tahun 2008 ini cukup mempraktikan ilmunya Apa- apa yang didapatnya ketika masih berkuliah dulu. Ia mempraktikan cara menyamak kulit itu sendiri.

Bisnis Internet

 
Pertama kali, bersama rekan- raknnya memulai memproduksi kulit sendiri, kemudian mulai memproduksi aneka barang jadi. Hasil pertamanya ialah aneka jaket kulit dan lantas fokus di tas kulit. Usaha yang dimulai sejak 2011 ini memang bermodal pas- pasan. 
 
Dia mengandalkan sistem dijahitkan orang lain. Pertama kali itu Febri hanya memanfaatkan sistem titip jual di toko sekitaran Yogyakarta.

"Sebelum mengenal dunia online, kami memasarkan produk dengan sistem titip jual di toko-toko yang ada di sekitar Yogyakarta dan melayani beberapa reseller yang masuk," terang Febri.

Sejalan waktu bisnisnya berkembang, tanpa sungkan Febri membuka lowongan penjahit. Utamanya penjahit tas kulit lewat berbagai media. Melalui penjahit sendiri kapasitas produksi meningkat. Ia lantas menggunakan jasa sosial media. 
 
Tanpa keraguan dirinya memperkenalkan Tas Kulit Berliano. Tanpa disangka hasilnya itu malah diluar dugaan. Melalui sistem online itulah sukses pengusaha muda ini moncer.

Mereka punya Facebook dan toko online www.berliano.com. Disana lah banjir pesanan datang. Berjalanan waktu hingga bisa mendapatkan alur distribusi tepat. Fabri berani berekspansif usahanya telah memproduksi 3 ton kulit, yang sebelumnya 1 ton per- bulan. 
 
"Alhamdulillah sudah bisa berproduksi 3 ton kulit per- bulannya," ujarnya mantap. Mulai membuat bahan baku, penyamakan, dan proses produksi dilakukan di satu tempat.

Usaha hulu- hilir telah dikuasai Febri sendirian. Dulunya cuma bisa berproduksi dibawah 1000 sqf. Sekarang sudah bisa menghasilkan 5000 sqf per- bulan. Usahanya dibantu 3 orang karyawan dibagian penyamakan kulit, 8 orang dibagian tanaga jahit, dan 2 orang lagi dibagian admin web (toko online). 
 
Setiap bulan melalui mereka lah, Febri mampu memproduksi 200 pcs tas kulit dan dompet 150 pcs per- bulan. Soal kendala diakuinya adalah menganai bahan baku mentah. Dia mencontohkan harga yang terus naik tetapi kualitas cenderung tidak stabil. 
 
Lewati kendala itu Febri mulai membuat kulit artikel sendiri. Bahan yang cocok digunakan menjadi bahan baku tas. Sedangkan bahn kulit tidak memenuhi kecocokan dialihkan. Dia menjadikan itu barang- barang kecil seperti tasel, gantungan kunci dan lain- lain.

"Kedepannya saya ingin lebih fokus memperhatikan infrastruktur untuk operasional produksi," jelasnya. 
 
Ia mencontohkan lagi seperti drum besar untuk penyamakan. Drum yang semakin besar akan menampung lebih banyak kulit. Kemudian dia pengen mempunyai gudang kulit, membuka toko offline di pusat jantung ekonomi Yogyakarta.

Bisnis Kraukk Beku Produk Hangat Penghasilan

Profil Pengusaha Yudhi Dwinanto


bisniskraukk.png

Mantan pegawai negeri ini sukses usaha frozen food. Bisnis Kraukk beku bukan sembarangan. Lewat canggihnya dunia digital menjamur ke dunia nyata. Sukses Yudhi Dwinanto bisa menjadi inspirasi buat pengusaha toko online. Dia memulai dari sekedar hobi menjadi bisnis. 
 
Mencari ide bisnis mapan memang susah- susah gampang. Itulah kenapa konsep bisnis sampingan bisa dijalankan.
 

Bisnis Makanan Beku


Ide bisnis ditemukan disekitar kita. "Ide berbisnis itu bisa dari hobi, kemampuan, atau pengalaman," kata dari Direktur Utama Kraukk Indonesia ini.

Ia pernah menjadi pegawai negeri di Kementerian Agama sejak 2007. Karena mau menambah uang maka mulailah Yudhi berbisnis sampingan. Hasilnya lumayan dari usaha berjualan udang tempura. Dia mengambil barang dari pabrikan di Jawa Timur. 
 
Pertama kali cuma coba- coba kemudian sukses dinikmati oleh teman dan keluarga. Lama kelamaan Yudhi makin menekuninya seperti hobi. Ia meyakinkan tidak akan mengganggu kerja. Inilah kenapa awal sekali langsung memilih toko online. Usaha bermodal website gratisan. 
 
Ternyata usaha ini terus berkembang. Selepas tahun pertama, Yudhi mulai mengalami kendala, karena pabrikan itu tak mau mengirim barang lagi. Pasalnya perusahaan mau fokus di ekspor. Alhasil dirinya dan toko online kecilnya tidak dapat jatah.

Sempat terpuruk usahanya tidak membuat jatuh. Dia mulai mencari mitra kerja lain. Melalui dunia maya pada 2008, bertemulah dia dengan seorang mitra bisnis menawarkan sampel tempura udang. Sama seperti kualitas pabrikan asal Jawa Timur. 
 
Bahkan lebih enak kalau dari segi rasa. Menurut sang mitra produk tersebut asli buatan sendiri. Selain membuat tempura udang, ternyata mitranya tersebut bisa membuat produk- produk lain.

Jadilah keduanya sepakat bekerja sama. Sang mitra akan fokus dalam pengembangan produk, sementara ia akan fokus di pemasaran. Hasilnya luar biasa menjanjikan, dimana di tahun 2009, mereka resmi membuka toko online sendiri www.kraukk.com. 
 
Dari menawarkan 10 produk kemudian berkembang pesat menjadi 20 -an produk. Ia menjual produk beku dan pembeli tinggal goreng di rumah. Karena memanfaatkan media online, maka produk Kraukk menawarkan penggambaran menggoda. 
 
Lewat itulah pembeli tersihir membeli produk olahan mereka langsung. Yudhi diawal menawarkan produk sekitar 10 jenis yaitu aneka olahan udang, olahan kepiting, cumi- cumi, ikan dan ayam. Produk nugget lah yang menjadi andalan utama produk- produk Kraukk.

Harganya meliputi nugget kepiting satu kemasan Rp.12.000, udang Rp.19.500, breaded shrimp torpedo, udang utuh tanpa kulit dibungkus tepung roti seharga Rp.21.000, drumstick ikan Rp.19.000, drumstick cumi Rp.19.500 dan banyak lagi. 
 
Sekali lagi karena modal toko online, maka www.kraukk.com menampilkan rangkain foto- foto realistis dan semenarik mungkin. Dengan gambar bagus maka pengunjung akan betah di toko.

Lambat laun desain www.kraukk.com menjadi makin menarik saja. Dan semakin interaktif dengan pelanggan yang datang ke sana. Yudhi lantas memanfaatkan konsep reseller lewat situsnya. Melalui keanggotaan maka pelanggan bisa mempromosikan dan mendapat untung. 
 
Tahun pertama saja, ia telah memilik 1.000 anggota yang merupakan pasar potensial. Mereka juga saling aktif mempromosikan lewat sosmed masing- masing. Alhasil anggota terdaftar melonjak sekitar 5000 -an. 
 
Nah, karena Yudhi sudah merasa tidak lagi sanggup lagi, maka diputuskan mempekerjakan web admin. Dia sendiri akan fokus pada marketing tidak mengurusi web. Hasilnya adalah pendapatan terus melonjak lebih pesat. Kalau diawal cuma berputar- putar di kawasan Jakarta. 
 

Jualan Produk Beku

 
Yudhi kian memutar otak memaksimalkan usahanya marketing. Jadilah produk Kraukk bisa hadir di penjuru Indonesia. Ia mulai menawarkan konsep ditributor luar kota. Ternyata sambutan masyarakat bagus. 
 
Hal tersebut telah dibuktikan lewat dua distributor tersulit; Papua dan Maluku. Sistem ini menggampangkan pelanggan yang di luar jangkauan mesin pendingin. Sistem ini didukung pengiriman kargo setiap bulan kepada distributornya. 
 
Dia juga mencantumkan nama mereka di laman web. Kalau ada pembeli dari laur Jawa, maka cukup kontak distributornya.

Untuk Jakarta sudah tercipta armada khusus pengiriman cepat. Ini seperti bisnis makanan- makanan cepat saji asal Amerika itu loh.

Selain itu masih bisa menerima pembelian secara ecer. Yudhi juga berhasil bekerja sama dengan beberapa perhotelan di Jakarta. Lewat tangan dingin itu mampu mensuplai aneka nugget secara berkala. 
 
Meskipun sukses itu sudah ditangannya, pengusaha ahli makanan beku ini memilih mundur, bukan memilih mundur dari kewirausahaan tetapi mundur dari pegawai negeri sipil. Tepatnya di tahun 2012, ia memilih fokus berbisnis Kraukk.

Dia sadar bisnis Kraukk sudah terlalu besar buat "disambi". Hasilnya semakin berasa ketika ia memilih fokus disana. Hasil tersebut terlihat dari jumlah produksi meningkat tajam. Produksi bahkan menurutnya sudah ada 12 ton per- bulan. 
 
Usaha ini lantas merambah dunia nyata lewat aneka staff kantoran, termasuk ada manajer operasional. Untuk bagian produksi sudah 20 orang karyawan. Selama itu fokus Yudhi masih di bisnis online hingga. Ia sadar usaha Kraukk masih bisa berkembang. 
 
Itu adalah melalui media dunia nyata yakni lewat mengikuti aneka pameran. Hasil? Dia baru buka beberapa jam sudah mengantongi laku 100kg. Usaha lain yang tengah dikembangkan adalah restoran seafood berbahan Kraukk. Yudhi ingin memasang toko online menjadi usaha nyata tanpa menghilangkan akarnya; berekspasi istilahnya.

Kontak pengusaha:


Kraukk Indonesia.
Jl. Kostrad Raya No. 1 Petukangan Utara,
Pesanggrahan, Jakarta Selatan, DKI Jakarta
E-mail: kontak [at] kraukk.com | Ph. (021) 71559993
Hotline: 0813 2222 3580 - www.kraukk.com

Piyikan Doro Juara Sangsang van Fajar Rajai 20 Juta

Profil Pengusaha Fajar Wijayanto 


piyikandoro.png
 
Piyikan doro juara Sangsang van Vajar lari. Punya hobi pelihara burung buat Fajar menjadi pebisnis. Pasalnya dia bukan sekedar hobi pelihara tetapi budidaya. Terutama budidaya burung merpati utamanya merpati balap. 
 
Tanya saja Fajar Wijayanto, maka senyum sumringah terkembang manis, ketika bercerita tentang bisnisnya. Fajar bermain merpati balap cukup lama dan berhasil budidaya. Bisnisnya ya berternak anakan merpati balap kelas super.

Burung Dara Juara

 
Apalagi untungnya didapat semakin tebal bila anakanya juara. Burung dara juara pasti menghasilkan juara. Apalagi kalau memenangkan balapan tingkat nasional. Omzet burungnya mencapai ratusan juta rupiah loh. 
 
Sepadan uang yang harus Fajar keluarkan tentu lah. Berapa sih modalnya? Ia menuturkan sekitar Rp.60 jutaan. Dimana 20 juta digunakan untuk menebus marpati juara. Waktu itu uang tebusan segitu diperuntukan untuk sang merapati legenda Bandung, Sangsang.

Sedangkan 40 juta dikeluarkan untuk membeli dua ekor merpati jantan; ditambah lima ekor betina. Modal segitu dimaksudkan melahirkan burung merepati legenda lain. Mengembangkan keturunan legenda Sangsang butuh waktu dan ketelatenan. 
 
Ia harus memastikan piyikan atau anakan sehat. Belakangan, impian menjadi kenyataan, dimana setiap ekor anakan Sangsang van Fajar dihargai Rp.1,5 juta- Rp.2,5 juta.

Durian runtuh seketika ketika akhinya menjadi juara. Tahun 2007, Fajar berhasil mengangkat salah satu dari anakan legenda menang. Anakan ke- 29 yang diberinya nama Road Star merajai berbagai acara tingkat nasional. 
 
Total Road Star memenangi 13 lomba tingkat lokal dan nasional. Yang paling bergengsi ialah sukses menang Juara 1 Lomba Utama Nasional di 13 Mei 2007. Sukses Road Star melambungkan Davinci Faram miliknya.

"Ada penggemara merpati yang menawar Road Star dengan Rp.100 juta, tapi saya enggak lepas, karena saya minta Rp.175 juta," ujarnya singkat.

Pemilik Davinci Farm ini mulai menikmati nikmat berbisnis marpati. Laba utamanya adalah berjualan piyikan dari sang pemenang seharga Rp.1,5 juta- Rp.2 juta per- ekor. Sebulan setidaknya bisa melego jual sampai lima anakan. 
 
Omzet menurutnya mencapai Rp.20 juta setiap bulan. Padahal, perlu kamu tau teman, dia tidak fokus total di usaha tersebut. Ternyata Fajar mengerjakan ini sebagai bisnis sampingan saja.

Pekerjaan utamanya ya menjadi pegawai kantoran. Karena sifatnya sampingan bisa dipastikan Fajar tidak akan meninggalkan pekerjaan utama. Disisi lain, dia juga tidak akan meninggalkan bisnis budidaya merpati balap ini karena hobi. 
 
Dia menjelaskan apalagi merpati terbilang mudah dikembangkan. Fajar cukup selalu menyediakan pakan jagung serta kacang hijau. Ia dibantu lima pekerja setiap bulan yang dibayar Rp.2 juta per- bulan.

Satu pesan dari sang maestro merpati balap ini: kamu harus punya cita rasa akan merpati kamu. Pria yang sudah akrab dengan merpati sejak 1972 ini, memang punya ketertarikan khusus. Kalau mau eksis ya kamu musti punya hobi ini. 
 
"Kalau enggak hobi enggak akan jalan," terangnya. Enggak hobi merpati berarti enggak paham soal perawatan. Harus pula disertai pengetahuan mapan. Karena pada dasarnya anakan membawa watak induknya. Prinsip bisnisnya piyikan doro juara pasti menjuarai kelak.

Usaha Sate Laka Laka Tegal Mantan Wartawan

Profil Pengusaha Sunarto


mantawartawan.png
   
Usaha sate Laka- Laka Tegal langganan Istana itu, ternyata milik mantan wartawan yang berbalik arah menjadi pengusaha. Memilih pensiun dini sebagai wartawan, Sunarto banting setir menekuni bisnis kuliner dengan mendirikan warung sate tegal sejak tahun 2003. 
 
Padahal karier lulusan Universitas Diponegoro, Semarang ini sebenarnya tengah di moncer-moncernya di surat kabar nasional di Ibu Kota.

Usaha Sate Tegal

 
“Saya tertarik bisnis kuliner antara lain didorong saat sering liputan dan menangani rubrik tentang kuliner,” ujar pengusaha Narto, panggilan rekan- rekannya saat masih di media. Saat memulai, dia mengaku dapat pinjaman modal dari saudaranya.

Namun, jalan yang dilalui ayah dari Raidha ini cukup terjal dan berliku. Saat mulai membuka warung dia langsung dihadang masalah. tanah yang dia beli untuk mendirikan warung di daerah Cibinong ternyata jalur hijau. 
 
Sehingga baru sekitar enam bulan bangunan permanen dua tingkat didirikan dan warung dibuka terkena penggusuran.

Dia, istri dan anak semata wayang menyaksikan langsung penggusuran bangunan yang menghabiskan puluhan juta saat dibangun itu. Dia mengaku salah dan tertipu saat membeli tanah. Namun Narto justru mendapat jalan di tengah penggusuran itu. 00
000
“Habis penggusuran saya malah ditawari petugas Trantib untuk mendirikan tenda di depan Kantor Pemkab Bogor di Cibinong,” ujar Narto.

Tawaran itu langsung ditangkap. Dia mendirikan warung tenda dengan menu bebek goreng yang dinamakan “Bego”. Selain tentu saja menu sate kambing. Perlahan tapi pasti warungnya banyak pembelinya. 
 
Hanya berselang dua bulan dia membuka satu cabang masih tak jauh dari lokasi yang pertama. Tak lama kemudian satu warung tenda dibuka lagi. Sehingga dalam waktu setahun setelah tergusur dia bisa mendirikan tiga warung tenda.

Merasa terlanjur “basah” di bisnis kuliner, Narto mengaku semakin menekuni kegiatannya itu. Apalagi ada 20 karyawan yang bekerja pada dia. Untuk itu tak jarang, sehabis menutup warung tenda ditengah malam, dia lanjutkan belanja sayuran ke pasar hingga subuh. 
 
Usaha- usaha pengembangan tak henti dilakukan. “Terpenting adalah mencari lokasi yang tepat,” ujarnya. Setelah berkali-kali tak berhasil, akhirnya dia mendapatkan lahan sewa di pinggir jalan baru Bogor-Parung. 
 
Di tempat yang kini semakin ramai setelah dibukanya jalan tol luar Bogor itu Narto menyewa lahan seluas 200 meter persegi selama 10 tahun untuk dirikan warung sate “Laka-laka” tahun 2010. Berarti dia butuh waktu tujuh tahun untuk bisa bangkit mendirikan warung lagi.

Pilihan Narto tidak salah. Warung yang didirikan di atas lahan sewa itu banyak dikunjungi pembeli. Menunya pun bervariasi. Selain menu utama sate kambing, dia juga menjual bebek goreng, ayam goreng, sop sapi, sate ayam, sop kambing. Selain berbagai minuman. 
 
Ia pun mengajak keluarga pemilik lahan itu untuk menjual es kelapa muda. Dia menyebut rata-rata untuk kambing dia bisa menghabiskan lima ekor.

Bulan Juni 2012, dia kembali membuka cabang sate “Laka-laka” di Kota Bogor. Di kawasan kuliner itu, dia mengaku menginvestasikan dananya sampai Rp 750 juta untuk sewa lahan dan mendirikan restoran. Kini dia lebih fokus mengelola dua restonya. 
 
Tiga warung tenda sudah ditutup. “Anak-anak (karyawan-red) pada ogah disuruh kerja di warung tenda mas. Jadi saat saya gilir ke sini pada tidak mau lagi ke warung tenda,” ujarnya.

Sekarang Narto semakin menata pengelolaan usahanya. Dari sekitar 40 karyawan yang bergabung di bagi dalam dua bagian yaitu bagian produksi dan bagian pelayanan. Sedang untuk yang bertugas pada kasir, dalam sehari tiga kali melaporkan ke dia.

Pengusaha Madu Amfoang Mantan Kontraktor

Profil Pengusaha Roby Manoh 


pengusahamadu.png
 
Pengusaha madu Amfoang bermula mantan kontraktor. Siapa sangka potensi sumber daya alam kita begitu kaya. Pria ini sukses melihat hal tersebut di Kota Kupang khususnya, dan juga Nusa Tenggara Timur umumnya. 
 
Poteni tersebut ialah madu hutan menyehatkan. Yang terkenal akan khasiatnya khusus untuk menjaga kesehatan dan kecantikan.

Pengusaha Madu

 
Sayangnya, produksi madu hutan ini jumlahnya masih terbatas, belum bisa memenuhi kebutuhan pasar.

"Saat itu nama madu Amfoang sedang meledak. Saya pikir mengapa saya tidak kembangkan anugrah Tuhan ini," tuturnya.

Roby Manoh melihat potensi besar sumber daya alam untuk Indonesia Timur. Sumber daya yang menurutnya terabaikan selama ini. Mereka para wisatawan disuguhkan madu tetapi dengan konsep tak profesional. 
 
Hati kecilnya terpanggil untuk merubahnya. Bayangkan madu- madu itu hanya dikemas dengan botol bekas air kemasan. Padahal wisatawan itu jauh- jauh ke NTT untuk menikmati dasyatnya madu hutan ini

Ia tercatat pernah menjadi karyawan  sebuah perusahaan kontraktor di Kupang dari 1990- 2002. Sampai persaingan antar kontraktor semakin ketat, yang membawanya memilih menjadi pengusaha. 
 
Sebagai awalan, Roby langsung pergi magang di pengelolaan madu Balai Besar Industri Nasional di Bogor, Jawa Barat. Hingga tahun 2002, sekembali dari Bogor, ia aktif mengunjungi sumber- sumber potensi madu hutan yang ada.

Sejumlah kawasan di Amfoang dan daratan Timor Barat dikunjunginya. Tahun 2003, Roby mulai membentuk kelompok pengumpul madu. Pertama kalinya cuma ada 10 orang yang bersedia bergabung. Satu kelompok yang diberinya nama Kelompok Amfoang. 
 
Kini, sudah banyak orang mengikuti, total sudah 43 kelompok mengikuti jejak Roby, mulai dari kelompok Amfoang, Amarasi, dan sampai ke penjuru daratan Timor Barat lain.

Nama Amfoang sendiri terinspirasi atas nama sebuah daerah meliputi tiga kecamatan di Kabupaten Kupang. Sampai tahun 1990 -an, penyebutan nama Amfoang, maka akan identik akan madu hutan asli khas Nusa Tenggara Timur. 
 
Madu Amfoang sendiri memiliki khasiat beragam, dari cuma menyebuhkan luka terbuka, sampai mengatasi tuberkulosis, masuk angin, jantung, darah tinggi dan menambah kecantikan perempuan.

Mantan Kontraktor Sukses


Amfoang merupakan kawasan hutan seluas 1.000 hektar. Hutan yang didukung beragam kekayaan hayati berkualitas seperti cendana, kayu putih, dan kenari. Bunga- bunga aneka ragam yang dihinggapi lebah hutan pencari makan. 
 
Lebah ini asli dari hutan sengaja tidak diternakan. "Jika diternakan, berpotensi menggunakan bahan kimia," tuturnya. Madunya alami, mulai dari hutannya, proses pengambilan, proses penyimpanan, dan penjualan.

Madu standar ekspor memiliki kadar air 18 persen, panasnya 40- 60 derajat celcius, kadar air maksimal di 21 persen, dan debu atau abu 1 persen. Madu Amfoang memiliki kadar air 16- 17 persen, panas 50- 60 derajat dalam kandungan madu, dan debunya cuma 0,6 persen. 
 
Pendiri CV. Amfoang Jaya ini mengatakan madunya tersebut sudah diseleksi ketat. Cakupan madu Amfoang sudah mencapai Jakarta, Surabaya, Denpasar, dan Timor Leste. Ada laboratorium dan tabung pendeteksi memastikan keaslian madu. 
 
Dibeli dari 43 kelompok binaan, yang jumlah anggotanya mencapai 1.500 orang. Dimana setiap kelompok beranggotakan 25 orang. Harga per- botol Rp.25.000 (650ml). Dan, rata- rata tiap kelompok menghasilkan 25 botol per- pekan atau 600 botol per- bulan.

Madu biasanya bersumber dari madu gantung di pohon. Tetapi tidak ada perbedaan antara madu gantung atau batu. Kualitas bukan ditentukan tempat tetapi kualitas serbuk bunga. Pengambilan madu dilakukan berdasarkan kearifan lokal, tidak menebang pohon, ataupun merusak hutan. 
 
Jumlah 43 orang kelompok bisa menghasilkan 2.000- 10.000 liter madu per- bulan. Roby akan membeli madu mereka seharga Rp.40.000 per- liter.

Kelompok binaan menghasilkan 40- 250 liter madu per- bulan. Tidak mencolok kecuali kelompok tersebut rajin mengamati ke hutan. Proses standarisasi dijalankan lewat showroom. 
 
Diberinya kemasan menarik, dan diberi lebel Madu Amfoang Timur, kemudian dikirim ke Jakarta, Surabaya, dan Timor Leste. Dimana Per- bulan perusahaan mengirim 4.000- 5.000 botol ke Jakarta dan Surabaya. Timor Leste sendiri mendapatkan jatah 3.000 botol.

"Permintaan dari Jakarta 12.000 botol, tetapi kami hanya mampu 5.000 botol per bulan," jelas Roby lagi. 
 
Kemudian 1.000 botol dipajang di showroom dan didistribusikan ke toko, pusat cendramata, souvenir, dan swalayan 2.000 botol per- bulan. Harga madu ini di kupang Rp.100.000 per- botol (650ml), Jakarta Rp.120.000 per- botol, dan Surabaya Rp.150.000 per- botol. 
 
Untuk inovasi ada madu yang diberi ramuan khusus. Madu vitalitas tersebut dijualnya seharga Rp.100.000 per- botol, tetapi isinya cuma 350ml. Kekuatan dari produk Amfoang sendiri adalah keasliannya. Mampu memberikan alternatif suplemen sehari- hari. 
 
Memang CV. Amfoang Jaya dikenal getol mempertahankan keaslian madu. Lima liter madu yang dibeli cuma hasilkan tiga liter saja. Karena namanya madu hutan maka dibuat di hutan, sudah tercampuran air hujan, kotoran, dan lainnya.

Semua unsur sudah dibuang terlebih dahulu dalam proses deteksi. Kepercayaan akan kebersihan memang sangat dijaga CV. Amfoang Jaya. "Madu tidak boleh disimpan di dalam bahan plastik berupa jeriken dan bekas botol air mineral seperti kebanyakan dilakukan masyarakat," jelas Roby. 
 
Ada fakta menarik kalau madu disimpan di botol. Katanya akan meledak jika dimasukan ke bekas air mineral, buka karena gas tetapi higenitas.

"Madu di dalam jeriken atau botol plastik sering meledak bukan karena panas, melainkan karena wadah itu kotor," imbuhnya.

Madu baiknya disimpan di wadah tabung gelas atau bekas botol minuman dan sejenisnya. Kelompok binaan tidak cuma diajarkan bagaimana mencari madu tetapi juga menjaga hutan. 
 
Karena jika makin rimbun hutan maka semakin potensial madu hutan banyak disana. Ia menjelaskan prospek madu juga karena ini minuman segala usia.

Entri yang Diunggulkan

Biografi Jack Ma Orang Terkaya China Alibaba